Current Issue

Acta Pharmaceutica Indonesia Vol. 36 Issue 1 2011

Vol. 36 No. 1 & 2 (2011)

Issue Articles

Articles Published in This Issue

Explore peer-reviewed research articles published in this issue.

Article

Peningkatan Penetrasi Senyawa Hidrofilik Melalui Formulasi Emulsi Ganda A1/M/A2 dengan Mikroemulsi A1/M sebagai Fasa Dalam

Senyawa α-arbutin adalah senyawa hidrofilik yang mempunyai aktivitas inhibisi tirosinase. Formula peningkat permeasi α-arbutin pada kulit diperlukan untuk penghantaran senyawa tersebut sebagai antihiperpigmentasi. Penambahan α-arbutin ke dalam emulsi primer air dalam minyak (A1/M) dilakukan sebelum proses emulsifikasi. Optimasi formula dilakukan untuk menghasilkan mikroemulsi A1/M yang jernih yang selanjutnya diemulsifikasi menggunakan Croduret 50 SS membentuk emulsi ganda air dalam minyak dalam air (A1/M/A2) dan dievaluasi viskositas, pH, kadar, efek inhibisi α-arbutin terhadap…

0 Views0 Downloads0 Citations
Article

Aktivitas Ekstrak Ethanol Daun, Ranting, dan Kulit Buah Manggis (Garcinia mangostana l.) sebagai Tabir Surya secara in vitro

Telah banyak penelitian yang dilakukan pada buah Manggis (Garcinia mangostana L.), kayu maupun kulit buahnya sebagai pengobatan, antara lain diare, antiinflamasi, HIV. Hal ini sehubungan dengan kandungan manggis yang beragam. Zat aktif yang terkandung dalam manggis sangat banyak antara lain tanin, xanthone dan bensofenon glukosida yaitu garmacimangasone D. Kandungan turunan bensofenone diduga mempunyai aktivitas sebagai tabir surya. Dari penelitian sebelumnya telah diketemukan turunan bensofenone dalam kulit buah manggis dan kayunya. Turunan bensofenone telah dimanfaatkan sebagai tabir surya…

0 Views0 Downloads0 Citations
Article

Isolasi Flavonoid dari Daun Durian (Durio Zibethinus Murr., Bombacaceae)

Daun durian (Durio zibethinus Murr., Bombacaceae) secara tradisional banyak digunakan untuk menurunkan demam. Penelitian dan publikasi mengenai kandungan kimia daun durian masih sangat terbatas. Penelitian ini dilakukan untuk menelaah kandungan kimia daun durian. Simplisia daun durian diekstraksi secara maserasi menggunakan pelarut berturut-turut n-heksana, etil asetat dan etanol. Ekstrak etanol difraksinasi menggunakan metode ekstraksi cair-cair dengan menggunakan pelarut eter, etil asetat dan butanol. Fraksi butanol dimurnikan secara kromatografi kertas preparatif. Sedangkan fraksi eter…

0 Views0 Downloads0 Citations
Article

Aktivitas Kemopreventif Kanker dari Ekstrak Etanol Lempuyang Wangi pada Mencit yang Diinduksi DMBA

Kanker merupakan penyakit yang ditandai dengan pembelahan sel yang tidak normal, tidak terkendali, dan dapat membentuk massa tumor, bersifat invasif, serta dapat mengalami metastasis. Sampai saat ini belum ada terapi yang dapat memberikan efikasi dan keamanan yang memuaskan. Pada penelitian ini, telah diuji efek khemopreventif dari ekstrak etanol lempuyang wangi (Zingiber aromaticum) terhadap mencit yang diinduksi kanker menggunakan DMBA. Pada kelompok yang diberi ekstrak lempuyang wangi, jumlah kanker yang terjadi pada akhir minggu ke-10 adalah sebanyak satu kanker, dan pada kelompok obat…

0 Views0 Downloads0 Citations
Article

Pengaruh Pengolahan Bahan Terhadap Kadar Dan Komponen Minyak Atsiri Rimpang Zingiber Cassumunar Roxb.

Minyak atsiri merupakan salah satu komponen Zingiber cassumunar Roxb. yang memiliki aktivitas farmakologi. Sehubungan dengan potensi pemanfaatan minyak atsiri Zingiber cassumunar Roxb. dalam pengembangan obat, diperlukan jaminan terhadap kualitas bahan yang meliputi kontrol terhadap kualitas bahan baku yang digunakan, termasuk kandungan minyak atsirinya. Penghalusan, pengeringan, dan penyimpanan adalah proses penyiapan bahan yang dapat mempengaruhi kadar minyak atsirinya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pengolahan bahan terhadap kandungan minyak atsiri. Metode penghalusan…

0 Views0 Downloads0 Citations
Article

Uji Disolusi Terbanding Zat Karbamazepin dalam Bentuk Sediaan Tablet

Dalam penelitian ini telah dilakukan uji ekivalensi produk tablet karbamazepin secara in vitro dengan menggunakan uji disolusi terbanding. Uji dilakukan terhadap produk inovator, produk bermerek I, dan produk bermerek II menggunakan 3 medium uji yaitu medium pH 1,2; pH 4,5; dan pH 6,8 dengan pengambilan sampel pada menit ke-10, 15, 30, 45, dan 60. Penetapan kadar dilakukan menggunakan metode spektrofotometri UV pada panjang gelombang 285 nm. Hasil uji disolusi terbanding dianalisis menggunakan faktor kemiripan (f2). Dari hasil uji disolusi terbanding, kedua produk uji tidak ekivalen terhadap…

0 Views0 Downloads0 Citations

No articles match the selected filter or search query.