PENDAHULUAN
Penguasaan bola, melalui akurasi passing yang tinggi, merupakan karakteristik penting bagi sebuah tim sepak bola. Studi sebelumnya melaporkan bahwa banyaknya jumlah passing dalam permainan sepak bola dianggap banyak memberikan sebuah gol yang dicetak, dibandingkan dengan jumlah passing yang sedikit (Hughes & Franks, 2005). Hal ini sebanding lurus dengan rata-rata jumlah sentuhan pada penguasaan bola yang terjadi pada tim Liga Premier lebih besar daripada tim standar (Bradley et al., 2013). Selama pertandingan sepak bola elit, jumlah rata-rata tehnik gerakan (operan, penerimaan, dribel) untuk setiap pemain telah dibuktikan berkisar antara 50 dan 110 teknik gerakan, dan operan pendek kearah bawah adalah aktivitas passing yang paling sering digunakan (Bloomfield, Polman, & O'Donoghue, 2007; Carling, 2010).
Passing yang akurat dapat digunakan oleh sebuah tim untuk dapat memberikan variasi permainan, menerobos pertahanan lawan, serta dapat mencegah kebuntuan ketika menghadapi taktik bertahan yang kuat yang dimiliki oleh lawan dalam sebuah pertandingan (Finnoff, Newcomer, & Laskowski, 2002). Namun, Akurasi passing juga dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti sudut kaki saat menendang, kaki menendang yang disukai atau tidak disukai, dan bola yang tidak bergerak atau bergulir (Teixeira, Silva, & Carvalho, 2003). Oleh karena itu untuk mendapatkan akurasi passing yang baik dan benar pemain harus melakukan latihan secara terus menerus, latihan yang dilakukan secara terus menerus akan menimbulkan sebuah gerakan otomatis yaitu yang terjadi tanpa harus diperintahkan terlebih dahulu.
Dalam sepakbola banyak metode latihan yang digunakan untuk meningkatkan akurasi passing. Salah satunya metode latihan wall pass dan latihan push and run. Latihan wall pass merupakan kombinasi operan dengan seorang pemain yang bertindak sebagai dinding untuk mengarahkan jalur gerakan bola dan pemain yang telah memberi umpan berlari kedepan mencari ruang terbuka untuk menerima umpan balik, sehingga hal ini dapat melatih ketepatan passing seorang pemain (Figueiredo, Gonçalves, Coelho e Silva, & Malina, 2009). Sedangkan latihan push and run adalah latihan yang dilakukan secara berpasangan dan berkelompok latihan mengharuskan pemain untuk bergerak atau berlari setelah melakukan passing (Weinberg, 2015). Latihan ini juga bermanfaat untuk mengembangkan kemampuan pemain untuk bergerak eksplosif dan juga dapat meningkatkan ketepatan passing. Dengan demikian kedua metode latihan tersebut di anggap dapat meninggkatkan akurasi passing serta dapat membuat pemain tidak jenuh saat melakukan latihan karena bentuk latihan yang bervariasi.
Berdasarkan latarbelakang diatas, peneliti belum menemukan penelitian dengan menggunakan metode latihan wall pass dan push and run terhadap ketepatan passing pemain sepak bola. Oleh karena itu tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Pengaruh Latihan Wall Pass dan Latihan Push and Run Terhadap Akurasi Passing Sepakbola.
METODE
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperiment dengan pendekatan pretest-posttest group design. Subjek berjumlah 20 pemain sekolah sepak bola (SSB) dengan rata-rata usia 13–15 tahun. Dimana subjek di bagi menjadi dua kelompok (Grup A dan Grup B). Grup A diberikan treatmen wall pass sedangkan Grup B diberikan treatment push and run. Kedua treatment tersebut dberikan dan wajib dilakukan selama 14 kali pertemuan dalam kurun waktu 2 bulan. Selanjutnya, dalam menentukan sample, peneliti menggunakan teknik pusposive sampling, dimana subjek dipilih berdasarkan kriteria tertentu. Adapun kriteria yang ditentukan dalam penelitian ini diantaranya; berusia 13-15 tahun, tidak dalam keadaan sakit, sanggup mengikuti program latihan.
Instrumen tes yang digunakan untuk pengukuran awal (pretest) maupun pengukuran akhir (posttest) menggunakan tes keterampilan bermain sepakbola yang disusun oleh Irianto (1995: 9) pada bagian "melakukan passing rendah menuju sasaran", yaitu gawang kecil yang berbentuk bidang yang menjadi sasaran dengan ukuran lebar 1,5 m dan tinggi pancang 0,5 m dengan jarak penendang dari gawang 9 m dan garis di belakang gawang juga 9 m dan garis batas sah 1,5 m. Validitas tes tersebut adalah 0,812 dan reliabilitas sebesar 0,856. Passing dikatakan tepat apabila masuk pada sasaran yang telah ditentukan melewati garis sah yang telah ditentukan.
Tes ini dimaksudkan untuk mengukur ketepatan passing bawah menggunakan kaki bagian dalam. Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan tes dan pengukuran. Alat yang digunakan adalah gawang kecil dengan ukuran lebar 1,5 m dan tinggi 0,5 m dengan jarak penendang dari gawang
9 m, garis di belakang gawang juga 9 m, dan garis sah panjanganya 1,5 m. Tendangan sah dan dianggap masuk apabila masuk pada bidang bidang sasaran, mengenai batas atas dan atau mengenai pancang, dan kerasnya tendangan harus sampai pada garis batas belakang gawang (jarak 9 m). Penilaian adalah jumlah tendangan yang masuk sah dari sepuluh kali tendangan (lihat gambar 1).

Gambar 1. Tes Mengoper Bola Rendah/Pendek Sumber: ( Irianto, 1995: 34)
Analisis Data
Hasil data ditampilkan berupa rata-rata, standar deviasi dan p-value. peneliti menggunakan uji one sample T-test untuk melihat nilai rata-rata dari Usia, Tinggi badan, dan Berat badan. Sedangkan untuk variable wall pass dan push and run peneliti menggunakan oneway ANOVA atau uji satu arah. Semua analisis statistik menggunakan aplikasi SPSS versi 22 dengan taraf signifikansi (p< 0.001 atau p <0.05).
HASIL
Data profil antropometri atlet SSB dapat dilihat pada table 1. Hasil penelitian menunjukan bahwa rata-rata usia, berat badan dan tinggi badan antara kedua kelompok tidak menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan.
Tabel 1. Antropometri Atlet SSB
| variabel | Total sampling | Grup | ||
|---|---|---|---|---|
| ( n = 20 ) | Wall Pass (N=10) | Push and Run (N=10) | P-Value | |
| Usia (tahun) | 14.00 ± 0.85 | 14.10 ± 0.87 | 13.90 ± 0.87 | 0.616 |
| Berat Badan (Kg) | 47.29 ± 1.50 | 47.77 ± 1.47 | 46.82 ± 1.43 | 0.163 |
| Tinggi Badan (cm) | 147.11 ± 1.78 | 147.11 ± 1.92 | 147.12 ± 1.78 | 0.999 |
*signifikansi P< 0.05
Tabel 2. Hasil Akurasi Pasing kedua Grup
| Group | Akurasi Passing | p-Value | |
|---|---|---|---|
| Pre test | Post test | ||
| wall pass | 3.15 ± 0.62 | 6.65 ± 0.74 | 0.001** |
| push run | 3.20 ± 0.58 | 6.45 ± 1.80 | 0.001** |
*signifikansi p<0.05
Hasil yang diperlihatkan pada tabel 2 menunjukkan bahwa kedua kelompok setelah melakukan percobaan treatment latihan wall pass dan push and run selama 14 kali pertemuan mengalami peningkatan secara signifikan pada akurasi pasing. Hal ini menunjukan bahwa kedua latihan tersebut memberikan dampak positif terhadap akurasi passing.
PEMBAHASAN
Tujuan dari penelitian ini adalah ingin mengetahui Pengaruh latihan wall pass dan push and run terhadap akurasi passing pada siswa SSB Sinar Muda Pringsewu dengan jumlah sampel sebanyak 20 orang siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa latihan wall pass dan push and run selama 14 kali pertemuan memiliki pengaruh yang signifikan (p<0.001). adanya peningkatan akurasi passing dikarenakan latihan wall pass dan push and run dapat melatih seorang pemain yang bertindak sebagai dinding untuk mengarahkan jalur gerakan bola dan pemain yang telah memberi umpan berlari kedepan mencari ruang terbuka untuk menerima umpan balik, sehingga hal ini dapat melatih ketepatan passing seorang pemain (Figueiredo et al., 2009). Selain itu, kekuatan otot tungkai dan koordinasi mata kaki merupakan salah satu faktor yang menentukan hasil passing juga harus diimbangi dengan komponen lain seperti keseimbangan tubuh sehingga kemampuan mengontrol tubuhnya dan dapat mencapai hasil yang baik (Ermanno Rampinini et al., 2008).
Dalam sepak bola, performa fisik pemain akan terhambat pada babak kedua yang ditunjukkan dengan penurunan aktivitas lari cepat dan intensitas tinggi
**signifikansi p<0.001
dibandingkan dengan babak pertama (Bradley et al., 2013; Mohr, Krustrup, & Bangsbo, 2003; E. Rampinini, Coutts, Castagna, Sassi, & Impellizzeri, 2007). Selain itu, efek merugikan dari kelelahan pada saat pertandingan juga terlihat jelas menjelang akhir pertandingan (Anderson et al., 2017). Penurunan kemampuan passing pendek selama pertandingan sejalan lurus dengan kinerja fisik. Penurunan ini menunjukkan bahwa kelelahan yang diakumulasi selama pertandingan memiliki efek yang merugikan pada kemampuan passing pendek (Ermanno Rampinini et al., 2008).
Passing adalah salah satu keterampilan individu dalam permainan sepakbola. Langkah perbuatan yang dimaksud adalah melakukan sebuah umpan (passing) untuk mengoper bola kepada teman untuk terus menguasai bola atau bermain dengan tim di dalam sebuah lapangan (Hughes & Franks, 2005). Passing merupakan teknik dasar dan merupakan komponen penting dalam sepakbola yang harus dilatihkan dengan harapan kualitas permainan individu dan tim untuk menciptakan peluang hingga akhirnya tercipta sebuah gol. Penelitian sebelumnya menjelaskan bahwa tinggi nya tingkat akurasi passing dapat menciptakan sebuah Gol ke gawang lawan. oleh karena itu untuk dapat melakukan passing dengan baik perlu adanya variasi latihan yang dapat meningkatkan kemampuan passing (Bradley et al., 2013; Carlsson, Isberg, Nilsson, & Carlsson, 2018; Hughes & Franks, 2005).
Wall pass dan Push and run adalah suatu metode latihan sepakbola yang mengharuskan pemain setelah melakukan passing harus dilanjutkan dengan bergerak atau berlari atau tidak diam. Kedua Latihan tersebut bisa dikembangkan menjadi beraneka ragam bentuk. Tetapi tujuannya serupa, membiasakan pemain bergerak lari atau tidak tinggal diam setiap kali sesudah melakukan passing. Jika dijalankan secara sungguh-sungguh, latihan ini juga bermanfaat untuk mengembangkan kemampuan pemain bergerak eksplosif dan kemampuan akurasi passing pemain. Dengan demikian penelitian ini di harapkan dapat menjadi sebuah rujukan bagi pelatih dalam meningkatkan akurasi passing pemain sepak bola, sehingga harapan sebuah tim untuk menciptakan permainan yang baik dalam sebuah pertandingan dapat terwujud yang nantikan akan membawa tim menjadi juara.
SIMPULAN
Akurasi passing yang tinggi dalam permainan sepak bola merupakan factor penting untuk menciptakan sebuah permainan yang baik dan berpeluang menciptakan sebuah Gol. Temuan dalam penelitian ini memberikan bukti bahwa latihan wall pass dan push and run berpengaruh positif terhadap peningkatan akurasi passing seorang pemain. Dengan demikian penelitian ini di harapkan dapat menjadi sebuah rujukan khusus nya bagi para pelatih dalam meningkatkan akurasi passing para pemain dalam sebuah Tim Sepak Bola.
UCAPAN TERIMA KASIH
Terima kasih penulis ucapkan kepada seluruh responden yang menjadi pendukung dalam penelitian ini.
