1. Home
  2. Archives
  3. Vol 22 (2011) Issue 1
  4. Articles

Potensi Wisata Agro Kabupaten Bandung Berdasarkan Aspek Permintaan dan Penawaran

Abstract

Salah satu penghasil pertanian terbesar di Jawa Barat, bahkan di Indonesia adalah Kabupaten Bandung. Kabupaten Bandung juga telah menetapkan sembilan kawasan wisata agro melalui RIPPDA No 6 tahun 2006-2016, yaitu Desa Alamendah, Desa Panundaan, Desa Ciwidey, Desa Pasirjambu, Desa Sukawening, Desa Nengkelan, Desa Rawabogo, Desa malabar dan Pangalengan. Kawasan yang diteliti dalam penelitian ini yaitu tujuh kawasan yang tergabung dalam Kawasan Agropolitan Ciwidey dan terletak pada satu jalur pariwisata Soreang-Patengan. Penelitian ini bertujuan melihat potensi yang dapat dikembangkan di tujuh desa untuk menjadi destinasi wisata agro. Potensi yang diteliti meliputi penawaran (supply) dan permintaan (demand). Penawaran yang diteliti mencakup daya tarik alam, budaya dan khusus, selain daya tarik alam, ditinjau pula sarana dan prasarana serta aksesibilitas yang mencakup akses menuju kawasan dan akses di dalam kawasan. Sedangkan permintaan mencakup pola perjalanan, karakteristik wisatawan dan kebutuhan wisatawan akan wisata agro di Kabupaten Bandung. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa secara umum, tujuh kawasan yang ditetapkan oleh RIPPDA memiliki potensi pertanian yang melimpah dan beragam, sehingga memiliki peluang besar dalam pengembangan wisata agro.Kata kunci: Wisata Agro, Kabupaten Bandung, penawaran, permintaan One of the largest agricultural producers in West Java, even in Indonesia is Bandung Regency. Bandung Regency has set nine agro tourism areas through RIPPDA No. 6 of 2006-2016, Alamendah Village, Panundaan Village, Ciwidey Village, Pasirjambu Village, Sukawening Village, Nengkelan Village, Rawabogo Village, Malabar and Pangalengan Village. The area studied in this research that is incorporated in the seven areas Agropolitan Ciwidey area and is located on line-patengan Soreang tourism. This study aims to see the potential that can be developed in seven villages to become agro tourism destinations. Studied include the potential supply and demand. Studied supply includes natural attractions, cultural and special, in addition to natural attractions, also reviewed the accessibility of facilities and infrastructure and that includes access to the area and access in the region. While the demand include travel patterns, traveler characteristics and needs of tourists in the agro-tourism in Bandung regency. This study shows that in general, the seven regions defined by RIPPDA has abundant agricultural potential and diverse, so have a great chance in the development of agro tourism.Keywords: Agro Tourism, Bandung Regency, supply, demand

Keywords

1. Pendahuluan

Memanfaatkan pertanian dalam kegiatan pariwisata merupakan suatu alternatif, terutama di negara berkembang seperti Indonesia. Indonesia sebagai negara agraris yang beriklim tropis, memiliki potensi pertanian dengan banyak keragaman jenis. Salah satu daerah produsen pertanian yang terbesar di Indonesia adalah Jawa Barat terutama Kabupaten Bandung. Pertanian berkembang baik di Kabupaten Bandung

karena kontur geografisnya yang memang cocok dengan tanaman pertanian sehingga pertanian dengan berbagai keanekaragamannya tumbuh di Kabupaten Bandung.

Potensi pertanian di Kabupaten Bandung cukup besar yang meliputi tanaman bahan pangan dan hortikultura (sayuran dan buahbuahan), perkebunan, perikanan dan peternakan. Pemanfaatan lahan di Kabupaten Bandung yaitu area pegunungan berupa kawasan hutan lindung, hutan produksi, hutan wisata dan perkebunan, sedangkan di wilayah kaki bukit dimanfaatkan untuk budi daya tanaman hortikultura (terutama sayuran) Namun, potensi yang melimpah di Kabupaten Bandung belum memberikan kontribusi yang cukup besar terhadap PDRB Kabupaten Bandung. Kontribusi pertanian terhadap PDRB Kabupaten Bandung tahun 2008 yaitu 7,19%, masih rendah dibandingkan industri pengolahan dan perdagangan. Untuk sektor pertanian pada tahun 2008 kontribusinya mengalami penurunan yaitu dari 7,40% pada tahun 2007 menjadi 7,19%. (PDRB Kecamatan Kabupaten Bandung Tahun 2008).

Menurut Peraturan Daerah Kabupaten Bandung tentang Rencana Induk Pariwisata Daerah (RIPPDA) Kabupaten Bandung tahun 2006 sampai dengan Tahun 2016, bahwa terdapat sembilan kawasan yang ditetapkan sebagai wisata agro di Kabupten Bandung, meliputi Desa Alamendah, Desa Ciwidey, Desa Pasirjambu, Desa Panundaan, Desa Sukawening, Desa Rawabogo, Desa Nangkelan, Kecamatan Pangalengan, dan Malabar. Kesembilan kawasan tersebut dipilih menjadi kawasan wisata agro disamping karena memiliki potensi pertanian yang melimpah, juga kesembilan kawasan ini berada pada kawasan Agropolitan Kabupaten Bandung yaitu Agropolitan Pangalengan dan Agropolitan Ciwidey. Kawasan yang telah

ditetapkan jelas oleh RIPPDA Kabupaten Bandung no. 6 tahun 2006 terdiri dari tujuh desa yang tergabung dalam satu kawasan agropolitan yaitu kawasan Agropolitan Ciwidey. Tujuh desa tersebut yang menjadi wilayah penelitian ini, yang meliputi Desa Alamendah, Desa Ciwidey, Desa Pasirjambu, Desa Panundaan, Desa Sukawening, Desa Rawabogo, dan Desa Nengkelan yang tersebar di tiga kecamatan, yaitu Kecamatan Ciwidey, Kecamatan Pasirjambu dan Kecamatan Rancabali yang tergabung dalan Kawasan Agropolitan Ciwidey dan berada pada jalur wisata Soreang-Patengan.

Ditetapkannya kawasan-kawasan wisata agro tersebut merupakan potensi bagi Kabupaten Bandung untuk menambah nilai di sektor pertanian dan pariwisata. Dalam mengembangkan kawasan (destinasi wisata), diperlukan suatu kajian tentang aspek-aspek yang mempengaruhi keberhasilan dan keberlanjutan destinasi wisata tersebut, yang mencakup aspek penawaran (supply) dan aspek permintaan (demand). Dengan mengetahui aspek penawaran dan aspek permintaan, maka dapat diketahui potensi yang terdapat di suatu destinasi wisata dan menjadi landasan bagi pengembangan yang akan dilakukan.

2. Wisata Agro

Wisata agro merupakan salah satu usaha bisnis dibidang pertanian dengan menekankan kepada penjualan jasa kepada konsumen. Wisata Agro atau agroturisme adalah suatu bentuk kegiatan pariwisata yang memanfaatkan usaha agro (agribisnis) sebagai objek wisata dengan tujuan untuk memperluas pengetahuan, pengalaman, rekreasi dan hubungan usaha di bidang pertanian. Menurut Sutjipta (2001) mendefinisikan wisata agro adalah sebuah sistem kegiatan yang terpadu dan terkoordinasi untuk pengembangan

pariwisata sekaligus pertanian, dalam kaitannya dengan pelestarian lingkungan, peningkatan kesejahteraan petani.

Manfaat yang ditimbulkan dengan keberadaan wisata agro, dapat dirasakan pengunjung (wisatawan) maupun bagi penduduk lokal yang dalam hal ini adalah petani. Manfaat wisata agro bagi pengunjung (Rilla, 1999) adalah: menjalin hubungan kekeluargaan dengan petani; meningkatkan kesehatan dan kesegaran tubuh; beristirahat dan menghilangkan kejenuhan; mendapat petualangan; mendapatkan makanan yang benar-benar alami; mendapatkan suasana yang benar-benar berbeda; biaya yang murah karena wisata garo relatif lebih murah dari wisata lainnya.

Sedangkan manfaat pengembangan wisata agro bagi petani lokal sebagai berikut (Lobo dkk,1999): agriturism dapat memunculkan peluang bagi petani lokal untuk meningkatkan pendapatan dan meningkatkan taraf hidup serta kelangsungan operasi mereka; menjadi sarana yang baik untuk mendidik masyarakat tentang pentingnya pertanian dan kontribusinya untuk perekonomian secara luas dan meningkatkan mutu hidup; mengurangi arus urbanisasi ke perkotaan karena masyarakat telah mampu mendapatkan pendapatan yang layak dari usahanya di desa; agriturism dapat menjadi media promosi untuk produk lokal, dan membantu perkembangan regional dalam memasarkan usaha, dan menciptakan nilai tambah dan 'direct marking' merangsang kegiatan ekonomi dan memberikan manfaat kepada masyarakat di mana agroturism dikembangkan.

3. Potensi Wisata Agro Kabupaten Bandung Berdasarkan Aspek Penawaran (Supply) dan Permintaan (Demand)

Dalam melakukan analisis dengan melihat aspek penawaran dan permintaan diperlukan data primer maupun sekunder. Data primer diperoleh dari survei lapangan yang mencakup pengamatan langsung di lapangan (observasi), wawancara dan penyebaran kuesioner. Untuk mengkaji aspek penawaran (supply) menggunakan metode observasi lapangan dan wawancara, sedangkan untuk mengkaji aspek permintaan (demand) menggunakan metode penyebaran kuesioner. Penyebaran kuesioner terhadap 80 orang wisatawan yang tersebar ke dua ODTW yang terkenal di Kabupaten Bandung, masing-masing 40 ke Kawah Putih dan Situ Patengan. Penyebaran kuesioner dilakukan untuk mendapatkan informasi tentang karakteristik wisatawan, pola perjalanan dan yang terpenting adalah keinginan dan kebutuhan wisatawan dalam berwisata agro.

Kesesuaian antara permintaan dan penawaran dinilai menggunakan hasil kuesioner sebagai penilaian aspek permintaan. Hasil kuesioner yang dijadikan dasar dalam mengukur kesesuaian antara permintaan dan penawaran wisata agro adalah pertanyaan kuesioner yang khusus membahas tentang pendapat, keinginan dan kebutuhan wisatawan Kawah Putih dan Situ Patengan dalam berwisata agro. Hasil kuesioner yang dijadikan kriteria bukan berdasarkan jawaban yang paling banyak dipilih, melainkan semua jawaban yang dipilih responden. Hal ini bertujuan untuk mengkaji semua potensi yang dapat dikembangkan di tiap kawasan wisata agro. Hal ini untuk menunjukkan apa saja penawaran yang dapat memenuhi keinginan wisatawan. Nilai sempurna adalah 100% yaitu apabila semua

kriteria aspek permintaan sesuai dengan aspek penawaran. Apabila nilai kesesuaian antara aspek penawaran dan permintaan kurang dari 50% maka artinya aspek penawaran belum bisa memenuhi sebagian besar keinginan wisatawan. Untuk lebih jelas dapat dijelaskan sebagai berikut:

1) Desa Alamendah

Desa memenuhi 68,75% kesesuaian antara aspek penawaran dan permintaan. Artinya bahwa potensi Desa Alamendah (penawaran) sesuai dan dapat memenuhi seluruh keinginan dan persepsi wisatawan (permintaan) sebesar 68,75%. Dengan potensi yang ada yang disesuaikan dengan keinginan dan kebutuhan wisatawan maka Desa Alamendah mempunyai potensi untuk dikembangkan sebagai berikut:

  • Wisata agro dengan satu komoditas khas, yaitu strawberry, dengan jenis wisata:
    • Wisata agro scientific dengan kegiatan utama yang ditawarkan pembelajaran teknik pertanian strawberry secara modern yaitu dengan teknik Red Ripe, dari pemilihan bibit, penanaman, pemeliharaan, pemetikan, pengukuran keasaman strawberry
  • Wisata agro dengan bermacam jenis komoditas yang dibudidayakan, yaitu strawberry, sawi, seledri, bawang daun, teh, kopi, sapi, ayam, kelinci dan domba, dengan jenis wisata agro:
    • Wisata agro bisnis, dengan komoditas utama bisnis adalah strawberry, bisnis lain adalah sawi, seledri, bawang daun dan hasil ternak seperti susu, daging dan telur
    • Wisata agro rekreasi yaitu dengan membuat arena yang bersifat rekreatif sebagai daya tarik disamping daya tarik pertanian.

Tabel I Kesesuaian Aspek Penawaran dan Permintaan di Kawasan Wisata Agro Desa Alamendah

di Kawasan Wisata Agro Desa Alamendah
PermintaanPenawaranSesuai
/tidak
Terdapat pemandangan pertanian
yang indah
Pemandangan alam
pedesaan dan kehidupan
tradisional;
Pemandangan hamparan
ladang sayuran;
Pemandangan perkebunan;
Pemandangan ladang
V
Memiliki udara sejukstrawberry
suhu 18-210C di ketinggian
1.500 dp
V
Terdapat Komoditas Pertanian
Pertanian tanaman pangan dan hortikultura
Padi
Buah-buahan seperti strawberry,
pisang,alpukat dll
-
strawberry
V
Sayuran seperti seledri, bawang
daun, sawi, ubi, dll
Sawi, seledri, bawang daunV
Perkebunan: teh, karet, kopi, kelapa,
cokelat, tebu, dll
Teh dan kopiV
Perikanan: perikanan air tawar, air
payau, air laut
-
Peternakan: sapi, kambing, unggas,
kelinci, domba, kuda,dll
Sapi, ayam, domba, kelinciV
Terdapat kesenian dan kerajinan
daerah
Terdapat budaya khas masyarakat
dalam bertani
Budaya tradisional
masyarakat dalam bertani
V
Terdapat kegiatan pertanian
Pertanian tanaman pangan
PenanamanPenanaman sawi, seledri,
dan bawang daun secara
tradisional
Penanaman strawberry
V
Pemiliharaan:pemupukan, pengairanCara pengairan dan
pemupukan tanaman sayur
Cara pengairan dann
pemupukan strawberry
V
PemetikanCara pemetiakn tanaman
sayur
Cara pemetikan strawberry
V
Pengolahan seperti strawberry
menjadi sirup, sambal, manisan, dll
Pengolahan strawberry
menjadi selai, sirup, sambal,
manisan
V
Perkebunan
Penanaman: menanam teh
Pemeliharaan
Penanaman teh dan kopi
Pemeliharaan teh dan kopi
V
V
Pemetikan: memetik teh, kopiCara pemetikan teh dan
kopi
V
Pengolahan: mengolah biji kopi
-
menjadi kopi bubuk
Perikanan
Pembibitan
-
Pemeliharaan: member pakan
-
Pemancingan
-
Peternakan
Pemeliharaan: membersihkan
kotoran, pembesaran, memberi
pakan
Pemeliharaan sapi, ayam,
domba, kelinci
V
Pemanfaatan hasil ternak: proses
memerah susu, mengambi telur,
memotong ayam
Proses memerah susu dan
pemotongan ayam
V
Pengolahan: mengolah susu menjadi
yoghurt
Pengolahan susu menjadi
yoghurt
V
Terdapat kegiatan rekreasi
-
Menyukai wisata agro dengan satu
pertanan khas daerah
Terdapat satu pertanian
yang diunggulkan yaitu
strawberry
V
Menyukai wisata agro dengan
banyak jenis pertanian sehingga bisa
Terdapat dua jenis
pertanian yang
V
PermintaanPenawaranSesuai
/tidak
memilih jenis pertanian yang ingin
dinikmati
dikembangkan yaitu
pertanian tanaman pangan,
berupa buah dan sayur dan
peternakan.
Menyukai wisata agro yang terdapat
pembelajaran tentang budaya
masyarakat, termasuk kesenian
daerah, kerajinan tangan
Terdapat pembelajaran
mengenai budaya
masyarakat petani secara
tradisional, namun tidak
terdapat keseningan khas
masyarakat.
V
Menyukai wisata agro yang
dilengkapi atraksi lain, seperti
-
outbound dan kegiatan permainan
alam lainnya.
Menyukai wisata agro yang hasil
petaniannya bisa dijual atau punya
peluang besar untuk kegiatan bisnis
pertanian
Strawberry memberi
peluang untuk bisnis karena
beberapa petani juga sudah
melakukan kontrak bisnis
dengan beberapa
perusahaan.
Sayuran dan hasil ternak
juga memiliki potensi
bisnis.
V
Sarana
Menginginkan travel agent khusus
wisata agro yang mengantarkan
-
sampai ke lokasi wisata agro
Membutuhkan penginapan/hotelTersedia 15 unit
penginapan, tidak tersedia
hotel
V
Membutuhkan restoran/kedai
makanan
Tersedia 7 unit kedai
makanan dan 3 restoran
V
Menginginkan sarana rekreasi
-
Membutuhkan warung
Terdapat 96 unit warungV
Membutuhkan tempat belanja
kerajinan dan oleh-oleh
Terdapat pasar yang
menjual hasil pertanian
V
Prasarana
Membutuhkan ATM
-
Membutuhkan listrikSemua dusun sudah teraliri
listrik
V
Membutuhkan sumber air minum
yang bersih
Terdapat sumber mata air.V
Membutuhkan bengkel mobil dan
motor
Tersedia 7 unit bengkel
mobil dan motor.
V
Membutuhkan apotek-
Membutuhkan puskesmas
Membutuhkan tempat ibadah
Terdapat 1 unit puskesmas
Terdapat 36 unit masjid dan
8 unit langgar
V
V
Aksesibilitas
Terjangkau angkutan umumTerjangkau angkutan umum
dari Terminal Ciwidey
V
Dilewati jalan besarDilalui jalan provinsi yaitu
jalan raya Rancabali
V
Dekat dengan objek wisata seperti:
kawah putih, Situ Patengan,
Rancaupas, dll
Terdapat ODTW kawah
putih
V
Jalan dalam keadaan baik dan tidak
rusak
Sebagian besar jalan
diaspal, namun rusak,
terdapat pula beberapa jalan
batu.
Sebagian besar wisatawan
menggunakan mobil bus sehingga
kondisi jalan harus cukup dengan
mobil dan bus
Lebar jalan 2-2,5 meter,
dapat dilalui 1 buah mobil,
namun bis akan sulit masuk
Total kesesuaian33/48* 100% = 68,75%

2) Desa Panundaan

Desa memenuhi 58,3% kesesuaian antara aspek penawaran dan permintaan. Artinya bahwa potensi Desa Panundaan (penawaran) sesuai dan dapat memenuhi seluruh keinginan dan persepsi wisatawan (permintaan) sebesar 58,3%. Dengan potensi yang ada yang disesuaikan dengan keinginan dan kebutuhan wisatawan maka Desa Panundaan mempunyai potensi untuk dikembangkan sebagai berikut:

  • Wisata agro dengan bermacam jenis komoditas yang dibudidayakan, yaitu strawberry, selada air, seledri, dan bawang daun, sapi, kerbau, ayam, bebek, kelinci, kambing dan domba, dengan jenis wisata agro:
    • Wisata agro bisnis, dengan komoditas bisnis adalah strawberry, bisnis lain adalah padi, sawi, seledri, bawang daun dan hasil ternak seperti susu, daging dan telur;
    • Wisata agro rekreasi yaitu dengan membuat arena yang bersifat rekreatif sebagai daya tarik disamping daya tarik pertanian.

Tabel II Kesesuaian antara Permintaan dan Penawaran di Kawasan Wisata Agro Desa Panundaan

PermintaanPenawaranSesuai
/tidak
Terdapat pemandangan pertanian
yang indah
Pemandangan hamparan
sawah
Pemandangan suasana
perdesaan dan kehidupan
masyarakat perdesaan
Pemandangan pertanian
selada air, seledri, bawang
daun
Pertanian strawberry yang
dapat dilihat di sepanjang
jalan raya yang melewati
Desa Panundaan
V
Memiliki udara sejukSuhu 18-210C di ketinggian
1.400 dpl
V
Terdapat Komoditas Pertanian
Pertanian tanaman pangan dan hortikultura
PadiPadi sawah
Buah-buahan seperti strawberry,
pisang,alpukat dll
StrawberryV
Sayuran seperti seledri, bawang
daun, sawi, ubi, dll
Selada air, seleri, dan
bawang daun
V
Perkebunan: teh, karet, kopi, kelapa,
cokelat, tebu, dll
-
Perikanan: perikanan air tawar, air
payau, air laut
-
PermintaanPenawaranSesuai
/tidak
Peternakan: sapi, kambing, unggas,
kelinci, domba, kuda,dll
Sapi, kerbau, ayam, bebek,
kelinci, kambing dan
domba
V
Terdapat kesenian dan kerajinan
daerah
-
Terdapat budaya khas masyarakat
dalam bertani
Budaya tradisional
masyarakat dalam bertani
V
Terdapat kegiatan pertanian
Pertanian tanaman pangan
PenanamanPenanaman selada air,
seledri, dan bawang daun
secara tradisional
Penanaman strawberry
V
Pemiliharaan:pemupukan, pengairanCara pengairan, pemupukan
tanaman sayur.
Cara pengairan dan
pemupukan strawberry
V
PemetikanCara pemetikan tanaman
sayur
Cara pemetikan strawberry
V
Pengolahan seperti strawberry
menjadi sirup, sambal, manisan, dll
Pengolahan strawberry
menjadi selai, sirup,
sambal, manisan
V
Perkebunan
Penanaman: menanam teh
-
Pemeliharaan
-
Pemetikan: memetik teh, kopi
Pengolahan: mengolah biji kopi
-
menjadi kopi bubuk
-
Perikanan
Pembibitan
-
Pemeliharaan: member pakan
-
Pemancingan
-
Peternakan
Pemeliharaan: membersihkan
kotoran, pembesaran, memberi
Pemeliharaan sapi, kerbau,
ayam, bebek, kelinci,
V
pakan
Pemanfaatan hasil ternak: proses
memerah susu, mengambi telur,
kambing dan domba
Proses memerah susu
Pemotongan ayam
V
memotong ayam
Pengolahan: mengolah susu menjadi
-
yoghurt
Terdapat kegiatan rekreasi
-
Menyukai wisata agro dengan satu
pertanan khas daerah
Terdapat satu pertanian
yang diunggulkan yaitu
strawberry
Menyukai wisata agro dengan
banyak jenis pertanian sehingga bisa
memilih jenis pertanian yang ingin
dinikmati
Terdapat 2 jenis pertanian
yang dikembangkan yaitu
pertanian tanaman pangan,
berupa buah dan sayur dan
peternakan
Menyukai wisata agro yang terdapat
pembelajaran tentang budaya
masyarakat, termasuk kesenian
daerah, kerajinan tangan
Terdapat pembelajaran
megenai budaya
masyarakat petani seara
tradisional, namun tidak
terdapat kesenian khas
masyarakat
Menyukai wisata agro yang
dilengkapi atraksi lain, seperti
-
outbound dan kegiatan permainan
alam lainnya.
Menyukai wisata agro yang hasil
petaniannya bisa dijual atau punya
peluang besar untuk kegiatan bisnis
pertanian
Strawberry memiliki
peluang untuk bisnis karena
beberapa petani juga sudah
melakukan kontrak bisnis
dengan beberapa
perusahaan.
Sayuran dan hasil ternak
juga memiliki potensi
bisnis.
Sarana
Menginginkan travel agent khusus
wisata agro yang mengantarkan
-
sampai ke lokasi wisata agro
PermintaanPenawaranSesuai
/tidak
Membutuhkan penginapan/hotelTersedia 2 unit penginapan
dan 1 unit hotel
V
Membutuhkan restoran/kedai
makanan
Tersedia 120 unit kedai
makanan dan 1 restoran
V
Menginginkan sarana rekreasi-
Membutuhkan warungTerdapat 96 unit warungV
Membutuhkan tempat belanja
kerajinan dan oleh-oleh
-
Prasarana
Membutuhkan ATM-
Membutuhkan listrikSemua dusun sudah teraliri
listrik
V
Membutuhkan sumber air minum
yang bersih
Terdapat sumber mata airV
Membutuhkan bengkel mobil dan
motor
Tersedia 6 unit bengkel
mobil dan motor
V
Membutuhkan apotek-
Membutuhkan puskesmasTerdapat 1 unit puskesmasV
Membutuhkan tempat ibadahTerdapat 34 unit mesjid dan
10 unit langgar
V
Aksesibilitas
Terjangkau angkutan umumTerjangkau angkutan umum
dari terminal Ciwidey
V
Dilewati jalan besarDilalui jalan provinsi yaitu
jalan raya Rancabali
V
Dekat dengan objek wisata seperti:
kawah putih, Situ Patengan,
Rancaupas, dll
Bersebelahan dengan Desa
Alamendah dan berada di
jalur wisata utama Soreang
Patengan
V
Jalan dalam keadaan baik dan tidak
rusak
Sebagian besar jalan
diaspal, namun rusak,
terdapat pula beberapa jalan
batu
Sebagan besar wisatawan
menggunakan mobil bus sehingga
kondisi jalan harus cukup dengan
mobil dan bus
Lebar jalan 2 – 2,5 meter,
dapat dilalui 1 buh mobil,
namun bis akan sulit masuk
Total kesesuaian28/48* 100% = 58,3%

3) Desa Ciwidey

Desa memenuhi 60,41% kesesuaian antara aspek penawaran dan permintaan. Artinya bahwa potensi Desa Ciwidey (penawaran) sesuai dan dapat memenuhi seluruh keinginan dan persepsi wisatawan (permintaan) sebesar 60,41%. Dengan potensi yang ada yang disesuaikan dengan keinginan dan kebutuhan wisatawan maka Desa Ciwidey mempunyai potensi untuk dikembangkan sebagai berikut:

  • Wisata agro dengan bermacam jenis komoditas yang dibudidayakan, yaitu padi sawah, strawberry, bawang merah, kubis, brokoli, jagung, kacang tanah, cabai, tomat, selada dan ubi jalar, sapi perah, kambing, domba adu, dan kerbau, dengan jenis wisata agro:
    • Wisata agro bisnis, dengan komoditas bisnis adalah beras, strawberry, sawi,
  • seledri, bawang daun dan hasil ternak seperti susu, daging dan telur
  • Wisata agro rekreasi yaitu dengan membuat arena yang bersifat rekreatif sebagai daya tarik disamping daya tarik pertanian
  • Wisata agro budaya dengan daya tarik kesenian kacapian, angklung dan Buncis namun daya tarik utama tetap pada budaya tradisional masyarakat dalam bertani.

Tabel III Kesesuaian antara Permintaan dan Penawaran di Kawasan Wisata Agro Desa Ciwidey

PermintaanPenawaranSesuai
/tidak
Terdapat pemandangan pertanian
yang indah
Pemandangan alam
pedesaan
Pemandangan hamparan
ladang sayuran yang terdiri
dari bawang merah, kubis,
brokoli, jagung, kacang
tanah, cabai, tomat, selada
dan ubi jalar
Ladang strawberry di
V
Memiliki udara sejuksepanjang pinggir jalan raya
suhu 18-210C di ketinggian
1.200 dpl
V
Terdapat Komoditas Pertanian
Pertanian tanaman pangan dan hortikultura
PadiPadi sawahV
Buah-buahan seperti strawberry,
pisang,alpukat dll
strawberryV
Sayuran seperti seledri, bawang
daun, sawi, ubi, dll
bawang merah, kubis,
brokoli, jagung, kacang
tanah, cabai, tomat, selada
dan ubi jalar
V
Perkebunan: teh, karet, kopi, kelapa,
cokelat, tebu, dll
-
Perikanan: perikanan air tawar, air
payau, air laut
-
Peternakan: sapi, kambing, unggas,
kelinci, domba, kuda,dll
sapi perah, kambing, domba
adu, dan kerbau
V
Terdapat kesenian dan kerajinan
daerah
Kacapian, Angklung dan
Buncis
V
Terdapat budaya khas masyarakat
dalam bertani
Budaya tradisional
masyarakat dalam bertani
V
Terdapat kegiatan pertanian
Pertanian tanaman pangan
PenanamanPenanaman bawang merah,
kubis, brokoli, jagung,
kacang tanah, cabai, tomat,
selada dan ubi jalar
Penanaman strawberry
V
Pemiliharaan:pemupukan,
pengairan
Cara pengairan, pemupukan
tanaman sayur
Cara pengairan dan
pemupukan strawberry
V
PemetikanCara pemetikan tanaman
sayur
Cara pemetikan strawberry
V
Pengolahan seperti strawberry
menjadi sirup, sambal, manisan, dll
Pengolahan manisan kalua
jeruk
Pengolahan noga
Pengolahan tahu dan tempe
V
PermintaanPenawaranSesuai
/tidak
Perkebunan
Penanaman: menanam teh-
Pemeliharaan-
Pemetikan: memetik teh, kopi
Pengolahan: mengolah biji kopi
-
menjadi kopi bubuk-
Perikanan
Pembibitan-
Pemeliharaan: member pakan-
Pemancingan
Peternakan
-
Pemeliharaan: membersihkanPemeliharaan sapi perah,
kotoran, pembesaran, memberikambing, domba adu, danV
pakankerbau
Pemanfaatan hasil ternak: prosesProses memerah susu
memerah susu, mengambi telur,
memotong ayam
V
Pengolahan: mengolah susu menjadi
yoghurt-
Terdapat kegiatan rekreasi-
Menyukai wisata agro dengan satu-
pertanan khas daerah
Menyukai wisata agro denganTerdapat 2 jenis pertanian
yang dikembangkan yaitu
banyak jenis pertanian sehinggapertanian tanaman pangan,V
bisa memilih jenis pertanian yang
ingin dinikmati
berupa buah dan sayur dan
peternakan
Terdapat pembelajaran
Menyukai wisata agro yang terdapat
pembelajaran tentang budaya
mengenai budaya
masyarakat petani secara
masyarakat, termasuk keseniantradisional, namun tidakV
daerah, kerajinan tanganterdapat kesenian khas
masyarakat
Menyukai wisata agro yang
dilengkapi atraksi lain, seperti
-
outbound dan kegiatan permainan
alam lainnya.
Strawberry memiliki
peluang untuk bisnis karena
Menyukai wisata agro yang hasil
petaniannya bisa dijual atau punya
beberapa petani juga sudah
melakukan kontrak bisnis
peluang besar untuk kegiatan bisnisdengan beberapaV
pertanianperusahaan
Sayuran dan hasil ternak
juga memiliki potensi bisnis
Sarana
Menginginkan travel agent khusus
wisata agro yang mengantarkan
-
sampai ke lokasi wisata agro
Membutuhkan penginapan/hotelTersedia 2 unit penginapanV
tetapi tidak tersedia hotel
Membutuhkan restoran/kedaiTersedia 12 unit restoran
dan tidak ada kedai
V
makananmakanan
Menginginkan sarana rekreasi-
Membutuhkan warungTerdapat 96 unit warungV
Membutuhkan tempat belanja-
kerajinan dan oleh-oleh
Prasarana
Membutuhkan ATM
-
Membutuhkan listrikSemua dusun sudah teraliriV
listrik
Membutuhkan sumber air minumTerdapat sumber mata airV
yang bersih
Membutuhkan bengkel mobil dan
Tersedia 6 unit bengkel
motormobil dan motorV
Membutuhkan apotekTersedia 3 unit apotekV
Membutuhkan puskesmasTeradapat 1 unit puskesmasV
Terdapat 41 unit mesjid dan
Membutuhkan tempat ibadah57 unit langgar dan 1 unitV
Aksesibilitasgereja

Terjangkau angkutan umum Terjangkau angkutan umum V

PermintaanPenawaranSesuai
/tidak
dari Kota Bandung dan
Kota Soreang
Dilewati jalan besarDilalui jalan provinsi yaitu
jalan raya Ciwidey
V
Dekat dengan objek wisata seperti:
kawah putih, Situ Patengan,
Rancaupas, dll
Berada di jalur wisata
utama Soreang-Patengan
V
Jalan dalam keadaan baik dan tidak
rusak
Sebagian besar jalan
diaspal, namun rusak,
terdapat pula beberapa jalan
batu
Sebagian besar wisatawan
menggunakan mobil bus sehingga
kondisi jalan harus cukup dengan
mobil dan bus
Lebar jalan 2-2,5 meter,
dapat dilalui 1 buh mobil,
namun bis akan sulit masuk
Total kesesuaian29/48* 100% = 60,41%

4) Desa Pasirjambu

Desa memenuhi 58,3% kesesuaian antara aspek penawaran dan permintaan. Artinya bahwa potensi Desa Pasirjambu (penawaran) sesuai dan dapat memenuhi seluruh keinginan dan persepsi wisatawan (permintaan) sebesar 58,3%. Dengan potensi yang ada yang disesuaikan dengan keinginan dan kebutuhan wisatawan maka Desa Pasirjambu mempunyai potensi untuk dikembangkan sebagai berikut:

  • Wisata agro dengan bermacam jenis komoditas yang dibudidayakan, yaitu padi sawah, jagung, ubi kayu, cabai, sawi, kubis dan buncis, sapi, kerbau, kuda, ayam, bebek, kelinci, kambing, dan domba, dengan jenis wisata agro:
    • Wisata agro bisnis, dengan komoditas bisnis adalah beras, jagung, ubi kayu, cabai, sawi, kubis dan buncis dan hasil ternak seperti susu, daging dan telur;
    • Wisata agro rekreasi yaitu dengan membuat arena yang bersifat rekreatif sebagai daya tarik disamping daya tarik pertanian.

Tabel IV Kesesuaian antara Permintaan dan Penawaran di Kawasan Wisata Agro Desa Pasirjambu

PermintaanPenawaranSesuai
/tidak
Terdapat pemandangan pertanian
yang indah
Pemandangan hamparan
sawah,
Pemandangan pertanian
jagung, ubi kayu, cabai,
sawi, kubis dan buncis
V
PermintaanPenawaranSesuai
/tidak
Pemandangan alam
pedesaan yang asri beserta
kehidupan tradisional
penduduknya
Memiliki udara sejuksuhu 18-210C di ketinggian
1.200 dpl
V
Terdapat Komoditas Pertanian
Pertanian tanaman pangan dan hortikultura
Padi
Buah-buahan seperti strawberry,
Padi sawah dan padi ladangV
pisang,alpukat dll-
Sayuran seperti seledri, bawang daun,
sawi, ubi, dll
jagung, ubi kayu, cabai,
sawi, kubis dan buncis
V
Perkebunan: teh, karet, kopi, kelapa,
cok\elat, tebu, dll
-
Perikanan: perikanan air tawar, air
payau, air laut
-
Peternakan: sapi, kambing, unggas,
kelinci, domba, kuda,dll
sapi, kerbau, kuda, ayam,
bebek, kelinci, kambing,
domba
V
Terdapat kesenian dan kerajinan
daerah
-
Terdapat budaya khas masyarakatBudaya tradisionalV
dalam bertani
Terdapat kegiatan pertanian
masyarakat dalam bertani
Pertanian tanaman pangan
Penanaman jagung, ubi
Penanamankayu, cabai, sawi, kubis
dan buncis
V
Pemiliharaan:pemupukan, pengairanCara pengairan,
pemupukan tanaman sayur
V
PemetikanCara pemetikan tanaman
sayur
V
Pengolahan seperti strawberry
menjadi sirup, sambal, manisan, dll
Strawberry menjadi selai,
sirup, sambal, manisan,
keripik kentang
V
Perkebunan
Penanaman: menanam teh-
Pemeliharaan
Pemetikan: memetik teh, kopi
-
-
Pengolahan: mengolah biji kopi
menjadi kopi bubuk-
Perikanan
Pembibitan
Pemeliharaan: member pakan
-
-
Pemancingan-
Peternakan
Pemeliharaan: membersihkan
kotoran, pembesaran, memberi pakan
Pemeliharaan sapi, kerbau,
kuda, ayam, bebek, kelinci,
V
Pemanfaatan hasil ternak: proseskambing, domba
memerah susu, mengambi telur,
memotong ayam
Proses memerah susu
Pemotongan ayam
V
Pengolahan: mengolah susu menjadi
yoghurt
-V
Terdapat kegiatan rekreasi-
Menyukai wisata agro dengan satu
pertanan khas daerah
-
Menyukai wisata agro dengan banyak
jenis pertanian sehingga bisa memilih
jenis pertanian yang ingin dinikmati
Terdapat 2 jenis pertanian
yang dikembangkan yaitu
pertanian tanaman pangan,
berupa sayur dan
peternakan
V
Menyukai wisata agro yang terdapat
pembelajaran tentang budaya
masyarakat, termasuk kesenian
daerah, kerajinan tangan
Terdapat pembelajaran
mengenai budaya
masyarakat petani secara
tradisional namun tidak
terdapat kesenian khas
masyarak
V
Menyukai wisata agro yang
dilengkapi atraksi lain, seperti
-
outbound dan kegiatan permainan
PermintaanPenawaranSesuai
/tidak
alam lainnya.
Menyukai wisata agro yang hasil
petaniannya bisa dijual atau punya
peluang besar untuk kegiatan bisnis
pertanian
Sayuran dan hasil ternak
memiliki potensi bisnis
V
Sarana
Menginginkan travel agent khusus
wisata agro yang mengantarkan
-
sampai ke lokasi wisata agro
Membutuhkan penginapan/hotelTersedia 1 unit penginapan
tetapi tidak tersedia hotel
V
Membutuhkan restoran/kedai
makanan
Tersedia 27 unit restoran
dan 5 unit kedai makanan
V
Menginginkan sarana rekreasi-
Membutuhkan warung
Membutuhkan tempat belanja
kerajinan dan oleh-oleh
Terdapat 38 unit warung
-
V
Prasarana
Membutuhkan ATM
-
Membutuhkan listrikSemua dusun sudah teraliri
listrik
V
Membutuhkan sumber air minum
yang bersih
Terdapat sumber mata airV
Membutuhkan bengkel mobil dan
motor
Tersedia 4 unit bengkel
mobil dan motor
V
Membutuhkan apotekTersedia 1 unit apotekV
Membutuhkan puskesmasTerdapat 1 unit puskesmasV
Membutuhkan tempat ibadahTerdapat 14 unit mesjid
dan 27 unit langgar
V
Aksesibilitas
Terjangkau angkutan umumTerjangkau angkutan
umum dari Kota Bandung
dan Kota Soreang
V
Dilewati jalan besarDilalui jalan provinsi yaitu
jalan raya Pasirjambu
V
Dekat dengan objek wisata seperti:
kawah putih, Situ Patengan,
Rancaupas, dll
Berada di jalur wisata
utama Soreang-Patengan
V
Jalan dalam keadaan baik dan tidak
rusak
Sebagian besar jalan
diaspal, namun rusak
Sebagan besar wisatawan
menggunakan mobil bus sehingga
kondisi jalan harus cukup dengan
mobil dan bus
Lebar jalan 2 – 2,5 meter,
dapat dilalui 1 buh mobil,
namun bis akan sulit
masuk
Total kesesuaian28/48* 100% = 58,3%

5) Desa Sukawening

Desa memenuhi 62,5% kesesuaian antara aspek penawaran dan permintaan. Artinya bahwa potensi Desa Sukawening (penawaran) sesuai dan dapat memenuhi seluruh keinginan dan persepsi wisatawan (permintaan) sebesar 62,5%. Dengan potensi yang ada yang disesuaikan dengan keinginan dan kebutuhan wisatawan maka Desa Sukawening mempunyai potensi untuk dikembangkan sebagai berikut:

Wisata agro dengan bermacam jenis komoditas yang dibudidayakan, yaitu padi sawah, buncis, jagung, ubi jalar, ubi kayu, cabai, kacang tanah, tomat, dan kentang, ikan kolam dan peternakan sapi, kerbau, kuda, ayam, bebek, kelinci, kambing, domba dengan jenis wisata agro:

  • Wisata agro bisnis, dengan komoditas bisnis adalah beras, buncis, jagung, ubi jalar, ubi kayu, cabai, kacang tanah, tomat, dan kentang dan hasil ternak seperti susu, daging dan telur;
  • Wisata agro rekreasi yaitu dengan membuat arena yang bersifat rekreatif sebagai daya tarik disamping daya tarik pertanian.

Tabel V Kesesuaian antara Permintaan dan Penawaran di Kawasan Wisata Agro Desa Sukawening

Sesuai
PermintaanPenawaran/tidak
Terdapat pemandangan pertanian
yang indah
Suasana pedesaan dan
kehidupan masyarakat
pedesaan
Pemandangan
hamparan sawah
Pertanian buncis,
jagung, ubi jalar, ubi
kayu, cabai, kacang
tanah, tomat, dan
kentang
Keberagaman jenis
perkebunan yang
dibudidayakan, antara
lain kopi, teh,
tembakau, dan karet
V
Memiliki udara sejuksuhu 20-280C diV
ketinggian 700 dpl
Terdapat Komoditas Pertanian
Pertanian tanaman pangan dan hortikultura
PadiPadi sawah dan padi
ladang
V
Buah-buahan seperti strawberry,
pisang,alpukat dll
-
Sayuran seperti seledri, bawang
daun, sawi, ubi, dll
buncis, jagung, ubi
jalar, ubi kayu, cabai,
kacang tanah, tomat,
dan kentang
V
Perkebunan: teh, karet, kopi,
kelapa, cokelat, tebu, dll
kopi, teh, tembakau,
dan karet
V
Perikanan: perikanan air tawar,
air payau, air laut
Perikanan kolamV
Peternakan: sapi, kambing,
unggas, kelinci, domba, kuda,dll
sapi, kerbau, kuda,
ayam, bebek, kelinci,
kambing, domba
V
Terdapat kesenian dan kerajinan
daerah
Pembuatan bilik bambu
dan opak kelontong
V
Terdapat budaya khas
masyarakat dalam bertani
Budaya tradisional
masyarakat dalam
bertani
V
Terdapat kegiatan pertanian
Pertanian tanaman pangan
PenanamanPenanaman buncis,
jagung, ubi jalar, ubi
kayu, cabai, kacang
tanah, tomat, dan
kentang
V
Pemiliharaan:pemupukan,
pengairan
Cara pengairan,
pemupukan tanaman
V
PermintaanPenawaranSesuai
/tidak
sayur
PemetikanCara pemetikanV
tanaman sayur
Pengolahan seperti strawberry
menjadi sirup, sambal, manisan,
-
dll
Perkebunan
Penanaman: menanam tehPenanaman kopi, teh,V
tembakau, dan karet
PemeliharaanPenanaman kopi, teh,V
tembakau, dan karet
Pemetikan: memetik teh, kopiPemetikan kopi, teh,
tembakau dan karet
V
Pengolahan: mengolah biji kopiPengolahan biji kopi
menjadi kopi bubukmenjadi kopi bubukV
Perikanan
Pembibitan-
Pemeliharaan: member pakanPemberian pakanV
Pemancingan-
Peternakan
Pemeliharaan: membersihkanPemeliharaan sapi,
kotoran, pembesaran, memberikerbau, kuda, ayam,
bebek, kelinci,
V
pakankambing, domba
Pemanfaatan hasil ternak: proses
memerah susu, mengambi telur,Proses memerah susuV
memotong ayamPemotongan ayam
Pengolahan: mengolah susu-
menjadi yoghurt
Terdapat kegiatan rekreasi-
Menyukai wisata agro dengan-
satu pertanan khas daerah
Terdapat 4 jenis
pertanian yang
Menyukai wisata agro dengandikembangkan yaitu
banyak jenis pertanian sehinggapertanian tanamanV
bisa memilih jenis pertanian yangpangan, perkebunan,
ingin dinikmatiperikanan dan
peternakan
Terdapat pembelajaran
Menyukai wisata agro yang
terdapat pembelajaran tentang
mengenai budaya
masyarakat petani
budaya masyarakat, termasuksecara tradisionalV
kesenian daerah, kerajinannamun tidak terdapat
tangankesenian khas
masyarakat
Menyukai wisata agro yang
dilengkapi atraksi lain, seperti
-
outbound dan kegiatan
permainan alam lainnya.
Menyukai wisata agro yang hasilSayuran dan hasil
petaniannya bisa dijual atauternak memiliki potensiV
punya peluang besar untukbisnis
kegiatan bisnis pertanian
Sarana
Menginginkan travel agent
khusus wisata agro yang
-
mengantarkan sampai ke lokasi
wisata agro
Membutuhkan penginapan/hotel-
Membutuhkan restoran/kedaiTersedia 1 unit kedai
makananmakananV
Menginginkan sarana rekreasi-
Membutuhkan warungTerdapat 96 unitV
warung
Membutuhkan tempat belanja-
kerajinan dan oleh-oleh
Prasarana
Membutuhkan ATM
-
Semua dusun sudah
PermintaanPenawaranSesuai
/tidak
Membutuhkan sumber air minum
yang bersih
Terdapat sumber mata
air
V
Membutuhkan bengkel mobil
dan motor
Tersedia 2 unit
bengkel mobil dan
motor
V
Membutuhkan apotek-
Membutuhkan puskesmasTerdapat 1 unit
puskesmas
V
Membutuhkan tempat ibadahTerdapat 18 unit mesjid
dan 64 unit langgar
V
Aksesibilitas
Terjangkau angkutan umum-
Dilewati jalan besar-
Dekat dengan objek wisata
seperti: kawah putih, Situ
Patengan, Rancaupas, dll
Berada di jalur
alternatif ke ODTW di
desa Patengan dan desa
Alamendah dan ODTW
Gunung Padang
V
Jalan dalam keadaan baik dan
tidak rusak
Sebagian besar jalan
diaspal, namun rusak
Sebagan besar wisatawan
menggunakan mobil bus
sehingga kondisi jalan harus
cukup dengan mobil dan bus
Lebar jalan 2 – 2,5
meter, dapat dilalui 1
buh mobil, namun bis
akan sulit masuk
Total kesesuaian30/48* 100% = 62,5%

6) Desa Nengkelan

Desa memenuhi 60,41% kesesuaian antara aspek penawaran dan permintaan. Artinya bahwa potensi Desa Nengkelan (penawaran) sesuai dan dapat memenuhi seluruh keinginan dan persepsi wisatawan (permintaan) sebesar 60,41%. Dengan potensi yang ada yang disesuaikan dengan keinginan dan kebutuhan wisatawan maka Desa Nengkelan mempunyai potensi untuk dikembangkan sebagai berikut:

  • Wisata agro dengan bermacam jenis pertanian yang dibudidayakan, yaitu pertanian tanaman pangan, perkebunan, perikanan dan peternakan, dengan jenis wisata agro:
    • Wisata agro bisnis, dengan komoditas bisnis yaitu beras, jagung, ubi kayu, ubi jalar, cabai, tomat, sawi, mentimun, buncis, terong, kopi, teh, tembakau dan hasil ternak seperti susu, daging dan telur, hasil perikanan
    • Wisata agro rekreasi yaitu dengan membuat arena yang bersifat rekreatif sebagai daya tarik disamping daya tarik pertanian.

Tabel VI Kesesuaian antara Permintaan dan Penawaran di Kawasan Wisata Agro Desa Nengkelan

PermintaanPenawaranSesuai
/tidak
Terdapat pemandangan pertanian
yang indah
Pemandangan hamparan
sawah
Pemandangan jagung, ubi
kayu, ubi jalar, cabai,
tomat, sawi, mentimun,V
buncis, terong
Pemandangan buah
buahan.
Memiliki udara sejuksuhu 20-250C di ketinggian
1.100 dpl
V
Terdapat Komoditas Pertanian
Pertanian tanaman pangan dan hortikultura
Padipadi sawah dan padi ladangV
Buah-buahan seperti strawberry,
pisang,alpukat dll
jeruk, mangga, alpukat
Sayuran seperti seledri, bawang daun,jagung, ubi kayu, ubi jalar,
sawi, ubi, dllcabai, tomat, sawi,V
mentimun, buncis, terong
Perkebunan: teh, karet, kopi, kelapa,
cokelat, tebu, dll
Kopi, teh, tembakau
Perikanan: perikanan air tawar, air
payau, air laut
Perikanan kolamV
Peternakan: sapi, kambing, unggas,Sapi, kerbau, kuda, ayam,
kelinci, domba, kuda,dllbebek, kelinci, kambing,V
Terdapat kesenian dan kerajinandomba
-
daerah
Terdapat budaya khas masyarakat
Budaya tradisional
dalam bertanimasyarakat dalam bertaniV
Terdapat kegiatan pertanian
Pertanian tanaman pangan
Penanaman buncis, jagung,
ubi jalar, ubi kayu, cabai,
Penanamankacang tanah, tomat, danV
kentang
Penanaman tanaman buah
buah
Cara pengairan,
Pemiliharaan:pemupukan, pengairanpemupukan tanaman sayurV
dan buah
PemetikanCara pemetikan tanaman
sayur dan buah
V
Pengolahan seperti strawberry-
menjadi sirup, sambal, manisan, dll
Perkebunan
Penanaman: menanam tehPenanaman kopi, teh,
tembakau
V
Penanaman kopi, teh,
PemeliharaantembakauV
Pemetikan: memetik teh, kopiPemetikan kopi, teh,
tembakau
V
Pengolahan: mengolah biji kopi
menjadi kopi bubuk-
Perikanan
Pembibitan-
Pemeliharaan: member pakan
Pemancingan
Pemberian pakan
-
V
Peternakan
Pemeliharaan sapi, kerbau,
Pemeliharaan: membersihkan
kotoran, pembesaran, memberi pakan
kuda, ayam, bebek, kelinci,
kambing, domba
V
Pemanfaatan hasil ternak: proses
memerah susu, mengambi telur,Proses memerah susuV
memotong ayamPemotongan ayam
Pengolahan: mengolah susu menjadi
yoghurt
-V
Terdapat kegiatan rekreasi-
Menyukai wisata agro dengan satu
pertanan khas daerah-
PermintaanPenawaranSesuai
/tidak
Menyukai wisata agro dengan banyak
jenis pertanian sehingga bisa memilih
jenis pertanian yang ingin dinikmati
Terdapat 4 jenis pertanian
yang dikembangkan yaitu
pertanian tanaman pangan,
perkebunan, perikanan dan
peternakan
V
Menyukai wisata agro yang terdapat
pembelajaran tentang budaya
masyarakat, termasuk kesenian
daerah, kerajinan tangan
Terdapat pembelajaran
mengenai budaya
masyarakat petani secara
tradisional namun tidak
terdapat kesenian khas
masyarakat
V
Menyukai wisata agro yang
dilengkapi atraksi lain, seperti
-
outbound dan kegiatan permainan
alam lainnya.
Menyukai wisata agro yang hasil
petaniannya bisa dijual atau punya
peluang besar untuk kegiatan bisnis
pertanian
Sayuran dan hasil ternak
memiliki potensi bisnis
V
Sarana
Menginginkan travel agent khusus
wisata agro yang mengantarkan
-
sampai ke lokasi wisata agro
Membutuhkan penginapan/hotel
-
Membutuhkan restoran/kedai
makanan
Tersedia 46 unit kedai
makanan
Menginginkan sarana rekreasi
Membutuhkan warung
Membutuhkan tempat belanja
-
Terdapat 43 unit warung
kerajinan dan oleh-oleh-
Prasarana
Membutuhkan ATM
-
Membutuhkan listrikSemua dusun sudah teraliri
listrik
V
Membutuhkan sumber air minum
yang bersih
Terdapat sumber air bersih
berupa sumur
V
Membutuhkan bengkel mobil dan
motor
Tersedia 2 unit bengkel
mobil dan motor
V
Membutuhkan apotek-
Membutuhkan puskesmasTeradapat 1 unit
puskesmas
V
Membutuhkan tempat ibadahTerdapat 15 unit mesjid
dan 40 unit langgar
V
Aksesibilitas
Terjangkau angkutan umum
Dilewati jalan besar
-
-
Dekat dengan objek wisata seperti:
kawah putih, Situ Patengan,
Rancaupas, dll
Jalan dalam keadaan baik dan tidak
Berada di jalur alternatif ke
ODTW di desa Patengan
dan desa Alamendah dan
ODTW Gunung Padang
Sebagian besar jalan
V
rusak
Sebagan besar wisatawan
diaspal, namun rusak
menggunakan mobil bus sehingga
kondisi jalan harus cukup dengan
mobil dan bus
Lebar jalan 2 – 2,5 meter,
dapat dilalui 1 buh mobil,
namun bis akan sulit masuk
Total kesesuaian29/48* 100% = 60,41%

7) Desa Rawabogo

Desa memenuhi 58,33% kesesuaian antara aspek penawaran dan permintaan. Artinya bahwa potensi Desa Rawabogo (penawaran) sesuai dan dapat memenuhi seluruh keinginan dan persepsi wisatawan (permintaan) sebesar 58,33%. Dengan potensi yang ada yang disesuaikan dengan keinginan dan kebutuhan

wisatawan maka Desa Rawabogo mempunyai potensi untuk dikembangkan sebagai berikut:

  • Wisata agro dengan bermacam jenis pertanian yang dibudidayakan, yaitu pertanian tanaman pangan, perkebunan dan peternakan, dengan jenis wisata agro:
    • Wisata agro bisnis, dengan komoditas bisnis yaitu beras, jagung, ubi kayu, ubi jalar, cabai, tomat, sawi, kentang, kubis, mentimun, buncis, brokoli, teh, karet dan hasil ternak seperti susu, daging dan telur
    • Wisata agro rekreasi yaitu dengan membuat arena yang bersifat rekreatif sebagai daya tarik disamping daya tarik pertanian
    • Wisata agro budaya dengan daya tarik kesenian angklung, buncis, celempungan, rengkong, pencak silat namun daya tarik utama tetap pada budaya tradisional masyarakat dalam bertani

Tabel VII Kesesuaian antara Permintaan dan Penawaran di Kawasan Wisata Agro Desa Rawabogo

Sesuai
PermintaanPenawaran/tidak
Terdapat pemandangan pertanian
yang indah
Pemandangan hamparan
sawah
Pemandangan jagung,
ubi kayu, ubi jalar, cabai,
tomat, sawi, kentang,
kubis, mentimun, buncis,
brokoli
Pemandangan buah
buahan
V
Memiliki udara sejuksuhu 18-250C di
ketinggian 1.300 dpl
V
Terdapat Komoditas Pertanian
Pertanian tanaman pangan dan hortikultura
Padipadi sawah dan padi
ladang
V
Buah-buahan seperti strawberry,
pisang,alpukat dll
jeruk, alpukat, mangga,
pepaya, pisang
Sayuran seperti seledri, bawang
daun, sawi, ubi, dll
jagung, ubi kayu, ubi
jalar, cabai, tomat, sawi,
kentang, kubis,
mentimun, buncis,
brokoli
V
Perkebunan: teh, karet, kopi,
kelapa, cokelat, tebu, dll
teh, karet
Perikanan: perikanan air tawar, air
payau, air laut
-
Peternakan: sapi, kambing, unggas,
kelinci, domba, kuda,dll
Sapi, kerbau, ayam,
bebek, kelinci, kambing,
domba
V
Terdapat kesenian dan kerajinan-
PermintaanPenawaranSesuai
/tidak
daerah
Terdapat budaya khas masyarakat
Budaya tradisionalV
dalam bertanimasyarakat dalam bertani
Terdapat kegiatan pertanian
Pertanian tanaman panganPenanaman padi, jagung,
ubi kayu, ubi jalar, cabai,
tomat, sawi, kentang,
Penanamankubis, mentimun, buncis,V
brokoli
Penanaman tanaman
buah-buahan
Cara pengairan,
Pemiliharaan:pemupukan,pemupukan tanamanV
pengairansayur dan buah
Cara pemetikan tanaman
Pemetikansayur dan buah, panenV
Pengolahan seperti strawberrypadi
menjadi sirup, sambal, manisan, dll-
Perkebunan
Penanaman: menanam tehPenanaman teh, karetV
PemeliharaanPenanaman teh, karetV
Pemetikan: memetik teh, kopiPemetikan teh, karetV
Pengolahan: mengolah biji kopi
menjadi kopi bubuk
-
Perikanan
Pembibitan-
Pemeliharaan: member pakan-
Pemancingan-
Peternakan
Pemeliharaan: membersihkanPemeliharaan sapi,
kotoran, pembesaran, memberi
pakan
kerbau, ayam, bebek,
kelinci, kambing, domba
V
Pemanfaatan hasil ternak: proses
memerah susu, mengambi telur,Proses memerah susuV
memotong ayamPemotongan ayam
Pengolahan: mengolah susu-
menjadi yoghurt
Terdapat kegiatan rekreasi
Menyukai wisata agro dengan satu
-
pertanan khas daerah-
Terdapat 3 jenis pertanian
Menyukai wisata agro dengan
banyak jenis pertanian sehingga
yang dikembangkan yaitu
bisa memilih jenis pertanian yangpertanian tanamanV
ingin dinikmatipangan, perkebunan, dan
peternakan
Terdapat pembelajaran
Menyukai wisata agro yangmengenai budaya
terdapat pembelajaran tentangmasyarakat petani secaraV
budaya masyarakat, termasuktradisional namun tidak
kesenian daerah, kerajinan tanganterdapat kesenian khas
Menyukai wisata agro yangmasyarakat
dilengkapi atraksi lain, seperti
-
outbound dan kegiatan permainan
alam lainnya.
Menyukai wisata agro yang hasil
petaniannya bisa dijual atau punya
peluang besar untuk kegiatan bisnis
Sayuran dan hasil ternak
memiliki potensi bisnis
V
pertanian
Sarana
Menginginkan travel agent khusus
wisata agro yang mengantarkan
-
sampai ke lokasi wisata agro
Membutuhkan penginapan/hotel
-
Membutuhkan restoran/kedaiTersedia 46 unit kedai
makananmakananV
Menginginkan sarana rekreasi-
Membutuhkan warungTerdapat 43 unit warungV
Membutuhkan tempat belanja-
kerajinan dan oleh-oleh

Prasarana

PermintaanPenawaranSesuai
/tidak
Membutuhkan ATM
-
Membutuhkan listrikSemua dusun sudah
teraliri listrik
V
Membutuhkan sumber air minum
yang bersih
Terdapat sumber air
bersih berupa sumur
V
Membutuhkan bengkel mobil dan
motor
Tersedia 2 unit bengkel
mobil dan motor
V
Membutuhkan apotek-
Membutuhkan puskesmasTerdapat 1 unit
puskesmas
V
Membutuhkan tempat ibadahTerdapat 28 unit mesjid
dan 14 unit langgar
V
Aksesibilitas
Terjangkau angkutan umum-
Dilewati jalan besar-
Dekat dengan objek wisata seperti:
kawah putih, Situ Patengan,
Rancaupas, dll
Berada di jalur alternatif
ke ODTW di desa
Patengan dan desa
Alamendah dan terdapat
ODTW Gunung Padang
Jalan dalam keadaan baik dan tidak
rusak
Sebagian besar jalan
diaspal, namun rusak,
terdapat pula jalan batu
Sebagan besar wisatawan
menggunakan mobil bus sehingga
kondisi jalan harus cukup dengan
mobil dan bus
Lebar jalan 2 – 2,5 meter,
dapat dilalui 1 buh mobil,
namun bis akan sulit
masuk
Total kesesuaian28/48* 100% = 58,33%

Secara keseluruhan, jika melihat persentase kesesuaian antara aspek penawaran dan aspek permintaan maka ketujuh kawasan wisata agro yang ditetapkan RIPPDA Kabupaten Bandung No.6 tahun 2006 telah melebihi 50%, yang artinya sebagian besar keinginan wisatawan akan wisata agro telah terpenuhi oleh penawaran di tujuh kawasan tersebut. Kesesuaian antara aspek permintaan dan aspek penawaran ini penting bagi pengembangan suatu destinasi wisata, yang mana aspek penawaran yang ada menjadi potensi untuk dikembangkan.

Sebelum mulai melalukan pengembangan wisata agro, harus dilihat rencana pengembangan wilayah yang ada, yang dalam penelitian ini adalah RTRW Kabupaten Bandung dan Masterplan Kawasan Agropolitan Ciwidey. Menurut Kawasan Agropolitan Ciwidey, tujuh kawasan tersebut memiliki fungsi kawasan sebagai berikut:

1. Desa Alamendah diperuntukkan sebagai Zona Pengembangan I dengan fungsi utama dengan kegiatan utama pemukiman, komersial, pertanian tanaman pangan (pertanian lahan basah, pertanian lahan kering, sawah), wisata/cagar alam dan kegiatan penunjang perkebunan, pertanian tanaman tahunan, dan RTH. Hal ini berarti pengembangan desa Alamendah menjadi wisata agro sangat tepat karena memang diperuntukkan bagi kegiatan pertanian tanaman pangan dan wisata alam.

  • 2. Desa Panundaan ditetapkan sebagai pusat pendukung pariwisata, dimana desa ini mendukung baik dari sarana maupun prasarana. Maka pembangunan sarana prasarana kepariwisataan seperti penyediaan travel agent atau sarana prasarana pusat informasi pariwisata lebih diarahkan di desa ini agar sesuai dengan kebijakan yang ditetapkan.
  • 3. Desa Ciwidey ditetapkan sebagai pusat pemukiman dan komersil. Dengan fungsinya sebagai ibukota Kecamatan Ciwidey maka pusat kegiatan masyarakat berada di desa ini.
  • 4. Desa Pasirjambu ditetapkan sebagai pusat agribisnis Agropolitan Ciwidey, yang menitikberatkan pada keselarasan pengembangan pertanian yang kuat dengan industri yang maju dengan bertumpu pada pengembangan potensi sumber daya lokal melalui strategi untuk memperoleh keuntungan dengan mengelola aspek budidaya, pasca panen, proses pengolahan, hingga tahap pemasaran. Dengan ditetapkannya Desa Pasirjambu sebagai pusat agribisnis, menjadi potensi bagi desa ini, karena wisatawan dapat mempelajari kegiatan pertanian hingga tahap pemasaran.
  • 5. Merujuk pada Masterplan Agropolitan Ciwidey, Desa Sukawening ditetapkan

sebagai Zona Pengembangan 1, dengan kegiatan utama pemukiman, komersial, pertanian tanaman pangan (pertanian lahan basah, pertanian lahan kering, sawah), wisata/cagar alam dan kegiatan penunjang perkebunan, pertanian tanaman tahunan, dan RTH. Hal ini berarti pengembangan desa Sukawening menjadi wisata agro sangat tepat karena memang diperuntukkan bagi kegiatan pertanian tanaman pangan dan wisata alam.

  • 6. Merujuk pada Masterplan Agropolitan Ciwidey, Desa Nengkelan ditetapkan sebagai Zona Pengembangan 1, dengan kegiatan utama pemukiman, komersial, pertanian tanaman pangan (pertanian lahan basah, pertanian lahan kering, sawah), wisata/cagar alam dan kegiatan penunjang perkebunan, pertanian tanaman tahunan, dan RTH. Hal ini berarti pengembangan desa Nengkelan menjadi wisata agro sangat tepat karena memang diperuntukkan bagi kegiatan pertanian tanaman pangan dan wisata alam.
  • 7. Merujuk pada Masterplan Agropolitan Ciwidey, Desa Rawabogo ditetapkan sebagai Zona Pengembangan 1, dengan kegiatan utama pemukiman, komersial, pertanian tanaman pangan (pertanian lahan basah, pertanian lahan kering, sawah), wisata/cagar alam dan kegiatan penunjang perkebunan, pertanian tanaman tahunan, dan RTH. Hal ini berarti pengembangan desa Rawabogo menjadi wisata agro sangat tepat karena memang diperuntukkan bagi kegiatan pertanian tanaman pangan dan wisata alam.

Perencanaan wisata agro mempertimbangkan tata lingkungan, oleh karena itu dalam penelitian ini juga ditinjau dari rencana tata ruang yang ada, yaitu Rencana Tata Ruang

Wilayah Kabupaten Bandung 2007-2027. Dalam RTRW tersebut, ketujuh kawasan wisata tersebut yang termasuk ke dalam wilayah administratif Kecamatan Rancabali, Kecamatan Ciwidey dan Kecamatan Pasirjambu, mempunyai potensi besar dalam longsor. Maka dalam perencanaannya perlu memepertimbangkan kemungkinan gerakan tanah (longsor tersebut), terutama dalam merenacanakan daya tarik khusus, seperti sarana rekreasi dan penyediaan sarana dan prasarana lain.

4. Penutup

Penawaran yang terdapat di wisata agro di tujuh kawasan terdiri dari daya tarik alam dan budaya, sedangkan daya tarik khusus belum terdapat di tujuh kawasan tersebut. Secara umum, tujuh kawasan yang ditetapkan oleh RIPPDA memiliki potensi pertanian yang melimpah dan beragam, sehingga memiliki peluang besar dalam pengembangan wisata agro. Sarana dan prasarana di tujuh kawasan wisata agro tersebut belum disediakan untuk kegiatan wisata karena memang belum berkembang menjadi destinasi wisata. penawaran lain yaitu aksesibilitas, secara garis besar kurang menunjang kegiatan kepariwisataan.

Secara umum, tujuh kawasan yang ditetapkan sebagai wisata agro oleh RIPPDA Kabupaten Bandung No. 6 Tahun 2006 telah dapat memenuhi sebagian besar kebutuhan dan keinginan wisatawan Kabupaten Bandung. Akan tetapi, Dari hasil penyebaran kuesioner diketahui bahwa secara umum, sebagian besar wisatawan tidak mengetahui keberadaan wisata agro di Kabupaten Bandung, menyukai wisata agro rekreasi, menyukai wisata agro yang dalam satu kawasan terdapat berbagai macam daya tarik dan komoditas pertanian yang ditawarkan.

Karakteristik tujuh kawasan wisata agro tersebut hampir sama dari potensi pertanian, daya tarik yang dapat dikembangkan, sarana prasarana dan aksesibilitas. Dengan mempertimbangkan letak tujuh kawasan tersebut yang saling berdekatan, dan memepertimbangkan wisatawan yang akan merasa bosan dan enggan untuk berhenti di tiap desa hanya untuk menikmati komoditas pertanian dan daya tarik yang sama, maka penelitian ini memberi rekomendasi bahwa tujuh kawasan wisata agro yang menjadi wilayah penelitian tidak dapat dikembangkan secara serempak, oleh karena itu perlu dipilih kawasan mana yang paling cocok untuk dikembangkan yang menyesuaikan dengan daya dukung dan tata lingkungan juga rencana pengembangan wilayah di kasawan tersebut.

Di sisi lain, untuk mengembangkan wisata agro di Kabupaten Bandung, masyarakat perlu dibekali dengan pengetahuan tentang pertanian dan pariwisata juga pengetahuan tentang wisata agro di daerah lain sehingga menjadi motivasi untuk menciptakan wisata agro yang menarik bagi wisatawan. Keberadaan wisata agro, selain bertumpu pada potensi alami yang dimiliki suatu daerah, juga mengandalkan pada kreativitas masyarakat dan pemerintah setempat untuk menjadikan pertanian di daerahnya menjadi suatu kawasan wisata yang menarik.

Ucapan Terima Kasih

Penulis mengucapkan terima kasih kepada Drs. Arief Rosyidie., MSP., M. Arch., Ph.D untuk arahan dan bimbingan sehingga artikel ini dapat ditulis. Terima kasih juga kepada dua mitra bestari yang telah memberikan komentar yang berharga.

Research Intelligence

Data from OpenAlex ↗

Metrics

3
Citations
0.00
FWCIfield-weighted
48th
Percentilevs same year + field
Article
Work type
Open Access

Citation Trend

Citation Timeline

YearCitations
20202
20181

Semantic Profile AI-classified research signals

Geography 0.54
level 0
level 1

Institution Network

References

  1. Data Objek dan Daya Tarik Wisata di Kabupaten Bandung Triwulan I tahun 2009, Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata Kabupaten Bandung
  2. Kabupaten Bandung Dalam Angka 2008
  3. Lobo, R.E., Goldman G.E. dan lain-lain. 1999. Agricultural Tourism: Agritourism Benefits Agriculture in San Diego Country. California Agriculture. University of California.
  4. Masterplan Agropolitan Ciwidey
  5. Profil Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Bandung 2008
  6. Rencana Induk Pengembangan Pariwisata Daerah (RIPPDA) Kabupaten Bandung No. 6 Tahun 2006
  7. Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Bandung 2007-2027
  8. Rilla, E. 1999. Bring the City and Country Together. California Coast and Ocean. Vol. 15, No. 2.
  9. Sutjipta, I Nyoman. 2001. Agrowisata. Magister Manajemen Agrobisnis: Universitas Udayana. (Diktat)