PENDAHULUAN
Tuan Guru Bajang (TGB) adalah nama sapaan dari Dr. TGH Muhammad Zainul Majdi, LC, Lc, MA. Namanya melejit dalam perpolitikan Indonesia
setelah dirinya membuat manuver mengalihkan dukungan politiknya kepada Calon Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada Juli-Agustus 2018. Media massa memprediksi Jokowi berminat untuk mengambil TGB sebagai calon pendampingnya (Calon Wakil Presiden RI) dalam kontestasi Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019. Meskipun pada akhirnya, TGB terpental dari radar kandidat Cawapres Jokowi, namanya tetap harum sebagai sosok yang relatif lengkap dari perspektif politik. Di samping memiliki latar belakang pendidikan yang tinggi (S1, S2, dan S3 diperoleh dari Universitas Al-Azhar Kairo, Mesir), TGB juga politisi yang ulet hingga terpilih sebagai Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) dua periode (2008-2013, 2013-2018). Sebagai mubalig yang diperhitungkan media televisi, ceramah-ceramahnya banyak digemari kaum muslimin di Indonesia.
Meskipun profil pribadinya sudah sangat mencukupi sebagai sumber legitimasi politik, eksistensi pribadi seperti itu tidaklah cukup untuk memasarkan dirinya memperoleh dukungan elite politik dan rakyat, sebab legitimasi politik berurusan dengan citra. Panuju (2017, Volume 6 No.2: 92-102) menyebutkan setiap politisi membutuhkan citra yang kuat sesuai dengan ekspektasi publik. Sebagaimana sebuah pemasaran produk, politik juga sebuah pemasaran. Eksistensi harus dikeloka sedemikian rupa sehingga menjabar dalam ide-ide atau pemikiran yang oleh publik akan dibayangkan sebagai sesuatu yang akan dikerjakan oleh politisi jika telah terpilih kelak.
Hal tersebut tampaknya juga disadari oleh TGB, sehingga komunikasi pemasaran dalam konteks politik dilakukan secara sistematis. TGB muncul di publik tidak semata-mata sebagai seorang gubernur yang menjalankan tugasnya mengunjungi masyarakat, tetapi dimanfaatkan dengan desain publisitas yang baik. Oleh karena itu, dalam setiap kunjungannya kepada masyarakat, termasuk ketika mengunjungi korban
gempa NTB 7.0 SR pada Agustus 2018, TGB tidak hanya ditemani oleh para stafnya dari kantor Gubernur NTB, tetapi juga "ditemani" awak media. Media cetak memiliki fungsi publisitas melalui karya jurnalistik (Panuju 2005: 8) membuat semua aktivitasnya mengalami blowup function, tersebar luas, dan mencitrakan lebih besar dari faktanya. Berkat karya jurnalistik inilah kepuasan (gratifications) terbentuk. Kepuasaan publik terhadap kinerja pejabat acapkali tidak semata-mata disebabkan apa yang telah berhasil dikerjakan atau apa yang dikerjakan memperoleh hasil, tetapi juga bergantung pada keberhasilan jurnalistik meyakinkan kesan keberhasilan.
Melalui publisitas yang benar dan kontinyu tersebut seorang pemimpin mampu memutus mata rantai krisis pencitraan. Petugas humas (public relations officer) sering dimudahkan dan ditolong oleh jajaran pemimpinannya yang paham dan mampu berfungsi menghumasi dirinya sendiri. Krisis public relations acapkali terhindar ketika top management memahami apa yang harus dikerjakan dalam membina relasinya dengan media (media ralations) dan mengetahui apa yang disukai media (Panuju, 2002).
TGB juga benar-benar memanfaatkan media TV bagi pencitraannya, terutama TV yang bersiaran secara berjaringan. Apa yang dilakukan TGB tidak salah, sebab saat ini media TV termasuk yang masih dipakai dan disukai oleh khalayak dalam memperoleh informasi (berita). Meskipun media sosial telah melesat jauh dalam penetrasi sosialnya, media sosial cenderung masih digunakan sebagai media interaksi (jejaring, pertemanan, dan marketing online), sedangkan TV masih memiliki peran sebagai teman dalam keluarga. Di rumah-rumah, para keluarga masih
menjadikan siaran TV sebagai media untuk mendapatkan hiburan (terutama siaran sinetron dan musik), dan banyak media TV yang mengkhususkan diri sebagai media berita (informasi) dan bahkan ada yang memilih menggunakan tagline sebagai "media pemilu" (election TV). Panuju (2017) berpendapat karena TV berjaringan yang memancar dari Jakarta itu bentuknya (badan hukum) Perseroan Terbatas (PT), filosofinya adalah bagaimana mampu meraup penonton sebanyak-banyaknya, sehingga setiap stasiun TV berusaha memperoleh rating yang tinggi, sebab dengan rating itulah pemasang iklan berminat membeli siarannya. Oleh karena itu, setiap TV berita akan berusaha menampilkan informasi yang kredibel (dapat dipercaya) melalui aktualitas, validitas (ketepatan), dan menarik (atraktif). Dari segi ini, TV menjadi sangat menguntungkan bagi politisi seperti TGB, sebab secara tidak langsung dirinya menjadi bagian dari sumber rating itu. Implikasi itu semua untuk meningkatkan popularitas
TGB. TGB juga menggunakan media sosial (medsos), misalnya di Twitter, TGB mempunyai akun @tgbID dengan jumlah follower 20.418, semboyan TGB "Untuk Indonesia". Dari akun Twitter TGB, sebetulnya komunikasi TGB dengan Jokowi sudah terjalin sejak lama, bahkan ketika Jokowi berulang tahun pada 20 Juni 2018, TGB mengucapkan selamat dengan narasi sebagai berikut. Selamat ulang tahun Bapak Presiden @ jokowi. Semoga Allah SWT memberikan kesehatan dan kekuatan dalam menjalankan amanah. Di youtube, TGB memiliki akun @tgbzainulmajdi. Di sana TGB lebih banyak menggunakan pesanpesan visual melalui foto-foto. Selain foto-foto kegiatan terjun ke masyarakat, juga tampak foto TGB dengan Presiden Jokowi dalam suatu kesempatan. Dari sini sebenarnya dapat ditelusuri narasi TGB yang mulai berikhtiar untuk mengembangkan ranah aktivitas politiknya ke tingkat nasional.
Media sosial menurut Marcel
Gambar 1 Foto TGB dengan Jokowi di akun facebook TGB pada 14/08/2018
Danesi (2010) merupakan kelanjutan dari metamorfosis dari galaxy Gutenberg. Media sosial menjadi bagian dari upaya manusia untuk menciptakan pola komunikasi yang efisien. Media sosial bukan media yang lain, yang berbeda dengan media sebelumnya. Oleh karena itu, perkembangan media sosial berada dalam wilayah konvergensi media, artinya masing-masing jenis media terdahulu tetap berfungsi sebagai bagian dari jejaring komunikasi. Saat ini, media sosial mulai bergeser, dari yang semula hanya sebagai alternatif, mulai menjadi media yang pokok. Dahulu, diperkirakan bila media konvensional (cetak, radio, dan TV) tidak lagi mengakomodasi kepuasaan halayak, maka jejaring komunikasi akan berpindah melalui media sosial. Saat ini, konten media sosial acapkali menjadi sumber informasi bagi media cetak, radio, maupun TV. Panuju (2017, volume 16 edisi 2 : 214- 224) memaparkan kedigdayaan media sosial dalam melakukan mediasi bisnis masyarakat, baik di tingkat lokal maupun global.
Artikel ini akan meninjau penggunaan salah satu media online berbasis website yang ada di NTB sebagai sarana pencitraan TGB. Salah satu media online yang perlu mendapat perhatian adalah Kicknews.today. Media online ini disebut portal Kumparan (2018/02/04) menyebut Kicknews.today merupakan media sosial yang paling banyak diakses masyarakat di NTB. Menggunakan nama berbau internasional tidak membuat kicknews kekurangan pembaca, terbukti media ini menjadi media nomor satu di NTB yang paling banyak pembaca. Dengen kekuatan segmen berita hukum dan kriminal membuat media ini melambung dan menjadi rujukan masyarakat dalam menggali informasi di NTB. Media tersebut memegang peringkat teratas dengan rating 1,035 atau urutan teratan ke 1,035 dari jutaan jumlah website di Indonesia dan 78.148 urutan teratas secara global. Data tersebut diambil dari alexa.com yang merupakan anak perusahaan amazon. com. Perusahaan ini menyediakan data traffic jumlah kunjungan ke setiap website. Selain Kicknews.today, masih ada 9 media online yang eksis di NTB, antara lain suarantb.com, radarlombok. co.id, lombokpost.net, hariannusa.com, kahaba.net, samawarea.com, bimakini. com, lombokkita.com, dan metromini. co.id. Kicknews.today dipilah sebagai objek penelitian karena di samping paling banyak diakses netizen, juga karena media ini yang paling banyak memuat berita tentang TGB.
Selain itu, Kicknews.today ini secara terang-terangan mendukung TGB berlabuh ke politik nasional. Salah satu indikasinya adalah Kicknews.today berani menurunkan berita berjudul "TGB Kalahkan Jokowi Pada Poling Capres 2019" (2018/01/01). Isi berita tersebut intinya sebagai berikut.
kicknews.today – Nama Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) dua periode, Dr. TGH M Zainul Majdi atau yang akrab disapa Tuan Guru Bajang (TGB) kian tersohor di tingkat nasional. Bahkan dalam sebuah poling pembaca pada salah satu media online, nama TGB mengalahkan Jokowi. Dalam polling online yang digelar sejak 25 Desember 2017 pekan lalu dengan tajuk "Siapa Presiden RI 2019?" di media telusur.co.id tersebut hingga saat ini, TGB memperoleh prosentase dukungan tertinggi yaitu 36,14% (682 votes) yang menyisihkan 4 tokoh besar lainnya.
METODE
A r t i k e l i n i m e n g g u n a k a n pendekatan analisis isi Etnografi (Ethnographic Content Analysis), yakni melihat dokumen (teks) pada media siber untuk memahami makna dari komunikasi yang terjadi. Sebagaimana halnya penelitian etnografi dalam realitas sosial, analisis isi pada teks siber juga merefleksikan objek penelitian dalam beragam pertukaran informasi (Nasrullah, 2014). Teknik analisis yang dipergunakan intertekstualitas, yakni relasi di antara teks tertentu dengan teks-teks lain. Relasi tersebut dimaknai dari sudut pandang pembaca. Sebuah teks hanya dapat dipahami dalam hubungannya atau pertentangannya dengan teks-teks yang lain (Budiman, 2011).
Ruang lingkup analisis dibatasi oleh konsep Kristeva (1980) bahwa teks merupakan permutasi dari teks-teks lain. Dalam sebuah teks terdapat ujaranujuran yang berasal dari teks lain dan sifatnya dapat saling bersilangan atau saling mendukung/menetralkan. Analisis unit terfokus pada teks-teks dalam Kicknews.today yang terbagi dalam banyak katagori. Katagori meliputi macam pencitraan dalam bidang politik. Karena eksistensi terpenting TGB adalah sebagai seorang gubernur, pencitaan diri tak lepas dari citra pemerintahan.
Tugas peneliti adalah membuka semua informasi yang ada di dalam laman Kicknews.today dari pembentukan opini publik metamorfosis TGB ke tingkat nasional hingga penetapan calon presiden dan wakil presiden, 10 Agustus 2018 dan berita/opini tentang TGB setelah penetapan tersebut (19 Agustus 2018). Dari teks dan gambar yang ditemukan dapat tersusun analisis gambaran yang komprehensif tentang proses sebelum target pencitraan untuk memperoleh legitimasi partai politik dan Presiden Jokowi serta sesudahnya
sampai tanggal tersebut. Batas waktu 19 Agustus 2018 sebagai akhir dari subjek informasi yang diteliti semata-mata karena keterbatasan waktu yang dimiliki peneliti. Sangat mungkin penelitian setelah 19 Agustus 2018 pada objek yang sama akan menghasilkan simpulan yang berbeda.
Jefkins, Baines & Egan (2004) menyatakan ada beberapa jenis citra, yaitu (1) citra bayangan (mirror image), adalah anggapan pihak luar terhadap diri dan organisasinya; (2) citra yang berlaku (current image), yaitu citra yang menonjol pada saat tertentu tentang diri dan organisasinya; (3) citra yang diharapkan (wish image), yaitu citra yang diinginkan oleh lingkaran elite dan gambaran hal-hal yang dirindukan oleh stakeholder; (4) citra organsiasi (corporate image); (5) citra yang ganda (multiple image). Pada sisi yang lain menurut Bungin (2018) dalam lingkungan pemerintahan pembentukan citra ditentukan oleh beberapa atribut, seperti (1) kebijakan publik, (2) implementasi program, (3) korupsi, (4) pelayanan publik, (5) kedisiplinan, (6) mentalitas, (7) produktivitas, (8) kinerja, dan (9) konflik.
Dalam analisis politik, biasanya citra diukur dengan konsep-konsep opini publik. Meskipun bayangan individu dengan individu lain terhadap sesuatu tidak mungkin sama, hal tersebut secara kualitatif dapat dimasukkan dalam kategori mirip. Misalnya seseorang menyukai si A belum tentu intensitasnya sama. Mungkin ada yang sangat sukanya tinggi, ada yang sangat suka, tetapi ada juga yang sekadar suka. Namun, seperti apapun intensitasnya, hal tersebut tetap saja masuk kategori suka. Dalam riset opini publik hal seperti itu dimasukkan secara kuantitatif dalam kategori yang sama yaitu tentang acceptability. Oleh karena itu, citra yang hakikatnya abstrak
disederhanakan dalam konsep-konsep tertentu. Dalam prediksi keterpilihan (electability) dikenal adanya konsep pemilih loyal, pemilik ragu-ragu (swing voter), dan orang yang belum menentukan pilihan (undecided voter). Oleh karena itu, Panuju (2002) menghubungkan opini publik dengan rencana dan operasi. Nimmo (2000) di dalam situasi tertentu, orang mengembangkan dan menyusun perilaku dengan cara yang bermakna dan bernilai bagi dirinya. Dengan kata lain, pencitraan sebenarnya merupakan upaya individu atau kelompok agar terhindar dari pencitraan yang buruk (stigma).
Sementara itu, proses politik TGB dalam struktur politik nasional akan dianalisis melalui pendekatan strukturalisme fungsional khususnya mengenai teori tindakan sosial dari Talcott Parsons (Panuju, 2017) yang intinya (1) tindakan individu memiliki tujuan, (2) tindakan itu diarahkan dalam suatu situasi tertentu, (3) secara normatif tindakan itu diatur sehubungan dengan penentuan alat dan tujuan. Salah satu asumsi pokok yang mendasari teori ini adalah dalam setiap konflik, masingmasing elemen dalam struktur berusaha untuk beradaptasi sehingga tercapai suatu keseimbangan baru (equilibrium). Dengan demikian, perubahan struktur dan fungsi yang menyangkut TGB sebetulnya juga diikuti dengan proses adaptasi-adaptasi sampai terbentuk situasi dan kondisi yang dapat diterima oleh semua pihak dalam struktur sehingga fungsi-fungsi sosial berjalan kembali secara teratur (latency).
H A S I L P E N E L I T I A N D A N PEMBAHASAN
Temuan penelitian ini dibahas berdasarkan relasi antara 5 (lima) jenis citra yang pada umumnya ingin dibentuk oleh seseorang atau organisasi dengan atribut sembilan atribut perilaku
sebagaimana yang diuraikan Bungin (2018). Dengan mengikuti skema tersebut, pembentukan citra TGB melalui media online Kicknews.today memperlihatkan persebaran sebagai berikut.
Citra bayangan (mirror image)
Citra bayangan terbentuk karena persepsi publik yang dikonstruksikan oleh media. Media membentuk menggapai citra ini melalui konstruksi informasi, komentar narasumber, atau opini media itu sendiri. Tentu saja tidak semua atribut perilaku TGB dapat ditemukan dalam media ini pada konteks citra bayangan.
Citra bayangan yang terbantuk: TGB adalah seorang gubernur yang cepat dalam mengambil kebijakan (responsif), berhasil dalam implementasi program, bersih dari korupsi, gointernasional, tokoh nasional, dan memiliki mental yang pemberani (bukan pengecut).
Citra yang berlaku (current image)
Dalam hal ini, yang dimaksud dengan "citra yang berlaku" adalah citra TGB yang dominan saat menjelang pendaftaran calon presiden dan calon wakil presiden satu bulan sebelum 10 Agustus 2018.
Pada citra saat itu, TGB adalah seorang gubernur yang taat hukum, mendapat dukungan PDIP untuk maju ke pentas politik nasional, dukungan TGB kepada Jokowi dicitrakan sebagai sinyal (tanda) bahwa Jokowi akan menggandengnya dalam Pilpres 2019.
Citra Yang diharapkan (wish image)
Kicknews.today.com mencoba membingkai TGB sebagai harapan baru sebagai capres/cawapres pada Pilpres 2019, tokoh yang muncul
TABEL I CITRA BAYANGAN TGB BERDASARKAN ATRIBUT PERILAKU
No Atribut Perilaku Temuan Teks/Visual Citra menonjol
1 Kebijakan Publik Memuat siaran pers TGB (15/8/2018) yang berisi keberhasilan pemerintah provinsi (pemprov) dalam mengevakuasi wisatawan sebanyak 4.600 orang dari Gili Trawangan, Gili Meno, dan Gili Air. Pemprov sudah siap untuk menyambut kedatangan wisatawan ke NTB
Berita yang lain pada 14 Agustus 2018 YGB melaporkan kepada Presiden Jokowi sementara korban gempa 436 orang meninggal dan 1.353 luka luka. Berita itu diberi foto (gambar 2) TGB bersama Jokowi.
Memberi kesan bahwa TGB responsif dalam mengambil kebijakan publik. Meskipun TGB urung menjadi calon wakil pre siden, hubungan TGB dengan pemerintah pusat tetap baik. Ini menunjukkan citra positif mengenai masa depannya di pemerintahan pusat.
Gambar 2 TGB bersama Jokowi Sumber: Kicknews.today, 14/8/2018
2 Implementasi program
TGB meminta dukungan pusat kembangkan 3 kawasan NTB (7/03/18). TGB "Bocorkan" 4 Strategi Di balik Suksesnya Pariwisata NTB (7/02/2018). TGB Bicara Penurunan Kemiskinan di Forum Asia Pasifik (15/12/2017). Jika program PIJAR berjalanan Kemiskinan bisa Dikikis (22/09/2017)
(keterangan: Pijar singkatan dari Sapi, Jagung, dan Rumput LaSut)
TGB berhasil dalam program kerja, meliputi level desa sampai internasional.
| 3 | Korupsi | Tidak ada berita tentang korupsi yang | Dengan tidak mem |
|---|---|---|---|
| menyangkut TGB, padahal media | beritakan masalah | ||
| massa nasional pada Juli 2018 banyak | ini, Kicknews. | ||
| memberitakan pemeriksaan dugaan ko | today membingkai | ||
| rupsi dalam kasus divestasi saham PT | isu yang menci | ||
| Newmont Nusatenggara (NTT). Misal | trakan TGB tokoh | ||
| nya CNN Indonesia (06/07/2018) mem | yang bersih. | ||
| beritakan tidak menutup kemungkinan | |||
| KPK meminta keterangan dari TGB | |||
| 4 | Pelayanan Publik | NTB Raih Penghargaan TOP 99 Inovasi | Dengan memper |
| Pelayanan Publik (31/03/2016) | hatikan pelayanan publik, TGB | ||
| Ombusmen Nilai Pelayanan Publik di | menjadi pemimpin | ||
| NTB Membaik (04/01/2018) | nasional. | ||
| TGB Diberi Penghargaan Sebagai | |||
| Pemimpin Terbaik Nasional 2017 | |||
| (27/12/2017) | |||
| 5 | Kedisiplinan |
5 Kedisiplinan
6 Mentalitas
TGB mempunyai mental pemberani, siap dengan segala risiko ketika memutuskan mendukung Jokowi dalam pencapresan 2019.
Gambar 3 TGB Sang Pepadu Sasak (Sumber: Kicknews.today 8/07/2018)
| 7 | Produktivitas | |
|---|---|---|
| 8 | Kinerja | |
| 9 | Konflik | Berhasil Jaga Kerukunan, NTB Dija sebagai sosok Mus dikan Contoh Cerminan Islam Moderat lim Moderat. Dunia (18/10/2017) |
| Opini oleh M Jakiy Mubarok ber judul "Politik Jalan Tengah TGB" (05/07/2018) |
TABEL II CITRA TGB YANG BERLAKU
| No | Atribut Perilaku | Temuan Teks/visual | Citra menonjol |
|---|---|---|---|
| 1 | Kebijakan Publik | Dukungan terhadap rencana TGH M Zainul Majdi atau kerap disapa Tuan Guru Bajang (TGB) meleng gang ke kancah nasional untuk ikut berkompetisi pada Pilpres 2019 bu kan hanya didapat dari tokoh dan ulama se-NTB saja, melainkan juga dari politisi senior seperti H Rahmat Hidayat yang kini mengomandoi PDIP NTB (18/07/2018). | Akseptabilitas TGB tinggi |
| 2 | Implementasi program | Awal Agustus didominasi berita Gempa Lombok. TGB minta mas yarakat tolong-menolong pasca gempa Lombok (07/08/2018). | |
| 3 | Korupsi | ||
| 4 | Pelayanan Publik | ||
| 5 | Kedisiplinan | ||
| 6 | Mentalitas | ||
| 7 | Produktivitas | Redaksi Kicknews.today menurun kan opini berjudul "Membaca Dukungan TGB untuk Jokowi & Arah Baru Pembangunan NTB" (05/07/2018). | Pernyataan duku ngan TGB untuk Jokowi sebagai sinyal bahwa Jo kowi akan meng gandeng TGB se bagai calon wakil presiden. |
| 8 | Kinerja | ||
| 9 | Konflik | Konflik Lahan KEK Mandalika Mencuat Lagi, Begini Kata Guber nur (22/05/2017) | TGB taat hukum |
| Terkait persoalan itu, Gubernur NTB, TGH M Zainul Majdi mengatakan, agar KEK tidak lagi dibuat keruh, bagi masyarakat yang mengklaim atau protes, disarankan menggunakan jalur hukum. |
TABEL III CITRA YANG DIHARAPKAN
| No | Atribut Perilaku | Temuan Teks/visual | Citra menonjol |
|---|---|---|---|
| 1 | Kebijakan Publik | ||
| 2 | Implementasi program | ||
| 3 | Korupsi | ||
| 4 | Pelayanan Publik | ||
| 5 | Kedisiplinan | ||
| 6 | Mentalitas | ||
| 7 | Produktivitas | ||
| 8 | Kinerja | "Antara TGB dan AHY, Pilih Mana?" (20/03/2018). Pada ar tikel itu ada kutipan pernyata an SBY: "Rakyat beraspirasi, Demokrat beri solusi apa yang diinginkan oleh rakyat lima tahun setelah 2019," kata SBY. | Demokrat mem punyai 2 kandidat untuk disorongkan menjadi calon pres iden/wakil presiden: AHY & TGB |
| "TGB Dukung Jokowi, Projo NTB: Duet JKW-TGB Di Pilpres 2019 Semakin Dekat" (07/07/2018). Judul tersebut dikutip dari pernyataan Sekretariat Bersama Relawan Jokowi Nusa Tenggara Barat, Projo NTB. | |||
| 9 | Konflik | "TGB Digadang Maju Pilpres, Demokrat Tetap Mantap Pada AHY" (10/07/2018). | Kecenderungan Partai Demokrat yang tidak memi lih TGB sebagai kandidat Presiden/ calon wakil presiden itulah yang dibaca sebagai salah satu alasan TGB keluar dari partai yang di -pimpin mantan presiden Susilo Bambang Yudhoyo no tersebut. |
Citra Organisasi (Corporate image)
TABEL IV CITRA ORGANISASI TGB
| No | Atribut Perilaku | Temuan Teks/visual | Citra menonjol |
|---|---|---|---|
| 1 | Kebijakan Publik | ||
| 2 | Implementasi program | ||
| 3 | Korupsi | ||
| 4 | Pelayanan Publik | ||
| 5 | Kedisiplinan | ||
| 6 | Mentalitas | TGB: Muhammadiyah Itu Orang Tuanya Organisasi Islam (19/12/2017) | TGB cenderung generalis, tidak terikat pada satu organisasi Islam |
| TGB: Ulama NU Datangkan Rahmat bagi Masyarakat NTB (20/11/2017) | tertentu. | ||
| TGB Berharap Konfrensi Islam Dunia Bisa Datangkan Berkah Bagi NTB (18 Oktober 2018) | |||
| Quraish Shihab Serahkan Jabatan Ketua OIAA Indonesia Pada TGB (19/10/2017) OIAA adalah singkatan dari Organisasi Internasional Alumni Al-Azhar. | |||
| 7 | Produktivitas | ||
| 8 | Kinerja | ||
| 9 | Konflik |
versi Kicknews.today adalah TGB dan AHY. Namun, sampai 10 Juli 2018 Partai Demokrat cenderung mengusung AHY. Oleh karena itu, TGB berbalik mendukung Jokowi dan keluar dari Partai Demokrat.
Citra Setelah Gagal Menjadi Calon Wakil Presiden
Tanggal 10 Agustus 2018, Presiden Joko Widodo mengumumkan calon wakil presidennya bukan TGB tetapi KH Ma'ruf Amin (Ketua Majelis Ulama Indonesia). Kicknews.today seperti berempati terhadap TGB, keesokkan harinya pada rubrik Nasional tidak
menurunkan berita pengumuman pasangan calon Presiden-wakil Presiden Jokowi-Ma'aruf Amin, seolah-olah sedang menunjukkan empatinya. Media ini justru menurunkan berita tentang akibat gempa yang menerjang Lombok beberapa hari sebelumnya, di antaranya berjudul "Masih Ada Gempa Susulan: Masyarakat Lombok Harus Bangkit" (11 Agustus 2018); "BNPB: Gempa Lombok Bukan Bencana Nasional" (12 Agustus 2018), hingga 18 Agustus 2018 tidak ada satu pun materi yang menyangkut Ma'aruf Amin. Justru ada berita tentang Sandiaga Uno (calon wakil presiden dari kubu Prabowo) yakni "Diundang Dr Zul, Sandiaga Uno Tiba di Lombok Sambangi Korban Gempa" (15 Agustus 2018).
Citra TGB yang dibentuk Kicknews.today setelah 10 Agustus bergeser dari nuansa politik ke nuansa humanis. Berita yang muncul tentang TGB berupa aktivitas menangani korban gempa. Berita tersebut muncul 17 Agustus 2018: "TGB Doakan Relawan dan Donatur dapat Ganjaran Berlipat Ganda".
Berita tersebut selengkapnya demikian :kicknews.today – Gubernur Nusa Tenggara Barat TGH M Zainal Majdi memotivasi para peserta upacara HUT RI ke-73 untuk tidak larut dalam duka karena bencana yang menimpa Lombok baru-baru ini terutama bagi siswa yang hadir saat itu supaya terus berjuang.
"Buang rasa takut dan kita tidak boleh tertawan oleh rasa trauma. Mari kita songsong NTB agar terus maju," ungkapnya, usai upacara peringatan detik-detik proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia ke-73, di Lapangan Bumi Gora, Kantor Gubernur Provinsi NTB, Jum'at (17/8).Gubernur yang akrab disapa Tuan Guru Bajang (TGB) itu terus menghimbau sekaligus memberi motivasi kepada
seluruh pelajar di NTB agar terus berjuang demi tercapainya cita-cita menuju bangsa yang maju.
"Saya berharap agar musibah ini tidak membuat semua larut dalam kesedihan. Proses belajar mengajar juga dipastikan harus segera mulai berjalan," kata dia. Dia mengatakan, nadi kehidupan NTB, Lombok khususnya harus berjalan baik, aman, kondusif dan tetap nyaman untuk semua.Fasilitas umum seperti bandara, pelabuhan masih berjalan baik, sehingga jangan ragu datang ke NTB.
Pidato TGB saat upacara 17 Agustus dominan diisi dengan katakata yang sifatnya imbauan, motivasi, harapan, optmisme, dan doa. Tidak ada muatan rencana-rencana aksi strategis jangka pendek maupun panjang menghadapi bencana gempa. Hal tersebut ditangkap sebagai sinyal bahwa TGB dalam situasi yang terjepit pascadirinya mengubah haluan dari pendukung Prabowo ke Jokowi. Situasi yang cenderung "pasrah" itu sebetulnya telah diframing Kicknews.today dalam berita "Digempur Kritik Pedas, TGB Bilang Hanya berusaha Lakukan Yang Terbaik" (26 Juli 2018). Dalam berita tersebut disebutkan pihak-pihak yang tidak puas dengan pembangunan di bidang pengentasan kemiskinan, yakni
Gambar 4 Foto Sandiaga Uno di Lombok sumber Kicknews.today (15 Agustus 2018)
anggota DPRD NTB dan LSM Kajian dan Advokasi Sosial serta Transparansi Anggaran (Kasta). Kritik terhadap TGB muncul akibat TGB melakukan langkah politik di akhir jabatannya dengan melakukan safari dakwah keliling NTB. Kicknews.today (24 Juli 2018) menurunkan berita sebagai berikut.
Langkah Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) TGH M Zainul Majdi melakukan safari dakwah ke beberapa daerah, mendapat kritik dari salah seorang anggota DPRD NTB, Raihan Anwar. Dia menuding gubernur sudah tidak lagi fokus urus daerah dan lebih ingin bermetamorfosis ke tingkat nasional. "Mestinya gubernur harus fokus urus program untuk masyarakat-lah. Jangan dulu keliling, apa juga kontribusi buat daerah," ungkapnya, di Mataram, Jumat (21/7).
Inti image yang terbentuk pada akhir-akhir kepemimpinan TGB sebagai Gunernur NTB adalah akibat dari langkah politik TGB ke tingkat nasional (sebagaimana disebut Raihan Anwar sebagai metamorfosis ke tingkat nasional).
Konflik internal, visi ke tingkat nasional, dan isu divestasi saham PT Newmount membuat TGB ada di persimpangan jalan. Isu-isu tersebut menimbulkan spekulasi bahwa TGB menghadapi dilema antara tekanan dari bawah, keinginannya sendiri, dan "tekanan dari pusat". Issu KPK turun ke NTB dan berusaha menyeret namanya dapat dibaca sebagai sebuah tekanan politik dari pemerintah pusat dan sebagai barter politik TGB mengubah dukungannya dari kubu "oposisi ke kubu Jokowi.
Dalam situasi seperti itu membuat TGB mengambil sikap yang paling aman dengan cara bersikap pasif terhadap
keadaan. Hal itu terbaca oleh politikus senior asal NTB yang masih menjabat sebagai wakil ketua DPR RI, Fahri Hamzah. Fahri membuat surat terbuka kepada Jokowi dengan tajuk "Yth Pak Jokowi; Lombok Gempa Lagi, Mana Negara? (Kicknews.today, 19 Agustus 2018). Surat tersebut mengandung makna bahwa penanganan pascagempa Lombok bersifat lamban. Surat terbuka Fahri Hamzah ini diambil dari sumber fahrihamzah.com yang bunyi lengkapnya sebagai berikut.
Yth Pak Jokowi Lombok dilanda gempa lagidiatas 5 dan 6 SR. Desa-desa di Selatan hancur dan rakyat keluar berhamburan sambil melihat sisa-sisa hidup mereka ambruk. Belum selesai 3 gelombang gempa sebelumnya, sekarang datang lagi. Saya mendapat beberapa video dan gambar kiriman tim saya di lapangan.
Sungguh bencana ini besar. Gempa ini seperti datang untuk menyudahi pekerjaannya menghancurkan sisa-sisa harapan.
Dan rakyat dalam kepasrahan yang melemahkan. Gempa pertama datang seperti mengguncang, gempa kedua seperti meretakkan dan gempa ketiga menghancurkan. Sekarang gelombang gempa keempat ini seperti akan menghancurkan sisa-sisa. Tak ada lagi yang bisa dilihat berdiri sebagai tumpuan. Rumah atau harapan. Sementara itu, masjid-masjid yang runtuh telah membuat masyarakat semakin paham
bahwa pada akhirnya, Allah saja
tempat meminta tolong.
Sungguh mudah bagi masyarakat untuk mengabaikan negara karena bencana dianggap sebagai bagian dari komunikasi langit.
Bencana ini dan bencana apapun adalah kasih sayang Ilahi yang sulit dimengerti dengan nalar. Padahal "telah terjadi kerusakan akibat ulah tangan manusia". Bumi kita semakin tidak seimbang karena kerakusan yang merajalela; dicukur, dikeruk dan dihisap hingga lumat.
Tapi layakkah negara menikmati kesabaran rakyat?
Layakkah bencana ini dilihat sebagai belas kasihan yang sukarela semata?
Layakkah negara abai dan bersikap pelan?
Layakkah kemiskinan seketika ini juga oleh negara sebagai musibah yang diterima dengan pasrah semata?
Mari bergerak cepat bapak Presiden, hampir 80.000 rumah hancur sebelumnya.
Mungkin sudah 100.000 sekarang. Hampir setenagah juta pengungsi.
Dengan seluruh potensi buruk yang bisa terjadi.
Ayolah bergerak cepat. Sebab semua nampak masih lamban. Usul saya tentang Bencana Nasional Lombok telah ditolak dengan berbagai alasan. Tapi tidak berarti kita tidak bisa berbuat lebih cepat dengan membuat lembaga khusus. Kita berkejaran dengan waktu dan juga gelombang bencana yang kita tak tahu akhirnya. Kita seakan-akan "dikerangkeng" birokrasi
bencana.Yang bergerak banyak
sekarang masyarakat sipil. Sumber: fahrihamzah.com Fahri Hamzah adalah politisi PKS yang sering dimintai pendapatnya oleh media (news maker).
Dalam prinsip jurnalistik, mengangkat isu tertentu melalui pendapat narasumber sering disebut talking news atau opinion news. Sejajar dengan prinsip dalam pendekatan fenomenologi, bahwa fakta dapat dikonstruk melalui pesan atau persepsi pengalaman seseorang. Kendati karya jurnalistik hanya menangkap isu permukaan, namun dapat dianggap sebagai petunjuk untuk menelusuri fakta yang mempunyai kecenderungan tertentu.
Citra yang Ganda
Citra merupakan persepsi yang hidup di pikiran khalayak, karena itu sifatnya dinamis. Sesuatu yang awalnya melekat pada seseorang sebagai sebuah karakteristik kemudian memudar diganti dengan karakteristik yang lain. Hal itu pararel dengan ekspose yang berulangulang, dominan, dan menarik perhatian khalayak. Informasi (stimulus) baru yang menerpa khalayak tidak secara otomatis menghapus citra yang lama. Elemen-elemen lama yang masih relevan turut mewarnai pembentukan citra yang baru. Informasi yang datang berikutnya adakalanya memperkuat citra yang lama, membuat varian baru yang merupakan antitesis dari yang lama, namun dapat juga menjadi citra yang independen; berbeda dari yang lama dan yang baru. Dengan demikian, sangat memungkinkan seseorang itu memiliki citra yang lebih dari dua. Itulah yang disebut dengan citra yang ganda (multy images).
TGB pada awalnya dicitrakan sebagai pemimpin nasional (gubernur) yang berhasil melakukan inovasi program untuk meningkatkan kualitas
hidup masyarakat NTB, sehingga sempat menerima penghargaan dari presiden. Pada konteks ini, TGB memiliki tabungan nilai sebagai seorang birokrasi. Pada akhir-akhir masa jabatannya, tabungan nilai itu dikembangkan menjadi citra yang lain, yaitu metamorfosis citra dari level lokal menjadi atau ke level nasional. Kegiatan yang digunakan TGB adalah melakukan safari dakwah ke pelosok tanah air. Wajahnya sering muncul di stasiun TV nasional sehingga namanya sebagai seorang ulama disejajarkan dengan Arifin Ilham, Abdul Somad, Aa Gym, dan lainnya. Melalui media ini setidaknya popularitas TGB semakin tinggi. Namun, pada bagian ini, TGB banyak menuai kritik dari kalangan DPRD setempat dan beberapa LSM karena dianggap tidak fokus lagi dengan pembangunan di NTB. Melalui media online Kicknews.today, TGB berusaha membela diri dan mempertahankan citranya. Media ini menjadi filter informasi yang dapat merugikan citranya. Beberapa isu yang dapat mengurangi nilai TGB tidak dipublikasikan, seperti isu divestasi PT Newmount yang mengaitkan kebijakan TGB dengan kemungkinan tindak pidana korupsi. Selanjutnya, melalui media nasional dan Kicknews.today, TGB membangun citra peluangnya sebagai kandidat calon wakil presiden dari kubu incumbent Joko Widodo. Cerita dimulai dengan ekspose dirinya yang mengubah haluan mendukung Joko Widodo. Langkah ini dianggap kontroversial disebabkan sebelumnya TGB dicitrakan pendukung kubu Prabowo. Citra pun terbelah menjadi dua, langkah TGB itu memang sebagai sinyal (tanda) dari Joko Widodo untuk bersiap-siap menjadi pendampingnya dalam Pilpres 2019 atau sebaliknya merupakan bentuk ketidakberdayaan TGB dari intimidasi KPK melalui isu divestasi PT Newmount. Namun,
TGB terus berusaha mendongkrak popularitasnya itu melalui hasil survei. Publikasi hasil survei beberapa lembaga survei menempatkan TGB berpeluang mendampingi Joko Widodo sebagai wakil presiden.Pesaingnya waktu itu Mahfud MD, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Muhaimin Iskandar, dan beberapa ketua partai.
Tiba waktunya pendeklarasian pasangan calon, TGB terlempar dari bursa. Joko Widodo lebih memilih KH Ma'aruf Amin sebagai calon pendampingnya. Pascapendeklarasian, TGB lebih banyak berada di kampung halamannya mengelola bencana gempa bumi di Sanja. Kicknews.today tidak lagi memberitakan aktivitas politik TGB dan lebih banyak memberitakan dampak dari bencana tersebut. Satu dua kali mengangkat TGB tetapi hanya sebatas sebagai seorang gubernur yang pasrah. Petikan beritanya sebatas memberi motivasi, mengimbau, dan mendoakan. Baik TGB maupun Kicknews.today dalam kacamata teori tindakan sosial Talcott Parsons menunjukkan melakukan adaptasi-adaptasi yang penting. TGB mengubah citranya sebagai seorang humanis, yang lebih memperhatikan perikemanusiaan ketimbang kekuasaan. Sementara Kicknews.today meluruhkan berita personal TGB ke peristiwa gempa. Dengan demikian, kekalahan TGB dalam kontestasi politik itu tidak menyebabkan kekalahan Kicknews.today sebagai sebuah media online yang menjadi rujukan utama masyarakat NTB di luar media mainstream.
SIMPULAN
Sebagai media online, Kicknews. today telah berhasil membantu TGB dalam membangun citranya dari seorang gubernur yang berprestasi menjadi seorang tokoh yang populer. Popularitas TGB meliputi dirinya sebagai seorang
tokoh politik (dari partai Demokrat), seorang ulama, dan tokoh yang memiliki jaringan internasional. Namun, target politiknya menjadi calon wakil presiden tidak tercapai, karena yang lebih menentukan bukan citra melainkan kesepakatan partai politik atau gabungan partai politik yang memiliki kursi di legislatif. Meskipun demikian, Kicknews.today tidak kukuh menyorong TGB sebagai magnet berita. Setelah 10 Agustus 2018, pasangan calon presiden dan wakil presiden dideklarasikan, Kicknews.today mengubah kebijakan redaksionalnya dengan lebih banyak mengunggah beritanya menjadi berita bencana NTB. Sebaliknya, untuk mengesankan sebagai media yang netral, Kicknews.today justru memblowup kunjungan Sandiaga S Uno ke NTB atas undangan Dr Zul (Gubernur terpilih yang belum dilantik). Selanjutnya, ekspose TGB cenderung bersifat humanis, seperti imbauan, harapan, motivasi, dan doa.
Citra dibutuhkan sebagai sumber dukungan (legitimasi) bukan hanya oleh manusia (individu), kelompok orang, atau organisasi (korporasi), melainkan juga oleh media. Citra yang buruk bagi manusia menyebabkan dirinya kehilangan kepercayaan, akibatnya dijauhi sesama. Citra yang buruk bagi media menyebabkan media kehilangan khalayaknya. Oleh karena itu, ketika media memutuskan untuk membantu individu membangun citranya, harus bersiap-siap dengan konsekuensi. Bila citra individu berhasil mengantar kepada tujuannya, media ikut terbawa. Demikian sebaliknya, bila citra individu gagal mencapai tujuannya, media juga terancam kehilangan kepercayaan, kemudian dijauhi oleh audiencenya. Dengan demikian, media juga harus memiliki strategi dalam manajemen pemberitaannya. Kicknews.today tergolong yang cepat mengubah pola pemberitaannya agar tidak terpengaruh kekalahan TGB dalam kontestasi Calon
Wakil Presiden 2019.
