PENDAHULUAN
Salah satu masalah kesehatan masyarakat yang banyak terjadi pada ibu hamil adalah anemia yang merupakan masalah tersulit dihadapi di seluruh dunia (Tanziha et al., 2016). Secara global jumlah kasus anemia pada ibu hamil di seluruh dunia yaitu 41,8% sedangkan jumlah keseluruhan kasus anemia pada ibu hamil di Asia sebesar 48,2% (Wibowo et al., 2021). Kekurangan zat besi juga merupakan kondisi yang sering dialami oleh ibu hamil dan menyusui karena bayi yang membutuhkan banyak zat besi untuk pertumbuhannya, bayi yang baru dilahirkan kemudian disusui oleh ibu yang kekurangan zat besi cenderung mengalami anemia defisiensi (Oranta, 2019). Selain itu, kondisi anemia yang terjadi pada ibu menyusui dapat menurunkan produksi, kualitas dan kuantitas air susu ibu (ASI) selama menyusui (Erynda et al., 2019). Anemia yang terjadi pada ibu hamil dapat menyebabkan dampak negatif baik pada ibu maupun janin di dalam kandungan, serta dapat meningkatkan resiko kematian ibu dan bayi (Hidayanti et al., 2020).
Pemerintah Republik Indonesia (RI) telah melakukan usaha untuk menanggulangi anemia seperti dengan memberikan tablet tambah darah pada ibu semasa kehamilan dan pendistribusiannya juga telah dilaksanakan di puskesmas serta posyandu (Aditianti et al., 2015). Program Fe1 dan Fe3 merupakan salah satu program Pemerintah RI di puskesmas dengan standar pelayanan pada program Fe1 merupakan responden yang mendapatkan tablet Fe sebanyak 30 tablet, dan program Fe3 merupakan responden yang telah mendapatkan 90 tablet selama masa kehamilan (Ahmady, 2019).
Menurut data Dinas Kesehatan Kota Palu (2021), bahwa sejak Tahun 2019 sampai pada tahun 2021 jumlah ibu hamil yang terdaftar di Puskesmas Kota Palu yang telah menerima program tablet tambah darah 90 tablet yaitu sebanyak 7.361 jiwa. Akan tetapi, dari hasil penelitian Pusporini et al pada Tahun 2021, masih terdapat ibu hamil yang mengalami anemia di Kota Palu sebesar 19,52%. Masalah kepatuhan ibu hamil dan menyusui dalam mengonsumsi tablet tambah darah yang diberikan, disebabkan karena kurangnya pengetahuan dan pemahaman tentang pentingnya konsumsi tablet tambah darah juga nutrisi yang dapat mencegah anemia selama kehamilan (Mutiara et al., 2023). Sehingga dalam hal ini diperlukan informasi tentang hubungan pengetahuan dan kepatuhan tablet tambah darah terhadap kejadian anemia pada ibu hamil dan menyusui di Kota Palu.
METODE
Penelitian ini menggunakan desain cross sectional yang dilakukan dengan memberikan kuesioner pada ibu hamil dan menyusui di Kota Palu. Instrumen penelitian yang disajikan dalam pengambilan data diantaranya kuesioner deteksi suspek anemia yang terdapat 5 poin pertanyaan yang disusun berdasarkan literatur yang terkait pada penelitian-penelitian terdahulu dan pedoman penatalaksanaan pemberian tablet tambah darah oleh Kemenkes RI Tahun 2021, kuesioner pengetahuan menggunakan skala guttman dengan dua jenis pertanyaan yaitu pertanyaan favorable sebanyak 6 poin dan pertanyaan unfavorable sebanyak 4 poin, dan kuesioner kepatuhan menggunakan kuesioner MMAS-8 dengan 8 poin pertanyaan. Penelitian ini dilaksanakan pada seluruh puskesmas (n=13) yang berada di Kota Palu, Provinsi Sulawesi Tengah. Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh ibu hamil dan menyusui yang terdaftar di Puskesmas Kota Palu dari Bulan Oktober-Desember 2022 pada data Dinas Kesehatan Kota Palu Tahun 2021. Penentuan sampel penelitian ditetapkan berdasarkan kriteria, dimana pada kriteria inklusi yaitu Ibu hamil dan menyusui yang memiliki buku KIA (Kesehatan Ibu dan Anak) yang terdaftar di Puskesmas Kota Palu, Ibu menyusui maksimal 24 Bulan dan Ibu hamil dan menyusui yang menggunakan tablet tambah darah sedangkan pada kriteria ekslusi yaitu responden yang tidak bersedia mengisi kuesioner dan tidak selesai mengisi kuesioner. Jumlah sampel yang digunakan pada penelitian ini dihitung menggunakan rumus slovin dengan hasil perhitungan sampel sebanyak 100 orang ibu hamil dan menyusui. Teknik pengambilan sampel dilakukan secara accidental sampling yaitu sampel yang diambil merupakan sampel yang memang sedang berada di tempat penelitian. Penilaian status suspek anemia menggunakan pertanyaan skinning gejala anemia dengan minimal jawaban "ya" >50% pada lembar asesmen (Ramadhani, 2020), pada penilaian pengetahuan dan kepatuhan kategori skor penilaian jawaban benar yaitu: Baik skor >75, sedang skor 60-75, dan rendah skor <60. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini diantaranya analisis deskriptif dengan menetapkan persentase jawaban responden pada tiap kuesioner dan uji chi square untuk mengukur hubungan atau pengaruh dari dua buah variabel dan kuatnya hubungan antara variabel yang satu dengan variabel lainnya.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Uji Validitas dan Reliabilitas
Pada penelitian ini, uji validitas dilakukan untuk mengukur valid atau tidaknya suatu pertanyaan yang disajikan dalam bentuk kuesioner. Kuesioner yang diberikan kepada responden dilakukan secara luring. Jumlah pertanyaan yang terdapat pada kuesioner yaitu 15 nomor pertanyaan untuk kuesioner pengetahuan, dan 5 nomor pertanyaan untuk kuesioner suspek anemia (lihat Tabel 1).
Berdasarkan hasil uji validitas, dapat dilihat pada Tabel 1 bahwa nilai rhitung >Nilai rtabel dan pada nilai Sig.(2-tailed) < 0,1 yaitu pada pertanyaan nomor 1, 2, 4, 6, 7, 10, 12, 13, 14, dan 15, sehingga dapat disimpulkan pada tingkat kepercayaan 90%, dari total 15 pertanyaan ada 10 pertanyaan yang dapat dinyatakan valid. Pada pertanyaan nomor 3, 5, 8, 9, dan 11 dinyatakan tidak valid dan kemudian dihapus dari kuesioner.
Berdasarkan hasil uji validitas dapat dilihat pada Tabel 2, diketahui bahwa hasil nilai uji statistic "Correlations" adalah nilai rhitung > Nilai rtabel dan dapat di lihat juga pada nilai Sig. (2-tailed) < 10% (0,1). Sehingga dapat disimpulkan pada tingkat kepercayaan 90%, dari total 5 pertanyaan semuanya dapat dinyatakan valid.
Berdasarkan uji reliabilitas (lihat Tabel 3), dapat diketahui bahwa nilai uji statistik Cronbach's Alpha untuk pengetahuan adalah sebesar 0,630 dan nilai uji statistik Cronbach's Alpha untuk anemia adalah sebesar 0,747 yang artinya hasil tersebut lebih besar dari 0,60 dan R tabel = 0,306. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pada selang kepercayan 10% (0,1), data yang digunakan adalah reliabel.
Tabel 1. Hasil Uji Validitas Pengetahuan
| Pertanyaan | Nilai ������� | Nilai ��������%(��) | Nilai Sig. (2-tailed) | Kriteria |
|---|---|---|---|---|
| 1 | 0,479 | 0,306 | 0,007 | Valid |
| 2 | 0,462 | 0,306 | 0,010 | Valid |
| 3 | 0,106 | 0,306 | 0,578 | Tidak Valid |
| 4 | 0,693 | 0,306 | 0,000 | Valid |
| 5 | 0,300 | 0,306 | 0,107 | Tidak Valid |
| 6 | 0,479 | 0,306 | 0,007 | Valid |
| 7 | 0,528 | 0,306 | 0,003 | Valid |
| 8 | 0,195 | 0,306 | 0,303 | Tidak Valid |
| 9 | 0,062 | 0,306 | 0,745 | Tidak Valid |
| 10 | 0,414 | 0,306 | 0,023 | Valid |
| 11 | 0,258 | 0,306 | 0,169 | Tidak Valid |
| 12 | 0,581 | 0,306 | 0,001 | Valid |
| 13 | 0,599 | 0,306 | 0,000 | Valid |
| 14 | 0,652 | 0,306 | 0,000 | Valid |
| 15 | 0,495 | 0,306 | 0,005 | Valid |
Tabel 2. Hasil Uji Validitas Anemia
| Pertanyaan | Nilai ������� | Nilai ��������%(��) | Nilai Sig. (2-tailed) | Kriteria |
|---|---|---|---|---|
| 1 | 0,635 | 0,306 | 0,000 | Valid |
| 2 | 0,831 | 0,306 | 0,000 | Valid |
| 3 | 0,696 | 0,306 | 0,000 | Valid |
| 4 | 0,696 | 0,306 | 0,000 | Valid |
| 5 | 0,720 | 0,306 | 0,000 | Valid |
Tabel 3. Hasil Uji Reliabilitas
| Variabel | Cronbach's Alpha | N of items | Keterangan |
|---|---|---|---|
| Pengetahuan | 0,630 | 15 | Reliabel |
| Anemia | 0,747 | 5 | Reliabel |
Karakteristik Responden
Pada penelitian ini, karakteristik responden terbagi dalam usia, usia kehamilan, usia menyusui, puskesmas, pendidikan terakhir, pekerjaan, menerima Tablet Tambah Darah (TTD), memiliki buku KIA, nama suplemen, dan tempat mendapatkan (lihat Tabel 4.).
Dari total 100 responden yang mengisi kuesioner, responden yang memiliki usia 18-26 Tahun sebanyak 46%, usia 27-35 Tahun sebanyak 42, dan usia 36-44 Tahun sebanyak 12%. Responden yang memiliki status sebagai ibu hamil yaitu 59%, dan responden dengan status sebagai ibu menyusui yaitu 41%. Responden yang berasal dari puskesmas Singgani sebanyak 11%, puskesmas Kamonji 10%, puskesmas Bulili 11%, puskesmas Birobuli 9%, puskesmas Mabelopura 9%, puskesmas Tipo 13%, puskesmas Sangurara 6%, puskesmas Pantoloan 4%, puskesmas Kawatuna 5%, puskesmas Nosarara 5%, puskesmas
Mamboro 7%, puskesmas Talise 5%, dan puskesmas Tawaeli 5%. Hasil yang didapatkan dari karakteristik responden menunjukkan presentasi responden yang berasal dari puskesmas Tipo lebih banyak dibandingkan responden yang berasal dari puskesmas lainnya. Responden yang tidak sarjana lebih banyak yaitu 63% jika dibandingkan dengan responden yang sudah sarjana yaitu 37%. Responden yang menjawab tidak bekerja lebih banyak yaitu 55% jika dibandingkan dengan responden yang memiliki pekerjaan yaitu 45%. Responden yang menjawab iya pada pertanyaan sudah atau pernah menerima dan mengonsumsi tablet tambah darah memiliki persentase sebanyak 100%,. responden yang mendapatkan program Fe1 sebanyak 30%, program Fe3 sebanyak 34%, dan program kombinasi Fe1 dan Fe3 sebanyak 36%, dan responden yang menjawab tempat mendapatkan suplemen di Puskesmas sebanyak 84%, di Posyandu sebanyak 12%, dan dokter kandungan sebanyak 4%.
Tabel 4. Karakteristik Responden
| Variabel | Kategori | Jumlah Responden (n = 100) | Persentase (%) |
|---|---|---|---|
| Usia | 18-26 Tahun | 46 | 46 |
| 27-35 Tahun | 42 | 42 | |
| 36-44 Tahun | 12 | 12 | |
| Total | 100 | 100 | |
| Status Ibu | Hamil | 59 | 59 |
| Menyusui | 41 | 41 | |
| Total | 100 | 100 |
| Variabel | Kategori | Jumlah Responden (n = 100) | Persentase (%) |
|---|---|---|---|
| Puskesmas | Singgani | 11 | 11 |
| Kamonji | 10 | 10 | |
| Bulili | 11 | 11 | |
| Birobuli | 9 | 9 | |
| Mabelopura | 9 | 9 | |
| Tipo | 13 | 13 | |
| Sangurara | 6 | 6 | |
| Pantoloan | 4 | 4 | |
| Kawatuna | 5 | 5 | |
| Nosarara | 5 | 5 | |
| Mamboro | 7 | 7 | |
| Talise | 5 | 5 | |
| Tawaeli | 5 | 5 | |
| Total | 100 | 100 | |
| Pendidikan | Sarjana | 37 | 37 |
| Terakhir | Tidak Sarjana | 63 | 63 |
| Total | 100 | 100 | |
| Pekerjaan | Bekerja | 45 | 45 |
| Tidak Bekerja | 55 | 55 | |
| Total | 100 | 100 | |
| Menerima | |||
| Tablet | Iya | 100 | 100 |
| Tambah | TIdak | 0 | 0 |
| Darah (TTD) | |||
| Total | 100 | 100 | |
| Memiliki Buku KIA | Iya | 100 | 100 |
| Tidak | 0 | 0 | |
| Total | 100 | 100 | |
| Tablet Tambah Darah | Fe 1 | 30 | 30 |
| (TTD) | Fe 3 | 34 | 34 |
| Fe 1 & Fe 3 | 36 | 36 | |
| Total | 100 | 100 | |
| Tempat Mendapatkan | Puskesmas | 84 | 84 |
| Posyandu | 12 | 12 | |
| Dokter Umum | 0 | 0 | |
| Dokter Kandungan | 4 | 4 | |
| Total | 100 | 100 |
Pengetahuan Tablet Tambah Darah di Kota Palu
Pada penelitian ini, berdasarkan Tabel 5 responden yang mengisi kuesioner memiliki pengetahuan kategori baik sebanyak 63%, kategori cukup 13%, dan kategori kurang 24%. Hal ini menunjukkan persentase pengetahuan kategori baik lebih tinggi daripada kategori cukup dan kurang yang berarti pengetahuan responden mengenai tablet tambah darah dapat dikatakan baik. Hasil yang didapatkan sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh (Ariani et al., 2021), bahwa pada hasil penelitiannya hampir seluruh responden memiliki pengetahuan kategori baik. tinggi atau rendahnya pengetahuan yang dimiliki seseorang akan sangat dipengaruhi oleh pendidikannya yang berarti semakin lamanya pendidikan yang ditempuh dengan tingkat pengetahuan yang seseorang miliki maka akan semakin tinggi juga tingkat pengetahuan yang didapatkan oleh seseorang. Perlu diketahui bahwa pengetahuan seorang ibu hamil dan menyusui mengenai tablet tambah darah memiliki peran penting selama masa kehamilan dan menyusui.
Kepatuhan Ibu Hamil dan Menyusui di Kota Palu
Pada penelitian ini dapat dilihat pada Tabel 6, bahwa kepatuhan dengan kategori rendah memiliki persentase sebanyak 37%, kategori sedang sebanyak 33% dan kategori tinggi sebanyak 30%. Dari hasil yang didapatkan bahwa responden dengan tingkat kepatuhan kategori rendah memiliki persentase paling tinggi dibandingkan dengan kepatuhan kategori sedang dan tinggi. Hal ini dapat dihubungkan pada tingkat pengetahuan responden yang masih terdapat tingkat pengetahuan dengan kategori kurang yaitu 24% yang tentunya juga dapat memberikan dampak terhadap kepatuhan responden. Hasil jawaban responden yang didapatkan dari kuesioner kepatuhan menunjukkan Sebagian besar responden menjawab kadang-kadang atau pernah lupa minum tablet tambah darah selama masa kehamilan. Menurut Rohmatin et al., (2021), rendahnya tingkat kepatuhan pada ibu hamil dalam mengonsumsi tablet besi tidak hanya dipengaruhi oleh pengetahuan, tetapi dapat pula disebabkan oleh faktor lain yaitu faktor lupa, kesadaran yang kurang mengenai pentingnya tablet besi selama masa kehamilan, serta adanya efek samping seperti merasa mual dan pusing setelah mengonsumsi tablet besi atau tablet Fe. Selain itu, dari hasil penelitian Salulinggi et al., (2021), menyatakan sebagian besar responden yang tidak patuh dalam mengonsumsi tablet tambah darah yang menunjukkan bahwa kesadaran ibu hamil dan menyusui dalam melakukan pencegahan anemia masih sangat rendah yang dapat dilihat dari rendahnya kepatuhan dalam mengonsumsi tablet tambah darah.
Tabel 5. Tingkat Pengetahuan Responden Tentang Tablet Tambah Darah (TTD) Pada Ibu Hamil dan Menyusui di Kota Palu
| Pengetahuan | Frekuensi | Persentase (%) |
|---|---|---|
| Baik | 63 | 63 |
| Cukup | 13 | 13 |
| Kurang | 24 | 24 |
| Total | 100 | 100 |
Tabel 6. Tingkat Kepatuhan Responden Tentang Tablet Tambah Darah (TTD) Pada Ibu Hamil dan Menyusui di Kota Palu
| Pengetahuan | Frekuensi | Persentase (%) |
|---|---|---|
| Rendah | 37 | 37 |
| Sedang | 33 | 33 |
| Tinggi | 30 | 30 |
| Total | 100 | 100 |
Anemia pada Ibu Hamil dan Menyusui di Kota Palu
Pada penelitian ini, berdasarkan Tabel 7, bahwa responden yang anemia didapatkan sebanyak 60%, dan yang tidak anemia sebanyak 40%. Hasil ini menunjukkan tingkat kejadian anemia pada responden dengan kategori iya anemia lebih banyak dibandingkan kategori tidak anemia. Hal ini dapat dihubungkan pada rendahnya tingkat kepatuhan responden. Menurut Ernawati (2017), kejadian anemia dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti karakteristik ibu hamil seperti pendidikan ibu, umur ibu, pengetahuan yang dimiliki oleh ibu, kepatuhan dalam mengonsumsi tablet Fe, jarak kehamilan dan status gizi ibu. Menurut literatur yang ada, bahwa responden dengan status anemia lebih banyak terjadi pada responden yang memiliki tingkat Pendidikan yang rendah (Mirnawati et al., 2022).
Hubungan Tingkat Pengetahuan dan Kepatuhan Tablet Tambah Darah terhadap Kejadian Anemia pada Ibu Hamil dan Menyusui di Kota Palu
Pada penelitian ini, hasil analisis bivariat yang dilakukan menggunakan dua variabel yang memiliki kemungkinan saling berhubungan (lihat Tabel 8).
Pada hasil analisis bivariat, didapatkan nilai probabilitas sig≤10% (0,1) P-value sebesar 0,103 yang menunjukkan tidak ada hubungan
pengetahuan terhadap anemia ibu hamil dan menyusui di Kota Palu. Sedangkan pada karakteristik tingkat kepatuhan didapatkan nilai probabilitas sig≤10% (0,1) P-value sebesar 0,000 yang menunjukkan adanya hubungan tingkat kepatuhan terhadap anemia ibu hamil dan menyusui di Kota Palu. Hal ini dapat diartikan pula bahwa semakin tinggi tingkat kepatuhan ibu hamil dan menyusui maka angka kejadian anemia pada ibu hamil dan menyusui akan semakin menurun, demikian sebaliknya semakin rendah tingkat kepatuhannya terhadap anemia pada ibu hamil dan menyusui maka anemia akan semakin meningkat. Hasil penelitian Wigati et al.,(2021) pada ibu hamil Desa Potroyudan Kabupaten Jepara, menunjukkan bahwa diperoleh nilai chi-square hitung adalah 15,896 dengan p value 0,000 yang artinya terdapat hubungan antara tingkat kepatuhan mengkonsumsi tablet Fe dengan kejadian anemia pada ibu hamil trimester III. Penelitian yang dilakukan oleh Izzati et al., (2021) juga menunjukkan hasil uji chi-square diperoleh p value 0,005 yang artinya ada hubungan pada tingkat kepatuhan konsumsi tablet Fe ibu hamil Trimester III dengan kejadian anemia pada ibu hamil Trimester III di Puskesmas Margasari. Oleh sebab itu, disarankan agar para Ibu hamil harus
mengonsumsi minimal 90 tablet Fe secara rutin selama kehamilan untuk mencegah terjadinya anemia.
Pada hasil karakteristik pengetahuan responden yang telah diuji menggunakan uji Chi-square didapatkan bahwa responden yang memiliki kriteria pengetahuan baik masih terdapat 21 responden yang anemia, dan yang tidak anemia sebanyak 42 responden, sedangkan pada kriteria kepatuhan responden dengan kategori kepatuhan rendah didapatkan 31 responden yang dikatakan anemia dan 5 responden yang tidak anemia. Hal ini menunjukkan bahwa masih banyak responden yang anemia walaupun memiliki pengetahuan baik, dikarenakan tingkat kepatuhan responden yang rendah juga dapat memberikan dampak yang besar terhadap tingkat kejadian anemia pada ibu hamil dan menyusui. Menurut Salulinggi et al., (2021) tidak adanya hubungan yang signifikan antara pengetahuan tablet tambah darah dengan tingkat kejadian anemia pada ibu hamil dan menyusui. Selain itu, kejadian anemia banyak terjadi pada kelompok yang tidak patuh mengkonsumsi tablet tambah darah dibandingkan dengan kelompok yang patuh.
Tabel 7. Kejadian Anemia Pada Ibu Hamil dan Menyusui di Kota Palu
| Anemia | Frekuensi | Persentase (%) |
|---|---|---|
| Iya | 60 | 60 |
| Tidak | 40 | 40 |
| Total | 100 | 100 |
Tabel 8. Hubungan Pengetahuan dan Kepatuhan Tablet Tambah Darah (TTD) Terhadap Anemia Pada Ibu Hamil dan Menyusui di Kota Palu
| Karakteristik | Anemia | |||
|---|---|---|---|---|
| Iya Tidak | P-Value | |||
| Baik | 21 | 42 | ||
| 25,2% | 37,8% | |||
| Pengetahuan | Cukup | 5 | 8 | 0,103 |
| 5,2% | 7,8% | |||
| Kurang | 14 | 10 | ||
| 9,6% | 14,4% | |||
| Tinggi | 11 | 19 | ||
| 18,0% | 12,0% | |||
| Tingkat Kepatuhan | Sedang | 17 | 16 | 0,000 |
| 19,8% | 13,2% | |||
| Rendah | 31 | 5 | ||
| 22,2% | 14,8% | |||
KESIMPULAN
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan antara pengetahuan antara kejadian anemia pada ibu hamil dan menyusui di Kota Palu dengan nilai probabilitas sig≤10% (0,1) P-Value sebesar 0,103, serta terdapat hubungan antara tingkat kepatuhan responden dengan kejadian anemia pada ibu hamil dan menyusui di Kota Palu dengan nilai probabilitas sig≤10% (0,1) P-Value sebesar 0,000,
UCAPAN TERIMA KASIH
Ucapan terima kasih diberikan kepada Dinas Kesehatan Kota Palu, Provinsi Sulawesi Tengah dan para tenaga kefarmasian dan profesional kesehatan di puskesmas wilayah kerja Kota Palu Provinsi Sulawesi Tengah.
