1. Home
  2. Archives
  3. Vol 4 (1993) Issue 8
  4. Articles

Strategi Peningkatan Pelayanan Angkutan Umum Sebagai Usaha Mengatasi Masalh Kemacetan di Daerah Perkotaan

Abstract

Angkutan umum sering dituduh menjadi penyebab kemacetan hampir di semua kota besar di Indonesia. Hal ini disebabkan perencanaan yang tidak "menyeluruh", mencakup semua aspek yang terlibat di dalamnya, seperti pola tata guna lahan, pola jaringan jalan, pola penyebaran penduduk dan pola kebutuhan pergerakan, sistem operasi dan tingkat pelayanan.Perencanaan sistem operasi pergerakan angkutan umum yang tidak "menyeluruh" tersebut akan menambah beban permasalahan kemacetan yang telah ada, seperti trayek yang tidak optimal, waktu tempuh.yang lama dan lain-lain. Hal ini akan menyebabkan semakin rendahnya tingkat efektivitas, efisiensi serta pelayanan angkutan umum yang ada dan semakin menambah tingkat kemacetan. Tingkat pertumbuhan kendaraan yang cukup tinggi, sementara lebar jalan nyaris tak berubah, membuat kota kesulitan dalam mengakomodir pertumbuhan tersebut. Di sisi lain, pertambahan voiume kendaraan angkutan umum yang meningkat pesat juga turut berperan menambah beban permasalahan lalu lintas. Penanganan terhadap moda angkutan umum merupakan bagian terpenting dari upaya mengatasi permasalahan lalu-lintas.Tulisan ini akan menguraikan beberapa permasalahan utama yang ditimbulkan angkutan umum, ditinjau dari sisi "demand" dan

References

  1. Atkins, S. T. (1984), Value of Travel Time: The Case Against, Highways and Transportation
  2. Banisier, D. and Hali, P. (1981), Transportation and Public Policy Planning, London
  3. Black, J.A. (1981), Urban Transport Planning: Theory and Practice, London
  4. Blunden, W.R. and Black, J.A. (1984). The Land Use-Transport System, Pergamon Press
  5. Bruron, MJ. (1975), introduction to Transportation Planning, London, Hutchinson
  6. Cresswall, R. (1979), Urban Planning and Public Transport, Construction Press
  7. Gamer, N.J. and Hoe/, L.A. (1988), Traffic and Highway Engineering, West Publishing Company
  8. Gray, GE, and Lester, H. (1979), Public Transportation: Planning, Operation, and Management, Prentice Hall
  9. Hansen, WG. (1991), How Accessibility Shapes Land Use, Journal of American, institute of Planners, Volume 25, pp 73-75
  10. Hastaii, R.P. (1991), Studi Penyusunan Rute Angkutan Umum Moda Sudako di Kotamadya Medan, Tugas Akhir Jurusan Teknik Planologi Institusi Teknologi Bandung
  11. Hoobs, FD. (19 79), Traii
  12. ITE, (1982), Transportation and Traffic Engineering Handbook, Second Edition, Prentice Hall, New Jersey.
  13. IHT, (1987), Reads and Traffic in Urban Areas, HMSO
  14. Manheim, M.L. (1979), Fundamentals of Transportation Systems Analysis, Volume 1: Basic Concept, MIT Press
  15. McShane, W.R. and Roess, R.P. (1990), Traffic Engineering, Prentice Hall Polytehnic Series in Transportation
  16. Mitchell, RB. and Rapkin, C. (7954), Urban Traffic; & Function Land Use, New York
  17. Monok, BK. (1988), Pengantar Teknik dan Perencanaan Transportasi (terjemahan), Penerbit Erlangga, Jakarta
  18. Di W.J. and Shuldhiner, F.W. (1962). An Analysis of Urban Travel Demand
  19. Punyaraiabandhu, N. (1977), Trip Generation From Housing Estate, MSc Thesis, Asian institute of Technology
  20. Tamin, 0.2. (1991), Sistem Transportasi Angkutan Umum Kota Bandung Perlu Dibenahi Pikiran Rakyat, Minggu, 3 November 1991
  21. Tamin, 0.2. (1991), Diktat Kuliah Pengelolaan Transportasi, Program S"2 Rekayasa Transportasi, Jurusan Teknik Sipil lTB
  22. Tamin, 0.2. (1992), Perbaikan Pelayanan Angkutan Umum, Pikiran Rakyat, Minggu, 20 September 1992
  23. Tamin, 0.2. (1992), Aplikasi Model Perencanaan Transportasi 4 Tahap Untuk Negara Sedang Berkembang, Majalah Prisma (akan diterbitkan)
  24. Tamin, 0.2. (1993), Perbaikan Pelayanan Angkutan Umum Sebagai Usaha Memperiancar Arus Lalu Lintas Jalan Raya, Seminar Nasional
  25. Warpani, S. (1990). Merencanakan Sistem Perangkutan, Penerbit ITB
  26. Wells, G.R. (1975), Comprehensive Transport Planning, London, Charles Griffin