PENDAHULUAN
Pola permainan sebuah tim sepak bola dalam suatu pertandingan / kompetisi tergantung pada aksi lawannya (Passos, Araújo, Davids, & Shuttleworth, 2008). Seorang pemain sepak bola tidak akan pernah tahu dengan pasti strategi apa yang akan dilakukan oleh lawan pada saat pertandingan, oleh karena itu setiap pemain harus bisa menyesuaikan pola permainan yang berubah-ubah pada saat pertandingan berlangsung (Taylor, Folgado, & Sampaio, 2012). Meskipun setiap gerakan pemain sepak bola dianggap independen, sebuah tim harus bisa berkordinasi dengan rekan satu tim lainya (Fisette & Contreras, 2014). Oleh karena itu, dalam olahraga seperti sepak bola, di mana keterbukaan pikiran mendominasi, proses pengambilan keputusan merupakan faktor penentu untuk mencapai suatu keberhasilan dalam olahraga (Davids, Button, Araújo, Renshaw, & Hristovski, 2006; Moran, 2012).
Terlepas dari sebuah pengambilan keputusan bagi seorang pemain sepak bola ketika menghadapi kompetisi, teknik dasar seperti passing menjadi sangat penting dalam proses menciptakan kerja sama tim dalam bermain dilapangan serta dapat memberikan peranan yang dominan dalam sebuah tim untuk mencetak gol. akurasi passing yang tinggi wajib dimiliki setiap pemain sepak bola, dan hal tersebut harus menjadi karakteristik yang penting bagi sebuah tim sepak bola. Persiapan pemain sepak bola untuk berkompetisi membutuhkan pelatihan khusus agar pemain dapat bersikap taktis dilapangan (Reilly, 2007). Perilaku taktis seorang atlet didasarkan pada adaptasi yang disengaja terhadap batasan yang diberlakukan dalam situasi permainan tertentu, atau selama kinerja tertentu (Aas, Outts, Awson, & Owsell, 2010; Coutts, Rowsell, & Dawson, 2009). Dengan demikian, untuk mengoptimalkan kemampuan taktis pemain, pelatih perlu merancang sesi pelatihan yang representative untuk memastikan bahwa praktik pada saat latihan memiliki hubungan tindakan-persepsi yang serupa dengan pertandingan (Travassos et al., 2013).
Small Sided Games (SSG) direkomendasikan oleh banyak tim amatir dan profesional sebagai metode latihan yang efektif dalam melatih ketepatan passing serta pelatihan daya tahan aerobic, hal ini dikarenakan latihan SSG dapat menggabungkan rangsangan pelatihan teknis, taktis dan fisiologis (Davids, Arau, &
Correia, 2013; Rampinini et al., 2007). SSG secara efektif mengintegrasikan tuntutan khusus permainan pada pertandingan sepak bola dan merupakan solusi yang berguna untuk meningkatkan efisiensi pelatihan khususnya dalam meningkatkan ketepatan akurasi passing. Namun, sejauh ini belum banyak penelitian yang membahas tentang metode latihan SSG terhadap ketepatan passing. Oleh karena itu, tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk menganalisa pengaruh dari program latihan SSG terhadap ketepatan passing pemain sepak bola amatir.
METODE
Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Pretest-Posttest Control Group Design. Dimana terdapat dua kelompok (kelompok eksperimen dan control) yang akan diberikan treatment latihan small sided games dan latihan passing berpasangan 2 x seminggu selama 2 bulan atau 16 kali pertemuan. tiga puluh pemain sepak bola tingkat SMA ikut berpartisipasi dalam penelitian ini (usia 16.26 ± 0.98 tahun, Berat badan 49.49 ± 1.75 kg, Tinggi badan 158.30 ± 3.26 cm). Subjek dipilih berdasarkan kriteria inklusi, diantaranya memiliki pengalaman bermain sepak bola (2,4 ± 0,5 tahun) dan pernah minimal satu kali berkompetisi di level kabupaten atau provinsi.
Setiap kelompok akan diberikan treatment yang berbeda selama 16 kali pertemuan. Dimana kelompok eksperiment melakukan latihan SSG yang telah di modifikasi dengan aturan main 4 vs 4 dan ukuran lapangan 10 x 10 meter. sedangkan kelompok control melakukan latihan passing berpasangan dengan jarak 15 meter. Instrumen tes yang digunakan untuk pengukuran awal (pretest) maupun pengukuran akhir (posttest) menggunakan tes ketepatan passing dari suparjo (2009:97). tes ini dapat digunakan pada rentang usia pemain sepak bola 15 sampai dengan 17 tahun. Tujuannya untuk mengetahui ketepatan Passing pemain sepak bola. Adapun validitas dari tes tersebut sebesar 0.963 dan reliabilitas 0.900. Aturan dalam ketepatan passing diantaranya, (1). Pemain meletakan bola pada titik perpotongan garis batas arah tendangan yang telah diberi tanda. (2). Pemain dituntut untuk passing ke arah angka yang berada diantara tiang bendera dengan kaki yang terkuat menggunakan kaki bagian dalam. (3) passing menggunakan kaki bagian luar dan punggung kaki akan dinilai tidak sah apabila bola masuk kedalam bidang
sasaran angka. (5) seluruh pemain diberi kesempatan hingga 5 kali percobaan.
Tes ini dimaksudkan untuk mengukur ketepatan passing bawah menggunakan kaki bagian dalam. Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan tes dan pengukuran. Alat yang digunakan adalah bendera setinggi 1 m dengan jarak antara bendera 0.5 meter dan Jarak penendang dari sasaran sejauh 15 m. Passing dianggap sah apabila masuk bidang sasaran angka yang berada diantara tiang bendera dan apabila bola mengenai tiang tetapi bola masuk kebidang sasaran angka passing tetap dianggap sah. (lihat gambar 1).

Gambar 1. Tes Ketepatan Passing Sepak Bola Sumber: Suparjo (2009:97)
Analisis Data
Hasil penyajian data dalam penelitian ini akan ditampilkan berupa rata-rata, standar deviasi dan p-value. Pengujian di lakukan dengan menggunakan uji one sample T-test untuk melihat nilai rata-rata dari Usia, Tinggi badan, dan Berat badan. Selanjutnya, untuk variable SSG dan Latihan rondo diuji menggunakan oneway ANOVA. Pengujian analisis statistik menggunakan Software SPSS versi 22 dengan taraf signifikansi (p< 0.001 atau p <0.05).
HASIL
Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan pada kedua kelompok baik dari rata-rata Usia, Tinggi Badan, maupun Berat Badan (lihat tabel 1).
Tabel 1. Antropometri Atlet SSB
| variabel | Total sampling ( n = 30 ) | Grup | ||
|---|---|---|---|---|
| SSG (N=15) | Rondo (N=15) | P-Value | ||
| Usia (tahun) | 16.26 ± 0.98 | 16.26 ± 1.03 | 16.26 ± 0.96 | 0.846 |
| Berat Badan (Kg) | 49.49 ± 1.75 | 49.80 ± 1.68 | 49.18 ± 1.83 | 0.698 |
| Tinggi Badan (cm) | 158.30 ± 3.26 | 157.26 ± 3.51 | 159.33 ± 2.71 | 0.452 |
*signifikansi P< 0.05
Tabel 2. Hasil Akurasi Pasing kedua Grup
| Group | Akurasi Passing | p-Value | |
|---|---|---|---|
| Pre test | Post test | ||
| SSG | 5.26 ± 1.09 | 10.33 ± 1.58 | 0.001** |
| Rondo | 4.73 ± 1.16 | 5.33 ± 0.91 | 0.128 |
*signifikansi p<0.05
Dari data yang diperoleh bahwa kelompok yang diberikan treatment latihan SSG selama 16 kali pertemuan menununjukkan perbedaan yang signifikan (p=0.001) dibandingkan dengan kelompok yang diberikan treatment latihan rondo (p=0.128). hasil penelitian tersebut memberikan bukti bahwa latihan dengan menggunakan metode small side games (SSG) dapat memberikan efek postif terhadap ketepatan passing pemain sepak muda usia muda.
PEMBAHASAN
Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk melihat pengaruh latihan small side games terhadap ketepatat passing pada pemain sepak bola usia muda. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa latihan small side games berpengaruh signifikan terhadap akurasi passing (p=0.001) dibandingkan dengan latihan passing berpasangan (p=0.128). Tingginya nilai akurasi passing pada kelompok eksperiment disebabkan oleh pola kebiasaan seorang pemain dalam menyentuh bola ketika bermain dilapangan yang berukuran kecil, sehingga pola tersebut dapat memberikan peningkatan penguasaan aspek teknik, taktik, maupun fisik yang efektif dalam pengambilan sebuah keputusan (Aguiar, Gonçalves, Botelho, Lemmink, & Sampaio, n.d.).
small sided games (SSG) telah menjadi sebuah metode latihan yang
**signifikansi p<0.001
berkembang, permainan ini dapat menyajikan situasi permainan yang dapat menggabungkan aspek teknik, taktik, fisik sehingga manfaat dari latihan SSG dapat meningkatkan ketepatan (accuration) passing". Menurut (Casamichana, Castellano, & Dellal, 2013), metode latihan dengan (SSG) jelas lebih menguntungkan. Hal ini dikarenakan pemain sejak awal pemanasan dapat langsung disajikan situasi permainan yang sesungguhnya.
Studi lain mengungkapkan bahwa Latihan small sided games yang dilaksanakan sebanyak 16x secara fisiologis sudah mengalami perubahan yang menetap pada kardiovaskular dan pembesaran otot kaki (López-Fernández, Sánchez-Sánchez, García-Unanue, Hernando, & Gallardo, 2020). selanjutnya, Menurut (Pinder, Davids, & Renshaw, 2011) Latihan teknik yang dilakukan dengan tepat dan berulang-ulang akan membentuk kebiasaan dan otomatisasi refleks yang baik. Untuk memperkuat pendapat diatas (Reilly, 2007) menyatakan bahwa prinsip hukum latihan adalah pengulangan, semakin diulang pola latihan akan semakin dikuasai. Latihan small sided games adalah bentuk latihan dengan ukuran lapangan diperkecil dengan jumlah pemain kurang dari 11 orang. Apabila ditinjau dari segi latihannya pemain cenderung melakukan passing dengan terarah sehingga dapat meningkatkan teknik passing. Pada saat melakukan passing, pemain tidak terlalu terburu-buru sehingga pemain dapat mengatur sentuhan kaki pada bola. Pengulangan teknik passing pada small sided games dapat merangsang pemain lebih baik dalam melakukan ketepatan passing. Dengan demikian penelitian ini di harapkan dapat menjadi sebuah rujukan bagi pelatih dalam meningkatkan akurasi passing pemain sepak bola, sehingga harapan sebuah tim untuk menciptakan permainan yang baik dalam sebuah pertandingan dapat terwujud yang nantikan akan membawa tim menjadi juara.
SIMPULAN
Temuan dalam penelitian ini menunjukkan bahwa Metode latihan small side games berpengaruh secara signifikan terhadap akurasi passing pemain sepak. Dengan demikian penelitian ini di harapkan dapat menjadi sebuah rujukan bagi pelatih dalam meningkatkan akurasi passing pemain sepak bola, sehingga harapan sebuah tim untuk menciptakan permainan yang baik dalam sebuah pertandingan dapat terwujud yang nantikan akan membawa tim menjadi juara.
UCAPAN TERIMA KASIH
Terima kasih penulis ucapkan kepada seluruh responden yang menjadi pendukung dalam penelitian ini.
