1. Home
  2. Archives
  3. Vol 15 (2016) Issue 3
  4. Articles

ANALISIS FAKTOR PEMBENTUK EKUITAS MEREK TOYOTA DAN DAIHATSU DI INDONESIA (STUDI KOMPARASI PADA MASYARAKAT BANDUNG)

Abstract

Toyota dan Daihatsu merupakan dua merek otomotif (mobil) yang sangat fenomenal di kalangan masyarakat Indonesia. Produk dari kedua merek tersebut memiliki persamaan yang identik, namun Toyota memasarkan produknya lebih mahal dibandingkan Daihatsu. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbandingan ekuitas merek Toyota dan Daihatsu menurut masyarakat Bandung. Penelitian ini menggunakan paradigma penelitian positivistik dengan metode penelitian studi komparatif melalui teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif, independent t-test dan analisis faktor. Hasil penelitian menunjukkan pembentuk ekuitas merek Toyota dan lima faktor. Faktor yang paling mendominasi ekuitas merek Toyota dan Daihatsu adalah faktor nilai merek. Berdasarkan pengolahan data melalui Independent T-Test diketahui bahwa terdapat perbedaan faktor pembentuk ekuitas merek Toyota dan Daihatsu di Indonesia menurut pandangan masyarakat Bandung. Kata Kunci: Kesadaran Merek, Asosiasi Merek, Kesan Kualitas, Loyalitas Merek, Aset Hak Milik Merek.

Keywords

PENDAHULUAN

Pada era globalisasi teknologi ini, persaingan antarperusahaan sangat kompetitif dalam memenuhi semua kebutuhan konsumen. Salah satu kebutuhan yang sangat berperan dalam kehidupan masyarakat Indonesia adalah transportasi atau otomotif. Di Indonesia terdapat beberapa perusahaan otomotif yang bersaing dalam menguasi pangsa pasar otomotif di Indonesia dengan memasarkan produk yang inovatif. Dalam menghadapi persaingan yang semakin kompetitif, perusahaan harus dapat membentuk strategi yang tepat.

Salah satu upaya yang dapat digunakan oleh perusahaan untuk menghadapi pesaing adalah membentuk identitas produk melalui merek.

Jika sebuah perusahaan mampu membangun merek yang kuat di benak konsumen melalui strategi pemasaran yang tepat, dapat dinyatakan bahwa merek tersebut memiliki ekuitas yang tinggi (Keller, 2009:335). Terdapat lima faktor pembentuk ekuitas merek, antara lain kesadaran merek, asosiasi merek, kesan kualitas, loyalitas merek, dan aset hak milik merek. Dalam penelitian ini, penulis melakukan penelitian terhadap

masyarakat Bandung dengan alasan bahwa hingga Agustus 2015, Toyota menguasai pangsa pasar otomotif di Bandung sebesar 29,7% (diakses dari www.kompas.com, pada tanggal 3 Oktober 2015 pukul 20.25 WIB).

Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan di atas, rumusan masalah yang akan dijawab dalam penelitian ini yaitu.

  • 1. Faktor-faktor apa saja yang membentuk ekuitas merek Toyota dan Daihatsu menurut pandangan masyarakat Bandung?
  • 2. Bagaimana perbandingan ekuitas merek Toyota dan Daihatsu menurut masyarakat Bandung?

Berdasarkan rumusan masalah tersebut, maka penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk.

  • 1. mengetahui faktor pembentuk ekuitas merek Toyota dan Daihatsu menurut pandangan masyarakat Bandung.
  • 2. mengetahui perbandingan ekuitas merek Toyota dan Daihatsu menurut masyarakat Bandung.

METODE

Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode penelitian komparatif. Peneliti menggunakan studi komparatif untuk membandingkan ekuitas merek antara PT Toyota Astra Motor dengan PT Astra Daihatsu Motor. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan data-data hasil kuesioner dari sampel yang representatif dan data-data sekunder.

Pemasaran

S t a n t o n d a l a m S u n y o t o (2012:18) berpendapat bahwa pemasaran adalah suatu sistem total dari kegiatan bisnis yang dirancang untuk merencanakan, menentukan harga, promosi dan mendistribusikan barangbarang yang dapat memuaskan keinginan dan mencapai pasar sasaran serta tujuan perusahaan. Sementara itu, menurut Philip Kotler dalam Sunyoto (2012:18), pemasaran adalah proses sosial dan manajerial dengan seseorang atau kelompok memperoleh apa yang mereka butuhkan dan inginkan melalui penciptaan dan pertukaran produk dan nilai.

Merek

Dalam mengembangkan strategi pemasaran untuk produk individual, penjual menghadapi masalah pemberian merek. Merek dapat menambah nilai produk dan karena itu merupakan aspek intrinsik dalam strategi produk (Irawan, 1999). Menurut Kotler dalam Sunyoto (2008:102), merek adalah sebuah nama, istilah, tanda, simbol, atau rancangan, atau bahkan kombinasi dari semuanya, yang dimaksudkan untuk menyebutkan barang-barang atau jasa dari seorang atau sekelompok penjual agar terbedakan dari para pesaingnya.

Ekuitas Merek

Ekuitas merek adalah seperangkat aset dan liabilitas merek yang berkaitan dengan suatu merek, nama, dan simbolnya, yang menambah atau mengurangi nilai yang diberikan oleh sebuah barang atau jasa kepada perusahaan atau para pelanggan perusahaan (Aaker, 1997:22). Aset dan liabilitas yang menjadi dasar ekuitas merek akan berbeda antara satu konteks dengan konteks lainnya. Namun, keduanya bisa dikelompokkan ke dalam lima kategori, antara lain kesadaran merek, asosiasi merek, kesan kualitas, loyalitas merek, dan aset hak milik merek.

HASIL DAN PEMBAHASAN Analisis Deskriptif

Analisis deskriptif pada penelitian ini menggunakan rumus mean. Perhitungan mean dalam analisis data digunakan untuk menghitung kecendrungan sentral data dan mengetahui nilai rata-rata dari semua variabel yang diukur. Kuesioner penelitian terdiri 24 pernyataan yang diukur menggunakan skala interval 1 sampai dengan 5. Frekuensi dalam tabel statitiska deskriptif ditunjukkan dalam bentuk besaran angka persentase dari total responden sebanyak 280 orang. Total persentase setiap tanggapan pernyataan adalah 100%. Hasil tersebut dapat dilihat pada tabel I.

Berdasarkan perhitungan mean, dapat diketahui bahwa total rata-rata ekuitas merek Toyota lebih tinggi 0,1 poin dibandingkan dengan Daihatsu. Tovota memiliki total rata-rata ekuitas merek sebesar 3,6, sedangkan Daihatsu memperoleh perhitungan angka sebesar 3.5. Berdasarkan data kedua merek otomotif tersebut termasuk dalam kategori baik.

Independent T-Test

Hasil pengujian independent t-test dapat dilihat pada tabel II dengan total N pengguna Toyota sebanyak 140 responden dan total N pengguna Daihatsu sebanyak 140 responden.

Berdasarkan pengambilan keputusan dalam uji independent sampel

t-test, jika Sig.(2-tailed) < 0.05, \(H_0\)ditolak dan H. diterima. Sementara itu dari tabel II dapat diketahui bahwa semua Sig.(2-tailed) < 0,05. Jadi, dapat disimpulkan bahwa H, pada penelitian ini diterima. Adapun H, pada penelitian ini adalah terdapat perbedaan ekuitas merek antara Toyota dengan Daihatsu menurut masyarakat Bandung.

Analisis Faktor

Analisis faktor bertujuan untuk mengidentifikasi sejumlah faktor kecil yang dapat digunakan untuk menjelaskan sejumlah besar variabel yang saling berhubungan.

Analisis Faktor Toyota

Rotasi faktor bertujuan untuk membuat nilai korelasi yang besar menjadi semakin besar, dan nilai korelasi yang kecil menjadi semakin kecil. Dengan demikian perbedaan nilai korelasi semakin jelas. Tabel II menunjukkan perbedaan nilai korelasi setiap variabel awal menjadi semakin jelas, sehingga tiap variabel awal dapat dimasukkan ke dalam lima faktor yang terbentuk. Hal ini dapat dilihat pada tabel IV.

TABEL I REKAPITULASI HASIL PERHITUNGAN MEAN

No.Sub VariabelTotal Rata-Rata
Item,ToyotaKeteranganDaihatsuKeterangan
1 – 4Kesadaran
Merek
4.2Sangat Baik4.0Sangat Baik
5 – 9Asosiasi Merek3.8Baik3.6Baik
10 – 14Kesan Kualitas3.6Baik3.5Baik
15 – 19Loyalitas Merek3.1Baik3.0Buruk
20 – 24Aset Hak Milik3.4Baik3.2Baik
Total Rata-rata3.6Baik3.5Baik

TABEL II GROUP STATISTICS AND INDEPENDENT SAMPLE

Merek KendaraanMeanSDtSig.(2-tailed)
KM_TToyota4.6893.2858722.373.000
Daihatsu3.7786.3876322.373.000
KM_DToyota3.3661.46303-28.653.000
KIVI_DDaihatsu4.6339.24438-28.653.000
AM_TToyota4.5500.2747138.433.000
AIVI_IDaihatsu3.0971.3529838.433.000
AM_DToyota2.7800.33095-40.538.000
AIVI_DDaihatsu4.3614.32177-40.538.000
KK_TToyota4.3100.3140133.282.000
KK_1Daihatsu2.8857.3972233.282.000
KK_DToyota2.7229.32060-41.624.000
KK_DDaihatsu4.2771.30401-41.624.000
LMTToyota3.9214.5126933.878.000
LM_TDaihatsu2.1557.3427133.878.000
LM_DToyota2.1243.35297-33.702.000
Daihatsu3.8757.50349-33.702.000
AHM_TToyota3.6171.556706.808.000
Daihatsu3.1243.651056.808.000
AHM_DToyota2.9657.59006-7.681.000
Daihatsu3.4900.55143-7.681.000

TABEL III ROTATED COMPONENT MATRIX TOYOTA

Component
12345
T_17.845.109.211.158.024
T_15.803.218.030.131.106
T_16.780.303.057.151.166
T_19.732.202.081002.114
T_18.695.444.108025.035
T_9.687.130.185.394.055
T_7.687.507.026059131
T_1.653.376.145106070
T_11.641.489.122.142.074
T_14
T_6
.615.175124011081
.609.595.054.050.140
T_12.582.539.266.079119
T_22.096.688.079022.379
T_5.260.676.092.259070
T_8.479.666.002.168053
T 4.538.609.155.023.190
T_13.468.594.176.174218
T_10.482.556.188.222219
T_23.208.143.882.019068
T_24.111.102.872.169.014
T_21056.057.587359.046
T_2.089.250041.873.086
T_3.107.014019.072.881

Adapun alasan pemberian nama dari masing-masing faktor yang terbentuk dapat diuraikan sebagai berikut.

1. Faktor Nilai Merek

Nilai proposisi merek adalah sebuah pernyataan secara fungsional dan emosional dari suatu merek yang disampaikan kepada pelanggan (Surachman, 2008:36). Pernyataan nilai sebuah merek dapat mencakup manfaat mosional dan manfaat ekspresi diri. Manfaat emosional berhubungan dengan kemampuan merek tersebut untuk membuat pembeli atau pengguna merek merasakan sesuatu pada saat proses pembelian sekaligus dapat dijadikan pengalaman. Manfaat ekspresi diri akan terasa ada, ketika merek itu dapat memberikan gambaran dari orang yang dapat menyatakan citra pribadi tertentu (Surachman, 2008:57).

Faktor ini dinamakan faktor nilai merek karena item-item yang mewakili faktor ini menunjukkan adanya manfaat emosional dan manfaat ekspresi diri yang dirasakan oleh konsumen selama menggunakan produk yang diproduksi oleh kedua perusahaan otomotif, yaitu Toyota dan Daihatsu. Semua item pernyataan menunjukkan nilai sebuah produk di benak konsumen.

2. Faktor Desain Produk dan Pelayanan

Produk merupakan segala sesuatu yang dapat ditawarkan produsen untuk diperhatikan, diminta, dicari, dibeli, digunakan, atau dikonsumsi pasar sebagai pemenuhan kebutuhan atau keinginan pasar yang besangkutan (Tjiptono, 1997:95). Produk dan atribut produk adalah stimulus utama yang memengaruhi afeksi, kognisi, dan perilaku konsumen (Peter dan Olson, 2014:189). Menurut Kotler dalam Tjiptono (2004:6), pelayanan adalah setiap tindakan atau perbuatan yang dapat ditawarkan oleh satu pihak ke pihak yang lain, yang pada dasarnya bersifat intangible (tidak berwujud) dan tidak menghasilkan kepemilikan sesuatu.

Faktor ini dinamakan faktor desain produk dan pelayanan karena item-item pernyataan pada faktor ini menggambarkan spesifikasi produk dari Toyota dan Daihatsu serta pelayanan yang ditawarkan oleh kedua perusahaan, seperti pelayanan pegawai perusahaan.

3. Faktor Aset Hak Milik

Kategori kelima mewakili beberapa aset hak milik merek lain seperti paten, cap dagang (trademark), dan saluran hubungan. Aset-aset merek akan sangat bernilai jika aset-aset itu menghalangi atau mencegah para kompetitor menggerogoti loyalitas konsumen (Aaker, 1997:30).

Faktor ini dinamakan faktor aset hak milik karena item-item pernyataan pada faktor ini terkait adegan dan slogan. Adegan merupakan salah satu bagian dari simbol yang merupakan salah satu aset hak milik merek suatu perusahaan. Faktor ini dinamakan branding, karena item-item yang mewakili faktor ini menunjukkan upaya branding melalui identitas merek yang dapat membedakannya dengan merek-merek pesaing.

4. Faktor Kesadaran Merek

Kesadaran (awareness) menggambarkan keberadaan merek di dalam pikiran konsumen, yang dapat menjadi penentu dalam beberapa kategori dan biasanya mempunyai peranan kunci dalam brand equity (Durianto, dkk., 2004:6). Tingkat teratas dari piramida kesadaran merek adalah top of mind (puncak pikiran). Merek yang paling banyak disebutkan pertama merupakan puncak pikiran. Dengan kata lain, merek tersebut merupakan merek utama dari berbagai merek yang ada di dalam benak

TABEL IV COMPONENT DAN PENAMAAN FAKTOR TOYOTA

ItemVariabel FaktorNama Faktor
T_1Saya sangat mengenal merek ini.
T_6Merek ini dapat menaikkan status sosial saya.
T_7Merek ini membuat saya ingin membeli produknya.
T_9Merek ini memiliki keunggulan dibandingkan merek lain.
T_11Merek ini merupakan merek mobil terbaik dikelasnya dari segi kenyamanan.
T_12Merek ini merupakan merek mobil tebaik dikelasnya
dari segi desain atau tampilan.
Faktor 1: Nilai Merek
T_14Merek ini merupakan merek mobil terbaik dikelasnya dari segi kapasitas.Tillal Melek
_T_15Saya sangat menyukai mobil merek ini.
_T_16Saya merasa puas dengan merek ini.
_T_17Saya merasa bangga menggunakan mobil merek ini.
T_18Saya akan merekomendasikan merek ini kepada orang lain.-
T_19Saya hanya ingin membeli mobil merek ini.
T_4Merek ini yang pertama kali muncul di benak saya
ketika ditanya tentang merek mobil.
T_5Saya sangat mudah mendapatkan informasi mengenai merek ini.F.1. 2
T_8Merek ini memiliki keunikan dibandingkan merek lain.Faktor 2: Desain Produk
T_10Merek ini merupakan merek mobil terbaik dikelasnya
dari segi pelayanan pegawai.
dan Pelayanan
T_13Merek ini merupakan merek mobil terbaik dikelasnya
dari segi kinerja mesin.
T_22Saya mengetahui tampilan mobil terbaru merek ini.
T_21Saya mengetahui adegan iklan televisi merek ini.Faktor 3:
T_23Saya mengetahui slogan merek ini.· Aset Hak Milik
T_24Saya mengetahui makna slogan merek ini.ASEL HAK MIHK
T_2Merek ini sangat populer di kalangan masyarakat
Indonesia.
Faktor 4:
Kesadaran
Merek
T_3Saya sering melihat iklan merek ini.Faktor 5:
Pemasaran

konsumen. Faktor ini dinamakan faktor kesadaran merek karena item pernyataan pada faktor ini menyatakan tentang kepopularitasan suatu merek di benak konsumen.

5. Faktor Pemasaran

Menurut Stanton dalam Sunyoto (2012:18), pemasaran adalah suatu sistem total dari kegiatan bisnis yang dirancang untuk merencanakan, menentukan harga, promosi dan mendistribusikan barangbarang yang dapat memuaskan keinginan dan mencapai pasar sasaran serta tujuan perusahaan. Faktor ini dinamakan faktor pemasaran karena item pernyataan pada faktor ini merupakan salah satu upaya pemasaran yaitu promosi merek atau produk melalui iklan-iklan yang dipublikasikan.

Analisis Faktor Daihatsu

Tabel V menunjukkan perbedaan nilai korelasi setiap variabel awal menjadi semakin jelas, sehingga tiap variabel awal dapat dimasukkan ke dalam lima faktor yang terbentuk dan dapat dilihat hasilnya dalam tabel berikut ini.

Adapun alasan pemberian nama dari masing-masing faktor yang terbentuk dapat diuraikan sebagai berikut.

1. Faktor Nilai Produk

Nilai proposisi merek adalah sebuah pernyataan secara fungsional dan emosional dari suatu merek yang disampaikan kepada pelanggan (Surachman, 2008:36). Pernyataan nilai sebuah merek dapat mencakup manfaat emosional dan manfaat ekspresi diri. Manfaat emosional berhubungan dengan kemampuan merek tersebut untuk membuat pembeli atau pengguna merek merasakan sesuatu pada saat proses pembelian sekaligus dapat dijadikan pengalaman. Manfaat ekspresi diri akan terasa ada, ketika merek itu dapat memberikan gambaran dari orang yang dapat menyatakan citra pribadi tertentu (Surachman, 2008:57). Faktor ini dinamakan faktor nilai merek, karena item-item yang mewakili faktor ini menunjukkan adanya manfaat emosional dan manfaat ekspresi diri yang dirasakan

TABEL V ROTATED COMPONENT MATRIX DAIHATSU

Component
12345
D_11.822.200.123.022038
D_15.803.179091.058.131
D_7.727.530.135.152.034
D_17.724.294.043.062.222
D_10.722.105.197.052305
D_1.714.396.190.220.095
D_12.681.435.235077.110
D_6.679.513.072.163.007
D_19.676.297033.061.351
D_13.665.460.216.090.043
D_4.651.550.134.214001
D_16.650.523068.147.195
D_2.644.264.049.306163
D_18.593.575.020.184.152
D_14.241.742062.023.315
D_8.315.719026.183.084
D_9.457.596.064.054112
D_20.204.528.236154092
D_5.226.523.252.198118
D_24.016.036.896.100.097
D_23.172.154.876021.171
D_22.027.265.000.786.019
D_3.422146.124.575.078
D_21.081.040.319.054.782
Extraction Method: Principal Component Analysis.

TABEL 6 KOMPONEN DAN PENAMAAN FAKTOR

ItemVariabel FaktorNama Faktor
D_1Saya sangat mengenal merek ini.
D_2Merek ini sangat populer di kalangan masyarakat
Indonesia.
D_4Merek ini yang pertama kali muncul di benak saya
ketika ditanya tentang merek mobil.
D_6Merek ini dapat menaikkan status sosial saya.
D_7Merek ini membuat saya ingin membeli produknya.
D_10Merek ini merupakan merek mobil terbaik dikelasnya
dari segi pelayanan pegawai.
_
D_11Merek ini merupakan merek mobil terbaik dikelasnya
dari segi kenyamanan.
Faktor 1:
Nilai Merek
D_12Merek ini merupakan merek mobil terbaik dikelasnya
dari segi desan atau tampilan.
Tynai Wierek
D_13Merek ini merupakan merek mobil terbaik dikelasnya
dari segi kinerja mesin.
D_15Saya sangat menyukai mobil merek ini.
D_16Saya merasa puas dengan merek ini.
D_17Saya merasa bangga menggunakan mobil merek ini.
D_18Sava akan merekomendasikan merek ini kenada orang
D_19Saya hanya ingin membeli mobil dengan merek ini.
D_5Saya sangat mudah mendapatkan informasi mengenai merek ini.
D_8Merek ini memiliki keunikan dibandingkan merek lain.Faktor 2:
D_9Merek ini memiliki keunggulan dibandingkan merek lain.Desain Produk
dan Layanan
D_14Merek ini merupakan merek mobil terbaik dikelasnya
dari segi kapasitas.
uan Layandii
D_20Saya mengetahui logo merek ini.
D_23Saya mengetahui slogan merek ini.Faktor 3:
D_24Saya mengetahui makna slogan merek ini.Aset Hak Milik
D_22Saya mengetahui tampilan mobil terbaru merek ini.Faktor 4:
D_3Saya sering melihat iklan merek ini.Asosiasi merek
D_21Saya mengetahui adegan iklan televisi merek ini.Faktor 5:
Pemasaran

oleh konsumen selama menggunakan produk yang diproduksi oleh kedua perusahaan otomotif, yaitu Toyota dan Daihatsu. Semua item pernyataan menunjukkan nilai sebuah produk di benak konsumen.

2. Faktor Desain Produk dan Layanan

Produk merupakan segala sesuatu yang dapat ditawarkan produsen untuk diperhatikan, diminta, dicari, dibeli, digunakan atau dikonsumsi pasar sebagai pemenuhan kebutuhan atau keinginan pasar yang besangkutan (Tjiptono, 1997:95). Produk dan atribut produk adalah stimulus utama yang memengaruhi afeksi, kognisi, dan perilaku konsumen (Peter dan Olson, 2014:189). Menurut Kotler dalam Tjiptono (2004:6), pelayanan adalah setiap tindakan atau perbuatan yang dapat ditawarkan oleh satu pihak ke pihak yang lain, yang pada dasarnya bersifat intangible (tidak berwujud) dan tidak menghasilkan kepemilikan sesuatu. Faktor ini dinamakan faktor desain produk dan pelayanan karena item-item pernyataan pada faktor ini menggambarkan spesifikasi produk dari Toyota dan Daihatsu serta pelayanan yang ditawarkan oleh kedua perusahaan, seperti pelayanan pegawai perusahaan.

3. Faktor Aset Hak Milik

Kategori kelima mewakili beberapa aset hak milik merek lain seperti paten, cap dagang (trademark), dan saluran hubungan. Aset-aset merek akan sangat bernilai jika aset-aset itu menghalangi atau mencegah para kompetitor menggerogoti loyalitas konsumen (Aaker, 1997:30). Faktor ini dinamakan faktor aset hak milik karena item-item pernyataan pada faktor ini terkait tentang adegan dan slogan. Adegan merupakan salah satu bagian dari simbol yang merupakan salah satu aset hak milik merek suatu perusahaan.

4. Faktor Asosiasi Merek

Suatu asosiasi merek adalah segala hal yang berkaitan dengan ingatan mengenai sebuah merek (Aaker, 1997:160). Sebuah merek adalah seperangkat asosiasi, biasanya terangkai dalam berbagai bentuk yang bermakna. Asosiasi dan pencitraan keduanya mewakili berbagai persepsi yang mungkin mencerminkan (atau mungkin tidak mencerminkan) realitas objektif. Faktor ini dinamakan faktor asosiasi merek karena item-item pernyataan pada faktor ini menunjukkan tingkat asosiasi

suatu merek kepada konsumen melalui iklan untuk menambah pengetahuan konsumen tentang merek tersebut.

5. Faktor Pemasaran

Menurut Stanton dalam Sunyoto (2012:18), pemasaran adalah suatu sistem total dari kegiatan bisnis yang dirancang untuk merencanakan, menentukan harga, promosi dan mendistribusikan barangbarang yang dapat memuaskan keinginan dan mencapai pasar sasaran serta tujuan perusahaan. Faktor ini dinamakan faktor pemasaran karena item pernyataan pada faktor ini merupakan salah satu upaya pemasaran yaitu promosi merek atau produk melalui iklan-iklan yang dipublikasikan.

Ekuitas merek adalah seperangkat aset dan liabilitas merek yang berkaitan dengan suatu merek, nama dan simbolnya, yang menambah atau mengurangi nilai yang diberikan oleh sebuah barang atau jasa kepada perusahaan atau para pelanggan perusahaan (Aaker, 1997:22). Merek yang kuat memiliki ekuitas merek yang tinggi. Berdasarkan hasil penelitian, ekuitas merek Toyota dan Daihatsu di mata responden secara keseluruhan berada dalam kategori baik. Dari ratarata keseluruhan variabel ekuitas merek, ekuitas merek Toyota lebih tinggi dibandingkan dengan Daihatsu. Toyota unggul dengan total rata-rata 3,6 dari total nilai 5. Toyota unggul 0,1 dibandingkan dengan Daihatsu yang memiliki total rata-rata 3,5.

Secara keseluruhan variabel kesadaran merek Toyota maupun Daihatsu berada dalam kategori sangat baik. Rata-rata keseluruhan kesadaran merek Toyota dan Daihatsu masing-masing ≥ 4. Kesadaran merek adalah kesanggupan seorang calon pembeli untuk mengenali atau mengingat kembali bahwa suatu merek merupakan bagian dari kategori produk tertentu (Aaker, 1997:90). Hal ini berarti konsumen Indonesia mampu

mengenali dan mengingat kembali segala sesuatu yang berkaitan dengan Toyota dan Daihatsu dengan sangat baik. Di antara semua variabel kesadaran merek. terdapat aspek yang memperoleh nilai tertinggi dan masuk dalam kategori baik, vaitu popularitas merek di kalangan masyarakat Indonesia dan kesadaran konsumen terhadap iklan-iklan yang dipublikasikan oleh Toyota dan Daihatsu.

Dalam penelitian ini terdapat hipotesis yang merupakan jawaban sementara terhadap rumusan masalah penelitian. Setelah melakukan independent t-test, dapat diketahui bahwa H<sub>0</sub> ditolak dan H<sub>1</sub> diterima. Adapun H<sub>1</sub> dalam penelitian ini adalah terdapat perbedaan ekuitas merek antara Toyota dengan Daihatsu menurut masyarakat Bandung.

Berdasarkan analisis faktor, terdapat lima faktor yang membentuk ekuitas merek Toyota dan Daihatsu. Adapun kelima faktor yang membentuk ekuitas merek Toyota, antara lain faktor nilai merek, faktor desain produk dan layanan, faktor ciri khas, faktor popularitas, dan faktor pemasaran.

Pada ekuitas merek Toyota, nilai merek merupakan faktor yang paling mendominasi pembentukan ekuitas merek karena memiliki nilai percentage of variance yang paling besar, yaitu sebesar 46.329%. Kemudian disusul dengan faktor desain produk dan layanan dengan percentage of variance sebesar 8,292%. Faktor yang ketiga yaitu faktor ciri khas memiliki percentage of variance sebesar 5,324%, sedangkan faktor yang keempat yaitu faktor popularitas memiliki percentage of variance sebesar 5,128%. Faktor yang terakhir adalah faktor pemasaran memiliki percentage of variance sebesar 4,42%. Dengan demikian total percentage of variance kelima faktor pembentuk ekuitas merek Toyota tersebut adalah 69,492%.

Berdasarkan analisis faktor diketahui bahwa ekuitas merek Daihatsu terbentuk dari lima faktor, antara lain faktor nilai merek, faktor desain produk dan layanan, faktor aset hak milik, faktor kesadaran merek, dan faktor pemasaran. Sementara itu, ekuitas merek Daihatsu juga terbentuk dari lima faktor, antara lain faktor nilai merek, faktor desain produk dan layanan, faktor aset hak milik, faktor asosiasi merek, dan faktor pemasaran. Baik Toyota maupun Daihatsu, faktor yang mendominasi dalam membentuk ekuitas merek masing-masing perusahaan adalah faktor nilai merek.

SIMPULAN

Berdasarkan hasil penelitian pada bab sebelumnya serta pembahasan mengenai perbandingan faktor pembentuk ekuitas merek Toyota dan Daihatsu menurut masyarakat Bandung, peneliti dapat memperoleh beberapa simpulan sebagai berikut.

  • Dari hasil analisis faktor pada ekuitas merek Toyota dan Daihatsu, dapat diketahui bahwa faktor pembentuk ekuitas merek Toyota terdiri dari lima faktor, antara lain: faktor nilai merek, faktor desain produk dan layanan, faktor ciri khas, faktor popularitas, dan faktor pemasaran. Sama halnya dengan Toyota, faktor pembentuk ekuitas merek Daihatsu juga terdiri dari lima faktor, antara lain faktor nilai merek, faktor desain produk dan layanan, faktor ciri khas, faktor asosiasi merek, dan faktor pemasaran. Pada ekuitas merek Toyota dan Daihatsu, faktor yang mendominasi pembentukan ekuitas merek keduanya adalah faktor nilai merek
  • Melalui independent t-test dapat 2. diketahui bahwa H<sub>0</sub> ditolak dan H, diterima. Adapun H, dalam

penelitian ini adalah terdapat perbedaan ekuitas merek antara Toyota dengan Daihatsu menurut masyarakat Bandung. Ekuitas merek Toyota dan Daihatsu berada dalam kategori baik. Dari total ratarata variabel ekuitas merek pada analisis statistik deskriptif, dapat diketahui bahwa ekuitas merek Toyota lebih tinggi dibandingkan dengan ekuitas merek Daihatsu.

DAFTAR PUSTAKA

Buku

  • Aaker, A. D. (1991). Managing Brand Equity, Capitalizing on The Value of a Brand. New York: The Free Press.
  • Aaker, A. D. (1997). Manajemen Ekuitas Merek: Memanfaatkan Nilai dari Suatu Merek. Jakarta: Mitra Utama.
  • Amirullah. (2013). Metodologi Penelitian Manajemen. Malang: Bayumedia.
  • Bandur, Agustinur. (2013). Penelitian Kuantitatif Desain dan Analisis Data Dengan SPSS. Yogyakarta: Deepublish.
  • Darmawan, Deni. (2013). Metode Penelitian Kuantitatif. Bandung: Rosdakarya.
  • Durianto, Darmadi, dkk. (2004). Brand Equity Ten: Strategi Memimpin Pasar. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
  • Gowri, S. (2012). Impact Brand Factors On The Purchase Of Various Brand Of Television: International Refered Research Journal Vol.- III, Issue-3(1), July 2012.
  • Hair, J.F., et al. (2010). Multivariate Data Analysis (7th efition). New Jersey: Pearson Education Inc.
  • Keller, K. L. (2003). Strategic Brand Management: Building Measuring and Managing Brand Equity, 2nd edition. New York: Prentice Hall.

  • Noor, Juliansyah. (2011). Metode Penelitian: Skripsi, Tesis, Disertasi, Karya Ilmiah. Jakarta: Kencana.
  • Riduwan, Akdon. (2007). Rumus dan Data Dalam Analisis Statistika. Bandung: Alfabeta.
  • Simamora, Bilson. (2005). Panduan Riset Perilaku Konsumen. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
  • Siregar, Syofian. (2013). Metode Penelitian Kuantitatif Dilengkapi Dengan Perbandingan Perhitungan Manual dan SPSS. Jakarta: Kencana.
  • Sugiyono. (2008). Metode Penelitian Bisnis. Bandung: Alfabeta.
  • _______. (2010). Metode Penelitian Bisnis. Bandung: Alfabeta.
  • _______. (2011). Metode Penelitian Kombinasi (Mixed Methods). Bandung: Alfabeta.
  • _______. (2012). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
  • Sunyoto, Danang. (2012). Dasar-Da-sar Manajemen Pemasaran. Yogyakarta: CAPS.
  • Wicaksono, Darmawan. (2013). Pengaruh Elemen Ekuitas Merek Terhadap Perilaku Konsumen Dalam Melakukan Keputusan Pembelian Iphone (Studi Pada Pengguna Iphone di Kota Semarang): Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Diponegoro Semarang.
  • Widoyo, Eko Putro. (2012). Teknik Penyusunan Instrumen Penelitian. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
  • Wijaya, Tony. (2009). Analisis Data Menggunakan SPSS. Yogyakarta: Universitas Atmajaya.

Website www.daihatsu.com www.daihatsu.co.id www.mobilwow.com www.toyota.astra.ac.id

Research Intelligence

Data from OpenAlex ↗

Metrics

0.00
FWCIfield-weighted
27th
Percentilevs same year + field
Article
Work type
Open Access

Semantic Profile AI-classified research signals

Art 0.35
level 0
level 0

Institution Network

  • Telkom University ID
    Cristine Afriani Sigiro · Yuliani Rachma Putri · Ayub Ilfandy Imran