PENDAHULUAN
Aktivitas fisik memiliki peran krusial dalam kehidupan manusia. Ini karena dengan berolahraga, kita dapat merawat dan meningkatkan kesehatan tubuh dan pikiran, serta memperbaiki kualitas hidup secara keseluruhan. Salah satu contoh olahraga yang populer adalah Pickleball (Vitale & Liu, 2020). Pickleball ditemukan pada tahun 1965 tetapi tidak mendapatkan popularitas hingga tahun 2000-an (USAPA, 2017). Sejak saat itu, olahraga ini mulai menyebar dengan cepat melalui berbagai kompetisi atletik untuk para senior. USAPA (2018) memperkirakan bahwa lebih dari 2,8 juta orang di Amerika Serikat aktif bermain Pickleball. Olahraga ini sering dijelaskan sebagai perpaduan antara tenis, bulu tangkis, dan tenis meja. Menggunakan bola anjang berlubang yang lebih lambat daripada bola tenis, Pickleball dimainkan di lapangan setengah ukuran bulu tangkis dan dapat dimainkan baik di dalam maupun di luar ruangan (Iqroni et al., 2022).
Perkembangan olahraga pickleball di Indonesia bisa dikatakan sangat cepat diterima di masyarakat. Hal ini terbukti, dalam kurun waktu 2 (dua) tahun sudah terbentuk 20 Pengurus Provinsi dan telah melakukan musyawarah Nasional yang pertama kali untuk membentuk Indonesia Pickleball Federation (Susili & Boyke, 2021). Pickleball merupakan berolahraga yang dimainkan dengan semacam perlengkapan pemukul serta memakai bola anjang yang dimainkan di atas lapangan berdimensi lebar 20 kaki serta anjang 44 kaki yang dipisahkan oleh sejenis net tenis lapangan (Primanata et al., 2021).
Pickleball dimainkan dengan menggunakan raket yang mirip dengan tenis dan bola yang mirip dengan bola bulu tangkis. "Easy and Fun" adalah slogan dari olahraga ini sehingga tidak membutuhkan dasar motorik yang bagus untuk bermain olahraga pickleball dari anak-anak hingga orang tua bisa dengan mudah memainkannya (Forrester, 2020). Permainan pickleball biasanya dimainkan oleh dua pemain (satu lawan satu) atau empat pemain (dua lawan dua). Tujuannya adalah untuk mencetak poin dengan memukul bola ke sisi lapangan lawan sehingga lawan tidak dapat mengembalikannya dengan benar. Bola biasanya harus melintasi net dan jatuh di area permainan lawan tanpa menyentuh tanah di luar batas lapangan (Ryu et al., 2022).
Salah satu fitur unik dari pickleball adalah bahwa permainan ini menekankan kontrol, akurasi, dan refleks yang baik, tetapi juga cukup mudah dipelajari dan dimainkan oleh pemula. Hal ini membuat pickleball sangat populer di kalangan pemain dari berbagai tingkat keterampilan dan usia harus melintasi net dan jatuh di area permainan lawan tanpa menyentuh tanah di luar batas lapangan (Indriani et al., 2023). Teknik dasar permainan ini adalah servis, dink, dropshot, lob, volley,drive, forehand, backhand. Penguasaan teknik dasar pickleball merupakan salah satu unsur yang turut menentukan menang atau kalahnya suatu tim di dalam pertandingan, di samping unsur-unsur kondisi fisik, taktik, dan mental (Pergilizzi et al., 2023). Program latihan adalah sebuah program aplikasi penerapan yang terukur dan terencana yang menjadikan aspek-aspek kebugaran sebagai parameter tes (Ahdan et al., 2021).
Metode drill merupakan pendekatan pembelajaran yang fokus pada penguasaan teknik dalam suatu cabang olahraga dengan melakukan latihan secara berulang-ulang (Sasmita et al., 2023) Latihan gerakan yang berulang bertujuan untuk mencapai otomatisasi gerakan. Untuk mencapai hal ini, metode drill harus menyusun urutan latihan yang terstruktur dengan baik agar atlet terlibat secara aktif. Program latihan dengan metode drill, pemain Pickleball dapat secara optimal mempengaruhi pukulan forehand dan backhand mereka. Situasi permainan disimulasikan dengan menggunakan variasi gerakan dan skenario yang serupa dengan pertandingan sebenarnya, yang memungkinkan pemain untuk mempraktikkan dan meningkatkan teknik pukulan mereka secara efektif
(Champagne et al., 2019). Selain itu, latihan ini membantu pemain untuk mengasah keterampilan mereka dalam mengambil keputusan cepat, memperbaiki koordinasi, dan meningkatkan ketahanan mental dalam situasi permainan yang dinamis, yang pada gilirannya akan meningkatkan performa mereka dalam kompetisi Pickleball.
Penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Jud et al., (2023) menyatakan bahwa penerapan metode drill dapat menjadi alat yang efektif untuk meningkatkan hasil belajar shooting bola basket. Namun, harus diimbangi dengan pendekatan pembelajaran yang beragam dan dijalankan dengan pengawasan pelatih yang berpengalaman. Dengan kombinasi yang tepat, metode drill dapat membantu para pemain mencapai tingkat keterampilan yang lebih tinggi dalam teknik shooting dan berkontribusi pada peningkatan kualitas permainan mereka.
Penelitian tentang pengaruh Program Latihan Drill Like Game Situation terhadap pukulan forehand dan backhand pada olahraga Pickleball memiliki kebaruan karena fokusnya pada olahraga Pickleball yang sebelumnya jarang diteliti terkait metode drill. Meskipun metode drill telah banyak digunakan dalam olahraga lain seperti tenis, bulu tangkis, dan tenis meja, aplikasinya dalam konteks Pickleball belum terlalu dijelajahi. Dengan demikian, penelitian ini membawa kontribusi baru dalam pemahaman tentang efektivitas metode drill dalam meningkatkan keterampilan pukulan forehand dan backhand dalam olahraga Pickleball, serta memberikan landasan ilmiah yang lebih kokoh bagi pengembangan program latihan yang lebih efektif dalam olahraga ini. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh metode drill terhadap program latihan drill like game situation pada pukulan forehand dan backhand olahraga Pickleball.
METODE
Metode Penelitian
Metode penelitian ini adalah eksperimen dengan pendekatan kuantitatif. Metode penelitian ini sangat cocok digunakan untuk penelitian tentang pengaruh Program Latihan Drill Like Game Situation terhadap pukulan forehand dan backhand pada olahraga Pickleball. Pendekatan kuantitatif memungkinkan peneliti untuk mengukur secara sistematis dan objektif dampak dari program latihan tersebut terhadap hasil dalam olahraga Pickleball, yaitu peningkatan keterampilan
pukulan forehand dan backhand. Dengan menggunakan pendekatan ini, peneliti dapat mengumpulkan data tentang kemampuan pukulan forehand dan backhand sebelum dan setelah penerapan program latihan, serta melakukan analisis statistik untuk mengidentifikasi perbedaan yang signifikan antara kedua kondisi tersebut. Pendekatan kuantitatif juga memungkinkan penggunaan instrumen pengukuran yang standar dan teruji untuk mengukur variabel-variabel yang relevan secara objektif, sehingga memperkuat validitas dan reliabilitas temuan penelitian.
Populasi dan Sampel
Populasi pada penelitian ini adalah seluruh anggota klub pickleball JPOK. Adapun teknik pengambilan sampel yang dilakukan yaitu purposive sampling yakni strategi di mana orang atau peristiwa tertentu dipilih dengan sengaja untuk memberikan informasi penting yang tidak dapat diperoleh dari pilihan lain (Firmansyah & Dede, 2022) dan didapatkan sampel sejumlah 18 orang.
Program Latihan
Program Latihan pada penelitian ini dilakukan sebanyak 9 kali pertemuan. Berikut program Latihan setiap pertemuanya:
- Pertemuan ke-1-2: Fokus pada posisi berdiri yang benar dan memperkuat teknik pukulan forehand untuk menghasilkan poin.
- Pertemuan ke-3-4: Latihan mengontrol pukulan forehand agar tidak jatuh di area kichen dan memperbaiki rotasi dalam permainan.
- Pertemuan ke-5-6: Fokus pada posisi berdiri yang benar dan memperkuat pukulan forehand dalam situasi berbeda.
- Pertemuan ke-7-8: Latihan variasi posisi berdiri dan memperluas teknik pukulan forehand serta mengenali peluang untuk mendapatkan poin.
- Pertemuan ke-9-10: Fokus pada posisi berdiri yang benar dan memperkuat teknik pukulan backhand untuk menghasilkan poin.
- Pertemuan ke-11-12: Latihan mengontrol pukulan backhand agar tidak jatuh di area kichen dan memperbaiki rotasi dalam permainan.
- Pertemuan ke-13-14: Fokus pada penguasaan pukulan forehand dan mengarahkan bola ke area kichen untuk mendapatkan poin.
- Pertemuan ke-15-16: Latihan variasi posisi berdiri dan memperluas teknik pukulan backhand serta mengenali peluang untuk mendapatkan poin.
- Pertemuan ke-17: Fokus pada fleksibilitas posisi berdiri dan adaptasi dalam merespons permainan yang dinamis.
Prosedur Penelitian
Penelitian ini melibatkan 17 kali pertemuan dengan perlakuan yang berbeda, di mana setiap pertemuan dirancang dengan waktu yang dijadwalkan sebelumnya. Selama setiap pertemuan, para partisipan diberi kesempatan untuk melakukan tes sebanyak 3 kali pada setiap variabel yang diteliti, dengan setiap kesempatan tes diberikan waktu selama 30 detik. Variabel yang diuji meliputi pukulan forehand dan pukulan backhand. Pertemuan 1 sampai 8 difokuskan pada pukulan forehand, sementara pertemuan 9 sampai 16 difokuskan pada pukulan backhand. Hasil dari setiap kesempatan tes direkam dan diukur untuk analisis lebih lanjut. Setelah semua pertemuan selesai, data akan dianalisis menggunakan metode statistik untuk mengevaluasi pengaruh Program Latihan Drill Like Game Situation terhadap keterampilan pukulan forehand dan backhand dalam olahraga Pickleball. Dengan prosedur yang telah disepakati ini, diharapkan dapat memberikan hasil yang akurat dan dapat diandalkan untuk mengevaluasi efektivitas program latihan dalam meningkatkan keterampilan pukulan forehand dan backhand dalam olahraga Pickleball.
Instrumen (Dyer Tennis)
Instrumen yang digunakan untuk mengukur tingkat kemampuan forehand groundstrokes dan backhand groundstrokes siswa sekolah tenis di Menoreh Tennis Club, Handayani Tennis Club, dan Bantul Tennis Camp adalah Dyer Tennis Test. Instrumen penelitian ini melibatkan pemberian perlakuan berupa serangkaian pertemuan latihan yang didesain untuk menstimulasikan situasi permainan sesuai dengan kondisi yang dihadapi dalam pertandingan sesungguhnya. Selama pertemuan latihan, peserta akan diberi kesempatan untuk melakukan pukulan forehand dan backhand sebanyak tiga kali pada setiap pertemuan, dengan waktu yang ditentukan sebesar 30 detik untuk setiap kesempatan. Penggunaan Test Forehand Groundstroke sebagai alat ukur kinerja akan memungkinkan pengukuran yang terperinci terhadap kemampuan pukulan forehand para peserta dalam situasi yang mendekati kondisi permainan sebenarnya. Data yang diperoleh dari hasil tes akan direkam dan diukur untuk menganalisis kemajuan keterampilan pukulan
forehand dan backhand setiap peserta seiring dengan progresnya dalam menjalani Program Latihan Drill Like Game Situation.
Tes Forehand Groundstroke yang digunakan dalam penelitian ini akan dilakukan di area tes yang telah disiapkan sesuai dengan spesifikasi area tes yang terdiri dari dinding yang bermuka rata, dengan sasaran berbentuk persegi panjang pada tembok dengan ukuran lebar 4,5 meter dan tinggi 3 meter. Pada permukaan tembok, garis net sejajar dengan lantai akan dibuat, dengan ketebalan 7,62 cm, dan posisi garis tepi bawah. Tes Forehand Groundstroke direncanakan untuk mengukur kemampuan pukulan forehand peserta dalam situasi yang menyerupai kondisi permainan sesungguhnya. Validitas tes tersebut, sebelum direvisi, berkisar antara 0,8 hingga 0,90, yang diukur dengan mengkorelasikan skor tes dengan penilaian dari juri. Sementara itu, koefisien reliabilitas dari tes Dyer yang asli adalah 0,90, menunjukkan tingkat konsistensi yang tinggi dalam mengukur kemampuan pukulan forehand peserta. Dengan demikian, area tes yang telah disiapkan dan penggunaan tes Forehand Groundstroke yang telah teruji dapat memberikan data yang akurat dan dapat diandalkan untuk mengevaluasi pengaruh Program Latihan Drill Like Game Situation terhadap keterampilan pukulan forehand dalam olahraga Pickleball (Ngatman, 2001).
Metode Analisis Data
Analisis data dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode statistik, yang merupakan pendekatan umum dalam penelitian ilmiah untuk mengolah dan menganalisis data secara sistematis. Data yang diperoleh dari penelitian tersebut kemudian diolah dan dianalisis dengan menghitung mean (ratarata), simpangan baku, dan total dari kedua kelompok sampel (Afifah, 2020). Analisis ini bertujuan untuk menjawab permasalahan dan hipotesis penelitian dengan memberikan gambaran yang jelas tentang hasil dari program latihan yang diberikan. Proses analisis data ini penting karena memastikan bahwa temuan penelitian didukung oleh data yang kuat dan dapat dipercaya.
Metode statistik dipilih karena dapat menyajikan data secara teratur, singkat, dan mudah dimengerti, seperti yang diungkapkan oleh Hadi (2004). Lebih lanjut, untuk memverifikasi kualitas data, penelitian ini juga menguji distribusi data untuk memastikan bahwa data memiliki distribusi normal. Proses pengolahan data
menggunakan aplikasi SPSS v.29, yang merupakan perangkat lunak yang umum digunakan untuk analisis statistik dalam penelitian.
Uji independent T test dilakukan untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh setelah penerapan program latihan. Uji ini memungkinkan peneliti untuk menentukan apakah perbedaan antara mean kedua kelompok sampel signifikan secara statistik. Selain itu, uji independent T test juga dilakukan untuk mengevaluasi apakah terdapat perbedaan yang signifikan antara kelompok treatment (yang menerima program latihan) dan kelompok kontrol (yang tidak menerima program latihan). Hasil dari uji ini dapat memberikan informasi yang berharga tentang efektivitas program latihan dalam meningkatkan keterampilan pukulan forehand dan backhand dalam olahraga Pickleball.
HASIL
Setelah diperoleh data penelitian kemudian data dideskripsikan berdasarkan data yang diperoleh di lapangan. Data yang didapatkan adalah data pukulan forehand dan backhand anggota aktif klub pickleball JPOK dengan sampel sejumlah 18 orang yang terbagi menjadi dua, yaitu kelompok kontrol 9 orang dan kelompok perlakuan 9 orang. Berikut ini deskriptif hasil penelitiannya:
N Minimum Maximum Mean Std. Deviation Forhand Eksperimen 18 9.30 27.00 16.44 5.74 Forhand Control 18 16.70 24.30 21.63 2.36 Backhand Eksperimen 18 7.00 25.70 16.44 5.89 Backhand Control 18 14.30 25.00 21.87 2.77 Valid N (Listwise) 18
Tabel 1. Deskripsi data
Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa nilai forehand kelompok eksperimen dengan nilai minimum 9,30 nilai maximum 27,00 nilai mean 16,44 nilai simpangan bakunya 5,74 dan kelompok kontrol minimum 16,70 nilai maximum 24,30 nilai mean 21,63 dan simpangan baku 2,36. Sedangkan backhand kelompok eksperimen dengan nilai minimum 7,00 nilai maximum 25,70 nilai mean 16,44 nilai simpangan baku 5,89 dan kelompok kontrol minimum 14,30 nilai maximum 25,00 nilai mean 21,87 nilai simpangan baku 2,77.
Tabel 2. Pengaruh drill like game terhadap pukulan forehand
| Independent Samples Test | ||||||
|---|---|---|---|---|---|---|
| t-test for Equality of Means | ||||||
| t | df | Significance Two-Sided p | Mean Difference | |||
| Forehand eksperimen | Equal variances assumed | -7.76 | 16.00 | 0.00 | -9.91 | |
| Equal variances not assumed | -7.76 | 11.40 | 0.00 | -9.91 | ||
Dengan menggunakan uji independent sample T test diketahui hasil signifikan melalui two sided mendapatkan hasil 0,00 dimana kurang dari alpa 0,05 maka dapat disimpulkan program Latihan drill like game berpengaruh terhadap pukulan forehand.
Tabel 3. Pengaruh drill like game terhadap pukulan backhand
| Independent Samples Test | |||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| t-test for Equality of Means | |||||||
| t | df | Significance Two-Sided p | Mean Difference | ||||
| Backhand | Equal variances assumed | -7.42 | 16.00 | 0.00 | -10.08 | ||
| eksperimen | Equal variances not assumed | -7.42 | 15.12 | 0.00 | -10.08 | ||
Dengan menggunakan uji independent sample T test diketahui hasil signifikan melalui two sided mendapatkan hasil 0,00 dimana kurang dari alpa 0,05 maka dapat disimpulkan program Latihan drill like game berpengaruh terhadap pukulan backhand.
Tabel 4. Perbedaan kelompok eksperimen dan kontrol
| Paired Samples Test | ||||||
|---|---|---|---|---|---|---|
| t | df | Significance Two-Sided | ||||
| Pair 1 | forehand eksperimen - forehand control | -4.30 | 17.00 | 0.00 | ||
| Pair 2 | backhand eksperimen - backhand control | -3.97 | 17.00 | 0.00 | ||
Dengan menggunakan uji paired sempel T test mendapatkan signifikan melalui two sided dengan hasil 0,00 di mana kurang dari alpa 0,05 maka dapat disimpulkan terdapat perbedaan antara kelompok kontrol dengan kelompok eksperimen.
PEMBAHASAN
Program Latihan Drill Like Game berpengaruh Terhadap Pukulan Forehand Pada Olahraga Pickleball
Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa program Latihan drill like game berpengaruh terhadap pukulan forehand pada olahraga pickleball. Hasil penelitian ini didukung oleh Putro & Anwar (2022) yang menyatakan bahwa terdapatnya pengaruh latihan drill dan lempar bola terhadap ketepatan pukulan forehand.
Metode Latihan Drill like game merupakan pendekatan latihan yang dibentuk dalam menstimulasikan situasi permainan yang realistis sebanyak mungkin. Tujuan dalam latihan untuk mempersiapkan pemain bergerak secara optimal untuk menghadapi situasi yang mereka akan hadapi dalam pertandingan sebenarnya (Weiss et al., 2021).
Penggunaan metode drill pada permainan situasi memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kemampuan dengan melakukan dink dalam olahraga yang salah satunya pickleball. Dalam menggunakan metode drill dalam permainan situasi terhadap dink beberapa pengaruh yang mungkin terjadi dengan meningkatkan keterampilan teknis. Pada latihan yang menyerupai situasi nyata dapat membantu pemain dalam memperbaiki teknik mereka dalam melakukan dink (Wray et al., 2021). Dengan berlatih dalam konteks yang realistis, pemain dapat mengembangkan dengan sentuhan yang lebih halus dan akurat dalam melakukan dink, dengan olahraga pickleball atau tenis. Kedua, dengan drill seperti permainan situasi yang membantu pemain dalam memahami kapan dan bagaimana menggunakan dink secara efektif dalam permainan (Cerezuela et al., 2023). Mereka dapat belajar untuk mengenali momen yang tepat dalam melakukan dink, baik secara strategis untuk mengatur ulang permainan atau menciptakan kesempatan untuk mencetak poin. Ketiga, dengan terus melatih diri sendiri dalam permainan yang terus menantang, pemain dapat terus mengembangkan pemahaman yang lebih baik tentang dinamika permainan dan bagaimana menggunakan berbagai teknik, termasuk dink, dalam mengatasi lawan mereka (Kasper et al., 2023). Keempat, latihan dalam situasi permainan yang menuntut dalam memperkuat reaksi cepat dan responsif dalam pemain terhadap perubahan dalam permainan. Oleh karena itu, termasuk kemampuan untuk menanggapi dink lawan dengan program yang terus berkembang (Atkinson et al., 2022).
Pukulan forehand groundstroke dilakukan ketika bola diangkat dari lapangan dan kemudian diambil dari sisi kanan untuk pemain kanan dan dari sisi kiri untuk pemain kidal. Selain itu, forehand groundstroke adalah salah satu jenis pukulan yang paling umum dalam tenis (Shimokawa et al., 2022). Saat bermain, pukulan ini merupakan alat yang bagus untuk pemain, tetapi dalam permainan santai, kebanyakan pemain menggunakan bola untuk mencetak poin melawan satu sama lain. Berdasarkan hasil uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa pukulan forehand groundstroke dihasilkan ketika bola meninggalkan lapangan dan mengepul dari sisi forehand. Pukulan forehand groundstroke meliputi beberapa pola pukulan, antara lain sebagai berikut: ayunan pukulan ke depan (saat kenaan) dan lanjutan setelah kenaan antara raket dan bola. Saat bermain tenis lapangan, pukulan forehand groundstroke yang konsisten dapat memberikan keuntungan tersendiri (Lambrich & Muehlbauer, 2023).
Cara melakukan pukulan forehand groundstroke dalam permainan pickleball adalah pada saat memukul bola yang memantul menggunakan pukulan forehand, gunakan pegangan forehand dan jaga agar permukaan paddle tetap rata (sejajar dengan net). Ini membantu menjaga bola tetap rendah saat melewati net. Berikan sedikit kekuatan pada pukulan forehand karena lintasan bola yang rendah membantu mempertahankannya dalam batas (Ngatman et al., 2024). Dari posisi siap, putar ke sisi tempat bola akan mendarat sehingga perlu untuk menghadap garis samping itu. Mulailah mengayun ke belakang saat bergerak ke posisi semula dan pindahkan berat badan ke kaki belakang. Beberapa pemain berporos pada bola kaki mereka atau melangkah ke kaki belakang mereka untuk mencapai hal ini. Tarik paddle ke belakang dan ke atas, jaga siku sedikit ditekuk, dan rentangkan tangan yang lain ke arah jaring untuk keseimbangan (Diler et al., 2024).
Dengan demikian, program latihan Drill Like Game dapat memiliki dampak positif terhadap pukulan forehand dalam olahraga pickleball dengan menyediakan latihan yang terstruktur dan repetitif untuk meningkatkan keterampilan teknis dan keandalan dalam memainkan pukulan tersebut. Melalui drill yang disesuaikan dengan situasi permainan yang realistis, para pemain dapat mengasah ketepatan, kecepatan, dan koordinasi gerakan dalam pukulan forehand mereka, sehingga meningkatkan performa dan konsistensi saat bermain pickleball secara keseluruhan.
Program Latihan Drill Like Game berpengaruh Terhadap Pukulan Backhand Pada Olahraga Pickleball
Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa program Latihan drill like game berpengaruh terhadap pukulan backhand pada olahraga pickleball. Hasil ini didukung oleh penelitian yang dilakukan oleh Dwijaya et al., (2020) yang menunjukkan bahwa metode latihan drill berpengaruh dalam peningkatan pergerakan tubuh siswa, dalam melakukan pukulan backhand clear pergerakan tubuh terutama tangan dalam melakukan menjadi lebih terbiasa, karena gerakan yang berulang-ulang ulang sehingga menciptakan rangsangan pada tubuh secara otomatis dengan gerakan yang cepat.
Pukulan backhand adalah salah satu teknik dasar dalam berbagai olahraga raket, termasuk tenis dan pickleball, di mana pemain menggunakan sisi lawan tangan (biasanya sisi non-dominan) untuk memukul bola (Xing et al., 2022). Dalam pukulan backhand, pemain menghadap samping atau sedikit memutar tubuh untuk menjadikan sisi backhand berada di depan, kemudian memanfaatkan gerakan lengan dan pergelangan tangan untuk memukul bola. Teknik ini memerlukan koordinasi yang baik antara mata, tangan, dan tubuh, serta kekuatan dan fleksibilitas dalam lengan dan pergelangan tangan. Pukulan backhand memungkinkan pemain untuk merespons dengan cepat terhadap bola yang datang dari sisi yang berlawanan, memberikan fleksibilitas yang penting dalam strategi permainan (Niznikowski et al. , 2022).
Menguasai pukulan backhand dalam permainan pickleball sangatlah penting karena memberikan fleksibilitas dan keterampilan yang diperlukan dalam menghadapi berbagai situasi permainan. Dalam pickleball, bola sering kali datang dari berbagai arah dan dengan kecepatan yang berbeda, dan kemampuan untuk melakukan pukulan backhand dengan baik memungkinkan pemain untuk merespons dengan cepat dan efektif terhadap bola tersebut (Wang et al., 2021). Selain itu, pukulan backhand yang kuat dan akurat dapat digunakan untuk mengubah arah bola, mengontrol tempo permainan, dan mengambil inisiatif dalam pertandingan. Dengan menguasai pukulan backhand, seorang pemain menjadi lebih
serbaguna dan lebih siap menghadapi berbagai tantangan yang mungkin muncul selama permainan pickleball (Busuttil et al., 2022).
Metode drill sangatlah penting dalam menguasai pukulan backhand dalam permainan pickleball karena menyediakan latihan yang terstruktur dan berulang, yang memungkinkan pemain untuk memperbaiki teknik, keandalan, dan kecepatan dalam melakukan pukulan tersebut (He et al., 2024). Melalui drill, pemain dapat fokus pada aspek-aspek spesifik dari pukulan backhand, seperti posisi tubuh, gerakan lengan, dan pergelangan tangan, serta memperbaiki kelemahan-kelemahan yang mungkin ada. Selain itu, metode drill juga memungkinkan pemain untuk menyesuaikan diri dengan situasi permainan yang berbeda-beda dan mengembangkan reaksi yang cepat dan tepat terhadap bola. Dengan konsistensi latihan melalui metode drill, pemain dapat meningkatkan kemampuan backhand mereka secara signifikan dan menjadi lebih percaya diri dalam menghadapi tantangan di lapangan (Tai et al., 2022).
Dengan demikian, program Latihan Drill Like Game dapat signifikan dalam meningkatkan pukulan backhand dalam olahraga pickleball dengan menyajikan serangkaian latihan yang terfokus dan terstruktur untuk memperbaiki teknik dan keandalan dalam melakukan pukulan tersebut. Dengan memanfaatkan drill yang meniru situasi permainan sebenarnya, para pemain dapat mengembangkan kontrol, kekuatan, dan akurasi dalam pukulan backhand mereka, yang pada gilirannya akan meningkatkan kepercayaan diri dan kemampuan mereka untuk bersaing secara efektif dalam pertandingan pickleball.
KESIMPULAN
Saran dan rekomendasi berdasarkan hasil penelitian ini adalah untuk memprioritaskan integrasi Program Latihan Drill Like Game ke dalam sesi latihan rutin pemain Pickleball dengan fokus pada pengembangan keterampilan pukulan forehand dan backhand. Penting untuk memastikan bahwa latihan drill mencerminkan situasi permainan yang realistis dan menawarkan variasi untuk memperkaya pengalaman latihan pemain. Selain itu, pemantauan progres individu dan umpan balik yang konstruktif dari pelatih dapat membantu mempercepat peningkatan keterampilan pemain. Dengan konsistensi dan komitmen dalam
menjalankan program latihan ini, diharapkan pemain akan mengalami peningkatan yang signifikan dalam kualitas pukulan forehand dan backhand mereka, serta meningkatkan performa mereka dalam pertandingan Pickleball.
REFERENSI
- Afifah, P. (2020). EFISIENSI PRODUKSI TERHADAP TINGKAT PENDAPATAN DALAM EKONOMI ISLAM (Studi Terhadap Produksi Gula Merah di Desa Merbo Tengah Kecamatan Mataram Baru Kabupaten Lampung Timur). In Jurnal Manajemen (Vol. 15).
- Ahdan, S., Gumantan, A., & Sucipto, A. (2021). PROGRAM LATIHAN KEBUGARAN JASMANI DALAM MENJAGA KESEHATAN DIMASA PANDEMI SMK KRIDAWISATA BANDAR LAMPUNG. Journal of Technology and Social for Community Service (JTSCS), 2(2), 102–107. https://ejurnal.teknokrat.ac.id/index.php/teknoabdimas
- Ali, M. (2022). Pengaruh Variasi Latihan Target Terhadap Akurasi Pukulan Forehand Groundstroke Atlet Pickleball. Journal Physical Health Recreation. 2(2), 110-123.
- Atkinson, C., Patron, M., & Joondeph, B. (2022). Retinal Tears Due Pickleball Injury. Retin Cases Brief Rep. 16(3), 312-313.
- Busuttil, N., Reid, M., Connolly, M., Dascombe, B., & Middleton, K. (2022). A kinematic analysis of the upper limb during the topspin double-handed backhand stroke in tennis. Sports Biomech. 21(9), 1046-1064.
- Cerezuela, J., Lirola, M., & Cangas, A. (2023). Pickleball and mental health in adults: A systematic review. Dront Psychol. 14: 1137047.
- Champagne, A., Distefano, V., Boulanger, M., Magee, B., Coverdale, N., Gallucci, D., Guzkiewicz, K., & Cook, D. (2019). Data-informed Intervention Improves Football Technique and Reduces Head Impacts. Med Sxi Sports Exerc. 51(11), 2366-2374.
- Diler, H., Sahan, A., & Erman, K. (2024). Tool to assess the groundstroke technique of preadolescent tennis players. Front Sports Act Living. 6, 1341138.
- Dwijaya, R. I., Pradipta, G., & Setiyawan. (2020). Pengaruh Metode Latihan Drill Terhadap Ketepatan Pukulan Backhand Clear Pada Siswa Ekstrakurikuler Bulutangkis SMK Negeri 3 Jepara. Journal Physical Activity and Sport. 1(1), 100-107.
- Firmansyah, D., & Dede. (2022). Teknik Pengambilan Sampel Umum dalam Metodologi Penelitian: Literature Review. Jurnal Ilmiah Pendidikan Holistik (JIPH). 1(2), 85-114.
- Forrester, M. (2020). Pickleball-Related Injuries Treated in Emergency
- Departments. J Emerg Med. 58(2), 275-279.
- He, Z., Liu, G., Zhang, B., Ye, B., & Zhu, H. (2024). Impact of specialized fatigue and backhand smash on the ankle biomechanics of female badminton players. Sci Rep. 14(1), 10282.
- Indriani, P., Pairin, U., & Yohanes, B. (2023). EDUKASIA: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Resistensi dalam Wacana Dhagelan Youtube Cak Silo Cs. 4(2), 2551–2562. http://jurnaledukasia.org
- Iqroni, D., Mardian, R., & Alfebri, I. (2022). Pengaruh Olahraga Pickleball Terhadap Peningkatan Minat Siswa Berolahraga. Indonesion Journal of Sport Science and Coaching. 4(2), 110-118.
- Jud., Rusli, M., Suhartiwi., & Marsuna. (2023). Penerapan Metode Drill Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Shooting Bola Basket. JOKER (Jurnal Ilmu Keolahragaan). 4(2), 256-264.
- Kasper, A., Gibbons, J., Abboudi, J., Aita, D., Takei, T., Fletcher, D., Gallant, G., Kwok, M., & Beredjiklian, P. (2023). Pickleball- and Paddleball-Related Injuries to the Upper Extremity. Cureus. 15(6), e39831.
- Lambrich, J., & Muehlbauer, T. (2023). Plantar pressure is changed to increase post-impact ball speed during longline forehand and backhand groundstroke in elite female tennis players. Front Sports Act Living. 5, 1165628.
- Niznikowski, T., Arnista, W., Arnista, P., Porter, J., Makaruk, H., Sadowski, J., Mastalerz, A., Niznikowska, E., & Shaw, A. (2022). An external focus of attention enhances table tennis backhand stroke accuracy in low-skilled players. PLoS One. 17(2), e0274717.
- Ngatman., Hidayatullah, M., Sugiyanto., & Purnama, S. (2024). Developing authentic assessment instrument for fundamental forehand and backhand groundstroke techniques using an actions-based method. Heliyon. 10(5), e26203.
- Pergolizzi, J., Matera, J., & LeQuang, J. (2023). Treating Geriatric Sports Injury Among Pickleball Players: A Narrative Review of an Exercise Craze Among Seniors. Cureus. 15(1), e499909.
- Primanata, D., Kristiandaru, A., & Tuasikal, A. R. (2021). Implementasi Permainan Pickleball Bagi Siswa Sekolah Menengah Atas. Jurnal Penjaskesrek. 8(1), 98-111.
- Pujangga., Charli, L., & Remora, H. (2022). Analisis Teknik Dasar Pukulan Backhand Pada Permainan Bulu Tangkis Pb Buana Sakti Kota Lubuklinggau. e-SPORT: Jurnal Kesehatan Jasmani, Kesehatan Rekreasi. 3(1), 6-12.
- Putro, W. S., & Anwar, S. (2022). Pengaruh latihan Drill Dan Lempar Bola Terhadap Ketepatan Pukulan Forehand Lob Overhead Pada Bulutangkis Ekstrakurikuler SMP Negeri 1 Kota Jambi. Unimuda Sport Jurnal. 3(1), 57-
- Ryu, J., Heo, J., & Lee, S. (2022). Pickleball, Personality, and Eudaimonic Well-Being in Middle-Aged and Older Adults. J Aging Phys Act. 30(5), 885-892.
- Sasmita, K., Welis, W., Rifki, M. S., Rasyid, W., & Ockta, Y. (2023). Pengaruh Latihan Drills For Gamelike Situation dan Drills Under Simplified Conditions terhadap Kemampuan Smash Bola Voli. Gelanggang Olahraga: Jurnal Pendidikan Jasmani Dan Olahraga (JPJO), 7(1), 11–19. https://doi.org/10.31539/jpjo.v7i1.7167
- Shimokowa, R., Nelson, A., & Zois, J. (2022). Does ground-reaction force influence post-impact ball speed in the tennis forehand groundstroke?. Sport Biomerch. 21(7), 850-860.
- Susilo., & Boyke. (2021). Coaching Clinic Untuk Pemain Pickleball Di Jakarta Indonesia. Prosiding Seminar Nasional Pengabdian kepada Masyarakat 2021. 1-7.
- Tai, M., Yang, C., Tang, W., Elliot, B., & Chang, K. (2022). Upper Extremity Muscle Activation during Drive Volley and Groundstroke for Two-Handed Backhand of Female Tennis Players. J Sports Sci Med. 21(4), 586-594.
- Vitale, K., & Liu, S. (2020). Pickleball: Review and Clinical Recommendations for this Fast-growing Sport. Curr Sports Med Rep. 19(10), 406-413.
- Wang, H., Tsai, Y., Chen, Y., Chao, H., Lin, H., Chiang, Y., & Chen, H. (2021). Effects of backhand stroke styles on bone mineral content and density in postmenopausal recreational tennis players: a cross-sectional pilot investigation. BMC Womens Health. 21(1), 275.
- Weiss, H., Dougherty, J., & DiMaggio, C. (2021). Non-fatal senior pickleball and tennis-related injuries treated in United States emergency departments, 2010- 2019. In Epidemiol. 8(1), 34.
- Wray, P., Ward, C., Nelson, C., Sulzer, S., Dakin, C., Thompson, B., Vierimaa, M., Gupta, D., & Bolton, D. (2021). Pickleball for Inactive Mid-Life and Older Adults in Rural Utah: A Feasibility Study. Int J Environ Res Public Health. 18(16), 8374.
- Xing, K., Hang, L., Lu, Z., Mao, C., Kang, D., Yang, C., & Sun, Y. (2022). Biomechanical Comparison between Down-the-Line and Cross-Court Topspin Backhand in Competitive Table Tennis. Int J Environ Res Publiv Health. 19(9), 5146.
