1. Home
  2. Archives
  3. Vol 6 (2015) Issue 2
  4. Articles

Pengujian Pengenalan Wajah Menggunakan Raspberry Pi

Abstract

Sistem keamanan yang baik memiliki sistem verifikasi data lebih dari satu. Sebagai contoh, sistem pintu masuk ruangan rahasia sebaiknya tidak hanya menggunakan password berupa paduan angka dan huruf namun juga harus ditambahkan sistem biometrik, misalkan sistem pengenalan wajah. Dari latar belakang tersebut penulis berinisiatif untuk membuat sistem pengenalan wajah dengan menggunakan sistem tertanam (embedded system) raspberry pi. Perangkat keras utama dari sistem adalah raspberry pi dan modul kamera raspberry pi. Metode pengenalan wajah yang digunakan adalah eigenface dengan bantuan library opencv. Raspberry pi akan diinstall dengan sistem operasi raspbian yang merupakan sistem operasi debian yang diperuntukan untuk raspberry pi. Program pengenalan wajah yang akan dibangun menggunakan bahasa pemrograman C++. Data Training diambil dari 5 orang, masing-masing orang diambil sembilan bahan Training berupa foto dengan variasi ekpresi dengan pose yang sama. Dari pengujian performansi prototipe yang dibangun, didapatkan equal error rate (EER) sebesar 13,333%.Kata Kunci Kata kunci: pengenalan wajah, opencv, rasberry pi, eigenface, keamanan

Keywords

1. Pendahuluan

Kehidupan masyarakat yang semakin berkembang menjadikan sistem keamanan merupakan kebutuhan pokok bagi sebuah komunitas. Sistem keamanan tersebut berguna agar tidak sembarangan orang dapat mengakses fasilitas yang kursial. Misalnya di bank, tidak semua orang yang dapat masuk ke brankas penyimpanan uang, hanya orang-orang yang memiliki kewenangan saja yang dapat mengaksesnya.

Salah satu sistem keamanan yang baik adalah menggunakan biometrik sebagai identitas data. Sistem biometrik mengukur salah satu atau lebih ciri fisik atau kebiasaan dari karakter orang. Karena sifat yang unik ini, biometrik baik digunakan sebagai data untuk verifikasi sistem keamanan. Selain itu biometrik juga dapat digunakan sebagai data kependudukan. Pada e-KTP yang digunakan sekarang terdapat data-data biometrik seperti sidik jari, iris mata dan tanda tangan.

Oleh karena latar belakang diatas maka pada makalah ini penulis berinisiatif mencoba merancang salah satu teknologi dibidang biometrik yaitu pengenalan wajah dengan menggunakan input dari kamera yang akan diproses dan identifikasi oleh sistem tertanam raspberry pi yang nantinya dapat memverifikasi wajah seseorang yang telah kita masukan ke dalam database sebelumnya.

2. Perancangan

Perancangan terdiri dari perangkat keras raspberry pi dan kamera modul raspberrry pi. Gambar 1 menunjukan perangkat keras yang digunakan. Perancangan perangkat lunak terdiri dari beberapa tahap diantaranya installasi sistem operasi yang ditanam pada raspberry pi dan installasi compiler untuk bahasa pemrograman C++. Sistem operasi yang dipakai adalah raspbian. Raspbian merupakan varian dari linux debian yang dibuat khusus untuk perangkat raspberry pi.

Gambar 1. Perangkat Hardware

Untuk pengolahan citra digunakan library opencv. Opencv akan digunakan untuk pengenlan pola dari wajah yang akan dideteksi. sistem pengenalan pola memiliki diagram blok yang diperlihat pada Gambar 2.

Gambar 2. Sistem pengenalan pola

Dapat dilihat bahwa sistem tersebut dibagi menjadi dua kelompok yaitu pengenalan (Recognition) dan pelatihan (Training). Bagian pengenalan terdapat Preprocessing, Extraction, Classification. Preprocessing merupakan proses awal yang dilakukan untuk memperbaiki kualitas citra dengan menggunakan teknik-teknik pengolahan citra.

Sedangkan Extraction adalah proses mengambil ciri-ciri yang terdapat pada objek di dalam citra. Pada proses ini objek di dalam citra dideteksi seluruh tepinya, lalu dihitung propertiproperti objek yang berkaitan sebagai ciri. Beberapa proses ekstraksi ciri diperlukan untuk mengubah citra masukan sebagai citra biner, melakukan penipisan pola, dan sebagainya. Bagian terakhir dari kelompok pengenalan adalah Classification, merupakan proses mengelompokkan objek ke dalam kelas yang sesuai.

Kelompok kedua pada sistem pengenalan pola adalah pelatihan (Training), terdapat dua bagian Selection dan Learning. Selection merupakan proses memilih ciri pada suatu objek agar diperoleh ciri yang optimum, yaitu ciri yang dapat digunakan untuk membedakan suatu objek dengan objek lainnya. Bagian terakhir Learning adalah proses belajar membuat aturan klasifikasi sehingga jumlah kelas yang tumpang tindih dibuat sekecil mungkin.

Untuk metoda pengenalan wajah yang akan digunakan pada makalah ini adalah eigen face method. Prinsip dasar dari pengenalan wajah adalah dengan mengutip informasi tersebut kemudian di-encode dan dibandingkan dengan hasil decode yang sebelumnya dilakukan. Dalam metode eigenface, decoding dilakukan dengan menghitung eigenvector kemudian direpresentasikan dalam sebuah matriks yang berukuran besar.

2

Gambar 3. Alur proses identifikasi citra menggunakan algoritma eigenface

Algoritma eigenface secara keseluruhan cukup sederhana. Citra matriks ( ) direpresentasikan ke dalam sebuah himpunan matriks ( 1, 2, ..., M ). Cari nilai rata-rata ( ) dan gunakan untuk mengekstrasi eigenvector ( ) dan eigenvalue ( ) dari himpunan matriks. Gunakan nilai eigenvector untuk mendapatkan nilai eigenface dari citra. Apabila ada sebuah citra baru atau test face ( new ) yang ingin dikenali, proses yang sama juga diberlakukan untuk citra ( new ), untuk mengekstraksi eigenvector ( ) dan eigenvalue ( ), kemudian cari nilai eigenface dari test face ( new ). Setelah itu barulah citra baru ( new ) memasuki tahapan pengenalan dengan menggunakan metode euclidean distence.

3. Characterization result and discussion

Pengambilan bahan uji dilakukan dengan jarak dan kondisi pencahyaan yang telah diatur sedemikian rupa sehingga diharapkan akan sama dengan kondisi pemasangan alat. Pencahayaan yang digunakan dalam rentang 300 – 350 lux sedangkan jarak kamera dengan orang yang akan diambil Gambar wajahnya berjarak 20 – 30 cm.

Setelah Gambar uji coba diambil maka ukuran Gambar bagian wajah diubah menjadi 100 x 100 pixel yang selanjutnya akan digunakan untuk bahan Training. Berikut Gambar yang telah di oleh menjadi bahan Training.

Gambar 4. Bahan Training

Percobaan yang akan dilakukan terdiri dari foto yang diambil dari 5 orang masing-masing sebanyak 9 buah foto yang mewakili ekspresi yang berbeda namun pada pose yang sama. Foto yang diambil dipotong sekitar bagian wajah yang diperlihatkan pada Gambar 4. Fotofoto tersebut telah diolah sebelumnya menjadi foto hitam putih. Pengujian akan dilakukan untuk melihat kerja sistem biometrik dengan melihat rasio kesalahan keputusan (decision error rate) yang terdiri dari rasio kesalahan penerimaan (false acceptance rate) dan rasio kesalahan penolakan (false rejection rate).

Pada pengujian pertama dilakukan dengan prosedur sebagai berikut:

  • 1. Dari 9 bahan data Training diambil masing-masing 3 bahan data Training pada setiap orang yang akan dijadikan data Training.
  • 2. Pengujian data Training dilakukan dengan masing-masing 3 foto asli yang dijadikan data Training.
  • 3. Pengujian dilakukan dengan mengubah-ubah nilai treshold dari 3000 sampai 6000 dengan rentang 250.

Hasil pengujian dapat dilihat pada tabel 1 hingga tabel 4 .

Tabel 1. Pengujian 3 data training

NilaiIrvanyundirairinalisty
Treshold/
foto
123123123123123
3000CCCAAACCCCCCACA
3250CCCAAACCCCCCACA
3500CCCACACCCCCCACA
3750CCCACACCCCCCACA
4000CCCACCCCCCCCACA
4250CCCACACCCCCCACA
4500CCCACACCCCCCACA
4750CCCACACCCCCCACA
5000CCCACACCCCCCRCA
5250RCCACARRCCCCRCR
5500RRRACARRCCCCRCR
5750RRRRCRRRRRRRRRR
6000RRRRRRRRRRRRRRR
NilaiIrvanyundirairinalisty
Treshold/
Photo
123123123123123
3000CCCCCCCCCCCCACA
3250CCCCCCCCCCCAACA
3500CCCCCCCCCCCAACA
3750CCCCCCCCCCACACA
4000CCCCCCCCCCCAACA
4250CCCCCCCCCCCAACA
4500CCCCCCCCCCAAACA
4750CCCCCCCCCCCAACA
5000CCCCCCCCCCCAACA
5250CCCCCCCCCCAAACA
5500RCCCCCCCCCCARCA
5750RRRRCRRRCRRRRRR
6000RRRRRRRRRRRRRRR

Keterangan :

A : Menunjukan bahwa pada saat pengujian terjadi transaksi dengan klaim salah terhadap identitas yang diterima oleh sistem.

C : Menunjukan bahwa pada saat pengujian terjadi transaksi dengan klaim benar terhadap identitas yang diterima oleh sistem.

R : Menunjukan bahwa pada saat pengujian terjadi transaksi dengan klaim benar terhadap identitas yang ditolak oleh sistem.

Uji performansi sebuah sistem biometrik dapat dilihat dari grafik receiver operation characteristics (ROC) yang terdiri dari nilai false accept rate (FAR), false reject rate (FRR) dan equal error rate (EER). FAR menyatakan bagian transaksi dengan klaim salah terhadap identitas (yang terdaftar di sistem) ataupun non-identitas (yang tidak terdaftar di sistem) yang diterima sistem. FRR menyatakan bagian transaksi dengan klaim benar terhadap identitas (yang terdaftar di sistem) ataupun non-identitas (yang tidak terdaftar di sistem) yang ditolak sistem. EER merupakan titik perpotongan antara grafik FAR dan FRR yang menunjukan indikator tingkat akurasi sistem biometrik.

Pada percobaan pertama didapatkan hasil FAR dan FRR yang tertera dalam tabel 3

Tabel 3. Persentase FAR dan FRR pengujian pertama

Nilai
treshold
Jumlah
Pengujian
FAR% FARFRR% FRR
300015533,3333333300
325015533,3333333300
350015533,3333333300
375015426,6666666700
400015426,6666666700
425015426,6666666700
450015426,6666666700
475015426,6666666700
50001532016,666666667
525015213,33333333533,33333333
550015213,33333333746,66666667
575015001493,33333333
6000150015100
4

Gambar 5. Grafik FAR, FRR dan ERR pengujian pertama

nilai
treshold
jumlah
pengujian
FAR% FARFRR% FRR
300015213,3333333300
32501532000
35001532000
37501532000
40001532000
42501532000
450015426,6666666700
47501532000
50001532000
525015426,6666666700
550015213,33333333213,33333333
575015001386,66666667
6000150015100
4

Gambar 6. Grafik FAR, FRR dan ERR pengujian kedua

Dari hasil pengujian prototipe yang dibangun didapatkan ERR sebesar 18% pada pengujian pertama dengan nilai batas 5100 sedangkan pada pengujian kedua didapatkan EER sebesar 13,333% dengan nilai batas 5500.

J.Oto.Ktrl.Inst (J.Auto.Ctrl.Inst) Vol 6 (2), 2014 ISSN : 2085-2517

4. Kesimpulan

Raspberry pi dapat dipasang sistem operasi yang unjuk kerjanya seperti sebuah PC sehingga dapat melakukan komputasi pengolahan citra berupa pengenalan pola. Metoda eigenface digunakan karena komputasinya tidak begitu berat dilakukan oleh perangkat raspberry pi sehingga performansi yang dihasilkan dari makalah ini mencapai nilai ERR sebesar 13,333%.

5. Daftar Pustaka

  • [1] Munir, Rinaldi, 2008, Pengolahan Citra Digital, E-Book.
  • [2] http://thinkrpi.wordpress.com/opencv-and-pi-camera-board
  • [3] Putra, Darma, 2009, Sistem Biometrika: konsep dasar, teknik analisa citra dan tahap membangun aplikasi sistem biometrika. Yogyakarta: Andi Offset.
  • [4] Arabnia, Hamid R., Jafri, Rabia, 2009, A Survey of Face Fecognition Techniques, Journal of Information Processing System.

Research Intelligence

Data from OpenAlex ↗

Metrics

7
Citations
0.43
FWCIfield-weighted
80th
Percentilevs same year + field
Article
Work type
Open Access

Citation Trend

Citation Timeline

YearCitations
20231
20221
20212
20201
20191
20181

Semantic Profile AI-classified research signals

level 1
level 0
Physics 0.33
level 0

Institution Network