1. Home
  2. Archives
  3. Vol 7 (1973) Issue 1
  4. Articles

Efek Stimulatif dari Bacteria terhadap Pembentukan Tubuh-Buah Djamur Padi (Volvariella volvacea (Fr.) Sing.)

Abstract

Ringkasan. Penelitian terhadap ada tidaknya efek stimulatif dari bakteria tertentu terhadap pembentukan tubuh-buah djamur padi (Volvariella volvacea (Fr.) Sing.) telah dilakukan dalam kondisi semi steril. Ternjata bahwa adanja bakteria tertentu merangsang pembentukan tubuh-buah djamur padi. Abstract. A study has been made on the stimulative effect of certain specific bacteria upon fruit body formation of rice straw mushroom (Volvariella volvacea (Fr.) Sing.) under semi-sterile condition. It was shown that the presence of specific bacteria stimulated fruit body formation of rice straw mushroom.

PENDAHULUAN

Biakan murni miselia djamur ekonomi seperti mushroom/champignon (Agaricus bisporus) jang ditanamkan dalam kondisi steril tidak dapat membentuk tubuh-buah. Tetapi kalau kedalam media tsb. ditambahkan pula ekstrak tanah jang berasal dari

*)Bagian Biologi, Institut Teknologi Bandung.

lanah penutup bedengan penanaman djamur, maka tubuh-buah akan terbentuk sebagaimana rnestlnja (Flegg 1960, Hayes et aJ-. 1969, Manning & Crossan 1966, Park & Agnihotri 1969). Dlketahui kemudian bahwa beberapa djenis bakteria jang terdapat didalam tanah penutup bedengan, mernpunjai efek stirnu.latif terhadap pembentukan tubuh-buah djanur tsb., sehingga dlbeberapa negara penghasj-l djamur, digunakan kemudian tanah penutup buatan Jang populasi bakteria stimulati.fnja terkontrol dengan baik (Hayes et a1. 1969, Park & Agnihotri 1969).

Di Indonesia banjak didapatkan djenis2 djarnur liar jang dapat dlmakan dan tidak membahajakan. Beberapa djenis diantaranja sudah umum ditanam dan dipelihara karena mempunjai ni-1aj- ekonomi. Satu diantaranja adalah djamur padi (Voluatiella uoluaeea), jang umum pula disebut djarnur merang, supa pare, dsb. Tetapi hasil jang dapat ditjapai oleh para penanam dan pemellhara djarnur padi dibeberapa tempat sekitar Bekasi, Karawang, Tjikarnpek dan Tjl-rebon, masih djauh dibawah mlnimal jang diharapkan. Sebab2nja disamping budidaja penanaman dan perneliharaan djamur padi di Indonesi.a pada umumnja rnasih merupakan pengetahuan tradisi jang turun temurun, penjuluhan untuk usaha peningkatan sepertl hal-nja untuk tanaman ekonomi lainnja tidak didapatkan.

Penelltian ini dlmaksudkan untuk rnentjari salah satu data dalarn usaha meningkatkan kwalitas dan kwantitas hasil djamur padi dltindjau darl segl- mlkroblologl, sehubungan dengan adanja efek stimulatl-f darl beberapa djenis bakterla terhadap pembentukan tubuh-buah.

BAHAN dAn TATMERDJA

Spora djanur padi didapat- dan dikumpulkan darl beberapa tempat penanaman djamur padi setjara tradlsl- jang terletak di Bekasl, Karawang dan Tjlkampek, dalam bentuk tjetakan spora pada kertas sarlng steril. Spora2 tsb. kernudian diketjarnbahkan dengan menggunakan dua matjam media, jaltu:

  • a. Medl-a ekstrak tanah (ex Tischer) ; 2QO m1 ekstrak tanah, 0.2 e KNO3, 0.02 g K2HP04, 0.02 g MgS04.7H2O, L4 g agarZ dan 800 ml aquadest.
  • b. Medla U Thet Su (Singer l-961-): 60 g bldjl gandurn (kemudian dlgantl oleh bul-gur), 75 g agat2 dan 1.000 rnl aquadest.

Spora2 jang telah berketjambah kemudian digunakan sebagai sr:mber misella dalam pembuatan bibit djaurur padi berdasarkan metoda U th6t Su (Singer 1961-), jaltu: potongan2 ketjll berukuran 4 - t cm merang padl digunakan sebagai dasar medla Jang diternpatkan didalarn botol- bier. Disamping diberi air setJukupnja, ditambahkan pula kedalamnja larutan penambah jang terdiri dari ekstrak buah polong2an.

Pada saat pengambilan dan pengumpulan spora2 djamur, dikumpulkan pula bagian2 bedengan penanaman jang telah ditumbuhi djamur sebagai sumber untuk pembuatan larutan bakteria. Antara 5-10 g bagian2 tsb. ditanamkan kedalam media sukrosa pepton jang tersusun dari: 4 g pepton, 20 g sukrosa, 0.25 g \({\rm KH_2PO_4}\), 0.25 g \({\rm CaCl_2}\), 0.25 g \({\rm MgSO_4.7H_2O}\), 0.12 g KCl dan 1.000 ml aquadest. Media jang telah ditumbuhi bakteria pada usia 2 minggu kemudian digunakan sebagai sediaan untuk larutan bakteria.

Media tempat penanaman dan pemeliharaan djamur padi dibuat dengan susunan jang umum digunakan oleh para penanam dan pemelihara tradisi di Djawa Barat, jaitu dengan bandingan berat 3:1:1 untuk merang padi, sekam dan arang sekam. Kemudian media penanaman ditempatkan didalam stopfles berukuran 2 liter jang mengisi 3/4-nja. Semua stopfles jang telah diisi media penanaman ditutup bagian atasnja dengan kain kassa dan disterilkan dengan menggunakan autoclave pada tekanan 15 lbs selama 15 - 20 menit.

Djumlah stopfles jang digunakan dalam tiap tahap penelitian ada 35 buah, jaitu:

  • 15 buah ditanami bibit djamur padi + larutan bakteria,
  • 15 buah ditanami bibit djamur padi sadja,
    • 5 buah diberi larutan bakteria sadja.

Semua stopfles ditempatkan ditempat terlindung dari tjahaja matahari langsung didalam rumah-katja. Suhu rata2 untuk siang hari antara \(24-32^{\circ}\text{C}\), dan malam hari antara \(16-24^{\circ}\text{C}\). Kelembaban relatif berkisar antara 76-93%.

Hasil dinjatakan positip kalau antara 2 - 8 minggu setelah waktu penanaman bibit, didalam stopfles didapatkan pembentukan tubuh-buah djamur padi. Untuk stopfles jang melebihi waktu 8 minggu tidak didapatkan pertumbuhan tubuh-buah djamur padi, hasilnja dinjatakan negatip. Pertjobaan seluruhnja dilakukan dalam tiga kali ulangan, jang berlangsung bulan Maret-April, Djuni - Djuli dan Oktober - Nopember 1971.

HASIL dan DISKUSI

Dari tiga kali pertjobaan jang dilakukan dengan djumlah penanaman 90 buah stopfles jang ditanami bibit djamur padi dan 15 buah stopfles jang hanja diberi larutan bakteria sadja, didapatkan hasil sebagai berikut:

Dari pertjobaan pertama 80% positip, pertjobaan kedua 87% positip dan pertjobaan ketiga 73% positip. Semua stopfles dengan hasil positip ternjata terdiri hanja dari stopfles jang ditanami bibit djamur padi dan ditambah larutan bakteria. Sedang untuk stopfles jang nasilnja negatip terdiri dari:

  • a. berisi bibit djamur padi ditambah larutan bakteria, tetapi didalamnja banjak ditumbuhi djamur2 kontarninasi jang termasuk genera AspergiLlus, PenieilLium, Mucox, Rhizopurs, Fusay"ium dan AetinomAcesi
  • b. berisi bibit djamur padi tanpa larutan bakteria, didalamnja hanja ditumbuhi miselj-a djamur padi tanpa terlihat adanja pertumbuhan bakal tubuh-buah, dan kadang2 pertumbuhan djamur kontaminasi sangat banjak pula;
  • c. hanja berisi larutan bakteria sadja, didalamnja banjak ditumbuhi bakteria dan miselia djarnur jang bukan djamur padi.

Sebegitu djauh walaupun pelaksanaan penanaman dan perneliharaan djamur padi selama peneli.tian ini dilakukan dalam kondisi serni sterj-l dj-mana kemungkinan besar adanja kontaminasi udara masih banjak, tetapi djawaban atas pertanjaan apakah pembentukan tubuh-buah djamur padi dirangsang pula oleh adanja bakterla tertentu seperti halnja untuk mushroom/champignon, dengan hasil penelitian ini dapat didjawab.

Adanja kontaminasi. udara jang kadang2 sifatnja tjukup berat darj- djarnur2 jang termasuk genera AspergilLus, Penicillium dan ActinotnAces dalarn media penanaman, serta tidak didapatkann.ja pertumbuhan tubuh-buah, kemungkinan besar pula disebabkan oleh adanja kemanpuhan dari genera djarnur tsb. jang mampuh menghasilkan senjawa antibiotika sehingga pertumbuhan populasi bakceria stimulatif terhambat.

Menurut Plunkett (1953) peranan jang diberikan oleh adanja bakteri didalarn bedengan tempat penanaman djamur, berhubungan erat dengan kebutuhan beberapa djenis asam amino dan vitamin dalam pembentukan tubuh-buah, serta kemampuhan dari bakteri2 tertentu untuk rnenghasilkannja.

Park & Agnihotri (1969) menggunakan ekstrak tanah sebagai sumber perangsang dalam pembentukan tubuh-buah mushroom/champignon. Hasilnja ternjata bahwa sampai dengan pengentjeran 1:500 dari ekstrak tanah dengan kepekatan 100 g/100 m1 air, pembentukan tubuh-buah terdjadi dengan baik. Hal ini ternjata lcemudian erat hubungannja dengan masih didapatkannja djumlah populasi jang mentjukupi dari bakteri2 stirnulatif dalam pengentjeran tsb. 01eh Schisler (L967) kemudian diusahakan penggunaan minjak tanaman sebagai pengganti asam amino dan vitamin jang dibutuhkan dalarn pembentukan tubuh-buah. Hasilnja ternjata rata2 sama. Tetapi gabungan penggunaan bakteri sti.mulatif dan minjak tanaman, meningkatkan hasil pembentukan tubuh-buah mushroom/champignon beberapa kali lipat, dapat dibuktikan oleh l'legg (1960) dan Hayes et a1. (1969).

Djenis2 bakteria jang didapatkan dari larutan bakteri.a selama penelitian ini dilakukan jang sumbernja berasal dari Bekasi, Karawang dan Tjikampek adalah:

Djenis BakteriaKerapatan Taksiran
BekasiKarawangTjikampek
Agrobacterium spp.-_+
Azotobacter vinelandii+++
Bacillus megaterium++++++++++++
B. subtilis+++++
Pseudomonas putida++++++++++++
Pseudomonas spp.+++++++

Keterangan: - (tidak didapatkan),

+ (didapatkan sangat sedikit),

++ (didapatkan tjukup),

+++ (didapatkan banjak),

++++ (didapatkan sangat banjak).

Laporan penelitian tentang efek stimulatif dari bakteria terhadap pembentukan tubuh-buah djamur padi dalam kondisi jang steril, serta efek stimulatif dari tiap2 djenis bakteria jang didapatkan dari tempat penanaman djamur padi terhadap pembentukan tubuh-buah, akan dilaporkan kemudian.

UTJAPAN TERIMA KASIH

Terima kasih jang se-besar2nja penulis utjapkan kepada a. Badan Pembina Bahan-baku Pertekstilan, b. Jajasan Siliwangi, dan c. Propelad, ke-tiga2nja di Bandung dan jang telah banjak memberikan bantuan dan perhatian terhadap masalah djamur padi, sehingga penelitian ini setjara baik dapat dilaksanakan.

KEPUS TAKAAN

Flegg, P.B. (1960). The functions of the compost and casing layer in relation to fruiting and growth of the cultivated mushroom. Mush.Sci., 4, 205 - 207.

  • Hayes,W.A. et a1. (1969). The nature of the microbial stimulus affecting sporophore formation in AgarLcus bisporus (Lang.) Sing. Ann.appl.Biol. , 64, I77 - 187.
  • Manning,W.J. & Crossan,F.D. (1966). Effects of a partlcular soil bacterium on sporangial production in Phytophthora cinnononii in liquid culture. Phytopath., 56, 235 - 237.
  • Park,J.Y. & Agnihotri,V.P. (),969). Sporophore production o f Agaricus bisporus in aseptic environments. Antonie van Leeuwenhoek, 35, 523 - 528.
  • Plunkett,B.E. (1953). Nrrtritional and other aspects of fruit 1-^,t,, ^-^,{,,^+ y.----;ion in pure cultures of Collybia ueLutipes. Ann.Bot.N.S., L7, L93 - 196.
  • Schis1er,L.C. (I967). Stimulation of yield in the cultlvated mushroom by vegetable oils. Appl.Microbiol., 15, 844- 850.
  • Singer,R. (1961) . Wshv,ooms and ttwffLes. Leonard Hill Ltd., New York.

(Diterima 23 Djuni 1972)

t .

References

  1. Flegg,P.B. (1960). The functions of the compost and casing layer in relation to fruiting and growth of the cultivated mushroom. Mush.Sci., 4, 205 - 207.
  2. Hayes,W.A. et al. (1969). The nature of the microbial stimulus affecting sporophore formation in Agaricus bisporus (Lang.) Sing. Ann.appl.Biol., 64, 177 - 187.
  3. Manning, W.J. & Crossan,F.D. (1966). Effects of particular soil bacterium on sporangial production in Phytophthora cinnamonii in liquid culture. Phytopath., 56, 235 - 237.
  4. Park,J.Y. & Agnihotri,V.P. (1969). Sporophore production of Agaricus bisporus in aseptic environments. Antonie van Leeuwenhoek, 35, 523 - 528.
  5. Plunkett,B. E. (1953). Nutritional and other aspects of fruit body production in pure cultures of Collybia velutipes. Ann.Bot.N.S., 17, 193 - 196.
  6. Schisler,L.C. (1967). Stimulation of yield in the cultivated mushroom by vegetable oils. Appl.Microbiol., 15. 844-850.
  7. Singer,R. (1961). Mushrooms and truffles. Leonard Hill Ltd., New York.