1. Home
  2. Archives
  3. Vol 5 (2021) Issue 2
  4. Articles

Pengaruh Emosi Positif Dan Sikap Dengan Rasa Komunitas Relawan Olahraga Dalam Peparda Yogyakarta 2019

Abstract

Harapan peneliti tentang emosi positif merupakan penelitian dasar untuk menemukan rasakomunitas relawan, 2019. Perasaan relawan yang ada Peparda Indonesia melalui variabeldinilai pada kejelasan, sikap dan rasa kebersamaan. Ada penelitian-peneitian tentang rasarelawan olahraga komunitas, namun peneliti tetap menganggapnya membuktikan rasarelasi komunitas. kejelasan pada relawan diterjemahkan ke dalam variabel kejelasanperan, kejeasan tujuan, dan keterlibatan dalam olahraga. Sehingga akan membuktikanhipotesis yang telah diajukan. Sampel dalam penelitian ini menggunakan relawan yangbertugas pada event Peparda Indonesia 2019 sebanyak 150 orang. Melalui kuesioner yangdikirim langsung ke email relawan. Data dari relawan diperoleh dari pengurus PepardaIndonesia tahun 2019. Hasil ini menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antaramasing-masing variabel independen dan dependen. Seluruh hipotesis dapat diterima,sehingga terdapat keterikatan langsung antara kejelasan dengan sikap dan sense ofcommunity sport volunteer Peparda 2019 di Indonesia.

Keywords

PENDAHULUAN

Emosi positif berfokus pada tiga bidang pengalaman manusia: positif subjektif (misalnya, emosi positif, pikiran konstruktif, dan perasaan energi), sifatsifat individu yang positif, dan lembaga positif (misalnya, keluarga, sekolah, bisnis, masyarakat, dan masyarakat) (Fineman, 2006). Maka dari emosi positif tersebut disalurkan pada perilaku relawan olahraga. Perilaku Organisasi Positif (POB) adalah studi dan penerapan kekuatan sumber daya yang berorientasi positif manusia dan kapasitas psikologi yang dapat diukur, dikembangkan dan dikelola secara efektif untuk peningkatan kinerja dalam pekerjaan (Luthans, 2002). Hal ini menyebabkan minat dalam memfasilitasi POB dan mencapai emosi positif antara masyarakat yang disebut sebagai rasa komunitas.

Konsep rasa komunitas digunakan untuk menggambarkan perasaan dari berbagai jenis komunitas (Korti, 2018). Rasa komunitas secara konsisten memprediksi kesejahteraan pekerja dari segi psikologis (Boyd & Nowell, 2014). Relawan yang memiliki kesejahteraan secara psikologis mempunyai hubungan positif antara rasa komunitas dengan kualitas hidup (Boyd & Nowell, 2014) yang akan merasakan kepuasan hidup (Prezza & Costanitini, 1996). Pemberdayaan dalam pengaturan organisasi (Hughey, 2008), kohesi sosial (Wilkinson, 2007), kondisi tempat (Long & Perkins, 2003) dan rasa aman (Zani, B., Cicognani & Albanesi, 2001). Banyak definisi yang ditandai sebagai kegiatan relawan seperti keikhlasan sebagai refleksi dari posisi pribadi adalah prinsip dasar sukarela (Aleksandrovna & Galina, 2016). Setelah memahami pendapat di atas, dapat dikatakan bahwa emosi positif dari masyarakat dapat membuat sebuah rasa komunitas yang dapat melakukan pemahaman dan perasaan dari relawan tentang acara olahraga. Selain itu motivasi dari relawan secara pribadi perlu diberikan bukti melalui penelitian. Motivasi seseorang dapat membedakan antara relawan dan bukan relawan dalam menjalankan tugasnya dan meninggalkan pekerjaannya (Omoto & Snyder, 1995) untuk memutuskan untuk menjadi seorang relawan (Cnaan & Cascio, 1999).

Relawan olahraga memiliki peran penting untuk bertanggung jawab dalam menjaga keselamatan atlet dan memfasilitasi selama acara olahraga besar. Hal ini setidaknya karena bagaimana yang dirasakan oleh relawan, dan keterlibatan dengan atlet, dan penonton (Strang, 2018). Dalam kebanyakan kompetisi dan acara olahraga, relawan olahraga sangat diperlukan. Dapat didefinisikan relawan olahraga sebagai orang-orang yang mendapatkan imbalan yang sangat rendah dalam hal gaji (Mostahfezian, Nazari, Sarrami, & Mostahfezian, 2012). Pendapat ahli ini membahas tentang relawan olahraga memiliki peran yang sangat penting dalam keberhasilan acara olahraga. Selain itu relawan olahraga tidak perlu gaji besar dalam melaksanakan pekerjaan mereka, karena mereka memiliki semangat yang positif.

Teori pertukaran memberikan penguatan pada penelitian, asumsi peneliti adalah setiap individu memiliki rasa sukarela untuk mencapai tujuan bersama untuk sebuah kepuasan. Ukuran dari kepuasan dan kesejahteraan adalah subjektif yang berasal dari hasil konsumsi seseorang merupakan inti dari utilitas (Stutzer & Frey, 2010). Terdapat tiga tingkat yang berbeda dari rasa kepuasan, yaitu: (1) Pembuktian (pengakuan), (2) emosional (perubahan emosi melalui tindakan saling membantu) dan (3) kekeluargaan (rasa keterikatan dengan keluarga dan temanteman) (Sargeant, Ford, & Barat, 2006). Seseorang menjadi bagian yang terstruktur yang baik dan stabil pada hubungan perasaan komunitas sebagai acuan sebuah kepuasan (Sarason, 1974). Memperkuat bahwa pengakuan pekerjaan seseorang dalam suatu organisasi merupakan penghargaan emosional yang sangat berpengaruh di komunitas. Relawan yang baik adalah mereka yang mempunyai pengalaman melakukan pekerjaan yang sama (Doherty, 2009). Dapat disimpulkan bahwa emosi positif dalam bentuk rasa kebersamaan merupakan salah satu kemungkinan hasil yang positif. Pada bagian berikutnya, kita kaitkan hubungan positif dan emosi positif dengan rasa kebersamaan.

Selanjutnya, dalam menjawab faktor-faktor yang memberikan efek sukarela, penulis mengembangkan hipotesis variabel. hipotesis yang dikembangkan ada tiga bagian penting diadopsi dari penelitian 'Riwayat relawan olahraga tentang rasa komunitas' (Dickson, Hallmann, & Phelps, 2017). Hipotesis yang dikembangkan adalah untuk menghubungkan hubungan emosi positif dengan variabel kejelasan peran, kejelasan tujuan, keterlibatan dan Sikap (orientasi, normatif, sikap, keahlian) dengan sikap komitmen dan rasa

kebersamaan. Variabel-variabel ini menjadi studi literatur yang berhubungan dengan pemahaman relawan dan faktor relawan di acara olahraga.

Kejelasan peran dapat membuat kontribusi yang signifikan terhadap kesuksesan sebuah acara (Allen & Meyer, 1990). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kejelasan peran memiliki efek penting pada persepsi karyawan tentang kualitas layanan (Mukherjee & Malhotra, 2006), menurunkan tingat pemecatan karyawan (Hassan, 2013), saling bekerjasama (Gratton & Erickson, 2007), komunikasi yang baik (Schulz & Auld, 2006) dan keinginan menjadi sukarelawan pada acara selanjutnya (Downward & Ralston, 2006). Kejelasan peran dalam acara olahraga belum terbukti secara empiris, sehingga dalam penelitian ini peran variabel kejelasan peran dalam acara olahraga pada relawan olahraga diperiksa.

Kinerja relawan juga ditentukan oleh kejelasan tujuan. Penelitian membuktikan bahwa kejelasan tujuan berhubungan positif dengan kinerja (Anderson & Stritch 2015). Kejelasan tujuan memiliki hubungan positif dengan manfaat yang dirasakan dari efisiensi dan efektivitas (Ahmad & Rehman, 2011). Perilaku kooperatif dapat memberikan peningkatan nilai misi (Wright & Pandey, 2011) dan dengan diberikannya kejelasan peran pada sebuah organisasi agar pekerjaan tercapai (Arvey & Dewhirst, 1976; Edmondson, 1999). Dalam konteks organisasi publik, dimana tujuan organisasi sering menegaskan menjadi lebih ambigu dan kadang-kadang diamati menjadi lebih beragam dan dinamis daripada organisasi sektor swasta (Rainey, 2014). Jadi arah dari penelitian ini adalah tujuan kejelasan peran menjadi hipotesis yang berkaitan langsung dengan rasa komunitas.

Keterlibatan adalah merupakan bagian dari motivasi, gairah atau minat terhadap kegiatan (Dickson et al, 2017;. Havitz & Dimanche, 1997). Dengan terlibat dalam kegiatan olahraga, penting bagi mereka untuk menghindari stres karya akademis (Daud, Idris, Ashikin, Nazhatul Manaf, & Mudzaffar, 2013). Dalam literatur dan penelitian yang dilakukan keterlibatan secara langsung telah dikaitkan dengan rasa komunitas (Albanesi, Cicognani, & Zani, 2007), pada olahraga atletik (Thomas & Côté, 2009) ditemukan keterlibatan dalam memfasilitasi acara olahraga dan keterlibatan dalam berorganisasi (Peterson et al., 2008). Pendapat di atas mengarah ke hipotesis yang diajukan yaitu: keterlibatan

relawan olahraga secara langsung berkaitan dengan rasa komunitas. Tiga hipotesis dikembangkan untuk membuktikan adanya hubungan antara rasa komunitas, dengan kejelasan peran, kejelasan tujuan, dan keterlibatan dalam olahraga.

Peneliti mengambil dasar rasa komunitas dari studi POB (Donaldson & Ko, 2010) sebagai teori pada peneitian ini. Dengan hubungan yang positif dapat mendukung rasa komunitas pada relawan olahraga dalam acara olahraga. Sikap sukarela dan pelayanan kepada masyarakat adalah fenomena secara kontemporer yang berakar pada tradisi sosial masyarakat di seluruh dunia (Kajal, Hemmatinezhad, Mohammad, & Razavi, 2013). Sikap sukarela dalam acara olahraga dilengkapi dengan komitmen individu yang tercermin dalam masyarakat. Komitmen telah diidentifikasi sebagai variabel yang signifikan berhubungan dengan prestasi karyawan dalam bidang perilaku organisasi dan olahraga (Han et al., 1998). Hubungan yang terjadi pada dua orang dalam sebuah lingkungan pekerjaan dengan tujuan saling menguntungkan merupakan hubungan positif pada tempat kerja (Ragins & Dutton, 2007). Hubungan ini menjadi penting karena dalam konteks pekerjaan dapat menimbulkan efek peningkatan hasil yang berbuah positif pada manajer dan organisasi (Kahn, 2007). Selain itu dalam lingkungan pekerjaan hubungan yang positif dapat mempengaruhi suasana kenyamanan organisasi dalam segi psikologis karyawan (Carmeli & Gittell, 2009), lama masa kerja (Stephens, 2013), kerjasama (Lilius, 2011) dan belajar dari kegagalan (Carmeli & Gittell, 2009).

Berbagai pendapat di atas memberikan pemahaman tentang pentingnya relawan di acara olahraga, karena proses acara olahraga secara tidak langsung dapat memberikan pengetahuan kepada relawan olahraga. Pada bagian berikutnya, kita mengembangkan dan mengusulkan hipotesis penelitian.

METODE

Jenis penelitin yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan menekankan pada hakikat hubungan antar varibael yaitu variabel bebas deganvaribale teriikat. Dalam penelitian ini memiliki empat variabel yaitu Kejelasan peran, kejelasan tujuan, sikap, keterlibatan, sikap dan rasa komunitas.

Data dikumpulkan dari relawan olahraga yang bertugas pada acara Peparda (Pekan Paralimpik Daerah) di Provinsi Yogyakarta Indonesia tahun 2019.

Maka populasi dalam peneitian ini adlaah seluruh relawan olahraga yang bertugas pada Peparda DIY 2019 yaitu sebanyak 250 orang. Kemudian dalam pemilihan sampel menggunakan teknik sampling kuota dengan cara memberikan undangan sekaligus kuesioner dalam bentuk link ke survei online melalui google form. Sehingga sampel didapatkan 150 dari responden yang mengisi kuesioner google form.

Intrumen Penelitian dan Teknik Analisis Data

Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini digunakan adalah kuesioner dengan cek list poin. Intrumen yang digunakan untuk mengukur variabel sikap yaitu menggunakan instrumen yang disusun dalam penelitian (Mostahfezian et al., 2012). Variabel sikap mencakup 35 pertanyaan dalam tujuh skala untuk mengidentifikasi kejelasan peran, kejelasan tujuan, keterlibatan, sikap dan rasa komunitas. Instrumen ini memiliki face validity dari kuesioner. Sedangkan untuk reliabilitasnya menggunakan Alpha Chronbach dengan indeks 0,93 (Mostahfezian et al., 2012).

Penelitian ini menggunakan analisis data dengan software Smart PLS versi 2.0.m3. Pendekatan dua langkah terpilih untuk menguji model pengukuran dan setelah itu model struktural (J. C. Anderson & Gerbing, 1988).]

HASIL

Hasil penelitian menunjukan variabel konstruk memiliki nilai lebih tinggi dari 0,6 agar mendapatkan reliabilitas konstruk dan alpha Cronbach melebihi 0,7 dengan demikian dapat dianggap handal (JF Hair, 2010). Rata-rata varians diekstraksi (AVE untuk validitas konvergen) melampaui 0,5 variabel dan korelasi kuadrat dari dua konstruk lebih kecil dari Aves mereka (Fornell & Larcker, 1981). Dengan demikian, validitas diskriminan dapat diterima.

Pengujian hipotesis pada taraf signifikansi dapat menggunakan perbandingan nilai T-tabel dan T-Statistic (Hartono, 2008; Jogiyanto & Abdillah, 2009). Kriteria penarikan kesimpulan adalah jika T-Statistic lebih besar dari T-Tabel maka hipotesis diterima. Penelitian ini menggunakan taraf keyakinan sebesar 95% dengan T-Tabel sebesar 1,9764. Jadi dapat disimpulkan keseluruhan

hipotesis diterima berdasarkan dari T-Statistic > T-Tabel (1,9764). Lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel 1 pengujian hipotesis.

Tabel 1. Ringkasan Pengujian Hipotesis

T StatisticsT TabelefekHipotesis
Kejelasan Peran > Rasa Komunitas2.0451.9764+Diterima
Kejelasan Peran > Sikap2.6191.9764+Diterima
Kejelasan Tujuan > Rasa Komunitas2.3981.9764+Diterima
Kejelasan Tujuan > Sikap2.3731.9764+Diterima
Keterlibatan > Rasa Komunitas2.1751.9764+Diterima
Keterlibatan > Sikap2.1691.9764+Diterima
Sikap > Rasa Komunitas2.0721.9764+Diterima

Tabel 1 menunjukan bahwa dari masing-masing korelasi antar variabel ditemukan T Statistic > T Tabel, maka dapat disimpulkan bahwa hipotesis diterima. Dari ringkasan pengujian hipotesis ditemukan pada masing-masing interaksi antar variabel memiliki hubungan yang positif. Sehingga pada terdapat hubungan yang signifikan antara Kejelasan peran, Kejelasan tujuan, Keterlibatan dengan Sikap dan Rasa Komunitas relawan olahraga pada even Peparda DIY 2019

Gambar. Skema Analisis Persamaan Struktur

6

PEMBAHASAN

Penelitian ini menguji keterkaitan antara kejelasan peran, kejelasan tujuan, keterlibatan dengan Sikap dan Rasa komunitas seorang relawan olahraga pada acara Peparda DIY Indonesia 2019. Pengkajian dari penelitian ini adalah bahwa sikap dan rasa komunitas akan didukung oleh kejelasan peran, kejelasan tujuan dan keterlibatan seorang relawan olahraga. hal ini dikarenakan dalam rasa komunitas terdapat keterkaitannya dengan sikap yang ditunjukan oleh relawan olahraga. Selain itu relawan akan melaksanakan tugasnya secara maksimal jika memiliki kejelasan dalam bekerja. Relawan olahraga secara tidak sadar akan memiliki keterkaitan dengan rekan kerja, atlet dan penonton. Hal ini sesuai dengan teori pertukaran sosial yang menunjukan adanya hubungan timbal balik pada relawan dan sebuah acara (Cropanzano & Mitchell, 2005; Homans, 1958; Thibault & Kelley, 1959). Kontribusi dari relawan olahraga akan meningkat jika didukung dari rasa komunitas yang tinggi. Kejelasan pada relawan juga dapat memberikan sikap keterikatan pada organisasi (Allen & Meyer, 1990). Sehingga ikatan emosional juga akan mengacu pada identifikasi keterlibatan dengan rekan relawan.

Kejelasan tujuan memberikan sebuah motivasi kerja untuk relawan olahraga. Selain itu kejelasan tujuan akan memberikan gambaran kerja sama antar relawan olahraga pada sebuah acara. Keterlibatan pada olahraga juga akan memberikan pengaruh pada sikap dan rasa komunitas. Dengan keterlibatan langsung, maka relawan akan merasa menjadi bagian pada sebuah acara olahraga. Serangkaian kejelasan tersebut akan mempengaruhi sikap relawan olahraga untuk bekerja dalam acara olahraga. Temuan ini tidak sedikit mengubah status meyakinkan sebuah penelitian pada ukuran tim berpengaruh pada rasa masyarakat (Filo, K., Spence & Sparvero, 2013). Melihat dari semua faktor yang mendasari pengaruh sikap dan rasa komunitas relawan olahraga, diperlukan pengalaman untuk menjadi relawan yang baik. Sehingga didapatkan adanya keterikatan, kepedulian, komunikasi, kebersamaan untuk menjadikan sikap relawan dalam rangka meraih keberhasilan even olahraga.

KESIMPULAN

Kesimpulan dari penelitian ini adalah dalam konteks relawan olahraga paralympic menunjukan perilaku positif memberikan dampak yang baik bagi sikap relawan olahraga sehingga dapat memunculkan rasa komunitas pada diri sendri. Selain itu dalam konteks relawan suatu acara olahraga paralimpic, pertimbangan individual dan kejelasan positif mempengaruhi rasa komunitas. Relawan yang baik harus memiliki sikap yang baik dan rasa komunitas antar relawan olahraga dalam berinteraksi diluar organisasi atau tugasnya. Refleksi yang paling memungkinkan untuk penelitian selanjutnya adalah mereplikasi hasil penelitian dengan keberadaan relawan dalam acara olahraga yang lebih besar lagi. Kejelasan, sikap dan rasa komunitas merupakan hal yang tidak bisa dilepaskan dari relawan olahraga dalam menjalankan tugasnya.

Research Intelligence

Data from OpenAlex ↗

Metrics

0.00
FWCIfield-weighted
32th
Percentilevs same year + field
Article
Work type
Open Access

Semantic Profile AI-classified research signals

Humanities 0.81
level 1
level 0
Art 0.34
level 0

Institution Network

References

  1. Ahmad, M., & Rehman, H. (2011). Impact of goal clarity on perceived benefits of performance measurement. African Journal of Business Management Vol.5, 5(6), 2135-2139. https://doi.org/10.5897/AJBM10.222 DOI: 10.5897/ajbm10.222
  2. Albanesi, C., Cicognani, E., & Zani, B. (2007). Sense of community, civic engagement and social well-being in Italian adolescents. Journal of Community and Applied Social Psychology, 17(5), 387-406.
  3. Alexander, A., Kim, S. B., & Kim, D. . (2015). Segmenting volunteers by motivation in the 2012 London Olympic Games. Tourism Management, April, Vol. 47, pp.1-10, 47(1), 1-10. DOI: 10.1016/j.tourman.2014.09.002
  4. Alexandrovna, A., & Galina, E. (2016). Characteristics of the essence of volunteering in psychology. International Journal Of Environmental & Science Education, 11(15), 8572-8579.
  5. Allen, N. J., & Meyer, J. . (1990). The measurement and antecedents of affective, continuance and normative commitment to the organization. Journal of Occupational Psychology, 63(1), 1-18. DOI: 10.1111/j.2044-8325.1990.tb00506.x
  6. Anderson, D. M., & Stritch, J. M. (2015). Goal Clarity , Task Significance , and Performance"i: Evidence From a Laboratory Experiment. Journal of Public Administration Research and Theory Advance. https://doi.org/10.1093/jopart/muv019 DOI: 10.1093/jopart/muv019
  7. Anderson, J. C., & Gerbing, D. W. (1988). Structural equation modeling in practice: a review and recommended two-step approach. Psychological Bulletin, 103(2), 411-423. DOI: 10.1037/0033-2909.103.3.411
  8. Armenta, C. N., Fritz, M. M., & Lyubomirsky, S. (2017). Functions of Positive Emotions"i: Gratitude as a Motivator of Self-Improvement and Positive Change. Emoyton Review, 9(3), 183-190. https://doi.org/10.1177/1754073916669596 DOI: 10.1177/1754073916669596
  9. Arvey, R. D., & Dewhirst, H. . (1976). Relationships between goal clarity, participation in goal setting, and personality characteristics on job satisfaction in a scientific organization. Journal of Applied Psychology, 61(1), 103-105. DOI: 10.1037/0021-9010.61.1.103
  10. Aspinwall, L. . (2007). Dealing with adversity: Self-regulation, coping, adaptation, and health. In Intraindividual Processes (hal. 591-614). Oxford: Wiley Blackwell.
  11. Baciadonna, L., Briefer, E. F., Favaro, L., & Mcelligott, A. G. (2019). Goats distinguish between positive and negative emotion-linked vocalisations. Frontiers in Zoology, 16(25), 1-11. DOI: 10.1186/s12983-019-0323-z
  12. Barbieri, I., & Zani, B. (2015). Multiple Sense Of Community , Identity, And Well-being In A Context Of Multi Culture: A Mediation Model. Community Psychology in Global Perspective, 1(2), 40-60.
  13. Barraza, J. . (2011). Positive emotional expectations predict volunteer outcomes for new volunteers. Motivation and Emotion, 35(2), 211-219. DOI: 10.1007/s11031-011-9210-4
  14. Boyd, N. M., & Nowell, B. (2014). Psychological sense of community: a new construct for the field of management. Journal of Management Inquiry, 23(2), 107-122.
  15. Breuer, C., Wicker, P., & Von Hanau, T. (2012). Consequences of the decrease in volunteers among German sports clubs: is there a substitute for voluntary work? International Journal of Sport Policy and Politics, Vol. 4, No. 2, pp.173-186., 4(2), 173-186. DOI: 10.1080/19406940.2012.656681
  16. Carmeli, A., & Gittell, J. . (2009). High-quality relationships, psychological safety, and learning from failures in work organizations. Journal of Organizational Behavior, 30(6), 709-729.
  17. Cicognani, E. et al. (2015). Sense of community and empowerment among young people: understanding pathways from civic participation to social well-being. Voluntas, 26(1), 24-44.
  18. Cnaan, R. A., & Cascio, T. A. (1999). Performance and commitment: Issues in management of volunteers in human service organizations. Journal of Social Service Research, 24(3/4), 1-37.
  19. Costa, C. ., & Al, E. (2006). Reconsidering the role of training in event volunteers
  20. Cropanzano, R., & Mitchell, M. . (2005). Social exchange theory: an interdisciplinary review. Journal of Management, 31(6), 874-900. DOI: 10.1177/0149206305279602
  21. Curry, J. P. et al. (1986). On the causal ordering of job satisfaction and organizational commitment. Academy of Management Journal, 29(4), 847-858.
  22. Daud, N. M., Idris, A. S., Ashikin, Nazhatul Manaf, A., & Mudzaffar, F. A. (2013). Relationship Between Sports Involvement And Students Performance In Malaysian University, 2(3), 32-39.
  23. Dickson, G., Hallmann, K., & Phelps, S. (2017). Antecedents of a sport volunteer DOI: 10.1504/ijsmm.2017.083983
  24. Doherty, A. (2009). The volunteer legacy of a major sport event. Journal of Policy Research in Tourism, Leisure and Events, 1(3), 85-207. DOI: 10.1080/19407960903204356
  25. Donaldson, S. I., & Ko, I. (2010). Positive organizational psychology, behavior, and scholarship: a review of the emerging literature and evidence base. The Journal of Positive Psychology, 5(3), 177-191. DOI: 10.1080/17439761003790930
  26. Downward, P., & Ralston, R. (2006). The sports development potential of sports event volunteering: insights from the XVII Manchester Commonwealth Games. European Sport Management Quarterly, 6(4), 333-351. DOI: 10.1080/16184740601154474
  27. Edmondson, A. (1999). Psychological safety and learning behavior in work teams. Administrative Science Quarterly, 44(2), 350-383. DOI: 10.2307/2666999
  28. Fairley, S., & Tyler, B. D. (2012). Bringing baseball to the big screen: building sense of community outside of the ballpark. Journal of Sport Management, 26(3), 256-270. DOI: 10.1123/jsm.26.3.258
  29. Filo, K., Spence, K., & Sparvero, E. (2013). Exploring the properties of community among charity sport event participants. Managing Leisure, 18(3), 194-212. DOI: 10.1080/13606719.2013.796179
  30. Fineman, S. (2006). On being positive: concerns and counterpoints. Academy of Management Review, 31(2), 270-291. DOI: 10.5465/amr.2006.20208680
  31. Fornell, C., & Larcker, D. F. (1981). (1981) "Evaluating structural equ ation models with unobservable variables and measurement error. Journal of Marketing Research, 18(1), 39-50. DOI: 10.2307/3151312
  32. Fredrickson, B. L., & Joiner, T. (2018). Reflections on Positive Emotions and Upward Spirals. Perspectives on Psychological Science, 13(2), 194-199. https://doi.org/10.1177/1745691617692106 DOI: 10.1177/1745691617692106
  33. Gallant, K., Arai, S., & Smale, B. (2013). Serious leisure as an avenue for nurturing community. Leisure Sciences, Vol. 35, No. 4, pp.320-336, 35(4), 320-336. DOI: 10.1080/01490400.2013.797324
  34. Ghozali, I. (2006). Aplikasi Analisis Multivariate Dengan Program SPSS. Cetakan Keempat. (4th, Ed.). Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro.
  35. Goetz, K. et al. (2015). How psychosocial factors affect well-being of practice assistants at work in general medical care? - A questionnaire survey. BMC Family Practice, 16(1), 166. DOI: 10.1186/s12875-015-0366-y
  36. Grant, N., Heere, B., & Dickson, G. (2011). New sport teams and the development of brand community. European Sport Management Quarterly, 11(1), 35-54. DOI: 10.1080/16184742.2010.537364
  37. Gratton, L., & Erickson, T. (2007). 8 ways to build collaborative teams. Harvard Business Review, 85(11), 100-109.
  38. Green, B. C., & Chalip, L. (2004). Paths to volunteer commitment: lessons from the Sydney Olympic Games. Wallingford, UK. DOI: 10.1079/9780851997506.0049
  39. Han, K., Quarterman, J., College, B., Strigas, E., Ha, J., & Lee, S. (1998). Committed Sport Event Volunteers. Journal of Research, 8(2), 45-54.
  40. Hartono, J. (2008). Metodelogi Penelitian Sistem Informasi. Yogyakarta: CV. Andi Offset.
  41. Hassan, S. (2013). The importance of role clarification in workgroups: effects on perceived role clarity, work satisfaction, and turnover rates. Public Administration Review, 73(5), 716-725. DOI: 10.1111/puar.12100
  42. Havitz, M. ., & Dimanche, F. (1997). Leisure involvement revisited: conceptual conundrums and measurement advances. Journal of Leisure Research, 29(3), 245-278.
  43. Homans, G. C. (1958). Social behavior as exchange. American Journal of Sociology, 63(6), 597-606. DOI: 10.1086/222355
  44. Hughey, J. et al. (2008). Empowerment and sense of community: clarifying their relationship in community organizations. Health Education & Behavior, 35(5), 651-663.
  45. Isen, A. M. (1987). Positive affect, cognitive processes, and social behavior. Advances in Experimental Social Psychology, 20, 203-253. DOI: 10.1016/s0065-2601(08)60415-3
  46. JF Hair, et al. (2010). Multivariate Data Analysis. A Global Perspective, 7th ed. (7th, Ed.). Upper Saddle River.
  47. Jogiyanto, & Abdillah. (2009). Konsep dan Aplikasi PLS (Partial Least Square) Untuk Penelitian Empiris. Yogyakarta: Badan Penerbit Fakultas Ekonomi.
  48. Kahn, W. (2007). Meaningful connections: positive relationships and attachments at work
  49. Kajal, F. F., Hemmatinezhad, M., Mohammad, S., & Razavi, H. (2013). Relationship between Leadership styles of Physical Education Department Managers with Sports Volunteers
  50. Kerwin, S. et al. (2015). Exploring sense of community among small-scale sport event volunteers. European Sport Management Quarterly, 15(1), 77-92.
  51. Korti, R. (2018). Citizen Participation and Sense of Community in the Development of the Permanent Conservation Project Plan. European Journal of Interdiciplinary Studies, 8(1), 87-92. DOI: 10.26417/ejis.v10i1.p87-92
  52. KrajAˆakova, E., A imkus, A., Pilinkiene, V., & Grabowska, M. (2018). Analysis of barriers in sports volunteering. Journal of International Studies, 11(4), 254-269. https://doi.org/10.14254/2071-8330.2018/11-4/18 DOI: 10.14254/2071-8330.2018/11-4/18
  53. Lilius, J. M. et al. (2011). Understanding compassion capability. Human Relations, 64(7), 873-899.
  54. Long, D. A., & Perkins, D. . (2003). Confirmatory factor analysis of the sense of community index and development of a brief SCI. Journal of Community Psychology, 31(3), 279-296. DOI: 10.1002/jcop.10046
  55. Luthans, F. (2002). Positive organizational behavior: developing and managing psychological strengths. Academy of Management Executive, 16(1), 55-72. DOI: 10.5465/ame.2002.6640181
  56. Madden, L., Mathias, B., & Madden, T. (2015). In good company: the impact of perceived organizational support and positive relationships at work on turnover intentions. Management Research Review, Vol. 38, No. 3, pp.242-263, 38(3), 242-263.
  57. McMillan, D. W., & Chavis, D. . (1986). Sense of community: a definition and theory. Journal of Community Psychology, 14(1), 6-23. DOI: 10.1002/1520-6629(198601)14:1<6::aid-jcop2290140103>3.0.co;2-i
  58. Mitas, O., Yarnal, C., & Chick, G. (2012). Jokes build community: mature tourists DOI: 10.1016/j.annals.2012.05.003
  59. Mostahfezian, M., Nazari, R., Sarrami, L., & Mostahfezian, M. (2012). Analysis of Sport Volunteers
  60. Mukherjee, A., & Malhotra, N. (2006). Does role clarity explain employee-perceived service quality?: a study of antecedents and consequences in call centres. International Journal of Service Industry Management, 17(5), 444-473. DOI: 10.1108/09564230610689777
  61. Omoto, A. M., & Snyder, M. (1995). Sustained helping without obligation: motivation, longevity of service, and perceived attitude change among AIDS volunteers. Journal of Personality and Social Psychology, 74(2), 522-537. DOI: 10.1037//0022-3514.68.4.671
  62. Peterson, N. A., Speer, P. W., & McMillan, D. . (2008). Community organizations and sense of community: further development in theory and measurement. Journal of Community Psychology, 36(1), 61-73. DOI: 10.1002/jcop.20260
  63. Petjersen, J., & Kristensen, T. (2014). The development of the psychosocial work environment in Denmark from 1997 to 2005. Scandinavian Journal of Work, Environment & Health, 35(4), 284-293.
  64. Prezza, M., & Costanitini, S. (1996). Sense of community and life satisfaction: investigation in three different territorial contexts. Journal of Community & Applied Social Psychology, 194(3), 181-194.
  65. Ragins, B., & Dutton, J. (2007). Positive relationships at work: an introduction and invitation
  66. Rainey, H. G. (2014). Understanding and managing public organizations. (5th, Ed.). San Francisco: CA: Jossey-Bass.
  67. Sarason, S. . (1974). The Psychological Sense of Community: Prospects for a Community Psychology. San Francisco, CA.: Jossey-Bass, CA.
  68. Sargeant, A., Ford, J. B., & West, D. . (2006). Perceptual determinants of nonprofit giving behavior. Journal of Business Research, 59(2), 155-165.
  69. Schulz, J., & Auld, C. (2006). Perceptions of role ambiguity by chairpersons and executive directors in Queensland sporting organisations. Sport Management Review, 9(2), 183-201. DOI: 10.1016/s1441-3523(06)70025-0
  70. Stephens, J. P. et. al. (2013). Relationship quality and virtuousness: emotional carrying capacity as a source of individual and team resilience. The Journal of Applied Behavioral Science, Vol. 49, No. 1, pp.13-41, 49(1), 12-41.
  71. Strang, L. (2018). Insights on the role of volunteers in public safety at major sporting events Case study. Cambridge: the RAND Corporation, Santa Monica, Calif., and Cambridge, UK.
  72. Stutzer, A., & Frey, B. S. (2010). Recent advances in the economics of individual subjective well-being. Social Research, 77(2), 679-714. DOI: 10.5451/unibas-ep61225
  73. Thibault, J. ., & Kelley, H. H. (1959). The Social Psychology of Groups. New York: Jon Wiley & Sons.
  74. Thomas, F., & C
  75. Tope, D. et al. (2005). The benefits of being there: evidence from the literature on work. Journal of Contemporary Ethnography, 34(4), 470-493.
  76. Warner, S., Dixon, M. A., & Chalip, L. (2011). The impact of formal versus informal sport: mapping the differences in sense of community. Journal of Community Psychology, 40(8), 983-1003.
  77. Welty Peachey, J., & Al, E. (2013). Building social capital: examining the impact of Street Soccer USA on its volunteers. International Review for the Sociology of Sport, 48(1), 20-37.
  78. Wilkinson, D. (2007). The multidimensional nature of social cohesion: psychological sense of community, attraction, and neighboring. American Journal of Community Psychology, 40(Nos. 3-4), 214-229. DOI: 10.1007/s10464-007-9140-1
  79. Wisner, P. S. et al. (2005). The service volunteer loyalty chain: an exploratory study of charitable not-for-profit service organizations. Journal of Operations Management, 23(2), 143-161.
  80. Wright, B. ., & Pandey, S. . (2011). Public organizations and mission valence: when does mission matter? Administration & Society, Vol. 43, No. 1, pp.22-44., 43(1), 22-44.
  81. Zani, B., Cicognani, E., & Albanesi, C. (2001). Adolescents