PENDAHULUAN
Media sosial merupakan ruang yang digunakan orang-orang untuk bersosialisasi secara daring tanpa dibatasi ruang dan waktu (Taprial, 2012). Lebih lanjut, media sosial seperti Instagram, Facebook, Twitter, serta Whatsapp menjadi contoh media sosial yang digunakan oleh orang-orang untuk melanggengkan keperluan tersebut. Aplikasi TikTok merupakan salah satu aplikasi dalam telepon pintar berbasis media sosial yang memberikan keleluasaan bagi penggunanya, terutama dalam mengekspresikan diri. Menurut Mackenzie & Nichols (2020: 288-289), TikTok merupakan salah satu media sosial yang memungkinkan penggunanya untuk menciptakan konten variatif seperti konten komedi, edukasi, tantangan (challenge), serta tarian (dance) dengan memanfaatkan fitur berupa penyuntingan dan pembuatan video. Aplikasi buatan ByteDance, perusahaan internet di Beijing ini selalu digemari oleh para pengguna yang berasal dari kalangan anak muda
karena fiturnya yang mudah digunakan untuk membuat video dan musik kreatif, terutama di Cina (Hui, 2017).
Kepopuleran aplikasi ini juga meluas hingga negara Indonesia, dibuktikan dengan maraknya penggunaan aplikasi ini. Studi yang dilakukan oleh Susilowati (2018) menemukan aplikasi TikTok menjadi sarana personal branding bagi penggunanya, @bowo_ allpenliebe untuk meningkatkan followers (pengikut) di media sosial lainnya, Instagram. Personal branding yang digunakan di antaranya adalah penampilan dengan gaya anak muda (cara berpakaian), tindakan (lipsync lagu), sehingga pengguna @bowo_alpenliebe dapat meraih jumlah followers yang cukup banyak di Instagram dengan memanfaatkan fitur di aplikasi TikTok. Selain itu, studi lainnya telah dilakukan Putri (2019) yang menemukan pemanfaatan aplikasi TikTok memungkinkan komunikasi nonverbal yang akan dimengerti oleh pengguna dan penonton videonya, yakni melalui interaksi simbolis seperti ekspresi muka, gerakan atau gestur tubuh, serta tindakan komunikatif antara pengguna dan penontonnya. Melalui aspek tersebut, pengguna TikTok seperti @bowo_alpenliebe, @Nurraini, @Nadia Zerlinda mengekspresikan interaksi simboliknya dalam video jahil (prank) pada pengguna lain yang menonton video pada akunnya; bahwa teknologi memungkinkan interaksi tanpa dialog atau kata. Kedua studi ini merupakan bukti bahwa aplikasi TikTok merupakan aplikasi populer di Indonesia yang dimanfaatkan oleh pihak tertentu untuk melanggengkan tujuannya masing-masing. Melihat dari akun pengguna yang dipaparkan dalam kedua analisis tersebut, aplikasi TikTok juga menjadi aplikasi yang dekat dengan wacana anak muda dengan pemanfaatan fitur penyuntingan video, musik, serta konten yang diciptakannya.
Penggunaan aplikasi TikTok juga merupakan sebuah upaya memanfaatkan waktu luang yang dapat memberikan keuntungan bagi penggunanya, seperti personal branding dan pembentukan identitas. Tindakan pengguna @bowo_alpenliebe, @Nurraini, serta @Nadia Zerlinda merupakan pemanfaatan waktu luang sesuai dengan kemampuan diri mereka untuk mencapai kepuasan atau tujuan tertentu, seperti yang dipaparkan Stebbins (2012: 4). Pemanfaatan waktu luang dengan menggunakan TikTok juga dimanfaatkan oleh beberapa penggunanya untuk menciptakan identitas mereka yang lain dari diri yang berada di dunia nyata. Kesempatan ini dapat terwujud karena aplikasi TikTok merupakan ruang siber (cyberspace) yang memungkinkan seseorang untuk membagi identitas dirinya dalam ruang tersebut dengan bantuan mediasi komputer (Computer-Mediated Communication) (Wood & Smith, 2005: 4-5). Tidak hanya itu, ruang siber juga memungkinkan perlintasan identitas yang melekat pada tubuh seseorang seperti jenis kelamin, usia, bentuk tubuh, serta atribusi pakaian yang dipakai orang tersebut (Wood & Smith, 2005: 57). Perlu diperhatikan bahwa seseorang tidak sepenuhnya menghilangkan identitasnya di dunia nyata, namun seseorang menggunakan ruang siber sebagai perluasan dan penggandaan dirinya dari dunia nyata.
Menurut Balsamo (2000), ruang siber memungkinkan seseorang mengonstruksi tubuh virtual yang menetralkan atribusi sosial pada tubuh di dunia nyata. Pada akhirnya, seseorang dengan leluasa memanfaatkan situasi ini untuk menggandakan dan memperluas identitas mereka di ruang siber, yang menurut Tajfel (dalam Cui, Rui, & Su, 2016: 484) menjadi sebuah pemanfaatan untuk mewujudkan identitas personal. Lebih lanjut, Tajfel (dalam Gudykunst & Mody, 2002: 225) memaparkan identitas personal merupakan kemampuan seseorang untuk mengidentifikasi atribusi dirinya sendiri, yang juga dikonstruksi secara sosial oleh kelompok masyarakat tempat ia tinggal. Adapun aspek karakteristik individu yang dipengaruhi tersebut, menurut Tajfel (2010) meliputi orientasi personal, nilai-nilai individu, serta ekspresi diri. Orientasi personal meliputi cara seseorang berkomunikasi dengan orang lain. Nilai-nilai individu yang merupakan nilai yang dipegang teguh oleh seseorang guna mempertahankan rasa percaya dirinya ketika melakukan komunikasi dengan orang lain. Sementara itu, ekspresi diri merupakan cara seseorang mengekspresikan dirinya ketika melakukan komunikasi dengan orang lain. Berkenaan dengan keajekan identitas, Woodward (2004) menyatakan proses interaksi antara individu dengan struktur sosial tertentu menyebabkan identitas menjadi cair (fluid) dan selalu berubah (dinamis). Oleh karena itu, identitas sosial merupakan hal yang tidak ajek karena akan selalu mengalami perubahan dan bergerak sesuai dengan identifikasi tatanan sosial tertentu terhadap seseorang.
TikTok telah menjadi aplikasi media sosial yang populer diunduh dari playstore, yakni sebanyak 1 miliar kali unduhan pada bulan Maret 2020, yang juga menjadi awal mula pelaksanaan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) di Indonesia sebagai reaksi terhadap pandemi Covid-19 (Rizal, 2020). Diberlakukannya PSBB ini menyebabkan masyarakat Indonesia, khususnya artis seperti Nia Ramadhani, Inul Daratista, serta Gisella Anastasia mengunduh aplikasi TikTok sebagai hiburan saat pandemi Covid-19 (Adityasari, 2020). Fenomena ini merupakan pembuktian dari pemaparan Bourdieu (dalam Tomlinson, 2004: 168), bahwa habitus dan kapital budaya (dalam hal ini, artis yang mengunduh TikTok) membentuk sebuah arena (aplikasi TikTok) untuk mengisi waktu luang saat masa PSBB yang menarik agen lainnya (masyarakat Indonesia) untuk mengunduh aplikasi ini. Hal ini juga merupakan bukti bahwa mengunduh dan menggunakan Tik-Tok sebagai pengisi kegiatan waktu luang dapat menciptakan suatu lingkup sosial, yang dibentuk dan dipengaruhi para agen sosialnya.
Salah satu pengguna Tiktok dengan nama akun @adyroswady72 memanfaatkan momen PSBB ini untuk mengisi waktu luangnya. Pengguna akun @adyroswady72 ini teridentifikasi sebagai seorang bapak, namun ia gemar menciptakan konten-konten dalam TikTok dengan memanfaatkan fitur penyuntingan video dan musik. Konten-konten yang diciptakan juga merupakan konten-konten yang dianggap akan digemari oleh pengguna TikTok lainnya, seperti video transisi dipadukan dengan musik tertentu, serta dance dengan berpenampilan layaknya anak muda (jaket kulit, hoodie, topi, kacamata hitam). Hal ini menjadi fenomena untuk dianalisis, dengan alasan bahwa aplikasi TikTok merupakan aplikasi yang lekat dengan wacana anak muda. Kompleksitas identitas pengguna akun @ adyroswady72 menjadi fokus utama yang disorot dalam analisis ini; konstruksi identitas akun @adyroswady72 dalam aplikasi TikTok.
METODE
Metode penelitian deskriptif kualitatif merupakan metode yang digunakan untuk menganalisis persoalan tersebut. Menurut Creswell (2012: 20), penelitian kualitatif merupakan sebuah upaya untuk mengumpulkan informasi dengan berinteraksi secara intens dan langsung terhadap subjek atau objek analisis dengan teknik tertentu, guna memperoleh data yang relevan untuk dianalisis menggunakan pendekatan-pendekatan tertentu. Hasil analisis data berupa sebuah pernyataan atau pemaparan terhadap persoalan dalam suatu analisis, berbentuk laporan deskriptif (Merriam, 1998: 29-30) .
Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik observasi. Menurut Supriyati (2011: 46), observasi merupakan teknik mengumpulkan data dengan melakukan pengamatan terhadap subjek penelitian dalam kurun waktu tertentu berdasarkan kebutuhan analisis. Observasi dilakukan terhadap akun @adyroswady72 melalui aplikasi Tik-
Tok selama masa PSBB pandemi Covid-19, terhitung mulai 15 April 2020 hingga 15 Mei 2020. Data yang dikumpulkan berupa aktivitas akun @adyroswady72 dalam aplikasi TikTok dalam kurun waktu tersebut, berupa konten video yang dibuat olehnya, frekuensi dilihat dan dibagikannya suatu konten yang ia telah buat, kemudian respons atau komentar serta jumlah "likes" yang diberikan oleh pengguna TikTok lainnya. Penentuan waktu observasi ini bertujuan untuk membatasi data serta menjaga kestabilan dan objektivitas data guna mendapatkan informasi yang kemudian dianalisis menggunakan pendekatan tertentu.
Data hasil observasi tersebut kemudian dianalisis menggunakan teori cyberspace yang dikemukakan oleh (Wood & Smith, 2005: 4-5) sebagai ruang untuk membagi identitas diri, kemudian teori cyberspace sebagai pembentukan identitas virtual yang dikemukakan oleh Balsamo (2000). Kedua teori ini digunakan untuk mengungkap aktivitas akun @adyroswady72 dalam kurun waktu tertentu sebagai upaya perluasan atau pembentukan identitas dirinya dari dunia nyata menuju dunia maya; sejauh mana ia memperluas atau membentuk identitasnya di dalam TikTok. Selanjutnya, teori identitas sosial menurut Tajfel (dalam Gudykunst & Mody, 2002: 225) memaparkan identitas personal yang merupakan identitas yang diyakini dan dikonstruksi secara personal dan sosial oleh kelompok masyarakat tempat ia tinggal, menjadi langkah awal analisis data. Kemudian, karakteristik yang diidentifikasi oleh orang lain dalam suatu kelompok sosial, yang menurut Tajfel (2010) meliputi orientasi personal, nilai-nilai individu, serta ekspresi diri akan digunakan untuk menganalisis aktivitas akun @adyroswady72. Orientasi personal meliputi cara seseorang berkomunikasi dengan orang lain, nilai-nilai individu yang merupakan nilai yang dipegang teguh oleh seseorang guna mempertahankan rasa percaya dirinya ketika melakukan komunikasi dengan orang lain, sedangkan ekspresi diri merupakan cara seseorang mengekspresikan dirinya ketika melakukan komunikasi dengan orang lain. Melalui teori ini, konten video yang dibuat oleh akun @adyroswady72 menjadi aspek selanjutnya yang dianalisis untuk mengetahui sejauh mana akun ini mempraktikkan serta mempertahankan identitas virtualnya, serta reaksi dari para pengguna lainnya melalui fitur-fitur di dalam TikTok. Hasil penelitian berupa deskripsi dari isu analisis; bagaimana pemilik akun @adyroswady72 memperluas atau menggandakan identitas dirinya. Kemudian, sejauh mana identitas dirinya di dalam TikTok diubah dan diidentifikasi oleh pengguna TikTok lainnya yang ditunjukkan oleh reaksi mereka juga menjadi hasil penelitian ini. Interpretasi temuan kemudian berupa pernyataan bahwa TikTok sebagai aktivitas waktu luang memungkinkan penggunanya untuk memperluas atau menggandakan identitas dirinya agar berterima dalam suatu kelompok sosial.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Objek penelitian berupa salah satu akun media sosial, yakni akun TikTok dengan nama pengguna @adyroswady72. Akun ini merupakan salah satu akun yang berupaya untuk memanfaatkan waktu luang dengan kegiatan yang menghasilkan sesuatu, yakni perluasan identitas diri. Pemanfaatan waktu luang ini menjadi fokus analisis untuk memaparkan upaya akun @adyroswady72 dalam memperluas identitas dirinya ke dalam media sosial TikTok yang lekat dengan anak muda. Selain itu, analisis juga difokuskan pada keberterimaan dirinya ke dalam kelompok sosial TikTok. Akun @adyroswady72 ini telah menunjukkan upayanya melalui orientasi personal, ekspresi diri, serta nilai-nilai individu yang ia miliki untuk memperluas identitas dirinya ke dalam TikTok, yang ia lakukan khususnya pada masa PSBB wabah Covid-19. Hal ini juga merupakan bukti bahwa
media sosial TikTok tidak selalu lekat dengan anak muda; kreativitas dan konten menjadi penentu konstruksi dan perluasan identitas yang dapat dilakukan oleh berbagai kalangan.
Akun TikTok @adyroswady72 dan Aktivitasnya
Akun TikTok dengan nama pengguna @adyroswady72 merupakan akun yang bermuatan konten video kreatif seperti dance cover (menirukan tarian diiringi musik), dance, serta konten andalannya, penyuntingan video dengan efek transisi, yang sewaktu-waktu ia kolaborasikan dengan pengguna TikTok lainnya. Gambar berikut diambil menggunakan fitur screenshoot dalam smartphone pada tanggal 15 Mei 2020, bertepatan dengan hari terakhir observasi.
Merujuk pada gambar 1, beberapa fitur yang terdapat dalam tampilan akun Tik-Tok dapat diidentifikasi, seperti nama pemiliki akun di bagian atas tengah (Ady Roswadi), foto profil pemiliki akun dilanjutkan dengan identitas virtual akun tersebut untuk memudahkan pencarian dalam TikTok (@adyroswadi72). Selanjutnya, tulisan Following dan angka yang tertera (223) menunjukkan jumlah pengguna lain yang diikuti oleh akun ini. Kolom bertuliskan followers dan angka 97.0K menunjukkan pengguna TikTok lain yang mengikuti akun ini, yakni sebanyak 97.000 pengguna. Selanjutnya, tulisan Likes dan 1.4M menunjukkan jumlah likes yang diterima oleh akun ini, yaitu sebanyak 1.4 juta likes. Pada baris selanjutnya terdapat tulisan message yang mengizinkan pengguna lain untuk mengirimkan pesan pribadi pada akun ini, disusul oleh tanda ceklis bergambar orang serta gambar kamera kotak. Tanda ceklis bergambar orang tersebut menunjukkan akun TikTok milik peneliti telah mengikuti akun ini, sementara gambar kamera kotak merupakan tautan untuk media sosial lainnya, yakni Instagram. Profil akun ini juga
Gambar 1 Akun TikTok @adyroswady72 (dokumentasi pribadi)
diakhiri oleh susunan konten-konten yang diunggah berdasarkan urutan waktu. Konten teratas (tiga konten), merupakan konten-konten yang baru saja diunggah oleh akun ini, dan dapat ditonton dengan mengetuk layar smartphone untuk durasi penuhnya.
Fitur-fitur tersebut merupakan fitur-fitur utama yang tampak ketika pengguna lain mengakses akun seseorang, dalam hal ini, akun @adyroswady72 sedang dilihat oleh akun peneliti. Pengguna lain menjadi penonton yang akan menyaksikan konten-konten yang telah dibuat dan diunggah ke halaman awal ini, yang akan diurutkan oleh algoritma Tik-Tok secara otomatis. Merujuk pada foto profil yang dipajang pada akun ini, pemilik akun menggunakan foto pribadinya sebagai rujukan pengguna lain untuk mengetahui rupa atau wujud pemilik akun ini, yang dibuktikan dengan konten-konten videonya. Hal ini juga yang menjadi sebuah konsiderasi dalam membahas identitas akun @adyroswadi72 yang dalam pengamatan sekilasnya masih menunjukkan identitas dunia nyata, yakni sebagai seorang bapak, yang membuat konten video kreatif seperti dance cover, transisi video, dan dance.
Aktivitas serta Konstruksi Identitas Sosial @adyroswady72 selama Masa PSBB Wabah Covid-19 dalam TikTok
Berdasarkan observasi, aktivitas akun @adyroswady72 selama masa pandemi didominasi oleh tiga jenis konten, yakni konten video kolaborasi yang menggunakan efek transisi video, dance, serta dance cover. Ketiga konten dianggap menunjukkan kekhasan dari akun TikTok @adyroswady72 karena ia konsisten mengunggah konten dengan ketiga tema tersebut selama masa observasi. Kemudian, reaksi serta tanggapan pengguna Tik-Tok lain yang menonton konten videonya menjadi perantara bagi akun @adyroswady72 untuk melanggengkan identitas sosialnya di dalam TikTok. Konstruksi identitas sosial kemudian menentukan identitas akun @adyroswady72 menjadi diri yang melakukan perluasan dan penggandaan di dalam ruang siber; @adyroswady72 sebagai pengguna Tik-Tok yang ekspresif dan dianggap muda serta @adyroswady72 sebagai bapak.
Konstruksi identitas akun @adyroswady72 dalam hal ini terlihat dari aspek orientasi personal, nilai-nilai individu, serta ekspresi diri, yang diperlihatkan melalui upaya akun ini untuk membuat konten dengan menirukan pose dan ekspresi tersebut guna mendapatkan perhatian dari pengguna TikTok lainnya. Dalam aspek orientasi personal, perhatian yang didapatkan akun ini telah teridentifikasi melalui fitur TikTok dalam gambar 2.
Dalam gambar 2 , terlihat lambang panah kecil di setiap sudut kiri konten diikuti oleh angka. Fitur tersebut menunjukkan jumlah konten seseorang dilihat dan dimainkan oleh pengguna lainnya. Adapun konten video dance cover yang ditampilkan pada gambar sebelumnya telah dimainkan dan dilihat sebanyak 342 ribu kali (gambar urutan pertama sebelah kiri bagian bawah). Dalam hal ini, akun @adyroswady72 telah sukses menarik perhatian para pengguna TikTok lainnya dan merupakan tahap awal konstruksi identitasnya dalam dunia virtual. Kesuksesan akun ini dalam meraih perhatian pengguna lain dalam TikTok kemudian menyebabkan adanya identifikasi identitas, baik dari akun @adyroswady72 maupun akun lain yang merupakan kelompok sosial di dalam TikTok. Selanjutnya, orientasi personal dan ekspresi diri dilanggengkan melalui gambar 3.
Gambar 2 Fitur TikTok yang menunjukkan jumlah dance cover @adyroswady72 dimainkan (dokumentasi pribadi)
Gambar 3 Dance cover serta tanggapan dan komunikasi akun @adyroswady72 dengan pengguna lainnya (dokumentasi pribadi)
Gambar di atas merupakan gambar yang diambil menggunakan fitur screenshoot ketika akun @adyroswady72 melakukan dance cover bersama dengan anaknya (kolom sebelah kiri) pada tanggal 15 April 2020. Pose, ekspresi, serta gestur yang diperlihatkan olehnya mencoba menirukan pose, ekspresi, serta gestur yang diperlihatkan oleh pengguna TikTok lain, yakni akun @gilmhercroes (kolom sebelah kanan). Dalam sesi dance cover ini, akun @adyroswady72 memeragakan pose serta ekspresi seperti menjulurkan lidah dan mata melirik ke atas sebagaimana diperagakan oleh pengguna TikTok @gilmhercroes yang berada di kolom sebelah kanan. Video ini telah disukai oleh 6.141 pengguna TikTok lainnya, dikomentari oleh 40 pengguna lainnya, serta telah dibagikan ke sesama pengguna atau aplikasi lainnya sebanyak 25 kali. Jumlah disukai, dikomentari, serta dibagikan merupakan jumlah observasi terakhir pada 15 Mei 2020.
Orientasi personal yang dilakukan akun @adyroswady72 seperti membuat konten video dance cover untuk menarik perhatian pengguna TikTok lain, kemudian video dance cover-nya yang ia lakukan bersama akun @gilmhercroes, menunjukkan upaya komunikasi @adyroswady72 pada suatu kelompok sosial (pengguna lain dalam TikTok). Adapun aspek ekspresi diri yang dilakukan oleh akun @adyroswady72 merupakan ekspresi dirinya dalam video dance cover tersebut, yang merupakan bukti bahwa dirinya mampu menirukan gaya yang diperagakan oleh @gilmhercroes yang lebih luwes. Meskipun dalam hal ini, akun @adyroswady72 tidak secara utuh menirukan ekspresi dan pose akun @gilmhercroes, kelompok sosial dalam TikTok (pengguna lain) memberikan respons dan tanggapan mereka melalui fitur suka, komentar, dan bagikan. Tanggapan lainnya juga ditunjukkan melalui fitur komentar, beberapa contohnya adalah akun @raygoni dengan komentarnya "Anak ama ayah jadi gitu sih ahaha!! Ngakak". Komentar ini merupakan komentar teratas yang mendapatkan banyak suka dari pengguna lainnya, menandakan pengguna lainnya setuju terhadap komentar akun ini. Kemudian, komentar ini juga telah disukai oleh akun @adyroswady72, yang merupakan bentuk komunikasi dalam TikTok; orientasi dan ekspresi diri yang saling berkelindan. Interaksi dan komunikasi ini tentunya mengonstruksi identitas @adyroswady72 sebagai seorang bapak yang dekat dengan anaknya, namun juga sebagai seorang pengguna TikTok yang menghibur dengan konten videonya. Hal ini menjadi bukti bahwa identitas virtual memungkinkan adanya perluasan identitas dunia nyata. Selain itu, komentar dan tanggapan serta kemampuan TikTok dalam menyatukan pengguna dari berbagai kalangan dalam satu situasi (dance cover) menjadi bukti bahwa TikTok tidak diciptakan khusus untuk kalangan tertentu saja (anak muda), namun untuk berbagai kalangan; ruang siber menjadi situs perlintasan norma dan identitas sosial dunia nyata.
Aktivitas selanjutnya merupakan video dengan konten kolaborasi bersama pengguna akun lainnya di TikTok, yakni akun @ernayunie, untuk menciptakan konten berupa transisi video. Transisi video ini merupakan ciri khas dari akun @adyroswady72.
Gambar 4 Fitur TikTok yang menunjukkan jumlah video kolaborasi yang dimainkan @ adyroswady72 (dokumentasi pribadi)
Melalui gambar 4, orientasi personal kembali dilakukan oleh akun @adyroswady72 guna menarik perhatian pengguna TikTok lainnya. Hal ini dibuktikan melalui kontennya yang telah ditonton dan dimainkan oleh pengguna TikTok lainnya sebanyak 6.272 kali (gambar urutan pertama dari kiri bagian tengah). Situasi ini tentunya menciptakan pola interaksi dan komunikasi yang kembali tercipta di antara akun @adyroswady72 dan pengguna TikTok lainnya untuk mengonstruksi identitas akun @adyroswady72 dalam TikTok. Aspek orientasi personal dan ekspresi diri juga dilanggengkan melalui gambar 5.
Gambar 5 merupakan gambar video kolaborasi yang dilakukan oleh akun @adyroswady72 dengan akun @ernayunie yang bermuatan konten efek transisi video, ciri khas konten @adyroswady72 dipadukan dengan musik. Efek transisi video digunakan oleh akun @adyroswady untuk menarik perhatian para pengguna lain dengan keunikannya. Perpaduan antara pose, gestur, pakaian (hoodie, kacamata hitam serta topeng) dan efek penyuntingan video, tarian akun @ernayunie diikuti oleh musik, menjadi konten video unik yang dibuat. Sesuai dengan hasil observasi yang dilakukan hingga 15 Mei 2020, sebanyak 347 pengguna menyukai konten tersebut, dikomentari oleh 20 pengguna, serta telah dibagikan sebanyak 9 kali.
Aspek orientasi personal serta ekspresi diri ditunjukkan oleh beberapa bagian dalam konten ini. Akun @adyroswady72 yang unik dengan efek transisi videonya dan perpaduan gestur, pose, serta tarian @ernayunie menjadi upaya akun @adyroswady72 untuk membuka komunikasi dan interaksi dengan pengguna TikTok lain. Hal ini juga sekaligus menjadi ekspresi diri @adyroswady72 untuk menjelajahi bakatnya dalam menyunting video. Keahliannya menyunting video menjadi salah satu aspek akun @adyroswady72 menerima reaksi dan tanggapan. Kolom komentar yang ditunjukkan oleh gambar di atas sebelah kanan memperlihatkan tanggapan dan reaksi pengguna lain TikTok. Pengguna @crunchycili menanggapinya dengan tanggapan sebagai berikut, "BAPKK KNP AKU
Gambar 5 Konten video kolaborasi @adyroswady72 serta tanggapan pengguna TikTok lainnya (dokumentasi pribadi)
GBS TRANSITIONNNN (emoji)". Komentar tersebut disukai oleh @adyroswady72. Komentar lainnya dikemukakan oleh akun @mhnfirdaus dengan perkataan sebagai berikut, "mantap om & bunda erna". Kedua komentar tersebut disukai oleh pencipta konten juga mengonstruksi identitas @adyroswady72 dalam TikTok. Identitas @adyroswady72 kemudian dilekatkan dengan bapak yang senang menggunakan efek transisi video serta sebagai paman (om). Oleh sebab itu, aspek orientasi personal dan ekspresi diri telah melanggengkan konstruksi identitas @adyroswady72, melalui tanggapan dan respons pengguna lain TikTok, juga sebagai upaya @adyroswady72 untuk berterima dalam kelompok sosial dalam TikTok. Perluasan identitas dunia nyata bapak @adyroswady72 ke dalam dunia virtual juga dibuktikan melalui tanggapan pengguna akun TikTok lainnya. Tanggapan, komentar, serta kreativitas @adyroswady72 juga membuktikan TikTok dapat digunakan oleh berbagai kalangan dengan memanfaatkan fitur-fiturnya untuk menciptakan konten kreatif, dalam hal ini, efek transisi video @adyroswady72.
Konten video yang dibuat oleh @adyroswady72 selanjutnya adalah video dance yang ia lakukan seorang diri, tetapi diiringi musik tertentu. Dalam pembuatan konten ini, akun @adyroswady72 mengenakan pakaian tertentu untuk mendukung penampilan dirinya.
Gambar 6 Fitur TikTok yang menunjukkan jumlah dance video dimainkan (dokumentasi pribadi)
Orientasi personal akun @adyroswady72 yakni berupaya untuk menarik perhatian pengguna TikTok lainnya. Hal ini dibuktikan melalui kontennya yang telah ditonton dan dimainkan oleh pengguna TikTok lainnya sebanyak 7.112 kali (gambar urutan kedua paling bawah). Pola interaksi dan komunikasi juga kembali tercipta di antara akun @ adyroswady72 dan pengguna TikTok lainnya untuk mengonstruksi identitas akun @adyroswady72 dalam TikTok. Aspek orientasi personal dan ekspresi diri juga dilanggengkan melalui gambar 7.
Gambar 7 Konten video dance @adyroswady72 serta tanggapan pengguna TikTok lainnya (dokumentasi pribadi)
Gambar 7 merupakan gambar video dance yang dilakukan akun @adyroswady72 berupa dirinya yang menari mengikuti irama musik dengan gerakan-gerakan tertentu seperti mengepalkan tangannya dan menggoyangkan kepala serta badannya. Dalam video ini, efek slow motion juga digunakan untuk menambah keunikan kontennya didukung dengan pakaian @adyroswady72 (kacamata hitam, topi, serta kemeja dengan kerah yang dibuka sedikit). Video dance ini telah menarik perhatian para pengguna TikTok lainnya, ditunjukkan dengan jumlah suka sebanyak 403 pengguna, dikomentari oleh empat orang, serta dibagikan sebanyak dua kali sesuai dengan hasil observasi yang dilakukan hingga 15 Mei 2020.
Akun @adyroswady72 melanggengkan orientasi personal serta ekspresi dirinya melalui konten video dance yang ia buat, dipadukan dengan gerakan-gerakan tertentu, serta pakaian yang dianggap mendukung untuk menarik perhatian pengguna TikTok lainnya (kacamata hitam, topi, kemeja dengan kerah yang dibuka sedikit). Terdapat tanggapan yang diutarakan oleh pengguna lainnya, seperti yang dituliskan akun @dewigemoybngt, "dari bapak-bapak yang lain ini yang paling serius mainnya wkwkwkwk". Adapun respons akun @adyroswady72 terhadap komen tersebut dengan menyukai komentar akun @dewigemoybngt. Terdapat hubungan resiprokal antara proses interaksi dan komunikasi akun @adyroswady72 dan pengguna TikTok lainnya; pengguna lain berupaya mengidentifikasi serta mengonstruksi identitas diri akun @adyroswady72 dalam dunia virtual (Tik-Tok). Hubungan ini juga memperkuat akun @adyroswady72 sebagai orang yang berterima pada lingkup TikTok yang merupakan kelompok sosial tertentu. Keberterimaan ini juga menjadi bukti perluasan identitas bapak di dunia nyata, yakni bapak sebagai orang tua serta bapak sebagai pengguna TikTok yang serius memanfaatkan fitur-fitur TikTok untuk membuat konten yang sedang digemari pengguna TikTok lainnya. Kemudian, hal tersebut juga membuktikan media sosial TikTok sangat terbuka untuk berbagai kalangan yang ingin menciptakan konten kreatif dan menyalurkan keahliannya, dari berbagai kalangan di luar anak muda; @adyroswady72 sebagai orang tua dan bapak berkreasi di dalam TikTok. Oleh karena itu, keseriusan bapak @adyroswady72 serta keahliannya menjadi faktor utama keberterimaan dirinya di dalam TikTok yang lekat dengan wacana anak muda, sekaligus mematahkan anggapan bahwa TikTok lekat dengan anak muda saja.
Nilai-nilai Individu @adyroswady72 serta Konstruksi Identitas dalam TikTok
Nilai-nilai individu meliputi sikap dan perilaku yang ditunjukkan oleh akun @ adyroswady72 dalam TikTok, yakni konsistensinya dalam mengunggah konten-konten selama masa PSBB wabah Covid-19. Hal tersebut dibuktikan dengan konten-kontennya yang mulai mencirikan penggunaan masker dalam setiap konten yang diciptakannya, khususnya efek transisi video dan dance video.
Penambahan atribusi masker juga digunakan cukup konsisten oleh akun @adyroswady72. Konsistensi ini juga sebagai upaya @adyroswady72 untuk tetap memakai identitas dunia nyatanya ke dunia virtual. Penambahan atribusi tersebut juga tidak terlalu berpengaruh pada tanggapan dan komentar pengguna lainnya terhadap konten @adyroswady72, karena perilaku dan sikapnya yang selalu konsisten dalam mengunggah video dengan ketiga konten andalannya (transisi video, dance, dan dance cover). Merujuk pada jumlah suka, pengguna TikTok lain tetap menyukai salah satu konten video @adyroswady72 (sebanyak 347 pengguna) meskipun terdapat penyesuaian ketika PSBB diberlakukan dan keharusan mengenakan masker. Hal ini sesuai dengan penjelasan Morissan, Wardhani & Umarella (2010: 130) bahwa identitas diri selalu berhubungan erat dengan
Gambar 8 Konten video dance @adyroswady72 dengan masker (dokumentasi pribadi)
perspektif orang lain terhadap seseorang. Akun @adyroswady72 yang tetap konsisten dengan konten andalannya telah memperluas dirinya di dunia nyata hingga merambah ke dunia maya (virtual).
Selanjutnya, konsistensi ini juga diperlihatkan dari jeda waktu akun @adyroswady72 dalam mengunggah kontennya ke dalam TikTok. Berdasarkan observasi yang telah dilakukan dari 15 April hingga 15 Mei 2020, akun ini konsisten mengunggah kontennya yang diberi jeda selama dua atau satu hari saja. Ini merupakan sebuah isyarat bahwa akun @adyroswady72 memanfaatkan waktu luangnya untuk mengunggah konten ke dalam TikTok, sebagaimana pernyataan Stebbins (2012: 4) mengenai pemanfaat waktu luang sesuai dengan kemampuan untuk mencapai kepuasan tertentu. Semakin konsisten dan sering ia mengunggah konten, semakin banyak pula pengguna TikTok yang melihat dan menonton kontennya. Terutama, akun @adyroswady72 telah memiliki ciri khas tersendiri, yakni efek transisi video. Banyaknya pengguna yang datang mengunjungi akunnya menjadi kesempatan bagi @adyroswady72 yang merupakan seorang bapak di dunia nyata untuk memperluas identitas dirinya melalui interaksi dan komunikasi dirinya dengan kelompok sosial yang berada di TikTok. Maka dari itu, waktu luang saat PSBB menjadi momentum bagi @adyroswady72 untuk mengonstruksi identitasnya melalui ruang siber yang mampu melintasi batas-batas norma sosial, budaya, serta identitas yang menubuh seperti usia, ras, etnis, dan kelas sosial.
SIMPULAN
Media sosial merupakan suatu ruang siber yang mampu memperluas dan menggandakan identitas dunia nyata, di samping kegunaannya untuk memperoleh informasi dengan cepat. Berdasarkan fungsi tersebut, media sosial seperti Instagram, Facebook, Twitter selalu menjadi ruang bagi penggunanya untuk melanggengkan kepentingan mereka, seperti berbagi informasi. Akan tetapi, TikTok merupakan aplikasi yang lekat dengan anak muda disebabkan oleh fitur-fiturnya yang mudah untuk digunakan, seperti penyuntingan video, musik, serta efek-efek lainnya. Dalam hal ini, TikTok sebagai ruang siber telah memperluas identitas diri bagi bapak dengan nama akun TikTok @adyroswady72 karena TikTok mampu memperluas batas-batas tubuh bapak tersebut dari dunia nyata menuju dunia virtual. Identitas bapak sebagai orang tua di dunia nyata juga diperluas menjadi tubuh dengan identitas virtual yang tidak terpengaruh oleh batas-batas yang melekat, seperti ras, usia, etnis, dan kelas. TikTok sebagai aplikasi yang lekat dengan anak muda juga mengharuskan @adyroswady72 memanfaatkan fitur-fitur yang ada, yang kemudian menjadi salah satu aspek konstruksi identitas bapak di dalam TikTok. Kebutuhan interaksi dalam ruang siber membantu bapak @adyroswady72 mengonstruksi identitasnya, khususnya dalam aspek orientasi personal dan ekspresi diri, serta nilai-nilai yang dimiliki oleh @adyroswady72. Pengguna TikTok lainnya menjadi aspek pendukung konstruksi identitas @adyroswady72, karena identitas merupakan sesuatu yang tidak ajek, terus berubah dan berkembang, bergantung pada identifikasi orang lain terhadap diri, dalam hal ini, tanggapan dan reaksi pengguna TikTok lain terhadap bapak @adyroswady72. Berdasarkan pemahaman tersebut, @adyroswady72 telah berhasil memperluas dan mengonstruksi identitasnya di dunia siber, disebabkan konsistensinya dalam mengunggah konten-konten menarik yang menunjukkan ciri khasnya, serta memanfaatkan waktu luang pada masa PSBB wabah Covid-19. Selain itu, TikTok sebagai media sosial yang dianggap lekat dengan anak muda juga terpatahkan dengan keberterimaan akun bapak @adyroswady72 di dalam TikTok melalui kreativitas kontennya. Maka dari itu, TikTok telah menjadi situs perluasan identitas seseorang, dalam hal ini, @adyroswady72, sebagai seorang bapak yang kreatif, "om yang kekinian", bapak yang menghibur pengguna Tik-Tok lainnya, namun tanpa melepaskan identitas bapak dan orang tuanya di dunia nyata.
