1. Home
  2. Archives
  3. Vol 13 (2014) Issue 2
  4. Articles

ANALISIS PERBANDINGAN NILAI TOEFL DENGAN NILAI MATA KULIAH BAHASA INGGRIS MAHASISWA Studi Kasus Mahasiswa Telkom Economics and Business School, Telkom University

Abstract

Saat ini Test of English as A Foreign Language (TOEFL) telah menjadi tren di dunia akademis. Beberapa perguruan tinggi di Indonesia, baik swasta maupun pemerintah, menerapkan skor TOEFL sebagai salah satu syarat untuk lulus ujian tesis. Selain itu, pentingnya bahasa Inggris di perguruan tinggi ditunjukkan dengan adanya mata pelajaran bahasa Inggris sebagai Mata Kuliah Umum atau Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian (MPK) yang biasanya diberikan dalam dua semester. Di Sekolah Ekonomi dan Bisnis Telkom, Telkom University, bahasa Inggris umumnya diberikan di setiap semester, ganjil dan genap, di tahun pertama. Penelitian ini dilakukan untuk membandingkan nilai TOEFL mahasiswa, nilai mata kuliah General English, dan nilai mata kuliah English for Business. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada perbedaan di antara ketiga nilai/skor tersebut dan mengetahui apakah perbedaan tersebut bersifat signifikan atau tidak. Uji sampel berpasangan dan analisis varians (ANOVA) digunakan dalam penelitian ini sebagai teknik analisis untuk mengetahui apakah perbedaan antara ketiga nilai itu signifikan atau tidak. Populasi penelitian ini adalah mahasiswa Telkom Economy and Business School, Telkom University yang telah lulus TOEFL, Bahasa Inggris I (General English), dan Bahasa Inggris II (English for Business). Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara deskriptif ada perbedaan yang signifikan antara ketiga nilai tes bahasa Inggris. Kata kunci: TOEFL, General English, English for Business, nilai, perbedaan Recently, Test of English as A Foreign Language (TOEFL) has become a trend in the academic world. Some universities in Indonesia, both private and state, apply TOEFL score as one of the requirements to pass thesis examination; in addition, the importance of English in higher education is shown by the existence of English subjects as general subjects or Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian (MPK) which are commonly given in two semesters. In Telkom Economics and Business School, Telkom University, English is generally given in each semester, odd and even, of the first year. This research is conducted to compare students

Keywords

PENDAHULUAN

Perkembangan dunia yang telah memasuki era globalisasi menyebabkan tingkat kebutuhan pembelajaran dan pengajaran bahasa asing begitu tinggi. Salah satu bahasa asing yang paling banyak dipelajari adalah bahasa Inggris. The Test of English as a Foreign Language (TOEFL) merupakan salah satu tes keterampilan (proficiency test) bahasa Inggris yang paling banyak diikuti. Mengacu kepada Sharpe (2007) hampir satu juta siswa dari 180 negara mengikuti tes ini. Sejak 1963 tes TOEFL mulai dipergunakan lembaga pemerintah, universitas, dan lembaga pemberi beasiswa untuk melakukan tes. Pelajar, mahasiswa, dan masyarakat umum mengenal tes ini sebagai sebuah instrumen kognitif dan performansi. Keberadaan TOEFL dianggap sebagai barometer kemampuan seseorang, baik itu penutur asli bahasa Inggris (English native speaker) maupun bukan penutur asli bahasa Inggris (non-English native speaker) dalam memahami dan menguasai bahasa Inggris.

Tes ini menjadi tren di kalangan dunia akademik. Hal ini disebabkan beberapa hasil penelitian menunjukkan adanya korelasi positif antara nilai TOEFL dengan kemampuan seseorang dalam menyelesaikan studi di sebuah perguruan tinggi. Hasil penelitian tersebut menjadi landasan keyakinan kaum akademisi dan praktisi pendidikan untuk menjalankan tes kemampuan bahasa Inggris tersebut, termasuk di Indonesia. Beberapa perguruan tinggi di Indonesia, baik swasta maupun negeri, menjadikan tes ini sebagai salah satu syarat mahasiswa untuk menjalani sidang tugas akhir atau skripsi. Beberapa universitas swasta bahkan mensyaratkan kepada mahasiswa baru untuk memperoleh nilai tertentu sebagai salah satu hal yang harus dipenuhi agar dapat diterima oleh perguruan tinggi tersebut.

Selain penerapan sistem TOEFL, pentingnya bahasa Inggris di dunia pendidikan tinggi ditunjukkan dengan adanya mata kuliah bahasa Inggris sebagai mata kuliah umum atau mata kuliah pengembangan kepribadian (MPK). Hal ini bertujuan untuk memudahkan

para mahasiswa menghadapi persaingan dalam dunia kerja. Selain itu, keterampilan berbahasa Inggris diperlukan untuk menunjang mahasiswa dalam proses belajar. Mata kuliah bahasa Inggris di perguruan tinggi rata-rata diberikan minimal sebanyak dua semester dengan pembagian berupa Bahasa Inggris I (General English) dan Bahasa Inggris II (English for Business).

Jika ditelisik lebih dalam, keberadaan tes TOEFL dan mata kuliah bahasa Inggris dalam dunia perkuliahan ini akan menarik untuk diperbandingkan, terutama membandingkan nilai TOEFL mahasiswa dengan nilai mata kuliah bahasa Inggris yang rata-rata diberikan minimal selama dua semester. Hal itu bertujuan untuk mengetahui korelasi nilai TOEFL yang diperoleh mahasiswa dengan nilai rata-rata yang diperoleh pada mata kuliah bahasa Inggris.

METODE PENELITIAN

Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah explanatory (penelitian penjelasan) yakni penelitian yang menyoroti hubungan antara variabel penelitian dan pengujian hipotesis yang dirumuskan sebelumnya. Dalam melaksanakan penelitian, data yang dipergunakan adalah data sekunder berupa laporan nilai TOEFL dari institusi dan laporan akademik mahasiswa berupa daftar nilai mata kuliah Bahasa Inggris I (General English) dan mata kuliah Bahasa Inggris II (English for Business).

SUMBER DATA

Penelitian ini menggunakan data laporan pelaksanaan TOEFL yang diperoleh dari unit BKA (Biro Kemahasiswaan dan Alumni), dan data laporan akademik mahasiswa berupa daftar nilai Bahasa Inggris I (General English) dan Bahasa Inggris II (English for Business) yang diperoleh dari setiap program studi yang memberikan kuliah Bahasa Inggris I (General English) dan Bahasa Inggris II (English for Business).

LOKASI PENELITIAN

Penelitian ini dilakukan di Telkom Economics and Business School, Telkom University, Kawasan Pendidikan Telkom, Jalan Telekomunikasi no I Terusan Buah Batu Bandung

POPULASI DAN SAMPEL PENELITIAN

Populasi penelitian ini adalah mahasiswa Telkom Economics and Business School, Telkom University tahun akademik 2012/2013 yang telah mengikuti tes TOEFL dan mendapatkan mata kuliah Bahasa Inggris I (General English) dan Bahasa Inggris II (English for Business) berjumlah 387 orang. Sampel penelitian ini adalah total sampel atau disebut juga dengan sampel jenuh, yaitu seluruh jumlah populasi menjadi sampel penelitian ini.

HIPOTESIS

Hipotesis penelitian ini adalah:

H0: \(\mu_1 = \mu_2 = \mu_3 = \dots\)

H1: tidak semua rata-rata populasi sama

H0: Nilai TOEFL= Nilai Bahasa Inggris

I= Nilai Bahasa Inggris II

H1: tidak semua rata-rata populasi sama

PENGUJIAN STATISTIK

Pengujian statistik menggunakan uji t berpasangan (paired sample t test) yaitu dua sampel yang berpasangan diartikan sebagai sebuah sampel dengan subjek yang sama namun mengalami dua perlakuan atau pengukuran yang berbeda.

Uji t berpasangan (paired sample t test)

Penggunaan metode statistik disebabkan sampel kecil (< 30) statistik parametris yang digunakan adalah uji t (student). Untuk menguji hipotesis dilakukan perhitungan statistika melalui rumus perhitungan sebagai berikut:

PENETAPAN TINGKAT SIGNIFIKANSI

Penetapan tingkat signifikansi yang dipilih adalah 5% (\(\delta\) =0,05). Digunakannya tingkat signifikansi 5% (\(\delta\) =0,05) tersebut karena dinilai cukup memadai dalam perbandingan kedua variabel yang akan diuji dan lazim digunakan dalam penelitian ilmu sosial.

TEKNIK ANALISIS

Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik analisis perbandingan. Analisis perbandingan digunakan untuk membandingkan rata-rata antara dua atau lebih kelompok sampel data. Oleh karena itu, data yang di analisis terdiri atas tiga kelompok Teknik analisis yang digunakan adalah ANOVA untuk uji perbandingan lebih dari dua kelompok sampel data.

Hipotesis yang akan diuji:

\(H_0: \mu_1 = \mu_2 = ... = \mu_k\)

\(H_1\): tidak semua \(\mu_i\) sama atau n

H<sub>1</sub>: sekurang-kurangnya dua rata-rata tidak sama

Selanjutnya, untuk melihat lebih jauh perbedaan signifikansi antargrup di dalam one-way ANOVA test ini, dilakukan suatu tes lagi yaitu TUKEY KRAMER Procedure yang menurut Levine (2005) adalah suatu metode untuk melihat tentang signifikansi perbedaan antargrup di dalam suatu skenario. Perhitungan angka kritikalnya adalah.

Critical Range = \[Q_U \sqrt{\frac{\text{MSW}}{2} \left( \frac{1}{n_j} + \frac{1}{n_{j'}} \right)}\]

Critical range ini akan dibandingkan dengan angka perbedaan absolut antar 3 kelompok.

ANALISIS DATA

1. Analisis Perbandingan Prestasi Mahasiswa dalam TOEFL, Bahasa Inggris I (General English) dan Bahasa Inggris II (English for Business) pada mahasiswa Telkom Economics and Business School, Telkom University Tahun Akademik 2012/2013

Laporan nilai TOEFL dari institusi dan laporan akademik mahasiswa berupa daftar nilai mata kuliah Bahasa Inggris I (General

English) dan mata kuliah Bahasa Inggris II (English for Business) di Telkom Economics and Business School, Telkom University Tahun Akademik 2012/2013, memperlihatkan gambaran skor sebagai berikut.

Tabel 1

Rata-Rata Skor TOEFL, General English dan English for Business pada Seluruh Mahasiswa Telkom Economics and Business School, Telkom University Tahun Akademik 2012/2013

MATA KULIAHSKOR RATA-RATA
TOEFL55,86
GENERAL ENGLISH68,13
ENGLISH FOR BUSINESS71,89

Berdasarkan Tabel 1, terungkap bahwa prestasi mahasiswa dalam perolehan skor TOEFL, nilai mata kuliah Bahasa Inggris I (General English), dan nilai Bahasa Inggris II (English for Business) memiliki perbedaan. Untuk melihat apakah perbedaan skor-skor tersebut signifikan atau tidak, berikut dilakukan uji perbandingan dua sampel berpasangan

menggunakan Paired Sample t Test dan analisis varians (ANOVA).

Uji Paired Sample t Test

Dengan menggunakan bantuan software SPSS 20.0, diperoleh hasil uji perbandingan dengan menggunakan Paired Sample t Test sebagai berikut.

Tabel 2 Perbandingan Skor TOEFL, General English, dan English for Business pada Mahasiswa Telkom Economics and Business School, Telkom University Tahun Akademik 2012/2013 dengan Menggunakan Paired Sample t Test

HIPOTESISPERBANDINGANSELISIH
RATA-RATA
T TESTSIG(P-
VALUE)
SIMPULAN
1TOEFL VS GENERAL
ENGLISH
-12,27-26,5130,000Signifikan
2TOEFL VS ENGLISH FOR
BUSINESS
-16,03-34,4310,000Signifikan
3GENERAL ENGLISH VS
ENGLISH FOR
BUSINESS
-3,76-6,5980,000Signifikan

Uji ANOVA & Tukey Kramer

Analisis varians (ANOVA) digunakan untuk melihat perbedaan skor TOEFL, General English, dan English for Business secara bersama-sama (simultan) yang dilanjutkan dengan uji Tukey Kramer untuk melihat perbedaan skor secara parsial.

Hasil analisis menggunakan software SPSS 20.0 menunjukkan keluaran sebagai berikut:

Perbandingan Skor TOEFL, General English, dan English for Business pada Mahasiswa Telkom Economics and Business School, Telkom University Tahun Akademik 2012/2013 dengan Menggunakan ANOVA

Sum of
SquaresDfMean SquareFSig.
Between Groups65762.868232881.434383.613.000
Within Groups120086.999140185.715
Total185849.8671403

Hipotesis

Berdasarkan Tabel 3, diketahui nilai F hitung sebesar 383,613 dan p-value sebesar 0,000. p-value (0,000) < 0,05, simpulannya adalah menolak H0 dan menerima H1, artinya terdapat perbedaan yang signifikan antara ratarata skor TOEFL, General English dan English for Business secara simultan. Untuk mengetahui lebih detail tentang kom-posisi perbedaan yang terjadi, dilakukan uji lanjut menggunakan uji Tukey Kramer dengan hasil sebagai berikut.

Tabel 4 Perbandingan Skor TOEFL, General English, dan English for Business pada Seluruh Mahasiswa Telkom Economics and Business School, Telkom University Tahun Akademik 2012/2013 dengan Menggunakan Uji Tukey Kramer (Uji Lanjut Anova)

PERBANDINGANSELISIH RATA-RATASIG (P-VALUE)
TOEFL
VS
GENERAL
ENGLISH-12,270,000
TOEFL
VS
ENGLISH
FOR
BUSINESS-16,030,000
GENERAL
ENGLISH
VS
ENGLISH FOR BUSINESS-3,760,000

Berdasarkan tabel 4, diketahui p-value untuk ketiga pasangan perbandingan kurang dari 0,05 dengan penjelasan sebagai berikut.

  • A. Perbandingan TOEFL dengan General English p-value sebesar 0,000 < 0,05 menunjukkan bahwa rata-rata skor TOEFL berbeda signifikan dengan rata-rata skor General English.
  • B. Perbandingan TOEFL dengan English for Business p-value sebesar 0,000 < 0,05 menunjukkan bahwa rata-rata skor TOEFL berbeda signifikan dengan ratarata skor English for Business.

  • C. Perbandingan General English dengan English for Business
    • p-value sebesar 0,000 < 0,05 menunjukkan bahwa rata-rata skor General English berbeda signifikan dengan ratarata skor English for Business.
  • 2. Analisis Perbandingan Prestasi Mahasiswa dalam TOEFL, Bahasa Inggris I (General English) dan Bahasa Inggris II (English for Business) pada Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Telkom Economics and Business School, Telkom University Tahun Akademik 2012/2013

Laporan nilai TOEFL dari institusi dan laporan akademik mahasiswa berupa daftar

nilai mata kuliah Bahasa Inggris I (General English) dan mata kuliah Bahasa Inggris II (English for Business) pada mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Telkom Economics and Business School, Telkom University Tahun Akademik 2012/2013, memperlihatkan gambaran skor sebagai berikut:

Tabel 5

Rata-Rata Skor TOEFL, General English, dan English for Business pada Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Telkom Economics and Business School, Telkom University Tahun Akademik 2012/2013

MATA KULIAHSKOR RATA-RATA
TOEFL_258,03
GENERAL ENGLISH69,03
ENGLISH FOR BUSINESS70,43

Berdasarkan Tabel 5, terlihat bahwa rata-rata skor TOEFL mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Telkom Economics and Business School, Telkom University TA 2012/2013 pada saat masuk adalah sebesar 58,03. Pada semester pertama, hasil belajar Mata Kuliah Bahasa Inggris I (General English) menunjukkan rata-rata skor sebesar 69,03, lebih tinggi daripada skor TOEFL sebelumnya. Pada semester kedua, hasil belajar Mata Kuliah Bahasa Inggris II (English for Business) menunjukkan rata-rata skor sebesar 70,43, lebih tinggi dari skor Mata Kuliah

Bahasa Inggris I (General English) pada semester sebelumnya. Untuk melihat apakah perbedaan skor-skor tersebut signifikan atau tidak, berikut dilakukan uji perbandingan dua sampel berpasangan menggunakan Paired Sample t Test dan analisis varians (ANOVA).

Uji Paired Sample t Test

Dengan menggunakan bantuan software SPSS 20.0, diperoleh hasil uji perbandingan dengan menggunakan Paired Sample t Test sebagai berikut:

Tabel 6 Perbandingan Skor TOEFL, General English dan English for Business pada Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Telkom Economics and Business School, Telkom University Tahun Akademik 2012/2013 dengan Menggunakan Paired Sample t Test

HIPOTESISPERBANDINGANSELISIH
RATA-RATA
T TESTSIG (P-
VALUE)
SIMPULAN
1TOEFL_2 VS GENERAL ENGLISH-10,99-15,9900,000Signifikan
2TOEFL_2 VS ENG FOR BSNS-12,40-16,3210,000Signifikan
3GENERAL ENGLISH VS
ENG FOR BUSINESS
-1,40-1,8180,071Tidak
Signifikan

Uji ANOVA & Tukey Kramer

Analisis varians (ANOVA) digunakan untuk melihat perbedaan skor TOEFL, General English, dan English for Business secara bersama-sama (simultan) yang dilanjutkan dengan uji Tukey Kramer untuk melihat perbedaan skor secara parsial. Hasil analisis menggunakan software SPSS 20.0 menunjukkan keluaran berikut ini:

Perbandingan Skor TOEFL, General English, dan English for Business pada Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Telkom Economics and Business School, Telkom University Tahun Akademik 2012/2013 dengan Menggunakan ANOVA

ANOVA_IKOM

Sum of
SquaresDfMean SquareFSig.
Between Groups14654.24327327.12293.052.000
Within Groups37323.66047478.742
Total51977.904476

Hipotesis

H0 : T = GE = EB Tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara rata-rata skor TOEFL, General English, dan English for Business secara simultan (Ikom)

H1 : tidak semua i sama : Terdapat perbedaan yang signifikan antara rata-rata skor TOEFL, General English, dan English for Business secara simultan (Ikom)

Taraf kekeliruan () = 0,05

Berdasarkan Tabel 7, diketahui nilai F hitung sebesar 93,052 dan p-value sebesar 0,000. Karena p-value (0,000) < 0,05 maka kesimpulannya adalah menolak H0 dan menerima H1, artinya terdapat perbedaan yang signifikan antara rata-rata skor TOEFL, General English, dan English for Business secara simultan. Untuk mengetahui lebih detail tentang komposisi perbedaan yang terjadi, dilakukan uji lanjut menggunakan uji Tukey Kramer dengan hasil berikut ini.

Tabel 8

Perbandingan Skor TOEFL, General English dan English for Business pada Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Telkom Economics and Business School, Telkom University Tahun Akademik 2012/2013 dengan Menggunakan Uji Tukey Kramer (Uji Lanjut Anova)

SIG (P
PERBANDINGANSELISIH RATA-RATAVALUE)
TOEFL VS GENERAL ENGLISH-10,990,000
TOEFL VS ENGLISH FOR BUSINESS-12,400,000
GENERAL ENGLISH VS ENGLISH FOR BUSINESS-1,400,337

Berdasarkan tabel 8, diketahui p-value untuk dua pasangan perbandingan kurang dari 0,05 dan satu perbandingan melebihi 0,05, dengan penjelasan sebagai berikut.

  • A. Perbandingan TOEFL dengan General English
    • p-value sebesar 0,000 < 0,05 menunjukkan bahwa rata-rata skor TOEFL berbeda signifikan dengan rata-rata skor General English
  • B. Perbandingan TOEFL dengan English for Business

p-value sebesar 0,000 < 0,05 menunjukkan bahwa rata-rata skor TOEFL berbeda signi

  • fikan dengan rata-rata skor English for Business.
  • C. Perbandingan General English dengan English for Business p-value sebesar 0,337 > 0,05 menunjukkan bahwa rata-rata skor General English tidak berbeda signifikan dengan rata-rata skor

English for Business.

3. Analisis Perbandingan Prestasi Mahasiswa dalam TOEFL, Bahasa Inggris I (General English) dan Bahasa Inggris II (English for Business) pada Mahasiswa Program Studi Ilmu

Komunikasi Telkom Economics and Business School, Telkom University Tahun Akademik 2012/2013

Laporan nilai TOEFL dari institusi dan laporan akademik mahasiswa berupa daftar nilai mata kuliah Bahasa Inggris I (General

English) dan mata kuliah Bahasa Inggris II (English for Business) pada mahasiswa Program Studi Akuntansi Telkom Economics and Business School, Telkom University Tahun Akademik 2012 / 2013, memperlihatkan gambaran skor sebagai berikut:

Tabel 9

Rata-Rata Skor TOEFL, General English, dan English for Business pada Mahasiswa Program Studi Akuntansi Telkom Economics and Business School, Telkom University Tahun Akademik 2012/2013

MATA KULIAHSKOR RATA-RATA
TOEFL56,99
GENERAL ENGLISH71,28
ENG4b71,36

Berdasarkan Tabel 9 di atas, terdapat perbedaan antara kemampuan Bahasa Inggris mahasiswa Telkom Economics and Business School, Telkom University Prodi Akuntansi tahun ajaran 2012/2013 di awal. Untuk melihat apakah perbedaan skor-skor tersebut signifikan atau tidak, berikut dilakukan uji perbandingan

dua sampel berpasangan menggunakan Paired Sample t Test dan analisis varians (ANOVA).

Uji Paired Sample t Test

Dengan menggunakan bantuan software SPSS 20.0, diperoleh hasil uji perbandingan dengan menggunakan Paired Sample t Test sebagai berikut.

Tabel 10

Perbandingan Skor TOEFL, General English dan English for Business pada Mahasiswa Program Studi Akuntansi Telkom Economics and Business School, Telkom University Tahun Akademik 2012/2013 dengan Menggunakan Paired Sample t Test

HIPOTESISPERBANDINGANSELISIH
RATA-RATA
T TESTSIG (P-
VALUE)
KESIMPULAN
1TOEFL VS
GENERAL
ENGLISH
-14,30-17,2050,000Signifikan
2TOEFL VS
ENGLISH FOR
BUSINESS
-14,38-17,6240,000Signifikan
3GENERAL
ENGLISH VS
ENGLISH FOR
BUSINESS
-0,08-,0680,946Tidak Signifikan

Uji ANOVA & Tukey Kramer

Analisis varians (ANOVA) digunakan untuk melihat perbedaan skor TOEFL, General English, dan English for Business secara

bersama-sama (simultan) yang dilanjut-kan dengan uji Tukey Kramer untuk melihat perbedaan skor secara parsial. Hasil analisis menggunakan software SPSS 20.0 menunjuk-kan keluaran sebagai berikut:

Perbandingan Skor TOEFL, General English, dan English for Business pada Mahasiswa Program Studi Akuntansi Telkom Economics and Business School, Telkom University Tahun Akademik 2012/2013 dengan Menggunakan ANOVA

ANOVA_AKUN

Sum of
SquaresDfMean SquareFSig.
Between Groups14045.21927022.60936.438.000
Within Groups91352.488474192.727
Total105397.707476

Berdasarkan tabel 11 diketahui nilai F hitung sebesar 36,438 dan p-value sebesar 0,000. Karena p-value (0,000) < 0,05, simpulannya adalah menolak H0 dan menerima H1, artinya terdapat perbedaan yang signifikan antara rata-rata skor TOEFL, General English, dan English for Business secara simultan. Untuk mengetahui secara lebih jelas tentang komposisi perbedaan yang terjadi, dilakukan uji lanjut dengan menggunakan uji Tukey Kramer dengan hasil sebagai berikut.

Tabel 12

Perbandingan Skor TOEFL, General English dan English for Business pada Mahasiswa Program Studi Akuntansi Telkom Economics and Business School, Telkom University Tahun Akademik 2012/2013 dengan Menggunakan Uji Tukey Kramer (Uji Lanjut ANOVA)

PERBANDINGANSELISIH RATA-RATASIG (P-VALUE)
TOEFL VS GENERAL ENGLISH-14,300,000
TOEFL VS ENGLISH FOR BUSINESS-14,380,000
GENERAL ENGLISH VS ENGLISH
FOR BUSINESS-0,080,994

Berdasarkan tabel 12, diketahui p-value untuk dua pasangan perbandingan kurang dari 0,05 dan satu perbandingan melebihi 0,05, dengan penjelasan sebagai berikut.

  • A. Perbandingan TOEFL dengan General English p-value sebesar 0,000 < 0,05 menunjukkan bahwa rata-rata skor TOEFL berbeda signi-fikan dengan rata-rata skor General English.
  • B. Perbandingan TOEFL dengan English for Business p-value sebesar 0,000 < 0,05 menunjukkan bahwa rata-rata skor TOEFL berbeda signifikan dengan rata-rata skor English for Business.
  • C. Perbandingan General English dengan English for Business

p-value sebesar 0,994 > 0,05 menunjukkan bahwa rata-rata skor General English tidak

berbeda signifikan dengan rata-rata skor English for Business.

4. Analisis Perbandingan Prestasi Mahasiswa dalam TOEFL, Bahasa Inggris I (General English) dan Bahasa Inggris II (English for Business) pada Mahasiswa Program Studi Administrasi Niaga Telkom Economics and Business School, Telkom University Tahun Akademik 2012/2013

Laporan nilai TOEFL dari institusi dan laporan akademik mahasiswa berupa daftar nilai mata kuliah Bahasa Inggris I (General English) dan mata kuliah Bahasa Inggris II (English for Business) pada mahasiswa Program Studi Administrasi Niaga Telkom Economics and Business School, Telkom University Tahun Akademik 2012/2013, memperlihatkan gambaran skor sebagai berikut:

Rata-Rata Skor TOEFL, General English dan English for Business pada Mahasiswa Program Studi Administrasi Bisnis Telkom Economics and Business School, Telkom University Tahun Akademik 2012/2013

MATA KULIAHSKOR RATA-RATA
TOEFL52,69
GENERAL ENGLISH64,35
ENGLISH FOR BUSINESS73,83

Berdasarkan tabel 13, terlihat perbedaan antara skor TOEFL mahasiswa dan nilai Mata Kuliah Bahasa Inggris I (General English) serta nilai Mata Kuliah Bahasa Inggris II (English for Business). Untuk melihat apakah perbedaan skor tersebut signifikan atau tidak, berikut dilakukan uji perbandingan dua sampel

berpasangan menggunakan Paired Sample t Test dan analisis varians (ANOVA).

Uji Paired Sample t Test

Dengan menggunakan bantuan software SPSS 20.0, diperoleh hasil uji perbandingan dengan menggunakan Paired Sample t Test sebagai berikut:

Tabel 14

Perbandingan Skor TOEFL, General English, dan English for Business pada Mahasiswa Program Studi Administrasi Bisnis Telkom Economics and Business School, Telkom University Tahun Akademik 2012/2013 dengan Menggunakan Paired Sample t Test

HIPOTESISPERBANDINGANSELISIH
RATA
RATA
T TESTSIG (P
VALUE)
SIMPULAN
1TOEFL VS GENERAL
ENGLISH
-11,66-13,5870,000Signifikan
2TOEFL VS ENGLISH FOR
BUSINESS
-21,14-31,3680,000Signifikan
3GENERAL ENGLISH VS
ENGLISH FOR BUSINESS
-9,48-10,9650,000Signifikan

Uji ANOVA & Tukey Kramer

Analisis varians (ANOVA) digunakan untuk melihat perbedaan skor TOEFL, General English, dan English for Business secara bersama-sama (simultan), yang dilanjutkan dengan uji Tukey Kramer untuk melihat perbedaan skor secara parsial. Hasil analisis menggunakan software SPSS 20.0 menunjukkan keluaran sebagai berikut.

Perbandingan Skor TOEFL, General English dan English for Business pada Mahasiswa Program Studi Administrasi Bisnis Telkom Economics and Business School, Telkom University Tahun Akademik 2012/2013 dengan Menggunakan ANOVA

Sum of
Squares
DfMean SquareFSig.
Between Groups36086.427218043.213235.913.000
Within Groups36864.52748276.482
Total72950.953484

Berdasarkan tabel 15, diketahui nilai F hitung sebesar 235,913 dan p-value sebesar 0,000. Dikarenakan p-value (0,000) < 0,05. Kesimpulannya adalah menolak H0 dan menerima H1, artinya terdapat perbedaan yang signifikan antara rata-rata skor TOEFL, General English, dan English For Business secara simultan.

Uji Tukey Kramer

Tabel 16

Perbandingan Skor TOEFL, General English, dan English for Business pada Mahasiswa Program Studi Administrasi Niaga Telkom Economics and Business School, Telkom University dengan Menggunakan Uji Tukey Kramer (Uji Lanjut Anova)

PERBANDINGANSELISIH RATA-RATASIG (P-VALUE)
TOEFL VS GENERAL
ENGLISH-11,660,000
TOEFL VS ENGLISH FOR
BUSINESS-21,140,000
GENERAL ENGLISH VS
ENGLISH FOR BUSINESS-9,480,000

Berdasarkan tabel 16, diketahui p-value untuk ketiga pasangan perbandingan kurang dari 0,05 dengan penjelasan sebagai berikut :

  • A. Perbandingan TOEFL dengan General English p-value sebesar 0,000 < 0,05 menunjukkan bahwa rata-rata skor TOEFL berbeda signifikan dengan rata-rata skor General English.
  • B. Perbandingan TOEFL dengan English for Business p-value sebesar 0,000 < 0,05 menunjukkan bahwa rata-rata skor TOEFL berbeda signifikan dengan rata-rata skor English for Business.
  • C. Perbandingan General English dengan English for Business p-value sebesar 0,000 < 0,05 menunjukkan bahwa rata-rata skor General English berbeda signifikan dengan ratarata skor English for Busines.

PEMBAHASAN

Hasil analisis dengan menggunakan Paired sample t test dan uji varian ANOVA menunjukkan prestasi mahasiswa dalam perolehan skor TOEFL, nilai mata kuliah Bahasa Inggris I (Genera English), dan nilai Bahasa Inggris II (English for Business) memiliki perbedaan yang signifikan. Secara deskriptif, rata-rata skor TOEFL mahasiswa yang diperoleh dari hasil tes sebelum perkuliahan dimulai memiliki nilai terendah, sedangkan ratarata nilai Bahasa Inggris II yang diberikan pada semester II merupakan nilai tertinggi dari tiga nilai bahasa Inggris yang diperbandingkan.

Hal itu menarik untuk dikaji mengingat banyak faktor yang dapat menjadi penyebab perbedaan nilai tersebut. Test of English as a Foreign Language atau lebih dikenal dengan TOEFL merupakan nilai yang paling objektif yang diterima mahasiswa mengingat tes ini dilakukan pada tahun pertama sebelum perkuliahan dimulai; tidak ada proses belajar-mengajar yang dilakukan sebelum tes ini diberikan. Dengan kata lain, hasil tes ini menunjukkan kemampuan dasar keterampilan berbahasa Inggris yang dimiliki mahasiswa. Berbeda halnya dengan nilai mata kuliah Bahasa Inggris I dan Bahasa Inggris II yang diperoleh setelah melalui proses belajarmengajar selama satu semester.

Dari data yang dikumpulkan, subjektivitas pengajar merupakan salah satu faktor yang paling menonjol dalam perbedaan nilai bahasa Inggris yang diperoleh mahasiswa. Hal ini terlihat dari pemberian nilai tugas dan kuis yang relatif jauh lebih tinggi daripada nilai UTS dan UAS mahasiswa yang diperoleh murni dari hasil tes. Hasil ujian mahasiswa dalam ujian tengah semester atau ujian akhir semester rata-rata menunjukkan hasil yang tidak jauh berbeda dengan skor TOEFL mahasiswa yang sistem penilaiannya telah dikonversikan sesuai dengan standar penilaian mata kuliah Bahasa Inggris I dan Bahasa Inggris II (skala 0-100). Namun, setelah digabungkan dengan nilai tugas mahasiswa, perolehan nilai atau skor bahasa Inggris mahasiswa memiliki perbedaan yang signifikan.

Hasil penelitian ini menimbulkan sebuah pertanyaan apakah mahasiswa yang memperoleh nilai A untuk mata kuliah Bahasa Inggris I atau Bahasa Inggris II benar-benar layak untuk mendapatkan nilai tersebut?

Fakta lainnya yang diperoleh dari hasil penelitian ini adalah perbedaan antara nilai Bahasa Inggris I dan nilai Bahasa Inggris II

bervariasi pada beberapa program studi yang diteliti. Pada program studi Akuntansi dan Ilmu Komunikasi, terdapat perbedaaan yang signifi-kan antara skor TOEFL dan nilai Bahasa Ing-gris I, skor TOEFL dan nilai bahasa Inggris II, namun tidak terdapat perbedaan yang signifi-kan antara nilai Bahasa Inggris I (General English) dan nilai Bahasa Inggris II (English for Business) mahasiswa.

Pada program studi Administrasi Bisnis terdapat perbedaan yang signifikan antara nilai bahasa Inggris I dan nilai Bahasa Inggris II seperti halnya terdapat perbedaan yang signifikan antara nilai TOEFL dan nilai bahasa Inggris I, serta nilai TOEFL dan nilai bahasa Inggris II. Perbedaan yang signifikan dan tidak signifikan antara nilai Bahasa Inggris I dan Bahasa Inggris II di ketiga program studi tersebut, jika melihat fakta di lapangan, berhubungan erat dengan subjektifitas dan status pengajar di program-program studi tersebut.

Pada tahun akademik 2012/2013, pengajar bahasa Inggris di program studi Ilmu Komunikasi dan Akuntansi mayoritas adalah dosen tetap di Telkom Economics and Business School, Telkom University, sedangkan di program studi Administrasi Bisnis pengajar bahasa Inggris di prodi tersebut mayoritas adalah dosen tidak tetap. Asumsi yang muncul dari fakta ini adalah tingkat subjektivitas pengajar dengan status dosen tetap terhadap mahasiswa lebih tinggi dari pada tingkat subjektivitas pengajar yang berstatus dosen tidak tetap sehingga terjadi perbedaan yang signifikan dan perbedaan yang tidak signifikan untuk nilai mata kuliah Bahasa Inggris I dan Bahasa Inggris II.

SIMPULAN

Idealnya, penelitian ini dilakukan terhadap seluruh mahasiswa Telkom Economics and Business School, Telkom University yang pernah mengikuti TOEFL dan juga pernah mengikuti perkuliahan Bahasa Inggris. Namun, karena disesuaikan dengan cakupan penelitian yaitu membandingkan prestasi mahasiswa dalam perolehan nilai TOEFL, niai bahasa Inggris I dan bahasa Inggris II, penelitian ini hanya dilakukan di tiga program studi yang memiliki keseragaman dalam pemberian mata kuliah Bahasa Inggris I dan Bahasa Inggris II. Penelitian ini dapat dikembangkan dengan melakukan penelitian serupa yaitu dengan melakukan uji banding terhadap mata kuliah lain. Dapat juga dikembangkan dengan melakukan penelitian kualitatif mengenai tingkat subjektivitas dosen terhadap mahasiswa dalam pemberian nilai akhir.

Research Intelligence

Data from OpenAlex ↗

Metrics

0.00
FWCIfield-weighted
8th
Percentilevs same year + field
Article
Work type
Open Access

Semantic Profile AI-classified research signals

Institution Network

  • Telkom University ID
    Prodi Ilmu Komunikasi, Fakultas Komunikasi dan Bisnis, Universitas Telkom · Iis Kurnia Nurhayati

References

  1. Alderson, J. Charles. Lyons, Dan. (1996). TOEFL preparation courses: a study of washback. Language Testing Journal. November 1996 vol. 13 No. 3 280-297
  2. Anggiearanidipta, Suma. Jurus-jurus menjawab tes TOEFL, Diakses pada: www.carajawab.com 14 Mei 2011.
  3. Anthony, Edward. (1989). English language teaching: approach, method, and technique. Cambridge: Cambridge University Press.
  4. Brown, Douglas H. (2001). Teaching by principles: an interactive approach to language pedagogy. New York: Addison Wesley Longman Inc.
  5. Ervani, Seyed Shiva. (2011). An investigation on the attitudes of IELTS and TOEFL IBT teachers : a quantitative & qualitative analysis. British Journal of Education, Society & Behavioural Science vol 4 issue: 1. pp 122-132
  6. Han, Youngju dan Ellis, Rod. (1998). Implicit knowledge, explicit knowledge and general language proficiency. Language teaching research journal. Januari 1998 vol. 2 no. 1 1-23
  7. Kokhan, Kateryna. (2012). Investigating the possibility of using TOEFL scores for university ESL decision-making: Placement Trends and Effect of Time Lag. Language testing journal. April 2012 vol. 29
  8. Laborda, Garda Jesus. (2008). Is The TOEFL Exam Aimed at Everyone?. The Eurocall Review. Issue number 14. Diakses melalui http: //www. eurocall.languages. Diunduh pada 12 Maret 2012
  9. Nurgiyantoro, Burhan dkk. (2004). Statistik terapan untuk penelitian-penelitian sosial. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
  10. Tes TOEFL, http://www.iief.or .id/. Diakses pada tanggal 10 Mei 2011.
  11. Torghabeh, Askarzadeh Rajabal & Mehr, Yazdan Elhalm. (2011). EFL Learner
  12. Walpole, Ronald E. (1995). Pengantar statistika edisi ke-3. Jakarta:Penerbit PT. Gramedia Pustaka Utama.
  13. Zuhair, E. (2010). Devensive learning & the TOEFL barier : a case study. Academic Journal Article Vol 132. No 2. Pp 117-2012