1. Home
  2. Archives
  3. Vol 13 (2015) Issue 3
  4. Articles

Melatih Kesabaran Pada Anak Usia 7 Dan 8 Tahun Dengan Merajut

Abstract

Melatih perkembangan anak dengan merajut bukan pekerjaan mudah. Diperlukan tutorial merajut yang tepat agar mudah dipelajari oleh anak. Tutorial rajut yang ada di dalam knitting art masih membuat anak kesulitan mengaplikasikan teknik merajut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimen kualitatif. Metode ini menggunakan dua tahap tes yaitu pre-test menggunakan tutorial rajut yang ada di dalam knitting art dan treatment menggunakan video tutorial yang dibuat menyesuaikan tutorial yang ada di Knitting Art. Parameter kesabaran menjadi instrumen penelitian untuk mengumpulkan data dari tahap pre-test dan tahap treatment. Parameter kesabaran menggunakan skala diferensial untuk mengumpulkan data. Kedua tahap tes diujicobakan kepada lima orang siswa Sekolah Dasar Internasional Temasek Bandung. Hasil perbandingan dari kedua tahapan tes membuktikan beberapa peningkatan kesabaran pada 4 anak, sedangkan pada 1 anak tidak ada perubahan karena anak tersebut sudah memiliki skor maksimal. Peningkatan tersebut membuktikan merajut menggunakan tutorial yang tepat dapat meningkatkan kesabaran pada anak usia 7 dan 8 tahun. Kata kunci: knitting art, rajut, siswa, sabar Training children development through knitting is not an easy task.The right knitting tutorial for children is needed in order that children learn it easily. The knitting tutorial currently available in the Knitting Art still poses difficulties among children in term of the application of the knitting technique. The method used in this research is a qualitative experiment using two steps of test, i.e. pre-test step, which used the knitting tutorial available in the Knitting Art, and the second is treatment, which used a video tutorial made to suit the tutorial available in the Knitting Art. Patience parameter was used as a research instrument to collect the data from the pre-test and the treatment. The patience parameter used a differential scale for collecting the data. The two steps of test were performed on five elementary school students of Sekolah Dasar Internasional Temasek Bandung. The result of the comparison of both tests showed an increase of patience in 4 students, while no change was found in 1 student because the student had already had a maximum score. Such increases proved that knitting using the right tutorial could increase the patience of children aged 7 to 8. Keywords: knitting art, knitting, student, patience

Keywords

PENDAHULUAN

Menurut Byron (2009) seorang chartered clinical psychologist yang mengkhususkan diri dalam bekerja dengan anakanak dan remaja, dalam bukunya menyatakan rajut merupakan salah satu permainan yang dikaitkan dengan kesabaran. Banyak orang mengatakan merajut itu memerlukan kesabaran. Ada juga yang mengatakan, bahwa orang yang merajut adalah orang yang sabar. Dalam perkembangan anak kesabaran diperlukan untuk melatih perkembangan otak. Salah satu caramerangsang perkembangan otak anak adalah dengan memperkenalkan beberapa aktivitas yang membutuhkan keakuratan, kesabaran dan koordinasi tangan-mata yang baik seperti merajut. Melatih perkembangan anak dengan merajut bukan pekerjaan yang mudah, sebab terlebih dahulu anak harus belajar teknik merajut. Untuk sebagian orang dewasa merajut merupakan hal yang sulit untuk dipelajari apalagi untuk anak-anak. Oleh karena itu, diperlukan tutorial merajut yang tepat untuk anak agar mudah dipelajari.

Tutorial rajut yang dikhususkan untuk anak sebenarnya sudah ada, di antaranya adalah knitting art. Knitting art adalah satu paket tutorial merajut khusus untuk anak usia mulai 8 tahun ke atas yang terdiri atas panduan

merajut yang berupa ilustrasi cara merajut, 2 set alat rajut yang disebut breien, benang rajut dan beberapa alat bantu merajut lainnya. Produk ini memiliki kekurangan yang sangat memengaruhi minat belajar anak yaitu tutorial atau panduan merajut yang sulit dipahami anak. Minat untuk belajar merajut sangat dibutuhkan dalam proses belajar.Oleh karena itu panduan atau tutorial dalam merajut harus diperhatikan dengan baik. Tutorial atau panduan harus menarik dan mudah dipahami oleh anak dengan tujuan menarik anak untuk belajar merajut.

Permasalahan Penelitian

Merajut merupakan satu kegiatan yang berhubungan dengan kesabaran. Menurut Byron (2009), cara untuk merangsang anak salah satunya adalah dengan memperkenalkan beberapa aktivitas yang membutuhkan keakuratan, kesabaran, serta koordinasi tanganmata yang baik salah satunya seperti merajut yang membutuhkan ketelitian. Muncul beberapa masalah dalam memperkenalkan rajut pada anak yang dapat dirumuskan sebagai berikut:

  • 1. Rajut belum pernah dijadikan media untuk melatih kesabaran anak usia 7 dan 8 tahun.
  • 2. Belum adanya tutorial rajut dalam permainan rajut anak yang mudah dipahami oleh anak usia 7 dan 8 tahun. Permainan yang sudah ada seperti knitting art masih membuat anak kebingungan bagaimana cara merajut karena petunjuk yang ada di
dalamnya masih belum jelas untuk anak usia 7 dan 8 tahun.

METODE

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimen kualitatif menggunakan dua tahapan tes yaitu pre-test menggunakan tutorial rajut yang ada di dalam knitting art dan treatment menggunakan video tutorial yang dibuat menyesuaikan tutorial yang ada pada knitting art. Parameter kesabaran adalah sebagai instrumen penelitian untuk mengumpulkan data dari tahap pre-test dan tahap treatment. Parameter kesabaran menggunakan skala diferensial untuk mengumpulkan data.

Rajut dengan teknik knitting merupakan objek dalam penelitian ini.Teknik knitting memiliki banyak sekali pola yang masingmasing memiliki tingkat kesulitan. Kesulitan dalam teknik knitting bisa menguji anak menjadi lebih sabar. Dalam penelitian ini tingkat kesulitan yang akan digunakan hanya level basic yaitu knit dan purl, untuk mempermudah anak usia 7 dan 8 tahun mengenal dan mempelajari knitting.

Pengambilan sampel diambil dari anak usia 7-10 tahun yang kemudian dikerucutkan pada umur 7 dan 8 tahun. Pengambilan sampel dilakukan pada usia ini karena anak masih bisa dibentuk menjadi lebih baik dengan dilatih kesabarannya, seperti yang dijelaskan Byron (2009).

12

Gambar 1 Hasil basic knit (dua gambar di sisi kiri), pola rajut Jepang (dua gambar di sisi kanan). (Sumber :www.lionbrand.com)

Penarikan sampel menggunakan teknik rajut dasar yaitu knit dan purl seperti yang dijelaskan sebelumnya. Lokasi penelitian dilakukan di Sekolah Dasar Temasek Internasional Bandung yang bertempat di Jalan Sindang Sirna No.8-10, Bandung, Jawa Barat. Penelitian di Sekolah Dasar Temasek Bandung dimulai tanggal 24 Februari 2014 sampai 14 Juli 2014. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah parameter kesabaran yang disusun menurut ciri-ciri orang sabar yang diambil dari turunan kata sabar yang disesuaikan dengan bahasa tubuh atau tingkah laku para perajut pada saat sedang merajut.

Parameter kesabaran dapat dilihat pada Gambar 2. Parameter kesabaran akan dipegang oleh peneliti untuk melihat perubahan yang terjadi pada anak. Peneliti melihat satu per satu anak yang diujicobakan melalui rekaman yang diambil pada saat anak melakukan tes untuk mempermudah proses penilaian.

Peralatan rajut yang digunakan oleh anak Sekolah Dasar Temasek berasal dari knitting art (permainan rajut yang sudah beredar dipasaran) yang diperbanyak sesuai dengan jumlah anak yang ikut serta dalam penelitian pada gambar 3. Isi knitting art ini terdiri atas dua pasang breien, 4 gulung kecil benang berbeda warna, 3 gulung benang ukuran lebih besar. Jarum jahit plastik, tutorial rajut, dan hiasan plastik. Isi tutorial knitting art seperti pada gambar 4, 5, dan 6.

6

Gambar 2 Parameter kesabaran anak terhadap rajut

Gambar 3 Knitting art sampel mainan rajut yang sudah beredar di pasaran (Sumber: Rinjani, 2014)

Basic of Knitting 1 : Casting On Placing a foundation row of stitches on the needle in order to begin knitting is called casting on

and pull.

Form a loop as in the diagram You should now have a slip

Slide the silp knot onto a knitting needle and pull the end of the yarn to tighten.

Hold the needle with the slip knot in your right hand. Clasp the loose tail of the varn with the fingers of your left hand.

Slip the point of the needle the yarn on your

Take your thumb off the needle, and leave the loop on the needle. Pull the end of the yarn to tighten.

Take your thumb off the needle, and leave the loop on the needle. Pull the end of the yarn to tighten.

Repeat the steps D4-D6 again and again to add more stitches. This will be the first row of your knitting.

Basics of Knitting 2: Knit Stitch

There are 2 main stitches used in knitting - Knit and Purl. Your knitting will be bumpy on both sides.

Before you start, follow the steps D1-D7. Hold the needle with the stitches on it in your left hand. Insert the other needle into the first stitch from front to back

Now the right hand needle will be under your left-hand needle.

Wrap the yarn around the Bring the loop back of your right needle, through the first stitch then between the tips of the your left needle.

Slip the stitch off your left-hand needle.

Now you will see a stitch made on your right-hand needle. Your first knit stitch has been made.

Repeat steps E1 - E6 until After completing the first row the end of the row.

of knitting, swap the needles over so that the one with the stitches is back in your left hand. Continue until you reach your desired length, bind office

Gambar 4 Tutorial knitting art sample mainan rajut yang sudah beredar di pasaran (Sumber: Rinjani, 2014)

have made You should now stitches you right-hand needle.

When all the stitches have been made onto your righthand needle, you will have finished the first row of your knitting.

Swap the needles over, so the one with stitches is back in your left hand. Continue your third row by repeating steps F2-F7 continuously.

Continue until you reach your desired length and bind off. Your finished piece should look like this and will look very much the same as the -0

Basics of Knitting 4: Stocking Stitch

The Purl Stitch and the Knit Stitch are actually the reverse of each other. The front of the purl Stitch lookslike the back of the Knit Stitch and the vice versa.

Once you have learnt the Knit Stitch and Purl Stitch, you can combine both stitches and create all sorts of patterns.For example, one row of Knit Stitch and one row of Purl Stitch will create a "Stocking Stitch". You will find your knitting will be smooth on one side and bumpy on the other. Or three rows of Knit Stitch and 3 rows of Purl Stitch will create a Ribbing effect. The imagination is unlimited.

Hold the needle with the stitches on it in your left hand. Insert the other needle into the first stitch from front to back.

Now the right hand needle will be under your left-hand needle.

Wrap the yarn around the back of your right needle, then between the tips of the two needles.

Basics of Knitting 3: Purl Stitch

The Purl Stitch and the Knit Stitch are actually the reverse of each other. The front of the purl Stitch lookslike the back of the Knit Stitch and the vice versa.

Hold the needle with the The left hand needle will be hand. Insert the other needle into the first stitch from back to front

stitches on it in your left under your right-hand needle. Remember to bring the yarn in front of the needles.

of your right hand needle in an anti-clockwise direction.

Wrap the yarn around the tip Pull the loose end to tighten.

Bring the loop of yarn through Slip the stitch the first stitch on your left left-hand needle.

off your

made on your right-hand needle.

You will now have one stitch Pull the working yarn in your right hand a little to tighten then knit each stitch in the row in the same way.

Gambar 5 Tutorial knitting art sample mainan rajut yang sudah beredar di pasaran (Sumber: Rinjani, 2014)

Teknik Pengumpulan Data

Pengumpulan data dilakukan untuk mengetahui apa saja yang ada sebelum dilakukannya penelitian atau percobaan (test).Teknik pengumpulan data ada tiga tahap yaitu pre-test, treatment, dan post-test.

  • a. Tahap pre-test, untuk mengetahui seberapa jauh anak usia 7-10 tahun di Temasek mampu mengerjakan rajutan. Untuk mengetahui perubahannya digunakan parameter kesabaran.
  • b. Tahap treatment, untuk mengetahui pengaruh merajut pada anak usia 7 dan 8 tahun dengan metode tutorial yang dibuat dalam bentuk video. Untuk mengetahui perubahannya digunakan parameter kesabaran.
  • c. Tahap post-test, dilakukan setelah perbaikan video tutorial dari tahap treatment. Untuk mengetahui perubahannya digunakan parameter kesabaran.

Data parameter kesabaran tahap pretest dan treatment dibandingkan dengan data parameter kesabaran tahap post-test.

Tujuannya untuk mendapatkan data perubahan sebelum dan sesudah dilakukan treatment.

Wawancara

Agar mendapatkan informasi dan data yang lengkap, dilakukan wawancara pada dengan ahli di bidang psikologi dan rajut. Penelitian ini mencoba menggali data dari sumber yang terpercaya. Hal ini dapat dilihat pada Tabel 1.

Hasil wawancara dengan Palupi Sri Kinkin ditemukan beberapa murid anak-anak dari kelas merajut yang diasuhnya. Kebanyakan anak-anak tersebut tertarik dengan benang yang berwarna-warni. Begitu juga dengan alatnya. Secara emosional murid kelas merajut memiliki emosi yang berbeda-beda, dari senang sampai akhirnya menyerah dengan rajutannya. Menurut Palupi, knitting merupakan teknik rajut yang lebih cocok pada anakanak.

Menurutnya, terkadang untuk beberapa anak mudah mempelajari rajut, tetapi ada beberapa juga yang sangat sulit untuk memahami cara merajut.

13

Gambar 6 Tutorial knitting art sample mainan rajut yang sudah beredar di pasaran (Sumber: Rinjani, 2014).

Tabel 1 Latar Belakang Narasumber

Jenis DataNarasumberKeterangan
Rajut
Kegiatan
merajut
pada anak
Palupi Sri KinkinPengajar
knitting
di
Tobucil,
koordinator
klub
knitting
Tobucil,
anggota Komunitas Rajut Bandung.
Perilaku anakArdiles
Septuaginta, M.Sd
Guru
Sekolah
Dasar
di
Temasek
Internasional School.

Tabel 2 Hasil Analisis Pre-Test

KelompokTahap yang Dapat
Diselesaikan
Jumlah Anak
(orang)
Jumlah
Anak
yang
Tidak
Dapat Menyelesaikan
1D7
(cast
on)
5-
1--21
2D7
(cast
on)
21-
2E7
(knit)
3-
3D7
(cast
on)
10-
3E7
(knit)
3-

Hasil wawancara dengan Ardiles ditemukan data bahwa usia anak kelas 2 di Temasek berkisar antara 7 dan 8 tahun. Kelas 2 berjumlah 28 siswa terdiri atas anak perempuan dan laki-laki. Kelas 2 terdiri atas 2 kelas yaitu kelas 2a dan kelas 2b. Dalam pelajaran seni rupa kedua kelas tersebut digabung menjadi satu. Anak kelas ini sangat sulit berkonsentrasi tetapi mereka bisa diajak bekerjasama dalam kegiatan belajar. Anak kelas dua merupakan anak-anak yang antusias terhadap hal yang baru seperti kegiatan merajut, tetapi kemungkinan besar mereka akan banyak bertanya caranya dan menimbulkan suasana gaduh.

Survei

Tahap selanjutnya setelah persiapan adalah survei. Dalam tahap survei dilakukan perekaman dan pencatatan untuk mengetahui proses kegiatan penelitian yang dilakukan. Pencatatan dan perekaman dilakukan pada setiap kelompok untuk dilakukan perbandingan kelompok satu dengan kelompok lainnya.

Hasil survei yang dilakukan di Temasek dibagi menjadi 3 kelompok umur :

  • 1. Kelompok 1 terdiri atas siswa kelas 2a dan kelas 2b terdiri atas 26 anak.
  • 2. Kelompok 2 terdiri atas siswa kelas 3a dan kelas 3b terdiri atas 24 anak
  • 3. Kelompok 3 terdiri atas siswa kelas 4 terdiri atas 13 anak.

Hal ini dapat dilihat pada Tabel 2. Pada tahap pre-test anak kelas dua yang menjadi perhatian adalah Alegra, Jordan, Bryan, Naila, dan Satrio. Hasil penelitian tahap pre-test dengan tutorial knitting art menurut parameter sabar dari kelima anak di kelas dua terdapat pada Tabel 3.

Objek Penelitian Tahap Treatment

Objek yang diteliti pada tahap treatment dikurangi jumlahnya. Kelompok yang dipilih dalam tahap treatment adalah kelompok 1 dengan jumlah 5 orang anak. Pengurangan jumlah objek bertujuan agar penelitian lebih fokus dan terawasi dengan baik.

NamaKelompokTahap Knitting Art
yang Dapat Diselesaikan
Alegra1D7 (cast-on)
Bryan1D7 (cast-on)
Jordan1D7 (cast-on)
Naila1D7 (cast-on)
Satrio1D7 (cast-on)

Tabel 3 Objek Penelitian Tahap Treatment

Tabel 4 Objek Penelitian Tahap Treatment

NamaKelompokTahap Knitting Art
yang Dapat Diselesaikan
Alegra1D7 (cast-on)
Bryan1D7 (cast-on)
Jordan1D7 (cast-on)
Naila1D7 (cast-on)
Satrio1D7 (cast-on)

Kelompok 1 dipilih karena usia paling kecil dalam semua kelompok yaitu 7 dan 8 tahun. Hal ini dapat dilihat pada Tabel 4.

Tutorial yang digunakan pada tahap treatment berupa video. Video tutorial yang digunakan adalah video tutorial yang biasa

digunakan untuk belajar merajut yang tidak dikhususkan untuk usia 7 tahun. Video tutorial dibuat ulang oleh peneliti untuk keperluan penelitian. Hal ini dapat dilihat pada gambar 7.

1. Alegra (Gambar 7) .

Gambar 7 Potongan adegan dalam video tutorial merajut (Sumber : Dokumen Rinjani, 2014)

Gambar 8 Hasil rajut alegra (Sumber : Dokumen Rinjani, 2014)

4 5

2. Bryan

Gambar 9 Hasil rajut Bryan (Sumber : Dokumen Rinjani, 2014)

2

3. Jordan

Gambar 10 Hasil rajut Jordan (Sumber : Dokumen Rinjani, 2014)

1

4. Naila

3

Gambar 11 Hasil rajut naila (Sumber : Dokumen Rinjani, 2014)

5

5. Satrio

Gambar 12 Hasil rajut Satrio (Sumber : Dokumen Rinjani, 2014)

5

Hasil Penelitian

Hasil Treatment pada tabel 5 menunjukkan lamanya anak merupakan ciri-ciri ketidaksabaran anak dan kesabaran anak

menghadapi rajutannya. Hasil test setiap anak setiap anak berbeda-beda seperti yang terlihat pada tabel 6, 7, 8, 9, dan 10.

Tabel 5 Hasil Treatment

NamaAntusiasTenangCeriaMenahanBertahan
Alegra35,0035,005,0035,0035,00
Bryan28,9827, 4127,4126, 9626.96
Jordan35,0016,681630,9335,00
Naila35,0035,0035,0035,0035,00
Satrio30,9016,9016,9027,0335,00

1. Alegra

Tabel 6 Hasil Tes Alegra

AlegraPre-testTreatment= Meningkat
Antusias335
Tenang3535= Tidak berubah
Ceria35
Menahan3535
Bertahan3535

Pada Alegra dilihat dari parameter kesabarannya mengalami beberapa peningkatan, terutama antusiasnya terhadap rajutan bertambah 32 menit dari pre-test. Setelah itu, meningkat 2 menit dan 30 menit kemudian berada pada sikap ceria, sedangkan dari sikap tenang, menahan, dan bertahannya masih sama selama 35 menit (waktu maksimal).

2. Bryan

Dilihat dari parameter kesabarannya, Bryan mengalami peningkatan dan beberapa penurunan. Peningkatan terjadi pada sikap tenang Bryan bertambah 22 menit di tahap treatment kemudian menurun kembali di tahap post-test 11 menit, sedangkan penurunan terjadi pada sikap antusias selama 7 menit kemudian turun lagi 13 menit. Sikap ceria menurun 8 menit kemudian turun lagi 13 menit. Sikap menahan menurun 9 menit kemudian turun lagi 11 menit dan sikap bertahan menurun 9 menit kemudian turun lagi 10 menit. Bryan mengalami banyak kemunduran.

Tabel 7 Hasil Tes Bryan

BryanPre-testTreatment
Antusias3528.98
Tenang527.41= Menurun
Ceria3527.41
Menahan3526.96= Naik-Turun
Bertahan3526.96

3. Jordan

Tabel 8 Hasil Tes Jordan

JordanPre-testTreatment= Meningkat
Antusias3535
Tenang26.6116.68= Naik-Turun
Ceria3516
Menahan25.6230.93= Tidak berubah
Bertahan3535

Dilihat dari parameter kesabarannya, Jordan mengalami peningkatan dan beberapa

penurunan. Peningkatan terjadi pada sikap menahan rajutan selama 5 menit kemudian pada saat post-test naik lagi sebanyak 5 menit, sedangkan penurunan terjadi pada sikap tenang 9 menit kemudian naik lagi pada saat post-test 19 menit sampai waktu maksimal. Sikap ceria menurun 19 menit kemudian naik kembali 10

menit sampai waktu maksimal. Sementara itu, pada sikap antusias dan bertahannya sama dari kedua tes yaitu selama 35 menit (waktu maksimal).

4. Naila

Naila memiliki kasus yang berbeda dengan keempat anak lain karena Naila tidak mengalami kenaikan dan penurunan dalam

parameter kesabarannya. Dalam kasus ini Naila selalu memiliki waktu yang sama dengan dalam kedua test, dengan waktu maksimal.

Tabel 9 Hasil Tes Naila

NailaPre-testTreatment= Tidak berubah
Antusias3535
Tenang3535
Ceria3535
Menahan3535
Bertahan3535

5. Satrio

Tabel 10 Hasil Tes Satrio

SatrioPre-testTreatment= Meningkat
Antusias3530.9
Tenang3516.9= Naik-Turun
Ceria28.8216.9
Menahan3527.03
Bertahan33.6235

Kasus Satrio hampir sama dengan Bryan mengalami satu peningkatan dan 4 penurunan, tetapi perbedaannya pada saat tahap post-test semua parameter kesabaran

Satrio menanjak naik sampai waktu maksimal yaitu 35 menit. Penurunan dan peningkatan kesabaran anak bisa dilihat dari diagram berikut ini.

1 2 3 4 5

Gambar 13 Penurunan dan peningkatan kesabaran anak

Perbandingan antara pre-test dan treatment terjadi peningkatan dibeberapa aspek apabila dilihat dari parameter kesabaran tetapi ada beberapa aspek kesabaran yang menurun. Kenaikan dan penurunan tersebut dapat dilihat dari grafik pre-test dan grafik treatment.Secara garis besar rajutan dapat memengaruhi kesabaran pada anak usia 7 dan 8 tahun apabila dilihat dari 2 kali tahap penelitian. Setiap anak

mengalami perubahan baik kenaikan ataupun penurunan

SIMPULAN

Perbandingan antara pre-test dan treatment terjadi peningkatan apabila dilihat dari parameter kesabaran, terutama dari ketenangan dan bertahannya anak menghadapi rajutan. Kenaikan tersebut dapat dilihat dari grafik pre-test dan grafik treatment. Secara

garis besar rajutan dapat memengaruhi kesabaran pada anak usia 7 dan 8 tahun apabila dilihat dari 2 kali tahap penelitian. Hasil penelitian menjelaskan bahwa anak tidak mengalami peningkatan disemua aspek kesabaran. Kelima anak yang diteliti lebih dalam memiliki perubahan yang berbeda-beda.

Hasil perbandingan kedua tahap test membuktikan beberapa peningkatan kesabaran pada 4 anak, sedangkan sisanya yaitu Naila tidak ada perubahan karena Naila memiliki skor maksimal dan tidak dapat dinaikkan lagi. Peningkatan tersebut membuktikan merajut menggunakan tutorial yang tepat seperti tutorial rajut yang berbentuk video dapat meningkatkan kesabaran pada anak usia 7 dan 8 tahun.

Penelitian ini masih banyak kekurangannya, salah satu kekurangannya adalah belum dilakukannya tes kesabaran pada kehidupan keseharian anak. Penelitian hanya meneliti kesabaran anak pada saat merajut. Kekurangan ini membuka peluang untuk dilakukan penelitian selanjutnya.

Saran

Dari penelitian ini masih terdapat peluang untuk penelitian lain seperti berikut.

  • 1. Penelitian ini masih membuka peluang untuk dikembangkan lebih lanjut lagi menjadi penelitian-penelitian lainnya yang berkaitan dengan pengembangan video tutorial rajut. Sebagai contohnya media tutorial rajut yang berupa gameinteraktif atau aplikasi interaktif pada telepon genggam atau tablet.
  • 2. Penelitian ini masih membuka peluang untuk dikembangkan lebih lanjut lagi dalam pemasaran. Tutorial rajut memerlukan media publikasi yang dekat dengan anak-anak sekarang seperti website. Penelitian ini dapat dikembangkan lebih lanjut dengan pengembangan desain website yang di-
peruntukkan untuk anak. Web yang dibuat bisa menjadi wadah untuk berbagi dan belajar merajut serta dapat saling menunjukkan hasil rajutan masing-masing. Ini bertujuan agar anak termotivasi terus untuk mempelajari cara merajut yang lebih rumit lagi.

Research Intelligence

Data from OpenAlex ↗

Metrics

0.00
FWCIfield-weighted
15th
Percentilevs same year + field
Article
Work type
Open Access

Semantic Profile AI-classified research signals

Institution Network

References

  1. Alwisol. (2009). Psikologi kepribadian. UUM Press :Malang.
  2. Byron, Tanya. (2009). Ensiklopedia perkembangan anak. Erlangga: Indonesia
  3. Collins & Brown. (2003). The ultimate sourcebook of knitting & crocheting stitches :over 900 great stitches detailed for needlecrafters of every level. Reader
  4. Departemen Pendidikan Nasional. (2001). Kamus besar bahasa indonesia. Balai Pustaka.: Jakarta.
  5. Emzir. (2008). Metodologi penelitian pendidikan kuantitatif &kualitatif. Rajawali Pers : Jakarta.
  6. Maran Ilustrated. (2004). Knitting & crocheting. Thomson Course Technology : U.S.
  7. Nugraha, Adhi. (2012). Transforming tradition :amethod of maintaining tradition in a craft design context. Aalto University: Helsinki.
  8. Siti Amanah, Esti. (2009). Pemanfaatan limbah benang untuk pengrajin produk rajut binong jati. Tesis: Program Magister, Institut Teknologi Bandung.
  9. Tim Pustaka Familia.(2006). Menepis hambatan tumbuh kembang anak.Kanisius : Yogyakarta.
  10. Trismara, Rin Nuraeni. (2004). Gaya new romantik dalam kebaya rajut" studi kasus kebaya sunda. Skripsi Program Sarjana:Institut Teknologi Bandung.