1. Pendahuluan
Program penghijauan dan reboisasi merupakan salah satu program pada sektor lingkungan hidup. Program ini secara umum bertujuan untuk memulihkan kemampuan hutan dan tanah yang rusak agar lebih produktif kembali dan pada akhirnya meningkatkan kelestarian fungsi lingkungan hidup. Daerah atau areal yang ditangani oleh program ini adalah daerah-daerah pada hutan lindung (untuk reboisasi) dan lahan kritis di beberapa daerah aliran sungai/DAS (untuk penghijauan), Sedangkan kegiatan reboisasi bertujuan untuk mempertahankan mutu hutan lindung dan diharapkan dapat meningkatkan daya pulih fungsi ekosistem hutan lindung.
Salah satu program yang sedang digalakkan untuk penghijauan dan reboisasi ini adalah program adopsi pohon. Adopsi pohon adalah program penghijauan atau penanaman pohon yang melibatkan masyarakat secara aktif sebagai wali atau orang tua asuh dari pohon yang akan ditanam. Salah satu program adopsi pohon yang sedang dilaksanakan yaitu di kawasan Konservasi Taman Buru Masigit Kareumbi. Terletak 12 km di sebelah Utara kota Cicalengka. Wilayahnya seluas 12.000 ha merupakan bagian dari: kabupaten Bandung, kabupaten Sumedang dan Kabupaten Garut. Kawasan Konservasi Taman Buru Masigit Kareumbi kini dikelola oleh Manajemen Pengelolaan TBMK yang merupakan program kemitraan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Barat dengan Perhimpunan Penempuh Rimba dan Pendaki Gunung Wanadri.
Untuk memudahkan pemantauan yang akan dilakukan oleh si orang tua asuh ini, munculah suatu ide yaitu pembuatan Sistem Informasi Berbasis Web yang nantinya bisa diakses oleh orang tua asuh di manapun dan kapanpun untuk mengetahui pertumbuhan pohon adopsinya. Dengan menggunakan web, data spasial dapat diakses dari manapun dan oleh siapapun dengan hanya menggunakan web browser. Pengguna yang berkepentingan (dalam hal ini orang tua asuh dari pohon adopsi) hanya perku melihat data spasial dan informasi lainnya yang ada pada halaman web, mereka tidak perlu untuk menginstall perangkat lunak apapun untuk mendapatkan fasilitas tersebut.
Dalam penelitian ini digunakan fasilitas Google Fusion Tables sebagai database dan Google Maps sebagai web map service. Database pada Google Fusion Tables bersifat cloud computing. Maksudnya adalah suatu informasi secara permanen tersimpan di server dalam internet dan tersimpan secara sementara di komputer pengguna, hanya pada saat diakses saja.
Gambar 1. Sistem Cloud Computing pada Google Fusion Tables
Google Fusion Tables sebagai DBMS memiliki kelebihan dibandingkan dengan DBMS lainnya. Diantaranya yaitu tidak perlu melakukan instalasi pada komputer pengguna, tidak memakan tempat yang besar untuk menyimpan data, dan juga tidak mengeluarkan biaya yang begitu banyak untuk membangunnya. Selain itu, Google Fusion Tables juga menawarkan beberapa fitur seperti fusiontablelayer untuk melakukan overlay data dari Google Fusion ke Google Maps, fitur lainnya yaitu mengizinkan merging antara dua buah tabel secara fisik.
Google Maps merupakan perangkat lunak yang disediakan oleh Google sebagai penyedia jasa peta. Kelebihan yang dimiliki oleh Google Maps ini diantaranya menyediakan informasi spasial berupa alamat jalan di seluruh dunia. Sedangkan jenis peta yang disediakan oleh Google Maps ini ada jenis peta satelit, peta kanvas, dan peta hybrid. Oleh karena itu, pada penelitian ini akan digunakan Google Fusion Tables dan Google Maps untuk pembuatan SIG berbasis Web sebagai sarana pemantauan pertumbuhan pohon adopsi di kawasan Kareumbi.
2. Metode
2.1 Pengumpulan Data
Dari hasil identifikasi kebutuhan pengguna dapat ditentukan data apa saja yang diperlukan untuk membangun Sistem Informasi Geografis (SIG) berbasis web untuk pemantauan pertumbuhan pohon adopsi studi kasus di kawasan Taman Buru Masigit kareumbi ini. Data tersebut adalah:
Data Deskripsi ID Wali Adalah nomor identitas dari wali pohon Nama Wali Adalah nama dari wali pohon ID Pohon Adalah nomor identitas pohon Nama Pohon Adalah nama jenis dari pohon Tanggal Tanam Adalah tanggal/tahun pada saat pohon ditanam Lokasi Adalah koordinat lintang dan bujur dari pohon. Kondisi Adalah kondisi pohon pada saat diambil datanya. Gambar Gambar atau foto terbaru dari pohon
Tabel 1. Data dan deskripsinya
Namun di lapangan tidak semua data yang telah disebutkan di atas ada. Pada setiap pohon adopsi yang ada di lapangan terdapat sebuah palang yang di dalamnya terdapat informasi nama wali/pemilik, tanggal tanam (apabila ada), dan nama pohon (apabila ada). Sedangkan untuk data gambar diambil dengan menggunakan kamera, dan data lokasi (koordinat lintang bujur) diambil dengan menggunakan GPS tipe Handheld.
2.2 Perancangan Desain Konseptual Basis Data
Desain konseptual adalah sebuah desain yang menampilkan entitas yang akan digunakan dalam pembuatan basis data (Fatansyah, 2007). Pembuatan desain konseptual bertujuan untuk memperoleh pandangan dari sisi pengguna terhadap Sistem Informasi Geografis (SIG) yang akan dibangun nantinya. Dalam tahapan ini yang dilakukan adalah mengidentifikasi entitas apa yang akan digunakan untuk membangun SIG berbasis web untuk pemantauan pertumbuhan pohon adopsi ini.
Adapun entitas yang digunakan adalah entitas wali pohon dan entitas pohon. Maka secara sederhana, entitas yang digunakan dalam pembuatan SIG berbasis web untuk pemantauan pertumbuhan pohon adopsi ini adalah:
- Entitas wali pohon, berfungsi untuk menyimpan data wali pohon.
- Entitas pohon, berfungsi untuk menyimpan semua data yang berhubungan dengan pohon.
Entitas Atribut Deskripsi Wali Pohon ID Wali Adalah nomor identitas dari wali pohon Nama Wali Adalah nama dari wali pohon Pohon ID Pohon Adalah nomor identitas pohon Nama Pohon Adalah nama jenis dari pohon Tanggal Tanam Adalah tanggal/tahun pada saat pohon ditanam Lokasi Adalah koordinat lintang dan bujur dari pohon. Kondisi Adalah kondisi pohon pada saat diambil datanya. Gambar Gambar atau foto terbaru dari pohon
Tabel 2. Entitas dan Atribut beserta deskripsinya
a) Desain Logikal
Dalam tahapan ini akan ditetapkan ketentuan hubungan antar tabel yang dibangun dari tiap entitas, seperti sebagaimana hubungan dan aturan antara entitas yang ada dalam sistem basis data yang akan dibangun.
Model Entity Relationship (ER-Model) :
Hubungan entitas wali pohon dengan entitas pohon Derajat hubungan/Relasi :
- Satu orang/lembaga wali pohon (1) bisa memiliki satu atau lebih pohon adopsi (n).
- Satu pohon adopsi (1) dimiliki oleh satu orang/lembaga wali pohon (1).
Kelas Keanggotaan :
- Wali pohon pasti memiliki pohon adopsi, dan setiap pohon pasti dimiliki oleh wali pohon,
- hubungan kedua entitas ini adalah obligatory dengan obligatory.
Diagram ER:

Gambar 2. Diagram ER
b) Desain Fisikal
Desain fisikal ini bertujuan menetapkan bagaimana model data yang direpresentasikan dalam desain logikal untuk disimpan di dalam sistem manajemen basis data. Dari tahapan hubungan antar entitas yang telah ditentukan, maka dihasilkan tabel sebagai berikut : Daftar tabel (tabel skeleton):
- 1. Wali pohon (ID Wali, nama wali).
- 2. Pohon (ID Pohon, nama pohon, tanggal tanam, lokasi, kondisi, gambar)
2.3 Pembangunan Basis Data Dengan Google Fusion Tables
Setelah merancang desain basis data, langkah selanjutnya adalah pembangunan basis data itu sendiri. Pembangunan basis data dilakukan pada Google Fusion Tables. Proses ini meliputi pendaftaran untuk mendapatkan akun Google, pembuatan tabel fusion baru, dan terakhir proses pemasukkan data ke dalam tabel yang telah dibuat.

Gambar 3. Proses pembuatan basis data dengan Google Fusion Tables
Setelah tabel baru dibuat, selanjutnya adalah memasukkan semua data yang telah diperoleh di lapangan ke dalam tabel yang telah dibuat. Dalam Google fusion ini ada beberapa jenis tampilan data. Diantaranya tampilan dalam bentuk tabel dan dalam bentuk peta.
Gambar 4. Tampilan tabel pada Google Fusion
Dari hasil Tabel selanjutnya dapat di lihat hasilnya pada Google Fusion di bawah ini,

Gambar 5. Tampilan peta pada Google Fusion
2.4 Pembuatan Implementasi Antarmuka
Proses implementasi antarmuka SIG berbasis web ini melalui beberapa tahapan mulai dari lingkungan implementasi, pembuatan desain tampilan, fasilitas dan konektivitas web, serta tampilan akhir. Untuk tampilan antarmuka ini dibagi menajdi beberapa halaman, yaitu halaman utama (home), halaman peta (map), halaman pengeditan, halaman penambahan data, halaman login, dan halaman register. Desain tampilan dibuat dengan menggunakan bahasa atau skrip HTML. Setiap informasi yang disajikan dari setiap halaman didesain sedemikian rupa sehingga menghasilkan informasi yang saling berkesinambungan dalam menyampaikan informasi tentang program adopsi pohon di kawasan Taman Buru Masigit Kareumbi.
Gambar 6. Desain tampilan halaman utama
Keterangan gambar:
- 1. Bagian (1) merupakan tempat judul dan logo dari website.
- 2. Bagian (2) merupakan daftar penghubung halaman yang berbeda dari web ini.
- 3. Bagian (3) merupakan konten utama dari halaman utama web ini. Dalam konten ini berisi informasi yang relevan dengan judul dan tujuan pembuatan web.
- 4. Bagian (4) adalah konten pendukung yang memberikan informasi tambahan tentang pelakasanaan program adopsi pohon dan program lain yang dilaksanakan di kawasan tersebut.
- 5. Bagian (5) merupakan konten untuk melakukan penambahan data.
- 6. Bagian (6) merupakan konten untuk melakukan pengeditan data.
- 7. Bagian (7) adalah footer.

Gambar 7. Diagram alir metodologi penelitian
3. Implementasi Sistem
Proses implementasi sistem merupakan proses yang dilakukan setelah pembuatan tampilan web dan tampilan peta sudah dibentuk. Pada proses ini tampilan peta dan tampilan web akan diintegrasikan menjadi suatu sistem WebSIG.
3.1 Implementasi Tampilan
Berikut adalah hasil implementasi tampilan sistem WebSIG untuk pemantauan pertumbuhan pohon adopsi.

Gambar 8. Halaman Utama

Gambar 9. Halaman Peta

Gambar 10. Halaman Log In/Sign Up
3.2 Uji Coba Sistem
Uji coba aplikasi web dilakukan dengan menjalankan semua fungsi dan fasilitas pada webSIG yang telah dibuat atau dibangun. Pengujian ini dilakukan untuk mengetahui kelebihan dan kekurangan dari webSIG yang telah dibuat. Parameter berhasilnya pembangunan purwarupa aplikasi web ini dapat dilihat dari berjalannya seluruh purwarupa sistem informasi spasial dan atribut yang ada.
Untuk mengakses (secara lokal) purwarupa aplikasi WebSIG ini dapat dilakukan dengan alamat URL sebagai berikut:
http://localhost:8080/TA_ca/index.html
4. Analisis
4.1 Analisis Data
Pada saat pengambilan data di lapangan tidak semua data yang disebutkan sebelumnya tersedia di lapangan. Data yang tersedia di lapangan hanya nama wali/pemilik pohon, nama pohon (tidak semuanya ada), dan tanggal tanam (tidak semuanya ada). Untuk lokasi, data koordinat lintang dan bujur diambil dengan menggunakan GPS Handheld Garmin. Untuk data gambar/foto diambil menggunakan kamera. Untuk pengambilan data lokasi dari pohon adopsi ini seperti yang telah disebutkan sebelumnya yaitu menggunakan GPS Handheld Garmin. Ketelitian posisi yang diberikan oleh GPS tipe Handheld adalah sekitar 3 sampai 6 meter. Dalam penelitian ini hal tersebut tidak menjadi suatu kendala, dikarenakan tujuan utama dari penelitian ini adalah memberikan fasilitas kepada para wali/pemilik pohon untuk mengetahui kondisi pohon mereka. Dengan kata lain, gambar/foto dari pohon adopsi inilah yang menjadi hal yang paling dibutuhkan. Namun, untuk menampilkan pohon-pohon ini dalam peta sebagai objek titik, maka koordinat yang didapatkan juga sangat dibutuhkan.
4.2 Analisis Google Fusion Tables
Dalam penggunaan Google Fusion Tables sebagai basis data (geodatabase), perancangan basis data yang dilakukan tidak menggunakan model basis data relational. Hal ini disebabkan karena Google Fusion tidak menyediakan layanan pembangunan relasi antar entitas. Oleh karena itu, basis data yang dihasilkan dalam bentuk tabel flat. Akan tetapi, dengan sistem penyimpanan cloud computing yang dipakai Google Fusion, maka tidak dibutuhkan lagi server lokal untuk mengakses basis data tersebut dan dalam penggunaannya pun Google Fusion Tables tidak membutuhkan biaya apapun. Namun keamanan data dalam WebSIG tersebut masih dipertanyakan mengingat data tersebut tersimpan dalam database Google.
4.3 Analisis Google Maps
Penggunaan Google Maps sebagai framework dalam pembuatan SIG berbasis Web ini memberikan kemudahan dalam menampilkan data dalam bentuk peta. Untuk menampilkan peta dari Google Maps di web pribadi, dapat menggunakan Google Maps API. Dengan Google Maps API peta daerah tertentu dapat ditampilkan pada web tanpa menghilangkan fungsi zooming, dan pilihan tampilan peta (peta kanvas, satelit, atau hybrid) yang telah disediakan oleh Google Maps. Namun pada penelitian ini, dikarenakan objek pohon yang ditampilkan berdekatan satu sama lainnya, peta yang ditampilkan harus diperbesar beberapa kali sehingga daerah di sekitar pohon tidak teridentifikasi lagi karena satelit yang digunakan tidak menyediakan citra atau gambar kawasan sampai sedetail itu.
4.4 Analisis Sistem
Dalam SIG berbasis Web untuk pemantauan pertumbuhan pohon adopsi di kawasan Kareumbi ini mempunyai keterbatasan dalam hal query yang ditampilkan. Untuk sistem ini, query yang bisa ditampilkan hanyalah query untuk mengetahui pemilik/wali dari pohon adopsi. Hal ini disebabkan karena data yang diperoleh tidak lengkap, sehingga data lain seperti nama pohon atau tanggal tanam tidak bisa dijadikan parameter pencarian untuk pohon adopsi.
5. Kesimpulan
- 1. Aplikasi purwarupa Sistem Informasi Geografis (SIG) sebagai sarana pemantauan pertumbuhan pohon adopsi yang berbasiskan web merupakan suatu media untuk menyampaikan informasi mengenai pertumbuhan dan perkembangan pohon adopsi sehingga bisa memudahkan orang tua asuh dan pihak pengelola dalam hal pemantauan.
- 2. Penggunaan Google Fusion Tables sebagai basis data membuat data yang disimpan bersifat global atau bisa diakses oleh pengguna lain pengguna internet. Selain itu dalam penggunaannya Google Fusion Tables tidak membutuhkan biaya apapun.
- 3. Penggunaan Google Maps untuk menampilkan peta membuat tampilan web semakin dinamis. Namun dikarenakan objek pada peta (dalam hal ini pohon adopsi) memiliki jarak yang cukup dekat satu sama lain, maka dalam penggunaannya Google Maps harus di zoom beberapa kali sehingga daerah di sekitar objek tidak teridentifikasi lagi.
- 4. Untuk memberikan informasi kepada orang tua asuh mengenai pertumbuhan dan perkembangan pohon adopsinya, digunakan gambar/foto terakhir dari pohon tersebut, sehingga foto tersebut harus terus diperbaharui untuk mendapatkan informasi yang tetap akurat.
6. Daftar Pustaka
- Fathansyah. 2007. Basis Data. Bandung: Informatika Bandung.
- Gonzales, H., Halevy, A., Jensen, C., Langen, A., Madhavan, J., Shapley, R., et al. 2011. Google Fusion Tables : Data Management, Integration and Collaboration in the Cloud.
- Gonzales, H., Halevy, A., Jensen, C., Langen, A., Madhavan, J., Shapley, R., et al. 2011. Socializing Data with Google Fusion Tables.
- Google. 2011. Google Fusion Tables API (Labs). Retrieved July 23, 2011, from Google Fusion : http://code.google.com/apis/fusiontables/
- Google. (2011). Google Maps API Family. Retrieved July 24, 2011, from Google Code: http://code.google.com/apis/maps/
- Google. (2011). Google Maps Javascript API V3 Overlays. Retrieved July 26, 2011, from Google Maps Java Script API V3: http://code.google.com/apis/maps/documentation/javascript/overlays.htm1#Fusi onTables
