Pendahuluan
Keahlian dalam penggunaan senjata api merupakan hasil dari latihan yang rutin. Semakin banyak dan rutin Latihan maka semakin ahli untuk menggunakan senjata api. Namun, hal yang penting juga dan merupakan hal mendasar dari proses berlatih adalah pengetahuan dan pengenalan senjata api. Penggunaan senjata api yang terbatas di lingkungan pendidikan adalah salah satu masalah mendasar dalam proses pembelajaran [1].
Universitas Pertahanan adalah salah satu pendidikan tinggi yang juga aktif dalam perkembangan dan penggunaan senjata api sebagai proses pembelajaran. Namun, pengenalan senjata tersebut dibatasi oleh peraturan yang begitu ketat. Penyalahgunaan senjata api sudah diatur dalam Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951 yang mengakibatkan mahasiswa termasuk pihak yang tidak dapat langsung mempelajari
senjata api [2]. Salah satu bentuk upaya agar mahasiswa dapat mengenal dan memahami terkait senjata api, maka dilakukan pembelajaran senjata api dengan cara simulasi interface senjata api.
Salah satu senjata api yang sering digunakan oleh pihak kepolisian adalah pistol G2 Combat. Pistol G2 Combat digunakan Angkatan bersenjata Indonesia dikarenakan memiliki panjang laras 4,5 inci sehingga memiliki tingkat akurasi yang baik. Pistol ini mampu menembakkan 15 peluru dengan semi auto, sistem single shoot [3]. Jarak tembak efektifnya adalah 25 m dengan spesifikasi panjang 221 mm dan tinggi pistol 139 mm. Tercatat, pistol seri ini sudah seringkali memenangkan kejuaraan tingkat ASEAN. Bahkan, pistol G2 ini juga digunakan oleh pasukan Pertahanan Laos dalam tingkat lomba ASEAN [4]. Selain itu, desain dasar dari G2 Elite ini mampu menjadi desain dasar utama pembuatan pistol seri update-nya yaitu MAG4. MAG4 memiliki ukuran lebih kecil dari Combat yaitu 4 inci. Tujuannya adalah menyesuaikan dengan tugas anggota Polri di lapangan yaitu Reserse menggunakan senjata yang lebih kecil sehingga dalam penggunaannya dapat disimpan di balik jaket [5]. Pengadaan senjata dalam jumlah massal membutuhkan biaya dan keahlian khusus. Namun, untuk orang awam diperlukan kemahiran dan latihan untuk menggunakan pistol ukuran kecil. Sehingga, penelitian ini difokuskan untuk desain simulasi interface pistol G2 COMBAT Kal. 9 mm. Hal ini dikarenakan ukuran pistol ini cocok untuk latihan tembak pemula. Latihan sangat diperlukan untuk memperoleh keahlian menembak [6].
Simulasi desain interface merupakan proses tata letak desain grafis tampilan pada sebuah website atau software [7]. Desain simulasi diperlukan sebelum akhirnya diproduksi dan digunakan. Selain untuk menghemat biaya pastinya efek cedera dari pemakaian pistol juga hampir tidak ada karena latihan secara virtual.
Mempelajari spesifikasi sebuah senjata api maka perlu juga memperhatikan desain dari senjata api tersebut. Hal tersebut dibutuhkan adanya desain yang serupa dengan senjata api yang aslinya. Desain yang serupa dengan senjata api yang asli maka dibutuhkan software yang memadai. Salah satu software yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Pimp My Gun. Pimp My Gun merupakan suatu software emulator yang digunakan untuk membuat desain senjata yang dilengkapi dari beberapa bagian. Bagian-bagian yang sudah disediakan merupakan peluru, laras, popor, dan lain sebagainya. Sehingga, pengguna dapat memilih dan menyesuaikan bagian-bagian dari pistol yang didesain.
Melatih kesiapan serta keterampilan para pengguna pistol nantinya, baik untuk mahasiswa kadet UNHAN, maupun pengguna pistol untuk angkatan lainnya. Kadet mahasiswa di Universitas Pertahanan RI dituntut untuk dapat mahir menggunakan senjata. Sedangkan, terkendala dengan kepemilikan senjata langsung. Sehingga, pembuatan simulasi senjata ini dapat membantu meningkatkan pemahaman dan penggunaan senjata, bagi mahasiswa kadet Universitas Pertahanan RI. Maka, dibuatlah desain senjata sebagai solusi permasalahan yang ada.
Metode
Metode yang digunakan dalam mendesain simulasi interface pistol G2 Combat adalah metode waterfall [8]. Metode waterfall mengharuskan menjalankan dari tahap ke tahap dengan berurutan [9]. Langkah-langkah dalam metode waterfall pada penelitian ini sebagai berikut:
1. Requirements
Tahapan ini merupakan langkah pertama dan langkah terpenting dalam melakukan pembuatan desain simulasi interface pistol G2 Combat. Tahapan ini menilai kebutuhan apa yang harus disiapkan untuk membuat desain simulasi interface pistol G2 Combat. Kebutuhan untuk membuat desain simulator tersebut dapat diuraikan dari data pistol G2 Combat dan software untuk mendesain interface.
2. Analysis
Tahapan analisis digunakan untuk memenuhi kebutuhan yang diuraikan pada tahap requirements. Hal mendasar pada tahapan requirements adalah memilih aplikasi atau software dalam mendesain dan referensi tentang pistol G2 Combat. Sehingga, untuk memenuhi kebutuhan tersebut kami menggunakan Pimp My Gun untuk mendesain pistol G2 Combat.
3. Design
Tahapan desain merupakan tahap yang akan menerapkan data-data dari tahap analisis sehingga menghasilkan desain rancangan [10]. Tahapan ini berfokus pada rancangan struktur data, arsitektur software, representasi interface, dan detail (algoritma) prosedural. Tahapan ini akan menghasilkan dokumen yang disebut software requirement.
4. Coding/Implementation
Tahapan ini merupakan tahapan yang sudah mengaplikasikan semua data, sumber dan rancangan pada software yang sudah dipersiapkan ke dalam aplikasi Pimp My Gun.
5. Testing
Tahapan ini berfokus pada penyatuan bagian-bagian yang sudah dibuat dan disediakan dan akan menghasilkan sebuah bentuk desain yang sama atau seperti barang aslinya. Pada akhirnya, tahapan ini menghasilkan suatu desain interface utuh dari pistol G2 Combat.
6. Operation/deployment
Tahapan ini menilai bagaimana hasil desain interface pistol G2 Combat. Cara penilaiannya yaitu membandingkan hasil desain dengan benda asli yang diwakili dengan 2 gambar yang dicari kesamaannya menggunakan bantuan website blue2digital.com.
7. Maintenance
Tahapan ini merupakan tahap akhir dimana hasil desain interface pistol G2 Combat dan software yang telah dijalankan kemudian dilakukan pemeliharaan. Pemeliharaan dilakukan untuk pengembangan dan perbaikan sistem atas kesalahan-kesalahan yang belum terdeteksi pada tahap sebelumnya guna meningkatkan kualitas desain.
Adapun mekanisme pengiriman informasi desain ke bagian produksi yang bertindak sebagai input terdiri dari nomor seri, harga, kode, uraian pistol dan desain grafis pistol. Data-data tersebut disimpan pada komputer, kemudian memprosesnya berdasarkan analisis terkait kemungkinan-kemungkinan perubahan ukuran dan bentuk pistol, misalnya beberapa spesifikasinya. Sistem menampilkan tampilan grafis atas kemungkinan perubahan pistol tersebut dan membuat laporan secara otomatis mengenai biaya dan kelayakan produksi pistol itu yang menjadi output sistem.
Hasil & Diskusi
Pembuatan desain simulasi interface pistol G2 Combat dengan menggunakan flowchart seperti gambar 1.

Gambar 1. Flowchart alur dalam pendesainan simulasi interface pistol G2 Combat Kal. 9 mm.
Seperti yang tertera pada gambar 1, pembuatan desain simulasi interface pistol G2 Combat dimulai dengan mencari data, contoh dan juga pemilihan software yang digunakan. Untuk mencari data dan contoh maka digunakan alat pencarian dengan kata kunci "Pistol G2 Combat". Hasil pencarian tersebut didapatkan sumber yang paling terpercaya adalah website pindad.com. Pindad tersebut merupakan perusahaan yang memproduksi senjata api yang salah satunya adalah pistol G2 Combat seperti pada gambar 2. Akhirnya didapatkan data spesifikasi dan bentuk dari pistol G2 Combat seperti berikut:
a. Kapasitas peluru : 15 peluru b. Panjang barrel : 4,5 Inch c. Berat : 900 gram d. Panjang keseluruhan : 200 mm e. Tinggi : 136 mm f. Ketajaman : Fixed g. Jangkauan efektif : 25 m
Gambar 2. Bentuk pistol G2 Combat Kal. 9 mm [1].
Setelah mendapatkan sumber dan data mengenai pistol G2 Combat, dilanjutkan dengan mencari aplikasi yang dapat membuat desain simulasi interface pistol G2 Combat Kal 9 mm. Dipilihlah aplikasi Pimp My Gun yang digunakan mendesain simulasi interface pistol G2 Combat. Pemilihan software Pimp My Gun dikarenakan software ini sudah dilengkapi dengan bagian-bagian yang mempermudah pendesaian simulasi interface pistol G2 Combat kal. 9 mm.
Penggunaan software simulator Pimp My Gun mengharuskan penginstalan software tersebut. Langkahlangkah untuk penggunaan simulator Pimp My Gun dari penginstalan hingga fitur yang tersedia sebagai berikut:
1. Software Pimp My Gun didapatkan dari link https://www.moddb.com/downloads/pimp-mygun-windows kemudian diunduh seperti terlihat pada gambar 3.
Gambar 3. Unduh software Pimp My Gun.
- 2. Diperlukan beberapa persyaratan seperti Flash Player Debugger.exe
- 3. Software sudah dapat digunakan sebagaimana gambar 4.
Gambar 4. Tampilan software.
Selanjutnya didapatkan bentuk desain senjata dari berbagai bagian-bagian. Bentuk desain senjata tersebut seperti gambar 5.
Gambar 5. Desain simulasi interface pistol G2 Combat kal. 9 mm.
Setelah pendesaian, maka dilanjutkan dengan pembuatan dengan menggunakan simulator. Pembuatan desain dengan menggunakan simulator diharuskan perbagian-bagian. Bagian-bagian tersebut terdiri dari kerangka utama (frame), tempat peluru, slide, dan barel. Pembuatan desain tidak sepenuhnya dikerjakan dengan manual, dimungkinkan juga dengan cara menggunakan fitur-fitur dari simulator yang telah ada. Bagian-bagian yang dinilai memiliki kemiripan dapat digunakan. Salah satunya bentuk yang mungkin memiliki kemiripan adalah bentuk dari peluru ditunjukkan pada gambar 6.
Gambar 6. Desain bentuk peluru pistol G2 Combat Kal. 9 mm
Desain yang sudah didapatkan dari beberapa referensi dan data yang telah diolah menghasilkan desain yang memiliki kemiripan dengan bentuk asli dari pistol G2 Combat. Bagian-bagian senjata yang perlu juga didesain adalah foregrip, bipods, flash hider, dan masih banyak lagi. Hal tersebut menghasilkan bentuk desain interface pistol G2 Combat seperti gambar 7.
Gambar 7. Perbandingan desain (a) pistol asli dan (b) simulasi.
Pada pembuatan desain interface pistol G2 Combat disatukan dari semua bagian dan menghasilkan satu bentuk desain pistol yang diinginkan. Bentuk pistol yang dihasilkan memiliki kemiripan dengan bentuk pistol pada aslinya namun tidak mendapatkan kemiripan secara sempurna yaitu 100% dari bentuk tampilan.
Pengecekan kemiripan dari desain dan bentuk asli memanfaatkan website blue2digital.com. Website tersebut memberikan fitur mencari kesamaan dari 2 gambar. Dan hasil dari pengecekan model desain interface pistol G2 combat dan bentuk atau gambar asli dari pistol G2 Combat mendapatkan persentase sebesar 85,68% tingkat kemiripan. Hasil tersebut disajikan dalam bentuk gambar seperti terlihat pada gambar 8.
Pada perancangan desain pistol G2 Combat Kal. 9 mm ini yang telah dilakukan terlebih dahulu pemilihan bagian atau komponen yang sama spesifikasi/bentuk dari pistol G2 Combat tersebut. Bagian-bagian pistol digabungkan untuk menghasilkan sebuah pistol yang mirip dengan referensi pistol yang telah ditentukan. Ketika semua bagian telah disatukan dan menjadi sebuah pistol. Dilakukan suatu perbandingan antara desain pistol asli dengan desain pistol yang dibuat dengan menggunakan simulator/emulator. Perbandingan dilakukan dengan menggunakan 2 metode yaitu Metode Penglihatan (Tampak Langsung) dan Metode Korelasi Silang (Cross-Correlation). Pada metode penglihatan secara langsung pada gambar kedua desain tersebut, desain pistol yang dibuat tampak mirip seperti desain aslinya. Meskipun terlihat beberapa perbedaan atau ketidaksamaan pada bagian-bagian pistol tertentu.

Gambar 8. Hasil perbandingan kedua desain dengan web berbeda (a) www.imgonline.com.ua dan (b) blue2digital.com.
Setelah nilai intensitas piksel pada kedua gambar berhasil diambil, langkah selanjutnya adalah menghitung nilai korelasi silang yang dinormalisasi. Untuk mendapatkan nilai intensitas piksel pada kedua desain tersebut dilakukan dengan pemrograman. Kemudian dilakukan perhitungan matematis secara manual dengan formula atau rumus fungsi korelasi silang yang telah ditetapkan dan menormalisasi fungsi tersebut untuk menghasilkan tingkat kesamaan pada kedua desain tersebut (dalam bentuk persentase (%)) sebagaimana terlihat pada gambar 9.
Gambar 9. Perhitungan korelasi dalam bentuk persentase.
Untuk menghitung korelasi, kami menggunakan formula berikut:
\[Corr(x, y) = x[0]y[0] + x[1]y[1] + x[2]y[2]\] (1)
sehingga didapatkan:
\[Corr(x, y) = (255)(255) + (255)(255) + (255)(255)\] \[= 65.025 + 65.025 + 65.025\] \[= 195.075\] (2)
dengan adalah desain asli dan adalah desain simulasi. Kemudian dilanjutkan perhitungan seperti berikut.
Normalisasiden = \[\sqrt{(65.025 + 65.025 + 65.025)(65.025 + 65.025 + 65.025)}\]
= 195.075 (3)
Normalisasicorr = \[\frac{195.075}{195.075} = 1\] (4)
Persentase = \[\frac{(\text{normalisasi}_{\text{corr}} + 1)}{2} \times 100\]\[= \frac{(1+1)}{2} \times 100\]\[= 100 \%\] (5)
Gambar 10. Hasil perhitungan kesamaan dengan menggunakan hitungan korelasi
Seperti terlihat pada gambar 10, hasil kemiripan yang hanya sampai tingkat delapan puluhan persen menunjukan masih ada perbedaan yang dibuat. Hal ini dikarenakan pembuatan desain tidak hanya menggambar seperti barang aslinya, melainkan digabungkan dengan fitur yang ada pada simulator. Namun, dengan hasil yang hampir mendekati 100% sehingga desain interface dengan menggunakan simulator tersebut dapat dikatakan nyaris mirip dengan aslinya.
Tabel 1. Skenario simulasi tembak
| No | Skenario | Hasil |
|---|---|---|
| 1 | Simulasi tembak dengan Pimp My Gun menyerupai pistol asli secara virtual | Valid |
| 2 | Simulasi tembak memiliki jumlah amunisi sesuai dengan pistol asli | Valid |
| 3 | Simulasi tembak mudah digunakan karena serupa dengan asli | Valid |
| 4 | Simulasi tembak memberikan pengalaman latihan menembak tanpa efek cedera | Valid |
Kesimpulan
Dari semua pemaparan yang sudah disampaikan yang berkaitan dengan desain simulasi interface pistol G2 Combat dapat disimpulkan bahwa desain simulasi interface pistol G2 Combat memiliki kesamaan dengan persentase kemiripan 87,61% dan 86.14% dari 2 web berbeda. Dari hasil tersebut dapat dikatakan bahwa desain interface tersebut hampir mirip dengan barang yang aslinya. Namun, kemiripan tersebut belum dapat mendapatkan nilai 100% sama dengan barang aslinya. Hal ini dikarenakan pembuatan desain tidak seluruhnya dikerjakan sendiri, melainkan juga menggunakan fitur-fitur yang ada pada simulator. Software yang digunakan dalam mendesain interface juga mempengaruhi hasil akhir desain. Disarankan untuk menggunakan software dengan performa lebih tinggi lagi sehingga diharapkan dapat menghasilkan desain interface lebih baik.
