1. Home
  2. Archives
  3. Vol 48 (2023) Issue 1
  4. Articles

Kajian Aktivitas Neurofarmakologi Tinospora cordifolia

Abstract

The traditional medication system Ayurveda prescribes herbal remedies, called Medhya Rasayana, to promote brain rejuvenation. Tinospora cordifolia is one of the popular Medhya Rasayana herbs. This review encompasses its potential alongside the underlying mechanisms in the treatment of numerous ailments that affect the nervous system, namely neurodegenerative diseases, brain cancer, depression, substance abuse, as well as touching upon its role in boosting cognitive function.

Keywords

Abstrak

Sistem pengobatan tradisional Ayurveda meresepkan pengobatan herbal, yang disebut Medhya Rasayana, untuk mendorong peremajaan otak. Tinospora cordifolia adalah salah satu herbal Medhya Rasayana yang paling banyak dimanfaatkan. Kajian pustaka ini mencakup potensi T. cordifolia beserta mekanisme yang mendasari dalam pengobatan berbagai penyakit yang berdampak pada sistem saraf, seperti penyakit neurodegeneratif, kanker otak, depresi, penyalahgunaan obat, serta menyinggung perannya dalam meningkatkan fungsi kognitif.

Kata kunci: Tinospora cordifolia, brotowali, gangguan neurologis, konstituen aktif

PENDAHULUAN

Neurofarmakologi adalah studi mengenai pengaruh obat terhadap sistem saraf dengan fokus pada pengobatan gangguan psikiatri dan neurologis serta adiksi obat (Nestler et al. 2015). Tujuan neurofarmakologi adalah menelusuri mekanisme kerja obat dan menerapkannya dalam pengembangan tindakan preventif dan kuratif untuk mengatasi gangguan pada sistem saraf (Kaur 2023). Gangguan neurologis, seperti penyakit neurodegeneratif, kanker otak, infeksi sistem saraf, epilepsi, dan gejala-gejala yang menyertai seperti psikosis, merupakan penyebab utama kecacatan dan penyebab kedua kematian secara global dengan beban penyakit yang terus meningkat (Buckner et al. 2016; Feigin et al. 2019)

Ayurveda, praktik pengobatan tradisional India, mengadopsi pendekatan yang bersifat holistik untuk menjaga kesetimbangan tubuh, pikiran, dan jiwa dengan penekanan pada sistem saraf yang sehat (Mukherjee et al. 2017). Teks Ayurveda menggambarkan sekelompok tanaman obat dengan istilah Medhya Rasayana yang memberi khasiat berlipat ganda, khususnya untuk meringankan gejala penuaan otak dan membantu dalam regenerasi jaringan saraf (Sharma et al. 2020, Singh et al. 2008). Salah satu tumbuhan Medhya Rasayana yang banyak digunakan adalah T. cordifolia atau brotowali. Tumbuhan pahit

tersebut sejak lama dimanfaatkan untuk mengobati berbagai penyakit dan diketahui memiliki aktivitas antioksidan, antihiperglikemia, antineoplastik, antistress, antispasmodik, antipiretik, antialergi, antileprotik, antiinflamasi, antihiperlipidemia, dan dapat dimanfaatkan sebagai imunomodulator (Spandana et al. 2013).

METODE

Artikel yang digunakan untuk review ini dicari dari database Google scholar, dengan menggunakan kata kunci pencarian "Tinospora cordifolia/guduchi pharmacological activities", "neuropharmacological activities", dan "chemical constituents". Periode publikasi artikel yang digunakan adalah antara tahun 2012-2022. Adapun artikel yang digunakan dalam review harus memenuhi kriteria inklusi, yaitu artikel mencakup aktivitas neurofarmakologi dan kandungan kimia. Artikel yang tidak secara spesifik membahas T. cardifolia dan aktivitasnya pada sistem saraf dieksklusi untuk review.

HASIL PENULUSURAN PUSTAKA

Dari hasil penelusuran pustaka didapatkan 353 artikel terkait T. cardifolia dalam kurun waktu 2012-2022. Sedangkan setelah penyaringan dengan kandungan metabolit aktif, diperoleh 17 artikel yang relevan dengan topik direview.

Tabel 1 Konstituen Aktif Tinospora cordifolia

GolonganSenyawaAktivitas BiologiReferensi
AlkaloidBerberin, kolin, tinosporin,
palmatin, tembetarin, mag
Antikanker,
antiinflamasi,
neuroproteksi, antidiabetes,
(Sharma et al. 2019), (Kat
tupalli et al. 2019), (Khanal
noflorinantioksidanet al. 2019)
Diterpenoid laktontinokordin, kolumbin, 8 dan
10-hidroksikolumbin
Antimikroba, antifeedant(Mittal et al. 2014), (Kat
tupalli et al. 2019)
GlikosidaSiringin, tinokordisida, kor
difoliosida A
Mengikat
kompleks
ACE2
dan
mencegah
infeksi
COVID-19, imunomodulator
dalam
penyakit
neuro
degeneratif, antikanker
(Tiwari et al. 2018), (Bala et
al. 2015), (Rajput 2020, Ga
yatri et al. 2020, Modi et al.
2021)
Steroidβ-sitosterol,
δ-sitosterol,
giloinsterol
Antikanker, meredakan os
teoporosis yang diinduksi
glukokortikoid
(Tiwari et al. 2018); (Reddy
& Reddy 2015)
Senyawa alifatikOktakosanol, heptakosanolAntiinflamasi, antinosiseptif(Tiwari et al. 2018); (Reddy
& Reddy 2015)

MORFOLOGI

Tinospora cordifolia merupakan tumbuhan famili Menispermaceae endemik India yang mudah

ditemukan di zona tropis dan subtropis pada ketinggian 600 m. Tumbuhan ini termasuk golongan semak memanjat dengan sejumlah batang yang melingkar. Batang T. cordifolia

memiliki ketebalan yang bervariasi, lunak, berbintil rapat, dengan kulit kayu yang berwarna putih sampai abu-abu, dan memiliki rasa pahit. Daunnya tunggal, berseling, dengan bentuk yang menyerupai jantung. Buahnya berwarna jingga dan berada dalam agregat yang terdiri dari 1-3 buah batu. Bunga T. cordifolia berwarna kehijauan, uniseksual, dan mekar di musim panas. Bunga betina bersifat tunggal, sementara bunga jantan terangkai secara majemuk dan berwarna kuning atau hijau. T. cordifolia memiliki dua jenis akar, yaitu akar yang tumbuh di dalam tanah dan akar udara (Basalingappa 2017, Mittal et al. 2014, Sharma dan Geetha 2014)

KANDUNGAN KIMIA

Tinospora cordifolia mengandung beragam golongan konstituen, seperti alkaloid, diterpenoid lakton, glikosida, steroid, seskuiterpenoid, fenolik, senyawa alifatik, dan polisakarida (Reddy dan Reddy 2015). Konstituen T. cordifolia beserta aktivitasnya diringkas dalam Tabel 1.

AKTIVITAS NEUROFARMAKOLOGI

Penyakit Parkinson

Penyakit Parkinson (Parkinson's Disease) merupakan penyakit neurodegeneratif yang ditandai oleh penurunan progresif produksi dopamin di substansia nigra (Parent dan Parent 2010). Gejala klinis yang diamati pada pasien penyakit Parkinson meliputi bradikinesia, hipokinesia, tremor, kekakuan, depresi, dan gejala non-motor seperti depresi dan psikosis (Srivastava et al. 2018). Salah satu pemicu kerusakan tersebut adalah neurotoksin 1-metil-4 fenil-1,2,3,6 tetrahidropiridin (MPTP) yang menyebabkan degenerasi selektif pada substantia nigra Paparan MPTP pada pada primata bukan manusia telah ditunjukkan merusak vesicular monoamine transporter-type 2 (VMAT-2), yang mengurangi penyimpanan dopamin dalam sel, sehingga meningkatkan dopamin sitosol, yang menyebabkan pembentukan ROS, dan pada akhirnya degenerasi neuron dopamin (Langston 2017). Prinsip pengobatan penyakit Parkinson didasari oleh substitusi dopamin oleh senyawa obat beserta pendekatan gejala motorik dan nonmotorik. Terapi standar menggunakan L-DOPA menghasilkan komplikasi seperti diskinesia dan osilasi respon motorik (Poewe et al. 2017). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak T. cordifolia mampu melindungi neuron dopaminergik dengan cara menurunkan metabolisme dopamin, meningkatkan biosintesis dopamin oleh neuron dopaminergik, serta menghambat akumulasi zat besi (Kosaraju et al. 2014)

Berbagai penelitian telah menguji aktivitas neuroprotektif T. cordifolia secara in vitro maupun in vivo. Birla et al. (2019) melaporkan bahwa ekstrak T. cordifolia memiliki aktivitas terhadap penyakit Parkinson's yang diamati melalui supresi inflamasi neuron pada model mencit yang diindsuksi neurotoksin MPTP. Ekstrak T. cordifolia menurunkan kadar sitokin proinflamasi IL-12, ILꞵ, dan TNF-ɑ yang meningkat pada mencit yang diinduksi MPTP dan memulihkan kadar sitokin anti-inflamasi IL-10. Hal tersebut membuktikan bahwa potensi T. cordifolia dalam pengobatan penyakit neurodegeneratif dimediasi oleh aktivitas anti-inflamasi dan antioksidatif.

KANKER OTAK

Sharma et al. (2019) melaporkan bahwa ekstrak heksana dan ekstrak kloroform T. cordifolia memiliki aktivitas antiproliferasi pada dosis yang sangat rendah, masing-masing pada dosis 10μg/ml dan 15μg/ml. Aktivitas inhibisi migrasi sel-sel glioblastoma dan neuroblastoma ekstrak T. cordifolia dievaluasi dengan metode wound scratch assay. Ketika tingkat kerusakan DNA sel melampaui kemampuan reparasi DNA, sel akan memperbaiki dirinya pada tahap G1/S atau G2/M dari siklus sel atau diarahkan ke jalur kematian sel yang terprogram, yaitu apoptosis (Pawlowska et al. 2018). Akan tetapi, beberapa sel kanker memiliki resistensi terhadap apoptosis. Strategi alternatif dalam mengobati kanker adalah memicu penuaan sel (senescence) yang berakibat pada penurunan pembelahan sel hingga berhenti total. Potensi ekstrak T. cordifolia dalam menginduksi penuaan sel kanker diamati melalui perubahan ekspresi mortalin, sebuah protein marker yang berperan dalam pengendalian proliferasi sel. Ketika sel-sel kanker diinduksi penuaannya, baik oleh bahan kimia atau stress, akan terjadi pergeseran distribusi dari tipe perinuklear menjadi pansitoplasmik (Gao et al. 2015).

Konstituen T. cordifolia yang diduga berperan dalam memberikan aktivitas antikanker antara lain adalah senyawa alkaloid nonpolar dan lakton diterpenoid (Sharma et al. 2019). Beberapa kandungan alkaloid T. cordifolia yang terbukti memiliki aktivitas antikanker antara lain adalah alkaloid berberin dan palmatin. Berberin memiliki aktivitas antikanker terhadap sel-sel kanker kolorektal melalui penurunan ekspresi gen yang terlibat dalam proliferasi dan diferensiasi sel (Palmieri et al. 2019). Palmatin menginduksi apoptosis pada sel karsinoma epitel serta menghambat pertumbuhan dan proliferasi sel kanker (Long et al. 2019). Konstituen lain yang terlibat dalam aktivitas antikanker adalah tinokordisida, sebuah senyawa glikosida seskuiterpen yang aktif terhadap karsinoma sel skuamosa oral (Bala et al. 2015). T. cordifolia memiliki potensi sebagai agen terapeutik kanker alami dengan efek samping yang sangat minim dibandingkan dengan agen antikanker sintetis.

DEPRESI DAN GANGGUAN KECEMASAN

Depresi merupakan gangguan kejiwaan yang bersifat kompleks. Gangguan tersebut ditandai oleh perasaan sedih, kehilangan energi, dan anhedonia (American Psychiatric Association 2013). Evaluasi dengan Tail Suspension Test (TST) dan Forced Swim Test (TST) mencit Swiss albino menunjukkan bahwa ekstrak petroleum eter T. cordifolia memiliki aktivitas yang menyerupai antidepresan yang poten pada dosis 50 mg/kg (Dhingra & Goyal 2008). Mekanisme aktivitas antidepresan T. cordifolia berkaitan dengan interaksi dengan reseptor transmembran alfa-1 adrenergik, dopaminergik (D2), dan metabotropik untuk asam gamma-aminobutirat yang menyebabkan peningkatan kadar norepinefrin, dopamin, serotonin, dan asam gammaaminobutirat (Sharma et al. 2015).

FUNGSI KOGNITIF

Malve et al. (2014), dengan metode labirin Hebb-William (Hebb-William Maze), telah mengevaluasi sejumlah tanaman golongan rasayana dalam pengobatan Ayurveda yang dipercaya mampu meningkatkan daya ingat dan daya tangkap otak. Kelompok tikus yang diberikan ekstrak T. cordifolia, P. emblica, dan O. sanctum

menghabiskan waktu yang lebih rendah untuk menelusuri letak makanan ketika ditempatkan dalam labirin, dengan efek yang sebanding dengan Rivastigmin dan Piracetam. Sistem imun berpengaruh pada daya ingat dan daya tangkap otak; dissrupsi pada sistem imun dapat menyebabkan penurunan fungsi kognitif dan neurogenesis (Marin dan Kipnis 2013). Dengan demikian, terdapat kemungkinan bahwa khasiat T. cordifolia sebagai imunomodulator membantu meningkatkan daya ingat otak.

Ketergantungan Nikotin

Nikotin merupakan komponen utama yang memberi sifat adiktif dalam rokok. Stimulasi reseptor kolinergik sentral oleh nikotin akan meningkatkan pelepasan berbagai neurotransmiter di otak, khususnya dopamin, yang memberi rasa menyenangkan (Nabila et al. 2017). Paparan nikotin yang berulang akan menyebabkan toleransi terhadap efek nikotin. Penghentian penggunaan nikotin setelah paparan kronis dapat memicu serangkaian gejala putus nikotin yang ditandai oleh kecemasan, depresi, gangguan tidur, dan kesulitan berkonsentrasi.

Singh et al. (2020) melaporkan bahwa ekstrak hidroalkohol T. cordifolia mampu mengurangi ketergantungan nikotin beserta gejala-gejala putus nikotin yang disebabkan oleh penghentian penggunaan nikotin pada mencit. Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa ekstrak hidroalkohol T. cordifolia dengan dosis 100 mg/kg dan 400 mg/kg menurunkan gejala putus nikotin pada mencit yang diinduksi mekamilamin secara signifikan. T. cordifolia diketahui berpotensi sebagai ansiolitik melalui modulasi neurotransmiter GABA (Mishra et al. 2016; Singh et al. 2020). Efek ansiolitik T. cordifolia diduga berperan dalam mengatasi kecemasan dan depresi yang berpautan dengan gejala putus nikotin.

KESIMPULAN

Dari hasil penelusuran pustaka, dapat disimpulkan bahwa brotowali (Tinospora cordifolia) memiliki potensi sebagai pengobatan alternatif berbagai gangguan neurologis dan bermanfaat dalam meningkatkan fungsi kognitif otak. Perlu dilakukan evaluasi dengan pendekatan yang lebih terpusat mengenai konstituen aktif yang berperan dalam aktivitas neurofarmakologi T. cordifolia disertai dengan eksplorasi aspekaspek lain, seperti mekanisme biokimia, interaksi senyawa, dosis efektif, rute administrasi, dan profil farmakokinetik.

Terkait dengan mekanisme kerja komponen T. cardifolia, hasil review artikel terkait mengarahkan pada kemungkinan adanya kerja pada keseimbangan reduksi oksidasi. Komponen aktif mencegah kerusakan saraf yang dapat menyebabkan penyakit degenratif (Gambar 1).

3

Gambar 1 Usulan mekanisme kerja bahan aktif dari komponen aktif Tinospora cardifolia

REFERENSI

American Psychiatric Association, 2013, Diagnostic and statistical manual of mental disorders. 5th edn. Arlington, VA: American Psychiatric Publishing.

Bala M, Pratap K, Verma PK, Singh B, Padwad Y, 2015, Validation of Ethnomedicinal Potential of Tinospora cordifolia for Anticancer and Immunomodulatory Activities and Quantification of Bioactive Molecules by HPTLC, J Ethnopharmacol, 175: 131-137.

https://doi.org/10.1016/j.jep.2015.08.001

Basalingappa KM, 2017, Tinospora cordifolia: The Antimicrobial Property of the Leaves of Amruthaballi, J Bacteriol Mycol Open Access, 5(5): 363–371.

https://doi.org/10.15406/jbmoa.2017.05.00147

Birla H, Rai SN, Singh SS, Zahra W, Rawat A, Tiwari N, Singh RK, Pathak A, Singh SP, 2019, Tinospora cordifolia Suppresses Neuroinflammation in Parkinsonian Mouse Model, Neuromolecular Med, 21(1): 42–53. https://doi.org/10.1007/s12017-018- 08521-7

Buckner CA, Lafrenie RM, Dénommée JA, Caswell JM, Want DA, Gan GG, Leong YC, Bee PC, Chin E, Teh AKH, Picco S, Villegas L, Tonelli F, Merlo M, Rigau J, Diaz D, Masuelli M, Korrapati S, Kurra P, … Mathijssen RHJ, 2016, Introductory Chapter: Neurological Disorders - Therapy Approaches, Intech, 11(tourism), 13. https://www.intechopen.com/books/advancedbiometric-technologies/liveness-detection-inbiometrics

Dhingra D, Goyal PK, 2008, Evidences for the Involvement of Monoaminergic and GABAergic Systems in Antidepressant-like Activity of Tinospora cordifolia in mice, Indian J Pharm Sci, 70(6): 761- 767. https://doi.org/10.4103/0250-474X.49118

Feigin VL, Nichols E, Alam T, Bannick MS, Beghi E, Blake N, Culpepper WJ, Dorsey ER, Elbaz A, Ellenbogen RG, Fisher JL, Fitzmaurice C, Giussani G, Glennie L, James SL, Johnson CO, Kassebaum NJ, Logroscino G, Marin B, … Vos T, 2019, Global, Regional, and National Burden of Neurological Disorders, 1990–2016: a systematic analysis for the Global Burden of Disease Study 2016, Lancet Neurol, 18(5): 459-480. https://doi.org/10.1016/S1474- 4422(18)30499-X

Gao R, Singh R, Kaul Z, Kaul SC, Wadhwa R, 2015, Targeting of DNA Damage Signaling Pathway Induced Senescence and Reduced Migration of Cancer Cells, J Gerotol, 70(6): 701-713. https://doi.org/10.1093/gerona/glu019

Gayatri R, Lavanya S, Hussain M, Veslin J, 2020, The New Pandemic Covid-19: Treatment Options and Developments, Asian J Biol, 9: 1–13. https://doi.org/10.9734/ajob/2020/v9i330086

Kattupalli S, Vesta V, Vangara S, Spandana U, 2019, The Multi-Activity Herbaceous Vine - Tinospora Cordifolia, Asian J Pharm Clin Res, April: 23–26. https://doi.org/10.22159/ajpcr.2019.v12i3.29949

Kaur H, 2023, Editorial: Neuropharmacolofy of neuro -degerative, -logical, -psychiatric disorder, Front Pharmacol, 14. https://doi.org/10.3389/fphar.2023.1223200

Khanal P, Mandar BK, Patil BM, Hullatti KK, 2019, In Silico Antidiabetic Screening of Borapetoside C, Cordifolioside A and Magnoflorine, Indian J Pharma Sci, 81(3): 550–554. https://doi.org/10.36468/pharmaceuticalsciences.543

Kosaraju J, Chinni S, Roy PD, Kannan E, Antony AS, Kumar MNS, 2014, Neuroprotective Effect of Tinospora cordifolia Ethanol Extract on 6-Hydroxy Dopamine Induced Parkinsonism, Indian J Pharmacol, 46(2): 176–180. https://doi.org/10.4103/0253-7613.129312

Langston JW, 2017, The MPTP Story, J Parkinson's Dis, 7: S11–S19. https://doi.org/10.3233/JPD-179006

Long J, Song J, Zhong L, Liao Y, Liu L, Li, X, 2019, Palmatine: A Review of Its Pharmacology, Toxicity and Pharmacokinetics, Biochimie, 162: 176–184. https://doi.org/10.1016/j.biochi.2019.04.008

Malve, H., Raut, S., Marathe, P., & Rege, N. (2014). Effect of combination of Phyllanthus emblica, Tinospora cordifolia, and Ocimum sanctum on spatial learning and memory in rats, J Ayurveda Integr Med, 5(4): 209-215. https://doi.org/10.4103/0975-9476.146564

Marin I, Kipnis J, 2013, Learning and memory and the Immune System. Learning and Memory, 20(10): 601–606. https://doi.org/10.1101/lm.028357.112

Mishra R, Manchanda S, Gupta M, Kaur T, Saini V, Sharma A, Kaur G, 2016, Tinospora cordifolia Ameliorates Anxiety-like Behavior and Improves Cognitive Functions in Acute Sleep Deprived Rats, Sci Rep, 6: 1-15. https://doi.org/10.1038/srep25564

Mittal J, Sharma MM, Batra A, 2014, Tinospora cordifolia: A Multipurpose Medicinal Plant-A. Review, J Med Plants Stud, 2: 32-47.

Modi B, Shah KK, Shrestha J, Shrestha P, Basnet A, Tiwari I, Aryal SP, 2021, Morphology, Biological Activity, Chemical Composition, and Medicinal Value of Tinospora cordifolia (Willd.) Miers, Adv J Chem B, 3(1): 36-53. https://doi.org/10.22034/ajcb.2020.243751.1058

Mukherjee PK, Harwansh RK, Bahadur S, Banerjee S, Kar A, Chanda J, Biswas S, Ahmmed SM, Katiyar CK. Development of Ayurveda - Tradition to trend, 2017, J Ethnopharmacol, 197:10-24. doi: 10.1016/j.jep.2016.09.024. Epub 2016 Sep 12. PMID: 27633405.

Nabila FS, Sukohar A, Setiawan G, 2017, Terapi Pengganti Nikotin sebagai Upaya Menghentikan Kebiasaan Merokok, Majority, 6(3): 158-162.

Nestler EJ, Hyman SE, Holtzman DM, Malenka RC, 2015, Basic Principles of Neuropharmacology, In Molecular Neuropharmacology: A Foundation for Clinical Neuroscience, 3e. McGraw-Hill Education. http://neurology.mhmedical.com/content.aspx?aid= 1105914897

Palmieri A, Scapoli L, Iapichino A, Mercolini L, Mandrone M, Poli F, Giannì, AB, Baserga C, Martinelli M, 2019, Berberine and Tinospora cordifolia Exert A Potential Anticancer Effect on Colon Cancer Cells by Acting on Specific Pathways, Int J Immunopathol Pharmacol, 33: 1-10. https://doi.org/10.1177/2058738419855567

Parent M, Parent A, 2010, Substantia nigra and Parkinson's disease: a brief history of their long and intimate relationship, Can J Neurol Sci, 37(3): 313- 319. doi: 10.1017/s0317167100010209. PMID: 20481265.

Pawlowska E, Szczepanska J, Szatkowska M, Blasiak J, 2018, An Interplay between Senescence, Apoptosis and Autophagy in Glioblastoma Multiforme-Role in Pathogenesis and Therapeutic Perspective, Int J Mol Sci, 19(3). https://doi.org/10.3390/ijms19030889

Poewe W, Seppi K, Tanner CM, Halliday GM, Brundin P, Volkmann J, Schrag AE, Lang AE, 2017, Parkinson Disease, Nat Rev Dis Primers, 3: 1-21. https://doi.org/10.1038/nrdp.2017.13

Rajput DS, 2020, Evolution, Ayurveda, Immunity, and Preventive Aspects for Emerging Infectious Diseases such as COVID-19, Int J Pharm Sci Res, 11(Special Issue 1): 86-93. https://doi.org/10.26452/ijrps.v11iSPL1.2227

Reddy NM, Reddy R, 2015, Tinospora cordifolia Chemical Constituents and Medicinal Properties: A Review, Sch Acad J Pharma, 4(8): 364-369. www.saspublisher.com

Sharma A, Bajaj P, Bhandari A, Kaur G, 2020, From Ayurvedic Folk Medicine to Preclinical Neurotherapeutic Role of A Miraculous Herb, Tinospora cordifolia, Neurochem Int, 141: 104891. https://doi.org/10.1016/j.neuint.2020.104891

Sharma A, Geetha KA, 2014, Variability in Seed Characters of Tinospora cordifolia, Open Access J. Medicinal Aromat. Plants, 5(1): 1-4.

Sharma A, Saggu SK, Mishra R, Kaur G, 2019, Anti-Brain Cancer Activity of Chloroform and Hexane Extracts of Tinospora cordifolia Miers: An In Vitro Perspective, Annals Neurosci, 26(1): 10–20. https://doi.org/10.5214/ans.0972.7531.260104

Sharma R, Amin H, Galib, Prajapati PK, 2015, Antidiabetic Claims of Tinospora cordifolia (Willd.) Miers: Critical Appraisal and Role in Therapy, Asian Pac J Trop Biomed, 5(1): 68-78. https://doi.org/10.1016/S2221-1691(15)30173-8

Singh RH, Narsimhamurthy K, Singh G, 2008, Neuronutrient impact of Ayurvedic Rasayana Therapy in Brain Aging, Biogerontology, 9(6):369- 374. https://doi.org/10.1007/s10522-008-9185-z

Singh S, Singh TG, Dhiman S, Satija S, Gupta S, 2020, Pharmacological Evaluation of Tinospora cordifolia on Nicotine Dependence in Mice, Plant Archives, 20: 3757-3762.

Spandana U, Ali SL, Nirmala T, Santhi M, Sipai Babu SD, 2013, A Review on Tinospora cordifolia, Int J Curr Pharm Rev Res, 4(2): 61-68.

Srivastava A, Srivastava P, Pandey A, Khanna V K, Pant AB, 2018, Phytomedicine: A Potential Alternative Medicine in Controlling Neurological Disorders. In New Look to Phytomedicine: Advancements in Herbal Products as Novel Drug Leads, Elsevier Inc. https://doi.org/10.1016/B978- 0-12-814619-4.00025-2

Tiwari P, Nayak P, Prusty SK, Sahu PK, 2018, Phytochemistry and Pharmacology of Tinospora cordifolia: A Review, Sys Rev Pharm, 9(1): 70-78. https://doi.org/10.5530/srp.2018.1.14

Research Intelligence

Data from OpenAlex ↗

Metrics

0.00
FWCIfield-weighted
38th
Percentilevs same year + field
Article
Work type
Open Access

Semantic Profile AI-classified research signals

level 2
level 1
Medicine 0.34
level 0

Institution Network