1. Home
  2. Archives
  3. Vol 6 (1971) Issue 2
  4. Articles

Penjebaran Amphibia dan Reptilia didataran Tinggi Bandung

Abstract

Ringkasan. Studi mengenai penjebaran vertical dari amphibia dan reptilian telah dikerdjakan disebelah utara dataran tinggi Bandung, Djawa Barat selama bulan September sampai dengan Desember 1968. Dikemukakan bahwa enamribu tahun jang lalu dipresi Bandung pernah merupakan suatu danau luas jang dibentuk oleh hasil kegiatan gunung berapi. Hasil koleksi terdiri dari 200 specimen, diantaranja 13 specie amphibian dan 39 species reptilia. Ditundjukkan bahwa djulah species pada tiap lokalitas tidak sama dan menundjukkan suatu korelasi jang baik dengan ketinggian tiap lokalitas.Abstract. A study on a vertical distribution of amphibians and reptiles has been conducted at the northern part of Bandung Highland, West Java between the month of September and December 1968. According to geologist, six thousand years ago the Bandung Depression was an extensive lake dammed by the product of volcanic activities. Two hundred specimens of 13 species of the reptiles have been collected. The number of species in each locality shows good correlation with the altitude.

PENDAHULUAN

Studi mengenai Amphibia dan Reptilia telah dikerdjakan disebelah utara dataran tinggi Bandung, terutama disekitar kota Bandung, Lembang, Gunung Tangkubanperahu dan Situ Lembang, Djawa Barat.

Pekerdjaan in terutama dilakukan pada musim hudjan, bulan September sampai dengan bulan Desember 1968. Sebelumnja, djuga telah dilakukan pengumpulan data oleh penulis dan mahasiswa Biologi ITB sedjak tahun 1964, walaupun tidak setjara seksama dan tanpa dipublikasikan.

*) Dengan bantuan keuangan dari Institut Teknologi Bandung.

**) Bagian Biologi, Institut Teknologi Bandung.

Maksud studi ini pertama-tama untuk mengetahui species apa dari Amphibia dan Reptilia jang terdapat didaerah penelitian tersebut dan kedua untuk mengetahui penjebarannja setjara vertikal.

DATARAN TINGGI BANDUNG

Pada suatu waktu kira² 6000 tahun jang lalu dataran tinggi Bandung pernah mendjadi danau (KATILI & MARKS, tanpa tahun). Kedjadian itu diantaranja disebabkan oleh hasil pekerdjaan Gunung Sunda dan kemudian Gunung Tangkubanperahu, jang membendung lembah Bandung kira² didaerah Radjamandala dan Padalarang. Pengeringan kembali lembah ini disebabkan oleh perembesan pada tambak danau didaerah Radjamandala, jang karena terdiri dari batuan kapur, mudah terlarut dan kemudian menjebabkan djebolnja tambak tersebut.

Pada dataran tinggi Bandung mengalir sungai² diantaranja ialah: Tjimeta, Tjimahi, Tjikapundung, Tjibiru, Tjitarik, Tjirasea, Tjisangkui, Tjiwidej dan semua sungai² itu bermuara disungai Tjitarum jang merupakan sungai terbesar didaerah itu. Ketinggian daerah penelitian ini bervariasi antara 650 meter sampai dengan 2000 meter.

METODA DAN TATAKERDJA

Pengumpulan hewan² dilakukan di-tempat² jang telah ditentukan jaitu: Bandung, Lembang, Tangkubanperahu dan Situ Lembang-Tjisarua, dan sebagai tambahan dilakukan pula koleksi ditempat lain jaitu di: Tjitatah, Padalarang; Tjimahi; Wanajasa; dan Tandjung Sari.

Penangkapan katak dan kadal dilakukan dengan tangan, tanpa sesuatu alat jang chusus, tapi ular ditangkap dengan pertolongan tongkat jang berudjung seperti T.

Setelah dibunuh dan diawetkan dalam formalin \(4^{0}/_{0}\), semua hewan ditentukan namanja dan diambil datanja, kemudian disimpan di Museum Zoologi Bagian Biologi, Institut Teknologi Bandung, untuk bila perlu diadakan pengetjekan kembali atas data jang didapat. Identifikasi dan penamaan terutama memakai dan mengikuti van KAMPEN (1923), de ROOIJ (1915, 1917), dan van HOESEL (1959).

HASIL DAN PEMBITJARAAN

Dalam penelitian ini tidak kurang dari 200 specimen dari 13 species Amphibia dan 39 species Reptilia telah dikumpulkan dari daerah penelitian utama. Specimen terbanjak didapat ialah dari Bandung. Tidak semua species dapat ditangkap dengan mudah, diantaranja sangat sulit didapat. Diantara species jang specimennja lebih dari 20 ialah Bufo melanostictus, Rana limnocharis dan Rana chalconota, lainnja diwakili oleh satu atau beberapa specimen.

PERBANDINGAN DJUMLAH SPECITTS DARI EMPAT LOKALITAS
LokalitasAmphibia
(Katak)
Reptilia
(Kadal)
(Ular)
limahi 142 m. x16 x{'
Bandung 753 m.99t 6
Lembang 1300 nr.91
Tangkubanperalru 2000 rn.333
Situ Lernbang 1500 m.334

  • x Ketinggian rataz dalam meter
  • ** Data ular Tjimahi dari van HOESEL (1948)

Atas dasar perbandingarr djumlah spccics (tabcl diatas) maka Bandung jang ratas kctinggiannja 750 meter, mcrrpurrjai 9 spccies Arnphibia (daftar l), 9 species Kadal (daftar 2). dan l6 specics ular (cluftar 3). Tangkubanperahu jang ketinggiannja mcntjapai 2000 rrcter menlpunjai 3 species Arnphibia (Katak), 3 species Kadal dan 3 species tllar. Djelas terlihat bahwa makin tinggi altitudc nrakin menurun d.jumlah specics. Antara dr.ra ketinggian Bandung dan Tangkubarrperahu diwakili oleh Lernbang jang rncmperlihatkan djurnlah species antara pula, jaitu 9 specics Katak, 5 spccics Kadal dan 7 species Ular. Scbagai bandingan dapat dilihat Bandung scsuai dengan ljinrahi dan Tangkubanperalru sesuai dcngun Situ Lernbang. Mengenai berkurangnja djurrrlah spccies diternpat-tcnrpat jang tcrlrpcratLlrc rata?nja lcbih rcrrdah tclrh dikcnrukakan olcl.r HESSE (1951). Kiranja pengurangan djunrlah spccies di TangkLrbanpcrahu clan SitLr l-crrtlrang sclain dipcrrgaruhi oleh kctinggiannia d.fLrga olch tcnrpcratur rala? pada tcnrpatr tcrsebut.

Anphibia, jaitu katak2: Bufo rnclanostictus, Rana chalconota dapat meniebar kctempat-temrpat sampai ketinggian l-100 rnctcr (DAI-,1'AIt l). Rana chalconota nrentjapai tenrpat: jang Iebih tirrggi lagi sanrpai kckctinggian I500 meter, misalnja di Situ Lernbang. Mcgophrys montana dan Philautus aurifasciatus hania terdapat diatas 1500 meter, nrisalnja di Situ Lcrnbang dan Tangkr.rbanpcrahu. Sampai saat ini belunr diclapat clata clari tcntpate lain disckitar dataran tinggi Bandung.

Kadal, jaitu Mabuia multifasciata mcrurplkan kaclal jang paling dapat menjesuaikan diri dalam variasi altitrrdc scdjak pantai laut sanrpai kekctinggian 2000 metcr, nrisalnja didekat kawah Ratu, Cunung Tangkubanperahu. Hal itu menurut penulis disebabkan oleh tjara berkembang biaknja jang ovoviviparous, sehingga faktor hilangnja dan tidak menetasnja telur oleh gangguan alam maupun oleh hewan lain mendjadi rninirn. Bentuk badan, sifat

autotomy, kegesitan bergerak dan kesukaan akan habitatnja jang luas, ikut menentukan adaptabilitasnja terhadap variasi ketinggian jang besar. Kadal lain jaitu Calotes, berbeda den-{an Mabuia, lebih menjLrkai tentpat: ditrawah 1500 meter. Mereka tidak rnau lebih atas mungkin disebabkan ditL'rnpat itu akan mengalami kompetisi dari saudaranja Gonyocephalus. Scbaliknja Gonyocephalus tidak terdapat dibawah ketinggian 1500 nrcter.

Hemidactylus frenatus dapat rnenjebar hanrpir kesemua tcnrpat, ket.f uali keketin-egian seperti rangkr.rbanperahu. Hewan ini mudah sckali mcnjebar karena lrabitat jang disukainja ialah tempat tinggal manusia. Karenania mereka dapat dengan mudah terbawa kernlna manusin pergi.

Bcberapa ular hanla terdapat ditempat-tempat jang tinggi (1,500 sanrpai 2000 meter) diantaranja ialah Psammodynastcs pulvcrulcntus jang diclapat dari Gunung Sunda-Situ Lernbang dan dari Gunung Tangkubanpcrahu (DAFTAR 3). Naja naja sputatrix sampai saat ini terdapat diluar daerah dataran tinggi Bandung jang pernah nrendjadi danau jaitu di : Tjikaun-Subang, Tjir.cbon, Tasikmalaja, Garut (KOPSTEIN, I930) dan djuga terdapat di: Bogor, dan Krawang (de ROOIJ, l9l7). Penulis rnengumpulkan ular ini dari Tjitatah-Padalarang dan van HoESEL (1948) dari rjinrahi. Tidak adanja ular itr.r diternpat-ternpat lain didaratan tinggi Bandung dapat disebabkan oleh belurn teratasinja sultu penghalang tertentu dirri sedjak dataran ini nrendjadi danau san.rpai sekarang. Akan tetapi untuk kepastiannja dip:rlukan penclitian jang lebih landjut. Menurut ketinggiannja Tjitatah dan Tjimahi tidak pernah tergenan-q air danau BandLrng.

Angkistrodon rhodostoma terdapat diluar daerah penelitian jaitu di: Bogor, Sr.rbang, Tjikalong Wetan-Pr-rrwakarta (de ROOIJ, I9l7), akan tetapi menurut penduduk disekitar SitLr Lenrbarrg ular itu terdapat disana. Pcnulis sendiri tidak berhasil nrenangkapnja. Kenrungkinan besar ular itu tidak terdapat didataran Bandun-e, karena belum dapat rnelcwati tarnbak jang terdiri dari gunung: disekitar dataran Bandung.

De IIAAS (1949) telah melaporkan lima species ular dari genus Natrix dari BandLrng dan Lernbang setelah diadakan pengetjekan ternjata djumlah itu masih belurn berubah.

Mengenai t'auna ular, walaupun terdapat perbedaan beberapa ular di 1-imahi dan di Bandung (van HOESEL, 1948), diantaranja Naja. bila dilihat setjara keseluruhan, rnaka ular2 di ljinahi dan qli Ilandun-u sama jaitu masing2 l6 species.

Utjapan terinra kasih jang sebesar-besarnja penulis sampaikan kepada Dr. Sri Sudarwati Sukirno jang telah membatja dan memeriksa karangan ini sebaik-baiknia.

DAFTAR 1 (KATAK)

TjhBdgLbgSLTkuTsi
Meghophys montana Kuhl & v. Hasselt++
Bufo melanostictus Schneider. } .-. J·1.
Bufo asper Gravenhorstj- |·
Rana cancrivora Gravenhorst. ] -]-.
Rana limnocharis Boie1-|--}-
Rana chalconota (Schlegel)- }-}--J
Rana kuhli Schlegel·-}-
Oxyglossus lima (Kuhl)J.ļ1-
Rhacophorus leucomystax (Kuhl)]·+
Philautus aurifasciatus (Schlegel)·-}-+,
Microhyla achatina Boie- | -}-,,
Microhyla palmipes Boulenger·
Kaloula baleata (S. Muller). } -- 1 -

Tjh - Tjimahi, Bdg Bandung, Lbg Lembang, SL Situ Lembang, Tku = Tangkubanperahu, Tsi - Tandjungsari.

DAFTAR 2 (KADAL)

TjhBdgLbgSLTkuTsi
Gekko gecko (Linne)
Hemidactylus frenatus Dumeril & Bibron--|-+
Peropus mutilatus (Wiegmann)''
Cosymbotus platyurus (Schneider)- | -
Gymnodactylus fumosus F. Muller,-1
Tachydromus sexlineatus Daudin}
Mabuia multifasciata (Kuhl)}-4--}-|-+
Lygosoma sanctum Dumeril & Bibron},,*,
Lygosoma sp.-1+
Gonyocephalus chameleontinus (Laurenti)·-1-4.
Calotes jubatus (Dumeril & Bibron)++,'
Draco volans Linne-}--|-
Mabuia rugifera (Stoliczka)+,+

Arti kependekan lokalitas sama seperti daftar 1.

DAFTAR 3 (ULAR)

TjhBdgLbgSLTku.Tsi
Natrix chrysarga (Schlegel)++
Natrix vittata (Linne)+++
Natrix subminiata (Schlegel)+++
Natrix trianguligera (Boie)-|-+
Natrix piscator (Schneider)++
Elaphe flavolineata Reinwardt+
Elaphe melanura (Schlegel)++
Elaphe radiata (Schlegel)
Ptyas korros (Schlegel)-|-
Liopeltis baliodirus (Boie)
Polyodontophis geminatus (Boie)
Oligodon bitorquatus Boie- |-|--}-
Calamaria sp.-
Calamaria virgulata Boie
Calamaria linnaei Boie- | -
Dryophis prasinus Boie
Psammodynastes pulverulentus (Boie)
Homalopsis buccata (Linne). | -
Bungarus candidus (Linne)-}-
Naja naja sputatrix (Linne)1.
Maticora intestinalis (Laurenti)
Python reticulatus (Schneider).+.(?)
Typhlops lineatus Boie-}-
Typhlops braminus (Daudin)+
Lycodon subcinctus Boie_

Arti kependekan lokalitas sama seperti daftar I.

(?) Data dari penduduk.

References

  1. Haas, C.P.J. de. 1949. The Genus Natrix in the Collection of the Raffles Museum and its Distribution in the Malay Peninsula. Bull. Raffles Mus. 1949(19): 78-97.
  2. Hesse, R., W.C. Allee dan K.P. Schmidt. 1951. Ecological Geography. I-xiii + 1-715, fig. 1-142. John Wiley & Sons, Inc. New York. Ed. ke 2.
  3. Hoesel, J.K.P. van 1948. Snake Hunting. Treubia. 19(3): 525-538, fig. 1-7.
  4. ----. 1959. Ophidian Javanica, 1-187, fig. 1-133. M.Z.B. Kementrian Pertanian, L.P.P.A., Bogor.
  5. Kampen, P.N. van. 1923. The amphibia of the Indo-Australian Archipelago. I-xii + 1-304, fig. 1-29. E.J. Brill, Ltd., Leiden.
  6. Katili, J.A. dan P. Marks. (Tanpa tahun). Geologi Umum. I-x|iii + 1-855 fig. 1-486, ph. 1-140. Dpt. Urusan Research Nasional. Djakarta.
  7. Kopstein, F. 1930. De javaansche gifslangen en haar beteekenis voor den mensch. 3:i-vii + 1-128, dengan 24 photo dan 19 gambar, Nederlandsch-Indische Natuurhistorische Vereeniging Visser & Co., Weltervreden.
  8. Rooij, N. de. 1915. The Reptiles of the Indo-Australian Archipelago. I:i-xiv | 1-384, fig. 1-132. E.J. Brill Ltd. Leiden.
  9. ----, 1917. ------. 2 : i-iv | 1-334, fig. 1-117. E.J. Brill Ltd. Leiden