PENDAHULUAN
Pulau Bangka merupakan pulau penghasil timah terbesar di Indonesia. Dari luas Pulau Bangka 1.294.050 ha, sebesar 27,56% daratan pulau ini merupakan areal Kuasa Penambangan (KP) timah. PT. Tambang Timah (anak perusahaan PT. Timah Tbk) menguasai lahan seluas 321.577 ha dan PT. Kobatin seluas 35.063 ha (Bappeda Bangka 2000). Selain kedua perusahan tersebut, izin kuasa penambangan (KP) timah juga diberikan kepada perusahaan swasta. Sampai dengan pertengahan tahun 2007, jumlah KP timah mencapai 101 izin dengan luas pencadangan 320.219 ha, dan yang telah ditambang 6.084 ha (Dinas Pertambangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung 2007).
Selain itu terdapat sejumlah smelter swasta lain dan para penambang tradisional yang sering disebut tambang inkonvensional (TI) yang menambang tersebar di darat dan laut Bangka Belitung. Permasalahan penambangan timah mulai muncul sejak jumlah TI semakin bertambah setiap tahunnya.
Kegiatan pertambangan di seluruh dunia, telah memberikan kontribusi baik secara positif maupun negatif terhadap aspek ekonomi dan sosial bagi masyarakat di daerah pertambangan. Kontribusi positif terlihat dalam bentuk peningkatan pendapatan, penciptaan lapangan kerja/peningkatan lapangan kerja, migrasi intens dan pertumbuhan penduduk dan penyediaan dan pemeliharaan fasilitas sosial. Namun selain kontribusi positif, pertambangan juga menimbulkan dampak negatif yang meliputi degradasi lahan, peningkatan tingkat kejahatan, hilangnya warisan budaya dan lahan pertanian, bahaya kesehatan dan inflasi. (Onwuka, et al., 2013).
Penelitian tentang kajian dampak kegiatan pertambangan terhadap lingkungan dan sosial ekonomi masyarakat telah cukup banyak dilakukan, antara lain oleh Kitula (2004), Petkova (2009), Samuel et all (2012), Ocholla et al (2013), Onwuka, et al (2013), Sati (2014). Namun hingga saat ini metode untuk kajian dampak kegiatan pertambangan terhadap lingkungan dan sosial ekonomi masyarakat masih berkembang. Beberapa penelitian sangat spesifik untuk jenis bahan tambang tertentu dan suatu lokasi pada satu skala geografis. Hanya beberapa studi telah menggunakan analisis statistik dalam kajiannya.
Adapun yang menjadi tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kesadaran (awareness) masyarakat tentang dampak lingkungan akibat penambangan timah di Kabupaten Bangka Barat. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui persepsi masyarakat terhadap dampak lingkungan dan sosial ekonomi masyarakat akibat pertambangan timah inkonvensional di Kabupaten Bangka Barat.
Penelitian ini didasarkan pada hipotesis bahwa kegiatan pertambangan memiliki dampak yang signifikan terhadap sosial-ekonomi dan lingkungan hidup. (Kitula, 2005).
Dampak yang dimaksud dalam kajian ini tidak dibatasi pada dampak negatif saja tetapi juga dampak positif yang timbul oleh aktivitas pertambangan timah. Kebijakan dan strategi pengelolaan kawasan pasca tambang timah semestinya tetap mempertimbangkan keseimbangan tiga dimensi utama yaitu ekologi, ekonomi dan sosial agar berkelanjutan. Untuk itu diperlukan penelitian tentang kajian dampak penambangan timah inkonvensional terhadap lingkungan dan sosial ekonomi masyarakat di Kabupaten Bangka Barat.
METODE PENELITIAN
Penelitian ini mendeskripsikan atau menggambarkan data-data yang telah diperoleh dari kuesioner, observasi dan penelusuran pustaka.
Variabel Penelitian ini yaitu:
- a. Variabel dampak terhadap sifat fisik dan kimia lingkungan, antara lain :
- 1) Degradasi (kerusakan) lingkungan akibat penambangan timah dengan metode open pit.
- 2) Pencemaran lingkungan akibat aktivitas pertambangan.
- b. Variabel dampak terhadap kondisi sosial dan ekonomi masyarakat, antara lain
- 1) Awareness masyarakat terhadap dampak lingkungan yang terjadi.
- 2) Persepsi masyarakat terhadap dampak sosial, ekonomi dan lingkungan akibat kegiatan pertambangan timah.
- 3) Kesediaan masyarakat untuk berpartisipasi dalam pengelolaan lingkungan akibat tambang inkonvensional.
- 4) Ekspektasi masyarakat terhadap tambang inkonvensional.
Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan kuisioner, observasi yang ditentukan dengan teknik random (acak), serta studi literatur.
Tahapan pengolahan data terdiri dari:
1. Uji Validitas dan Reliabilitas Kuesioner
Uji validitas dan reliabilitas bertujuan untuk mengetahui apakah kuesioner yang digunakan valid dan akurat untuk mengukur awareness dan persepsi masyarakat. Analisis validitas dengan menggunakan rumus korelasi item-total. Item pernyataan atau pertanyaan dinyatakan valid jika mempunyai nilai koefisien r hitung yang lebih besar dari koefisien r standar (dapat diperoleh dari tabel r). Jumlah responden adalah 400 responden dengan taraf signifikansi 5%. Dengan nilai korelasi r lebih besar dari tabel, kuesioner dapat dikatakan valid Untuk menguji koefisien reliabilitas tersebut maka harga koefisien reliabilitas yang diperoleh atau r hitung dikonsultasikan dengan r tabel pada taraf signifikansi 5%. Hasil pengujian dikatakan
Analisis data untuk mengetahui awarenesss masyarakat terhadap dampak lingkungan yang terjadi dan persepsi masyarakat terhadap dampak keberadaan kegiatan pertambangan pada kondisi sosial dan ekonomi, dan lingkungan hidup dianalisis secara kuantitatif dengan metode skoring (Dedek Apriyanto, 2012). Penilaiaan awareness dilakukan dengan bobot dengan skala Likert yaitu Sangat tidak setuju (STS) = 1, Tidak setuju (TS) = 2, Netral (N) = 3, Setuju (S) = 4, dan Sangat Setuju = 5.
dan sebaliknya dikatakan tidak reliabel jika rhitung < rtabel.
2. Analisis Jalur (Path Analysis)
hitung > r tabel
reliabel jika r
Analisis jalur merupakan suatu cara untuk mempelajari pengaruh-pengaruh langsung dan tidak langsung sejumlah variabel yang dihipotesiskan sebagai variabel sebab terhadap variabel akibat.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Sampel yang diambil dalam kegiatan penelitian ini adalah 2 kecamatan yakni: Kecamatan Mentok dan Kecamatan Jebus dan masyarakat pada 2 kecamatan tersebut yang akan dipilih secara acak (random) yang akan dijadikan sebagai responden. Gambar 1 menyajikan sebaran responden di Kecamatan Mentok dan Kecamatan Jebus.

Gambar 1 Peta sebaran responden penelitian
Dampak Pertambangan Timah Inkonvensional terhadap Lingkungan
Dalam penelitian ini, kesadaran awareness masyarakat terhadap dampak lingkungan memiliki 2 atribut pertanyaan yaitu pencemaran yang terjadi (Q1), kerusakan yang terjadi (Q2). Distribusi kesadaran atau awareness terhadap dampak lingkungan ini dapat dilihat pada Gambar 2.

Gambar 2 Awareness terhadap dampak ingkungan
Berdasarkan hasil perhitungan menggunakan skoring likert, diperoleh persentase awareness terhadap dampak lingkungan berupa pencemaran yang terjadi sebesar 82% dan kerusakan yang terjadi sebesar 83%. Sehingga awareness masyarakat terhadap dampak lingkungan sangat tinggi.
Hasil survei tentang persepsi masyarakat terhadap dampak lingkungan yang memiliki 8 atribut pertanyaan yaitu pencemaran air (Q13), pencemaran tanah (Q14), pencemaran udara
(Q15), perubahan bentang alam (Q16), gangguan kebisingan (Q17), gangguan kesehatan (Q18) dan gangguan kenyamanan (Q19) dapat dilihat pada Gambar 3.

Gambar 3 Persepsi terhadap dampak lingkungan
Berdasarkan hasil perhitungan menggunakan skoring likert, diperoleh persentase persepsi terhadap dampak lingkungan berupa pencemaran air, pencemaran tanah, pencemaran udara, perubahan bentang alam, peningkatan kebisingan, gangguan kesehatan dan gangguan kenyamanan masing-masing sebesar 83%, 78%, 66%, 71%, 72%, 62% dan 68%. Sehingga persepsi masyarakat terhadap dampak lingkungan adalah negatif.
Dampak Pertambangan Timah Inkonvensional terhadap Kondisi Sosial Ekonomi Masyarakat
a. Persepsi terhadap Dampak Sosial
Persepsi masyarakat terhadap dampak sosial memiliki 5 atribut pertanyaan yaitu kehadiran pendatang (Q3), konflik yang terjadi (Q4), tingkat kriminalitas (Q5), kecemburuan sosial (Q6), dan perubahan kondisi sosial (Q7). Distribusi persepsi masyarakat terhadap dampak sosial ini dapat dilihat pada Gambar 4.

Gambar 4 Persepsi terhadap dampak sosial
Berdasarkan hasil perhitungan menggunakan skoring likert, diperoleh persentase persepsi terhadap dampak sosial berupa kehadiran pendatang, terjadinya konflik, peningkatan tingkat kriminalitas dan kecemburuan sosial masing-masing adalah 61%, 60%, 67% dan 58%. Sehingga persepsi masyarakat terhadap dampak sosial berupa terjadinya konflik dan kecemburuan sosial
terkategori netral. Sedangkan Sehingga persepsi masyarakat terhadap dampak sosial berupa kehadiran pendatang dan peningkatan tingkat kriminalitas terkategori negatif.
b. Persepsi terhadap Dampak Ekonomi
Persepsi masyarakat terhadap dampak ekonomi memiliki 5 atribut pertanyaan yaitu peningkatan pendapatan (Q8), peluang kerja (Q9), peluang usaha (Q10), ganti rugi lahan (Q11), dan perubahan kondisi ekonomi (Q12). Distribusi persepsi masyarakat terhadap dampak sosial ini dapat dilihat pada Gambar 5.

Gambar 5 Persepsi terhadap dampak ekonomi
Berdasarkan hasil perhitungan menggunakan skoring likert, diperoleh persentase persepsi terhadap dampak ekonomi berupa peningkatan pendapatan, peluang kerja, peluang usaha dan ganti rugi lahan masing-masing adalah 72%, 80%, 80% dan 62%. Sehingga persepsi masyarakat terhadap dampak sosial terkategori positif.
Analisis Aspek Dampak dengan Path Analysis
Pengaruh variabel dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan analisis jalur (path analysis). Data yang digunakan untuk setiap variabel berasal dari kuesioner yang disebarkan, dengan jumlah sampel yang masuk sebesar 400 responden. Karena penilaian kuesioner menggunakan skala Likert yang mempunyai skala pengukuran ordinal, maka untuk pengolahan data selanjutya harus dikuantifikasi terlebih dahulu menjadi skala pengukuran interval menggunakan Method of Successive Interval (MSI).
Berdasarkan aspek penelitian yang telah disusun tersebut, maka analisis pengaruh variabel eksogen (X) terhadap variabel endogen (Y) dalam penelitian terdiri atas 4 dimensi variable eksogen (X), yaitu:
X1 = Awareness
X2 = Kesediaan Berpartisipasi
X3 = Ekspektasi
X4 = Dukungan
Sedangan variabel endogen (Y) sebagai variabel yang dipengaruhi oleh kelima variabel eksogen (X) tersebut dia tas adalah:
Y1 = Persepsi terhadap Dampak Sosial
Y2 = Persepsi terhadap Dampak Ekonomi
Y3 = Persepsi terhadap Dampak Lingkungan
Hubungan antara variabel eksogen dan variabel endogen tersebut dituliskan dalam bentuk model struktur melalui jalur akan seperti Gambar 6, Gambar 7, dan Gambar 8.

Gambar 6 Analisis jalur variabel X terhadap Y1

Gambar V7 Analisis jalur variabel X terhadap Y2

Gambar 8 Analisis jalur variabel X terhadap Y3
| Diperoleh persamaan statistik sebagai berikut: | |
|---|---|
| 𝑌1 = 0,122𝑋1 − 0,085𝑋2 − 0,115𝑋3 + 0,478𝑋4 | persamaan 1 |
| 𝑌2 = 0,092𝑋1 − 0,002𝑋2 + 0,16𝑋3 − 0,363𝑋4 | persamaan 2 |
| 𝑌3 = 0,35𝑋1 − 0,109𝑋2 − 0,234𝑋3 + 0,341𝑋4 | persamaan 3 |
Dari hasil perhitungan diperoleh uji hipotesis seperti pada Tabel 1
Tabel 1 Uji hipotesis secara parsial
| No | Hipotesis | Koefisien Jalur | thitung | P-value Signifikansi | ttabel | Kesimpulan Statistik |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 1 | Pengaruh Awareness (X1), terhadap Persepsi terhadap Dampak Sosial (Y1) | 0,341 | 2,780 | 0,006 | 1,657 | Ho ditolak, terdapat pengaruh yang signifikan |
| 2 | Pengaruh Kesediaan Berpartisipasi (X2) terhadap Persepsi terhadap Dampak Sosial (Y1) | 0,001 | -2,103 | 0,036 | 1,657 | Ho ditolak, terdapat pengaruh yang signifikan |
| 3 | Pengaruh Ekspektasi (X3), terhadap Persepsi terhadap Dampak Sosial (Y1) | -0,431 | -2,292 | 0,022 | 1,657 | Ho ditolak, terdapat pengaruh yang signifikan |
| 4 | Pengaruh Dukungan (X4) terhadap Persepsi terhadap Dampak Sosial (Y1) | 0,341 | 9,412 | 0,006 | 1,657 | Ho ditolak, terdapat pengaruh yang signifikan |
| 5 | Pengaruh Awareness (X1) terhadap Persepsi terhadap Dampak Ekonomi (Y2) | -0,104 | 1,850 | 0,065 | 1,657 | Ho ditolak, terdapat pengaruh yang signifikan |
| 6 | Pengaruh Kesediaan Berpartisipasi (X2) terhadap Persepsi terhadap Dampak Ekonomi (Y2) | -0,066 | -0,049 | 0,961 | 1,657 | Ho diterima, tidak terdapat pengaruh yang signifikan |
| 7 | Pengaruh Ekspektasi (X3), terhadap Persepsi terhadap Dampak Ekonomi (Y2) | 0,340 | 2,816 | 0,005 | 1,657 | Ho ditolak, terdapat pengaruh yang signifikan |
| 8 | Pengaruh Dukungan (X4), terhadap Persepsi terhadap Dampak Ekonomi (Y2) | -0,422 | -6,333 | 0,000 | 1,657 | Ho ditolak, terdapat pengaruh yang signifikan |
| 9 | Pengaruh Awareness (X1) terhadap Persepsi | 0,559 | 9,204 | 0,000 | 1,657 | Ho ditolak, terdapat pengaruh yang signifikan |
| No | Hipotesis | Koefisien Jalur | thitung | P-value Signifikansi | ttabel | Kesimpulan Statistik |
|---|---|---|---|---|---|---|
| terhadap Dampak Lingkungan (Y3) | ||||||
| 10 | Pengaruh Kesediaan Berpartisipasi (X2) terhadap Persepsi terhadap Dampak Lingkungan (Y3) | -0,17 | -3,111 | 0,02 | 1,657 | Ho ditolak, terdapat pengaruh yang signifikan |
| 11 | Pengaruh Ekspektasi (X3), terhadap Persepsi terhadap Dampak Lingkungan (Y3) | -0,550 | -5,380 | 0,000 | 1,657 | Ho ditolak, terdapat pengaruh yang signifikan |
| 12 | Pengaruh Dukungan (X4), terhadap Persepsi terhadap Dampak Lingkungan (Y3) | 0,505 | 7,755 | 0,000 | 1,657 | Ho ditolak, terdapat pengaruh yang signifikan |
Hasil pengujian secara parsial menunjukkan dari keempat dimensi variabel eksogen (X), semua variabel mempunyai pengaruh signifikan bermakna terhadap uji t, kecuali variabel kesediaan berpartisipasi terhadap persepsi terhadap dampak ekonomi. Karena tidak terdapat variabel eksogen (X) yang tidak signifikan pengaruhnya terhadap variabel endogen (Y), maka tidak perlu dilakukan proses triming.
KESIMPULAN
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertambangan timah inkonvensional memberikan dampak negatif terhadap lingkungan dan kondisi sosial masyarakat, namun memberikan dampak positif terhadap kondisi ekonomi masyarakat. Berdasarkan analisis jalur, variabel awareness, kesediaan berpartisipasi, ekspektasi dan dukungan terhadap penambangan timah inkonvensional memiliki pengaruh yang signifikan terhadap persepsi terhadap dampak sosial, ekonomi dan lingkungan.
