PENDAHULUAN
Perkembangan dunia yang telah memasuki era globalisasi menyebabkan tingkat kebutuhan pembelajaran dan pengajaran bahasa asing begitu tinggi. Salah satu bahasa asing yang paling banyak dipelajari adalah bahasa Inggris. The Test of English as a Foreign Language (TOEFL) merupakan salah satu tes keterampilan (proficiency test) bahasa Inggris yang paling banyak diikuti. Mengacu kepada Sharpe (2007) hampir satu juta siswa dari 180 negara mengikuti tes ini. Sejak 1963 tes TOEFL mulai dipergunakan lembaga pemerintah, universitas, dan lembaga pemberi beasiswa untuk melakukan tes. Pelajar, mahasiswa, dan masyarakat umum mengenal tes ini sebagai sebuah instrumen kognitif dan performansi. Keberadaan TOEFL dianggap sebagai barometer kemampuan seseorang, baik itu penutur asli bahasa Inggris (English native speaker) maupun bukan penutur asli bahasa Inggris (non-English native speaker) dalam memahami dan menguasai bahasa Inggris.
Tes ini menjadi tren di kalangan dunia akademik. Hal ini disebabkan beberapa hasil penelitian menunjukkan adanya korelasi positif antara nilai TOEFL dengan kemampuan seseorang dalam menyelesaikan studi di sebuah perguruan tinggi. Hasil penelitian tersebut menjadi landasan keyakinan kaum akademisi dan praktisi pendidikan untuk menjalankan tes kemampuan bahasa Inggris tersebut, termasuk di Indonesia. Beberapa perguruan tinggi di Indonesia, baik swasta maupun negeri, menjadikan tes ini sebagai salah satu syarat mahasiswa untuk menjalani sidang tugas akhir atau skripsi. Beberapa universitas swasta bahkan mensyaratkan kepada mahasiswa baru untuk memperoleh nilai tertentu sebagai salah satu hal yang harus dipenuhi agar dapat diterima oleh perguruan tinggi tersebut.
Selain penerapan sistem TOEFL, pentingnya bahasa Inggris di dunia pendidikan tinggi ditunjukkan dengan adanya mata kuliah bahasa Inggris sebagai mata kuliah umum atau mata kuliah pengembangan kepribadian (MPK). Hal ini bertujuan untuk memudahkan
para mahasiswa menghadapi persaingan dalam dunia kerja. Selain itu, keterampilan berbahasa Inggris diperlukan untuk menunjang mahasiswa dalam proses belajar. Mata kuliah bahasa Inggris di perguruan tinggi rata-rata diberikan minimal sebanyak dua semester dengan pembagian berupa Bahasa Inggris I (General English) dan Bahasa Inggris II (English for Business).
Jika ditelisik lebih dalam, keberadaan tes TOEFL dan mata kuliah bahasa Inggris dalam dunia perkuliahan ini akan menarik untuk diperbandingkan, terutama membandingkan nilai TOEFL mahasiswa dengan nilai mata kuliah bahasa Inggris yang rata-rata diberikan minimal selama dua semester. Hal itu bertujuan untuk mengetahui korelasi nilai TOEFL yang diperoleh mahasiswa dengan nilai rata-rata yang diperoleh pada mata kuliah bahasa Inggris.
METODE PENELITIAN
Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah explanatory (penelitian penjelasan) yakni penelitian yang menyoroti hubungan antara variabel penelitian dan pengujian hipotesis yang dirumuskan sebelumnya. Dalam melaksanakan penelitian, data yang dipergunakan adalah data sekunder berupa laporan nilai TOEFL dari institusi dan laporan akademik mahasiswa berupa daftar nilai mata kuliah Bahasa Inggris I (General English) dan mata kuliah Bahasa Inggris II (English for Business).
SUMBER DATA
Penelitian ini menggunakan data laporan pelaksanaan TOEFL yang diperoleh dari unit BKA (Biro Kemahasiswaan dan Alumni), dan data laporan akademik mahasiswa berupa daftar nilai Bahasa Inggris I (General English) dan Bahasa Inggris II (English for Business) yang diperoleh dari setiap program studi yang memberikan kuliah Bahasa Inggris I (General English) dan Bahasa Inggris II (English for Business).
LOKASI PENELITIAN
Penelitian ini dilakukan di Telkom Economics and Business School, Telkom University, Kawasan Pendidikan Telkom, Jalan Telekomunikasi no I Terusan Buah Batu Bandung
POPULASI DAN SAMPEL PENELITIAN
Populasi penelitian ini adalah mahasiswa Telkom Economics and Business School, Telkom University tahun akademik 2012/2013 yang telah mengikuti tes TOEFL dan mendapatkan mata kuliah Bahasa Inggris I (General English) dan Bahasa Inggris II (English for Business) berjumlah 387 orang. Sampel penelitian ini adalah total sampel atau disebut juga dengan sampel jenuh, yaitu seluruh jumlah populasi menjadi sampel penelitian ini.
HIPOTESIS
Hipotesis penelitian ini adalah:
H0: \(\mu_1 = \mu_2 = \mu_3 = \dots\)
H1: tidak semua rata-rata populasi sama
H0: Nilai TOEFL= Nilai Bahasa Inggris
I= Nilai Bahasa Inggris II
H1: tidak semua rata-rata populasi sama
PENGUJIAN STATISTIK
Pengujian statistik menggunakan uji t berpasangan (paired sample t test) yaitu dua sampel yang berpasangan diartikan sebagai sebuah sampel dengan subjek yang sama namun mengalami dua perlakuan atau pengukuran yang berbeda.
Uji t berpasangan (paired sample t test)
Penggunaan metode statistik disebabkan sampel kecil (< 30) statistik parametris yang digunakan adalah uji t (student). Untuk menguji hipotesis dilakukan perhitungan statistika melalui rumus perhitungan sebagai berikut:
PENETAPAN TINGKAT SIGNIFIKANSI
Penetapan tingkat signifikansi yang dipilih adalah 5% (\(\delta\) =0,05). Digunakannya tingkat signifikansi 5% (\(\delta\) =0,05) tersebut karena dinilai cukup memadai dalam perbandingan kedua variabel yang akan diuji dan lazim digunakan dalam penelitian ilmu sosial.
TEKNIK ANALISIS
Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik analisis perbandingan. Analisis perbandingan digunakan untuk membandingkan rata-rata antara dua atau lebih kelompok sampel data. Oleh karena itu, data yang di analisis terdiri atas tiga kelompok Teknik analisis yang digunakan adalah ANOVA untuk uji perbandingan lebih dari dua kelompok sampel data.
Hipotesis yang akan diuji:
\(H_0: \mu_1 = \mu_2 = ... = \mu_k\)
\(H_1\): tidak semua \(\mu_i\) sama atau n
H<sub>1</sub>: sekurang-kurangnya dua rata-rata tidak sama
Selanjutnya, untuk melihat lebih jauh perbedaan signifikansi antargrup di dalam one-way ANOVA test ini, dilakukan suatu tes lagi yaitu TUKEY KRAMER Procedure yang menurut Levine (2005) adalah suatu metode untuk melihat tentang signifikansi perbedaan antargrup di dalam suatu skenario. Perhitungan angka kritikalnya adalah.
Critical Range = \[Q_U \sqrt{\frac{\text{MSW}}{2} \left( \frac{1}{n_j} + \frac{1}{n_{j'}} \right)}\]
Critical range ini akan dibandingkan dengan angka perbedaan absolut antar 3 kelompok.
ANALISIS DATA
1. Analisis Perbandingan Prestasi Mahasiswa dalam TOEFL, Bahasa Inggris I (General English) dan Bahasa Inggris II (English for Business) pada mahasiswa Telkom Economics and Business School, Telkom University Tahun Akademik 2012/2013
Laporan nilai TOEFL dari institusi dan laporan akademik mahasiswa berupa daftar nilai mata kuliah Bahasa Inggris I (General
English) dan mata kuliah Bahasa Inggris II (English for Business) di Telkom Economics and Business School, Telkom University Tahun Akademik 2012/2013, memperlihatkan gambaran skor sebagai berikut.
Tabel 1
Rata-Rata Skor TOEFL, General English dan English for Business pada Seluruh Mahasiswa Telkom Economics and Business School, Telkom University Tahun Akademik 2012/2013
| MATA KULIAH | SKOR RATA-RATA |
|---|---|
| TOEFL | 55,86 |
| GENERAL ENGLISH | 68,13 |
| ENGLISH FOR BUSINESS | 71,89 |
Berdasarkan Tabel 1, terungkap bahwa prestasi mahasiswa dalam perolehan skor TOEFL, nilai mata kuliah Bahasa Inggris I (General English), dan nilai Bahasa Inggris II (English for Business) memiliki perbedaan. Untuk melihat apakah perbedaan skor-skor tersebut signifikan atau tidak, berikut dilakukan uji perbandingan dua sampel berpasangan
menggunakan Paired Sample t Test dan analisis varians (ANOVA).
Uji Paired Sample t Test
Dengan menggunakan bantuan software SPSS 20.0, diperoleh hasil uji perbandingan dengan menggunakan Paired Sample t Test sebagai berikut.
Tabel 2 Perbandingan Skor TOEFL, General English, dan English for Business pada Mahasiswa Telkom Economics and Business School, Telkom University Tahun Akademik 2012/2013 dengan Menggunakan Paired Sample t Test
| HIPOTESIS | PERBANDINGAN | SELISIH RATA-RATA | T TEST | SIG(P- VALUE) | SIMPULAN |
| 1 | TOEFL VS GENERAL ENGLISH | -12,27 | -26,513 | 0,000 | Signifikan |
| 2 | TOEFL VS ENGLISH FOR BUSINESS | -16,03 | -34,431 | 0,000 | Signifikan |
| 3 | GENERAL ENGLISH VS ENGLISH FOR BUSINESS | -3,76 | -6,598 | 0,000 | Signifikan |
Uji ANOVA & Tukey Kramer
Analisis varians (ANOVA) digunakan untuk melihat perbedaan skor TOEFL, General English, dan English for Business secara bersama-sama (simultan) yang dilanjutkan dengan uji Tukey Kramer untuk melihat perbedaan skor secara parsial.
Hasil analisis menggunakan software SPSS 20.0 menunjukkan keluaran sebagai berikut:
Perbandingan Skor TOEFL, General English, dan English for Business pada Mahasiswa Telkom Economics and Business School, Telkom University Tahun Akademik 2012/2013 dengan Menggunakan ANOVA
| Sum of | |||||
|---|---|---|---|---|---|
| Squares | Df | Mean Square | F | Sig. | |
| Between Groups | 65762.868 | 2 | 32881.434 | 383.613 | .000 |
| Within Groups | 120086.999 | 1401 | 85.715 | ||
| Total | 185849.867 | 1403 |
Hipotesis
Berdasarkan Tabel 3, diketahui nilai F hitung sebesar 383,613 dan p-value sebesar 0,000. p-value (0,000) < 0,05, simpulannya adalah menolak H0 dan menerima H1, artinya terdapat perbedaan yang signifikan antara ratarata skor TOEFL, General English dan English for Business secara simultan. Untuk mengetahui lebih detail tentang kom-posisi perbedaan yang terjadi, dilakukan uji lanjut menggunakan uji Tukey Kramer dengan hasil sebagai berikut.
Tabel 4 Perbandingan Skor TOEFL, General English, dan English for Business pada Seluruh Mahasiswa Telkom Economics and Business School, Telkom University Tahun Akademik 2012/2013 dengan Menggunakan Uji Tukey Kramer (Uji Lanjut Anova)
| PERBANDINGAN | SELISIH RATA-RATA | SIG (P-VALUE) |
|---|---|---|
| TOEFL VS GENERAL | ||
| ENGLISH | -12,27 | 0,000 |
| TOEFL VS ENGLISH FOR | ||
| BUSINESS | -16,03 | 0,000 |
| GENERAL ENGLISH VS | ||
| ENGLISH FOR BUSINESS | -3,76 | 0,000 |
Berdasarkan tabel 4, diketahui p-value untuk ketiga pasangan perbandingan kurang dari 0,05 dengan penjelasan sebagai berikut.
- A. Perbandingan TOEFL dengan General English p-value sebesar 0,000 < 0,05 menunjukkan bahwa rata-rata skor TOEFL berbeda signifikan dengan rata-rata skor General English.
- B. Perbandingan TOEFL dengan English for Business p-value sebesar 0,000 < 0,05 menunjukkan bahwa rata-rata skor TOEFL berbeda signifikan dengan ratarata skor English for Business.
- C. Perbandingan General English dengan English for Business
- p-value sebesar 0,000 < 0,05 menunjukkan bahwa rata-rata skor General English berbeda signifikan dengan ratarata skor English for Business.
- 2. Analisis Perbandingan Prestasi Mahasiswa dalam TOEFL, Bahasa Inggris I (General English) dan Bahasa Inggris II (English for Business) pada Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Telkom Economics and Business School, Telkom University Tahun Akademik 2012/2013
Laporan nilai TOEFL dari institusi dan laporan akademik mahasiswa berupa daftar
nilai mata kuliah Bahasa Inggris I (General English) dan mata kuliah Bahasa Inggris II (English for Business) pada mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Telkom Economics and Business School, Telkom University Tahun Akademik 2012/2013, memperlihatkan gambaran skor sebagai berikut:
Tabel 5
Rata-Rata Skor TOEFL, General English, dan English for Business pada Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Telkom Economics and Business School, Telkom University Tahun Akademik 2012/2013
| MATA KULIAH | SKOR RATA-RATA |
|---|---|
| TOEFL_2 | 58,03 |
| GENERAL ENGLISH | 69,03 |
| ENGLISH FOR BUSINESS | 70,43 |
Berdasarkan Tabel 5, terlihat bahwa rata-rata skor TOEFL mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Telkom Economics and Business School, Telkom University TA 2012/2013 pada saat masuk adalah sebesar 58,03. Pada semester pertama, hasil belajar Mata Kuliah Bahasa Inggris I (General English) menunjukkan rata-rata skor sebesar 69,03, lebih tinggi daripada skor TOEFL sebelumnya. Pada semester kedua, hasil belajar Mata Kuliah Bahasa Inggris II (English for Business) menunjukkan rata-rata skor sebesar 70,43, lebih tinggi dari skor Mata Kuliah
Bahasa Inggris I (General English) pada semester sebelumnya. Untuk melihat apakah perbedaan skor-skor tersebut signifikan atau tidak, berikut dilakukan uji perbandingan dua sampel berpasangan menggunakan Paired Sample t Test dan analisis varians (ANOVA).
Uji Paired Sample t Test
Dengan menggunakan bantuan software SPSS 20.0, diperoleh hasil uji perbandingan dengan menggunakan Paired Sample t Test sebagai berikut:
Tabel 6 Perbandingan Skor TOEFL, General English dan English for Business pada Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Telkom Economics and Business School, Telkom University Tahun Akademik 2012/2013 dengan Menggunakan Paired Sample t Test
| HIPOTESIS | PERBANDINGAN | SELISIH RATA-RATA | T TEST | SIG (P- VALUE) | SIMPULAN |
|---|---|---|---|---|---|
| 1 | TOEFL_2 VS GENERAL ENGLISH | -10,99 | -15,990 | 0,000 | Signifikan |
| 2 | TOEFL_2 VS ENG FOR BSNS | -12,40 | -16,321 | 0,000 | Signifikan |
| 3 | GENERAL ENGLISH VS ENG FOR BUSINESS | -1,40 | -1,818 | 0,071 | Tidak Signifikan |
Uji ANOVA & Tukey Kramer
Analisis varians (ANOVA) digunakan untuk melihat perbedaan skor TOEFL, General English, dan English for Business secara bersama-sama (simultan) yang dilanjutkan dengan uji Tukey Kramer untuk melihat perbedaan skor secara parsial. Hasil analisis menggunakan software SPSS 20.0 menunjukkan keluaran berikut ini:
Perbandingan Skor TOEFL, General English, dan English for Business pada Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Telkom Economics and Business School, Telkom University Tahun Akademik 2012/2013 dengan Menggunakan ANOVA
ANOVA_IKOM
| Sum of | |||||
|---|---|---|---|---|---|
| Squares | Df | Mean Square | F | Sig. | |
| Between Groups | 14654.243 | 2 | 7327.122 | 93.052 | .000 |
| Within Groups | 37323.660 | 474 | 78.742 | ||
| Total | 51977.904 | 476 |
Hipotesis
H0 : T = GE = EB Tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara rata-rata skor TOEFL, General English, dan English for Business secara simultan (Ikom)
H1 : tidak semua i sama : Terdapat perbedaan yang signifikan antara rata-rata skor TOEFL, General English, dan English for Business secara simultan (Ikom)
Taraf kekeliruan () = 0,05
Berdasarkan Tabel 7, diketahui nilai F hitung sebesar 93,052 dan p-value sebesar 0,000. Karena p-value (0,000) < 0,05 maka kesimpulannya adalah menolak H0 dan menerima H1, artinya terdapat perbedaan yang signifikan antara rata-rata skor TOEFL, General English, dan English for Business secara simultan. Untuk mengetahui lebih detail tentang komposisi perbedaan yang terjadi, dilakukan uji lanjut menggunakan uji Tukey Kramer dengan hasil berikut ini.
Tabel 8
Perbandingan Skor TOEFL, General English dan English for Business pada Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Telkom Economics and Business School, Telkom University Tahun Akademik 2012/2013 dengan Menggunakan Uji Tukey Kramer (Uji Lanjut Anova)
| SIG (P | ||
|---|---|---|
| PERBANDINGAN | SELISIH RATA-RATA | VALUE) |
| TOEFL VS GENERAL ENGLISH | -10,99 | 0,000 |
| TOEFL VS ENGLISH FOR BUSINESS | -12,40 | 0,000 |
| GENERAL ENGLISH VS ENGLISH FOR BUSINESS | -1,40 | 0,337 |
Berdasarkan tabel 8, diketahui p-value untuk dua pasangan perbandingan kurang dari 0,05 dan satu perbandingan melebihi 0,05, dengan penjelasan sebagai berikut.
- A. Perbandingan TOEFL dengan General English
- p-value sebesar 0,000 < 0,05 menunjukkan bahwa rata-rata skor TOEFL berbeda signifikan dengan rata-rata skor General English
- B. Perbandingan TOEFL dengan English for Business
p-value sebesar 0,000 < 0,05 menunjukkan bahwa rata-rata skor TOEFL berbeda signi
- fikan dengan rata-rata skor English for Business.
- C. Perbandingan General English dengan English for Business p-value sebesar 0,337 > 0,05 menunjukkan bahwa rata-rata skor General English tidak berbeda signifikan dengan rata-rata skor
English for Business.
3. Analisis Perbandingan Prestasi Mahasiswa dalam TOEFL, Bahasa Inggris I (General English) dan Bahasa Inggris II (English for Business) pada Mahasiswa Program Studi Ilmu
Komunikasi Telkom Economics and Business School, Telkom University Tahun Akademik 2012/2013
Laporan nilai TOEFL dari institusi dan laporan akademik mahasiswa berupa daftar nilai mata kuliah Bahasa Inggris I (General
English) dan mata kuliah Bahasa Inggris II (English for Business) pada mahasiswa Program Studi Akuntansi Telkom Economics and Business School, Telkom University Tahun Akademik 2012 / 2013, memperlihatkan gambaran skor sebagai berikut:
Tabel 9
Rata-Rata Skor TOEFL, General English, dan English for Business pada Mahasiswa Program Studi Akuntansi Telkom Economics and Business School, Telkom University Tahun Akademik 2012/2013
| MATA KULIAH | SKOR RATA-RATA |
|---|---|
| TOEFL | 56,99 |
| GENERAL ENGLISH | 71,28 |
| ENG4b | 71,36 |
Berdasarkan Tabel 9 di atas, terdapat perbedaan antara kemampuan Bahasa Inggris mahasiswa Telkom Economics and Business School, Telkom University Prodi Akuntansi tahun ajaran 2012/2013 di awal. Untuk melihat apakah perbedaan skor-skor tersebut signifikan atau tidak, berikut dilakukan uji perbandingan
dua sampel berpasangan menggunakan Paired Sample t Test dan analisis varians (ANOVA).
Uji Paired Sample t Test
Dengan menggunakan bantuan software SPSS 20.0, diperoleh hasil uji perbandingan dengan menggunakan Paired Sample t Test sebagai berikut.
Tabel 10
Perbandingan Skor TOEFL, General English dan English for Business pada Mahasiswa Program Studi Akuntansi Telkom Economics and Business School, Telkom University Tahun Akademik 2012/2013 dengan Menggunakan Paired Sample t Test
| HIPOTESIS | PERBANDINGAN | SELISIH RATA-RATA | T TEST | SIG (P- VALUE) | KESIMPULAN |
|---|---|---|---|---|---|
| 1 | TOEFL VS GENERAL ENGLISH | -14,30 | -17,205 | 0,000 | Signifikan |
| 2 | TOEFL VS ENGLISH FOR BUSINESS | -14,38 | -17,624 | 0,000 | Signifikan |
| 3 | GENERAL ENGLISH VS ENGLISH FOR BUSINESS | -0,08 | -,068 | 0,946 | Tidak Signifikan |
Uji ANOVA & Tukey Kramer
Analisis varians (ANOVA) digunakan untuk melihat perbedaan skor TOEFL, General English, dan English for Business secara
bersama-sama (simultan) yang dilanjut-kan dengan uji Tukey Kramer untuk melihat perbedaan skor secara parsial. Hasil analisis menggunakan software SPSS 20.0 menunjuk-kan keluaran sebagai berikut:
Perbandingan Skor TOEFL, General English, dan English for Business pada Mahasiswa Program Studi Akuntansi Telkom Economics and Business School, Telkom University Tahun Akademik 2012/2013 dengan Menggunakan ANOVA
ANOVA_AKUN
| Sum of | |||||
|---|---|---|---|---|---|
| Squares | Df | Mean Square | F | Sig. | |
| Between Groups | 14045.219 | 2 | 7022.609 | 36.438 | .000 |
| Within Groups | 91352.488 | 474 | 192.727 | ||
| Total | 105397.707 | 476 |
Berdasarkan tabel 11 diketahui nilai F hitung sebesar 36,438 dan p-value sebesar 0,000. Karena p-value (0,000) < 0,05, simpulannya adalah menolak H0 dan menerima H1, artinya terdapat perbedaan yang signifikan antara rata-rata skor TOEFL, General English, dan English for Business secara simultan. Untuk mengetahui secara lebih jelas tentang komposisi perbedaan yang terjadi, dilakukan uji lanjut dengan menggunakan uji Tukey Kramer dengan hasil sebagai berikut.
Tabel 12
Perbandingan Skor TOEFL, General English dan English for Business pada Mahasiswa Program Studi Akuntansi Telkom Economics and Business School, Telkom University Tahun Akademik 2012/2013 dengan Menggunakan Uji Tukey Kramer (Uji Lanjut ANOVA)
| PERBANDINGAN | SELISIH RATA-RATA | SIG (P-VALUE) |
|---|---|---|
| TOEFL VS GENERAL ENGLISH | -14,30 | 0,000 |
| TOEFL VS ENGLISH FOR BUSINESS | -14,38 | 0,000 |
| GENERAL ENGLISH VS ENGLISH | ||
| FOR BUSINESS | -0,08 | 0,994 |
Berdasarkan tabel 12, diketahui p-value untuk dua pasangan perbandingan kurang dari 0,05 dan satu perbandingan melebihi 0,05, dengan penjelasan sebagai berikut.
- A. Perbandingan TOEFL dengan General English p-value sebesar 0,000 < 0,05 menunjukkan bahwa rata-rata skor TOEFL berbeda signi-fikan dengan rata-rata skor General English.
- B. Perbandingan TOEFL dengan English for Business p-value sebesar 0,000 < 0,05 menunjukkan bahwa rata-rata skor TOEFL berbeda signifikan dengan rata-rata skor English for Business.
- C. Perbandingan General English dengan English for Business
p-value sebesar 0,994 > 0,05 menunjukkan bahwa rata-rata skor General English tidak
berbeda signifikan dengan rata-rata skor English for Business.
4. Analisis Perbandingan Prestasi Mahasiswa dalam TOEFL, Bahasa Inggris I (General English) dan Bahasa Inggris II (English for Business) pada Mahasiswa Program Studi Administrasi Niaga Telkom Economics and Business School, Telkom University Tahun Akademik 2012/2013
Laporan nilai TOEFL dari institusi dan laporan akademik mahasiswa berupa daftar nilai mata kuliah Bahasa Inggris I (General English) dan mata kuliah Bahasa Inggris II (English for Business) pada mahasiswa Program Studi Administrasi Niaga Telkom Economics and Business School, Telkom University Tahun Akademik 2012/2013, memperlihatkan gambaran skor sebagai berikut:
Rata-Rata Skor TOEFL, General English dan English for Business pada Mahasiswa Program Studi Administrasi Bisnis Telkom Economics and Business School, Telkom University Tahun Akademik 2012/2013
| MATA KULIAH | SKOR RATA-RATA |
|---|---|
| TOEFL | 52,69 |
| GENERAL ENGLISH | 64,35 |
| ENGLISH FOR BUSINESS | 73,83 |
Berdasarkan tabel 13, terlihat perbedaan antara skor TOEFL mahasiswa dan nilai Mata Kuliah Bahasa Inggris I (General English) serta nilai Mata Kuliah Bahasa Inggris II (English for Business). Untuk melihat apakah perbedaan skor tersebut signifikan atau tidak, berikut dilakukan uji perbandingan dua sampel
berpasangan menggunakan Paired Sample t Test dan analisis varians (ANOVA).
Uji Paired Sample t Test
Dengan menggunakan bantuan software SPSS 20.0, diperoleh hasil uji perbandingan dengan menggunakan Paired Sample t Test sebagai berikut:
Tabel 14
Perbandingan Skor TOEFL, General English, dan English for Business pada Mahasiswa Program Studi Administrasi Bisnis Telkom Economics and Business School, Telkom University Tahun Akademik 2012/2013 dengan Menggunakan Paired Sample t Test
| HIPOTESIS | PERBANDINGAN | SELISIH RATA RATA | T TEST | SIG (P VALUE) | SIMPULAN |
|---|---|---|---|---|---|
| 1 | TOEFL VS GENERAL ENGLISH | -11,66 | -13,587 | 0,000 | Signifikan |
| 2 | TOEFL VS ENGLISH FOR BUSINESS | -21,14 | -31,368 | 0,000 | Signifikan |
| 3 | GENERAL ENGLISH VS ENGLISH FOR BUSINESS | -9,48 | -10,965 | 0,000 | Signifikan |
Uji ANOVA & Tukey Kramer
Analisis varians (ANOVA) digunakan untuk melihat perbedaan skor TOEFL, General English, dan English for Business secara bersama-sama (simultan), yang dilanjutkan dengan uji Tukey Kramer untuk melihat perbedaan skor secara parsial. Hasil analisis menggunakan software SPSS 20.0 menunjukkan keluaran sebagai berikut.
Perbandingan Skor TOEFL, General English dan English for Business pada Mahasiswa Program Studi Administrasi Bisnis Telkom Economics and Business School, Telkom University Tahun Akademik 2012/2013 dengan Menggunakan ANOVA
| Sum of Squares | Df | Mean Square | F | Sig. | |
|---|---|---|---|---|---|
| Between Groups | 36086.427 | 2 | 18043.213 | 235.913 | .000 |
| Within Groups | 36864.527 | 482 | 76.482 | ||
| Total | 72950.953 | 484 |
Berdasarkan tabel 15, diketahui nilai F hitung sebesar 235,913 dan p-value sebesar 0,000. Dikarenakan p-value (0,000) < 0,05. Kesimpulannya adalah menolak H0 dan menerima H1, artinya terdapat perbedaan yang signifikan antara rata-rata skor TOEFL, General English, dan English For Business secara simultan.
Uji Tukey Kramer
Tabel 16
Perbandingan Skor TOEFL, General English, dan English for Business pada Mahasiswa Program Studi Administrasi Niaga Telkom Economics and Business School, Telkom University dengan Menggunakan Uji Tukey Kramer (Uji Lanjut Anova)
| PERBANDINGAN | SELISIH RATA-RATA | SIG (P-VALUE) |
|---|---|---|
| TOEFL VS GENERAL | ||
| ENGLISH | -11,66 | 0,000 |
| TOEFL VS ENGLISH FOR | ||
| BUSINESS | -21,14 | 0,000 |
| GENERAL ENGLISH VS | ||
| ENGLISH FOR BUSINESS | -9,48 | 0,000 |
Berdasarkan tabel 16, diketahui p-value untuk ketiga pasangan perbandingan kurang dari 0,05 dengan penjelasan sebagai berikut :
- A. Perbandingan TOEFL dengan General English p-value sebesar 0,000 < 0,05 menunjukkan bahwa rata-rata skor TOEFL berbeda signifikan dengan rata-rata skor General English.
- B. Perbandingan TOEFL dengan English for Business p-value sebesar 0,000 < 0,05 menunjukkan bahwa rata-rata skor TOEFL berbeda signifikan dengan rata-rata skor English for Business.
- C. Perbandingan General English dengan English for Business p-value sebesar 0,000 < 0,05 menunjukkan bahwa rata-rata skor General English berbeda signifikan dengan ratarata skor English for Busines.
PEMBAHASAN
Hasil analisis dengan menggunakan Paired sample t test dan uji varian ANOVA menunjukkan prestasi mahasiswa dalam perolehan skor TOEFL, nilai mata kuliah Bahasa Inggris I (Genera English), dan nilai Bahasa Inggris II (English for Business) memiliki perbedaan yang signifikan. Secara deskriptif, rata-rata skor TOEFL mahasiswa yang diperoleh dari hasil tes sebelum perkuliahan dimulai memiliki nilai terendah, sedangkan ratarata nilai Bahasa Inggris II yang diberikan pada semester II merupakan nilai tertinggi dari tiga nilai bahasa Inggris yang diperbandingkan.
Hal itu menarik untuk dikaji mengingat banyak faktor yang dapat menjadi penyebab perbedaan nilai tersebut. Test of English as a Foreign Language atau lebih dikenal dengan TOEFL merupakan nilai yang paling objektif yang diterima mahasiswa mengingat tes ini dilakukan pada tahun pertama sebelum perkuliahan dimulai; tidak ada proses belajar-mengajar yang dilakukan sebelum tes ini diberikan. Dengan kata lain, hasil tes ini menunjukkan kemampuan dasar keterampilan berbahasa Inggris yang dimiliki mahasiswa. Berbeda halnya dengan nilai mata kuliah Bahasa Inggris I dan Bahasa Inggris II yang diperoleh setelah melalui proses belajarmengajar selama satu semester.
Dari data yang dikumpulkan, subjektivitas pengajar merupakan salah satu faktor yang paling menonjol dalam perbedaan nilai bahasa Inggris yang diperoleh mahasiswa. Hal ini terlihat dari pemberian nilai tugas dan kuis yang relatif jauh lebih tinggi daripada nilai UTS dan UAS mahasiswa yang diperoleh murni dari hasil tes. Hasil ujian mahasiswa dalam ujian tengah semester atau ujian akhir semester rata-rata menunjukkan hasil yang tidak jauh berbeda dengan skor TOEFL mahasiswa yang sistem penilaiannya telah dikonversikan sesuai dengan standar penilaian mata kuliah Bahasa Inggris I dan Bahasa Inggris II (skala 0-100). Namun, setelah digabungkan dengan nilai tugas mahasiswa, perolehan nilai atau skor bahasa Inggris mahasiswa memiliki perbedaan yang signifikan.
Hasil penelitian ini menimbulkan sebuah pertanyaan apakah mahasiswa yang memperoleh nilai A untuk mata kuliah Bahasa Inggris I atau Bahasa Inggris II benar-benar layak untuk mendapatkan nilai tersebut?
Fakta lainnya yang diperoleh dari hasil penelitian ini adalah perbedaan antara nilai Bahasa Inggris I dan nilai Bahasa Inggris II
bervariasi pada beberapa program studi yang diteliti. Pada program studi Akuntansi dan Ilmu Komunikasi, terdapat perbedaaan yang signifi-kan antara skor TOEFL dan nilai Bahasa Ing-gris I, skor TOEFL dan nilai bahasa Inggris II, namun tidak terdapat perbedaan yang signifi-kan antara nilai Bahasa Inggris I (General English) dan nilai Bahasa Inggris II (English for Business) mahasiswa.
Pada program studi Administrasi Bisnis terdapat perbedaan yang signifikan antara nilai bahasa Inggris I dan nilai Bahasa Inggris II seperti halnya terdapat perbedaan yang signifikan antara nilai TOEFL dan nilai bahasa Inggris I, serta nilai TOEFL dan nilai bahasa Inggris II. Perbedaan yang signifikan dan tidak signifikan antara nilai Bahasa Inggris I dan Bahasa Inggris II di ketiga program studi tersebut, jika melihat fakta di lapangan, berhubungan erat dengan subjektifitas dan status pengajar di program-program studi tersebut.
Pada tahun akademik 2012/2013, pengajar bahasa Inggris di program studi Ilmu Komunikasi dan Akuntansi mayoritas adalah dosen tetap di Telkom Economics and Business School, Telkom University, sedangkan di program studi Administrasi Bisnis pengajar bahasa Inggris di prodi tersebut mayoritas adalah dosen tidak tetap. Asumsi yang muncul dari fakta ini adalah tingkat subjektivitas pengajar dengan status dosen tetap terhadap mahasiswa lebih tinggi dari pada tingkat subjektivitas pengajar yang berstatus dosen tidak tetap sehingga terjadi perbedaan yang signifikan dan perbedaan yang tidak signifikan untuk nilai mata kuliah Bahasa Inggris I dan Bahasa Inggris II.
SIMPULAN
Idealnya, penelitian ini dilakukan terhadap seluruh mahasiswa Telkom Economics and Business School, Telkom University yang pernah mengikuti TOEFL dan juga pernah mengikuti perkuliahan Bahasa Inggris. Namun, karena disesuaikan dengan cakupan penelitian yaitu membandingkan prestasi mahasiswa dalam perolehan nilai TOEFL, niai bahasa Inggris I dan bahasa Inggris II, penelitian ini hanya dilakukan di tiga program studi yang memiliki keseragaman dalam pemberian mata kuliah Bahasa Inggris I dan Bahasa Inggris II. Penelitian ini dapat dikembangkan dengan melakukan penelitian serupa yaitu dengan melakukan uji banding terhadap mata kuliah lain. Dapat juga dikembangkan dengan melakukan penelitian kualitatif mengenai tingkat subjektivitas dosen terhadap mahasiswa dalam pemberian nilai akhir.
