1. Home
  2. Archives
  3. Vol 6 (2021) Issue 2
  4. Articles

Motivasi Berprestasi Atlet Panahan PPOP DKI Jakarta

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prosentase motivasi berprestasi atlet panahan PPOP DKI Jakarta. Penelitian dilaksanakan pada bulan Mei 2021. Pengambilan data ini dilakukan di lapangan PPOP DKI Jakarta dengan menggunakan media Handphone masing - masing. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan teknik survey. Instrument penelitian ini berupa angket tertutup yang dibuat dalam bentuk google form dan dibagikan kepada seluruh sampel. Jumlah sampel sebanyak 12 orang yang merupakan populasi dari atlet Panahan PPOP DKI Jakarta. Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulkan prosentase keseluruhan motivasi berprestasi atlet panahan PPOP DKI Jakarta berada pada kategori sedang yaitu 50,00%.

Keywords

PENDAHULUAN

Olahraga sebagai salah satu unsur yang berpengaruh dalam kehidupan manusia dan berperan dalam mengharumkan nama daerah dan bangsa melalui kompetisi tingkat nasional maupun internasional. Kesuksesan seorang atlet ditentukan berdasarkan tingginya motivasi berprestasi yang tinggi dalam diri atlet yang menimbulkan upaya seorang atlet untuk menguasai tugasnya, mencapai hasil maksimum, mengatasi rintangan dan bangga terhadap kemampuan yang dimilikinya (I Made Kusuma Wijaya, 2018).

Dalam dunia olahraga, pencapaian prestasi olahraga merupakan tolak ukur keberhasilan atlet. Ada banyak faktor yang mempengaruhi keberhasilan seorang atlet dalam mencapai sebuah prestasi olahraga, salah satunya adalah motivasi berprestasi. Menurut Smith dalam buku dasar – dasar psikologi olahraga mengatakan bahwa motivasi memiliki peran yang penting dalam peningkatan prestasi atlet, yang tentunya selain kematangan skill dan pengalaman bertanding. (M.P. Satiadarma, 2000). Adapaun sumber kemunculannya yaitu berasal dari, motivasi intrinsik yang berasal dari dalam diri, sedangkan motivasi ekstrinsik karena adanya rangsangan dari luar individu. (Muhammad Ridho, 2020)

Menurut Rabideu (dalam Sujarwo, 2011) motivasi berprestasi sebagai dorongan untuk keunggulan disbanding standarnya sendiri maupun orang lain. Nurdidaya dan Selviana (20212:288-308) menjelaskan bahwa motivasi berprestasi olahraga merupakan tujuan yang dimiliki atlet untuk berprestasi. Atlet akan berusaha meningkatan berbagai usaha dan gigih dalam latihan agar dapat berprestasi untuk mendapatkan berbagai penghargaan yang dapat meningkatkan harga dirinya. Untuk itu motivasi dalam olahraga merupakan aspek psikologi yang berperan penting bagi para pelatih, guru dan Pembina olahraga, karena motivasi adalah dasar untuk menggerakkan dan mengarahkan perbuatan dan perilaku seseorang dalam olahraga. Oleh sebab itu, setiap pelatih, guru, dan Pembina olahraga perlu memahami hakikat, teori, faktor-faktor yang mempengaruhi dan teknik-teknik motivasi serta baiknya mengetahui tiap individu atlet yang harus diberikan motivasi.

Motivasi berprestasi bukanlah bawaan dari lahir, akan tetapi merupakan hasil dari belajar atau latihan. Adanya motivasi berprestasi pada diri atlet senantiasa

mendorong mereka untuk bekerja dan berusaha untuk memberikan yang terbaik. Motivasi berprestasi juga dapat diartikan sebagai kemauan atau kesediaan individu secara sadar untuk berupaya berdasasrkan segala kemauan yang dimilikinya, melakukan suatu tugas ataupun pekerjaan dengan sebaik-baiknya, lebih baik dar yang dilakukan sebelumnya. Motivasi merupakan aspek psikologis yang tumbuh dan berkembang dalam diri seseorang. Pada dasarnya setiap perilaku dan perbuatan seseorang didorong oleh suatu kekuatan yang berasal dari dalam diri individu itu sendiri maupun dari pengaruh dari luar. Motivasi berprestasi dalam olahraga disebut sebagai daya saing (competitiveness). Artinya individu dengan motivasi berprestasi akan mampu melakukan suatu tugas atau pekerjaan dengan baik, bertanggung jawab dengan tugas yang dilakukannya, dan berusaha melakukan tugas lebih baik dari orang lain (Omchan, 2019).

Selviana dalam Muskanan (2015) mengatakan bahwa motivasi berprestasi merupakan tujuan yang dimiliki atlet untuk berprestasi. Atlet akan berusaha meningkatkan berbagai usaha dan gigih dalam latihan agar dapat berprestasi untuk mendapatkan berbagai penghargaan yang dapat meningkatkan harga dirinya. Sedangkan menurut McChlelland dalam Farradinna (2012) mengatakan individu yang memiliki motivasi berprestasi yang tinggi akan mempunyai rasa tanggung jawab, dan rasa percaya diri yang tinggi, lebih ulet, lebih giat dalam melaksanakan tugas, mempunyai keinginan untuk menyelesaikan tugas dengan baik. Sedangkan dalam Sepfitri (2011) menyatakan beberapa aspek motivasi berprestasi antara lain: 1) Tanggung jawab, 2) Mempertimbangkan resiko pemilihan tugas, 3) Memperhatikan umpan balik atau feedback, 4) Kreatif dan inovatif, 5) Waktu penyelesaian tugas, 6) Keinginan menjadi yang terbaik. Artinya bahwa motivasi berprestasi adalah suatu kecenderungan dari dalam atau dari luar diri individu yang menyebabkan individu tersebut mempunyai sikap yang mendorongnya untuk melakukan suatu tugas dengan kemampuan terbaiknya guna mencapai hasil yang optimal.

Pusat Pendidikan Olahraga Pelajar (PPOP) DKI Jakarta adalah wadah untuk menghimpun atlet dengan minat dan bakat olahraga yang tinggi. Atlet – atlet yang berada di PPOP merupakan atlet yang lolos seleksi yang terprogram serta merupakan atlet – atlet yang memiliki potensi baik didalam cabang olahraganya

masing – masing. Atlet – atlet PPOP akan disentralisasikan untuk dikembangkan potensinya sehingga dapat meraih hasil yang optimal. Atlet Pusat Pelatihan Olahraga Pelajar (PPOP) DKI Jakarta merupakan seorang atlet pelajar yang mewakili daerah asalnya kemudian dipantau perkembangan prestasinya sejak dini. PPOP DKI Jakarta merupakan pemusatan atlet – atlet daerah yang dimaksudkan untuk memusatkan para atlet dalam satu program latihan untuk mencapai tujuan. Atlet pelajar memiliki tugas dan kewajiban yang tidak ringan. Sebagai atlet mereka harus berlatih agar tampil maksimal dalam menjalani pertandingan yang dilakukannya. Sebagai pelajar mereka harus dapat menampilkan prestasi akademis yang memdai demi karir masa depannya. Dalam Pusat Pendidikan Olahraga Pelajar DKI Jakarta terdapat beberapa cabang olahraga yang dibina, salah satunya ialah cabang olahraga Panahan. Atlet dalam cabang olahraga panahan dapat digambarkan sebagai seseorang yang menggunakan busur dan anak panah untuk memanah baik dalam suatu latihan ataupun pertandingan panahan. Terkadang olahraga panahan terlihat mudah namun tidak semudah yang dibayangkan. Atlet dituntut untuk dapat meningkatkan keterampilan memanahnya secara consistence guna mencapai peningkatan skor yang telah ditentukan oleh pelatih dan tiap individu memiliki limited (score yang ditetapkan) yang berbeda. Keterampilan memanah meliputi 9 teknik dasar yaitu: (1) Stance, (2) Nocking, (3) Set-up, (4) Drawing, (5) Anchoring, (6) Tighten, (7) Aiming, (8) Release, (9) After-hold (follow through) (Ramdan Pelana dan Nadya Dwi Oktafiranda, 2016).

Jadi atlet panahan PPOP DKI Jakarta adalah Atlet pelajar yang dituntut harus melakukan penampilan terbaiknya disetiap latihan dan pertandingan dengan keterampilan gerak memanah yang consistence guna meraih prestasi yang diharapan. Untuk itu motivasi berprestasi yang baik pada setiap individu atlet dapat menunjang prestasi yang optimal untuk atlet panahan.

METODE

Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif yaitu hanya menggambarkan tentang sesuatu variabel, dengan Teknik survei. Penelitian ini dilakuakan di GOR Ragunan, Jakarta Selatan pada bulan Mei 2021. Populasi dalam penelitian ini memiliki kriteria inklusi diantaranya; Atlet

panahan yang terdaftar di PPOP DKI Jakarta, sudah berlatih minimal 1 tahun, telah mengikuti kejuaraan memanah, bersedia mengikuti jalannya penelitian. Sedangkan untuk kriteria Eksklusi diantaranya; Atlet panahan PPOP DKI Jakarta yang tidak memenuhi persyaratan.

Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling dimana seluruh anggota populasi merupakan sampel, sampel dalam penelitian ini berjumlah 12 atlet. Instrument penelitian dan pengumpulan data menggunakan kuesioner berbentuk angket tertutup dalam bentuk google form. Adapun kisi – kisi instrument sebagai berikut;

Tabel 4.2. Kisi-Kisi Instrument Penelitian

NOVARIABELINDIKATORNOMOR
PERNYATAAN
POSITIFNEGATIFJUMLAH
1MOTIVASIa. Kepribadian1,4,14,174
b. Prestasi11,182
c. Fasilitas12,192
d. Metode Latihan6,202
e. Sosial2,8,10,134
f. Hadiah9,16,213

Analisa data

dalam penelitian ini menggunakan langkah – langkah sebagai berikut; Menghitung skor jawaban masing-masing responden dari setiap butir pernyataan, Meghitung rata-rata jawaban dari tiap butir pernyataan. Yaitu dengan cara menghitung jumlah skor tiap butir pernyataan dibagi jumlah responden kemudian dikalikan 100% dengan rumus. # $ x 100%, Menginterpretasikan setiap jawaban dari tiap butir pernyataan, Menginterpretasikan setiap jawaban dari dimensi atau indikator.

HASIL

Dari hasil perhitungan variabel Motivasi Berprestasi Atlet Panahan PPOP DKI Jakarta dapat diperoleh nilai rata-rata hitung (mean) sebesar (82,08), titik tengah dari semua nilai data yang telah diurutkan dari nilai yang terkecil ke yang terbesar atau sebaliknya dari yang terbesar ke yang terkecil (median) 82,00, nilai yang sering muncul (modus) 82, standar deviasi sebesar 6,473, dan memiliki nilai terkecil 72 serta nilai maksimal 94.

Tabel 1. Distribusi Frekuensi Data Motivasi Berprestasi Olahraga Panahan pada Atlet Panahan PPOP DKI Jakarta

Variabel Motivasi Berprestasi
KelasIntervalFrekuensiProsentase
(%)
172-76325,00%
277-8118,33%
382-86541,67%
487-91216,67%
592-9618,33%
TOTAL12100,00%

Sumber: Hasil Data Penelitian

Berdasarkan tabel di atas dapat dilihat bahwa frekuensi tertinggi variabel motivasi berprestasi terletak pada kelas interval ke 3 dengan prosentase sebanyak 41,67%, sedangkan kelas interval terendah terletak pada kelas interval ke 2 dan 5 dengan prosentase sebanyak 8,33%. Untuk melihat kecenderungan motivasi berprestasi Atlet Panahan PPOP DKI Jakarta tahun 2021 dikategorikan menjadi 3 kategori, yaitu: tinggi, sedang, dan rendah. Dapat dilihat pada tabel 2 dibawah ini:

Tabel 2. Distribusi Kecenderungan Motivasi Berprestasi Olahraga Panahan pada Atlet panahan PPOP DKI Jakarta.

RumusKategoriFProsentase
(%)
X≥94Tinggi325,0%
72≤X<94Sedang650,0%
X≥72Rendah325,0%
Total12100,0%

Sumber: Hasil Data Penelitian

Berdasarkan tabel distribusi kecenderungan motivasi berprestasi olahraga panahan pada atlet panahan PPOP DKI Jakarta. Maka dapat digambarkan dalam diagram pie seperti pada gambar 1 berikut ini:

2

Gambar 1. Diagram Pie Kecenderungan Motivasi Berprestasi Olahraga Panahan Pada Atlet Panahan PPOP DKI Jakarta

Berdasarkan Diagram pie kecenderungan motivasi berprestasi olahraga panahan pada atlet panahan PPOP DKI Jakarta, dapat di analisis dari kategori tinggi sebanyak 3 responden (25,00%), kategori sedang sebanyak 6 responden (50,00%), dan kategori rendah sebanyak 3 responden (25,00%). Jadi dapat disimpulkan bahwa mayoritas motivasi berprestasi pada atlet panahan PPOP DKI Jakarta berada pada kategori sedang yang berjumlah 6 responden atau dalam prosentase (50,00%).

PEMBAHASAN

Deskripsi data penelitian bertujuan untuk menyajikan dan menganalisis data tentang motivasi berprestasi olahraga panahan pada atlet panahan PPOP DKI Jakarta. Untuk mengetahui hasil dari data penelitian yang dilaksanakan maka langkah selanjutnya peneliti melakukan analisis data dan pengolahan data terhadap hasil penelitian berupa angket motivasi berprestasi olahraga panahan pada atlet panahan PPOP DKI Jakarta, peneliti menggunakan angket online yaitu Google Form sebagai alat pengumpulan data pokok yang diberikan kepada 12 respoden. Angket yang diberikan peneliti berisi 18 item pernyataan tentang motivasi dengan 6 indikator yaitu; 1) Kepribadian, 2) Prestasi, 3) Fasilitas, 4) Metode latiha, 5) Sosial, 6) Hadiah. Dari hasil penelitian motivasi berprestasi olahraga panahan pada atlet panahan PPOP DKI Jakarta, sebagian besar berkategori rendah yaitu sebanyak

25%, kategori sedang sebanyak 50%, dan katgori tinggi sebanyak 25%, Hasil tersebut mengidentifikasikan bahwa atlet panahan PPOP DKI Jakarta mempunyai motivasi berprestasi terhadap olahraga panahan.

Adapun faktor atau indikator yang menjadi pendukung motivasi berprestasi, diantaranya yaitu; (1). Kepribadian (Pada Indikator kepribadian didapatkan hasil dari kategori tinggi sebanyak 2 responden (16,67%), kategori sedang sebanyak 0 responden (0,00%), dan kategori rendah sebanyak 10 responden (83,33%). Jadi dapat disimpulkan bahwa mayoritas kecenderungan indikator kepribadian berada pada kategori rendah yang berjumlah 10 responden atau dalam prosentase (83,33%).) (2). Prestasi, Pada indikator prestasi didapatkan hasil dari kategori tinggi sebanyak 6 responden (50,00%), kategori sedang sebanyak 3 responden (25,00%), dan kategori rendah sebanyak 3 responden (25,00%). Jadi dapat disimpulkan bahwa mayoritas kecenderungan indikator prestasi berada pada kategori tinggi yang berjumlah 6 responden atau dalam prosentase (50,00%). (3). Fasilitas, Pada indikator fasilitas didapatkan hasil dari kategori tinggi sebanyak 5 responden (41,67%), kategori sedang sebanyak 4 responden (33,33%), kategori rendah sebanyak 3 responden (25,00%). Jadi dapat disimpulkan bahwa mayoritas kecenderungan indikator fasilitas berada pada kategori sedang yang berjumlah 5 responden atau dalam prosentase (41,7%). (4). Metode latihan, Pada indikator metode latihan, didapatkan hasil dari kategori tinggi sebanyak 4 responden (33,33%), kategori sedang sebanyak 0 responden (0,00%), kategori rendah sebanyak 8 responden (66,67%). Jadi dapat disimpulkan bahwa mayoritas kecenderungan indikator metode latihan berada pada kategori rendah yang berjumlah 8 responden atau dalam prosentase (66,67%). (5) Sosial, Pada indikator sosial, didapatkan hasil dari kategori tinggi sebanyak yaitu 3 responden (25,00%), pada kategori sedang sebanyak 1 responden (8,3%), dan yang berada pada kategori rendah sebanyak 8 responden (66,67%). Jadi dapat disimpulkan bahwa mayoritas kecenderungan indikator sosial berada pada kategori rendah yang berjumlah 8 responden atau dalam prosentase (66,67%). (6) Hadiah, Pada indikator hadiah, didapatkan hasil dari kategori tinggi sebanyak yaitu 1 responden (8,33%), pada kategori sedang sebanyak 10 responden (83,33%), dan yang berada pada kategori rendah sebanyak 1 responden (8,33%). Jadi dapat disimpulkan bahwa mayoritas

kecenderungan indikator motivasi hadiah berada pada kategori sedang yang berjumlah 10 responden atau dalam prosentase (83,33%).

Berdasarkan hasil pembahasan maka, hasil tersebut akan menjadi data untuk Tim PPOP DKI Jakarta, mengenai motivasi berprestasi olahraga. Khusunya terkait data dan informasi motivasi berprestasi atlet panahan yang berkategori rendah. Data tersebut dapat dijadikan sebagai bahan referensi PPOP DKI Jakarta untuk meningkatkan motivasi berprestasi olahraga panahan dari tiap indikatornya.

KESIMPULAN

Berdasarkan masalah yang dikemukakan yang didukung oleh deskripsi teori dan kerangka berpikir serta analisis data, maka dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa motivasi berprestasi atlet panahan PPOP DKI Jakarta di tahun 2021 berada pada kategori sedang.

UCAPAN TERIMA KASIH

Peneliti mengucapkan terimakasih kepada Tim Pelatih Panahan PPOP DKI Jakarta, seluruh atlet panahan PPOP DKI Jakarta, Mahasiswa yang ikut membantu penelitian ini, dan Khususnya kepada Fakultas Ilmu Olahraga, Universitas Negeri Jakarta atas dukungannya sehingga penelitian dapat terlaksana.

REFERENSI

  • Arikunto, S. (2013). Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipata.
  • Farradinna, S. (2012). Motivasi Berprestasi Atlet Muda Dalam Menghadapi Pekan Olahraga Nasional Tahun 2012 Ditinjau Dari Kepercayaan Diri. Psikologi. Volume (17).
  • I Made Kusuma Wijaya. (2018). Kecemasan, Percaya Diri dan Motivasi Berprestasi Atlet UKM Bulutangkis. Jurnal PENJAKORA. Volume 5 (1) April. https://ejournal.undiksha.ac.id/index.php/PENJAKORA/article/view/1449 9/8860
  • M.P Satiadarma. (2000). Dasar- dasar Psikologi Olahraga. Jakarta: Pustaka Sinar Harapan.

  • Muhammad Ridho. Teori Motivasi McClelland dan Implikasinya dalam Pembelajaran PAI. PALAPA: Jurnal Studi Keislaman dan Ilmu Pendidikan. Volume 8 (1), Mei 2020. https://ejournal.stitpn.ac.id/index.php/palapa
  • Muskanan, K. (2015). Analisis Motivasi Berprestasi Atlet Pusat Pendidikan dan Latihan Olahraga Pelajar (PPLP) Provinsi Nusa Tenggara Timur. Jurnal Kebijakan & Administrasi Publik (JKAP) Vol 19.
  • Nurdidaya dan Selviana (2012). Prestasi Olahraga Paralimpian Indonesia: Kajian Perspektif Psikologis. Jurnal IPTEK Olahraga. Vol 14 (3): 288-308.
  • Omchan, A. (2019). Peran Dukungan Sosial Teman Sebaya Bagi Peningkatan Motivasi Berprestasi Pada Atlet Di Asrama PPLP Kalimantan Barat. Jurnal Ilmu Keolahragaan Volume II.
  • Ramdan Pelana dan Nadya Dwi Oktafiranda. (2017). Teknik Dasar Olahraga Panahan. Depok: PT.RajaGrafindo Persada.
  • Sepfitri, N. (2011). Pengaruh Dukungan Sosial Dengan Motivasi Berprestasi Siswa MAN 6 Jakarta. Skripsi.
  • Sugiyono. (2017). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung Alfabeta, CV.
  • Sujarwo. (2011). Motivasi Berprestasi sebagai Salah Satu Perhatian dalam Memilih Strategi Pembelajaran. Jurnal Majalah Pembelajaran. Volume 7 (2). https://journal.uny.ac.id/index.php/mip/issue/view/1060

Research Intelligence

Data from OpenAlex ↗

Metrics

0.00
FWCIfield-weighted
34th
Percentilevs same year + field
Article
Work type
Open Access

Semantic Profile AI-classified research signals

Humanities 0.71
level 1
Physics 0.41
level 0

Institution Network