PENDAHULUAN
Pembangunan nasional pada hakekatnya adalah pembangunan manusia Indonesia seutuhnya dan pembangunan masyarakat Indonesia seluruhnya berdasarkan Pancasila dan Undang-undang Dasar 1945. Keberhasilan pembangunan nasional tersebut sangat dipengaruhi oleh kualitas sumber daya manusia, baik sebagai objek maupun sebagai subjek. Olahraga dimasa sekarang ini makin berkembang dan meluas serta memiliki makna yang universal. Dari sekadar kegiatan fisik yang dapat menunjang kepada kesehatan badan, sebagai refressing, mengisi waktu luang, dan media untuk eksistensi diri, bergeser manjadi kegiatan yang dapat mempengaruhi dan dipengaruhi oleh politik, ekonomi, dan sosial budaya.
Kegiatan olahraga bukan saja untuk sekedar menjadi sehat ataupun sarana rekreasi. Fungsi olahraga lebih dari itu, sudah berubah dan menjadi peran yang sangat penting, Bahkan kemenangan yang diperoleh suatu bangsa sudah bisa mencerminkan tingkat kemajuan bangsa tersebut. Ditinjau dari subtansinya, seperti sudah menjadi komitmen bersama bahwa olahraga diyakini sebagai salah satu instrumen untuk menciptakan tatanan dunia yang lebih baik (Mutohir, 2009). Sesuai dengan keterangan tersebut, sepakbola merupakan cabang olahraga yang sangat populer dan 0leh masyarakat Indonesia. Dari masyarakat daerah terpencil sampai ke perkotaan. Ini dapat dibuktikan dengan banyaknya SSB yang tumbuh di Kota Bandung
khususnya dan Indonesia pada umumnya. Tetapi keberadaan ini belum mampu menyumbangkan atletatlet yang berprestasi di tingkat nasional, asia, apalagi dunia. Dengan menjamurnya sekolah sepak bola (SSB) di kota Bandung penulis ingin melakukan penelitian tentang pendekatan/metoda pelatihan yang baik sehingga tingkat keterampilan/skill yang didapat siswa SSB lebih meningkat jika dibandingkan dengan metoda yang sekarang sering dilakukan oleh pelatih-pelatih sepakbola yang berada di kota Bandung khususnya. Metode pada dasarnya berarti cara yang dipergunakan untuk mencapai tujuan (Nawawi, 2011).
Berdasarkan pengamatan penulis ternyata masih banyak SSB yang pelatihnya memberikan latihan secara konvensional, sehingga anak-anak merasa bosan dengan program tersebut. Berdasarkan hasil pengamatan tersebut penulis termotivasi untuk meneliti bagaimana cara pemberian materi latihan untuk anak usia muda yaitu usia 12 tahun supaya merasa gembira dengan program yang diberikan. Dalam penelitian ini penulis akan meneliti teknik passing. Teknik passing merupakan aktivitas pemain untuk memindahkan bola dari satu pemain ke pemain yang lain /dari kaki ke kaki (Achwani, 1994). terdiri dari passing dekat dan passing jauh[5] .Passing adalah operan kepada teman agar mudah dan enak diterima, jarak yang dituju berbedabeda yaitu: jarak pendek, jarak menengah, dan jarak jauh tinggi/melambung (Heryanto, 1999). Operan jarak pendek adadah tenik untuk mengoper bola sejauh 5 sampai 15 yard (Luxbacher, 1998). Banyak metode yang bisa digunakan untuk melaksnakan kegiatan mengajar/melatih keterampilan gerak yang telah disajikan, diantaranya adalah Metode Keseluruhan (Whole Method) dan Metode Bagian ( Part Method). Harsono (Harsono, 1998) mengemukakan bahwa apabila keterampilan olahraga yang diajarkan itu sifatnya sederhana dan mudah dimengertimaka keterampilan tersebutsebaiknya diajarkan secara keseluruhan, dan setiap teknik bagian hanya dilatih secara khusus apabila siswa atau subyek selalu membuat kesalahan pada teknik bagian tersebut. Sedangkan yang Metode Bagian menurut Rusli Lutan (Lutan, 1998) adalah metode parsial yang dapat diterapkan jika struktur gerakagak kompleks, sehingga kemungkinan untuk memperoleh hasil belajar/latihan yang maksimum akan doperoleh jika komponenkomponen gerak dilatih. Dalam penelitian ini akan membandingkan dua metode tersebut untuk melatih teknik passing stop dan long passing dalam permainan sepak bola usia 12 tahun pada SSB Mandala Ganesa ITB.
Kegiatan ini bertujuan untuk mencari metode/pendekatan yang baik/sesuai dalam pelatihan teknik passing sepakbola siswa SSB usia 12 tahun.. Penelitian terbatas hanya teknik passing karena teknik ini ini sangat perlu untuk mengoper bola kepada kawan sehingga bola akan tetap dalam penguasaan pemain (Luxbacher, 1998). Tujuan dari kegiatan ini, diharapkan dapat dijadikan pedoman melatih passing untuk pelatih-pelatih yang melatih SSB di kota Bandung khususnya dan Indonesia pada umumnya.
Metode Penelitian
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen (Arikunto, 2006). Desai penelitian yang digunakan adalah Two Group Pretess-Possttess Design (Sugiono, 2013), Sampel yang digunakan adalah siswa SSB Mandala Ganesa ITB usia 12 tahun. Latihan dilakukan 3 kali dalam satu minggu. Jumlah sampel penelitian sebanyak 30 orang. Penelitian dilaksanakan mulai bulan Februari 2017 sampai dengan Desember 2017. Pengelompokkan sampel dengan menggunakan simple random sampling. Dari seluruh populasi yang ada, sampel dibagi dua kelompok, masing-masing kelompok berjumlah 15 orang.
Kedua kelompok tersebut dilakukan tes passing jauh dan passing stop. Pengelompokan sampel dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel 1 Data Hasil Tes Kecepatan Bola
| Pendekatar | Jumlah | |
|---|---|---|
| Metode Bagian | Metode | |
| Keseluruhan | ||
| 15 | 15 | 30 |
Hasil dan Pembahasan
Data yang dikumpulkan dan diolah adalah data yang diperoleh dari nilai passing stop dan long passing yang didapat oleh peserta sebagai hasil dari perlakuan selama 18 kali pertemuan. Perlakuan yang diberikan adalah Metode Bagian (Part Method), Metode Keseluruhan (Whole Method) dan keterampilan teknik passing stop dan long passing dalam permainan sepak bola usia 12 tahun pada SSB Mandala Ganesa ITB. Hasil penelitian ini disajikan pada tabel di bawah ini:
Tabel 2 Tes Awal dan Tes Akhir Passing StopMetode Bagian
| Paired Differences | |||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Mean | Dev iatio | Std. Erro r Mea n | Interv the Differ | rence | t | df | Sig. (2- taile d) | ||
| Pa ir 1 | bagian passing stop awal - bagian passing stop akhir | - 9.933 33 | 2.08 624 | .538 66 | - 11.0 8865 | - 8.7780 1 | - 18.4 41 | 14 | .000 |
Tabel 3 Tes Awal dan Tes Akhir Long Passing Metode Bagian
| _ | Paired | Diffe | erence | es | |||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Dev iatio | Std. Erro r Mea | Interventhe Differ Low | rence | Sig. (2- taile | |||||
| Mean | n | n | er | Upper | t | df | d) | ||
| Pa ir 1 | bagiam long passing awal - bagian long passing akhir | - 1.266 67E1 | 4.04 734 | 1.04 502 | 14.9 | - 10.425 33 | - 12.1 21 | 14 | .000 |
Tabel 4 Perhitungan Tes Awal dan Tes Akhir Passing Stop Metode Keseluruhan
| Paired Differences | ||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Std. Dev | Std. Err or | 95% Confidence Interval of the Difference | Sig. (2- | |||||||
| Mea n | iatio n | Me an | Low er | Upper | t | df | taile d) | |||
| Pa ir 1 | keseluru han passing srop awal - keseluru han passing stop akhir | - 4.80 000 | 1.65 616 | .42 762 | - 5.71 715 | - 3.882 85 | - 11. 225 | 14 .000 | ||
Tabel 5 Perhitungan Tes Awal dan Tes Akhir Long Passing Metode Keseluruhan
| Paired Differences | |||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Std. Dev | Std. Err or | 95% Confidence Interval of the Difference | Sig. (2- | ||||||
| Mea n | iatio n | Me an | Low er | Upper | t | df | taile d) | ||
| Pa ir 1 | keseluru han long passing awal - keseluru han long passing akhir | - 5.20 000 | 1.74 028 | .44 934 | - 6.16 373 | - 4.236 27 | - 11. 573 | 14 .000 | |
Kesimpulan dan Saran
Dari hasil pengelolaan data yang didapatkan dalam penelitian ini, menyimpulkan bahwa metode bagian lebih baik dibandingkan dengan metode keseluruhan. Metode bagian lebih memiliki dampak yang baik dibandingkan dengan metode keseluruhan. Hal tersebut kemungkinan disebabkan karena lebih fokus pada titik yang ingin dikembangkan, dibandingkan dengan metode keseluruhan yang lebih merata.
Saran untuk penelitian selanjutnya untuk memperbanyak jumlah sampel dengan variasi usia yang lebih banyak. Dengan demikian diharapkan didapatkan analisis yang lebih presisi dan saran untuk program latihan pelatih pelatih usia dini demi terciptanya atlet-atlet berprestasi dikemudia hari.
