1. Home
  2. Archives
  3. Vol 28 (2021) Issue 1
  4. Articles

Penilaian Kondisi Visual dan Prediksi Sisa Umur Jembatan Way Gedau Lampung dengan Metode Bridge Management System

Abstract

Abstrak Jembatan merupakan prasarana yang erat kaitannya dengan sistem jaringan jalan karena jika terjadi kerusakan pada jembatan, maka lalu lintas akan terganggu. Oleh sebab itu pemeriksaan dan penilaian kondisi jembatan sangat penting dilakukan untuk memantau dan menjaga kinerja jembatan. Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi kerusakan elemen dan struktur Jembatan Way Gedau sehingga dapat diperoleh gambaran kondisi dan prediksi sisa umur jembatan. Pemeriksaan inventarisasi dan pemeriksaan detail Jembatan Way Gedau dilaksanakan tahun 2017 menggunakan metode BMS yang telah menjadi rujukan umum pemeriksaan jembatan di Indonesia. Pengolahan data survei dilakukan untuk menentukan nilai kondisi. Sisa umur jembatan diestiamsi dari hasil nilai kondisi dengan menggunakan persamaan yang dikembangkan Bina Marga. Hasil analisa menujukkan bahwa jembatan mengalami beberapa kerusakan terutama pada elemen lantai dan bangunan bawah jembatan sehingga dibutuhkan pemeliharaan rutin dan penanganan sementara. Prediksi sisa umur Jembatan Way Gedau adalah 18,89 tahun dengan nilai kondisi jembatan secara keseluruhan sebesar 2 yang berarti jembatan masuk dalam kategori rusak ringan. Hasil ini menunjukkan bahwa perlu dilakukan pencegahan dan perbaikan berupa penambaan pada lapis permukaan yang berlubang dan pembuatan bronjong di sekitar abutment. Perbaikan tersebut dapat menjadi salah satu upaya menjaga kinerja jembatan tetap optimal hingga umur rencana. Kata-kata Kunci: BMS, jembatan, nilai kondisi, Way Gedau Lampung Abstract Bridges are infrastructure that is closely related to the road network system because if there is damage to the bridge, traffic will be disrupted. Therefore, checking and assessing the condition of the bridge is very important to monitor and mantain bridge performance. The purpose of this research is to identify damaged elements and structures of the Way Gedau Bridge so that a description of the condition and prediction of the remaining life of the bridge can be obtained. Inventory checks and detailed checks on the Way Gedau Bridge were carried out in 2017 using the BMS method which has become the general reference for bridge inspection in Indonesia. Survey data processing is carried out to determine the value of the condition. The remaining life of the bridge is estimated from the results of the condition values using the equation developed by Bina Marga. The results of the analysis show that the bridge has suffered several damages, especially on the floor elements and under the bridge, so that it requires routine maintenance and temporary handling. The prediction for the remaining life of the Way Gedau Bridge is 18.89 years with a value of the overall condition of the bridge of 2, which means that the condition of the bridge is in the lightly damaged category. These results indicate that it is necessary to prevent and repair by patching on the perforated surface layer and making gabions around the abutment. This repair can be an effort to keep the bridge perform optimally until the design life. Keywords: BMS, condition value, bridge, Way Gedau Lampung

Keywords

3. Metodologi Penelitian

Pada studi ini dilakukan dua macam pemeriksaan jembatan, yaitu pemeriksaan inventarisasi dan detail. Pengolahan data untuk pemeriksaan inventarisasi dan detail jembatan merujuk pada manual standar BMS dan pedoman Bina Marga. Langkah pemeriksaan inventarisasi jembatan secara umum dimulai dengan menentukan lokasi tinjauan, persiapan survei lapangan, pengumpulan data yang terdiri dari: data administrasi, data teknis dan data pelengkap. Pada pemeriksaan ini juga dilakukan identifikasi elemen-elemen jembatan yang dibagi dalam lima level dalam sistem hierarki. Pada studi ini juga dilakukan pemeriksaan detail untuk menilai dan mendata secara akurat kondisi dan kerusakan elemen jembatan serta menentukan nilai kondisi suatu jembatan. Prosedur pemeriksaan detail terdiri dari mengidentifikasi daftar elemen yang rusak, mengidentifikasi lokasi elemen yang rusak dan memberikan nilai kondisi pada setiap elemen.

4. Analisis dan Pembahasan

4.1 Objek penelitian

Data administrasi dan data struktur utama jembatan yang dijadikan objek penelitian antara lain:

Nama jembatan : Jembatan Way Gedau

Nomor baru jembatan : 7.025.020.0

Koordinat : 05.06520° LS 103.83932° BT

Ruas jalan : Pugung Tampak - Sp. Gunung

Kemala

Masa layan : 50 tahun Tahun pembangunan : 1992

Tipe bangunan atas : RBA (Rangka Baja\Australia)

Panjang Jembatan : 46,1 meter Lebar Jembatan : 6 meter Jumlah bentang : 1 bentang Jenis lintasan : Sungai

4.2 Hasil pengukuran dan pemeriksaan

Nilai kondisi setiap komponen jembatan ditentukan secara subjektif, artinya pemeriksaan menggunakan penilaian dan pengalaman teknis untuk menentukan kondisi komponen utama struktur jembatan. Nilai kondisi diambil berdasarkan kriteria pada Tabel 1 sedangkan penilain kondisi elemen jembatan tertera pada Tabel 4 - Tabel 6.

4.3 Penanganan kerusakan

Dari hasil penilaian nilai kondisi, maka rekomendasi penanganan setiap komponen bangunan jembatan yaitu tidak perlu dikakukan penanganan untuk bangunan atas dan bangunan bawah masuh dalam kondisi baik. Komponen yang perlu ditangani yaitu lantai jembatan dan daerah aliran sungai.

Berdasarkan hasil inspeksi di lapangan, terdapat beberapa kerusakan yang terjadi pada Jembatan Way Gedau. Selanjutnya akan dijabarkan kerusakan yang dianggap sudah memerlukan penanganan disertai dengan solusi penanganannya.

4.3.1 Lapis permukaan berlubang

Kerusakan yang cukup buruk terjadi pada lapis permukaan jembatan yang berlubang dengan lokasi titik yang merata di sepanjang lantai kendaraan (Gambar 6).

Penilaian kondisi elemen jembatan pada level 4 dapat dilihat pada Tabel 5.

Penilaian kondisi jembatan secara keseluruhan dapat dilihat pada Tabel 6.

Tabel 4. Inventarisasi kerusakan elemen

Nama
Elemen
BahanKode dan
Jenis
Penyebab
Kerusakan
Foto dan Uraian KerusakanRekomendasi
Penanganan
Volume
Kerusakan
NK
LANTAI JEMBATANNK2

Lapisan As Perkerasan

Aspal

723 Lapis permukaan berlubang

Pelayanan lalu lintas dan kualitas lapis aus yang menurun

Lapis permukaan berlubang dan tidak rata di seluruh bentang jembatan sehingga bagian yang berlubang dapat digenangi air.

Dilakukan penambalan atau overlay seluruh permukaan iembatan

Kerusakanberat karena lubang >20 mm dalamnya (volume: 46,10 m x 6 m = 276,6 m<sup>2</sup>)

Tabel 4. Inventarisasi kerusakan elemen (Lanjutan)

Nama
Elemen
BahanKode dan
Jenis
Penyebab
Kerusakan
Foto dan Uraian KerusakanRekomendasi
Penanganan
Volume
Kerusakan
NK
LANTAI JEMBATANNK2
Pelat LantaiBaja
Beton
--Pelat lantai segmen pertama & terakhir jembatan menggunakan pelat baja dengan paku keling, keduanya dalam kondisi baik.Pemeliharaan
pada pelat
lantai baja
-1
Pelat lantai selain pada segmen
pertama dan terakhir merupakan
pelat beton yang sudah diberikan
perbaikan injeksi
NIV.
BANGUNAN ATAS JEMBATANNK1
RangkaBaja--Rangka baja dalam kondisi baik--0
Ikatan
angin
bawah
(Rangka)
Ваја302
Karat
LingkunganIkatan angin bawah dekat
abutment sisi Krui dalam kondisi
baik hanya ada sedikit karat
yang perlu dibersihkan agar
tidak menambah kerusakan
Pembersihan
bagian ikatan
angin dari
karat
Kerusakan ringan
karena karat <10%
dari ukuran
(volume: 1 segmen
+ 2 batang
diagonal = ±10 m)
1
Sandaran
horizontal
Baja--Tiang sandaran dalam kondisi baik--0

Nama
Elemen
BahanKode dan
Jenis
Penyebab
Kerusakan
Foto dan Uraian KerusakanRekomendasi
Penanganan
Volume
Kerusakan
NK
ВANGUNAN BAAWAH JEMBATANNK2
Tembok
sayap
-521
Scouring /
gerusan
Arus aliran
sungai
Sayap abutmen dari sisi Krui
mengalami gerusan di kedua
bagian hulu dan hilir
Perlu
perlindungan
dengan
menggunakan
bronjong di
sekitar
abutment.
(volume:
gabion 50 m)
Kerusakan ringan
karena tidak ada
pengikisan dasar
sungai (volume: 4
m x 5 m x 4 m =
80 m3)
2
Dinding
Penahan
Tanah
(Kepala
Jembatan)
Beton204
Kotor dan
berlumut
LingkunganArea kepala jembatan ditumbuhi tanaman liarPenurunan
mutu akibat
tumbuhnya
tanaman dan
berlumut
Perlu
pembersihan
tanaman liar
1
DAERAH ALIRAN SUNGAINK1
Aliran Air
Utama
503
Pengikisan
pada daerah
dekat kepala
jembatan
Arus aliran
sungai
Kondisi aliran sungai cukup
tenang, bagian hilir langsung
bermuara ke laut
Untuk
pengamanan
abutment
jangka
panjang perlu
dipasang
bronjong
Kerusakan
ringan karena
pengikisan
1
BronjongBatu--Bronjong dalam kondisi baik
namun perkuatan berupa
bronjong hanya ada di sisi
Pugung Tampak ke arah hilir,
padahal di sisi hulunya mulai
mengalami gerusan
Sebaiknya
bronjong di
perpanjang ke
arah hulu
Pugung
Tampak
sepanjang
±25 m dan
dipasang juga
di sisi Krui
sepanjang
±25 m ke arah
hulu dan
hilirnya
-1

7DEHO3HPEHULDQQLODLNRQGLVLSDGDOHYHO

/HYHO/HYHO1LODL.RQGLVL
.RGH(OHPHQ.RGH(OHPHQ5)31.
$OLUDQ$LU8WDPD
$OLUDQVXQJDL%URQMRQJ
'LQGLQJSHQDKDQWDQDKNHSDODMHPEDWDQ

%DQJXQDQEDZDK
7HPERNVD\DS
3HODWODQWDL
/DQWDL-HPEDWDQ
%DWDQJWHSLDWDV
%DWDQJWHSLEDZDK
%DQJXQDQDWDV%DWDQJGLDJRQDO
,NDWDQDQJLQDWDV
,NDWDQDQJLQEDZDK
6DPEXQJDQ
6DQGDUDQKRUL]RQWDO

1LODL.RQGLVL
/17%$%%'$61.

3HUEDLNDQ ODQWDL NHQGDUDDQ GHQJDQ NRQGLVL EHUOXEDQJ GDSDW GLWDQJDQL GHQJDQ PHODNXNDQ SHODSLVDQ DVSDO EDUX RYHUOD\ DWDX SHQDPEDODQ SDWFKLQJ SDGD GDHUDK \DQJ EHUOXEDQJ 1DPXQ VHEDLNQ\D VHEHOXP RYHUOD\ SHUOX GLODNXNDQ SHQJDQJNDWDQSHQJJDUXNDQ SHUNHUDVDQ ODPD WHUOHELK GDKXOX +DO LQL EHUWXMXDQ DJDU EHUDW VHQGLUL MHPEDWDQ WLGDN PHQLQJNDW \DQJ GDSDW EHUSRWHQVL PHQXUXQNDQNLQHUMDVWUXNWXUMHPEDWDQ

3HQJLNLVDQSDGDGDHUDKGHNDWNHSDODMHPEDWDQ

.RQGLVLDOLUDQVXQJDLFXNXSWHQDQJVDDWGLODNXNDQVXUYHL GL NRQGLVL FXDFD \DQJ FHUDK 1DPXQ VDDW SHPHULNVDDQ GLWHPXNDQ NRQGLVL EDKZD SDGD GDHUDK NHSDOD MHPEDWDQ WHUMDGL SHQJLNLVDQ *DPEDU VHKLQJJD WHUMDGL VFRXULQJ SDGDWHPERNVD\DS\DQJGDSDWGLDNLEDWNDQROHK JHUXVDQ DOLUDQ VXQJDL VDDW KXMDQ PHQJLQJDW OHWDN MHPEDWDQ \DQJ EHUDGD GL KXOX VXQJDL GDQ EHUMDUDN PHWHUGDULODXWOHSDV

*DPEDU.RQGLVLODSLVSHUPXNDDQ 6XUYHLSHPHULNVDDQGHWDLO

7DEHO3HQLODLDQNRQGLVLMHPEDWDQ 7DEHO5HNRPHQGDVLSHQJDQJDQDQMHPEDWDQ

5HNRPHQGDVL3HQDQJDQDQ
/17%$%%'$6
3737

&DWDWDQ 3 SHPHOLKDUDDQUXWLQ 7 SHQDQJDQDQVHPHQWDUD

$JDU SHQJJHUXVDQ WLGDN WHUMDGL OHELK ODQMXW GDQ PHPEDKD\DNDQ VWUXNWXU XWDPD PDND SHUOX GLSHUEDLNL GHQJDQ EHEHUDSD SHQDQJDQDQ SHQFHJDKDQ VHSHUWL SHPEXDWDQ EURQMRQJ GLVHNLWDU DEXWPHQW GHQJDQ SHUNXDWDQPNHDUDKKXOXGDQKLOLUQ\DGLSDVDQJSDGD NHGXD VLVL DEXWPHQW ,OXVWUDVL SHUEDLNDQ EURQMRQJ SDGD GLQGLQJVXQJDLGDSDWGLOLKDWSDGD*DPEDU

3UHGLNVLVLVDXPXU

%HUGDVDUNDQ SHUKLWXQJDQ QLODL NRQGLVL PDND SUHGLNVL VLVD XPXU MHPEDWDQ GDSDW GLKLWXQJ GHQJDQ SHUVDPDDQ EHULNXW

3UHGLNVL XPXU MHPEDWDQ QRUPDO GHQJDQ QLODL NRQGLVL VHEHVDU DGDODK WDKXQ 0DND GDUL LWX SUHGLNVL VLVDXPXUEHUGDVDUNDQPHWRGH%LQD0DUJDDGDODK – WDKXQ

*DPEDU.RQGLVLGDHUDKGHNDWNHSDODMHPEDWDQ 6XUYHLSHPHULNVDDQGHWDLO

*DPEDU,OXVWUDVLEDQJXQDQSHOHQJNDSEURQMRQJ

\[NK = 5 - \left\{ \frac{(100 - \frac{Y}{N\%})}{a} \right\}^{(1/b)}\] \[2 = 5 - \left\{ \frac{(100 - \frac{Y}{N\%})}{4.66} \right\}^{(1/1.9051)}\] \[\left\{ \frac{(100 - \frac{Y}{N\%})}{4.66} \right\}^{(1/1.9051)} = 5 - 2\] \[\left\{ \frac{(100 - \frac{Y}{N\%})}{4.66} \right\}^{(0.525)} = 3\] \[\left( 100 - \frac{Y}{N\%} \right)^{0.525} = 6.73\] \[\left( 100 - \frac{Y}{N\%} \right) = \frac{0.525}{7.852}\] \[100 - 37.77 = \frac{Y}{50\%} \rightarrow Y = 31.11 \ tahun\]

.HVLPSXODQGDQ6DUDQ

.HVLPSXODQ

  • 6WUXNWXU-HPEDWDQ:D\*HGDXGDODPNRQGLVLUXVDN ULQJDQ GHQJDQ QLODL NRQGLVL VHEHVDU VHKLQJJD SUHGLNVLVLVDXPXUDGDODKWDKXQ
  • %HEHUDSD HOHPHQ \DQJ PHPEXWXKNDQ SHQDQJDQDQ GLDQWDUDQ\D ODQWDL MHPEDWDQ GHQJDQ 1. GDQ EDQJXQDQ EDZDK MHPEDWDQ GHQJDQ 1. 6HGDQJNDQ NRPSRQHQ ODLQQ\D KDQ\D PHQJDODPL UXVDN ULQJDQ GDQ PDVLK EHOXP PHPHUOXNDQ SHQDQJDQDQ
  • +DVLO SHQLODLDQ NRQGLVL YLVXDO MHPEDWDQ PHQXQMXNNDQ EDKZD NLQHUMD GDQ XPXU VLVD MHPEDWDQ PDVLK VHVXDL GHQJDQ SHUHQFDQDDQ DZDO MHPEDWDQ
  • .LQHUMD VWUXNWXU MHPEDWDQ GDSDW GLWLQJNDWNDQ NHPEDOL GHQJDQ PHODNXNDQ SHUEDLNDQ SDGD ODSLV SHUPXNDDQGDQSHPDVDQJDQEURQMRQJVHSDQMDQJ PHWHUNHDUDKKXOXGDQKLOLUGLVHNLWDUDEXWPHQ
  • 3HQLODLDQ NRQGLVL YLVXDO MHPEDWDQ PHWRGH %06 GHQJDQ SDUDPHWHU QLODL NRQGLVL WHUPDVXN NXDOLWDWLI VXE\HNWLI VHKLQJJD SHUOX PHWRGH SHQLODLDQ

SHPEDQGLQJ XQWXN PHODNXNDQ YHULILNDVL PLVDOQ\D GHQJDQPHWRGH%ULGJH&RQGLWLRQ5DWLR%&5

6DUDQ

  • 'HQJDQ PHPSHUKDWLNDQ NRQGLVL VHFDUD NKXVXV -HPEDWDQ :D\ *HGDX PHPHUOXNDQ SHQDQJDQDQ 3HUEDLNDQGDQSHQDQJDQDQWHUVHEXWDQWDUDODLQ
  • PHODNXNDQ SDWFKLQJ SDGD VHWLDS WLWLN ODSLV SHUPXNDDQ\DQJEHUOXEDQJ
  • SHPEXDWDQ EURQMRQJ GLVHNLWDU DEXWPHQW GHQJDQ SHUNXDWDQPNHDUDKKXOXGDQKLOLUQ\DGLSDVDQJ SDGDNHGXDVLVLDEXWPHQWGDQ
  • SHUOX GLODNXNDQ SHPHULNVDDQ GHWDLO MHPEDWDQ NHPEDOL GL WDKXQ XQWXN PHQJHWDKXL NRQGLVL WHUNLQLHOHPHQMHPEDWDQ

'DIWDU3XVWDND

  • 'LUMHQ%LQD0DUJD%ULGJH0DQDJHPHQW6\VWHP 3DQGXDQ 3HPHULNVDDQ -HPEDWDQ'HSDUWHPHQW 3HNHUMDDQ8PXP5HSXEOLN,QGRQHVLD-DNDUWD
  • 'LUMHQ %LQD 0DUJD 3DQGXDQ 5HQFDQD GDQ 3URJUDP MHPEDWDQ 'HSDUWHPHQW 3HNHUMDDQ 8PXP5HSXEOLN,QGRQHVLD-DNDUWD
  • 'LUMHQ%LQD0DUJD 3DQGXDQ 6LVWHP ,QGRUPDVL 0DQDMHPHQ -HPEDWDQ 'HSDUWHPHQW 3HNHUMDDQ 8PXP5HSXEOLN,QGRQHVLD-DNDUWD
  • 'LUMHQ %LQD 0DUJD 3DQGXDQ 3HQDQJDQDQ 3UHVHUYDVL -HPEDWDQ 'LUHNWRUDW %LQD 7HNQLN -DNDUWD
  • *LQWLQJ '75 .DMLDQ (ILVLHQVL 3HPHOLKDUDDQ -HPEDWDQ 3DGD %PV %LQD 0DUJD 'DQ 8SD\D 3HQHQWXDQ 3ROD 3HQJDORNDVLDQ %LD\D 3HPHOLKDUDDQ 6WXGL .DVXV -HPEDWDQ -DODQ 5D\D'L -DZD%DUDW 7HVLV%DQGXQJ ,QVWLWXW 7HNQRORJL%DQGXQJ
  • .HPHQWULDQ 3HNHUMDDQ 8PXP 3HGRPDQ 3HPHULNVDDQ-HPEDWDQ1R-3%0 -DNDUWD
  • .HPHQWULDQ 3HNHUMDDQ 8PXP 3HPHULNVDDDQ 'HWDLO-HPEDWDQ-DNDUWD
  • 6FKRGHN 'DQLHO / 6WUXNWXU %DQGXQJ 37 (UDVHV
  • 6RHPDUGL %: 3HQJHPEDQJDQ 0RGHO 6LVWHP 0DQDMHPHQ ,QIUDVWUXNWXU 3DGD 3UR\HN 3HPHOLKDUDDQ GDQ 5HKDELOLWDVL -HPEDWDQ /DSRUDQ 3HQHOLWLDQ +LEDK %HUVDLQJ 3HUJXUXDQ 7LQJJL ,; %DQGXQJ ,QVWLWXW 7HNQRORJL %DQGXQJ
  • 6XEDJMR*7ULZL\RQR$6DW\DUQR ,6LVWHP ,QIRUPDVL0DQDMHPHQ -HPEDWDQ %HUEDVLV:HE 'HQJDQ0HWRGH%ULGJH&RQGLWLRQ5DWLQJ6WXGL .DVXV 3HQJHORODDQ -HPEDWDQ GL .DEXSDWHQ *DUXW )RUXP7HNQLN6LSLO1R

Research Intelligence

Data from OpenAlex ↗

Metrics

2
Citations
0.27
FWCIfield-weighted
53th
Percentilevs same year + field
Article
Work type
Open Access

Citation Trend

Citation Timeline

YearCitations
20241
20221

Semantic Profile AI-classified research signals

Physics 0.77
level 0
Humanities 0.38
level 1

Institution Network

References

  1. Dirjen Bina Marga. 1993. Bridge Management System Panduan Pemeriksaan Jembatan. Departement Pekerjaan Umum Republik Indonesia. Jakarta.
  2. Dirjen Bina Marga. 1993. Panduan Rencana dan Program jembatan. Departement Pekerjaan Umum Republik Indonesia. Jakarta.
  3. Dirjen Bina Marga. 1993. Panduan Sistem Indormasi Manajemen Jembatan. Departement Pekerjaan Umum Republik Indonesia. Jakarta.
  4. Dirjen Bina Marga. 2010. Panduan Penanganan Preservasi Jembatan. Direktorat Bina Teknik. Jakarta.
  5. Ginting DTR. 2001. Kajian Efisiensi Pemeliharaan Jembatan Pada Bms Bina Marga Dan Upaya Penentuan Pola Pengalokasian Biaya Pemeliharaan (Studi Kasus : Jembatan Jalan Raya Di Jawa Barat). Tesis. Bandung : Institut Teknologi Bandung
  6. Kementrian Pekerjaan Umum. 2011. Pedoman Pemeriksaan Jembatan No.005-01/P/BM/2011. Jakarta.
  7. Kementrian Pekerjaan Umum. 2017. Pemeriksaaan Detail Jembatan. Jakarta.
  8. Schodek, Daniel L. 1979. Struktur. Bandung: PT. Erases.
  9. Soemardi, B. W. 2001. Pengembangan Model Sistem Manajemen Infrastruktur Pada Proyek Pemeliharaan dan Rehabilitasi Jembatan. Laporan Penelitian Hibah Bersaing Perguruan Tinggi IX/1. Bandung: Institut Teknologi Bandung.
  10. Subagjo, G., Triwiyono, A., Satyarno, I. 2008. Sistem Informasi Manajemen Jembatan Berbasis Web Dengan Metode Bridge Condition Rating (Studi Kasus Pengelolaan Jembatan di Kabupaten Garut), Forum Teknik Sipil, No. 18/3