1. Home
  2. Archives
  3. Vol 9 (1975) Issue 2
  4. Articles

Daya Antibiotika dari Micromonospora Termofilik (Actinomycetales) yang Tumbuh Secara Aktif Selama Proses Pengomposan Sampah Kota

Abstract

Ringkasan. Genus Micromonospora termasuk salahsatu genera dari Actinomycetales yang kurang dikenal. Kehidupannya umum secara mesofilik dan termofilik, dan ditemukan di dalam tanah, air, pupuk-kandang dan kompos. Tulisan ini akan melaporkan potensi daya antibiotika dari Micromonospora yang diukur berdasarkan sifat antagonismanya terhadap bakteria. Abstract. The genus Micromonospora belongs to one of the least-known genera of the Actinomycetales. It comprises both mesophilic and thermophilic forms and is found in soils, in water, in manure and in composts. The present paper reports on antibiotic potential of Micromonosporaas measured by its antagonism against bacteria.

PENDAHULUAN

Sampah yang dibiarkan bertumpuk, atau sengaja ditumpukkan untuk dijadikan kompos, merupakan media yang banyak ditumbuhi

*)Departemen Biologi, Institut Teknologi Bandung.

oleh olkroorganisEa terloofillk, terdlrl darl bakterla, actlnorrycetes, Jarour, ragi dan algae (Shlleeky, 1969). Kelonpok actlnonycetea ternofllik yang tunbuh aktip BelaDa prosea peDgonposan serta Eedpunyai. loleransi tlnggl terhadsp temperatur tlnggi antara 55-75'C dau pII dntara 4-7.5 adal.ah Microtronoepotd Ors. (Erlkson, 1952; Suriawlria, 1972).

Sudah dlketahul sejak latr'a bahrra pengSunaan koopoa aewaktu penanalran bllL-bulan, bukan hanya dlnaksudkan debagal sediaan unsur-unsur yang kelak akan dlbutuhkan oleh btjl ysng berkecaDbah, tetapl Juga dinaksudkan untuk nellndungl b1J1 blJian yang sedang berkecanbah darl serangan nl-kroorganlsDa tanah patogen (Grossbard, 1952; Gregory et al. 1952). 01eh Grossbard sendirl (1952) telah dapat dibuktlkan bahna ada hubunSan yang erat dlantara kepadalen populasi actlnoDycetea selama proses pengoEposan dengan dihasilkannya antlblotika. Dan Waksnan (1947) telah nenemukan Jenia antlblotlka bsru dari Mie?ononospotw. nesoflllk tanah yang dlberl nsna micromonospori.n.

Penelitlan lni dlnaksudkan untuk 1e51h lanjut rtreuelltl keuanpuan blakar. Micrononoapo?a sp. yang dldapatkan aecara aktlp tuubuh selama proses pengoopoaan sanpah Lota, terhadap kenungkinan-keEungkl-nannya urtuk nenghasllkan antibLotika.

BAIIAN DA}I TATAKERJA

1. Biakan

Untuk produksl antlblotlka telah dlgunakan 23 buah biakaD-uurni Mie|monnspota ternofilik yang belun diketahul specles-nya. Blakan tersebut merupakan koleksl penulls yang dikuopulkan antara tahun 1965-7912 darl beberapa tenpat penlmbunan aaDpah dl kota Bandung (Daftar I),

Untuk a6say antiblotlka yanB dlhasilkan, digunakau dua lenle bakterl, yaitur Eschet[,chia coli (cralr -) dan Stqhylococcua aureu€ (Grad +) sesual dengan Eetoda Grosabard (1952) dan ueatley (1949).

2. Media

Telah dlpergunakan dua Jenls oedia untuk produkal anti. blotlka, yai.tu:

  • a. Berdasarkan cregory et a1. (1952) yang terdlrl darl: 20 g tepung kedele, 20 g glukosa, 5gCaCO1,5gcorn-step-11quor (Dlfco) dan 1.000 nl aquadest. SJl.f,- disterilkan pll larutan 7.0.
  • b. Birdasarksn llarren et al-. (1955) yang terdiri darl: 15 S glukosa, 5 g NaC1, 1g CaCO1, 2l g g1lsero1, 15 g repung

Daftar I Bl akAo. Mic! onona ap o! a ternof i1lk yang dl tel i tt dan teEpat dltenukannya

No. UrutNo. blakanTeEpat d itenukannya/keterangan
1MK 28Kanpus ITB
230ldem
33BPasa! Andir
440Pasar Babatan
541iden
642(sanpah segar)
Pasar Kosanbl
743(sampah menahun)
idem
850Pasar Kiaracondong
952Kampus ITB
1053idem
Ll60Jalan
Pas terrr
1262Jalan S ej ahtera
1363sungai
(J1,
Cikapundung Kolor
t{alabar)
1466(Kaupung Maleer)
idem
1568Suogai Cikakak
1669Pasar Andir
I180Kornpleks Van Irnhoff
Tank
1882idem
1988idem
2089Kompleks Pembakaran Sanpah jalan
Asta
na Anyat
2190idem
22100idern
23104Pasar Balubur

kedele daD 1.000 n1 aquedeat, Sebelun dlsterllkan pU larutart 7.2.

Dua jenls Eedla untuk blgkell bakterla da! essay-antlblotlka berdasarkan Heatley (1949) telah dlgunakan, yaitu:

  • a. Tript osa-deks trosa-agar (TDA), terdlrl dari3 10 g trl.ptosa, 10 g dekstrosa, 5 g NaC1, 3 g ekstrak-daglDg, l-5 g agaragar, dan 1.000 nl- aquadest.
  • b. Pep ton-deke trosa-agar (PDA), terdirl darl: 1g pepton, 20 g dekstross, 20 g ekstrak-daglng, 25 g agar-agar dan 1,000 ro1 aquadest .

3. Pt:oduksi antibiotika

Ke dalan botol Erlenneyer ukuran 500 nl dau berisl 100 n1 Eedia calr, dllnokulaslkan btakan Micrononolpora sp, dalan stadia sporulasi. Senua botol dlcenpatkan dl atas alat peogocok (shaker) dengan kekuatan 100 kali putaran per menl.t, di dalao teropat berternperatur 38 + 2'C sesual deugan Detoda Abraha& & Heatley (1949), selana delapan harl.

4. AssaV antibiottka

Assay dl]akul..an terhadap antibl.otlka yang telah dlhasilkan, berdasarkan metoda-standar "Dlac plate agar diffusion'l darL Ueatley (1949) dan llurnprey & Llghtbonn (1952), yairu: sebanyak 1 n1 larutan dlteteskan pada kertas saring bergaristengah J-2 rm yang telah dltenpatkan pada cawan Petri berlsl blakan bakteria. Daya antlblotlka dlukur dengan satuan blounit, yaltu 1 btounlt sama dengan daerah hambatan sekllar kertas saring selua6 /sepanj ang 20 ou setelah pengeranan 18 jalr pada tenperatur 28 + 2"C. Di setlap cawan Petri ditenpatkan 3 kertas saring.

Sebagal penbandlng dilakukan dengan cara yang sana dengan nenggunakan nedla rournl.

Sedua pekerj aan dilakukan secara sterll dalan tiga kali ulangan.

ITASIL DAN DISKUSI

Dart 23 buah blakan yang dicoba, telah remberikan hasil sepertl tercantum pada Daftar II.

Sesual dengan hasll percobaan Waksnan et al. (1947) ter-Dyata bahlra antiblotlka yang dlhasilkan oleh Micrononospot'a ternoflltk relatlf tldak berpengaruh terhadap bakteri cran -. Ini dapat dillhat dari Daftar II, bahna daerah haDbatan untuk biakan nooor 3, 8 dan 17 darl Medla Warren et a1.' (1955) terhadap bakterL Gram + menberikan hasl1 haEbatan #, sedang

Daftar II Hasil daya antibiotika Micromonospora termofilik terhadap bakteri Gram + dan Gram -

Nomor
urut
biakan
DaDari Media WarrenDarí Medla Gregory
E. coliS. aureusE. coliS. aureus
TDAPDATDAPDATDAPDATDAPDA
1__++-_--
2_-++_-+-
3+++++++++++++
4---_---_
5_-++---_
6--+*----
7---_---
8++++++++--++++
9~-++,++--++
10---_-••--
11--------
12--++--++
13-----~--
14-------_
15--++----
16--++++--+` +
17++++++++-++
18--------
19--++---+
20--++----
21--++----
22---+----
23--++-__

positip

Keterangan

  • (hasil negatip)
  • + (daerah hambatan kurang dari 1 biounit)
  • ++ (daerah hambatan 1 biounit)
  • +++ (daerah hambatan lebih dari 1 bioumit).

terhadap bakteri Gram - hanya +; .jedangkan untuk bi.ikan ndmor 9 dan 16 yang m.rirfterikarr hasil # rrntuk bakteri Gran +, unruk bakteri Craii - tidak samasekali.

Hasil penggunaan media Warren et a1. (1952) d;Ir Gregory et aL. (I952) untuk produksi antibiotika, ternyaL.r sangat berbeda.

Di dalam media warren et al. (1955), hasil positip adalah I3,O4Z d,an 11,04,"1 untuk bakteri Gran - dan 65,30% cJao 69,64'll untuk bakteri Cram +. Sedang di dalam rnedia Gregory hasilnya nernberikan 4,342 dan 4,342 untuk bakteri Glam - dan 30.43% dan l0,lr3Z untuk bakteri cran + (Daftar 1I).

Sesuai dengan Abraham & tleatley (1949) dan Hur0prey & Lightbown (1952) keberbasilan untuk produksi dan deteksi antibiotika dari mikroorganisma, sangat ditentukan oleh bentuk dan si-fat dari media. Ternyata bahwa hasil selama penelitian ini dilakukan, nedia Warren yang unum digunakan untuk hanpir seluruh mikroo rganisna- tanah, memberikan hasil yang leblh baik kalau dibandingkan dengan media Cregory.

Penggunaan media TDA dan PDA untuk biakan bakteri dan assay antibiotika, tidak memberikan hasil yang berbeda, keduaduanya harnpir s arna.

MicratnottaapoTa sp. yang hidup mesofilik dan Eermofilik, merupakan m j-kroo rgan j-sna kosnopolitan. Dapat hidup dan berkenbang dengan baik hampir di semua habitat, telutama di dalan air dan ta4ah, Sifat yang menonjol dari actinonycetes lnl di dalam media agar adalah: tidak menpunyai "aerial nycelia'r, dan konidia terbentuk hanya sebuah pada setlap ujung percabangan niselia yang pendek. Warna koloni umumnya nelah atau jingga ketika nasih muda (umur 2 x 24 jan) kernudian berubah menjadl L'alna gelap, umumnya coklat-tua atau kehitaE-hi Eaaran kalau Ieblh dari 2 x 24 jam.

Seheoi tn i:'rh, npnrrlis belurn berhasil untuk nenentukan species dari ke-2f biakan yang dicoba, terutana sekali yang nember:ikan hasil # dan +t+ selana percobaan, berhubung banyak kesukaran di dalan cara identifikasi dad determinasi untuk Actinomycetales.

Hasil percoba:n terhadap 5 biakan yang nenberikan nllal + atau # dengan metoda langsung berdasarkan sistln perkolasi yang telah dilakukan oleh penulls di lingkungan Mikrobiologiska Institutionen, Lantb rukshogskolan, Uppsal_a (Swedl-a) tahun 1973, akan d iumumkan secara tersendlri.

UCAPAN TERIMA KASIH

Sebagian terbesar dari koleksi biakar' Micromonospota yasg dicoba, didapatkan ketika penulis aktip dalam nasalah persaupahan dan perkornposan di lingkungan PenerinEah Daerah Jasa

Barat, Propelad Kodam VI Siliwangi (sekarang P.T. Propelat) dan Team City and Industrial Pollution Departemen Teknik Penyehatan ITB. Ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya penulis tujukan kepada badan/instansi tersebut di atas.

References

  1. Abraham, E.P. & N.G. Heatley (1949). Detection and extraction of antibiotic substances, Di dalam: Antibiotics, Vol. I., Oxford Univ. Press, London, 74-109.
  2. Erikson, D. (1952), Temperature and Growth relationships of a thermophilic Actinomycetes, Micromonosppora vulgaris. J. gen. Microbiol., 6, 286-294.
  3. Gregory, K.F. et al. (1952), Antibiotics as agents for the control of certain damping-off fungi. Amer. J. Bot., 39, 405-415.
  4. Grossbard, D. (1952), Antibiotics production by fungi on organic manures and in soil. J. gen. Microbiol., 6, 295-310.
  5. Heatley, N.G. (1949), The assay of antibiotics. Didalam: Antibiotics, Vol. I., 74-109, Oxford Univ. Press, Lond.
  6. -----. (1949), Methods for measuring the sensitivity of microorganisms to antibiotics. Ibid., 200-214.
  7. Humprey, J.H. & J.W. Lightbown (1952). A general theory for plate assay of antibiotics with some practical applications. J. gen. Microbiol., 7, 129-143.
  8. Shilesky, D.M. (1969). Mycology of composting. Compost Sci., 9, 20-23.
  9. Suriawiria, U. (1968). A system of composting in West Java, Indonesia. Ibid., 8, 22.
  10. -----. (1972). Mikrobiologi sampah kota Bandung. Laporan hasil penelitian, ITB (Tidak dipublikasikan).
  11. Waksman, S.A. (1974). Micromonosporin, an antibiotic substance from a little-known group of microorganisms. E. Bact., 53, 355-357.
  12. --------. (1955). Non-aynthetic media for antibiotic ----- Actinomycetes. Antib. Chemother., 5, 6-12.