PENDAHULUAN
Futsal merupakan cabang olahraga yang memiliki karakteristik permainan cepat. Luas lapangan yang lebih kecil dari lapangan sepak bola, permukaan lapangan yang lebih datar membuat aliran bola bergulir semakin cepat dan membuat pergerakan pemain sangat mengalir. Permainan cepat tersebut membutuhkan pengambilan keputusan yang cepat dan tepat. Maka dibutuhkan konsentrasi selama pertandingan, untuk mendapatkan performa terbaik selama bermain di lapangan.
Konsentrasi merupakan salah satu aspek penting dalam cabang olahraga (Verawati & Syahputra, 2017). Begitu juga bagi seorang pemain futsal, dalam suatu pertandingan karena konsentrasi sangat berperan penting
terhadap Kualitas pemain. Jika tidak memiliki konsentrasi yang baik, seorang atlet akan banyak melakukan kesalahan dalam penampilannya, seperti gagal dalam melakukan tekniknya (Jannah. 2017). Realitanya seseorang bagus konsentrasinya sebelum pertandingan akan tetapi pada saat pertandingan konsentrasinya menjadi hancur, bahkan tidak hanya pada saat bertanding saja, pada saat latihanpun terkadang suka hilang konsentrasi (Indahwati & Ristanto, 2016). Dalam pertandingan konsentrasi atlet dapat terganggu pada saat melakukan gerakan atau tekniknya, sehingga akurasi geraknnya hilang (Sari, Valentin, & Samosir, 2017).
Beberapa penyebab hilangnya konsentrasi dapat terjadi karena gangguan dua faktor, yaitu instrinsik atau dalam diri dan ekstrinsik atau dari luar dirinya. Gangguan instrinsik seperti pemikiran kejadian masa lalu dan masa datang, gangguan fisiologis, kelelahan, motivasi yang rendah. Sedangkan gangguan ekstrinsik seperti suara keras, dan lawan bertanding (Nusufi, 2016). Penelitian lain menyebutkan bahwa tingkat konsentrasi atau perhatian yang tidak stabil akan mempengaruhi terhadap kualitas teknik yang akan dilakukan (Septiyanto & Suharjana, 2016). Sedangkan banyak cara untuk meningkatkan konsentrasi, salah satunya dengan meningkatkan mood para atlet dengan cara berlatih diluar lapangan yang memuat kegiatan yang lebih berwarna dan perasaan senang (Sobarna & Friskawati, 2018).
Permasalahan yang dialami penulis sekarang adalah, belum diketahuinya tingkat konsentrasi para atlet futsal putri di klub futsal Belion. Maka dari itu, tentang pentingnya konsentrasi bagi atlet, maka penulis tertarik untuk melaksanakan penelitian tentang konsetrasi, sehingga tujuan penelitian ini ingin mengetahui tingkat konsentrasi para atlet futsal Belion, sehingga nantinya dapat menampilkan performa yang maksimal dalam setiap kompetisi yang diikuti
METODE
Penelitian ini mengunakan metode kuantitatif bersifat deskriptif dengan pendekatan secara survey. Instrument yang digunakan dalam penelitian ini adalah test konsentrasi atau Concentration Grid Test. Tes tersebut berbentuk kuesioner yang diisi oleh para sampel, sebelum proses pengisian dilakukan penjelasan terlebih dahulu.
Populasi dalam penelitian ini adalah atlet futsal Akademi Belions Subang yang ikut serta dalam kejuaraan STIESA CUP 2019, sampel dalam penelitian ini berjumlah 12 orang.
Pengelolaan data akan dilakukan dengan menggunakan SPSS.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Setelah semua proses penelitian selesai dilaksanakan dan data-data yang dibutuhkan oleh peneliti telah terkumpul semuanya secara lengkap, maka di dalam BAB IV ini peneliti akan melaksanakan analisis data dan mengolahnya sesuai dengan data yang dihasilkan dari temuan di lapangan.
1. Menghitung rata-rata,simpangan baku dan simpangan varian.
Disini peneliti ada memaparkan hasil penelitian konsertasi atlet futsal sebelum pertandingan yang bertujuan untuk memperjelas hasil penelitian, peneliti akan menghitung rata-rata simpangan baku dan simpangan varian.
Tabel 1 Deskripsi Data Atlet
| N | Rata | Simpanga | Simpangan | |
|---|---|---|---|---|
| rata | baku | varian | ||
| 12 | 16.92 | 3.70 | 13.72 | |
2. Pengujian Normalitas
Untuk mengetahui kenormalan distribusi data. Uji normalitas dilakukan dengan test sebelum pertandingan oleh semua atlet . Uji normalitas yang digunakan pada perhitungan data ini adalah uji normalitas one sample kolmogrov smirnov.
Tabel 2 Hasil uji normalitas
| Hasil Konsentrasi | ||
|---|---|---|
| N | 12 | |
| Normal | Mean | 16.92 |
| Parametersa,b | Std. Deviation | 3.704 |
| Most Extreme | Absolute | .218 |
| Differences | Positive | .218 |
| Negative | 132 | |
| Test Statistic | .218 | |
| Asymp. Sig. (2-tailed) | .119c | |
Berdasarkan data yang tertera di atas, hasil perhitungan dari perhitungan uji normalitas pada tabel 2 dapat dilihat bahwa nilai asymp. Sig (2-tailed) pada atlet sebelum melakukan pertandingan adalah 0,119. Nilai signifikan pada atlet sangat bagus sebelum melakukan pertandingan yang berarti data tersebut berdistribusi normal.
3. Hasil Persentase Tingkat Konsentrasi
Berdasarkan deskripsi data test konsentrasi atlet futsal Belions sebelum pertandingan pada uraian di atas, maka pengajuan hipotesisi di tuangkan dalam tabel di bawah ini:
Tabel 3 Hasil Uji Presentasi Grid Test Consentrations
| No | Interval | Keterangan | F | % |
|---|---|---|---|---|
| 1 | > 21 | Sangat Baik | 2 | 16,6 |
| 2 | 16 – 20 | Baik | 5 | 41,7 |
| 3 | 11 – 15 | Cukup | 5 | 41,7 |
| 4 | 6 – 10 | Kurang | 0 | 0 |
| 5 | < 5 | Buruk | 0 | 0 |
| Total | 12 | 100 |
Berdasarkan tabel 3 di dapatkan data hasil uji presentasi grid test consentrations pada atlet futsal Belions sebelum pertandingan sebanyak 12 orang, 5 orang memiiki konsentrasi yang cukup sebelum pertandingan, 5 orang memilik tingkat. konsentrasi yang baik dengan masing-masing presentasi 41,7% dan 2 orang memiliki konsentrasi yang sangat baik sebelum pertandingan dengan presentasi 16,6%.
Konsentrasi seluruh atlet futsal Belions sebelum pertandingan memiliki konsentrasi di angka 16 yang berarti di dalam kriteria memiliki nilai yang BAIK. Berdasarkan hasil data dari penelitian dan setelah itu di uji hipotesis maka hasil dari penelitian di lapang memiliki hasil yang bermacam dari setiap
atlet yang di teliti, akan tetapi presentasi keseluruhan atlet memiliki konsentrasi yang baik, sebelum pertadingan. Konsentrasi dalam olahraga futsal sangatlah penting karena menunjang untuk bermain bagus di lapangan, tingkat konsentrasi seseorang berbeda-beda tergantung pola kebiasaan sehari-hari dan faktor lain nya. Diantaranya adalah oleh faktor internal dan eksternal. Faktor internal seperti minat yang rendah, kondisi badan yang kurang sehat, kelelahan fisik dan mental dan juga rasa bosan. Sedangkan untuk eksternalnya seperti keadaan ruangan, peralatan, dan situasi yang kondusif, serta suara yang bising, orang ramai, panas, dan pencahayaan yang kurang (Ditasari & Masykur, 2014; Olivia, 2010). Dalam hal lain disebutkan juga salah satu faktor kurangnya konsentrasi adalah kualitas tidur yang buruk, seseorang yang memiliki kualitas tidur yang baik memiliki daya konsentrasi yang baik (Sofiyya, 2015).
Maka dari itu, agar konsentrasi para atlet tetap terjaga, sebaiknya dilakukan strategi atau pola-pola latihan yang dapat meningkatkan konsentrasi. Salah satunya adalah dengan menawarkan hadiah untuk memotivasi untuk terus bekerja dengan optimal (Hermawan, 2014). Disamping itu konsentrasi dapat ditingkatkan dengan latihan relaksasi atensi yaitu suatu teknik untuk pereduksian kecemasan, stress dan tegangan sehingga meningkatkan indera visual (Mulyana, Izzati, & Rahmasari, 2013). Selain itu latihan imagery juga dikatakan dapat meningkatkan konsentrasi sampai 20,60% dan mengurangi kecemasan sebesar 6,9% (Indahwati & Ristanto, 2016).
Berdasarkan hal tersebut, jelas bahwa konsentrasi ini merupakan suatu hal yang penting, apalagi dalam dunia olahraga. Seseorang yang memiliki konsentrasi yang tinggi akan jauh lebih fokus terhadap penampilan yang akan ditampilkan. Konsentrasi yang efektif dapat membantu seorang atlet untuk memberikan perhatian yang lebih besar, sehingga akan berpeluang besar menampilkan performa yang baik (Siantoro, 2011). Berarti disini seorang pelatih harus dapat memperhatikan dan yakin bahwa atletnya sedang konsentrasi penuh. Dengan mengetahui tingkatan konsentrasi atletnya pada saat akan bertanding, memudahkan pelatih untuk bertindak sesuai dengan yang seharusnya.
Kesimpulan dan Saran
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan mengenai tingkat konsentrasi atlet futsal akademi Belions di subang. Pada saat sebelum pertandingan didapatkan hasil penelitian yang menyimpulkan bahwa tingkat konsentrasi atlet futsal sebelum pertandingan memiliki rata-rata presentasi konsentrasi yang baik. Yang.dalam penelitian mereka dalam kejuaraan futsal STIESA CUP 2019 yaitu memiliki nilai konsentrasi 16 dalam kriteria artinya baik.
