PENDAHULUAN
Pendidikan menurut adalah suatu upaya yang dilakukan secara sadar serta merupakan konsep yang terpadu pada sejumlah komponen yang saling berinteraksi dan melaksanakan fungsi – fungsinya dalam rangka membantu anak didik menjadi manusia terdidik dan manusia yang mampu mengembangkan potensi yang ada dalam diri setiap individu. Hal ini dilandasi berdasarkan pendapat para ahli mengenai makna dari pendidikan yang dikemukakan oleh Rini dalam jurnal pendidikan sekolah (Yuli, 2006)mengatakan bahwa: Pendidikan adalah segala daya upaya dan semua usaha unuk membuat masyarakat dapat mengembangkan potensi manusia agara memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, berkepribadian, memiliki kecerdasan, berahlak mulia, serta memiliki keterampilan yang diperlukan sebagai anggota masyarakat dan warga negara. Di samping itu Pendidikan pun di lakukan untuk menggali potensi siswa hal tersebut selaras pendapat (T Juliantine, 2012) bahwa: tujuan yang harus dikembangkan dalam diri siswa sebagai individu utuh yang sedang tumbuh dan berkembang, dimana tujuan pendidikan itu adalah pengembangan seluruh potensi yang dimiliki siswa baik yang melibatkan dimensi kognitif, afektif, psikomotor maupun sosial dalam pengertian yang lebih luas
Sebagai bagian dari upaya pendidikan, pendidikan jasmani menjadi bagian lurus dari proses pendidikan nasional, yang kegiatannya dilaksanakan dan di rancang secara teratur serta berkelanjutan untuk memperoleh pengetahuan, kepribadian, keterampilan, kesehatan, dan kebugaran jasmani, yang didasarkan pada kemampuan tumbuh kembang melalui petunjuk dan acuan dari kurikulum.
(Arief S Sadiman, 2003) mengatakan Pemilihan media dalam suatu proses pembelajar adalah suatu upaya untuk lebih memudahkan, karena akan sangat berdampak pada ketepat-gunaan terhadap pencapaian tujuan dan hasil dari pembelajaran yang di sampaikan. Perkembangan media untuk prosesi pembelajaran dianggap harus selalu mengikuti perkembangan zaman dengan penggunaan teknologi yang canggih di setiap waktunya. Perkembangan teknologi tersebut salah satunya memunculkan suatu media yaitu media gambar yang dapat secara mudah dan tepat menunjang proses pembelajaran.
Menurut (Mulyana, 2014) "Pencak silat adalah salah satu olahraga beladiri tradisional khas Indonesia yang diwariskan secara turun-temurun oleh nenek moyang bangsa". Salah satu bagian dari upaya pengembangkan dan pelestarikan olahraga pencak silat yaitu mengajarkan beberapa jurus dasar dari pencak silat di sekolah. Bersamaan dengan hal ini, peneliti ingin meneliti perbandingan antara pembelajaran menggunakan media gambar langkah kaki dengan pembelajaran secara konvensional. Karna bagi sebagian orang awam mempelajari pencak silat bukan hal yang mudah.
Media visual atau gambar langkah kaki merupakan salah satu sarana yang bisa digunakan untuk membantu siswa dalam mempermudah untuk memahami materi yang dipelajari. Penggunaan media gambar langkah kaki cukup membantu dalam upaya memperjelas, mempermudah serta memperluas pengertian dan ingatan siswa. Dengan hal ini diharapkan penggunaa media gambar langkah kaki ini dapat menarik dan mengarahkan perhatian siswa untuk berkonsentrasi kepada isi pembelajaran. Hal ini di anggap penting untuk meningkatkan hasil belajar siswa di kelas. Sehingga masalah pembelajaran yang dialami siswa dapat teratasi dengan meningkatnya hasil dari pembelajaran.
METODE
Peneliti melakukan metode eksperimen terhadap siswa SMA Negeri kelas X.Tujuan dari pemilihan metode eksperimen ini untuk mengetahui ada atau tidaknya hubungan sebab akibat dari variabel-variabel yang akan diteliti. Dalam penelitian ini peneliti ingin meneliti ada tidaknya pengaruh implementasi media gambar langkah kaki terhadap hasil belajar pencak silat seni tepak tilu jalan muka satu pada siswa SMA Negeri.
Desain penelitian menjelaskan mengenai hubungan antara suatu variabel dengan variabel lainnya. desain tersebut disesuaikan dengan aspek penelitian serta pokok masalah yang akan diteliti.
Penelitian ini mengambil kuasi eksperimen dengan menggunakan desain penelitian Control Group Post Test Only Design atau post test kelompok kontrol. Menurut (Sugiyono, 2011)Dalam design ini terdapat dua kelompok yang masing-masing dipilih secara random (R). Kelompok pertama diberi perlakuan (X) dan kelompok yang lain tidak. Kelompok yang diberi perlakuan disebut kelompok eksperimen dan kelompok yang tidak diberi perlakuan disebut kelompok kontrol.
Menurut (Sugiyono, 2011)bentuk model desain ini sebagai berikut:
Desain Post Only Control Design
Keterangan :
R1 : Kelompok eksperimen R2 : Kelompok kontrol
X : Perlakuan dengan menggunakan media audio visual
O1 : Hasil belajar siswa yang diberi perlakuan
O2 : Hasil belajar siswa yang tidak diberi perlakuan
Evektivitas atau pengaruh adanya perlakuan (treatment) disimbolkan dengan (O1:O2). Apabila terdapat perbedaan skor pada kelompok eksperimen (O1) lebih tinggi dibandingkan dengan skor pada kelompok kontrol (O2), maka dapat disimpulkan bahwa perlakuan yang diberikan mempunyai pengaruh atau efektif terhadap perubahan yang terjadi pada variabel bebas.
Berdasarkan desain di atas terdapat dua kelompok yang dipilih secara acak, yaitu kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Kelompok eksperimen adalah kelompok yang diberi perlakuan sedangkan kelompok kontrol adalah kelompok yang tidak diberi perlakuan. Perlakuan yang dimaksud adalah penggunaan media gambar langkah kaki dalam pembelajaran pencak silat tepak tilu jalan muka satu.
Dalam penelitian ini instrumen yang digunakan adalah instrumen tes. Tes sebagai instrumen pengumpulan data merupakan serangkaian pertanyaan yang digunakan untuk mengukur keterampilan, intelegensi, kemampuan atau bakat yang dimiliki individu maupun kelompok. Hal tersebut sesuai dengan pernyataan (Suntoda, 2013) bahwa "Tes adalah suatu alat ukur atau instrumen yang digunakan untuk memperoleh informasi/datatentang seseorang atau obyek tertentu". Tes dalam penelitian ini dilakukan untuk mengumpulkan informasi mengenai hasil belajar siswa mengenai materi pembelajaran pencak silat yang diberikan. Tes dilakukan setelah selesai pembelajaran.

Gambar 1. Paradigma Penelitian I

Gambar 2. Langkah-Langkah Penelitian I
HASIL
Setelah melaksanakan eksperimen maka peneliti melakukan tes untuk memperoleh data. Data hasil implementasi media gambar langkah kaki terhadap hasil pembelajaran pencak silat seni tepak tilu jalan muka satu yang telah diperoleh dari data posttest dan selanjutnya akan dianalisis. Adapaun data yang diperoleh disajikan dalam bentuk tabel dibawah ini menurut (Sugiyono, 2013) :
Tabel 1. Deskripsi Statistik Posttes Kelompok Eksperimen
| Hasil Posttest | N | Min | Max | Mean | Std. |
|---|---|---|---|---|---|
| Pembelajaran Menggunakan media | 15 | 191 | 210 | 198 | 5,0 |
Data tersebut menunjukan sebagai berikut :
- o N (Jumlah Sampel) = 15
- o Nilai Minimum (Nilai Terendah) = 191
- o Nilai Maksimum (Nilai Tertinggi) = 210
- o Mean (Rata-rata) = 198
- o Std.Deviasi (Simpangan Baku) = 5,0
Tabel 2. Deskripsi Statistik Posttes Kelompok Kontrol
| Hasil Posttest | N | Min | Max | Mean | Std. |
|---|---|---|---|---|---|
| Pembelajaran Tanpa Menggunakan media | 15 | 191 | 210 | 194 | 3,2 |
Data tersebut menunjukan sebagai berikut :
- o N (Jumlah Sampel) = 15
- o Nilai Minimum (Nilai Terendah) = 190
- o Nilai Maksimum (Nilai Tertinggi) = 201
- o Mean (Rata-rata) = 194
- o Std.Deviasi (Simpangan Baku) = 3,2
Hasil analisis tabel 4.1 dan 4.2 merupakan data posttest hasil pembelajaran pencak silat seni tepak tilu jalan muka satu kelompok eksperimen dan kelompok control siswa yang mengikuti pembelajaran pencak silat di sekolah menengah atas.
Setelah memperoleh data perhitungan hasil posttest pembelajaran pencak silat seni tepak tilu jalan muka satu, dan telah mengetahui rata-rata, jumlah, skor tertinggi dan skor terendah,serta standar deviasi maka selanjutnya adalah uji normalitas dari kedua kelompok tersebut yang bertujuan untuk mengetahui tingkat kenormalan data. Selain itu uji normalitas,akan dilakukan uji homogenitas yang bertujuan untuk menguji apakah data tersebut berasal dari variasi homogen atau tidak. Hasil perhitungan uji normalitas dan uji homogenitas adalah sebagai berikut:
Uji Normalitas
Ringkasan hasil data perhitungan normalitas dapat dilihat pada tabel 3 sebagai berikut :
Tabel 3. Hasil Uji Normalitas
| Kelas | Tes | L hitung | Nilai tabel | Ket |
|---|---|---|---|---|
| Eksperimen | Posttest | 0,12758881 | 0,220 | Normal |
| Kontrol | Posttest | 0,18326287 | 0,220 | Normal |
Berdasarkan tabel 3, terlihat bahwa nilai (Lhitung) pada posttes dari kedua kelas lebih kecil dibandingkan dengan nilai tabel dengan derajat kebebasan (\(\alpha = 0.05\)). Dengan demikian H<sub>0</sub> diterima, hal ini berarti data tersebut normal.
Uji Homogenitas
Uji homogenitas bertujuan untuk mengetahui apakah data yang diperoleh berasal dari populasi yang sama. Ringkasan hasil perhitungan homogenitas dapat dilihat pada tabel 4 sebagai berikut :
Tabel 4. Data Hasil Uji Homogenitas
| Kelas | Tes | V | Fhitung | Ftabel | Ket |
|---|---|---|---|---|---|
| Eksperimen | Posttest | 25,3 | 2,47 | 4,20 | Homogen |
| Kontrol | Posttest | 10,3 |
Berdasarkan tabel 4.4 diatas diperoleh nilai 2,47 < 4,20 yang menunjukan bahwa \(F_{hitung} < F_{tabel}\). Artinya variansi dari kedua sampel adalah sama atau homogen.
Uji Hipotesis (Uji-t)
Setelah dilakukan pengujian asumsi yaitu uji normalitas data dan uji homogenitas data, maka langkah selanjutnya yaitu pengujian hipotesis, adapun pengujian hipotesis adalah sebagai berikut:
H0 = Tidak terdapat pengaruh gender terhadap hasil pembelajaran pencak silat
H1 = Terdapat pengaruh gender terhadap hasil pembelajaran pencak silat
\[t = \frac{x_1 - x_2}{S\sqrt{\frac{1}{n_1} + \frac{1}{n_2}}} = \frac{198 - 194}{4.637\sqrt{\frac{1}{15} + \frac{1}{15}}} = 2,362\]
Tabel 5. Data Hasil Uji Hipotesis
| Kelompok | Tes | Rata- Rata | Std. | T hitung | Nilai Tabel | Ket |
|---|---|---|---|---|---|---|
| Eksperimen | Posttest | 198 | 5,03 | 2,36 | 1,753 | Terdapat |
| Kontrol | Posttest | 184 | 3,20 | Pengaruh |
Berdasarakan hasil perhitungan uji-t pada tabel 4.5 diperoleh nilai signifikasi pada saat posttest, siperoleh nilai signifikansi sebesar 2,36 ˃ 1,753 maka H0 ditolak, artinya terdapat perbedaan pengaruh hasil belajar yang signifikan antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol, maka dapat dijelaskan bahwa implementasi media gambar lanhgkah kaki memberikan pengaruh terhadap hasil pembelajaran pencak silat seni tepak tilu jalan muka satu pada siswa di SMA Negeri 3 Cimahi.
PEMBAHASAN
Menurut (Bahagia, 2009)implementasi media gambar memiliki pengaruh terhadap hasil belajar hal tersebut selaras dengan penelitian implementasi media gambar Langkah kaki terhadap hasil belajar pencak silat seni tepak tilu jalan muka satu. Hal ini dapat dilihat dari hasil data dengan menggunakan uji-t pada hasil test pembelajaran pencak silat sesudah diberikan perlakuan berupa penggunaan media gambar langkah kaki pada kelompok eksperimen. Hal tersebut dapat disimpulkan bahwa media gambar langkah kaki memberikan pengaruh terhadap hasil pembelajaran pencak silat seni tepak tilu jalan muka satu.
Dalam penelitian yang telah dilakukan, peneliti mendapatkan beberapa temuantemuan, yaitu pada saat pembelajaran pencak silat siswa bersemangat dalam melakukan gerakan, merasa senang, tidak merasa monoton dengan hal ini memebuat pembelajaran menjadi efektif. Kegiatan yang disenangi siswa dalam melakukan tugas gerak dalam pembelajaran penjas dapat dilakukan melalui suasana belajar yang aktif.
Hasil dari penelitian dan analisis data menunjukan adanya pengaruh yang signifikan dari implementasi media gambar langkah kaki terhadap pembelajaran pencak silat seni tepak tilu jalan muka satu, hal tersebut dapat dilihat dari hasil analisis data pada hasil pembelajaran pencak silat seni tepak tilu di dalam kelompok eksperimen dan kelompok kontrol sesudah diberikan perlakuan, dapat dilihat pada diagram 4.1 nilai rata-rata post-test. Dari diagram diatas dapat dilihat peningkatan hasil pembelajaran sesudah di berikan perlakuan (post-test) nilai rata-rata kelompok eksperimen sebesar 198 sedangkan nilai rata-rata kelompok kontrol 194. kemudian dari hasil uji hipotesis (uji-t) pada tabel 4.5 diperoleh nilai signifikasi pada saat posttest, siperoleh nilai signifikansi sebesar 2,36 ˃ 1,753 maka H0 ditolak, artinya terdapat
perbedaan pengaruh hasil belajar yang signifikan antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol, maka dapat dijelaskan bahwa implementasi media gambar lanhgkah kaki memberikan pengaruh terhadap hasil pembelajaran pencak silat seni tepak tilu jalan muka satu pada siswa di SMA.
DISKUSI
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa dengan penggunaan media gambar langkah kaki sebagai sarana media pembelajaran. Sejauh pengetahuan kami, ini adalah media gambar pertama dari implemntasi pembelajaran menggunakan media dengan tujuan peningkatan hasil belajar siswa. Tinjauan sebelumnya mengkaji pembelajran pencak silat dengan penggunaan metode konvensional kepada siswa.
Hasil dari kajian yang didapatkan adalah jika membandingkan hasil belajar siswa dalam proses pembelajaran, siswa yang menggunakan media gambar langkah kaki terlihat dapat mengingat alur gerakan dengan baik,performa yag bagus, dan menunjukkan rasa percaya diri yang tinggi karna alur dari media langkah kaki tersebut bisa terbayang secara jelas setelah proses pembelajran. Kelompok yang menggunakan media gambar langkah kaki dalam proses pembelajarannya dapat mengingat gerakan dan menyesuaikan ritme dengan musik secara tepat dan sesuai dengan tujuan pembelajaran untuk mendapat hasil pencapaian yang maksimal. (Hamalik, 2018)mengemukakan bahwa "Pemakaian media pembelajaran dalam proses belajar mengajar dapat membangkitkan keinginan dan minat yang baru, membangkitkan motivasi dan rangsangan kegiatan belajar, dan bahkan membawa pengaruh – pengaruh psikologis terhadap peserta didik".
Beberapa literatur memfokuskan pada pembelajaran konvensional yang dimana proses mengingat alur gerakan yang cukup panjang serta penyesuaian ritme dengan musik sangat lama dan sulit, sehingga hal ini dapat berdampak pada hasil pembelajaran yang kurang maksimal. Semakin rendah hasil pencapaian pembelajaran maka tekanan belajar terhadap individu akan semakin tinggi, sehingga prosesi pembelajaran akan terkesan membosankan dan kurang menarik minat anak dalam belajar.
Di sisi lain penggunan media dalam proses pembelajran kurang mendapat perhatian,khususnya pada materi pembelajran pencak silat dikarnakan tak jarang guru yang kurang menguasai gerakan seni pencak silat serta pengetahuan penggunaan media yang kurang populer terhadap pembelajaran olahraga pencak silat ini. Jika dibandingkan dengan materi pembelajaran kecabangan olahraga yang lainnya penggunnan media terhadap pembelajaran untuk pencak silat di sekolah sangat sedikit bahkan tidak di anggap penting di bandingkan dengan pembelajaran kecabangan olahraga yang lainnya yang sangat beragam dan sudah banyak alat atau media pembantu pembelajran yang populer serta sudah di jual banyak di pasaran.
Dari hasil penelitian yang telah dilakukan di atas, diharapkan dapat menjadi perhatian dan sarana pengembangan media yang lebih baik lagi terhadap pembelajaran pencak silat di sekolah.dan dapat menjadi rujukan bagi para guru maupun sekolah yang membutuhkan informasi mengenai media pembelajaran pencak silat. Dalam penelitian selanjutnya, baiknya penulis mempertimbangkan penelitian mengenai media untuk pembelajaran pencak silat yang bisa lebih bervariasi dan lebih meningkatkan minat belajar siswa di sekolah.
KESIMPULAN
Berdasarkan hasil penelitian dan perhitungan serta analisis data yang telah dilakukan maka penulis dapat merumuskan beberapa kesimpulan penelitian sebagai berikut
- 1) Implementasi media gambar langkah kaki memberikan pengaruh terhadap hasil belajar pencak silat seni tepak tilu jalan muka satu pada siswa tingkat menengak atas.
- 2) Penggunaan media gambar langkah kaki memberikan pengaruh lebih signifikan dari pada pembelajaran langsung tanpa media terhadap hasil belajar pencak silat seni tepak tilu jalan muka satu pada siswa.
REFERENSI
Arief S Sadiman, dkk. (2003). Media Pendidikan: Pengertian, Pengambangan dan Pemanfaatannya.
Bahagia, yoyo. (2009). MEDIA DAN ALAT PEMBELAJARAN PENJAS OLEH YOYO BAHAGIA.
Hamalik, O. (2018). Media pendidikan .
Mulyana, (2014). (2014). Pendidikan Pencak Silat Membangun jati diri dan Karakter Bangsa.
Sugiyono. (2011). Metode penelitian kuantitatif kualitatif dan R&D.
Sugiyono. (2013). Metode penelitian pendidikan pendekatan kuantitatif, kualitatif dan R&D." .
Suntoda, andi, dkk. (2013). Tes Pengukuran Pendidikan Jasman.
T Juliantine, T. S. Y. Y. (2012). Belajar dan pembelajaran pendidikan jasmani.
Yuli, S. R. (2006). PENDIDIKAN: HAKEKAT, TUJUAN, DAN PROSES.
