PENDAHULUAN
Perkembangan olaharaga sangatlah pesat. Hal ini dapat di lihat dari para pelaku olahraga berlomba-lomba untuk meniliti, mencari dan mempelajari tentang halhal yang dapat mendukung tercapainya sebuah prestasi. Hal tersebut dapat berupa sistem, teknologi, alat, metode, dan lain sebagainya. Hampir semua cabang olahraga membutuhkan kelincahan. Kelincahan merupakan kemampuan seseorang untuk dapat mengubah arah secepat-cepatnya. Kemampuan ini sangat dibutuhkan untuk seorang atlet agar dapat bersaing dalam mengejar prestasi. Berdasarkan hal tersebut semakin baik kelincahan seorang atlet maka gerakannya akan semakin efektif dan efisien.
Menurut Dewes dan Rozen (2012: 15) menjelaskan bahawa olahraga seperti bola basket, football amerika, sepak bola sangat membutuhkan akselerasi, diselerasi, dan berubah arah. Permainan bola basket, perubahan arah sangat diperlukan seperti dalam situasi menyerang maupun bertahan, baik dengan bola maupun tanpa bola. Latihan kelincahan ada banyak bentuk, metode dan alat yang dapat digunakan, salah satu yang paling sederhana adalah line drills. Line drills ini merupakan bentuk latihan kelincahan yang hanya menggunakan garis sebagai media. Latihan ini digunakan untuk meningkatkan kinerja kaki (foot work). Gerakan yang digunakan pada latihan ini sangat sederhana seperti menggunakan satu kaki dan dua kain, bentuk gerakannya melompat kedepan- kebelakang, kekirikekanan, dan mengaganti posisi kaki depan. Latihan ini biasanya dilatihakan di landasan atau lantai yang keras, tapi sebagai variasi dapat menggunakan media yang lebih empuk seperti pasir dan air.
Latihan kelincahan di pasir merupakan salah satu opsi yang dapat diambil pelatih dalam melatih kelincahan.
Seperti yang diungkapkan oleh Gragossian (2014) "Training power movements in the sand is a way for you to mitigate the high risk that goes with the high reward of plyometric training". Dari pendapat tersebut dapat diartikan bahwa latihan kelincahan di landasan pasir merupakan cara bagi pelatih untuk mengurangi resiko latihan dan mendapatkan efek dari latihan pliometrik yang tinggi. Mengurangi resiko latihan yang dimaksud adalah beban yang berlebihan pada persendian saat berlatih.
Latihan kelincahan di air merupakan opsi lain yang dapat diambil oleh pelatih dalam melatih kelincahan. Latihan ini dilakukan di air yang tidak dalam atau dangkal. Ketinggian air yang yang dapat dipakai setinggi lutut orang dewasa. Efek yang dirasakan ketika berlatih di air di dapat dari tahan yang di hasilkan oleh air. Layne (2015: 15) mengungkapkan bahwa "These properties enable a balanced, low-impact workout that is safe both for people who want to increase their overall fitness". Bersarkan pendapat tersebut dapat diartikan bahwa sifat air yang seimbang dan memiliki tekanan yang ringan terhadap persendian merupakan media yang aman untuk orang yang ini berlatih. Berdasarkan pengamatan, kebanyakan dari pelatih melatih kelincahan hanya pada media lantai yang keras dibandingkan media pasir dan air. Berdasarkan latar belakang yang telah dikemukakan di atas, maka penelitian ini berjudul " Perbandingan Hasil Latihan Kelincahan di tiga media tempat (Permukaan keras, pasir dan air) untuk pemain bolabasket Binadarma".
Metode Penelitian
Metode yang digunakan dalam ini adalah eksperimen. Metode ini bersifat menguji (validation) yaitu menguji pengaruh satu atau lebih variabel terhadap variable lain. Eksperimen yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen dengan menggunakan rancangan 3 group pretest-posttest design. Variabel dalam penelitian ini terdiri dari 3 variabel bebas (independent) yaitu (1) berlatih kelincahan di permukaan keras, (2) berlatih kelincahan di pasir dan (3) berlatih kelincahan di air dan 1 variabel terikat (dependent) yaitu kelincahan.

Gambar 1. Rencangan Penelitian
Populasi dalam penelitian ini anggota Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) bolabasket di Universitas Binadarma berjumlah 30 orang. Ciri-ciri populasi adalah atlet putra dan putri, pernah bertanding di tingkat mahasiswa dan daerah, dan berlatih bolabasket minimal 3 tahun. Jumlah sampel dalam penelitian ini berjumlah 30 orang yang diambil menggunakan total sampling. Kemudian untuk membagi sampel menjadi tiga kelompok menggukan teknik MSOP (Matched subject ordinal pairing) agar lebih objektif.
Pembagian kelompok dengan cara ini akan lebih objektif bagi semua subjek penelitian. Hal ini didasarkan atas kesempatan yang sama bagi semua objek untuk masuk ke dalam tiap kelompok. Setelah terbagi menjadi tiga kelompok, selanjutnya setiap kelompok melakukan pretest dengan menggunakan instrumen Illionois Agility Run Test sebelum dilakukan eksperimen dengan pemberian perlakuan (treatment).
Untuk memenuhi asumsi ANAVA maka dilakukan uji normalitas dengan Kolmogorov Smirnov dan homogenitas dengan uji Levene Test. Untuk menguji hipotesis dilakukan dengan menggunakan ANOVA satu jalur dan apabila terbukti terdapat interaksi maka akan dilakukan uji lanjutan yaitu uji Tukey yaitu dengan menggunakan program software SPSS version 20.0 for windows dengan taraf signifikansi 5% atau 0,05.
Hasil dan Pembahasan
Hasil uji prasyarat yaitu uji normalitas dan homogenitas data dihasilkan bahwa data penelitian normal dan homogen. Berikut hasil dari penghitungan analisis varian (Anova) disajikan pada tabel dibawah ini:
Tabel 2 Data Hasil Tes Kecepatan Sudut
| Sourse | Sum of Squares | df | Mean Square | F | Sig |
|---|---|---|---|---|---|
| Media Latihan | 16,519 | 2 | 8,260 | 8,187 | 0,002 |
Berdasarkan hasil tabel penghitungan diketahui tidak ada perbedaan pengaruh yang signifikan antara latihan kelincahan di media permukaan keras, pasir dan air. Hal ini dibuktikan dari nilai signifikansi sebesar 0,002 < 0,05 yang berarti bahwa lebih kecil dari taraf signifikan. Dari analisis lanjutan diperoleh bahwa ternyata latihan kelincahan dengan media pasir memiliki peningkatan yang paling baik dari pada berlatih kelincahan di media permukaan keras pada urutan kedua dan media air di urutan ketiga.
Pembahasan hasil penelitian ini memberikan penafsiran yang lebih lanjut mengenai hasil-hasil analisis data yang telah dikemukakan. Berdasarkan pengujian hipotesis pertama telah menghasilkan yaitu tidak memiliki pengaruh yang berbeda antara latiah kelincahan di tiga media tempat (permukaan keras, pasir, dan air). Hal ini dikarenakan pada ketiga media tempat ini sama-sama memiliki pengaruh dalam meningkatkan kelincahan pada permainan bola basket. Lebih lanjut, yang menyebabkan perbedaan yang tidak signifikan ini adalah lama penelitian dan jarak yang digunakan dalam latihan.
Analisis selanjudnya adalah bahwa berlatih kelincan pada media pasir memiliki pengaruh terbaik diantara ketiga media latihan kelincahan tersebut. Hal ini dikarenakan pasir merupakan salah satu opsi tempat latihan yang dapat di pakai oleh pekatih dalam melatih kelincahan. Seperti yang diungkapkan oleh Kumar (2015) "Sand is a great training tool for improving speed and agility. It provides resistance that challenges your muscles, helping to make faster and more explosive". Dari pendapat tersebut dapat diartkan bahwa pasir merupakan alat latihan yang besar untuk meningkatkan kecepatan dan kelincahan dimana hambatannya merangsang otot untuk jadi lebih cepat dan eksplosif. Selain itu media pasir bersifat lunak yang tidak terlalu membebani persendian sehingga sangat cocok sebagai media dalam berlatih kelincahan yang menuntuk gerakan yang eksplosif.
Pada urutan kedua adalah berlatih kelincahan pada permukaan keras. Latihan kelincahan di landasan keras dapat berupa lantai gym, kayu, karet maupun ubin. Kelebihan dari latihan di landasan keras adalah latihan kelincahan mirip dengan lapangan aslinya, dalam hal ini permainan bola basketmenggunakan landasan atau lantai yang keras. Senada dengan hal tersebut Dawes dan Roozen ( 2012: 201) menyampaikan bahwa untuk memaksimalkan latihan kelincahan maka landasan latihan tersebut harus mirip dengan kompetisi aslinya.
Pada urutan ketiga adalah media air. Media air merupakan opsi lain yang dapat digunakan untuk berlatih. Seperti yang diukapkan oleh Knopf (2012:12) bahwa pada tinggkatan tertentu pelatih menggunakan air sebagai tempat untuk berlatih fisik yaitu pliometrik. latihan di air sangat aman digunakan untuk berklatih karena tidak membebani pada sendi. Selanjutnya apabila saat berlatih tubuh kehilangan keseimbangan dan terjatuh, maka air akan menopang tubuh agar tidak terjadi benturan keras pada tubuh.
Kesimpulan dan Saran
Tidak ada perbedaan pengaruh yang latihan kelincahan menggunakan media permukaan keras, pasir dan air. Media berlatih yang paling cocok digunakan untuk berlatih meningkatkan kelincahan adalah menggunkan media pasir. Saran untuk penelitian selanjutnya diharapkan dapat menambah jumlah sampel untuk mengurangi kebiasan, serta menambah variable pembanding untuk mengetahui efektivitas dengan variable lain.
