PENDAHULUAN
Penggunaan internet saat ini telah menjadi salah satu kebutuhan setiap orang. Internet yang memiliki kemampuan untuk menghasilkan interaksi tanpa berbatas ruang dan waktu menjadi salah satu alasan banyak orang menggunakan internet dalam kegiatan sehari-hari. Khususnya di Indonesia, internet telah diketahui dan digunakan oleh sebagian masyarakat. Penggunaan internet di Indonesia yang memiliki angka yang cukup tinggi juga memengaruhi penetrasi penggunaan internet di beberapa kota besar yang ada di Indonesia. Salah satu kota besar yang ada di Indonesia adalah Kota Bandung yang terkenal dengan potensi pariwisata, industri, serta pendidikan. Selain identik dengan banyaknya industri yang ditunjang dengan fasilitas akses internet, Kota Bandung juga memiliki potensi pendidikan khususnya perguruan tinggi yang baik secara nasional dan berprestasi hingga tingkat internasional. Hal ini dapat menjadi salah satu motivasi dan alasan memilih Kota Bandung sebagai tempat melanjutkan pendidikan khususnya dalam tingkat perguruan tinggi. Mahasiswa pendatang yang belum banyak mengetahui seluk-beluk Kota Bandung tentunya giat mencari informasi apalagi dilatarbelakangi oleh pengetahuan tentang Kota Bandung yang masih sangat
minim. Banyak hal yang harus diketahui seperti berita tentang Kota Bandung, lokasi penting tertentu, dan info lalu lintas. Seiring perkembangan zaman dan kemajuan teknologi, informasi bisa diakses secara cepat dan instan. Kemajuan teknologi tersebut juga memengaruhi pemilihan media oleh pengguna berdasarkan kebutuhan yang diperlukan. Salah satu sumber informasi yang cepat dan instan adalah media sosial. Sesuai dengan karakteristik media sosial menurut Mayfield (2008) yaitu memungkinkan penggunanya untuk berbagi informasi dan berinteraksi, media sosial dapat menjadi pilihan bagi mahasiswa baru pendatang yang ingin mengetahui lebih banyak informasi mengenai Kota Bandung. Salah satu jenis media sosial adalah microblog. Microblogging merupakan situs jejaring sosial yang dikombinasikan dengan ukuran jauh lebih kecil daripada blog. Dalam microblogging, konten berukuran kecil (updates) didistribusikan secara online dan bisa diakses melalui jaringan telepon selular (Mayfield, 2008). Salah satu contoh microblogging adalah twitter.
Terdapat beberapa akun yang menyebarkan informasi mengenai Kota Bandung. Salah satu akun twitter tersebut adalah @infobdg. Akun @infobdg adalah salah satu akun yang menyebarkan informasi mengenai Kota Bandung meliputi even yang ada di Kota Bandung, keadaan lalu lintas di beberapa jalan, cuaca, dan beberapa informasi kuliner. Pencarian informasi melalui media twitter @infobdg yang menjadi pilihan bagi mahasiswa angkatan 2014 Universitas Telkom tentunya melalui proses pemilihan media yang dapat menyajikan informasi secara cepat dan dapat memenuhi kebutuhan informasi penggunanya. Sebagai mahasiswa yang belum banyak mengetahui tentang Kota Bandung dan giat mencari informasi tersebut, tentunya terdapat sebuah ketidakpastian informasi yang belum diketahui kebenaran dan kepastiannya. Dalam komunikasi, manusia cenderung membuat suatu prediksi, mencari informasi, dan meningkatkan pengalaman komunikasi mereka. Menurut pandangan Teori Pengurangan Ketidakpastian, terdapat dua hal yang dapat dilakukan sebagai usaha awal untuk mengurangi ketidapastian. Dua hal tersebut yaitu prediksi yang diartikan sebagai perilaku yang akan dipilih dari beberapa perilaku lainnya dan penjelasan yaitu usaha untuk mengintepretasikan makna dari perilaku di masa lalu. Mahasiswa yang baru mengetahui Kota Bandung pun dapat mengurangi ketidakpastian, khususnya terhadap informasi tentang Kota Bandung, dengan melakukan suatu prediksi dan penjelasan melalui penggunaan twitter. Penggunaan twitter dapat memengaruhi strategi atau cara yang dilakukan untuk mengurangi ketidakpastian informasi. Menurut Berger dan Calebres (dalam West & Turner, 2009) terdapat tiga strategi yang digunakan untuk mengurangi sebuah ketidakpastian, yaitu pasif strategi, aktif strategi, dan interaktif strategi.Strategi tersebut dilakukan agar sebuah ketidakpastian bisa berkurang dan mendapatkan informasi.Hal ini juga bisa terjadi pada mahasiswa yang belum banyak mengetahui tentang Kota Bandung untuk mengurangi ketidakpastian informasi mengenai Kota Bandung. Pengaruh penggunaan media twitter terhadap pengurangan ketidakpastian informasi yang dilakukan dengan berbagai strategi itulah yang akan diteliti lebih jauh dalam penelitian ini. Berdasarkan uraian tersebut, penelitian ini diberi judul "Pengaruh Penggunaan Media Twitter @infobdg Terhadap Pengurangan Ketidakpastian Informasi". Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah "Seberapa besar pengaruh penggunaan media twitter @infobdg terhadap pengurangan ketidakpastian informasi?" Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya pengaruh penggunaan media twitter @infobdg terhadap pengurangan ketidakpastian informasi.
Setiap manusia butuh berkomunikasi. Melalui komunikasi, manusia dapat bertukar informasi. Manusia juga harus melakukan sebuah interaksi terhadap lingkungannya melalui kegiatan komunikasi. Dengan berkomunikasi, manusia dapat bertukar makna dan menyampaikan pesan terhadap manusia lainnya. Kata komunikasi atau communication dalam bahasa Inggris berasal dari bahasa Latin communis yang berarti "sama", communico, communication, atau communicare yang berarti "membuat sama" (to make common). Istilah pertama (communis) paling sering disebut sebagai asal kata komunikasi yang merupakan akar dari bahasa Latin lainnya yang mirip. Komunikasi menyarankan bahwa suatu pikiran, suatu makna, atau suatu pesan dianut secara sama. Akan tetapi, definisi kontemporer menyebutkan bahwa komunikasi merujuk pada cara hal tersebut, seperti dalam kalimat "Kita berbagi pikiran," "Kita mendiskusikan makna," dan "Kita mengirimkan pesan" (Mulyana, 2007). Menurut Hovland dalam Effendy (2009) komunikasi adalah proses mengubah perilaku orang lain. Untuk memahami pengertian komunikasi sehingga dapat dilancarkan secara efektif, para peminat komunikasi sering mengutip paradigma yang dikemukakan oleh Harold Laswell. Laswell mengatakan bahwa cara yang baik untuk menjelaskan komunikasi ialah menjawab pertanyaan. Who says what in which channel to whom with what effect? Jadi, berdasarkan paradigma Laswell tersebut, komunikasi adalah proses penyampaian pesan oleh komunikator kepada komunikan melalui media yang menimbulkan efek tertentu (Effendy, 2009).
Media sosial adalah media yang digunakan untuk bersosialisasi. Secara terminologi, sosial adalah kebutuhan insting seorang individu untuk melakukan interaksi atau menciptakan hubungan dengan orang lain. Sebagai individu, kita butuh berhubungan dengan orang sekitar kita untuk bertukar informasi, ide, dan pengalaman yang dimiliki. Media adalah sesuatu yang kita gunakan untuk melakukan komunikasi dengan individu lain yang ada di sekitar kita. Media dapat berbentuk tulisan, audio, televisi, e-mail, website, dan sebagainya. Jadi, media sosial adalah sebuah teknologi yang digunakan secara efektif untuk berkomunikasi dengan orang lain, membangun hubungan, dan membangun kepercayaan (Safko, 2010). Menurut Mayfield (2008), karakteristik media sosial meliputi participation atau keterlibatan antarpengguna, openness atau keterbukaan dalam berbagi inforrmasi, conversation atau terjadinya komunikasi dua arah antarpengguna, community atau dapat membentuk sebuah komunitas, dan conectedness atau media sosial dapat menciptakan suatu keterhubungan.
Penggunaan internet dalam komunikasi tidak asing lagi dalam beberapa tahun terakhir ini. Internet yang pada awalnya belum menjadi kebutuhan kini telah menjadi bagian yang penting dalam menjalankan komunikasi. Internet dapat menghasilkan bentuk komunikasi yang berbeda dari komunikasi massa melalui world wide web, grup diskusi dalam chat forums dan person-to-person communication melalui e-mail. John December dalam Widjajanto (2013) mendefinisikan komunikasi bermedia komputer sebagai proses komunikasi manusia dengan menggunakan komputer yang melibatkan sejumlah orang, dalam beragam situasi dan konteks, yang terjadi dalam pembentukan media dengan berbagai tujuan. Menurut Thurlow (2005), CMC merupakan berbagai bentuk komunikasi yang digunakan manusia dan didukung oleh peran teknologi media (Darmawan, 2015). Menurut Darmawan (2012) terdapat dimensi Computer Mediated Communication (CMC) yang dapat ditinjau dari beberapa hal di bawah ini.
- 1. accessibility (daya jangkau/akses informasi). Dimensi ini mengindikasikan proses komunikasi yang bertujuan menyampaikan informasi melalui Computer Mediated Communication sehingga mampu mencapai akses atau jangkauan yang luas.
- 2. speed (kecepatan informasi)
Dimensi ini mengindikasikan bahwa proses penyampaian informasi oleh sender (pengirim) melalui Computer Mediated Communication mampu menunjukkan kecepatan penerimaannya oleh receiver (penerima).
- 3. amount (jumlah/kuantitas informasi) Dimensi ini menunjukkan bahwa informasi yang disampaikan oleh sen-der (pengirim) kepada receiver (penerima) melalui Computer Mediated Communication mampu memenuhi kebutuhan jumlah informasi yang diperlukan.
- 4. cognitive effectiveness (keefektifan memperoleh pengetahuan). Dimensi ini menunjukkan bahwa informasi yang disampaikan oleh sender kepada receiver melalui Computer Mediated Communication mampu menanamkan dan memperkaya pengetahuan secara efektif mengenai informasi yang dibutuhkan.
- 5. relevance (kesesuaian informasi) Dimensi ini menunjukkan bahwa informasi yang disampaikan oleh sender (pengirim) kepada receiver melalui Computer Mediated Communication mampu memenuhi tingkat kesesuaian dengan kebutuhan informasi dari receiver (penerima).
- 6. motivating. Dimensi ini menunjukkan bahwa informasi yang disampaikan oleh sender (pengirim) kepada receiver (penerima) melalui Computer Mediated Communication mampu menumbuhkan motivasi untuk memahami dan menerapkannya.
Teori Pengurangan Ketidakpastian (Uncertainty Reduction Theory-URT) digunakan untuk menjelaskan bagaimana komunikasi dapat digunakan untuk mengurangi ketidakpastian di antara orang asing yang terlibat dalam pembicaraan. Orang yang baru pertama kali bertemu atau berinteraksi awal cenderung membuat prediksi atas lawan bicara mereka. Dalam hal ini West dan Turner (2009) mendefinisikan prediksi sebagai kemampuan untuk memperkirakan perilaku yang mungkin dipilih dari sejumlah kemungkinan pilihan yang ada bagi diri sendiri atau rekan bicara. Penjelasan adalah usaha untuk menginterpretasikan makna dari tindakan yang dilakukan di masa lalu. Dua hal ini, prediksi dan penjelasan, menjadi konsep utama untuk mengurangi sebuah ketidakpastian. Dalam usaha mengurangi ketidapastian, orang menggunakan tiga kategori strategi, yaitu strategi pasif, aktif, dan interaktif. Strategi pasif adalah strategi untuk mengurangi ketidakpastian tanpa diketahui oleh target dan tidak melibatkan orang lain. Strategi aktif merupakan strategi yang dilakukan dengan cara mencari informasi melalui orang lain atau pihak ketiga dan melakukan pencarian informasi dengan cara memperhatikan lingkungan sekitar orang tersebut berada tanpa diketahui oleh target informasi. Strategi interaktif yaitu strategi yang dilakukan dengan cara langsung berhubungan dengan target informasi. Strategi interaktif dapat dilakukan dengan cara memberikan pertanyaan secara langsung dan melakukan pendekatan secara pribadi sehingga pelaku dapat menggali informasi lebih banyak.
METODE
Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif yaitu metode penelitian yang menjelaskan fenomena dengan menggunakan data-data numerik kemudian dianalisis menggunakan statistik (Suharsaputra, 2012). Dalam penelitian ini digunakan desain penelitian kausalitas yaitu penelitian yang disusun untuk meneliti kemungkinan adanya hubungan sebab-akibat antarvariabel (Sanusi, 2011). Metode yang digunakan untuk mendapatkan data dalam penelitian ini adalah metode survei. Menurut Nazir (2005), metode survei adalah penyelidikan yang diadakan untuk memperoleh fakta dari gejala yang ada dan mencari keterangan secara faktual. Metode survei membedah, menguliti, mengenal masalah, dan mendapatkan pembenaran terhadap keadaan dan praktik yang sedang berlangsung.
TABEL II OPERASIONAL VARIABEL
| Variabel Subvariabel | Indikator | Skala | No. Item | Skala pengukuran | ||
|---|---|---|---|---|---|---|
| penggunaan accessibility media twitter | 1.dapat diakses interval dengan mudah | 1-2 | likert | |||
| @infobdg | 2. jangkauan luas | 3-4 | ||||
| (variabel X) | ||||||
| speed | 3.menyampaikan informasi secara cepat | interval | 5 | likert | ||
| 4.menyampaikan informasi secara aktual | 6 | |||||
| 5.menyampaikan informasi yang | ||||||
| up to date | 7 | |||||
| amount | 6.memenuhi kebutuhan informasi | interval | 8-9 | likert | ||
| 7.memenuhi jumlah informasi | 10-11 | |||||
| cognitive effectiveness | 8.memperkaya pengetahuan secara efektif | interval | 12-13 | likert | ||
| 9.informasi mudah untuk dipahami | 14-15 | |||||
| relevance | 10.kesesuaian informasi dengan kebutuhan | interval | 16 | likert | ||
| 11.kesesuaian penggunaan bahasa/kalimat | 17 | |||||
| 12.kesesuaian penggunaan gambar/foto | ||||||
| 18 | ||||||
| motivating | 13.dapat memotivasi | interval | 19 | likert | ||
| penerima pesan | |||||
|---|---|---|---|---|---|
| 14.menimbulkan hasrat/keinginan | 20 | ||||
| 15.menumbuhkan keyakinan | 21 | ||||
| pengurangan ketidakpastian informasi (variabel Y) | passive strategies | 16.melihat informasi yang ada di timeline media twitter @infobdg | interval | 22 | likert |
| 17.melihat informasi berdasarkan hashtag yang ada di media @infobdg | 23 | ||||
| 18.melihat informasi yang ada tanpa ada interaksi | 24 | ||||
| active strategies | 19.mencari informasi melalui timeline media @infobdg | interval | 25 | Likert | |
| 20.mencari informasi menggunakan hashtag yang ada di media twiter @infobdg | 26 | ||||
| 21.mencari informasi hanya melalui timeline dan hashtag tanpa mengajukan pertanyaan | 27 | ||||
| interactive strategies | 22.mengajukan pertanyaan mengenai informasi yang | interval | 28 | likert |
diinginkan kepada twitter @infobdg 23.memberikan informasi tentang Kota Bandung kepada twitter @infobdg 24.melakukan interaksi dengan sesama pengguna media twitter @infobdg untuk mengurangi ketidakpastian informasi 29 30
Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa angkatan 2014 Universitas Telkom yang berjumlah 5.748 mahasiswa. Dalam penelitian ini, cara menentukan jumlah sampel digunakan rumus Slovin dengan tingkat kesalahan sebesar 10% sehingga didapatkan jumlah sampel sebesar 100 orang.
Teknik analisis data yang digunakan adalah uji asumsi klasik meliputi uji normalitas, uji linieritas, dan uji heterokedastisitas, analisis regresi sederhana, uji hipotesis parsial, dan koefisien determinasi.
HASIL DAN PEMBAHASAN Uji Normalitas
Uji normalitas dilakukan untuk melihat apakah nilai residual terdistribusi normal atau tidak. Model regresi yang baik memiliki nilai residual yang terdistribusi normal. Dengan menggunakan Software SPSS 21.0 for Windows dapat diketahui nilai residual berdistribusi normal atau tidak. Berikut hasil analisis dengan menggunakan Software SPSS 21.0 for Windows.

Gambar 1 Uji Normalitas
Gambar 1 menunjukkan bahwa data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data berdistribusi normal karena terlihat penyebaran data berada di sekitar garis diagonal dan mengikuti arah garis tersebut. Oleh sebab itu, model regresi memenuhi uji normalitas.
Uji Heteroskedastisitas
Uji heteroskedastisitas dilakukan untuk mengetahui apakah dalam sebuah model regresi terjadi ketidaksamaan varian dari residual suatu pengamatan ke pengamatan yang lain. Apabila ketidaksamaan varian dari residual suatu pengamatan ke pengamatan yang lain tetap, hal itu disebut heteroskedastisitas.

Gambar 2 Uji Heteroskedastisitas
Hasil uji heteroskedastisitas dapat disimpulkan bahwa penyebaran data berada pada nilai di bawah nol dan di atas nol sehingga tidak membentuk pola tertentu dan sifat penyebaran tidak teratur. Dapat dinyatakan bahwa telah teruji pada data yang digunakan tidak terdapat heteroskedastisitas karena seluruh data memiliki kemiripan varian atau disebut homoskedastisitas
Uji Linieritas
Uji linearitas dilakukan untuk mengetahui apakah variabel memiliki hubungan yang linear secara siginfikan atau tidak. Uji awal secara simultan pada tabel diatas menunjukan bahwa nilai
signifikansi penelitian 0,000 < 0,005 sehingga dapat disimpulkan bahwa kedua variabel memiliki hubungan secara signifikan. Hal ini menunjukkan bahwa data yang digunakan dapat dilanjutkan pada pengujian berikutnya.
Analisis Regresi Linier Sederhana
Analisis regresi linier sederhana dilakukan untuk mengetahui pengaruh antara variabel bebas (penggunaan media twitter @infobdg) terhadap variabel terikat (pengurangan ketidakpastian informasi) yang dilakukan pada 100 responden yaitu mahasiswa angkatan 2014 Universitas Telkom.
Berdasarkan hasil analisis pada tabel II dapat dirumuskan persamaan model regresi sederhana sebagai berikut.
- 1. Konstanta (\(\alpha\)) = (0,966) menunjukan harga konstan. Jika variabel penggunaan media sosial = 0, nilai ratarata pengurangan ketidakpastian informasi tetap sebesar (0,966).
- Koefisien regresi untuk variabel 2. bebas (X) adalah 0,645. Hal ini menunjuk-kan bahwa variabel penggunaan me-dia sosial berpengaruh positif terhadap variabel pengurangan ketidakpastian informasi. Jika variabel penggunaan media sosial ditingkatkan sebesar satu satuan, hal itu akan meningkatkan pengurangan ketidakpastian informasi sebesar 0,645.
Uji Hipotesis Parsial
Dalam penelitian ini didapatkan nilai t hitung sebesar 6,7 dan t tabel sebesar ± 1,660 sehingga Ho ditolak. Artinya, terdapat pengaruh antara penggunaan media twitter @infobdg terhadap pengurangan ketidakpastian informasi.
Koefisien Determinasi
Pengujian koefisien determinan \((R^2)\) dilakukan untuk melihat besaran kontribusi variabel X terhadap Y dalam bentuk persen.
TABEL III UJI LINIERITAS
| Coefficientsa |
|---|
| model | unstandardized coefficients | standardized coefficients | t | sig. | ||
| B | std. error | beta | ||||
| 1 | (constant) | ,966 | ,288 | 3,357 | ,001 | |
| USG | ,645 | ,095 | ,565 | 6,786 | ,000 | |
| a. dependent variable: STG | ||||||
TABEL IV ANALISIS REGRESI LINIER SEDERHANA COEFFICIENTSA
| model | unstandardized coefficients | standardized coefficients | t | sig. | ||
|---|---|---|---|---|---|---|
| B | std. error | beta | ||||
| (constant) | ,966 | ,288 | 3,357 | ,001 | ||
| 1 | USG | ,645 | ,095 | ,565 | 6,786 | ,000 |
| Y = α + βx | ||||||
| Y = (0, 966) + 0,645(x) |
TABEL V KOEFISIEN DETERMINASI
Model Summaryb
| model | R | R square | adjusted R square | std. error of the estim te |
|---|---|---|---|---|
| 1 | ,565a | ,320 | ,313 | 2,433 |
a. predictors: (constant), VARX
b. dependent variable: VARY
Tabel di atas menunjukan nilai R sebesar 0,565 dan R square (R2 ) sebesar 0,32. Hal ini berarti variabel bebas yaitu penggunaan media sosial berpengaruh sebesar 32% terhadap variabel terikat yaitu pengurangan ketidakpastian informasi. Sisanya sebesar 68% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.
SIMPULAN
Berdasarkan analisis data survei terhadap 100 responden yaitu mahasiswa angkatan 2014 Universitas Telkom, hasil
penelitian menunjukan penggunaan media twitter @infobdg memiliki pengaruh yang signifikan terhadap pengurangan ketidakpastian informasi. Hal ini juga ditunjukkan oleh besarnya koefisien determinasi sebesar 32% yang berarti sebesar 32% penggunaan media twitter @infobdg memengaruhi pengurangan ketidakpastian informasi dan sisanya sebesar 68% dipengaruhi oleh faktor-faktor lain yang tidak diteliti lebih lanjut dalam penelitian ini.
Penelitian selanjutnya diharapkan dapat mengkaji variabel terikat selain pengurangan ketidakpastian informasi yang tentunya sesuai dengan kajian variabel bebas dan sesuai dengan teori yang ada. Selain itu, diharapkan dapat dilakukan kajian terhadap akun sejenis selain @infobdg. Penelitian juga dapat dilakukan terhadap media sosial selain twitter yang memiliki karakteristik berbeda dan memiliki pengguna potensial karena perkembangan penggunaan media sosial selalu berubah seiring kebutuhan dan keinginan penggunanya.
