1. Home
  2. Archives
  3. Vol 15 (2016) Issue 1
  4. Articles

Konsep Diri Anggota Lady Barstard pada Instagram @barstardbdg

Abstract

Seiring dengan perkembangan teknologi secara massal, memungkinkan hadirnya komunitas-komunitas virtual yaitu sekumpulan masyarakat lokal yang mendunia. Komunitas virtual terdiri dari sekumpulan individu dunia maya yang memiliki minat yang sama terhadap suatu bidang. Barstard merupakan salah satu komunitas yang terbilang aktif menggunakan instagram sebagai media penyebaran informasinya. Foto dan video yang diunggah merupakan bentuk komunikasi nonverbal yang dilengkapi komunikasi verbal dalam bentuk caption, komentar, lokasi dan hashtag. Dalam penelitian ini dilakukan penelitian dengan pendekatan kualitatif. Riset kualitatif bertujuan untuk menjelaskan fenomena dengan sedalam-dalamnya melalui pengumpulan data sedalam-dalamnya. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian Etnografi Virtual, sebuah metodologi penelitian yang mengharuskan peneliti melakukan penelitian secara online dan offline untuk mendapatkan data yang valid. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan diketahui bahwa konsep diri anggota Lady Barstard secara Fisik menilai dirinya keren, secara Psikologis merasa percaya diri dan faktor yang mempengaruhi konsep dirinya adalah teman-teman dan komunitas yang berperan sebagai generalized others.Kata Kunci: Konsep Diri, Komunitas Virtual, Instagram

Keywords

PENDAHULUAN

Konsep diri dapat menggambarkan bagaimana penilaian seseorang terhadap dirinya secara fisik maupun psikologis berdasarkan penilaian dari orang lain. Seperti yang dijelaskan oleh Mulyana (2011:8), konsep diri adalah pandangan kita mengenai siapa diri kita dan itu hanya bisa kita peroleh lewat informasi yang diberikan orang lain kepada kita. Manusia yang tidak pernah berkomunikasi dengan manusia lainnya tidak mungkin mempunyai kesadaran bahwa dirinya adalah manusia. Melalui komunikasi dengan orang lain kita belajar bukan saja mengenai siapa diri kita, namun juga bagaimana kita merasakan siapa kita.

Berkaitan dengan hal ini, Rakhmat (2012:99) juga menyatakan bahwa konsep diri bukan sekadar gambaran deskriptif melainkan penilaian Anda tentang diri Anda. Jadi, konsep diri

meliputi apa yang Anda pikirkan dan apa yang dirasakan tentang diri Anda. Dengan demikian, ada dua komponen konsep diri: komponen kognitif yang disebut citra diri dan komponen afektif yang disebut harga diri. Komponen kognitif Anda berupa, "Saya ini orang bodoh" dan komponen afektif Anda berkata, "Saya senang diri saya bodoh; ini lebih baik bagi saya.

Terdapat faktor yang dapat memengaruhi konsep diri seseorang. Pertama, orang lain. Sebelum mengenal diri kita, kita melihat orang lain (reflektif). Dengan kata lain, gambaran tentang konsep diri kita diperoleh dari orng lain. Bagaimana Anda mengenal diri saya akan membentuk konsep diri saya (Rakhmat, 2012:99). Faktor kedua adalah kelompok rujukan (references group).Individu akan memiliki ranah pergaulan bermasyarakat yang menjadikan dirinya sebagai anggota berbagai kelompok yang ada. Kelompok tersebut memiliki aturan dan normanorma tertentu. Bahkan terdapat kelompok yang secara emosional mengikat kita dan berpengaruh pada konsep diri kita (Rakhmat, 2012:99).

Seiring dengan perkembangan teknologi informasi, seseorang dapat menunjukan konsep dirinya melalui jejaring sosial. Seperti dijelaskan pada penelitian sebelumnya oleh Berlo (dalam Putri, 2014) bahwa channel berhubungan dengan pancaindera, yaitu melihat, mendengar, menyentuh, membaui, dan mencicipi. Path menjadi tempat bagi narasumber untuk menyampaikan apa yang ia dengar, lihat, rasakan, abadikan dan juga menjadi sarana untuk menunjukkan konsep dirinya. Hal ini juga dilakukan oleh komunitas Barstard yang memaksimalkan instagram sebagai channel untuk mengungkapkan konsep diri individu-individu di dalamnya. Salah

satunya Lady Barstard, yaitu anggota wanita yang aktif melakukan olahraga calisthenics streetworkout yang cukup berat.

S t r e e t w o r k o u t m e r u p a k a n sebuah bentuk latihan calisthenics dan bodyweight exercise y a n g biasanya dilakukan di taman terbuka. Calisthenics adalah bentuk latihan dengan cara memaksimalkan pengguna berat tubuh dalam proses pembentukan otot. (Sulianta dan Pratama, 2015:9). Dengan melihat dan memahami fotofoto Lady Barstard yang diunggah, di dalam tulisan ini dipaparkan konsep diri mereka berdasarkan foto-foto yang diabadikan di media instagram. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui konsep diri anggota Lady Barstard pada jejaring sosial instagram.

METODE PENELITIAN

Objek dalam penelitian ini adalah konsep diri Lady Barstard pada instagram @barstardbdg. Informan dalam penelitian ini adalah anggota komunitas Lady Bastard di Bandung. Dalam penelitian ini dilakukan observasi partisipan secara online dan offline. Wawancara dilakukan dua tahap. Tahap pertama wawancara dilakukan secara online dengan subjek tentang apa saja yang menjadi fokus masalah penelitian. Tahap kedua, dilakukan secara offline, untuk memperdalam hasil wawancara online sebagai upaya klarifikasi dan konfirmasi terhadap hasil wawancara yang telah dilakukan secara online.

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Riset kualitatif bertujuan menjelaskan fenomena melalui pengumpulan data sedalamdalamnya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian etnografi virtual, sebuah metode yang mengharuskan

peneliti melakukan penelitian secara online dan offline untuk mendapatkan data yang valid. Dalam penelitian media baru memungkinkan terjadinya posisi asimetris. Pengumpulan data antara peneliti dan informan tidak dilakukan secara tatap muka sehingga berisiko mengurangi validitas data yang dihasilkan. Posisi simetris juga sangat diperlukan dalam penelitian ini, peneliti dan informan bertatap muka agar tidak terjadi manipulasi data dan kebohongan.

HASIL DAN PEMBAHASAN

Pada bagian ini dibahas lebih lanjut mengenai temuan-temuan lapangan yang akan dihubungkan dengan teoriteori. Konsep diri meliputi pikiran dan perasaan seseorang tentang dirinya sendiri. Dalam penelitian ini diketahui bahwa untuk memahami konsep diri, para informan melakukannya melalui beberapa tahap. Pada tahap awal, para informan memaknai wanita dengan tubuh berotot dalam batas normal sebagai sesuatu yang keren. Pandangan seperti itu dimiliki sebelum mereka bergabung dengan komunitas Lady Barstard dan melakukan olahraga calisthenics streetworkout. Tahap selanjutnya, ketiga informan yang sudah memiliki kebiasaan olahraga mulai mencoba olahraga calisthenics streetworkout dengan cara bergabung dengan komunitas Lady Barstard. Mereka memandang calisthenics streetworkout sebagai olahraga yang cukup berat dilakukan oleh wanita, tetapi cepat membentuk tubuh. Hal ini karena pada latihan calisthenics streetworkout dilakukan kombinasi berbagai gerakan sederhana seperti sit up, pull up, push up, jogging, mountain climb, dan squats selama kurang lebih tiga jam dalam lima hari berturut-turut.

Pada tahap ketiga mulai terjadi

proses pembentukan konsep diri anggota Lady Barstard. Peneliti menganalisis fenomena ini dengan tiga konsep penting mead dalam interaksi simbolik sebagai berikut.

1. Pikiran (Mind)

Kemampuan Anda berpikir dan menggunakan simbol-simbol signifikan untuk menanggapi diri Anda memungkinkan Anda berpikir. Misalnya, masyarakat memandang wanita bertubuh kekar dan berotot dalam batas wajar itu sebagai sesuatu yang keren. Dalam KBBI, keren diartikan dengan tampak gagah, tangkas, atau garang. Lain halnya wanita yang memiliki otot tubuh berlebihan terlihat memberikan kesan seram. Dalam KBBI (2016), seram diartikan dengan sesuatu yang menyeramkan karena hal tersebut berlawanan dengan pemaknaan pada wanita yang selama ini berlaku di masyarakat, seperti lemah lembut. Keren di sini merupakan simbol signifikan yang disepakati bersama.

2. Diri (Self)

Menurut Mead dalam (Morissan 2013:145), 'diri' mewakili dua sisi yang masing-masing memiliki tugas penting, yaitu diri yang mewakili saya sebagai subjek (I) dan saya sebagai objek (Me). Saya subjek adalah tenaga pendorong untuk melakukan tindakan, sedangkan konsep diri atau saya objek memberikan arah dan panduan. Ketika diri sebagai subjek contohnya, ketiga informan yang mementingkan gaya hidup sehat ini membuat mereka kecanduan melakukan olahraga. Dalam seminggu mereka harus berolahraga minimal tiga hingga empat kali. Termasuk melakukan calisthenics streetworkout ini, kegiatan olahraga yang cukup berat ini dilakukan rutin lima hari dalam satu minggu dengan rentang waktu tiga jam, sehingga memberikan efek yang sangat cepat terhadap perubahan tubuh menjadi berotot. Ketika diri sebagai objek, konsep diri memberikan arahan kepada informan untuk tidak berlebihan membentuk otot melalui calisthenics streetworkout ini. Informan memersepsi bentuk tubuh kekar dan berototnya saat ini keren karena masih dalam batas normal sehingga dirinya merasa bangga dan senang karena bentuk tubuhnya merepresentasikan dirinya sebagai wanita yang rajin melakukan olahraga

3. Masyarakat (Society)

Masyarakat terdiri atas jaringan interaksi sosial tempat anggota masyarakat memberikan makna terhadap tindakan mereka sendiri dan tindakan orang lain dengan menggunakan simbol. Contohnya, informan memersepsi citra dirinya sebagai wanita keren dan merasa bangga dengan hal itu. Hal tersebut mendorongnya untuk memotivasi orangorang terutama wanita untuk melakukan gaya hidup sehat seperti mereka. Secara tidak langsung, anggota komunitas ini berperan mengubah persepsi masyarakat bahwa tubuh berotot tidak identik dengan pria. Wanita pun bisa memiliki tubuh berotot. Berikut konsep diri informan berdasarkan pemahaman diri dan penilain

orang lain terhadapnya (Tabel I).

Manusia yang tidak pernah berkomunikasi dengan manusia lainnya tidak mungkin mempunyai kesadaran bahwa dirinya adalah manusia. Melalui komunikasi dengan orang lain kita belajar bukan saja mengenai siapa diri kita, namun juga bagaimana kita merasakan siapa kita (Mulyana, 2011:8). Seperti halnya pengalaman informan dalam penelitian ini mereka memandang diri mereka secara positif setelah menjadi anggota Lady Barstard. Melakukan olahraga calisthenics streetworkout memang cukup berat bagi wanita. Oleh sebab itu, mereka merasa lebih unggul dibandingkan dengan wanita pada umumnya. Keberanian untuk mengambil risiko memiliki bentuk tubuh atletis yang bertolak belakang dengan kondisi fisik wanita pada umumnya menjadi suatu kebanggaan bagi mereka. Begitu juga dengan penilaian yang diberikan teman-temannya lebih merujuk pada pujian atau komentar positif. Dengan kondisi fisik saat ini, ketiga informan ini aktif mengunggah foto latihan bersama komunitas pada instagram pribadi dan instagram @barstardbdg. Lebih lanjut, Rakhmat dalam bukunya Psikologi

TABEL I HASIL PENELITIAN PADA INFORMAN

No.AkunNamaKonsep Diri
InstagramPenilaian FisikPenilaian Psikologis
(Citra Diri)(Harga Diri)
1.@sasrai_Raisha Regina
Julianti (Sasa)
Tubuh atletis dan berotot terlihat keren
dan sangar.
Senang dan bangga dengan
bentuk tubuhnya.
2.@giselacalistaaGisela Calista
(Gisel)
Tubuh atletis terlihat keren.Merasa keren dan percaya
diri dengan bentuk tubuhnya.
3.@rickaspRicka
Setiopumomo
(Ricka)
Tubuh atletis terlihat keren dan seram.Percaya diri dengan bentuk
tubuhnya.

Komunikasi menjelaskan bahwa, konsep diri meliputi apa yang Anda pikirkan dan apa yang Anda rasakan tentang diri Anda. Dengan demikian, ada dua komponen konsep diri: komponen kognitif yang disebut dengan citra diri dan komponen afektif yang disebut dengan harga diri (Rakhmat, 2012:99). Komponen kognitif atau citra diri berkenaan dengan penilaian fisik informan, sedangkan komponen afektif atau harga diri berkenaan dengan penilaian psikologis informan terhadap dirinya setelah melalui proses pembentukan konsep diri.

Komponen kognitif meliputi penilaian terhadap penampilan, jenis kelamin, daya tarik, ataupun pengaruh kondisi fisik terhadap perilaku dan harga diri seseorang di mata orang lain. Secara fisik, ketiga informan memiliki penilaian yang serupa satu sama lain yaitu merasa keren dengan bentuk tubuh atletis yang dimiliki. Tubuh atletis yang dimiliki informan terlihat dari beberapa bagian tubuh yang kekar dan berotot. Bagi Ricka, kondisi fisik, tersebut merupakan sebuah bonus dari gaya hidup sehat yang dia lakukan bersama komunitas Lady Barstard. Ketiga informan merasa keren karena mereka telah memiliki penilaian sebelumnya bahwa wanita dengan tubuh berotot wajar terlihat keren. Oleh karena itu, mereka tetap membatasi laju perubahan bentuk mereka untuk mencegah terbentuknya otot secara berlebihan yang akan menyebabkan mereka terlihat sangar. Bentuk tubuh atletisnya saat ini sangat memengaruhi ketiga informan dalam hal berpakaian. Mereka cenderung memperlihatkan lekuk tubuh dan tetap melakukan gaya hidup sehat untuk menjaga hasil latihannya selama ini. Sasa begitu antusias dengan bentuk tubuhnya karena mendapat banyak pujian dari pengikutnya (followers). Hal tersebut membuatnya rutin mengunggah fotofoto tubuh atletis pada akun instagram. Sebagai komunikasi nonverbal, foto Lady Barstard yang diunggah pada instagram @barstardbdg jelas menunjukkan bahwa wanita-wanita tersebut adalah wanita perkasa. Photoshoot Lady Barstard yang diunggah didominasi pose yang memperlihatkan otot tangan, perut, dan kaki. Ekspresi ceria yang ditonjolkan memberikan kesan bahwa mereka menikmati rangkaian latihan calisthenics streetworkout yang cukup berat. Mereka pun dengan bangga memperlihatkan hasil yang didapatkan. Begitu juga dengan ekspresi datar yang memberikan kesan menyeramkan. Foto ini mewakili gambaran fisik anggota Lady Barstard dengan bentuk tubuh kekar dan mewakili perasaan bangga para anggota dengan bentuk tubuh yang dimilikinya.

Penilaian psikologi berdasar pada pikiran, perasaan, dan emosi informan tentang dirinya. Secara psikologis ketiga informan memiliki pandangan yang berbeda-beda. Sasa yang semula memiliki tubuh sangat kurus dan pendek merasa senang serta bangga dengan perubahan pada tubuhnya setelah rutin melakukan olahraga calisthenics streetworkout. Perubahan tubuhnya yang tergolong cepat membuat banyak orang memberikan pujian dan termotivasi untuk memiliki tubuh yang dimilikinya. Gisel merasa dirinya lebih percaya diri dengan kondisi tubuh berotot. Bentuk tubuh atletis yang kini dimiliki menunjang penampilan sebagai atlet basket. Melalui calisthenics streetworkout daya tahan tubuhnya menjadi lebih kuat untuk melakukan banyak aktivitas. Ricka merasa lebih percaya diri dengan tubuh atletis yang dihasilkan calisthenics streetworkout karena membuat tubuhnya terlihat lebih

ideal, menunjang penampilan seksi, dan fashionable. Pemahaman informan secara psikologis ini digambarkan oleh admin instagram @barstardbdg melalui komunikasi verbal yang terdapat dalam caption, hashtag, dan lokasi. Dari caption foto yang secara konsisten mereka unggah selalu menjelaskan bahwa Lady Barstard adalah wanita-wanita hebat dengan otot di tubuhnya. Melalui keberadaan mereka, otot tidak lagi identik dengan tubuh pria. Hal ini bisa mereka dapatkan melalui olahraga calisthenics streetworkout ini. Hashtag dan lokasi yang tertera semakin memperkuat karakter foto yang diunggah karena semakin memperjelas identitas para wanita powerful sebagai anggota komunitas Barstard Bandung, sebuah komunitas yang melakukan rutinitas olahraga melalui metode calisthenics streetworkout.

Faktor yang memengaruhi konsep diri ketiga informan didominasi penilaian teman-temannya, baik secara langsung ataupun melalui komentar-komentar. Jumlah like di instagram pribadi ataupun instagram @barstardbdg, mewakili penilaian orang lain berdasarkan feedback yang diberikan followers informan pada media instagram. Salah satu foto yang diunggah Sasa mendapat respons yang cukup baik dengan jumlah like mencapai 84 dan komentar-komentar positif yang diberikan followers. Dengan mengunggah foto tersebut, Sasa dapat memotivasi followers untuk melakukan kegiatan yang dilakukan. Seperti yang dikatakan oleh akun putrikharismaaa, "mau atuuuh badannya gituu," dan dibalas oleh Sasa sasrai_ "Hayu atuh ikutan haha @putrikharismaaa." Komentar lainnya dari akun annisadr96 "aku pengen ikutan kaaaa biar kuruzz ihhh @sasharaishaa," Hal ini membuat Sasa menjadi lebih bangga dan senang dengan bentuk tubuhnya saat ini karena dapat memotivasi orang lain untuk mau melakukan gaya hidup sehat. Jumlah like, komentar, dan penilaian orangorang di sekitar informan diasumsikan dapat memengaruhi konsep diri mereka. Faktor kedua yang memengaruhi konsep diri adalah kelompok rujukan (references group). Kelompok tersebut memiliki aturan dan normanorma tertentu. Terdapat kelompok secara emosional mengikat kita dan berpengaruh pada konsep diri kita (Rakhmat, 2012:99). Selain penilaian orang lain terhadap informan, komunitas Lady Barstard juga turut memengaruhi konsep dirinya. Menurut Rakhmat (2012: 99), terdapat kelompok yang dapat membuat orang mengarahkan perilakunya dan menyesuaikan dirinya dengan ciri-ciri kelompok. Seseorang menjadikan norma-norma yang berlaku pada kelompok rujukan sebagai ukuran perilakunya. Berkaitan dengan penjelasan Rakhmat mengenai kelompok rujukan, diketahui bahwa aturan dan kebiasaan yang terdapat pada komunitas ini membuat para anggotanya mengarahkan perilaku mereka sesuai dengan ciri-ciri kelompoknya. Berdasarkan pengamatan, perilaku informan yang sejalan dengan ciri-ciri kelompok, di antaranya, sportivitas antaranggota, dan budaya memotivasi antaranggota terutama dalam hal melakukan gaya hidup sehat meliputi rutinitas latihan, progress pembentukan tubuh, hingga menjaga pola makan. Selain itu, penampilan saat berlatih dan saat beraktivitas di luar pelatihan cenderung menampilkan bentuk tubuh. Hal yang paling unik adalah budaya pamer tubuh kekar melalui foto bersama dengan gaya pamer otot sebagai penutup latihan. Sesi foto bersama ini dilakukan seluruh anggota bersama pelatih yang nantinya akan diunggah pada Instagram @barstardbdg. Dalam kondisi ini, teman-teman dan anggota komunitas Lady Barstard berperan penting pada proses pembentukan konsep diri ketiga informan. Hal ini disebut dengan generalized others sebagai orang-orang yang pernah berhubungan dengan informan.

Instagram dijadikan channel oleh komunitas Barstard untuk menunjukan konsep diri anggota Lady Barstard. Instagram menjadi tempat bagi informan maupun komunitas Lady Barstard untuk menyampaikan apa yang mereka lakukan, rasakan, dan abadikan. Akun instagram menjadi sarana untuk menunjukan konsep dirinya. Agar konsep diri mereka dapat dipahami oleh followers, mereka melakukan komunikasi verbal dan nonverbal pada Instagram. Komunikasi nonverbal adalah komunikasi dengan pesan yang dikemas dalam bentuk nonverbal tanpa kata-kata (Hardjana, 2003 : 26). Dalam hal ini, Lady Barstard menggunakan foto dan video yang dapat menyampaikan arti tertentu. Foto-foto Lady Barstard yang diunggah menunjukkan bahwa wanita-wanita tersebut adalah wanita perkasa atau powerfull dengan tubuh kekar dan berotot. Komunikasi verbal adalah komunikasi yang menggunakan kata-kata, baik lisan maupun tertulis (Hardjana, 2003: 22). Penggunaan caption, hashtag, dan lokasi yang terdapat dalam unggahan tersebut merupakan bentuk dari komunikasi verbal, bahwa wanita-wanita berotot tersebut adalah anggota Lady Barstard yang rutin melakukan olahraga calisthenics streetworkout. Melalui foto yang diunggah, tecermin konsep diri anggota Lady Barstard yang memandang dirinya sebagai wanita keren dengan tubuh berotot. Dengan mengunggah foto pada instagram secara tidak langsung menunjukkan rasa bangga mereka terhadap bentuk tubuh yang dimilikinya melalui aktivitas olahraga calisthenics streetworkout. Hal ini mendorong mereka untuk memotivasi wanita lainnya agar memulai hidup sehat bersama dengan Lady Barstard.

Para informan menyetujui fotofotonya diunggah pada instagram @ barstardbdg karena bertujuan memotivasi wanita lainnya agar memiliki gaya hidup sehat dengan berolahraga. Olahraga yang disarankan adalah olahraga calisthenics streetworkout bersama komunitas Lady Barstard. Olahraga ini dapat membuat tubuh lebih sehat dan cepat membentuk otot. Budaya memotivasi untuk menjalankan hidup sehat juga tidak hanya dilakukan melalui instagram, tetapi juga pada kehidupan nyata. Berdasarkan pengamatan terdapat kesesuaian antara aktivitas yang dilakukan pada akun instagram @barstardbdg dengan aktivitas yang dilakukan di dunia nyata. Konsep diri para anggota Lady Barstard dipahami juga tampak pada perilaku mereka terutama pada saat berlatih. Setelah mengunggah foto yang menunjukkan konsep diri, terdapat feedback yang diberikan followers berupa like dan komentar. Tentunya feedback tersebut menjadi penilaian orang lain terhadap anggota Lady Barstard yang dipersepsi dan memengaruhi konsep diri mereka. Skema ringkasan pembahasan yang telah dipaparkan sebelumnya mengenai proses pembentukan dan penunjuk konsep diri anggota Lady Barstard pada akun instagram @ barstardbdg tampak pada gambar 1.

SIMPULAN

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah dilakukan, konsep diri anggota Lady Barstard adalah sebagai berikut.

  • 1. Secara fisik, anggota Lady Barstard merupakan wanita yang terlihat keren, sangar, dan seram dengan tubuh atletis dan berotot. Pandangan sebagai wanita keren lebih mendominasi konsep dirinya karena tubuh berotot menggambarkan citra wanita yang rajin melakukan olahraga dan memiliki gaya hidup sehat. Citra ini memotivasi orang lainnya.
  • 2. Secara psikologis, anggota Lady Barstard merasa senang dan bangga
  • dengan citra diri yang dimiliki. Hal ini membuat mereka menjadi lebih percaya diri.
  • 3. Faktor yang memengaruhi konsep diri anggota Lady Barstard adalah penilaian teman-teman dan feedback yang didapatkan dari followers instagram. Komunitas Lady Barstard sebagai kelompok rujukan berperan berperan sebagai generalized others.

DAFTAR PUSTAKA

Hardjana, Agus M. (2003). Komunikasi Intrapersonal & Interpersonal.

9

Gambar 1 Proses pembentukan dan penunjukan konsep diri anggota @Lady Barstard

  • Yogyakarta: Kanisius
  • Morissan. (2013). Teori Komunikasi: Komunikator, Pesan, Percakapan dan Hubungan (Interpersonal). Bogor: Ghalia Indonesia.
  • Mulyana, Deddy. (2011). Ilmu Komunikasi Suatu Pengantar. Bandung: Rosda karya.
  • Rakhmat, Jalalludin. (2012). Psikologi Komunikasi. Bandung: Rosda Karya.
  • Sulianta dan Pratama. (2015). Shape Your Body with Amazing Calisthenics. Bandung: Feri-Sulianta.com dan Barstard.
  • Putri, Febry V. (2014). Konsep Diri Pengguna Aktif Jejaring Sosial Path. Jurnal: Yogyakarta: Universitas Atmajaya.

Online

KBBI Online. 2016. KBBI Daring Edisi 3. Jakarta: Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Research Intelligence

Data from OpenAlex ↗

Metrics

1
Citations
0.00
FWCIfield-weighted
5th
Percentilevs same year + field
Article
Work type
Open Access

Related Research

Citation Trend

Citation Timeline

YearCitations
20261

Institution Network

  • Telkom University ID
    Program Studi Ilmu Komunikasi, Fakultas Komunikasi dan Bisnis, Universitas Telkom · Tami Amalia · Yuliani Rachma Putri