PENDAHULUAN
Futsal merupakan olahraga yang mapan dibuktikan dengan sudah dipertandingankan secara internasional sejak tahun 1965 di Paraguay (http://id.wikipedia.org/wiki/Futsal) . Saat ini futsal sudah menjadi olahraga yang popular di dunia, karena peraturan bermain futsal sedikit berbeda dengan olahraga sepak bola. Olahraga futsal hannya dimainkan oleh 5 orang pemain termasuk penjaga gawang, selain itu futsal dimainkan didalam ruangan atau kita kenal dengan istilah lapangan (indoor), lapangan futsal lebih kecil dibandingkan dengan lapangan sepak bola, begitupun alasnya, jika sepak bola menggunakan rumput namun lapangan futsal hanya menggunakan kayu/plastic robber. Peraturan permainan futsal sudah di atur oleh FIFA supaya dapat menjunjung nilai fair play, dengan demikian futsal sudah menjadi olahraga professional yang diakui FIFA. Di dunia FIFA sudah mulai menyelenggarakan kejuaraan futsal sejak tahun 1989. Sejak itu olahraga futsal mulai terkenal di dunia dan banyak di gemari oleh semua masyarakat dunia.
Futsal menurut kamus pintar futsal [13] adalah permainan bola yang dimainkan oleh dua regu yang masing- masing beranggotakan lima orang. Tujuannya adalah memasukan bola ke gawang dengan cara memanipulasi bola dengan kaki. Selain lima pemain utama, setiap regu di izinkan memiliki pemain cadangan. Kecepatan bola Kecepatan menurut hidayat [5] adalah jarak tempuh sebuah partikel dalam setiap satuan waktu. Pada keadan geraknya, sebuah benda dapat mengalami (gerak lurus beraturan) dan kecepatan yang berubah (gerak lurus berubah beraturan). Yang di maksud kecepatan dalam penelirian ini adalah kecepatan bola pada saat melakukan teknik tendangan shooting. Seperti yang diungkapakan oleh Wibawa [19] Teknik menendang shooting adalah menendang dengan menggunakan punggung kaki umumnya dilakuakan untuk menembak ke gawang dan untuk menghalau dan menjauhkan bola dari daerah sendiri. Tendangan dengan teknik ini akan menghasilkan tendangan yang keras sehingga akan sulit ditangkap dengan sempurna oleh penjaga gawang. Menurut Grimsaw, Paul. [4] Force (Gaya) adalah suatu pengaruh pada sebuah benda yang menyebabkan benda mengubah kecepatannya, artinya, dipercepat. Arah gaya adalah percepatan yang disebabkannya jika gaya itu adalah satu-satunya gaya yang bekerja pada benda tersebut. Besarnya gaya adalah hasil kali masa benda dan besarnya percepatan yang dihasilkan gaya . gaya sendiri dilambangkan symbol F. Hukum kedua Newton menyatakan bahwa gaya bersih yang bekerja pada suatu benda sama dengan kecepatan pada saat momentumnya berubah terhadap waktu. Jika massa objek konstan, maka hukum ini menyatakan bahwa percepatan objek berbanding lurus dengan gaya yang bekerja pada objek dan arahnya juga searah dengan gaya tersebut, dinyatakan dengan : Duane, Knudson. [3] mengatakan bahawa Angular velocity kecepatan sudut adalah besaran vektor (lebih tepatnya,vektor semu) yang menyatakan frekuensi sudut suatu benda dan sumbu putarnya. Satuan SI untuk kecepatan sudut adalah radian per detik, meskipun dapat diukur pula menurut derajat per detik, rotasi per detik, derajat per jam, dan lain-lain. Ketika diukur dalam putaran per waktu (misalnya rotasi per menit), kecepatan sudut sering dikatakan sebagai kecepatan rotasi dan besaran skalarnya adalah laju rotasi. Kecepatan sudut biasanya dinyatakan oleh simbolomega (Ω atau ω). Arah vektor
kecepatan sudut adalah tegak lurus dengan bidang rotasi, dalam arah yang biasa disebut kaidah tangan kanan.
Futsal adalah cabang olahraga permainan yang diadopsi dari permainan sepak bola, oleh karena itu teknik dasar bermain futsal tidak berbeda dengan teknik dasar bermain sepak bola, Seperti passing, shooting, controlling, chipping, dan dribbling. Pemain futsal yang professional harus memiliki kemampuan yang baik dan prima. Dalam olahraga futsal professional,seorang atlet profesional di haruskan untuk menguasai teknik-teknik bermain futsal yang baik, hal tersebut dibutuhkan untuk menunjang dan mengembangkan kemampuannya dalam bermain futsal. Kemudian pemain professional harus memiliki fisik yang prima untuk menjaga konsistensi dalam permainannya di dalam tim, itu semua dituntut untuk di miliki oleh para atlet karena jadwal yang padat dalam setiap musim kompetisi futsal professional.
Menendang adalah salah satu teknik yang sangat penting dalam olaharaga futsal, hal tersebut mutlak dibutuhkan untuk para atlet bisa mengembangkan permainannya dalam pertandingan. tendangan terdiri dari dua macam yaitu passing dan shoting, kedua teknik tendangan tersebut harus dikuasai dengan benar oleh para atlet futsal, karena bila para atlet bisa menguasai teknik tersebut dengan benar, mereka pasti akan mampu mengembangkan skill mereka dalam mengolah bola, yang pastinya akan mengantarkan mereka menjadi pemain professional. Seperti yang diungkapkan oleh Sucipto dkk pada tahun 2000 bahwa: "menendang bola merupakan salah satu karakteristik permainan futsal yang dominan". Sedangkan menurut Wibawa pada tahun 1997 menjelaskan "tujuan shooting adalah untuk mencetak gol kegawang lawan, dan itu sangat diperlukan untuk memenangkan pertandingan". Dengan demikian teknik menendang atau shooting sangat penting untuk dikuasai dengan benar. Untuk mengetahui teknik tendangan yang baik dan benar kita harus melakukan evaluasi teknik dengan menggunakan Analisis Biomekanik.
Menurut Eleftheros Kellis pada penelitian thaun 2007 menyatakan bahwa bagaimanapun mengetahui dan mengerti tentang biomekanik sangatlah penting untuk menuntun dan memonitoring proses latihan, dengan demikian biomekanik banyak digunakan dalam dunia olahraga untuk mengetahui dan mengevaluasi gerakangerakan yang dilakukan oleh atlet, agar para atlet mampu memperbaiki dan meningkatkan kemampuannya, sekaligus mengetahui titik kelemahan atlet tersebut.
Kemudian dipenelitian lain [11] mengatakan bahwa kecepatan bola dan angular velocity dipengaruhi oleh usia atlet dan perkembangan atlet tersebut. Itu
menandakan ada 2 hal yang dapat mempengaruhi kecepatan bola, knee angular velocity dan force. Kedua hal tersebut bisa kita analisis dengan menggunkan ilmu biomekanik melalui video analisis.
Saat ini analisis biomekanik sudah digunakan oleh seluruh cabang olahraga di dunia, karena analaisis biomekanik sangat efektif dalam meningkatkan performa atlet. Dalam dunia sepakbola analisis biomekanik sudah banyak dilakukan oleh para ilmuan untuk mengetahui dan mengevaluasi teknik bermain para atlet propesional. Namun dalam olahraga futsal penelitian analisis biomekanik masih sedikit dilakukan, dikarenakan olahraga futsal masih tergolong olahraga yang baru di dunia. Tetapi saat ini olahraga futsal sudah menjadi olahraga professional , sehingga menuntut para atletnya untuk mampu benguasai dan bermain dengan teknik yang baik, sehingga analisis biomeakanik sangat dibutuhkan.
Berdasarkan uraian di atas perlu dilakukan kajian mengenai teknik menendang ,maka penelitian ini berjudul "analisis biomekanik tendangan shooting pada atlet futsal putra UKM futsal UPI".
Metode Penelitian
Lokasi penelitian yang dipilih dalam penelitian ini adalah di Universitas Pendidikan Indonesia Bandung. Populasi penelitian adalah mahasiswa di Universitas Pendidikan Indonesia Bandung. Sedangkan sampel penelitian adalah mahasiswa anggota UKM futsal UPI. Teknik pengambilan sampel dilakukan secara Purposive Sampling. Dengan demikian peneliti memiliki beberapa kriteria untuk pemilihan sampel, adapun kriterianya yaitu :
- 1. Mahasiswa UPI
- 2. Anggota UKM Futsal
- 3. Tim Inti UKM Futsal UPI
- 4. Pernah Mengikuti Kejuaraan Futsal Tingkat Nasional
Instrumen yang digunakan dalam penelitian adalah sebagai berikut.
1. Kamera
Kamera digunakan untuk merekam perjalanan bola ketika dipukul dengan teknik smash hingga menyentuh meja. Spesifikasi minimum kamera yang digunakan adalah:
- Image sensor : 1/8 type (2.25
mm)
- Optical zoom : 57 kali - Resolusi : 640 x 480 px - Frame rate : 100 FPS
Kamera berfungsi untuk merekam pergerakan kaki sampel pada saaat melakukan teknik tendangan, Sehingga field of view kamera mencakup sebagian lapangan dan pemain yang menendang bola. Output dari video yang diambil berupa format AVI dengan resolusi 640 x 480 px. Kemudian speed radar gun diletakan di belakang gawang untuk menangkap ke cepatan bola setelah di tendang. Output dari speed radar gun berupa kecepatan km/jam.
2. Gawang
Gawang ini berfungsi sebagai target pada sampel untuk melakukan tandangan supaya sampel mampu melakukan tendangan dengan baik dan tendangan tepat sesuai dengan sasaran.
3. Speed radar gun
Speed Gun Bushnell seri ' Velocity " ini merupakan Bushnell dengan kemampuan tingkat akurasi yg lebih tinggi, layar yg lebih lebar dan pilihan kecepatan miles/ km serta pengoperasian yang sangat mudah digunakan. Radar gun atau speed gun ini merupakan alat yang membantu mengetahui kecepatan benda yang meluncur/ bergerak ( Mobil, motor, kapal, bola dll),didukung dengan teknology digital DSP( digital speed technology) yang menjamin tingkat akurasi yang tinggi.
Dalam memudahkan proses penelitian ini, selanjutnya penulis menyusun langkah-langkah penelitian sebagai pengembangan dari desain penelitian yang telah penulis buat. Langkah awal untuk pengumpulan data dalam penelitian ini adalah menentukan populasi yang akan penulis jadikan sampel. Langkah kedua untuk pengumpulan data dari 8 orang sampel dalam penelitian ini diperoleh melalui kegiatan tes dan pengukuran. Tes yang dimaksud untuk pengumpulan data adalah tes untuk memperoleh data tentang kecepatan bola, kecepatan sudut dan gaya, sehingga menghasilkan data yang berupa angka-angka dari tes tersebut. Selanjutnya akan dilakukan proses analisis data berdasarkan hasil yang telah diperoleh dari tes tersebut. Setelah hasil analisis data diketahui barulah ditarik simpulannya. Analisis data dalam penelitian ini pun menggunakan bantuan program SPSS versi 17.
Hasil dan Pembahasan
Dari penelitian yang telah dilakukan telah dihasilkan beberapa data yang akan dianalisis untuk mendapatkan kesimpulan dari penelitian yang telah dilakukan. Data
tersebut meliputi data kecepatan bola, knee agular velocity, dan force ditunjukan oleh tabel.
a) Data kecepatan bola
Pengukuran kecepatan bola dilakukan dengan menggunakan speed radar gun terhadap 8 orang sampel. Dari data hasil tes ini dapat dibuatkan tabel deskriptif hasil tes kecepatan bola sebagai berikut :
Tabel 1 Data Hasil Tes Kecepatan Bola
| No. | Nama Sampel | Data | |
|---|---|---|---|
| Kecepatan Bola | |||
| 1. | A | 89 km/jam | |
| 2. | B | 84 km/jam | |
| 3. | C | 82 km/jam | |
| 4. | D | 96 km/jam | |
| 5. | E | 93 km/jam | |
| 6. | F | 93 km/jam | |
| 7. | G | 84 km/jam | |
| 8. | H | 84 km/jam | |
| 𝐗̅ | 88.125 | ||
| SD | 5.33017 | ||
b) Data knee angular velocity
Pengukuran kecepatan sudut dilakukan dengan menggunakan aplikasi kinovea video analysis terhadap 8 orang sampel. Dari data hasil tes ini dapat dibuatkan tabel deskriptif hasil tes knee angular velocity sebagai berikut.
Tabel 2 Data Hasil Tes Kecepatan Sudut
| No. | Nama Sampel | Data | |
|---|---|---|---|
| Kecepatan sudut lutut | |||
| 1. | A | 1046.154 | |
| 2. | B | 1046.15 | |
| 3. | C | 1023.07 | |
| 4. | D | 1276.92 | |
| 5. | E | 1076.92 | |
| 6. | F | 1069.23 | |
| 7. | G | 976.923 | |
| 8. | H | 923.07 | |
| 𝐗̅ | 8438.46 | ||
| SD | 103.239 | ||
Hubungan antara knee Angular velocity dengan kecepatan bola dijelaskan dalam tabel berikut:
Tabel 3 Pearson Korelasi Momen Knee Angular Velocity Dengan Kecepatan Bola
| Variabel | Pearson Correlation | Sig. (2- tailed) | Signifikansi |
|---|---|---|---|
| X 1Y | .783 | .022 | Signifikan |
Dalam penelitian terdapat hubungan yang signifikan antara knee angular velocity dengan kecepatan bola. ini terlihat dari nilai p = 0.783 > 0.05. Hasil penelitian ini berbading lurus dengan yang dikemukakan oleh Dr. Baljinder Sighn Dan Parminder (2011), menunjukan bahwa ada hubungan yang significan antara Angular Velocity Dan Agular Acceleration terhadap kecepatan bola.
Penelitian ini sendiri jika dilihat dari besarnya nilai r yang ada di tabel pearson correlation antara knee angular velocity dengan kecepatan bola menunjukkan angka 0.783. Nilai ini kemudian diinterprestasikan pada kriteria yang dikemukakan oleh Sugiyono (2012:184). Berdasarkan kriteria tersebut nilai pearson korelasi (r) 0.783 terletak pada interval 0,60 – 0,799, dimana nilai r itu memiliki arti bahwa hubungan Antara knee angular velocity dengan kecepatan bola adalah kuat. Kemudian dilihat dari uji determinasi diperoleh nilai R Square knee angular velocity sebesar 0.612, nilai ini dapat diinterprestasikan bahwa hubungan knee angular velocity dengan kecepatan bola sebesar 61.2% dan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain.
Hubungan antara knee angular velocity dan force dengan kecepatan bola, terdapat hubungan yang signifikan antara force dengan kecepatan bola, ini terlihat dari nilai p = 0.862 > 0.05. kemudian terdapat hubungan yang signifikan antara knee angular velocity dengan kecepatan bola. ini terlihat dari nilai p = 0.783 > 0.05. ini menandaan bahwa hubungan kedua variabel x memiliki hubungan yang signifikan dengan variabel y.
Tabel 4 Determinasi Knee Angular Velocity dan Force Dengan Kecepatan Bola
| Std. Error | ||||
|---|---|---|---|---|
| R | Adjusted | of the | ||
| Model | R | Square | R Square | Estimate |
| 1 | .871a | .759 | .663 | 3.09407 |
Sedangkan dilihat dari uji determinasi diperoleh nilai R Square knee angular velocity dan force terhadap kecepatan bola sebesar 0.759 nilai ini dapat diinterprestasikan bahwa hubungan knee angular velocity dan force dengan kecepatan bola sebesar 75.9% dan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain.
Kesimpulan dan Saran
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan beberapa poin penting dari penelitian ini. Adanya hubungan yang signifikan antara knee angular velocity dan force terhadap kecepatan bola, hal tersebut menunjukan bahwa semakin besar kecepatan sudut dan juga force yang di berikan oleh kaki pada saat melakukan teknik tendangan shooting maka kecepatan bola akan lebih cepat. Kemudian sesuai dengan hasil tes determinasi menunjukan bahwa kecepatan bola di pengaruhi oleh knee angular velocity sebesar 62 persen, dan force memiliki pengaruh sebesar 68 persen terhadap kecepatan bola. Itu menunjukan bahwa kedua hal tersebut bisa menjadi penentu atas kecepatan bola yang dihasilkan. Kemudian dari hasil yang telah di dapatkan, penulis berharap agar para pelatih teknik bisa berkonsentrasi untuk melatih teknik-teknik yang mampu mempengaruhi kecepatan bola. Agar para atlet mampu memaksimalkan kemampuannya dalam melakukan teknik tendangan shooting
