1. Home
  2. Archives
  3. Vol 26 (2017) Issue 2
  4. Articles

Design dan Analisis Statik Rangka Chassis Square Bar dengan FEM

Abstract

Telah dilakukan rancang bangun bending dies untuk pembuatan chassis kendaraan angkutan pedesaan. Chassis yang dihasilkan dengan metoda bending kinerjanya dibandingkan dengan chassis yang dibuat dengan metoda welding. Uji statis dilakukan dengan beban 2.5 kN dengan deformasi maksimum 1,37 mm. Untuk uji statis, chassis bending memiliki karateristik deformasi mendekati linier sebanding dengan beban gaya, sedangkan chassis welding karakterisitik deformasinya mengalami titik kritis pada beban 3.3 kN. Pada uji puntir, chassis bending dan welding memiliki karakteristik deformasi linier, namun kinerja dari chassis bending lebih baik dibanding dengan chassis welding. Dari hasil analisa komputasi menunjukkan bahwa desain chassis bending aman terhadap beban yang diberikan.

Keywords

1 Pendahuluan

Industri otomotif merupakan salah satu bagian tulang punggung pengembangan ekonomi nasional. Industri komponen otomotif yang kuat diharapkan mendorong potensi enterpreneur otomotif dalam negeri untuk mendesain dan memproduksi jenis mobil dalam rangka mengisi segmen pasar otomotif yang masih terbuka.

Untuk dapat memproduksi kendaraan bermotor dengan kriteria desain yang kompetitif, yaitu handal, hemat bahan bakar, dan ramah lingkungan serta sesuai dengan wilayah target pasar, harus dilakukan pengkajian, analisa perhitungan dan desain yang baik sebelum dibuat prototipenya. Setelah dihasilkan desain dibuat prototipe untuk melakukan verifikasi desain dan proses manufacturing, serta pengujian untuk mengetahui kinerja semua sistem dan komponen yang membangun prototipe tersebut.

Untuk memecahkan permasalahan tersebut, diperlukan strategi pembangunan yang mendorong industri otomotif nasional mengembangkan kemampuan penguasaan desain dan engineering, baik untuk pembuatan komponen maupun kendaraan bermotor utuh yang sesuai dengan pasar spesifik. Untuk itu diperlukan dukungan lembaga riset dalam mengembangkan desain dan teknik produksi komponen yang dapat dimanfaatkan industri otomotif, khususnya industri nasional non APM dalam pembuatan kendaraan bermotor atau mobil murah.

Untuk menjembatani tahap desain & engineering menuju tahap proses produksi platform chassis kendaraan angkutan pedesaan, khususnya bagian yang terdapat lekukan pada konstruksi chassis sesuai 3D Desain perlu dilakukan uraian tahapan kegiatan sebagai berikut: Component Design : digunakan untuk membuat 3D Desain dan Engineering Drawing bending dies dan design Chassis; Computational Analysis : digunakan untuk menganalisa dan mensimulasikan kekuatan struktur pada desain sehingga diketahui karakteristik desainnya; Manufacturing Process : untuk membuat prototipe bending dies yang akan digunakan untuk membengkokkan (bending) konstruksi chassis kendaraan.

2 Teori Analisis

Frame adalah komponen utama dari chassis dimana komponen-komponen lain dari chassis dirakit dan dikoneksikan. Konstruksi material frame yang digunakan harus kaku dan kuat agar frame dapat menahan guncangan, tikungan, tekanan dan getaran ketika beroperasi di jalan. Berikut merupakan beberapa fungsi utama dari frame chassis:

  • 1. Untuk membawa semua beban stasioner yang melekat pada chassis dan beban penumpang dan barang-barang yang diangkut
  • 2. Untuk menahan vibrasi torsi yang disebabkan oleh gerakan kendaraan
  • 3. Untuk menahan gaya sentrifugal yang terjadi pada saat kendaraan menikung
  • 4. Untuk mengontrol vibrasi yang terjadi pada saat kendaraan beroperasi
  • 5. Untuk menahan tegangan bending karena naik turunnya as roda depan dan belakang

Tipe chassis yang akan dianalisa adalah tipe ladder frame dengan menggunakan konsep dasar kekuatan bahan untuk menghitung kekuatan struktur chassis

dalam menumpu beban sesuai dengan requirements dengan menggunakan metode membengkokkan (bending).

Beban dianggap sebagai beban terdistribusi secara merata yang bekerja pada parameter boundary condition yang telah ditetapkan. Kekuatan dan defleksi yang terjadi dihitung berdasarkan total beban.

3 Pemilihan Material (Material Selection)

Dengan mempertimbangkan kekuatan dalam menahan beban, konstruksi ringan, dan kemudahan dalam proses manufaktur, material yang akan digunakan dalam manufacturing chassis adalah structural carbon steel SS 400 ≈ ASTM A36. Sifat mekanik SS 400 dapat dilihat pada Tabel 1, sedangkan sifat kimiawinya dapat dilihat pada Tabel 2.

Tabel 1 Mechanical properties SS 400

GradeYield Strength min. (MPa)Tensile
Strength
(MPa)
Elongation min. (%)
Thickness
<16mm
Thickness
≥16mm
Thickness
<5mm
Thickness
5-16mm
Thickness
≥16mm
SS400245235400-510211721-

Tabel 2 Chemical propertries SS 400

Chemical
elements
C ≤ 16mm
max
C > 16mm
max
Si maxMn maxP maxS max
%, by mass0.170.20-1.400.0450.045

4 Design Model dan Analisis FEM Chassis

4.1 Model 3 Dimensi

Pembuatan model 3D dari komponen chassis bending menggunakan software CAD CATIA. Model 3D ini akan di export ke software Ansys untuk dilakukan analisa FEM. Penampakan 3D modeling Chassis dapat dilihat pada Gambar 1.

Gambar 1 3D modeling Chassis

4.2 Meshing and Boundary Condition

Modeling chassis yang dibuat menggunakan software CATIA CAD kemudian di ekspor ke FEA software. Model chassis dimodelkan sebagai elemen balok bentuk square hollow dan penentuan boundary condition diberikan beban secara merata sepanjang rentang chassis. Analisis statik dilakukan pada chassis karena merupakan pendekatan yang efektif dan efisien. Analisis dilakukan dengan asumsi/ design requirements sebagai berikut:

  • 1. Beban tekuk / bending sebesar 250 kgf atau 2500 N (lihat area C pada Gambar 2).
  • 2. Tumpuan jepit pada area dudukan suspensi depan (lihat area B pada Gambar 2)
  • 3. Tumpuan roll pada area dudukan suspensi belakang (lihat area D pada Gambar 2).

Gambar 2 Distribusi Beban dan Tumpuan pada Chassis

Mesh yang digunakan pada pada chassis merupakan kombinasi dari tetrahedron dan hexagonal. Untuk chassis welded kepadatan 828.143 elemen, 1.977.273 nodal, dan 5.931.819 derajat kebebasan sedangkan untuk chassis bent kepadatannya 853.764 elemen, 2.033.171 nodal, dan 6.099.513 derajat

kebebasan. Kondisi dan kualitas mesh dapat dilihat pada Gambar 3 dan Gambar 4.

3

Gambar 3 Kondisi dan kualitas mesh welding chassis

5

Gambar 4 Kondisi dan kualitas mesh bending chassis

5 Hasil Analisis

5.1 Analisis Deformasi Beban Bending

Besarnya deformasi yang terjadi pada chassis welded dan bent dari simulasi dengan menggunakan software ANSYS dapat ditunjukkan pada Gambar 5 dan 6, sedangkan tegangan ekivalen maksimumnya dapat dilihat pada Gambar 7 dan 8.

Dari gambar 5 dan 6, didapatkan deformasi yang terjadi pada Chassis welded sebesar 0,23751 mm. sedangkan pada Chassis bent sebesar 0,36005 mm.

2

Gambar 5 Deformasi pada Chassis Welded

4

Gambar 6 Deformasi pada Chassis Bent

6

Gambar 7 Hasil tegangan ekivalen maksimum pada Chassis welded

2

Gambar 8 Hasil tegangan ekivalen maksimum pada Chassis bent

Berdasarkan gambar 6 dan 7, didapatkan tegangan ekivalen maksimum pada chassis welded sebesar 110,97 MPa. Sedangkan pada Chassis bent, tegangan ekivalen maksimum sebesar 66,681 MPa. Hasil analisis ANSYS chassis welded dan bent dapat dilihat pada Tabel 3.

No.UraianWelded
Chassis (W)
Bent
Chassis (B)
1Beban250kgf250kgf
2Meshing
- Kepadatan828.143853.764
- Nodal1.977.2732.033.171
- Derajat
Kebebasan
5.931.8196.099.513
3Deformasi total0.24mm0.36mm
Maksimum
4Tegangan Ekivalen
Maksimum
110.97MPa66.68MPa

Tabel 3 Analisis ANSYS Beban Bending

5.2 Analisis Deformasi Beban Torsi

Beban torsi diberikan pada bagian ujung depan frame chassis dengan arah berlawanan (keatas dan kebawah sebesar 2500 Nm. Hasil analisis statis beban torsi dengan software ANSYS ditunjukkan pada Gambar 9, Gambar 10 dan Gambar 11. Dari gambar 9 dan 10, dapat disimpulkan bahwa deformasi total maksimum akibat beban torsi dari chassis welded sebesar 9,5812 mm. sedangkan untuk chassis bent sebesar 10,090 mm. adapun untuk tegangan ekivalen maksimum pada chassis bending sebesar 254 MPa. Hasil analisis ANSYS chassis welded dan bent untuk pembebanan torsi dapat dilihat pada Tabel 4.

2

Gambar 9 Deformasi beban Torsi Chassis W

4

Gambar 10 Deformasi beban torsi Chassis B

6

Gambar 11 Tegangan Ekivalen Maksimum pada Chassis B

No.UraianChassis WChassis B
1Beban250kgf250kgf
2Meshing
- Kepadatan828.143853.764
- Nodal1.977.2732.033.171
- Derajat
Kebebasan
5.931.8196.099.513
3Deformasi total9,58mm10.090mm
Maksimum

Tabel 4 Analysis ANSYS Beban Torsi Welded (W) dan Chassis Bent

Dari analisis beban bending dan beban torsi tersebut, dapat disimpulkan bahwa performance dari rangka Chassis welding setara dengan Chassis bending. Demikian juga pada pembebanan puntir performance rangka chassis welded juga sebanding dengan Chassis bent. Hal ini terlihat dari nilai deformasi total maksimum yang terjadi pada ke dua Chassis tidak jauh berbeda.

6 Kesimpulan

Berdasarkan hasil analisa statis deformasi bending dan torsi dengan software ANSYS di atas dapat ditarik kesimpulan:

  • a. Hasil analisis statis dengan beban bending dengan beban 250 kgf, nilai deformasi chassis welding 0,24 mm, sedangkan chassis bending 0,35 mm.
  • b. Hasil analisis statis dengan beban torsi 2500 Nm, nilai deformasi chassis welding 9, sedangkan chassis bending 10,090 mm.
  • c. Nilai tegangan ekivalen maksimum yang diterima oleh Chassis adalah 254 MPa, masih jauh dibawah tegangan yang diijinkan (400- 510 MPa), sehingga desain chassis cukup memenuhi persyaratan
  • d. Berdasarkan hasil analisa komputasi, desain chassis bending masih aman terhadap beban dan kondisi yang diberikan.
  • e. Pada saat proses bending chassis perlu diperhatikan radius maksimal bending yang diterima oleh material

Research Intelligence

Data from OpenAlex ↗

Metrics

1
Citations
0.00
FWCIfield-weighted
26th
Percentilevs same year + field
Article
Work type
Open Access

Citation Trend

Citation Timeline

YearCitations
20211

Semantic Profile AI-classified research signals

Institution Network

References

  1. Taufik, A.Z., Rashid, N., Mazlan, Faruq, M., Zahir, M., Electric car chassis design and analysis by using CATIA V5R19. IOSR Journal of mechanical and civil engineering. 2014.
  2. Kumar, A.H., & Deepanjali, V., Design and analysis of automobile chassis, International journal of engineering science and innovative Technology, ISSN : 2319-5967, Volume 5, Issue 1. 2016.
  3. Monika S.Agarwal, et al, Finite Element Analysis of Truck Chassis, International Journal of Engineering Sciences & Research, ISSN: 2277- 9655. 2013.
  4. Vishal Francis, et al, Structural Analysis of Ladder Chassis Frame for Jeep Using Ansys, International Journal of Modern Engineering Research, ISSN: 2249-6645, Volume 4, Issue 4. 2014.
  5. Mallikarjuna, V., Rao, J.M., & Kishore, G., Design and Finite Element Analysis of Crankshaft by Using Catia and ANsys, ISSN : 2348-8360, Volume 4, Issue 3. 2017.