M. Aroef
Department of Mechanical Engineering
ICHTISAR
Tulisan ini dibuat bersandarkan dasar fikiran jang dianut pada Bagian Mesin I.T.B. dalam mentugaskan para mahasiswanja mendjalankan kerdja praktis diberbagai perusahaan industri Indonesia. Kerdja praktis ini adalah dalam rangka pendidikan para tjalon sardjana teknik mesin jang dinjatakan dalam rentjana peladjarannja. Bahan² dikumpulkan berdasarkan pertjakapan² dengan berbagai pihak dalam soal ini selama djangka waktu penulis mendjadi pengurus kerdja praktis pada Bagian Mesin tersebut.
Bahan<sup>2</sup> pembahasan akan dibagi kedalam golongan<sup>2</sup> tindjauan berkut
* Hubungan kerdja praktis dengan pendidikan mahasiswa
* Kerdja praktis sebagai penghubung I.T.B. dengan dunia perusahaan.
* Kerdja praktis sebagai djalan bagi dunia industri untuk mengenal mahasiswa² I.T.B.
1. HUBUNGAN KERDJA PRAKTIS DENGAN PENDIDIKAN MAHASISWA
Terlebih dahulu baiklah dikemukakan setjara singkat rentjana pendidikan sardjana teknik mesin sebagai jang ternjata dari rentjana peladjarannja untuk tahun akademi 1961 — 1962 I.T.B.
Dalam rentjana peladjaran ini dinjatakan bahwa tahun ke-I dan tahun ke-II pendidikannja bertudjuan memberikan landasan ilmu pasti dan ilmu alam jang kuat untuk dipergunakan nantinja pada pembitjaraan2 mengenai masaalahz teknik ditingkat III dan IV. Sementara itu dimulai pula diberikan beberapa pengantal kepada ilmu teknik bettipe pel:rdjaran2 rentjana alatz mesin (machine design.;, ilmu logam, teknologi mekanis, mekanika teknik dan teknik produksi. Setelah selesai dua tingkat pertama ini maka mahasiswa telah dianggap dipersiapkan untuk menempuh peladjaran selandjutnja dan kepadanja diberikan idjazah sardjana muda idahulu dikenal sebagi idjazah persiapan lengkap). Dengan bekal alat2 analitis dalant ilnru alam, ihnr.r pasti dan pengantar ilmu teknik maka pada tingkat III keprida mahasiswa mulai diadjarkan ilmu dasar teknik atau basic engineering science. Pada tingkat ini setiap mahasiswa dari djurusan jang sama mengikr.rti atjara peladjaran jang sama. Dan dimulai dengan tingkat ini pulalah setiap mahasiswa hai'us memilih djurusan mana jang akan ditempuh selrrndjutnja. Kedua djurusan jang ada pada bagian Mesin itu ialah:
- a) djurusan konstrr.rksi atau bangilnan mesin
- b) djurusan teknik ploduksi.
Selama satu tahun kc-III pada djurr.rsan konstruksi kepada mahasiswa diadjarkan ilmu alam terpakai untuk lapangan mesin2, dasar2 konstruksi mesin2 dari berbagai djenis, dasar2 teknik ploduksi dengirn disertai dasar2 pengukuran teknik. Selarna satu tahun ke-lll pada djr.rrusan teknik prodr.rksi kepada mahasiswa diadjarkan ihnu alam terpakai dan ilmu pasti terpakai untuk lapangan produksi, dasars teknik produksi, teori dasar2 proses2 produksi, dengan disertai dasarz pengukuran teknik.
Kemudian untuk satu tahun ke-IV barulair diberikan teori2 jang lebih mendalam daripada djurusanz jang bersangkutan, dan memilih beberapa bidang tertentu untuk sebagai pendahuluan bcladjar menggunakan peiadjaran2 jang telah didapat. Penggunaan ini terdjehna dalam bentuk rentjanaz ketjil konstruksi mesin, rentjanae ketjil kerdja produksi, dan projek2 ketjil teknik dan pengurusan.
Achirnja langsung seteiah einpat tahun itu selesai maka untuk pekerdjaan setengah tahun berikutnja diberikaniah kepada setiap tjalon sardjana satu tugas terachirjairg tjukup besar dan praktis harus diselesaikan sendiri olehnja.
Suatu tahun akadenii pada l.T.B. dalam melaksanakan pendidikan didjalankan sebagai berikut :
- l) Lima bulan pertama disebut sebagai semester ke-1, dan dipetjah kedalam dua bagian jaitu empat bulan kuliah dan bulan kelima udjian.
- 2) Lima bulan kedua disebut sebagai semester ke-2, dan dipetjrih sebagai nada semester ke-1.
Tjatatan: masa2 udjian dihalap akan dapat dipersingkat mendjadi tiga minggu masing2nja dengan semakin teratulnja djalan pendidikan di I.T.B.
3) Dua bulan terachir disebut sebagai rnasa liburan besar.
Maka berhubung dengan pen.rbagiarr waktu seperti ini di I.T.B. sepuhlh bulan dari setahun digunakan untuk mahasiswa memperoleh pengetahuan jang sebagian besar bersifat teoritis. Daianr rentjana peiadjaran dinjatakan bahwa setiap mahasiswa diharuskan rnelakukan kerdja praktis selama enam bulan dengan tudjuan irgar dapatlah ia mempunjai pengalaman2 praktis sekcdarrrja diwaktu hendak nul.".i bekerdja sebagai sardjana.
Pada dasalnja dapatlah dinjatakan bahu'a hasil jang diperoleh seseoraltg dengan menjelesaikan pendidikan di I.T.B. pada unumnja dan dibagian Mesin pada chususnja, ialah bahwa ia telah dibekali dengan aiat2 analitis dan tingkat kemrimpuan beLpikir tertentu Llntuk mendjalankan pekerdjaan sebagai seorang ahli teknik dalam rnasjarakat. Hiil ini djelas terlihat dari hasil pendidikan jang diberikan drbagian mcsin.
Maka dengan djalan rnelakukan kerdja praktis selama masa pendidikannja dapatiah seorang mahasiswa rneiihat sendili bagaimanak:Llr keadaan njatanja dari peladjarirr,- jang dipcrolehnja dibangku kr.rliah, dau dengan demikian dapat nrelakt,kan pelbandingan2, penjesuaian atas pengertian2 jang telah dipunjai, dan n-rclihat hubungan satu soal dengan soal lainnja dalam bidang jang dipeladjarinja.
Pelaksanaan kerdja praktis jang enam bulan ini direntjanakan agar dapat diiakukan daiam tiga babak jang masingzuja terdiri dari dua bulan. Dengan melihat ircmbagian riaktu satu tahun akademi pada I.f.B. maka agar tidak mengganggu djalannja kr.rliah2 dan udjianr, masingz babak dari masa kerdja praktis dilakukan selama masa liburan besar. Masa liburan besar pada waktu ini ialah bulan2 Djuli dan Agustus dari setia-p tahunnja. Untuk kedua bulan ini kepada para pengadjar tidak diandjurkan mengadakan sesuatu kuliah, udji:rn atau latihan. Maka dengan demikian dapatlah seorang mahasisrva mentjurahkan sepenuh pelbatiannja kepada pekerdjaan praktis jang sedang dilakukannja.
Dua bulan pertama kerdja praktis setepatnja dilakukan pada acltir tahun ke-ll dan untuk babak ini titik beratnja ditudjukan kepada praktek dalaur soalz teknologi mekanis. Dari praktikan diharapkan agar ia melakukan sendiri pekerdjaan2 dibengkel dan dengan demikian akan dapat menemukan beberapa persoal:rn dalam praktek. Dalam memberikan laporan tentang pekerdjaannja ini si praktikan mengermrkakan bagaimana persoalannja timbul, melakukan penelaah atas persoalirn2 baik dilakukan sendiri maupun dengan djalan per178 M. Anorp
bintjangan dengan pegawai2 perusahaan bersangkutan, kemudian memberikan penjelesaian atas persoalan2. Dalam banjak hal para praktikan jang telah mendjalankan kerdja praktisnja dapat memberikan saranz jang berharga kepada perusahaan tempat mereka bekerdja berkenaan dengan segi persoalan perusrhaan jang mereka alami. Agaknja pada waktu seperti inilah seorang nahasisrva akan berkesempatan untuk benarz dapat melakukan sendiri pekerdjaanz kasal dan mengalan-ri kakitangan-muka dan pakaian mendjadi berminjak se-kotor2nja. Lebih2 zarl7arr sekarang ini sedikitlah kemungkinannja bahwa ia akan mendjalani sendiri pekerdjaan demikian sesudah saat itu.
Dapat dinjatakan bahwa dengan djalan mengalami dari dekat suasana kerdja dipabrik ia dapat n-rengetahui dengan se-baikznja hal2 berikut:
- bagaimana praktek teknologi mekanik jang bellaku dalam masjarakat lndonesia dewasa ini
- bagaimana sikap pekerdja terhadap pekerdjaan jang ditugaskan kepadanja
- persoaian2 teknologi mekanis jang ber'laku pada umumnja dan persoalanz chusus jan-e berlaku pada masing2 tjorak perusahaan.
- bagairnana tjar-a penjelesaian jang ditempuh dengan keadaan peralatan jang selba berkekuraugan, dsb.
Pemikiran atas pekerdjaan praktis jang dilakukan mahasiswa dapat didjalaniran dengan baik oleh karena bahanz peladjaran jang diperlukannja tuntuk itu baru didapatkan dan masih segar dalam ingatannja, serta laiihan2 pekei'djaan bengkel baru sadja dilakukan pada laboratorium bagian Iviesin.
Dua bulan kerdja praktis berikutrla setepa.tnja dilakukan pada achir tahun I<e-lII dan titik berat pada babak ini diletakkan pada persoalan-persoalau konstnrksi untnk djr"rrusan ban-gutran mesin dan pada persoalan! produksi untuk djulusan teknik produk-si. Penitikberatan ini sesuai dengan atjara pelad.laran ditingkat III. Adalah mcndjadi kewadjiban mahasisrva senciili untuk mendapatkan tugas2 dari pelusahaan .1ang disesuaikan dengan hebutuh,annja. Pada masa inilah mereka dapat melihat setjara luas persoalans konstruksi mesin2 dan alat2 mesin, membandingkan tjara merentjana produk jang diadjarkan di I.T.B. dengan pembuatan rentjanaz diberbagai perusahaan. N4aka djeiaslah bahu'a apabila mereka untuk sebagian terbesar dari waktunja babak ke-2 ini ditenrpatkan pada kainar2 gambar jang melakukan product design untuk perusahaan, maka akan didapatkannja manfaat jang sebe, arbesarnla dai'i pengalaman praktis itr.r. Selebihnja dari waktunja itu dapat dipergunakan untuk mempeladjari pelaksanaan dari beberapa rentjana produk jang dikelirarkan oleh kamar gambar, dilantai pabrik. Dengan djalan inilah n^rercka dapat meliliat l.ubungan antara tugas perentjanaan dengart tugas pclaksanaan dalam stiatu pabrik, djuga dapat dilihatnja perbuatanz
apa jang dilakukan dilantai pabrik berdasarkan tandaz atau pernjataanzjang dibubuhkan pada gambar pada kertas girrnhar.
Pengalama"n dibelbagai segi perentjanaan produk ini memungkinkan mereka untuk menentukan matapeladjalenz pilihan jang akan diambilnja ditingkat IV, snatn pemilihan dapat dilakukannja berdasarkan keinginan untuk kelak dapat memenuhi kebutuhan masjarakat atau berdasarkan kepada kesukaan akan sesuatu segi teknik tertentu. Berhubungan dengan ini mereka dapat menjadari bahu'a tugas2 jang harus dilakukannja sebagai sardjana nantinja bukanlah ditentukanda sendiri, tetapi ditentukan oleh atasan mereka tempat mereka bekerdja. Dewasa irii banjak diantara para sardjana teknik mesin jang merasa ketjewa oleh karcna pekerdjaan jang harus mereka Iakukan mempunjai perbedaan dasar dengan apa jang mereka peladjari selama ber-tahun2 dimasa perguruan tingginja. Kalau ada berbagai kalangan jang berpendapat bahwa ,,seorang sardjana teknik harus bisa menjelesaikan persoalan teknik matjam apnpun" dan memberikan tugas kepada seot'ang sai'djana teknik dengan tjara dcnikian, maka tindakan ini menjebabkan terdjadinja eifisiensi pemakaian tenaga ahli jang rendah. Ada prinsip jang menjatakan bahwa penggunaan tenaga scseorang akan dapat memberikan hasil jang maksimal apabila ia ditugaskan dalam lapangan keahliannja jang chusus.
Tahun ke-III dari djurusan teknik produksi menitikberatkan peladjaran2 pada ilmu dasar teknik dalam hal pekerdjaan produksi. Sebagaimana diketahui Calam setiap pabrik pada prinsipnja dikenal tiga fungsi teknik jang terpenting, ialah fungsi perentjanaan produk (product design engineering), perentjanaan dan pelaksanaan produksinja (ploduction planning and control), serta pemeriksaan kwalitet produk serta proses2 pengolahannja (product quality and process inspection). Apabila djurusan konstruksi rnenghasilkan sardjana untuk melakukan perentjanaan produktanja, maka djurusan teknik produksi akan menghasilkan sardjana untuk merentjanakan pt'oses produksi, pelaksanaan produksi serta pemeriksaan.
Pekerdjaan praktis jang dilakukan oleh mahasiswa dari djurusan teknik produksi ini dititikberatkan kepada pengalaman praktis untuk dapat, berdasarkan rentjana produkirja, mentjiptakair bagaimana proses produksinje dan rentjana kerdja produksi jang diiakukln oleh pentsehiran. Djuga mereka dapat mengikuti blgaimanakah tjalanja untr.rk rnelakr.rkan pemeriksaari atas proses darr alat2 produksi serta benda jang dihasilkannja, sebagai jang didjalankan oleh pelusahaan2 dewasa iri. Dapatlah dikcmukakarr disini bahwa praktek jang didjalankan oleh perusahaanz cli Indouesia nrasiir dapat digolongkan kepada praktek jang terbelakang, bahkarl pada banjak kecijadian pemeriksaan ku'alitet sanra sekali tidak dilakukari.
180 M. AnoEr
Para praktikan angkatan pertanra dari djumsan ini jang telah bekerdja praktis pada suatu perusahaan jang besar, dengan tjaras dan tcknik2 jang sangat sederhana telah dapat membelikan djan'abanz atas pertanjaan dan persoalan jang diberikan oleh perusahaan itu dan memberikan usul2 tjara perbaikan untuk ditempuh. Usul2 r:rereka telah diterima dengan baik dan akan dilaksanakan oleh perusahaan itu. Berdasarkan pengaiaman2 seperti inilali lalu mereka dapat menentukan matapeladjaran-rtratapeladjaran manakah jane akan diambilnja ditingkat IV.
Iv1asa kerdja praktis babak ke-3 adalah setepatnja dil:rkr.rkarr pada achir tahun ke-IV, dirnana pekerdjaan praktis dititikberatkan kepada persoalang pengurusan atau managemcnt. Sebagaimana dik-etahui, biar dimanapun seorang sardjana teknik dipekeldjakan, maka pastilah ia akan terlibat dalarn pekerdjaan2 dan persoalan2 pengurusan, baik pengnnlsan ditingkat rendahan (lorver level management) maupun pengumsan ditingkat lebih tinggi (higher' level management). Pada bagian Mesin tingkat IV dikedua djurusannja diberikan prinsipz pengurusan dan perongkosan (mauagenent alld accounting principles). Chusus unt',rk djurusan teknik produksi maka prinsips itu ditanbahi lagi dengan teknik2 penglltiusan atau management iechniques. Dengan demikian maka peladjarane tentang pengunlsan jang masih segar dalarn ingatan mahasisrva, dengan segera prakteknja dapat dialami dan dipeladjari diberbagai pelusahaau jang berada ditingkat kemadjuan jang ber-lain2.
Dewasa ini telah rnulai disedari oleh berbagai kalangan dalan masjarakat, baik dari kalangan pemerintah maupun dari kalangan swasta, bahla dimasa jang lampau pendidikan dalam bidangz management diberbagai perguruan adalah praktis nihil. Gedjala mismanagement jang terlihat diberbagai bidang kegiatan masjarakat tampaknja untuk sebagian terbesar disebabkan oleh kekurangan tersebut. Bahrva kursnsz lnanagement timbul di-manaz menun- <ljukkan nsaha untnk memperbaikinja, dan sedikit banjaknja hal itu akan rnembalva pengaruh menlpel'tinggi nilai pada tingkat pcnguiusan pada ri munrrija.
Mirka dengau mcuitikberatkar.r pekerdjaan praktis babak terachil ini pada persoalan2 pengurusan?cngurusan nlr:lnungkinkan para mahasiswa untuk mengetahui dari dekat pcrsoalan2 pengurusan jang berlaku diberbagai perusahaan di Iirdonesia. Djuga ciapat dilihatnja kekurangan2 praktek pengLrrusan sebagai bahan untrik djpeladjari dan ttrrut dipetjahkannja. Dali situ mungkin tjorak! pengurusan jang sebaiknja berlaku di Indonesia dapat ditemukannja.
Sedemikian djauh pembahasan dihubungkan dengan rendana peladjaran jang berlaku dibagian Mesin I.T.B.. Dalam rangka pendidikan tjalon sarcljana itu sebagai keselurrrhan dapat diperoleh hasil2 tamhahan sebagai bcrikut:
- a) Dengan berada sendiri untuk beberapa waktu lamanja dalam kalanganz perusahaan maka dapatlah ia me-iasakan suasana bekerdja jang nanti akan dimasukinja. Segiz manakah dari pekerdjaannja nanti jang akan membutuhkan lebih banjak perhatian dari dirinja.
- b) Ia bisa melihat bagaimana tjorak hubungan antar manusia (human relations) jang berlaku diberbagai tingkat golongan pegarvai dalam suatu perusahaan.
- c) Ia bisa nelihat dan merasakan bagaimana sikap orang2 jang menamakan dirinja orangz dari praktek terhadap orangz jang baru mr,rlai mentjeburkan dirinja kedalam praktek. Dan dengan demikian dapat memperoleh bahan untuk dipeladjari bagairnana tjaraz jang dapat ditempuh guna mengatasi keaCaan2 jang timbul oleh karenanja apabila ia nanti mulai bekerdja.
- d) Dengan melihat berbagai perusahaan dari dalam dapatlah ia memperoleh gambaran dari masingz pelusahaan dengan se-baiksnja, dan kegunaan serta fungsi perusahaan terhadap kepentingan masjarakat Indonesia pada umumnja.
- e) Dengan melihat berbagai segi tentang suatu perusahaan dapatlah ia menggunakan bahan jang lebih lengkap untuk mempertimbangkan perusahaan mana jang akan dipilihnja untuk tempat bekerdja. Jang sering dikemukakan oleh para praktikan sebagai bahan pertimbangannja untuk itu ialah antara lain:
- * besalnja seluruh penghasilan jang akan didapat, termasuk fasilitas2 tambahan jang diperoleh
- * suasana kerdja jang berlaku diperusahaan
- * kernungkinan untuk dapat madju dalam lingkungan pemsahaan dan dalam rangka kehidupannja
- * keinginan untuk dapat berbahti kepada sesuatu golongan masjarakat.
- f) Memperoleh bantuan materiil dari suatu perusahaan agar ia dapat memusatkan perhatiannja kepada peladjaran2.
- g) Lain2 hasil jang bersifat chusus bergantung kepada matjamnja perusahaan serta kemampuannja.
2, KERDJA PRAKTIS SEBAGAI PENGI-{UBUNG I.T.B. DENGAN DUNIA PERUSAHAAN.
Kalau dalam pembahasan (2) titik berat penindjauan ditudjukan kepada kepentingan pendidikan inahasiswa mendekati kelengkapan sjarat2 kesardjanaannja, maka pembahasan (3) ini dititikberatkan kepada kepentingan I.T.B. dalam hubungannja dengan dunia perusahaan jang bersifat industri.
Dengan betpenijarannja mahasiswa2 keberbagai perusahaan di Indors2 M. Atiur,t
nesia jang beraneka ragam bentuknja, sifat dan tudjuannja, maka pembitjaraanpembitjaraan tentang berbagai masaalah teknik diruang kuliah dapat mempergunakan bahan2 dari keadaan sesungguhnja. Pada dasarnja tjara ini dapat membawakan pendapat2 jang bersifat chusus dari berbagai kalangan tentang suatu persoalan teknik, ditindjau kebenarannja, baik buruknja, serta difikirkan ber-samaz kernungkinan2 pemetjahan jang se-baik2nja. Hasil jang diperoleh dari tjara ini ialah bahwa pengalan:an dari satu persatu mahasiswa dapat diketahui pula oleh teman2 sekelasnja. Dalam beberapa hal mungkin pula dapat mendjadi tambahan pengetahuan bagi para pengadjar untuk kemudian disebarkan lebih landjut. Menurut pendapat penulis banjaklah peladjarang jang dapat ditarik oleh para pengadjar sendiri dari berbagai laporan kerdja praktis jang diserahkan mahasiswa tentang pengalaman-pengalamannja serta dari berbagai pembitjaraan dalam kelas. Dengan demikian maka LT.B. sebagai keseluruhan sedikit banjaknja dapat mengikuti kemadjuan dan perkembangan dunia perusahaan industri Indonesia pada umumnja.
Dari setiap kundjungan seorang mahasiswa untuk bekerdja praktis pada suatu perusahaan terdjadi suatu penilaian dari fihak orangz perusahaan tentang ketjakapan, keradjinan, dan kelakuan simahasiswa. Penilaian sematjam ini seringkali dilakukan oleh berbagai perusahaan, pada beberapa perusahaan boleh dikatakan tidak dilakukan. Laporan2 sematjam ini dari fihak perusahaan djuga memuat keterangan2 tentang kekuranganz atau keistimewaan2 para mahasiswa, dan hal ini memungkinkan ;taf pengadjar I.T.B. untuk mengetahui dengan segera kekurangan2 pendidikan jang diberikannja dan dengan demikian dapat mengambil tindakan2 penjesuaian kearah perbaikan.
Bahwa I.T.B. adalah tempat untuk rnenempa sardjanaz teknik jang bersifat umun di-masingz bidangnja adalah suatu keadaan jang normal. Maka setamatnja seorang sardjana baru dari LT.B. ia baru dianggap dibekali dengan alatz analitis untuk mendjalankan tugas ahlinja dalam masjarakat. Maka selama tahun2 permulaan bekerdja ia baru beladjar mempergunakan alat2 jang dimilikinja itu. Pada waktu demikian dapat terdjadi bahwa penggunaannja bisa memberikan hasil2 jang baik dan hasilz jang kurang memuaskan. Baru lama kelamaan ia akan mampu menggunakan alatz itu untuk memberikan hasilz jang baik.
Suatu pekerdjaan disuatu perusaliaan nrempunjai sifat dan tabiatnja sendiri. Maka pada waktu sardjana baru memasuki perusahaan dikehendaki daripadanja suatu pengarahan penggunaan alatz analitisnja disesuaikan dengan keperluan perusahaan. Kesempatan bekerdja praktis jang diberikan perusahaan2 kepada para mahasiswa memungkinkan mereka djauh sebelum menamatkan peladjaran mentjurahkan perhatiannja kepada persoalana jang
terdapat pada perusahaan jang akan dimasukinja. Bagi perusahaan bersangkutan hal ini berarti suatu keuntungan dalam bentuk penjingkatan waktu kurang produktipnja sardjana baru mereka. Bagi I.T.B. hal itu memungkinkan pemberian tugasz'dengan lebih terarah kepada masing2 mahasiswanja.
Dengan djalan hubungan jang erat dengan dunia perindustrian, antara lain melalui hubungan keldja praktis ini, maka I.T.B. dapat lebih baik mendjalankan tugas2nja melajani kebutuhan masjarakat Indonesia.
3. KERDJA PRAKTIS SEBAGAI DJALAN BAGI DUNIA PERUSAHAAN UNTUK NIENGENAL ]\,IAHASISWA I.T.B.
Lazimnja dimana antara penawaran dan permintaan tidak terdapat keseimbangan maka akan timbul keadaans jang tidak normal. Hal ini berlaku pula berkenaan dengan persoalan tenaga sardjana teknik.
Sebagai dimaklumi keadaan dewasa ini ialah permintaan akan tenaga sardjana teknik djauh rnelebihi djumlah jang dapat diberikan oleh perguruan2 tinggi teknik di Indonesia. Kekurangan ini menjebabkan timbulnja berbagai matjam akademi teknik dengan beraneka ragam tjorak, ditjiptakan oleh berbagai kalangan. Oleh kalena kekurangan ini pula timbul kedjadian ,,wadjib militer dalurat", ,,masa wadjib kerdja pa.da pemerintah", ,,'llegawai dengan tugas beladjar", ,,ikatan dinas luar biasa", dan sebagainja.
Apabila tanpa keadaan ,,darurat"pun telah terdjadi sematjam perebutan sardjana antara berbagai perusahaan, maka dalam keadaan ,,darurat" sekarang ini terdjadi sematjam ,,penangkapan" jang dilakukan oleh berbagai kalangan dengan rnenggunakan berbagai djalan.
Maka biasanja apabila suatu perusahaan telah mengenal lebih dahulu seorang tjalon sardjana, naka lebih mudahlah baginja untuk kelak melakukan penarikan sitjaion sardjana itu kedalam lingkungannja. Dan satu2nja djalan untuk mengenali setjara mendaiam sardjana tjalon pegawainja ialah dengan membawa dia kedalam lingkungan keldja perusahaan untuk beberapa bulan lamanja. Selama waktu ini dapat ciiperhatikan apakah sjarat2 jang diper'lukan oieh perusahaan dipenulii oleh orang jerlg sedang ditincijaunjzr. Dengan sendirinja kalaii jang diterirna bekerdja praktis beberapa orang tjalon, maka dapatlah dilakukarr peinilihan. Hal ini dalarn banjak hal dapat menghemat waktu dan tenaga da,r'i fihak perusaliaan urtuk niendapatkan lenaga2 ahli nj a.
Di Indonesia pada rvaktu ini tcrdapat beberapa pergriruan tinggi teknik. Masing? perguruatl akan merrgliubungi perusahaan2 untuk berbggai keperiuan, Cjuga uiituk ke1;eriur.r, niembcrikan kesempatan bekerdja praktis bagi
1 ii+ M. Anorr
para mahasiswanja. Dengan demikian maka suatu perusahaan mungkin sekali menerima mahasiswaz teknik dari berbagai perguruan. Maka perusahaan itu dapat membandingkan kwalitet mahasiswa dari satu perguruan terhadap mahasiswa dari perguruan lainnja. Dengan demikian dapatlah setjara chusus dikenalnja mahasiswaz bagian mesin I.T.B. dari perbandingan ini.
Kalau dilihat kembali atjara kerdja praktis selama enam bulan jang harus dilakukan maliasiswa bagian mesin, maka djelaslah bahwa perusahaan dapat mentjoba mahasiswa untuk sekurang-kurangnja tiga segi kemampuannja, jaitu:
- a) kemampuan untuk mempeladjari dan memetjahkan persoalan2 chusus teknologi mekanis dalam waktu jang singkat,
- b) kemampuan untuk mempeladjari dan memetjahkan persoalans chusus konstruksi mesin atau alat2 mesin dalam waktu jang singkat,
- c) kemampuan untuk mempeladjari dan memetjahkan persoalan2 chusus pengurusan dalam perusahaanz industri dalam waktu jang singkat.
Dengan rnenjusun rentjana pentugasan mahasiswa kerdja praktis dan mengawasi pelaksanaannja dengan tjermat memang dapatlah perusahaan memperoleh berbagai keterangan jang diperlukannja, baik tentang mahasiswanja maupun tentang pendidikan mahasiswanja. Ini merupakan keteranganz terpenting jang diperlukan oleh perusahaan untuk memutuskan akan menerima atau menolak seseorang mendjadi pegawainja.
Pada waktu perusahaanz pertama kali menerirna pedoman kerdja praktis tah!.,n 1i.!61 dalam bulan Mei, banjak timbul pertanjaan2 tentang maksud pernjataan ,,titik berat kerdja praktis" untuk masingz masa dua bulan. Tetapi dengan kedatangan mahasisu'az bekerdja praktis dalam bulan Djuli 196l maka banjal: dari perta,njaan2 itu dapat terdjawab. Meskipun demikian masih ada beberapa perusahaan jang tampaknja seolah-olah belum mengerti akan isi peclonran, dan apa jang disebut pendidikan universiter. Setelah ditelaah lebih djauh dapatlah diambil kesimpulan bairwa p€nglrrus?.n atjara mahasiswa kerdja praktis itu teiair djserahkan kepaCa oraugs jang memang tidak mungkin dapat diharapkan untr.r.k mengeiti persoaiannja. Bahwa halz seperti ini meninrbulkan rasa ketjewa difihak mahasisrva dapatlah dirnengerti, oleh karena semuia diharapkannja bahwa diperusahaan 'ia akan dapat bertukar setjara seimbarrg aiau setjara cibiinbing oleh orangz drrri praktek. Kalau tjara pelaksanaan seperti ini berdjaian terus, maka kerdja praktis tidak akan memberikan manfaat jang wr,cijar bagi fihak manapun. Malahan apatrila fitiak peruse,haan djuga mengeluarkan biajar untuk pelak-"anaan kerdja praktis itu, maka pengeluai'an bie..ja2 itu sedikit kegunaannja. Keaciaan seperti ini diharapkan akan dapat ciihilangkan dengan djalan pertr.rkarrrn fikiran antara fihak2 jang bersangkutan.
