1. Home
  2. Archives
  3. Vol 12 (2013) Issue 30
  4. Articles

PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR SEBAGAI PENUNJANG KETAHANAN NASIONAL SEBUAH PROVINSI (Studi Kasus : Kabupaten Yahukimo)

Abstract

Pemekaran wilayah Kabupaten Yahukimo pada dasarnya membawa dampak positif untuk keberlangsungan ketahanan nasional Provinsi Papua. Salah satu aspek penting dalam pemekaran wilayah untuk ditata dan disempurnakan adalah pembangunan infrastruktur. Pembangunan infrastruktur lebih dititikberatkan pada kebutuhan dan permasalahan wilayah pemekaran tersebut sehingga infrastruktur yang dibangun dapat bermanfaat dan menunjang keberlanjutan hidup masyarakat. Dengan demikian ketahanan nasional dapat tercapai. Kata kunci: pemekaran wilayah, pembangunan, infrastruktur The expansion of Yahukimo district basically has a positive impact on the sustainability of the national defense of Papua Province. One important aspect in the expansion of the area that is to be reorganized and enhanced is to build infrastructure. Infrastructure development should better be focused on the needs and problems of the area expansion hence the infrastructure built useful and supports the sustainability of the community and, subsequently, the national security could be achieved. Key Words: regional growth, development, infrastructure

Keywords

PENDAHULUAN

Provinsi Papua merupakan provinsi terujung dari NKRI dan berbatasan langsung dengan negara lain sehingga ketahanan nasional provinsi ini menjadi sangat penting. Salah satu parameter ketahanan nasional adalah pembagian wilayah yang dititikberatkan pada kebijakan tentang pemekaran wilayah. Sebagai upaya untuk mewujudkan hal tersebut, pemerintah Papua melakukan pemekaran wilayah, yaitu Kabupaten Yahukimo dari Kabupaten Jayawijaya berdasarkan Undang-Undang (UU) Nomor 26 Tahun 2002 dan diresmikan pada tanggal 11 Desember 2003.

Secara geografis Kabupaten Yahukimo terletak antara 138° 46' 83" BT - 140° 53' 32" BT dan 3° 34' 58" LS - 5° 3' 49" LS, Kabupaten Yahukimo berbatasan dengan :

Utara : Kabupaten Jayawijaya, Kabupaten Yalimo, Kabupaten Tolikara, dan Kabupaten Keero

Selatan : Kabupaten Asmat, Kabupaten

Mappi dan Kabupaten Boven

Digoel

Barat : Kabupaten Nduga, Kabupaten

Mimika.

Timur : Kabupaten Pegunungan Bintang

12

Gambar 1 Kabupaten Yahukimo

Luas wilayah Kabupaten Yakuhimo sekitar 17.152 km2 . Kabupaten ini memiliki 51

kecamatan, 517 desa, dan 1 kelurahan. Lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel berikut.

TABEL 1 JUMLAH KECAMATAN DI KABUPATEN YAHUKIMO TAHUN 2011

TABEL 1 JUMLAH KECAMATAN DI KABUPATEN YAHUKIMO TAHUN 2011
Kecamatan
JumlahJumlah
Ibu KotaKelurahanDesa
(1)(2)(3)(4)(5)
1KurimaObalma12122
2AnggrukYahulikma-1212
3NiniaNinia-1010
4DekaiDekai-1212
5ObioMunu-1313
6Suru-SuruSuru-suru-1313
7WusamaApdagma-1111
8AmumaAmuma-1313
9MusaikUsaregeik-1010
10PasemaPasema-77
11HogioPaima-88
12MugiKosihun-2020
13SobaSoba-66
14WerimaLokon-1414
15TangmaTangma-1010
16UkhaUkha-1111
17PanggemaPontenikma-1313
18KosarekKosarek-1111
19NipsanNipsan-88
20UbahakUbahak-1717
21PronggoliSiwikma-88
22WalmaWalma-88
23YahuliambutSobundalek-55
24HereapiniHereapini-1111
25UbalihiWanam-1111
26TalamboLelambo-99
27PuldamaPuldama-88
28EndomenEndomen-85
29KonaKona-55
30DirwemnaDirwemna-5
31HoluwonHoluwon-77
32LolatWanim-88
33SoloikmaWeawen-88
34SelaSela-1616
35KorupunKorupun-1212
36LangdaAlirji-99
37BomelaBomela-66
38SuntamonSuntamon-88
39SeradalaSeradala-99
40SobahamYalisomon-1313
41KabianggamaKabianggama-77
42KwelamduaDebula-1010
43KwikmaSilakma-1010
44HilipukHilapuk-77
45DuramDuram-66
46YogosemYogosem-77
47KayoKayo-77
48SumoSumo-1111
49SilimoSilimo-2020
50SamenageSamenage-99
51NalcaNalca-99
Yahukimo1517518

Sumber : BPS Kabupaten Yahukimo

Kabupaten Yahukimo sangat terkenal hingga ke luar negeri karena banyaknya suku asli (nama Yahukimo diambil dari empat suku yang bermukim, yaitu Yali, Hubla, Kimyal, dan Momuna) dan mempunyai dua daerah yang cukup terkenal untuk penggemar trecking, yaitu Kurima dan Anggruk. Ibukota kabupaten Yahukimo secara resmi berada di Sumohai, tetapi karena keterbatasan fasilitas, pusat pemerintahan sementara berada di Kota Dekai.

Sebagai kabupaten yang baru dikembangkan, tentunya pembangunan infrastruktur lebih diutamakan pada kebutuhan dan permasalahan di kabupaten tersebut.

KONDISI PERMASALAHAN KOTA DEKAI

Kota Dekai sebagai ibukota kabupaten telah memiliki infrastruktur di antaranya jalan dan bandara. Akan tetapi, Kota Dekai terancam banjir karena di sebelah utara kota Dekai terdapat Kali Kokamu yang besar, di sebelah barat bandara (Bandara Nop Goliat) kota Dekai terdapat Kali Braza yang juga besar, di timur bandara Nop Goliat terdapat Kali Bonto dan Kali Biru yang dijadikan drainase kota. Ancaman banjir terjadi pula di Bandara Nop Goliat dan telah beberapa kali terjadi pada musim penghujan akibat meluapnya Kali Braza yang terletak di sebelah barat bandara Dekai. Selain itu, akibat pengambilan material pasir dan batu di Kali Braza yang mengarah ke bandara Nop Goliat, menyebabkan alur Kali Braza yang memiliki lebar bervariasi hingga sekitar 300 meter ini semakin hari semakin mendekati bandara.

Untuk mengatasi hal tersebut perlu ketegasan dari pemerintah daerah setempat untuk menghentikan galian pasir dan batu di sekitar bandara Nop Goliat. Di beberapa tempat, saluran drainase ditutup warga untuk dijadikan kolam ikan dan sebagian saluran drainase tidak dapat menampung air sehingga terjadi genangan. Permasalahan lain adalah kecenderungan penduduk yang tinggal di bantaran sungai karena sungai merupakan lahan yang kaya dengan ikan bahkan bahan material seperti batu dan pasir.

Gambar 2 Kondisi jalan Kabupaten Yahukimo

Gambar 3 Saluran Drainase yang dijadikan kolam ikan oleh masyarakat

Gambar 4 Kondisi Saluran Drainase yang telah dibangun

Di bagian utara dan barat, untuk mengurangi debit Kali Bonto yang masuk ke Kota Dekai, dibuatlah sudetan ke Kali Braza. Saat ini proses normalisasi sudetan sedang dilakukan.

Gambar 5 Lokasi Sudetan dari Kali Bonto menuju Kali Braza

Gambar 6 Pekerjaan normalisasi sudetan Kali Bonto menuju Kali Braza

Gambar 7 Bekas galian material di Kali Braza dekat Bandara Dekai

Gambar 8 Banjir di depan halaman ruko

Pada gambar 8 tampak banjir di halaman ruko. Selain banjir di halaman ruko, banjir juga sering terjadi di daerah pasar dengan masalah sama, yaitu kurangnya sarana dan prasarana drainase yang memadai.

Gambar 9 Luapan air drainase di pasar Dekai Kabupaten Yakuhimo

Gambar 11 Tanggul Kali Braza yang dibangun tahun 2011, saat ini telah hilang (2013)

BANJIR DI BANDARA NOP GOLIAT DEKAI

Banjir juga kerap terjadi di bandara Dekai akibat limpasan dari Kali Braza tapi sekarang sudah teratasi dengan pembuatan tanggul di Kali Braza

Gambar 10 Depan Bandara

PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR DI KABUPATEN YAHUKIMO

Salah satu aspek penting untuk ditata dan disempurnakan dalam pembangunan infrastruktur untuk pemekaran wilayah seperti halnya Kabupaten Yahukimo ini adalah pengendalian banjir (drainase). Hal ini berdasarkan analisis kondisi dan permasalahan yang ada di ibukota kabupaten yaitu kota Dekai. Berikut ini berbagai alternatif penanganan/pengendalian banjir di lokasi studi :

  • 1. Normalisasi Kali Bonto (Ruas A, B, dan C) dengan menambah
    • lebar saluran
    • tinggi saluran
    • Tinggi jagaan (Freeboard)
  • 2. Pembuatan saluran primer yaitu ruas K
  • 3. Pembuatan saluran sekunder yaitu ruas D, M dan N

Pembangunan saluran drainase yang terbuat dari batu kali dengan bentuk penampang persegi empat dan trapesium.

1

Gambar 12 Skema Sistem Drainase Kota di Kabupaten Yakuhimo

Gambar 13 Sistem Drainase Kota di Kabupaten Yahukimo

USULAN KONSEP INFRASTRUKTUR UNTUK PENANGANAN BANJIR DI BANDARA NOP GOLIAT DEKAI.

Pada dasarnya perencanaan sebuah bandara tidak boleh terlanda banjir (Skep Menhub No.77-VI-2005 tentang Bandara). Sistem drainase yang direncanakan untuk bandara harus terjamin tidak terjadi banjir. Salah satu upaya agar bandara terbebas dari banjir adalah dengan disiapkannya pompapompa mekanik dan diterapkannya sistem polder.

Landasan pacu bandara Nop Goliat, Dekai, Kabupaten Yakuhimo memiliki panjang 1.500 meter. Rencana perpanjangan landasan ini hingga jalan kampung dapat mencapai 500 M sehingga panjang total landasan pacu mencapai 2.000 M. Apabila perpanjangan tersebut hingga ke jalan raya, penambahan dapat mencapai 800 meter sehingga panjang landasan akan mencapai 2.300 meter.

Gambar 14 Peta Bandara Nop Goliat, Dekai, Kabupaten Yahukimo

Yang menjadi masalah saat ini adalah berapa pun perpanjangan landasan pacu yang akan diambil, alternatif yang mungkin adalah ke arah utara-timur yang akan memotong Kali Bonto.Untuk itu, Kali Bonto harus direlokasi mengelilingi bandara, dan di landasan pacu tidak disarankan adanya gorong-gorong untuk melewatkan Kali Bonto karena sangat berisiko terjadinya banjir.

Mengingat elevasi landasan lebih rendah daripada tebing eksisting (bukan

tanggul) Kali Braza, disarankan elevasi landasan ditinggikan atau bandara dibuat sistem polder dan disiagakan pompa mekanik dan fasilitasnya.

Kali Bonto harus direlokasi bila perpanjangan landasan pacu baik sepanjang 500 meter maupun 800 meter. Hal tersebut dapat dilihat pada gambar 12 dan skema drainase berubah seperti gambar 15.

Gambar 15 Perubahan Skematisasi Aliran Drainase

Sebagai gambaran perpanjangan landasan pacu bandara disajikan informasi berikut. Klasifikasi landasan pacu didasarkan pada amandemen ke-36 ICAO hasil

konferensi ke IX yang mulai efektif berlaku sejak 23 Maret 1983 (ICAO, 1990), maka dibuat tabel Aerodrome Reference Code untuk menentukan kelas landasan pacu berikut.

TABEL II. KELAS PANJANG LANDASAN PACU

Kode AngkaAerodrome Reference Field Length (ARFL)
1< 800 meter
2800 –
1.200 meter
31.200

1.800 meter
4> 1.800 m

Tabel di atas menggambarkan landasan pacu Bandara Nop Goliat, Dekai, Kabupaten Yakuhimo dengan panjang eksisting 1.500

meter tergolong dalam kode angka 3, dan apabila diperpanjang baik 500 meter atau 800 meter akan masuk dalam kode angka 4.

JenisBentangPanjangBeratBeratBeratBeratMuatanPanjang
PesawatSayapPesawatLepasPendaratanKosongBahanMaksimumLandasan

TABEL III. PANJANG LANDASAN PACU UNTUK BERBAGAI JENIS PESAWAT

Jenis
Pesawat
Terbang
Bentang
Sayap
Panjang
Pesawat
Berat
Lepas
Landas
(Pon)
Berat
Pendaratan
(Pon)
Berat
Kosong
Operasi
(Pon)
Berat
Bahan
Bakar
(Pon)
Muatan
Maksimum
Penumpang
(orang)
Panjang
Landasan
Pacu
(kaki)
DC9-5093' 04"132' 00"120.000110.00063.32898.0001307.100
DC10-10155' 04"182' 03"430.000363.500234.664335.000270 – 3459.000
B737-20093' 00"100' 00"100.50098.00059.95885.00086 – 1255.600
B747-B195' 09"229' 02"775.000564.000365.800526.000211 – 2306.700
A-300147' 01"175' 11"302.000281.000186.810256.830225 - 3456.500

Jika 1 meter setara dengan 3,28 kaki, panjang bandara

1.500 m = 4.920 kaki

2.000 m = 6.560 kaki

2.300 m = 7.544 kaki.

Dengan demikian, jika bandara ingin dapat didarati pesawat Boeing jenis B737- 200, perpanjangan landasan cukup 500 M sehingga panjang total landasan mencapai 2.000 M atau 6.560 kaki dari persyaratan minimal B737-200 sepanjang 5.600 kaki.

Untuk menyelaraskan perencanaan drainase kota dengan rencana pembangunan jangka pendek, jangka menengah, dan jangka panjang di Kabupaten Yakuhimo, pemerintah setempat mencanangkan lima program kerja khususnya di bidang infrastruktur Kabupaten Yakuhimo Tahun 2014, yaitu

1. Peningkatan jalan.

Program peningkatan jalan ini meliputi pembuatan, pembukaan ruas jalan-jalan baru serta peningkatan konstruksi jalan. Seperti diketahui mayoritas prasarana jalan di Papua ini masih sangat kurang sehingga sangat diperlukan infra-struktur jalan yang diharapkan bisa membuka keterisolasian yang dapat menunjang urat nadi perekonomian masyarakat sekitar. Adapun rencana peningkatan jalan secara bertahap di Kabupaten Yahukimo adalah sebagai berikut.

  • 1. Jalan Ngalik
  • 2. Jalan Sungai Braza
  • 3. Jalan Papua
  • 4. Jalan Sulawesi
  • 5. Jalan Sumatera
  • 6. Jalan Kalimantan
  • 7. Jalan Suesilak
  • 8. Jalan Oetuni Irayeri
  • 9. Jalan Jendral Sudirman
  • 10. Jalan Sumohai
  • 11. Jalan Sungai Heluk
  • 12. Jalan Sungai Frinskap
  • 13. Jalan Sungai Siret
  • 14. Jalan Sungai Korof
  • 15. Jalan Kesejahteraan
  • 16. Jalan Kebahagiaan
  • 17. Jalan Kemakmuran
  • 18. Jalan Momuna
  • 19. Jalan Kimyal
  • 20. Jalan Yali
  • 21. Jalan Hubla
  • 22. Jalan Standly Albert Dale
  • 23. Jalan Nusantara
  • 24. Jalan Kedamaian
  • 25. Jalan Yos Sudarso
  • 26. Jalan Kakak tua
  • 27. Jalan Nok Goliat
  • 28. Jalan Maleo
  • 29. Jalan Cendrawasih
  • 30. Jalan Kasuari
  • 31. Jalan Sungai Dekai Kecil
1

Gambar 16 Rencana Peningkatan Jalan di Kabupaten Yahukimo

  • 2. Perluasan Bandara Dekai Salah satu upaya untuk mewujudkan visi Kabupaten Yahukimo, yaitu "Terwujudnya Yahukimo sebagai jendela Pegunungan Tengah Papua", maka perluasan bandara Dekai merupakan strategi untuk meningkat-kan infrastruktur dalam upaya pening-katan pelayanan sektor transportasi udara. Saat ini pembangunan infrastruktur bandara Dekai sudah semakin baik. Rutinnya pesawat yang masuk secara perlahan dapat memajukan perkembangan akses transportasi khususnya udara.
  • 3. Penanganan banjir Kali Braza dan Kali Bonto. Penanganan banjir Kali Braza dan Kali Bonto saat ini salah satunya adalah dengan membuat sudetan dan pemasangan tanggul, agar banjir setidaknya dapat diatasi.

  • 4. Pembuatan Kanal Banjir dan pembenahan drainase kota. Guna mengantisipasi banjir di Kabupaten Yakuhimo, akan dibuat kanal banjir di Kali Biru serta pembenahan saluran drainase kota secara bertahap mengingat dana yang harus dikeluarkan tidak sedikit.
  • 5. Lanjutan pembangunan Depo BBM Program ini merupakan lanjutan dari program kerja tahun sebelumnya yang hingga saat ini belum selesai, mengingat BBM merupakan sesuatu yang sangat vital dan sangat dibutuhkan oleh masyarakat ditambah lagi Kabupaten Yakuhimo merupakan daerah cukup terpencil.

Rencana jangka panjang pembangunan infrastruktur Kabupaten Yahukimo dapat dilihat pada gambar berikut :

1

Gambar 17 Peta infrastruktur Kabupaten Yahukimo

SIMPULAN

Dengan ditingkatkanya infrastruktur di Kabupaten Yahukimo, diharapkan setidaknya dapat mengurangi permasalahan (dalam hal ini bencana banjir) yang jika diatasi dengan baik, akan memberikan nilai lebih untuk Kabupaten Yahukimo. Apalagi mengingat kabupaten ini sarat dengan aneka suku, budaya, dan keindahan alam yang sudah diketahui dunia luar. Dengan berhasilnya pemekaran Kabupaten Yahukimo dan kabupaten mana pun di Papua baik pembangunan infrastuktur di berbagai bidang dan sumberdaya manusianya tidak menutup kemungkinan dapat memberikan kontribusi yang positif terhadap ketahanan nasional

Papua sehingga NKRI terpelihara dengan baik.

Research Intelligence

Data from OpenAlex ↗

Metrics

0.00
FWCIfield-weighted
23th
Percentilevs same year + field
Article
Work type
Open Access

Semantic Profile AI-classified research signals

Geography 0.48
level 0

References

  1. Kementrian Pekerjaan Umum RI, 2012, Loket Pelayanan informasi Peta
  2. Munaf, Dicky R 2013 Diktat Kuliah PKN ITB PT. Makrothumia Eirene Consultant, Laporan Akhir Perencanaan Peningkatan Jalan Kota
  3. Yahukimo, 2009 PT. Mitratama Asia Pasific, 2013, Laporan Akhir Pekerjaan Detail Desain Sistem Pengendalian banjir Dalam kota Yahukimo
  4. www.yahukimokab.go.id.