1. Home
  2. Archives
  3. Vol 2 (2017) Issue 1
  4. Articles

Pengaruh Model Pembelajaran Team Games Tournament Terhadap Teknik Dasar Passing Bawah Permainan Bola Voli

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Team Games Tournament terhadap teknik dasar passing bawah permainan bola voli siswa SD Negeri Karangampel II. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian eksperimen dengan one-group pretest-posttest design, teknik pengumpulan data menggunakan tes passing bawah bola voli ke dinding mengadaptasi tes mengoperkan bola (passing) dari Nurhasan. Untuk pengujian hipotesis menggunakan t-test: paired two sample for means. Partisipan dalam penelitian ini adalah siswakelas V SD Negeri Karangampel II sebanyak 30 siswa dan pengambilan sampel menggunakan sampling jenuh sebanyak 30 orang. Hasil penelitian menyatakan terdapat pengaruh model pembelajaran Team Games Tournament terhadap teknik dasar passing bawah permainan bola voli siswa SD Negeri Karangampel II.

Keywords

Pendahuluan

Pendidikan jasmani di Sekolah Dasar (SD) memilki Kompetensi Dasar (KD) yang harus dimiliki oleh siswa. KD yang harus dimiliki adalah mempraktikkan variasi dan kombinasi pola gerak dasar yang dilandasi konsep gerak dalam berbagai permainan bola besar dan atau olahraga tradisional (Kemendikbud, 2013). Salah satu permaianan bola besar yang termasuk materi pokok dalam pembelajaran penjas di SD adalah permainan bola voli. Permainan bola voli adalah suatu cabang olahraga dengan ciri gerakan mem-vollev bola di udara hilir mudik melalui net, dengan maksud menjatuhkan bola di dalam petak lapangan lawan sebanyak mungkin. Mem-volley dan memantulkan bola ke udara dapat menggunakan bagian tubuh mana saja, asalkan sentuhan atau pantulannya harus sempurna (Muhajir, 2014).

Didalam permainan bola voli terdapat beberapa teknik dasar bola voli. Teknik dasar permainan bola voli yang harus dikuasai antara lain passing bawah, passing atas, smash, servis bawah, servis atas dan bendungan (Muhajir, 2014) . Teknik dasar yang sangat penting untuk dikuasai yaitu teknik dasar passing bawah, karena passing bawah sangat berguna untuk pertahanan bahkan bisa dijadikan sebagai penambahan poin bagi tim dalam meraih kemenangan. Passing bawah berguna untuk menerima bola bawah dan untuk mengumpan (Suwarso dan Sumarya, 2010). Kesalahan yang sering terjadi dilakukan oleh siswa saat melakukan teknik dasar passing bawah permainan bola voli seperti siswa masih merasa takut dengan datangnya bola sehingga saat datangnya bola anak

tidak berani untuk menerima bola, posisi tangan yang salah, sudut tangan saat menerima bola kurang tepat, dan kurangnya kemampuan untuk merasakan bola.

Dari masalah di atas diperkuat dengan pembelajaran yang diberikan guru kepada siswa dianggap kurang efektif karena guru memegang penuh peranan pembelajaran. Sehingga siswa hanya bisa mengikuti apa yang diperintahkan oleh guru, tanpa terlebih dahulu siswa mencari tahu soal permasalahan pembelajaran yang akan dilangsungkan dan akhirnya siswa kurang mendapatkan hasil yang optimal.Salah satu alat untuk membantu guru dalam proses pembelajaran adalah dengan menggunakan model pembelajaran. Untuk mengatasi berbagai problematika dalam pelaksanaan pembelajaran, tentu diperlukan model-model pembelajaran yang dipandang mampu mengatasi kesulitan guru melaksanakan mengajar dan juga kesulitan belajar peserta didik (Sagala, 2011).

Salah satu model pembelajaran yang dapat digunakan dalam proses pembelajaran penjas adalah model pembelajaran pembelajaran kooperatif. Model kooperatif merupakan model pembelajaran yang bersifat kerjasama dimana siawa akan dibagi kedalam kelompok untuk berkontribusi di dalam pembelajaran. It is a set of teaching strategies that share key attributes, the most important being the grouping of students into learning teams for set amounts of time assignments, with the expectation that all students will contribute to the learning process and outcomes (Metzler, 2000). Cooperative learning (CL) is an instructtional model in which students work together in small, structured, heterogeneous groups to complete group tasks, and in which group members help each other learn while achieving group goals (Dyson, dkk, 2010).

Model pembelajaran Team Games Tournament (TGT) merupakan salah satu model pembelajaran kooperatif. Dalam proses pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran TGT terdapat perlombaan atau turnamen di dalam kelompok untuk memperoleh rangking untuk diikutkan dalam perlombaan antar kelompok, juga terdapat turnamen antar kelompok. Turnamen dilakukan selama dua kali: berlatih berlomba (kesatu) didalam kelompok dan berlatih berlomba (kedua) antar kelompok. Sehingga dengan model pembelajaran TGT dirasakan akan dapat mengatasi permasalahan pembelajaran yang ada karena disesuaiken dengan karakteristik siswa SD yang secara umum masih senang bermain secara berkelompok dan adanya pertandingan atau perlombaan.

Keberhasilan model pembelajaran TGT sangat dipengaruhi oleh perbedaan dari setiap anak dalam kelompoknya. Keberhasilan penerapan model pembelajaran Team Games Tournament (TGT) banyak dipengaruhi oleh heterogenitasnya anggota di dalam suatu kelompok baik dilihat dari level keterampilan, pengalaman, etnik, jender, skill, komunikasi, leadership, dan keinginan untuk berjuang bagi timnya (Suherman, 2009).

Oleh sebab itu seiring dengan perkembangan penelitian, telah banyak penelitian yang menggunakan model pembelajaran TGT dan memberikan kesimpulan bahwa model pembelajaran TGT dapat meningkatkan kemampuan dalam bermain bola voli (Pambayun dan Muhammad, 2013; Nugroho dan Rachman, 2013; Suadnyana, dkk, 2014; Wahyudi dan Hidayat, 2014; Laksana, 2014; Priyanti, 2014; Gotama, dkk, 2016; Kustiawan, 2016). Tetapi demikian model pembelajaran TGT ini bukanlah tanpa celah karena hasil penelitian juga ada yang menyatakan bahwa model pembelajaran TGT tidak memberikan pengaruh (Setyawan dan Pardijono, 2014).

Untuk menambah referensi tentang penelitian yang sudah ada dan khususnya penelitian tentang model pembelajaran TGT di tingkat SD maka tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh model pembelajaranTGT terhadap teknik dasar passing bawah permainan bola voli siswa SD Negeri Karangampel II Kabupaten Indramayu.

Percobaan

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen dengan desain One-Group Pretest-Posttest Design. Partisipan dalam penelitian ini adalah 30 siswa kelas V SD Negeri Karangampel II Kabupaten Indramayu. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik Sampling jenuh jadi mengambil seluruh partisipan sebagai sampel, sehingga sampel dalam penelitian ini berjumlah 30 siswa. Instrumen penelitian dengan menggunakan instrument tes passing bawah bola voli ke dinding mengadaptasi tes mengoperkan bola (passing) dari Nurhasan dan Cholil (2007). Hasil validitas sebesar 0,96 dan reliabilitas instrumen sebesar 0,86. Untuk pengujian hipotesis penelitian menggunakan t-test: paired two sample for means. Untuk lebih jelas instrumen penelitian yang digunakan dapat dilihat pada Gambar 1.

Gambar 1. Tes Passing Bawah Bola Voli ke Dinding

Hasil dan Pembahasan

Tabel 1. Rangkuman hasil perhitungan deskripsi data.

VariabelTesRata
Rata
Simpangan
Baku
Model
Pembelajara
n Team
Awal22.576.01
Games
Tournament
(TGT)
Akhir24.734.85

Tabel 2. Rangkuman hasil perhitungan t-test: paired two sample for means

VariabelthitungthitungKet.
Model
Pembelajaran
Team
Games
Tournament
(TGT)
Terhadap
teknik
3.132.05Sig.
dasar passing bawah
permainan bola voli

Hasil penelitian berdasarkan kepada nilai rata-rata yang dapat dilihat pada Tabel 1. sebelum dan sesudah diberikan perlakuan terdapat perbedaan sebelum perlakuan dengan rata-rata sebesar 22.57 dan mengalami peningkatan setelah diberikan perlakuan dengan nilai rata-rata sebesar24.37.

Hasil penelitian berdasarkan kepada uji hipotesis menggunakan t-test: paired two sample for means yang dapat dilihat pada Tabel 2.

Dikarenakan thitung (3.13) > dari ttabel (2.05), maka H0 ditolak berarti signifikan yang artinya terdapat pengaruh model pembelajaran TGT terhadap teknik dasar passing bawah permainan bola voli siswa SD Negeri Karangampel II.

Model pembelajaran TGT yang diterapkan oleh peneliti di lapangan yaitu dengan cara membuat skenario pembelajaran. Lankgah pertama pembelajaran menjelaskan tujuan pembelajaran permainan bola voli teknik passing bawah, membagi siswa ke dalam beberapa kelompok sehingga siswa dapat bersosialisasi dan bekerjasama dalam proses pemahaman belajar teknik passing bawah, masingmasing kelompok terdiri dari 3 kelompok setiap kelompok terdiri dari 3 tim dan tiap tim terdiri dari tiga orang. Kemudian setiap tim diberi kesempatan untuk berlatih untuk persiapan pertandingan dalam kelompok. Selanjutnya melakukan pertandingan didalam kelompok dengan menggunakan sistem gugur. Setelah pertandingan selesai kemudian setiap tim kembali berlatih kembali dengan kelompoknya untuk persiapan bertandingan antar kelompok disini pertandingan dilakukan berdasarkan juara pertandingan dalam kelompok. Juara 1 pertandingan dalam kelompok melawan juara 1 kelompok lain, Juara 2 pertandingan dalam kelompok melawan juara 2 kelompok lain, Juara 3 pertandingan dalam kelompok melawan juara 3 kelompok lain dan pertandingan sama dengan menggunakan sistem gugur. Setelah pertandingan selesai maka guru memberikan penguman hasil pertandingan baik yang dilakukan dalam kelompok maupun antar kelompok setiap juara 1 diberi poin 3, juara dua diberi poin 2 dan juara 3 diberi poin 1.

Perlakuan dengan menggunakan model pembelajaran Team Games Tournament (TGT) tersebut dilakukan selama 16 kali pertemuan yang mengacu kepada teknik passing bawah permainan bola voli yang akan menjadi produk akhir dalam penelitian ini. Dalam pembagian kelompok, peneliti membaginya dengan secara acak. Permainan dilakukan secara berkelompok untuk mengurangi rasa takut mereka dan melakukan perlombaan baik dalam kelompok maupun diluar kelompok, untuk memberikan semangat kepada mereka dalam melakukan pembelajaran permainan bola voli teknik passing bawah. Setiap pertandingan berlangsung, peraturan permainan bola voli yang dilakukan di lapangan hanya diperbolehkan menggunakan teknik dasar passing bawah bola voli kecuali saat melakukan pukulan awal atau service.

Pada saat proses pembelajaran menggunakan model pembelajaran TGT. Keberhasilan menggunakan model pembelajaran TGT dipengaruhi oleh pengalaman dalam pertandingan seperti siswa yang sering menjadi juara dan keinginan untuk menjadi juara dalam setiap pertandingan. Hasil pengamatan tersebut mendukung pendapat yang menyatakan keberhasilan penerapan model pembelajaran Team Games Tournament (TGT) banyak dipengaruhi oleh heterogenitasnya anggota di dalam suatu kelompok baik dilihat dari level keterampilan, pengalaman, etnik, jender, skill, komunikasi, leadership, dan keinginan untuk berjuang bagi timnya (Suherman, 2009).

Selain itu, berdasarkan kepada hasil penelitian yang dilakukan maka penelitian ini mendukung hasil penelitian yang sudah ada bahwa model pembelajaran TGT dapat meningkatkan kemampuan teknik dasar passing bawah bola voli (Pambayun dan Muhammad, 2013; Suadnyana, dkk, 2014; Wahyudi dan Hidayat, 2014; Laksana, 2014; Priyanti, 2014; Gotama, dkk, 2016). Perbedaan antara penelitian ini dengan yang sudah ada terletak pada partisipan yang menggunakan siswa SD.

Kesimpulan

Berdasarakan keseluruhan penelitian yang telah dilakukan maka kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapatpengaruh model pembelajaran TGT terhadap teknik dasar passing bawah permainan bola voli siswa SD Negeri Karangampel II.

Research Intelligence

Data from OpenAlex ↗

Metrics

7
Citations
0.00
FWCIfield-weighted
35th
Percentilevs same year + field
Article
Work type
Open Access

Citation Trend

Citation Timeline

YearCitations
20251
20241
20234
20221

Semantic Profile AI-classified research signals

Tournament 0.65
level 2
Humanities 0.61
level 1
Physics 0.56
level 0

Institution Network

References

  1. Dyson, B. P., Linehan, N. R. & Hastie, P. A. The Ecology of Cooperative Learning in Elementary Physical Education Classes. Journal of Teaching in Physical Education, 29, 113-130, 2010. DOI: 10.1123/jtpe.29.2.113
  2. Gotama, M. R., Adi, I. P. P. & Spyanawati, N. L. P. Implementasi Model Pembelajaran Kooperatif TGT Untuk Meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar Passing Bola Voli. Journal PJKR Universitas Pendidikan Ganesha, 1, 2016.
  3. Kemendikbud. Kompetensi Dasar Sekolah Dasar (SD)/ Madrasah Ibtidaiyah (MI). Jakarta : Kemendikbud, 2013.
  4. Kustiawan, A. A. Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Team Game Tournament (TGT) Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Smash normal Bolavoli Pada Siswakelas Xi Sma Negeri Colomadu Karanganyar Tahun Ajaran 2015/2016. Jurnal Sportif, 2, (1), 13 -35, 2016.
  5. Laksana, A. A. N. P. Implementasi Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Team Games Tournament Untuk Meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar Teknik Passing Bola Voli. Jurnal Motion, 5, (2), 242-251, 2014.
  6. Metzler, M. W. Intrictional Model For Physical Education. Massachusetts: Allyn & Bacon, 2000.
  7. Muhajir. Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan untuk SMA/MA Kelas X. Bandung: Erlangga, 2014.
  8. Nugroho, D. R. & Rachman, A. Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe (Team Games Tournament) TGT Terhadap Motivasi Siswa Mengikuti Pembelajaran Bolavoli Di Kelas X Sman 1 Panggul Kabupaten Trenggalek. Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan. 1, (1), 161 - 165, 2013.
  9. Nurhasan. & Cholil, D. H. Tes dan Pengukuran Keolahragaan, Bandung: FPOK Universitas Pendidikan Indonesia Bandung, 2007.
  10. Pambayun, N. & Muhammad, H. N. Pengaruh Pemberian Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Team Games Tournament (TGT) Terhadap Hasil Belajar Passing Bawah Bola Voli. Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan. 1, (2), 325 - 328, 2013.
  11. Priyanti, E. D. Upaya Meningkatkan Keterampilan Passing Bawah Bola Voli Dengan Menerapkan Metode Team Games Tournament (TGT). Bravo,s Jurnal, 2, (3), 135-142, 2014.
  12. Setyawan, A. & Pardijono. Perbandingan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe (Team Games Tournament) Dengan Model Pembelajaran Langsung Terhadap Hasil Belajar Passing Bawah Pada Permainan Bolavoli. Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan. 2, (2), 515 - 518, 2014.
  13. Suadnyana, I. K., Kanca, I. N. & Suadnyani, P. M.Implementasi Model Pembelajaran Kooperatif Tipe TGT Untuk Meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar Passing Bola Voli. Journal PJKR Universitas Pendidikan Ganesha, 1, 2014.
  14. Suherman, A.Model Pembelajaran Pendidikan Jasmani, Bandung: FPOK Universitas Pendidikan Indonesia Bandung, 2009.
  15. Suwarso, E. & Sumarya.Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan untuk SD/MI Kelas IV. Jakarta: Pusat Perbukuan, Kemendiknas, 2010.
  16. Wahyudi, R. A. & Hidayat T. Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Teams Games Tournament (TGT) Terhadap Hasil Belajar Passing bawah Bola Voli Studi Pada Siswa Kelas X TPM SMK Negeri 2 Probolinggo. Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan. 2, (1), 6 - 9., 2014.