1. Home
  2. Archives
  3. Vol 31 (2024) Issue 3
  4. Articles

Program Analisis Frekuensi Besaran Rancangan Berbasis Website

Abstract

Abstrak Rancangan bangunan air memiliki perhitungan yang panjang. Analisis frekuensi merupakan salah satu dari perhitungan tersebut. Teknologi yang telah berkembang perlu dimanfaatkan guna mempermudah proses perhitungan tersebut. Sebuah website adalah salah satu pemanfaatan teknologi yang lebih efisien untuk analisis frekuensi, terlebih bila dibandingkan dengan perhitungan manual. Data yang digunakan untuk analisis adalah data hujan harian 11 stasiun kabupaten Sleman dari tahun 2004 hingga 2018. Analisis data dilakukan dengan membandingkan perhitungan menggunakan Microsoft Excel dengan bahasa pemrograman PHP: Hypertext Prepocessor. Penelitian ini menghasilkan web analisis frekuensi besaran rancangan yang mampu melakukan perhitungan pilihan distribusi, uji Chi Kuadrat, uji Smirnov-Kolmogorov, dan besaran rancangan pada periode ulang tertentu (2, 5, 10, 20, 25, 50, dan 100 tahun). Program memiliki tingkat ketelitian yang tinggi dengan rata-rata kesalahan relatif senilai 0,049. Namun, ada kesalahan relatif yang cukup signifikan pada distribusi Log Pearson III tepatnya pada uji Smirnov- Kolmogorov dengan nilai kesalahan relatif mencapai 4,155. Keterbatasan lain dari situs ini ialah input data yang berupa angka dan penggunaan titik (.) sebagai penanda desimal guna menghindari kesalahan perhitungan yang terjadi. Situs web ini dapat digunakan secara umum menggunakan data curah hujan atau debit daerah penelitian yang rencanakan. Kata-kata Kunci: Analisis frekuensi, besaran rancangan, distribusi hujan, PHP: hypertext prepocessor, website

Keywords

1. Pendahuluan

Sebuah rancangan bangunan air memiliki perhitungan yang panjang. Salah satu bagian dari perhitungan tersebut adalah analisis frekuensi. Analisis frekuensi merupakan pendekatan untuk menghitung

kemungkinan terjadinya suatu peristiwa hidrologi, seperti debit atau curah hujan rancangan. Informasi ini menjadi landasan penting dalam perencanaan hidrologi, membantu mempersiapkan diri terhadap berbagai potensi kejadian di masa depan (Arbaningrum, 2015).

* Penulis Korespondensi: ginanjar@student.janabadra.ac.id

Kejadian hujan merupakan proses stokastik, sehingga untuk keperluan analisis dan menjelaskan proses stokastik tersebut digunakan teori probabilitas dan analisis frekuensi (Upomo & Kusumawardani, 2016). Jenis sebaran atau distribusi diperoleh dari analisis frekuensi. Menemukan distribusi probabilitas yang paling cocok untuk curah hujan harian maksimum tahunan memiliki implikasi praktis dan teoritis yang kuat, karena pilihan yang salah dapat menyebabkan (under) oversizing komponen utama struktur hidrolik (misalnya, tanggul), atau kuantifikasi yang sangat tidak pasti dari keamanan struktural (De Michele & Avanzi, 2018). Jadi, dalam perhitungan perancangan bangunan air diperlukan ketepatan perhitungan analisis frekuensi.

Perkembangan teknologi semakin maju, hal ini ditunjukan dengan macam macam penemuan atau alat yang canggih baru. Keberadaan teknologi dapat memudahkan dan meringankan pekerjaan manusia. Hal ini seperti contohnya, pemanfaatan bahasa pemrograman diberbagai bidang ilmu. Di teknik sipil, bahasa pemrograman dimanfaatkan untuk bermacam macam perhitungan atau perencanaan sebuah bangunan. Namun, untuk perhitungan analisis frekuensi belum ada atau penulis belum menemukan pemanfaatan teknologi, dalam hal ini bahasa pemrograman.

Perkembangan permrograman berbasis website dapat digunakan untuk analisis frekuensi curah hujan. Jadi, perhitungan yang tadinya masih menggunakan manual dapat dilakukan secara otomatis. Sehingga, diwaktu mendatang bisa memudahkan setiap orang untuk mengakses, mendapatkan hasil perhitungan secara daring, efisien, tepat dan mempersingkat waktu

perhitungan hanya dalam beberapa detik atau setidaknya beberapa menit.

2. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang tersebut, maka dapat dirumuskan permasalahan penelitian ini sebagai berikut.

  • a. Bagaimana mempermudah dan mempercepat perhitungan analisis frekuensi besaran rancangan?
  • b. Bagaimana menganalisis frekuensi besaran rancangan dengan menggunakan bahasa pemrograman serta bagaimana batasan dan akurasinya?

3. Metode Penelitian

3.1 Lokasi penelitian

Lokasi penelitian berada di kabupaten Sleman, provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Pertimbangan pemilihan lokasi tersebut dikarenakan kabupaten Sleman ialah hulu dari sungai-sungai besar yang ada di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta serta faktor ketersediaan data, terutama data hujan juga menjadi hal yang diperhatikan.

3.2 Tahapan penelitian

Tahapan penelitian ini adalah sebagai berikut.

  • a. Studi literatur digunakan untuk mempermudah dalam menyelesaikan masalah-masalah atau sebagai pedoman dalam penelitian.
  • b. Data hujan harian tahunan dari Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Energi Sumber Daya
16

Gambar 1. Lokasi penelitian Sumber: (Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Sleman, n.d.)

Mineral, Daerah Istimewa Yogyakarta disortir berdasarkan nilai maksimum disetiap stasiun mengikuti tanggal dimana terjadi hujan harian terbesar.

  • c. Hasil sortir akan menunjukkan data yang perlu diambil, yaitu curah hujan harian tahunan maksimum di setiap stasiun hujan.
  • d. Menjumlahkan hasil perkalian antara curah hujan harian tahunan maksimum (CH) dengan koefisien luas di setiap stasiun hujan.
  • e. Didapatkan CH maksimum yang perlu disortir berdasarkan nilai terkecil ke nilai terbesar.
  • f. Analisis curah hujan rata-rata tahunan maksimum dengan metode Poligon Thiessen.
  • g. Analisis frekuensi curah hujan, seperti parameter statistik, penentuan distribusi, uji distribusi Chi Kuadrat dan Smirnov Kolmogorov serta kala ulang hujan rancangan dengan metode Normal, Log Normal, Gumbel dan Log Person III, menggunakan:
    • 1) Microsoft Excel, dan
    • 2) Bahasa pemrograman PHP.
  • h. Validasi/perbandingan selisih hasil antara perhitungan pemrograman PHP dengan perhitungan menggunakan Microsoft Excel.
  • i. Diperoleh hasil validasi dan data, berupa pilihan distribusi hujan, uji distribusi serta kala ulang curah hujan rancangan.

Bagan perhitungan website analisis frekuensi besaran rancangan dapat dilihat pada Gambar 2 dan Gambar 3 berikut.

12

4. Hasil dan Pembahasan

4.1 Hujan kawasan

Perhitungan hujan kawasan kabupaten Sleman dilakukan menggunakan metode Poligon Thiessen, untuk mendapatkan luas kawasan dan koefisien setiap stasiun hujan didapat dengan menggunakan software ArcGIS untuk pemodelannya. Gambar 4 memperlihatkan daerah Kabupaten Sleman yang telah dibagi luasan daerah yang mempengaruhi stasiun hujan berdasarkan metode Poligon Thiessen.

Tabel 1 menunjukkan perhitungan koefisien luas dari setiap stasiun di Kabupaten Sleman. Jumlah stasiun yang digunakan adalah 11 stasiun dengan luas total 575,98 km2 . Luasan tiap stasiun diperoleh dari pemodelan menggunakan ArcGIS seperti ditunjukkan pada Gambar 4.

Berdasarkan luas stasiun dan koefisien, dapat dihitung curah hujan tahunan rata-rata maksimum. Hasilnya

19

Gambar 2. Bagan perhitungan pada website Gambar 3. Bagan perhitungan pada website (lanjutan)

1

Gambar 4. Peta wilayah stasiun hujan Kabupaten Sleman

seperti ditunjukkan Tabel 2 menggunakan data hujan tahun 2004-2018, sebagai berikut.

4.2. Analisis frekuensi

4.2.1 Microsoft Excel

Perhitungan statistik merupakan awal dari pilihan distribusi. Nilai dari koefisien Skewness, Kurtosis, dan Variasi diperoleh melalui tahapan ini. Program Microsoft Excel yang digunakan merupakan program dari Analisis Frekuensi oleh (Kurniawan, 1998). Perhitungan statistik pada penelitian ini dapat dilihat pada Tabel 3.

Metode distribusi Normal, Log Normal, Gumbel, dan Log Person III memiliki kriteria atau syarat dalam pemenuhan pilihan distribusi curah hujan. Syarat Distribusi Normal yaitu nilai Cs mendekati nol dan nilai Ck mendekati nol. Distribusi Log Normal memiliki syarat \(Cs = Cv^3 + 3 Cv dan Ck = Cv^8 + 6 Cv^6\)

Tabel 1. Koefisien thiessen

NoStasiunLuas (km²)Koefisien (C)
1Angin-angin46,440,0806
2Prumpung7,090,0123
3Gemawang24,190,0420
4Beran31,370,0545
5Kemput86,150,1496
6Tanjung Tirto71,440,1240
7Santan41,280,0717
8Bronggang60,820,1056
9Sayegan79,750,1385
10Plataran39,410,0684
11Godean88,030,1528
Total575.981

+15 Cv<sup>4</sup> + 16 Cv<sup>2</sup> +3. Distribusi Gumbel mempunyai kriteria Cs sama dengan 1,14 dan Ck samadengan 5,4. Serta, syarat Distribusi Log Person III merupakan nilai selain yang ditunjukkan distribusi lainnya. Berikut hasil perhitungan pilihan distribusi sesuai kriteria, ditunjukkan pada Tabel 4.

Chi Kuadrat dan Smirnov Kolmogorov merupakan pengujian yang dilakunan untuk memastikan apakah jenis distribusi hujan yang dipilih cocok dan dapat diterima. Nilai Chi Kuadrat hitung harus lebih kecil dibandingkan dengan Chi Kritik (tabel). Begitupula untuk nilai Do maks uji Smirnov Kolmogorov harus lebih kecil dibandingkan Do kritik (tabel).

Analisis frekuensi pada penelitian ini menghasilkan nilai besaran rancangan. Nilai tersebut dapat digunakan sebagai dasar perhitungan selanjutnya, seperti intensity

Tabel 2. Curah hujan tahunan rata-rata maksimum

TahunCH (mm)
200927,65723041131
201129,35612618713
201031,88349566818
200732,74956160911
201342,56435231002
200643,54603364759
200853,09857631474
201262,12436411619
201467,27259232252
201567,89102036564
200468,88378214143
200571,72223726930
201674,20673819817
201875,66161432019
2017155,62799451360
2009
2011
2010
2007
2013
2006
2008
2012
2014
2015
2004
2005
2016
2018

Tabel. 3 Perhitungan statistik curah hujan kabupaten Sleman

· · · · · · · · · · · · · · · · · · ·
mP = m/(N+1)TahunCH (mm)Ln CH (mm)
10,063201027,6573,320
20,125201129,3563,380
30,188200931,8833,462
40,250200732,7503,489
50,313200842,5643,751
60,375201343,5463,774
70,438200653,0993,972
80,500200462,1244,129
90,563201867,2734,209
100,625201267,8914,218
110,688201568,8844,232
120,750201671,7224,273
130,813201474,2074,307
140,875200575,6624,326
150,9382017155,6285,047
JunJumlah Data1515
NilaNilai Rerata (Mean)60,2833,993
Standar Deviasi=31,6990,466
Koefisien Skewness=1,9600,378
KoeKoefisien Kurtosis5,6150,342
Koefisien Variasi=0,5260,117
Nilaii Tengah=60,2833,993

duration frequency maupun debit banjir rancangan. Hasil perhitungan besaran rancangan dapat dilihat pada Tabel 7.

4.2.2 PHP: Hypertext Prepocessor

Pada penelitian ini, PHP: Hypertext Prepocessor atau PHP merupakan bahasa pemrograman yang digunakan untuk dasar membangun sebuah website perhitungan analisis frekuensi curah hujan. Tahap penggunaan website adalah sebagai berikut.

  • Membuka peramban internet, seperti misalnya Chrome/Mozilla/Opera/semacamnya.
  • b. Buka domain website yaitu https://frequencyanalysis.thedev.pp.ua/.
  • c. Setelah website terbuka, klik tombol "Start" untuk memulai.
  • d. Lalu, tuliskan jumlah data (n tahun) dan klik "Submit" untuk lanjut atau "Reset" untuk menghapus input n data (minimal n = 15).
  • e. Kemudian, input data yang dimiliki sejumlah n tahun data.

Tabel. 5 Hasil chi kuadrat

DistribusiChi KuadratChi Kritik (Tabel)Keterangan
Normal2,6675,991Diterima
Log Normal8,6675,991Diterima
Gumbel5,3335,991Diterima
Log Person III8,6675,991Diterima

Tabel. 6 Hasil uji Smirnov Kolmogorov

-
DistribusiDo MaksChi Kritik (Tabel)Keterangan
Normal0,1890,34Diterima
Log Normal0,1160,34Diterima
Gumbel0,1350,34Diterima
Log Person III0,1370,34Diterima

Tabel. 4 Pilih distribusi

Jenis
Distribusi
SyaratHasilKeterangan
NormalCs ≈ 0
Ck ≈ 3
Cs = 1,960
Ck = 5,615
Tidak
Memenuhi
Log Normal\(Cs = Cv^3 + 3\)
Cv = 0,352
\(Ck = Cv^8 + 6 Cv^6\)
\(+15 Cv^4 + 16 Cv^2\)
+3 = 3,221
Cs = 0,378
Ck = 0,342
Tidak
Memenuhi
GumbelCs = 1,14
Ck = 5,4
Cs = 1,960
Ck = 5,615
Tidak
Memenuhi
Log Person IIISelain nilai diatasMemenuhi

  • f. Pastikan data yang dimasukkan menggunakan angka dan titik (.) sebagai pemisah desimal.
  • g. Klik tombol "Submit" paling bawah setelah data dimasukkan semua.

Keluaran yang diperoleh dari website ini yaitu berupa hasil perhitungan parameter statistik, pilih distribusi, uji kecocokan distribusi, serta curah hujan rancangan. Berikut adalah keluaran dari data hujan kabupaten Sleman tahun 2004 - 2018 berdasarkan 11 stasiun hujan.

Pada Tabel 8 dapat dilihat bahwa distribusi Normal, distribusi Log Nornal, dan distribusi Gumbel tidak memenuhi. Maka, terpilih distribusi Log Person III sebagai pilihan yang cocok sesuai parameter yang ada. Hasil akhir website dalam perhitungan analisis frekuensi dapat dilihat pada Tabel 9.

Tabel. 7 Besaran rancangan

KalaBesaran Rancangan (mm)
Ulang
(tahun)
NormalLog
Normal
GumbelLog
Person III
260,283048,910553,875652,6389
586,909973,045790,941279,3596
10100,857397,5383114,2508100,0840
20112,2688130,8523136,6069119,0434
25114,4348144,3168141,4298129,8302
50125,2652195,4222165,5444154,7752
100134,1408270,8685187,2297182,1666

Gambar 5. Tangkapan layar laman depan

Gambar 6. Tangkapan layar input n data

Tabel 8. Pilih distribusi hujan

DistribusiParameter StatistikHasil
Perhitungan
Keterangan
NormalCs ≈ 0
Ck ≈ 3
Cs = 1,9596
Ck = 5,6146
Tidak
Memenuhi
Log NormalCs = Cv3
+ 3 Cv =
1,7229
Ck = Cv8 + 6 Cv6
+ 15 Cv4 + 16 Cv2
+ 3 = 8,7034
Cs = 0,3780
Ck = 0,3425
Tidak
Memenuhi
GumbelCs = 1,1396
Ck = 5,4002
Cs = 1,9596
Ck = 5,6146
Tidak
Memenuhi
Log Person
Tipe III
Selain nilai di atasMemenuhi

Gambar 7. Tangkapan layar input data hujan

Tabel 9. Besaran rancangan

KalaBesaran Rancangan
Ulang
(tahun)
NormalLog NormalGumbelLog Person III
260,283048,910553,875652,6389
586,909973,045790,941279,3596
10100,857397,5383114,2508100,0840
20112,2688130,8523136,6069119,0434
25114,4348144,3168141,4298129,8302
50125,2652195,4222165,5444154,7752
100134,1408270,8685187,2297182,1666

Kesimpulan

Berdasarkan dari penelitian yang telah dilakukan, dapat diambil kesimpulan sebagai berikut.

1. Produk pemrograman penelitian ini yaitu website analisis frekuensi yang dapat memudahkan dan

  • mempercepat perhitungan besaran rancangan menggunakan data hujan ataupun debit berbagai wilayah yang menghasilkan hasil olahan dengan kala ulang 2, 5, 10, 20, 25, 50, 100 tahun. Website dapat diakses secara terbuka melaui alamat domain yang ada.
  • 2. Tingkat ketelitian keluaran perhitungan program tinggi dengan nilai kesalahan relatif rata rata hingga 0,049.
  • 3. Terdapat kesalahan relatif signifikan terjadi pada hitungan uji Smirnov Kolmogorov Log Person III yaitu 4,155. Serta data yang digunakan untuk masukkan harus berupa angka dan titik (.) sebagai pemisah desimal.

Research Intelligence

Data from OpenAlex ↗

Metrics

0.00
FWCIfield-weighted
38th
Percentilevs same year + field
Article
Work type
Open Access

Semantic Profile AI-classified research signals

level 0

Institution Network

References

  1. Amin, M. T., Rizwan, M., & Alazba, A. A. (2016). A best-fit probability distribution for the
  2. estimation of rainfall in northern regions of Pakistan. Open Life Sciences, 11(1), 432–440. https://doi.org/10.1515/biol-2016-0057 DOI: 10.1515/biol-2016-0057
  3. Aprianto, S. G. (n.d.). Panduan Praktis Pemrograman PHP untuk Pemula. Arbaningrum, R. (2015). Hidrologi CIV202. Universitas Pembangunan Jaya.
  4. Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Sleman. (n.d.). Peta peta. Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Sleman. Retrieved October 22, 2020, from https://bappeda.slemankab.go.id/peta-tata-guna-lahan
  5. Basuki, ., Winarsih, I., & Adhyani, N. L. (2009). Analisis Periode Ulang Hujan Maksimum dengan Berbagai Metode. Agromet, 23(2), 76. https://doi.org/10.29244/j.agromet.23.2.76-92 DOI: 10.29244/j.agromet.23.2.76-92
  6. De Michele, C., & Avanzi, F. (2018). Superstatistical distribution of daily precipitation extremes: A worldwide assessment. Scientific Reports, 8(1), 1–11. https://doi.org/10.1038/s41598-018-31838-z DOI: 10.1038/s41598-018-31838-z
  7. Ferguson, T. S. (n.d.). JavaScript – NormalDistribution Function. UCLA Department of Mathematics. Retrieved November 10, 2020, from https://www.math.ucla.edu/~tom/distributions/normal.html
  8. Flores, A. (2016). Implementation of the function NORMSINV of EXCEL in PHP. GitHub. https://gist.github.com/alejandrofloresm/84d65e67de66a56e90c3db2a28d5fda1
  9. Haryono, A. T. E., & Erdianto, F. (2008). Perencanaan Jaringan Drainase Sub Sistem Bandarharjo Barat. Universitas Diponegoro.
  10. Ismail, M. R., Setyanto, & Zakaria, A. (2015). Analisis Perhitungan Daya Dukung Pondasi Footplate dengan Menggunakan PHP Script. Jurnal Rekayasa Sipil Dan Desain, 3(3), 483–492.
  11. Koeda, M. (2010). File Source for Functions.php. Osaka University. http://www.osakac.ac.jp/labs/koeda/tmp/phpexcel/Documentation/API/__filesource/fsource_PHPExcel_Calculation__PHPExcelCalculationFunctions.php.html#a4515
  12. Kurniawan, A. (1998). Analisis Frekuensi dalam Bidang Sumber Daya Air dengan Menggunakan Program Excel Visual Basic for Application. Universitas Gajah Mada.
  13. Magnusson, P. (2011). Compute the quantile function for the normal distribution. - like Excel NORMINV. GitHub. https://gist.github.com/kmpm/1211922/a32bf34abad2159915a0de227a6a428a72d5f2a6
  14. Rogoyski, M. (2016). GitHub - markrogoyski/math-php: Powerful modern math library for PHP: Features descriptive statistics and regressions; Continuous and discrete probability distributions; Linear algebra with matrices and vectors, Numerical analysis; special mathematical fu. GitHub. https://github.com/markrogoyski/math-php