1. Home
  2. Archives
  3. Vol 26 (2020) Issue 2
  4. Articles

Evaluasi Sistem Pengelolaan Sampah Di Kawasan Perumahan Di Kota Bandung

Abstract

Abstrak: Perumahan Bumi Panyawangan merupakan perumahan dengan target pasar masyarakat kalangan menengah ke atas. Hingga tahun 2018 pembangunan dan pengembangan perumahan meningkat sangat signifikan. Terdapat 1.443 rumah terbangun beserta fasilitas lainnya di atas lahan seluas 40 hektar. Timbulan sampah yang dihasilkan oleh perumahan ini adalah sebesar 2,5 ton/hari dengan didominasi oleh sampah organik, plastik, dan juga B3. Dalam keberjalanan aktivitasnya, perumahan ini belum dilengkapi sistem pengelolaan persampahan yang baik. Eksisting pengelolaan dilakukan dengan pengangkutan door-to-door oleh DLH Kabupaten Bandung. Evaluasi kondisi eksisting persampahan dilakukan dengan penilaian pembobotan dan diperoleh nilai sebesar 2,94 yang dapat dikategorikan dalam kondisi cukup baik, meski memiliki nilai yang sangat kecil pada poin aspek teknis, kelembagaan, regulasi, dan partisipasi masyarakat. Sesuai evaluasi maka direncanakan sebuah TPS-3R untuk dapat mengakomodir sampah yang dihasilkan di Bumi Panyawangan namun dengan kapasitas yang terbatas sesuai dengan UKL-UPL Perumahan Bumi Panyawangan. Aktivitas yang ada di TPS-3R yaitu pengomposan, pencacahan sampah plastik, penyimpanan dan penjualan barang bernilai ekonomis, dan pengumpulan residu. Pengolahan sampah organik dilakukan dengan proses aerobik sesuai dengan penilaian dari variabel investasi, teknis, keberlanjutan, ketersediaan lahan, estetika, dan juga ekonomi. Kata kunci: pengelolaan sampah, perumahan, pembobotan, TPS-3R Abstract: Bumi Panyawangan is a Real Estate target market for the upper-middle class. Until 2018 housing construction and development increased very significantly. There are 3,500 houses built along with other facilities on an area of 40 hectares. The waste generation generated by this housing is 2.5 tonnes/day dominated by organic, plastic, and hazardous waste. In its activities, this housing estate is not equipped with a good solid waste management system. The existing management is carried out by door-to-door transportation by DLH Bandung Regency. Evaluation of the existing condition of solid waste is carried out by weighting assessment and obtained a value of 2.94, which can be categorized as quite good, even though it has very little value on technical, institutional, regulatory, and community points participation aspects. According to the evaluation, a TPS-3R planned to accommodate waste produced in Bumi Panyawangan with a limited capacity according to the UKL-UPL of Bumi Panyawangan Housing. The activities in TPS-3R are composting, plastic waste chopping, storage and sale of economic value items, and residue collection. The aerobic process carries out organic waste processing according to investment, technical, sustainability, land availability, aesthetics, and economic variables. Kata kunci: waste management, real estate, weighting method, TPS-3R

Keywords

PENDAHULUAN

Kenaikan dramatis populasi global ditambah dengan pembangunan ekonomi telah menyebabkan urbanisasi cepat dan industrialisasi, yang mengubah pola konsumsi populasi yang pada akhirnya mengarah pada proliferasi MSW (Kumar,A dan Samadder S.R., 2017). Sejak tahun 2010, dapat terlihat bahwa terjadi suatu perkembangan kawasan metropolitan di kawasan Bandung Raya yang meliputi Kota Bandung, Kota Cimahi, sebagaian Kabupaten Bandung Barat, serta sebagian Kabupaten Bandung. Arah pembangunan kota yang menuju ke timur Bandung menyebabkan tingginya minat tinggal masyarakat. Salah satu perumahan besar di kawasan Bandung Timur adalah Bumi Panyawangan Real Estate.

Perumahan Bumi Panyawangan merupakan kompleks perumahan yang berada di Kabupaten Bandung, tepatnya di kawasan Cileunyi. Perumahan ini dibangun pada tahun 1998 pada tanah seluas ±48 Ha dengan target pemasaran pada masyarakat tingkat ekonomi menengah ke atas. Dengan berkembangnya dengan pesat kawasan Kabupaten Bandung, meningkatkan aktivitas dan rencana ekspansi Perumahan Bumi Panyawangan ini. Hingga awal tahun 2018 telah terbangun 1.443 unit dari 1.814 unit yang direncanakan. Perkembangan signifikan menyebabkan adanya permasalahan mengenai pengelolaan sampah sebagai hasil dari aktivitas manusia.

Pengelolaan sampah di sumber sesuai amanat Undang-Undang no 18 Tahun 2008 adalah tanggung jawab dari pengelola kawasan komersil, dalam hal ini perumahan. Penurunan kualitas lingkungan yang diakibatkan oleh sampah dapat berpengaruh terhadap beberapa bagian kehidupan. Dampak terhadap kesehatan (Mahyudin, 2017), yaitu bahwa sampah dapat menjadi pembawa penyakit seperti diare, tifus, dan demam berdarah. Dampak terhadap lingkungan dapat terlihat dari tercemarnya air sebagi tempat berbagai macam organisme hidup sehingga lenyapnya spesies tertentu yang akan mengganggu keseimbangan ekosistem. Selain itu, aspek sosial ekonomi masyarakat pun akan terganggu, mulai dari munculnya bau kurang sedap hingga terganggunya keindahan lingkungan.

Menurut Damanhuri, timbulan sampah pada tiap sumber dapat bervariasi, hal tersebut disebabkan oleh perbedaan (Damanhuri et al., 2016) sehingga diperlukan sampling sampah terhadap suatu daerah spesifik sesuai dengan SNI SNI 19-3964-1994 dengan mengambil sampel dari sumbernya. Dengan populasi eksisting sebesar 7.165

sampling menyimpulkan berat sampah di Perumahan Bumi Panyawangan sebesar 2,5 ton/hari. Sejak tahun 1998 upaya pengelolaan persampahan hanya dilakukan dengan pengumpulan sampah dan sampah yang diangkut oleh DLH Kabupaten Bandung dibawa ke TPA yang berada di Sarimukti. Tanpa ada upaya reduksi berupa pengolahan sampah di Perumahan Bumi Panyawangan. Padahal jika pengurangan pada sumbernya berjalan dengan baik, maka beban penanganan di tahap selanjutnya lebih minimal (Sudibyo dan Surya P., 2017).

Aspek prioritas yang perlu diperhatikan dalam pengelolaan sampah yaitu aspek sosial, lingkungan, ekonomi, yang kemudian prioritas terakhir adalah teknologi (Surjandari dkk, 2009). Studi yang dilakukan oleh Guerrero dkk., (2012) menyatakan bahwa sistem pengelolaan sampah yang efektif tidak hanya bertumpu pada solusi pengolahan teknologi namun juga dari sisi lingkungan, sosial budaya, hukum, kelembagaan dan keterkaitan ekonomi yang harus ditingkatkan secara bersamaan. Oleh karena itu peran aktif masyarakat bersama dengan pemerintah akan sangat menunjang keberhasilan program yang diterapkan (Brigita - Raharddyan, 2013). Tanpa partisipasi masyarakat, baik kebijakan pemerintah maupun partisipasi produsen tidak akan dapat diterapkan secara efektif (Song dkk, 2016). Berbagai penelitian tentang pengelolaan sampah bersepakat bahwa terdapat beberapa stakeholder penting yang berpengaruh terhadap keefektifan pengelolaan sampah yaitu pemerintah daerah (Shekdar, 2009), pengepul, dan rumah tangga.

METODOLOGI PENELITIAN

Gambaran Umum Wilayah

Secara administratif, perumahan Bumi Panyawangan terletak di Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung. Perumahan Bumi Panyawangan terdiri dari beberapa kavling diantaranya Jati Kencana Elok, Blok Garcinia II, Pedestrian, Rasamala (Proxima, Magnolia, Altingia, Cambogia, Montana) dan Blok Garcinia I. Luas dari Perumahan Bumi Panyawangan sekitar 47 Ha dengan 1814 unit rumah terjual, 21 unit rumah toko, taman, masjid dan fasilitas lainnya. Layout denah kawasan perumahan Bumi Panyawangan seperti yang dapat dilihat pada Gambar 1.

Jenis rumah yang dibangun pada kawasan Perumahan Bumi Panyawangan ini bersifat perumahan kelas menengah-menengah keatas dimana dapat diprediksi tingkat

sosialnya. Walaupun terdapat beberapa jenis rumah, gaya hidup penghuni menggambarkan kehidupan masyarakat kelas ekonomi menengah keatas sehingga memiliki gaya hidup yang hampir seragam. Batas wilayah administratif Perumahan Bumi Panyawangan diantaranya:

Utara : Permukiman dan Jalan Percobaan Cileunyi

Selatan : Jalan Tol Cileunyi

Barat : Perumahan Bumi Orange, persawahan, permukiman penduduk

Timur : Permukiman penduduk

Gambar 1. Layout denah kawasan perumahan Bumi Panyawangan

Metodologi

Metodologi yang dilaksanakan dalam penelitian ini terbagi menjadi 4 tahap, yaitu:

  • Tahap Persiapan Tahap persiapan dilakukan dengan mencari literatur dan studi pendahuluan mengenai pengelolaan sampah di kawasan perumahan
  • Tahap Pengambilan Data Pengambilan data dibagi menjadi 2 (dua) yaitu data sekunder dan juga data primer. Data sekunder berupa perencanaan pengembangan perumahan, dokumen UKL-UPL perumahan, dan juga dokumen pencatatan timbulan sampah. Data primer dilakukan dengan cara observasi, sampling timbulan dan komposisi sampah, serta melaksanakan wawancara. Jumlah sampel ditentukan
dengan menggunakan rumus 19-3964-1994 Metode Pengambilan dan pengukuran Contoh Timbulan dan Komposisi Sampah Perkotaan.

- Tahap Analisa Data

Tahap analisa data dilakukan kepada data timbulan sampah, komposisi sampah, keterolahan sampah, dan juga penilaian kondisi eksisting pengelolaan sampah di perumahan Bumi Panyawangan.

- Tahap Perencanaan

Tahap perencanaan dilakukan kepada perencanaan usulan perbaikan sistem secara umum dan perencanaan TPS 3R secara khusus.

ANALISA DAN PEMBAHASAN

Sumber Sampah

Sumber sampah yang dikelola oleh developer Perumahan Bumi Panyawangan dan DLH Kabupaten Bandung bersumber dari beberapa tempat. Adapun jenis sumber sampah dapat digolongkan sebagai berikut:

a. Kawasan perumahan

Kawasan ini meliputi perumahan umum.

b. Kawasan niaga

Kawasan niaga secara umum terdiri atas pertokoan dan tempat makan.

c. Fasilitas Publik

Infrastruktur perkotaan dan fasilitas publik yang digunakan bersama untuk kepentingan masyarakat. Terbagi atas perkantoran, jalan, tempat peribadahan, dll.

Timbulan Sampah

Perumahan Bumi Panyawangan merupakan kawasan permukiman yang dihuni oleh 7.165 jiwa penduduk lokal. Berdasarkan jumlah tersebut maka akan dihitung jumlah sampel yang dibutuhkan untuk mewakili wilayah Perumahan Bumi Panyawangan. Untuk memperoleh data timbulan sampah yang mewakili keseluruhan populasi maka diambil beberapa sampel yang dihitung dengan metode SNI M 36 1991-03. Dengan angka Cd sebesar 0.5 yaitu daerah dengan kepadatan sedang (populasi < 500.000 jiwa), maka dihitung jumlah jiwa untuk mewakili populasi.

\[N = Cd \sqrt{Pn}\] \[N = 0.5 \sqrt{7.165}\] \[N = 17 rumah\]

Domestik

Timbulan sampah domestik total yaitu 2.511,8 kg/hari atau 12,6 m 3 /hari. Perhitungan timbulan sampah dibagi berdasarkan tingkatan ekonomi yang dikelompokkan berdasarkan besar meter listrik yang digunakan. Perhitungan timbulan sampah domestik berdasarkan pengelompokan tingkat ekonomi seperti yang dapat dilihat pada Tabel 1.

Jumlah Penduduk Timbulan Sampah (kg/o/hari) Total Timbulan Densitas (ton/m3) kg/hari m3/hari Ekonomi Tinggi 1.062 0.37 389,4 1,9 0,1 Ekonomi Cukup Tinggi 2.140 0.39 832,2 4,2 0,09 Ekonomi Menengah 3.963 0.33 1.290,2 6,5 0,1

TOTAL 2.511,8 12,6 0,10

Tabel 1. Timbulan sampah domestik

Non-Domestik

Selain sampah domestik, sampling dilakukan juga kepada sampel nondomestik. Timbulan sampah nondomestik total yaitu 56 kg/hari. Perhitungan timbulan sampah nondomestik seperti yang dapat dilihat pada Tabel 2.

SumberTimbulan
Sampah
(kg/unit/hari)
UnitJumlah
Unit
Timbulan
Total (kg/hari)
Toko0.2Pengunjung15030
Rumah Makan0.2Kursi100010
Jalan Arteri (km)
10
Meter1010
56

Komposisi Sampah

Komposisi sampah di Perumahan Bumi Panyawangan didominasi oleh sampah organik sebesar 37%, sampah plastik 17%, dan juga sampah kayu dan sis ataman sebesar 11%. Komposisi sampah di perumahan ini sesuai dengan teori yaitu semakin tinggi tingkat ekonomi maka komposisi sampah organik akan menurun (Damanhuri, 2016). Komposisi sampah di perumahan Bumi Panyawangan seperti yang dapat dilihat pada Gambar 2.

2

Gambar 2. Komposisi sampah

Keterolahan Sampah

Keterolahan sampah dilakukan dengan mengelompokkan sampah sesuai dengan sifatnya untuk dapat mengetahui potensi pengolahannya. Analisa keterolahan sampah seperti yang dapat dilihat pada Tabel 3. Meskipun persentase keterolahan menyimpulkan bahwa lebih dari 95% sampah bisa dibakar, namun pembakaran dengan skala kecil dan tidak sesuai dengan kecukupan pembakaran secara termal tidak diizinkan untuk dilakukan terkait dengan emisi udara yang dihasilkan. Adapun pengadaan dan pengoperasionalan fasilitas termal mengikuti ketentuan pada Permen Lingkungan Hidup dan Kehutanan No. 70 Tahun 2016 tentang Baku Mutu Pengolahan Termal.

Tabel 3. Keterolahan sampah

PengelompokanJenisPersentase
(%)
Bisa MembusukSampah Makanan37
OrganikSampah Mananan,
Kayu,
sampah taman
48
BiodegradableSampah Makanan,
Kayu,
Kertas, tekstil,
karet kulit
59
Bisa DibakarSampah Makanan,
Kayu,
Kertas, tekstil,
karet kulit, plastic
73
Bisa Didaur UlangKertas, tekstil, karet, kulit, plastik,
logam,
gelas
33

Evaluasi Kondisi Eksisting Pengelolaan Sampah

Pengelolaan sampah eksisting di Perumahan Bumi Panyawangan yaitu pengangkutan langsung oleh kendaraan pengangkut DLH Kabupaten Bandung, pemindahan sampah pada TPS, serta penjualan sampah bernilai ekonomi. Sisa sampah yang tidak terkelola yang dapat diamati adalah pembakaran sampah dan juga pembuangan sampah sembarangan di drainase. Adapun pola pengelolaan sampah di Perumahan Bumi Panyawangan seperti yang dapat dilihat pada Gambar 3.

4

Gambar 3. Pola pengelolaan sampah

Evaluasi terhadap kondisi eksisting dilakukan dengan cara menilai aspek-aspek pengelolaan sampah yaitu aspek teknis, regulasi, kelembagaan, pembiayaan, dan juga aspek peran serta masyarakat. Bobot disusun sesuai dengan kepentingan masingmasing sub-parameter dan pemberian nilai sub-score sesuai dengan hasil observasi, wawancara, dan sampling lapangan. Pemberian nilai sub-score yaitu (1) untuk kurang

baik, (3) untuk cukup, dan (5) untuk baik. Adapun penilaian seperti yang dapat dilihat pada Tabel 4.

Tabel 4. Penilaian kondisi eksisting pengelolaan sampah

NoAspekSubscoreBobot (%)ScoreTotal
1Teknis Operasional
aPewadahan 3 0.050.41
bPengumpulan30.070.200.41
СKondisi TPS10.050.05
2Kelembagaan
aLembaga pengelola10.070.07
bKeberadaan operator,petugas30.050.160.27
СPertemuan rutin warga1 1 5
3Pembiayan
aIuran50.070.33
bPencataan keuangan50.040.200.80
СGaji50.050.27
4Regulasi
aPERDA Kota30.040.12
bPenentuan Peraturan Retribusi10.070.07
СKeberadaan Papan Himbauan10.030.030.21
5Terkait Kebersihan
aPeran serta Masyarakat
Kontribusi Warga
10.050.05
bKepedulian Warga30.030.030.41
cKemandirian Warga30.070.260.41
6Lingkungan 3 0.05 0.16
aLingkungan sekitar (estetika)50.070.33
bKesehatan masyarakat
(kejadian penyakit)
50.070.330.87
Сpencemaran badan air30.070.201
TOTAL1 -1.002.97
Kategori Penilaian Nilai·1
Buruk 0,1 - 1,7
Cukup 1,8 - 3,4
Baik3,5 - 5

Sesuai dengan hasil penilaian, eksisting pengelolaan sampah mendapatkan nilai sebesar 2,94 yang jika dilihat pada tabel penilaian masih dalam kondisi cukup baik. Analisa aspek-aspek ini kemudian dapat dianalisa sebagai usulan perbaikan sistem

pengelolaan persampahan dengan melihat nilai aspek terendah yaitu diantaranya regulasi, kelembagaan, teknis operasional, dan partisipasi masyarakat.

Pembahasan

Sesuai dengan hasil analisa pengelolaan sampah eksisting di perumahan Bumi Panyawangan, dirumuskan usulan perbaikan sistem pengelolaan sampah. Usulan perbaikan sistem pengelolaan persampahan di antaranya, yaitu:

  • Pembuatan regulasi lokal atau SOP pengelolaan sampah oleh developer dilengkapi dengan sosialisasi
  • Pembuatan lembaga khusus yang mengelola sampah
  • Pembangunan infrastruktur pengolahan sampah, sesuai dengan muatan peraturan UU no. 18 Tahun 2008 di mana kawasan komersil harus menyediakan fasilitas pemilahan, di mana pemilahan adalah langkah awal dari pengolahan sampah yang baik.
  • Meningkatkan peran serta masyarakat dengan melaksanakan program-program yang sesuai dengan karakteristik masyarakat di perumahan Bumi Panyawangan.

Proyeksi Timbulan Sampah

Proyeksi timbulan sampah dilakukan dengan wawancara mengenai potensi pengembangan kawasan Perumahan Bumi Panyawangan. Proyeksi timbulan sampah tersebut seperti yang dapat dilihat pada Tabel 5.

Tabel 5. Proyeksi timbulan sampah

Total TimbulanTotal Timbulan
TahunTotal Timbulan
Sampah RT (kg/hari)
Sampah NRT
(Kg/hari)
Sampah (kg/hari)
20192.554,1105,02.659,1
20222.798,9124,72.923,5
20253.045,6167,13.212,7
20283.219,8194,33.414,2

Pembagian Zona Pelayanan Pengangkutan Sampah

Pembagian zona pelayanan pengangkutan sampah dilakukan dengan cara wawancara terhadap kesiapan dana dan kendaraan pengangkut sampah yang akan dioperasikan oleh developer. Adapun dengan analisa timbulan dan rute, pembagian zona pengangkutan sampah dibagi menjadi 3 (tiga) area dan 2 (penyedia) yaitu developer dan juga DLH Kabupaten Bandung. Adapun pembagian zona pelayanan pengangkutan sampah seperti yang dapat dilihat pada Gambar 4 dan Gambar 5.

Gambar 4. Pembagian zona pelayanan pengangkutan oleh developer

Gambar 5. Pembagian zona pelayanan pengangkutan oleh DLH Kabupaten Bandung

Pengolahan Sampah di TPS 3R

Pengolahan sampah di TPS 3R dilakukan pada sampah organik, di mana sampah lainnya dilakukan pemilahan dan jual ulang sampah ke sektor informal atau formal. Pengolahan sampah organik dapat dilakukan dengan 2 (dua) cara yaitu pengolahan aerobik dan anarobik. Untuk menentukan proses pengolahan maka dilakukan penilaian dengan variabel penilaian:

  • Investasi: biaya awal yang harus disediakan untuk membeli teknologi
  • Teknis: kestabilan dan waktu pengolahan
  • Keberlanjutan: keberlanjutan aspek lingkungan
  • Kesediaan lahan: keberadaan lahan untuk teknologi tersebut
  • Estetika: mengingat visi Perumahan Bumi Panyawangan untuk menjadi perumahan yang inspiratif dan edukatif, maka aspek ini sangat penting agar meningkatkan edukasi mengenai pengolahan sampah yang dapat dilakukan dengan rapi dan bersih.
  • Ekonomi: benefit dari hasil pengolahan berupa output dari proses pengolahan.

Nilai bobot untuk masing-masing kriteria tersebut adalah sebagai berikut:

Investasi= 20%Teknis= 15%Keberlanjutan= 15%Kesediaan Lahan= 25%Estetika= 20%Ekonomi= 5%

Setelah nilai bobot untuk masing-masing kriteria ditentukan, selanjutnya dilakukan pembuatan matriks keputusan berdasarkan parameter yang menyajikan data-data tingkat kepentingan suatu aspek tertentu terhadap masing-masing alternatif. Penetapan nilai kepentingan untuk masing-masing parameter adalah sebagai berikut:

  • Sangat baik = 4
  • Baik = 3
  • Cukup baik = 2
  • Kurang baik = 1

Dari hasil penilaian, pengolahan secara aerob akan dipilih untuk mengolah sampah organik dengan akumulasi nilai sebesar 0,9. Penilaian terhadap variabel seperti yang dapat dilihat pada Tabel 6.

Tabel 6. Penilaian variabel pengolahan sampah organik

TeknologiCParameter Aspek
Pengolahan
Sampah Organik
InvestasiTeknisKeberlanjutanKesediaan
Lahan
EstetikaEkonomiTotal
Secara Aerob0.150.1120.150.250.20.03750.9
Secara Anaerob0.10.1120.11250.1250.050.03750.54

Rekapitulasi kebutuhan ruangan pengolahan dan juga luasan di TPS 3R yang direncanakan seperti yang dapat dilihat pada Tabel 7. Sketsa tampak depan TPS 3R seperti yang dapat dilihat pada Gambar 6.

Tabel 7. Rekapitulasi kebutuhan ruangan dan luas di TPS 3R

Komponen
Ruangan
Luas (m2)
Pemilahan20
Komposting27
Anorganik24
Gudang19
Residu7
Toilet2
Kantor12
Total156

Gambar 6. Tampak depan rencana TPS 3R

KESIMPULAN

Perumahan Bumi Panyawangan merupakan perumahan dengan target pasar keluarga dengan tingkat perekonomian menengah ke atas. Dalam keberjalanan aktivitas perumahan ini belum terdapat sistem pengelolaan persampahan yang dilakukan oleh pihak developer. Eksisting pengelolaan dilakukan dengan pengangkutan door-to-door oleh DLH Kabupaten Bandung. Evaluasi kondisi eksisting persampahan dilakukan dengan penilaian pembobotan dan memperoleh nilai sebesar 2,94 yang jika dilihat pada tabel penilaian masih dalam kondisi cukup baik. Analisa aspek-aspek ini kemudian dapat dianalisa sebagai usulan perbaikan sistem pengelolaan persampahan dengan melihat nilai aspek terendah yaitu diantaranya regulasi, kelembagaan, teknis operasional, dan partisipasi masyarakat. Secara teknis, perencanaan yang dibuat adalah pengumpulan sampah dengan motor sampah di 2 zona wilayah pelayanan, pengolahan di TPS-3R, dan pengangkutan sampah yang dinilai dengan pembobotan oleh DLH Kabupaten Bandung. Selain itu didorong adanya perbaikan sistem pengelolaan sampah dengan penguatan kelembagaan, regulasi, pembiayaan, dan juga partisipasi masyarakat melalui sosialisasi dan edukasi.

Research Intelligence

Data from OpenAlex ↗

Metrics

1
Citations
0.14
FWCIfield-weighted
53th
Percentilevs same year + field
Article
Work type
Open Access

Citation Trend

Citation Timeline

YearCitations
20221

Semantic Profile AI-classified research signals

Forestry 0.54
level 1
Physics 0.51
level 0
level 1

Institution Network

  • Bandung Institute of Technology ID
    Program Studi Rekayasa Infrastruktur Lingkungan, Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan, Institut Teknologi Bandung · Elprida Agustina · Rima Senditya Gewe · I Made Wahyu Widyarsana

References

  1. Brigita, Gladys. Rahardyan, Benno (2013). Analisa Pengelolaan Sampah Makanan Di Kota
  2. Bandung. Jurnal Teknik Lingkungan Volume 19 Nomor 1, Hal 34-45.
  3. Damanhuri, E dan Tri Padmi (2016). Pengelolaan Sampah Terpadu. Bandung: Penerbit ITB
  4. Guerrero, et al. 2012. "Solid waste management challenges for cities in developing countries" . Sci Total Environment
  5. Kumar A dan Samadder S R (2017). A review on technological options of waste to energy for effective management of municipal solid waste DOI: 10.1016/j.wasman.2017.08.046
  6. Mahyudin, Rizqi Puteri (2017). Kajian Permasalahan Pengelolaan Sampah dan Dampak Lingkungan di TPA (Tempat Pemrosesan Akhir). Jukung Jurnal Teknik Lingkungan 3(1):66-74.
  7. Shekdar, A. 2009. Sustainable solid waste management: an integrated approach for Asian
  8. countries. Journal of Waste Management 29, 1438-1448.
  9. SNI 19-2454-2002. Tata Cara Teknik Operasional Sampah Perkotaan.
  10. SNI 19-3964-1994 Metode pengambilan dan pengukuran contoh timbulan dan komposisi sampah perkotaan
  11. Song, Qingbin,, Zhishi, Wang., and Jinhui, Li. (2016). Residents Attitudes and Willingness to Pay for Solid Waste Management in Macau, Journal of Procedia Environmental Sciences, 31, 635-643
  12. Sudibyo, Hanifrahmawan. Surya Pradana, Yano (2017). Municipal Solid Waste Management in Indonesia - A Study about Selection of Proper Solid Waste Reduction Method in D.I.Yogyakarta Province. Energy Procedia, 143. 494-499
  13. Surjandari I., Hidayatno A., Supriatna A (2009). Model Dinamis Pengelolaan Sampah Untuk Mengurangi Beban Penumpukan. Jurnal Teknik Industri 11(2):134-147.
  14. Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 Mengenai Pengelolaan Sampah Perkotaan, Pemerintah RI