PENDAHULUAN
Dukungan orang tua dalam prestasi anak khususnya anak usia muda, tergolong sangat penting, dukungan orang tua tersebut dapat dilihat dari materi, emosional, organisasi, dan keuangan (Holt & Knight, 2014). Pada awal tahun terdapat penelitian yang menggaris bawahi bahwa orang tua memainkan peran multidimensi yang unik dan sinergis dalam memotivasi atlet muda. Tujuan dan nilai-nilai positif orang tua, gaya pengasuhan yang mendukung otonomi, keterlibatan orang tua yang moderat, hubungan orang tua-anak yang positif, dan iklim tugas yang diprakarsai oleh orang tua diidentifikasi sebagai strategi pengasuhan yang optimal (Gao et al., 2023). Selain itu Hubungan orang tua-atlet sangat penting bagi kesejahteraan dan pengalaman optimal atlet dalam olahraga (Rouquette et al., 2020).
Dalam konteks pengembangan atlet renang, terdapat permasalahan mengenai kurangnya pemahaman tentang hubungan antara dukungan orang tua dengan motivasi berprestasi pada atlet renang. Di Kota Cimahi, terdapat klub renang Delta Valley yang memiliki peran dalam mencetak atlet renang berprestasi. Namun, masih belum jelas sejauh mana keterlibatan orang tua dengan motivasi berprestasi
memengaruhi atlet renang di klub ini. Fenomena ini menimbulkan kebutuhan akan penelitian yang mendalam untuk memahami hubungan tersebut.
Selain itu, tinjauan literatur kritis menunjukkan bahwa orang tua olahraga yang sukses harus mengatasi banyak hal, termasuk jenis dukungan yang diberikan oleh orang tua, gaya pengasuhan mereka, kebutuhan emosional diri, hubungan dengan orang lain, keterlibatan dalam manajemen organisasi, dan memenuhi kebutuhan dinamis atlet muda selama berbagai tahap perjalanan olahraga mereka (Harwood & Knight, 2015). Oleh karena itu, jelas bahwa orang tua memengaruhi olahraga remaja dalam berbagai cara. Hubungan orang tua-anak yang suportif memang mempengaruhi perilaku tersebut melalui tingkat pengawasan orang tua atau pengetahuan orang tua (Burfeind & Bartusch, 2016), Studi telah menunjukkan bahwa interaksi orang antara orang tua dan anak memegang peran krusial dalam perkembangan emosi, pemikiran, dan tindakan remaja yang lambat laun menjadi topik penelitian utama (Chang et al., 2017).
Motivasi adalah pendorong untuk bertindak, baik dari dalam ataupun dari luar. Atlet yang memiliki dorongan akan menunjukkan semangat dan usaha untuk melakukan sesuatu dengan antusias untuk mencapai tujuan (Komarudin, 2018). Dan juga motivasi berprestasi dapat diartikan sebagai keinginan seseorang untuk mengeksekusi suatu aktivitas atau tugas dengan optimal guna mencapai suatu hasil yang terpuji (Saeid & Eslaminejad, 2016). Motivasi telah menjadi komponen penting dalam olahraga untuk waktu yang lama (Rodrigues et al., 2020). Maka untuk mengatasi komplikasi batin dan ketakutan yang terkait dengan persaingan yang akan dihadapi, diperlukan penanganan psikologis. Penanganan psikologis juga melibatkan identifikasi kualitas mental yang diperlukan untuk meningkatkan motivasi dan kemampuan di masa depan (Saputra et al., 2022; Vealey, 2012). Oleh sebab itu tujuan dari penanganan psikologis ini untuk meningkatkan kinerja dan mencapai hasil yang optimal (Mahoney & Gabriel, 1988; Rismayadi et al., 2023), dan ini terus menarik perhatian para peneliti psikologi olahraga dan olahraga modern (Castillo-Jiménez et al., 2022) Kesimpulannya, sikap, perilaku, dan ketekunan atlet muda tergantung pada motivasi (Mallia et al., 2019). Namun, masih kurangnya penelitian yang fokus pada hubungan kedua faktor ini dengan prestasi atlet renang di tingkat lokal, seperti yang terjadi di klub renang delta valley di Kota
Cimahi.
Terdapat kesenjangan pengetahuan tentang hubungan antara dukungan orang tua dan motivasi berprestasi atlet renang di tingkat lokal, khususnya di Kota Cimahi. Dalam penelitian sebelumnya, kami mengamati bahwa sebagian besar penelitian tentang olahraga usia muda berfokus pada teori pencapaian tujuan (Harwood et al., 2015), dan teori penentuan nasib sendiri (Chu & Zhang, 2019), terutama berfokus pada lingkungan yang mendorong yang diciptakan oleh para pelatih, kurang memperhatikan lingkungan yang diciptakan oleh orang tua. Pelatih tidak dapat disangkal memainkan peran penting dalam masyarakat olahraga. Namun, tampaknya pengaruh orang tua terhadap motivasi atlet muda telah melampaui pelatih dalam beberapa kasus (O'Rourke et al., 2014). Penelitian ini penting karena memiliki kemampuan untuk memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang hal-hal yang memengaruhi keterampilan atlet renang di tingkat lokal dan membantu manajer klub renang membuat program pelatihan yang lebih baik. Hubungan antara pelatih dan orang tua di lingkungan olahraga remaja juga dianggap penting dan perlu dipertimbangkan secara menyeluruh (Harwood et al., 2019). Penelitian ini memiliki keunikan karena akan menggabungkan dua faktor penting, yaitu dukungan orang tua dan motivasi berprestasi, dalam konteks pengembangan keterampilan atlet renang di tingkat lokal. Temuan ini menunjukkan betapa vitalnya keterlibatan orang tua dalam olahraga remaja. Dampak yang ditimbulkan oleh orang tua sebagai agen sosial masih kurang diperhatikan dan diteliti. Akibatnya, kami yakin bahwa tinjauan menyeluruh literatur tentang pengaruh orang tua sebagai topik sangat diperlukan (Gao et al., 2023).
METODE
Desain Penelitian
Studi ini menerapkan pendekatan kuantitatif. Desain penelitian adalah deskriptif, dan data yang dikumpulkan digunakan untuk menunjukkan keadaan aktual lalu menjawab pertanyaan tentang fokus penelitian (Isnawati et al., 2020).
Populasi dan Sampel
Lokasi penelitian berada di tempat masing-masing. Dalam penelitian ini populasinya adalah atlet renang Delta Valley cimahi yang berjumlah 17 atlet,
Korelasi dalam Cabang Olahraga Renang
sampel penelitian menggunakan teknik total sampling, kriteria inklusi tidak digunakan karena menggunakan total sampling yang melibatkan semua atlet renang Delta Valley Cimahi yang telah aktif berpartisipasi dalam kegiatan olahraga renang.
Instrumen Penelitian
Studi ini menerapkan angket tertutup, yang memungkinkan peserta untuk memilih satu pilihan jawaban yang sudah ada. Teknik pengumpulan data menerapkan angket yang berbentuk pertanyaan di dalam Google Form, lalu indikator yang diukurnya terdiri dari 36 item tentang dukungan orang tua yang kisikisi dari angket dukungan orang tua ini berdasarkan teori dari (Hasbullah, 2017), dan 30 item tentang motivasi berprestasi yang kisi-kisi dari angket motivasi berprestasi ini berdasarkan teori dari (McClelland, 1987), lalu diisi oleh atlet melalui Google Form. Dalam menyusun pernyataan angket untuk memungkinkan responden untuk menjawab dan memberikan informasi yang jujur untuk memilih salah satu pilihan jawaban, maka penyusunan angket disusun dengan prinsip penulisan wawancara terstruktur yang di adaptasikan menjadi prinsip penulisan angket dalam teknik pengumpulan data, peneliti atau pengumpul data telah memiliki pemahaman yang jelas tentang informasi yang akan dikumpulkan. Oleh karena itu, mereka telah menyiapkan instrumen penelitian, yaitu pertanyaanpertanyaan, yang juga memiliki jawaban alternatif. Setiap responden diberi pertanyaan identik karena struktur yang dirancang ini (Sugiyono, 2016).
Analisis Data
Analisis kedua kuesioner atau angket tersebut menggunakan skala likert (Subandrio & Kartiko, 2021). Setelah itu data diolah dan dianalisis menggunakan uji normalitas dengan Shapiro-Wilk & uji korelasi rank spearman. Selanjutnya, hubungan antara kedua variabel diperiksa dengan menggunakan Statistical Program for Social Science (SPSS) versi 25 untuk mengetahui dengan tingkat signifikansi (p value) di bawah 0,05.
HASIL
Tabel 1. Deskripsi statistik
| N | Minimum | Maximum | Sum | Mean | Std. Deviation | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| Dukungan orangtua | 17 | 102 | 145 | 2053 | 120,76 | 12,858 |
| Motivasi berprestasi | 17 | 77 | 95 | 1486 | 87.41 | 5,257 |
Tabel 1 menunjukkan bahwa tes dukungan orang tua memperoleh nilai ratarata sebesar 120.76 sedangkan tes motivasi berprestasi memperoleh nilai 87.41, standar deviasi tes dukungan orang tua sebesar 12,858 sedangkan tes motivasi berprestasi sebesar 5,257, nilai terendah tes dukungan orang tua sebesar 102, sedangkan tes motivasi berprestasi sebesar 77, nilai tertinggi tes dukungan orang tua sebesar 145, sedangkan tes motivasi berprestasi sebesar 95, dan simpangan baku tes dukungan orang tua sebesar 12,858 sedangkan tes motivasi berprestasi sebesar 5,257, Dan nilai N tes dukungan orang tua yaitu 17, lalu nilai N tes motivasi berprestasi yaitu 17.Selanjutnya penulis melakukan uji normalitas pada tabel 2.
Tabel 2. Uji normalitas
| Kelompok | Shapiro-Wilk | |||
|---|---|---|---|---|
| Statistic | df | Sig. | ||
| Dukungan orang tua | 0,952 | 17 | 0,494 | |
| Motivasi berprestasi | 0,909 | 17 | 0,096 | |
Keputusan yang diambil dari kriteria tersebut adalah terdapat pengaruh positif dukungan orang tua dan motivasi berprestasi anak usia muda dalam olahraga berenang. Menggunakan Shapiro-Wilk Test untuk menunjukkan hasil uji normalitas data. Tabel 2 menunjukkan bahwa tes dukungan orang tua memperoleh nilai statistic sebesar 0,952, df 17, dan Sig. sebesar 0,494. Sedangkan pada tes motivasi berprestasi memperoleh nilai statistik sebesar 0,909, df 17, dan Sig. sebesar 0,096. Berdasarkan hasil uji, kedua data memperoleh nilai Sig. > 0,05 maka kedua data dinyatakan "Berdistribusi Normal". Oleh sebab itu, penulis menggunakan pendekatan parametrik dalam melakukan hipotesis. Hasil uji hipotesis disajikan dalam Tabel 3.
Dukungan Orang Tua dan Motivasi Berprestasi Anak Usia Muda dalam Olahraga: Sebuah Studi Korelasi dalam Cabang Olahraga Renang
Tabel 3. Uji hipotesis
| Dukungann orangtua | Motivasi berprestasi | ||
|---|---|---|---|
| Dukungan orang tua | Pearson Correlation | 1 | 0,493 |
| Sig. (2-tailed) | 0,044 | ||
| N | 17 | 17 | |
| Motivasi berprestasi | Pearson Correlation | 0,493 | 1 |
| Sig. (2-tailed) | 0,044 | ||
| N | 17 | 17 |
Menunjukkan hasil uji hipotesis memakai Paired Sample t-Test. Tabel 3 menunjukkan nilai t hitung tes dukungan orang tua dengan motivasi berprestasi sebesar 0,493, dengan nilai Sig. (2-tailed) sebesar 0,044, Berdasarkan hasil uji, nilai Sig. (2-tailed) < 0,05 sehingga H0 ditolak, maka dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan orang tua dengan motivasi berprestasi.
PEMBAHASAN
Berdasarkan hasil penelitian ini tentang dukungan orang tua dengan motivasi berprestasi, Peneliti mengungkapkan bahwa ada korelasi antara dukungan orang tua dengan motivasi berprestasi. Selain itu, temuan ini konsisten dengan temuan yang dilakukan oleh Moraes, (2022) yang membahas Motivasi dan persepsi dukungan orang tua, hasil menunjukkan bahwa atlet merasakan partisipasi orang tua paling kuat dalam perilaku direktif dimensi. Dukungan orang tua dan orientasi profil motivasi pada kedua modalitas olahraga menunjukkan bahwa perilaku direktif berhubungan positif dengan dimensi Pujian dan Pemahaman serta Keterlibatan Aktif pada kedua modalitas. Oleh karena itu, diyakini bahwa ketika orang tua menerapkan perilaku direktif, terutama untuk mendukung anaknya yang menjadi atlet, serta perilaku empati yang ditandai dengan dimensi pujian dan pemahaman serta keterlibatan aktif dalam lingkungan olahraga, maka terdapat kecenderungan yang lebih besar bagi atlet untuk menunjukkan perilaku tersebut. Orientasi motivasi terhadap tugas dan untuk memperoleh perkembangan yang lebih baik dalam olahraga (Danioni et al., 2017).
Menurut (Gaudreau et al., 2016) dukungan otonomi orang tua berpengaruh terhadap dukungan otonomi pelatih. (Hein & Jõesaar, 2015) Selain itu, ditemukan bahwa dukungan otonomi orang tua lebih kuat menunjukkan keinginan untuk menentukan nasib sendiri daripada dukungan pelatih. Secara keseluruhan, variabel motivasi didukung positif oleh gaya pengasuhan yang mendukung otonomi. Namun, penting untuk mempertimbangkan efek interaktif dari orang tua dan agen sosial penting lainnya.
Sejalan dengan Teori Penentuan Nasib Sendiri, motivasi untuk berolahraga yang ditentukan sendiri berkorelasi positif dengan persepsi atlet tentang perilaku yang membutuhkan dukungan orang tua (De Muynck et al., 2021). Sebaliknya, persepsi perilaku orang tua yang tidak memenuhi kebutuhan dan tekanan orang tua sangat terkait dengan motivasi yang terkendali (Lienhart et al., 2019). Perlu dicatat bahwa keterlibatan orang tua yang moderat memiliki hubungan terbalik dengan motivasi yang terkendali (Lienhart et al., 2020). Perlu dicatat bahwa keterlibatan orang tua yang moderat terkait dengan motivasi yang terkendali. Selain itu, penelitian telah menunjukkan bahwa motivasi intrinsic berkorelasi kuat dengan perilaku positif orang tua, seperti keterlibatan, pujian, dan pengertian (Teques et al., 2019). Sebaliknya, perilaku negatif yang ditunjukkan oleh orang tua, seperti tekanan yang dilaporkan sendiri dan tindakan yang dianggap tidak memenuhi kebutuhan, memiliki korelasi yang signifikan dengan motivasi (Amado et al., 2015). Khususnya, hasil yang bertentangan dengan intuisi menunjukkan bahwa tekanan yang dirasakan ibu dapat secara positif memprediksi regulasi yang teridentifikasi dan motivasi intrinsik (Lienhart et al., 2019).
Singkatnya, atlet muda memiliki motivasi yang baik karena dukungan orang tua, pujian, pemahaman, dan partisipasi dalam kompetisi. Sebaliknya, keterlibatan yang tidak positif, yang ditunjukkan dengan perilaku yang memaksakan, ekspektasi kinerja yang tinggi, dan perilaku tertekan, dikaitkan dengan keinginan untuk mencapai hasil yang tidak menguntungkan menurut Gao et al., (2023) tingkat keterlibatan orang tua yang ideal adalah moderat. Secara keseluruhan, keyakinan dan nilai-nilai positif orang tua berkorelasi dengan variabel yang mendorong atlet muda untuk berhubungan dengan pelatih. Tujuan dan nilai-nilai orang tua juga berkorelasi dengan motivasi atlet muda untuk berhubungan dengan pelatih (Gao et al., 2023). Terakhir, proses sosialisasi anak dipengaruhi secara signifikan oleh nilainilai orang tua mereka (Barni et al., 2017).
Maka penelitian ini diharapkan dapat membantu untuk menjadi masukan
berharga bagi pengelola klub renang dalam merancang program pelatihan dan dukungan yang lebih efektif untuk meningkatkan prestasi atlet. Manfaat studi ini yaitu sebagai identifikasi apakah kombinasi dukungan orang tua dengan motivasi berprestasi memiliki dampak yang lebih signifikan terhadap keterampilan atlet renang, informasi ini dapat digunakan untuk mengembangkan strategi pendekatan yang holistik dalam mendukung prestasi atlet. Untuk penelitian selanjutnya harus memperluas cakupan sampel untuk mencakup populasi dari perspektif budaya dan sosial yang beragam dan mencakup berbagai olahraga.
KESIMPULAN
Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa dukungan orang tua yang baik akan membuat anak usia muda semakin memiliki motivasi berprestasi yang lebih tinggi dalam cabang olahraga renang. Ini menunjukkan peran yang dimainkan oleh orang tua dalam memberikan dukungan dan membangun motivasi berprestasi sangat penting dalam memengaruhi kinerja atlet saat berlatih dan berkompetisi dalam olahraga renang. Dengan demikian, upaya untuk meningkatkan dukungan orang tua dengan motivasi berprestasi dapat menjadi strategi yang efektif dalam memajukan prestasi atlet renang muda.
REFERENSI
- Amado, D., Sánchez-Oliva, D., González-Ponce, I., Pulido-González, J. J., & Sánchez-Miguel, P. A. (2015). Incidence of parental support and pressure on their children's motivational processes towards sport practice regarding gender. PLoS ONE, 10(6), 1–14. https://doi.org/10.1371/journal.pone.0128015
- Barni, D., Ranieri, S., Donato, S., Tagliabue, S., & Scabini, E. (2017). Fontes pessoais e familiares dos valores de socialização dos pais: Um estudo multinível. Avances En Psicologia Latinoamericana, 35(1), 9–22. https://doi.org/10.12804/revistas.urosario.edu.co/apl/a.3468
- Burfeind, J., & Bartusch, D. J. (2016). Juvenile Delinquency An integrated approach (3rd ed). Routledge/Taylor & Francis Group.
- Castillo-Jiménez, N., López-Walle, J. M., Balaguer, I., Tomás, I., Tristán, J., & Duda, J. L. (2022). Empowering and Disempowering Motivational Climates, Mediating Psychological Processes, and Future Intentions of Sport
- Participation. International Journal of Environmental Research and Public Health, 19(2), 1–14. https://doi.org/10.3390/ijerph19020896
- Chang, H., Shaw, D. S., Shelleby, E. C., Dishion, T. J., & Wilson, M. N. (2017). The Long-Term Effectiveness of the Family Check-up on Peer Preference: Parent-Child Interaction and Child Effortful Control as Sequential Mediators. Journal of Abnormal Child Psychology, 45(4), 705–717. https://doi.org/10.1007/s10802-016-0198-9
- Chu, T. L. (Alan), & Zhang, T. (2019). The roles of coaches, peers, and parents in athletes' basic psychological needs: A mixed-studies review. International Journal of Sports Science and Coaching, 14(4), 569–588. https://doi.org/10.1177/1747954119858458
- Danioni, F., Barni, D., & Rosnati, R. (2017). Transmitting sport values: The importance of parental involvement in Children's Sport Activity. Europe's Journal of Psychology, 13(1), 75–92. https://doi.org/10.5964/ejop.v13i1.1265
- De Muynck, G. J., Morbée, S., Soenens, B., Haerens, L., Vermeulen, O., Vande Broek, G., & Vansteenkiste, M. (2021). Do both coaches and parents contribute to youth soccer players' motivation and engagement? An examination of their unique (de)motivating roles. International Journal of Sport and Exercise Psychology, 19(5), 761–779. https://doi.org/10.1080/1612197X.2020.1739111
- Gao, Z., Chee, C. S., Norjali Wazir, M. R. W., Wang, J., Zheng, X., & Wang, T. (2023). The role of parents in the motivation of young athletes: a systematic review. Frontiers in Psychology, 14(January). https://doi.org/10.3389/fpsyg.2023.1291711
- Gaudreau, P., Morinville, A., Gareau, A., Verner-Filion, J., Green-Demers, I., & Franche, V. (2016). Autonomy support from parents and coaches: Synergistic or compensatory effects on sport-related outcomes of adolescent-athletes? Psychology of Sport and Exercise, 25, 89–99. https://doi.org/10.1016/j.psychsport.2016.04.006
- Harwood, C. G., Keegan, R. J., Smith, J. M. J., & Raine, A. S. (2015). A systematic review of the intrapersonal correlates of motivational climate perceptions in sport and physical activity. Psychology of Sport and Exercise, 18, 9–25. https://doi.org/10.1016/j.psychsport.2014.11.005
- Harwood, C. G., & Knight, C. J. (2015). Parenting in youth sport: A position paper on parenting expertise. Psychology of Sport and Exercise, 16(P1), 24–35. https://doi.org/10.1016/j.psychsport.2014.03.001
- Harwood, C. G., Knight, C. J., Thrower, S. N., & Berrow, S. R. (2019). Advancing the study of parental involvement to optimise the psychosocial development
- and experiences of young athletes. Psychology of Sport and Exercise, 42(January), 66–73. https://doi.org/10.1016/j.psychsport.2019.01.007
- Hasbullah. (2017). Dasar-dasar Ilmu Pendidikan / Hasbullah. Jakarta : Rajawali Pers, 2017 © 2017.
- Hein, V., & Jõesaar, H. (2015). How perceived autonomy support from adults and peer motivational climate are related with self-determined motivation among young athletes. International Journal of Sport and Exercise Psychology, 13(3), 193–204. https://doi.org/10.1080/1612197X.2014.947304
- Holt, N., & Knight, C. (2014). Parenting in Youth Sport. In Parenting in Youth Sport. https://doi.org/10.4324/9780203798553
- Isnawati, I., Jalinus, N., & Risfendra, R. (2020). Analisis Kemampuan Pedagogi Guru SMK yang sedang Mengambil Pendidikan Profesi Guru dengan Metode Deskriptif Kuantitatif dan Metode Kualitatif. INVOTEK: Jurnal Inovasi Vokasional Dan Teknologi, 20(1), 37–44. https://doi.org/10.24036/invotek.v20i1.652
- Komarudin, K. (2018). Peningkatan Motivasi Atlet Melalui Pelatihan Brain Jogging Pada Cabang Olahraga Beregu Dan Perorangan. Jurnal Sosioteknologi, 17(1), 21–29. https://doi.org/10.5614/sostek.itbj.2018.17.1.3
- Lienhart, N., Nicaise, V., Martinent, G., & Guillet-Descas, E. (2020). Perceived parental behaviours and motivational processes among adolescent athletes in intensive training centres: A profile approach. Psychology of Sport and Exercise, 49(May 2019), 101708. https://doi.org/10.1016/j.psychsport.2020.101708
- Lienhart, N., Nicaise, V., Martinent, G., Guillet-Descas, E., & Bois, J. (2019). Relationships between elite adolescent athletes' perceptions of parental behaviors and their motivational processes: Does sex matter? International Journal of Sports Science and Coaching, 14(5), 639–650. https://doi.org/10.1177/1747954119873988
- Mahoney, M. J., & Gabriel, T. J. (1988). Psychological Skills and Exceptional Athletic Performanc. Psychology, 1–12. https://doi.org/https://doi.org/10.1123/tsp.1.3.181
- Mallia, L., Lucidi, F., Zelli, A., Chirico, A., & Hagger, M. S. (2019). Predicting moral attitudes and antisocial behavior in young team sport athletes: A selfdetermination theory perspective. Journal of Applied Social Psychology, 49(4), 249–263. https://doi.org/10.1111/jasp.12581
- McClelland, D. C. (1987). Human motivation. American Psycholigical association.
- Moraes, M. G. (2022). Motivation and Perception of Parental Support: A Study with Young Athletes of Individual and Team Sports (Motivación y Percepción del Apoyo de los Padres: Un Estudio con Jóvenes Atletas de
- Deportes Individuales y de Equipo). Retos, 45, 671–678. https://doi.org/10.47197/retos.v45i0.93007
- O'Rourke, D. J., Smith, R. E., Smoll, F. L., & Cumming, S. P. (2014). Relations of Parent- and Coach-Initiated Motivational Climates to Young Athletes' Self-Esteem, Performance Anxiety, and Autonomous Motivation: Who Is More Influential? Journal of Applied Sport Psychology, 26(4), 395–408. https://doi.org/10.1080/10413200.2014.907838
- Rismayadi, A., Purnamasari, I., Novan, N. A., Firdaus, I. R., & Novian, G. (2023). Differences in physical conditions for each playing position in basketball athletes. Journal of Physical Education and Sport, 23(4), 844–849. https://doi.org/10.7752/jpes.2023.04107
- Rodrigues, F., Teixeira, D. S., Neiva, H. P., Cid, L., & Monteiro, D. (2020). The bright and dark sides of motivation as predictors of enjoyment, intention, and exercise persistence. Scandinavian Journal of Medicine and Science in Sports, 30(4), 787–800. https://doi.org/10.1111/sms.13617
- Rouquette, O. Y., Knight, C. J., Lovett, V. E., & Heuzé, J.-P. (2020). Parent-athlete relationships: A central but underexamined consideration within sport psychology. Sport & Exercise Psychology Review, 16(2), 5–23. https://doi.org/10.53841/bpssepr.2020.16.2.5
- Saeid, N., & Eslaminejad, T. (2016). Relationship between Student's Self-Directed-Learning Readiness and Academic Self-Efficacy and Achievement Motivation in Students. International Education Studies, 10(1), 225. https://doi.org/10.5539/ies.v10n1p225
- Saputra, M. Y., Subarjah, H., Komarudin, K., Hidayat, Y., & Nurcahya, Y. (2022). Psychological Skill Training Implementation to Improve Football Referee Decision-Making Skills. Jurnal Pendidikan Jasmani Dan Olahraga, 7(1), 81–89. https://doi.org/10.17509/jpjo.v7i1.44849
- Subandrio, W., & Kartiko, D. C. (2021). Survey Keterlaksanaan Kurikulum Merdeka Belajar pada Pembelajaran Pendidikan Jasmani di SMA Negeri 1 Purwoasri. Jurnal Pendidikan Olahraga Dan Kesehatan, 9(2), 177–182. https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/jurnal-pendidikanjasmani/article/view/42154
- Sugiyono. (2016). Metode Penelitian Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. In Angewandte Chemie International Edition, 6(11), 951–952. http://repo.iain-tulungagung.ac.id/5510/5/BAB 2.pdf
- Teques, P., Calmeiro, L., Rosado, A., Silva, C., & Serpa, S. (2019). Perceptions of parenting practices and psychological variables of elite and sub-elite youth
Firmansyah Mujahid Fadluloh, dkk / Jurnal Sains Keolahragaan dan Kesehatan
Dukungan Orang Tua dan Motivasi Berprestasi Anak Usia Muda dalam Olahraga: Sebuah Studi Korelasi dalam Cabang Olahraga Renang
athletes. Frontiers in Psychology, 10(JUN), 1–11. https://doi.org/10.3389/fpsyg.2019.01495
Vealey, R. S. (2012). Mental Skills Training in Sport. Handbook of Sport Psychology: Third Edition, 285–309. https://doi.org/10.1002/9781118270011.ch13
