PENDAHULUAN
Indonesia berada di area ring of fire dan memiliki 3 lempengan besar yaitu Eurasia, Indo-australia, dan Pasifik. Hal ini menjadikan Indonesia berpotensi lebih besar dalam menghadapi bencana alam. Bencana alam yang banyak memakan korban jiwa adalah bencana gempa bumi dan tsunami. Bencana gempa terjadi karena adanya pergeseran lempengan kerak bumi yang bergerak, dibawahnya ada arus konveksi di mantel bumi yang panas. Gempa besar yang terjadi di daerah laut lepas dapat menyebabkan munculnya bencana susulan, yaitu tsunami (Pusat Studi Gempa Nasional, 2017).
Kota Padang pernah mengalami bencana tsunami. Berdasarkan fakta sejarah, Mesjid Ganting dibangun pada 1790 di Batang Harau (Pusat Studi Gempa Nasional, 2017). Pada 1805 Mesjid Ganting dibongkar karena adanya pembangunan pelabuhan Emma Haven yang saat ini berubah nama menjadi Pelabuhan Teluk Bayur. Mesjid tersebut dibangun kembali pada tahun yang sama di daerah Ganting, lalu pada tahun 1833 mesjid Ganting terkena dampak bencana tsunami. Di Padang sendiri, kejadian tersebut tidak terdokumentasi dengan baik, sehingga tidak diketahui seberapa besar dampak kerugian serta jumlah korban jiwa.
Henley menemukan fakta bahwa Oman Fathurahman, temuan coretan (dalam bahasa Arab) di halaman depan sebuah manuskrip Arab kuno oleh Al-Ansari yang disimpan di sekolah agama Tanoh Abee dekat Banda Aceh. Ia berkomentar "gempa bumi kedua yang merusak". Hal ini menunjukkan adanya gempa bumi besar di Aceh yang mengakibatkan gempa bumi dan tsunami. Bencana yang menghancurkan banyak bangunan di Padang dan Bengkulu pada 27 November 1833.
Selain itu, The US National Geophysical Data Center mencatat hanya 26 tsunami yang diketahui di Indonesia sebelum tahun 1800, 20 di antaranya berada di wilayah monopoli rempah VOC (Vereenigde Oostindische Compagnie) pada abad ketujuh belas dan kedelapan. Empat tsunami besar dilaporkan dari pos lada Eropa salah satunya di Padang, Sumatera (Henley & Nordholt, 2015). Menurut
penelitian (Pusat Studi Gempa Nasional, 2017), Gempa di Mentawai tahun 2010 (Mw=7,8) dan Gempa Padang (Mw=7,6) pada 2009, memiliki keterkaitan sumber gempa berkelanjutan yang dapat mengakibatkan bencana tsunami di waktu mendatang. Gempa yang terjadi disebabkan adanya dua sesar aktif, yakni; (1) Sesar Mentawai di sebelah Barat Daya dan (2) Sesar Semangko di Sebelah Timur Laut, membentang dari Teluk Aceh hingga Teluk Semangka. Fenomena sesar dapat terlihat pada wisata Ngarai Sianok di Kota Bukittinggi. Tsunami di Pulau Pagai di Mentawai, pulau yang berdekatan dengan Kota Padang terjadi pada 25 Oktober 2010.Hal tersebut dipicu oleh gempa bumi dengan kekuatan 7,7 Mw yang terjadi di Samudera Hindia yang mengakibatkan tsunami. Ketinggian gelombang tsunami mencapai 2,5–9,3 meter yang mengakibatkan korban jiwa (Okezone News, 2010).
Tsunami merupakan salah satu ancaman bencana wilayah pesisir di Indonesia. Bencana tsunami umumnya dipicu oleh gempa bumi di laut lepas hingga mengakibatkan pergeseran secara vertikal di dasar laut. Zona subdiksi aktif di bagian barat hingga bagian timur Indonesia memiliki sisa energi dari tumbukan lempeng dan mengakibatkan adanya sesar di darat dan di lautan. Interaksi pergesaran lempeng-lempeng tersebut menjadikan Indonesia sebagai wilayah rawan gempa bumi.
| Date | Magnitude | Place | Direct Fatalities | |
|---|---|---|---|---|
| 2004, 26-12 | 9.2 M + tsunami | Aceh-Nias | 167,800 | |
| 2005, 28-3 | 8.6 M + tsunami | Nias | 1,313 | |
| 2006, 26-5 | 6.3 M | Yogyakarta | 5,749 | |
| 2006, 17-7 | 7.6 M + tsunami | Pangandaran, W. Java | 802 | |
| 2007, 12-9 | 8.4 M | Mentawai, Padang, | 25+ | |
| 2009, 30-9 | 7.6 M | Padang | 1,117 | |
| 2010, 25-10 | 7.7 M + tsunami | Mentawai | 400 | |
| 2010, 26-10 | V4 eruption | Merapi, Java | 324 | |
| 2012, 11-4 | 8.6 earthquake | Aceh | 5 | |
| 2013, 15-9 | V2 eruption | Sinabung, N. Sumatra | 17 | |
| 2014, 13-2 | V2 eruption | Kelut, E. Java | 7 | |
Gambar 1 Major Seismic Disasters In Indonesia Since 2004 (Henley & Nordholt, 2015)
Tingginya aktivitas gempa dalam rentang waktu 2004 - 2014 lebih dari 11 kejadian gempa dengan magnituda M > 5.0 kejadian gempagempa utama (main shocks). Berbagai aktivitas
gempa besar di Indonesia mengakibatkan ribuan korban jiwa, keruntuhan dan kerusakan ribuan infrastruktur serta bangunan, dan dana trilyunan rupiah untuk rehabilitasi dan rekonstruksi.
Kota Padang pernah mengalami bencana gempa tanpa tsunami berkekuatan 8.3 SR pada 30 September 2009 dengan korban mencapai 1.500 jiwa. Gempa yang terjadi disebabkan adanya dua sesar aktif, yakni; (1) Sesar Mentawai disebelah Barat Daya dan (2) Sesar Semangko di Sebelah Timur Laut, membentang dari Teluk Aceh hingga Teluk Semangka. Fenomena sesar dapat terlihat pada wisata Ngarai Sianok di Kota Bukittinggi. Dalam buku Pusat Studi Gempa Nasional (2017: 3)
Gempa terjadi di salah satu kabupaten Sumatra Barat yaitu di Mentawai pada tahun 2010 (Mw=7,8) dan Gempa Padang (Mw=7,6) pada September 2009 memiliki keterkaitan sumber gempa berkelanjutan yang dapat mengakibatkan bencana tsunami. Bencana tersebut sangat berpotensi terjadi karena topografi Kota Padang berhadapan langsung dengan Samudera Hindia.
Undang-undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang tanggung jawab dan wewenang Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) berisi: (1) BPBD penanggungjawab perlindungan masyarakat dari dampak bencana,(2) BPBD memiliki wewenang membuat perencanaan pembangunan yang memasukkan unsur-unsur kebijakan penanggulangan bencana. Undangundang tersebut merujuk pada media informasi dalam upaya memberikan mitigasi bencana kepada masyarakat.
Media informasi bencana tsunami di Kota Padang disediakan untuk membangun pengetahuan, kesiapsiagaan, dan pemahaman konten mitigasi bencana. Dengan pengetahuan mengenai cara-cara yang dilakukan individu ketika menghadapi situasi yang mengarah pada terjadinya bencana tsunami. Peran informasi dari berbagai media sebaiknya layak dan memadai untuk dapat dipahami. Proses informasi dalam media yang terstruktur dan memiliki kejelasan dalam upaya mitigasi evakuasi tsunami masyarakat Kota Padang sangat dibutuhkan.
Saat terjadi gempa bumi pada 30 September 2009, belum adanya proses
diseminasi informasi bencana gempa bumi sehingga membuat kepanikan ketika evakuasi. Ketika terjadi bencana tsunami di waktu yang akan datang, dikhawatirkan banyak korban jiwa jika masyarakat belum menyadari dan memahami informasi mitigasi bencana tsunami.
Media informasi yang disediakan memerlukan evaluasi yang bertujuan mengukur tingkat kesadaran dan pemahaman masyarakat terhadap media informasi bencana tsunami. Keterkaitan peran dari elemen-elemen desain pada media informasi tsunami serta mengetahui lebih mendalam tentang persepsi masyarakat terhadap media informasi bencana tsunami yang efektif. Ketika bencana terjadi, waktu evakuasi relatif singkat, hanya dalam hitungan menit. Oeh sebab itu, peran media informasi bencana tsunami haruslah memadai.
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui persepsi masyarakat tentang media informasi mitigasi dan tingkatpemahaman masyarakat terhadap kesadaran menghadapi bencana tsunami serta mengetahui elemen-elemen desain diimplementasikan pada media informasi tsunami di Kota Padang sehingga memiliki korelasi.
Adapun hipotesis dalam penelitian ini, H1 : terdapat hubungan media informasi dengan tingkat pemahaman kesadaran masyarakat terhadap bencana tsunami setelah melihat media informasi,H2: media informasi yang menerapkan elemen-elemen desain memberikan perbedaan signifikan terhadap pemahaman masyarakat.

Gambar 2 Metode kombinasi sequential explanatory (Creswell, 2016)
Gambar 2 menunjukkan bentuk penelitian yang menggunakan metode campuran antara kuantitatif dan kualitatif dengan penggunaaan model sequential explanatory (kombinasi berurutan kuantitatif-kualitatif). Menurut (Creswell, 2016) pendekatan sequential explanatory melibatkan duafase. Pertama, menganalisis data hasil kuantitatif. Kedua, menggunakan data hasil kuantitatif untuk merencanakan fase kedua, yaitu kualitatif. Tujuan rancangan ini untuk membantu data kualitatif menerangkan secara detail tentang hasil kuantitatif awal.
Bencana terjadi karena adanya pertemuan antara bahaya (hazard) dan kerentanan (vulnerability), serta pemicunya lalu menjadi sebuah risiko bencana (disaster risk). Faktor penyebab bencana terjadi karena 3 faktor, di antaranya natural disaster, non-natural disaster, dan man-made disaster. Karakteristik bencana harus diketahui agar upaya mitigasi bencana dapat diterapkan untuk mengurangi dampak risiko. Dampak bencana meliputi sumberdaya, ganguan pada program, investasi, sektor nonformal, dan destabilisasi politik.
Kesiapsiagaan sebelum bencana terjadi pada situasi normal dan pasca terjadinya bencana. Peningkatan kapasitas dari berbagai aspek kehidupan seperti lingkungan, sosial, fisik, dan ekonomi. Pentingnya mewujudkan masyarakat tangguh dalam menghadapi bencana dengan mengetahui informasi perencanaan kegiatan-kegiatan kesiapsiagaan bencana seperti; mitigasi, analisis risiko dan budaya sadar bencana (disaster awareness) (Nurjanah, et al., 2013).
Selain manajemen bencana, peneliti menggunakan teori tentang elemen desain untuk menganalisis media informasi. Terdapat enam elemen desain: garis, bentuk, arah, ukuran, tekstur, dan warna. Sebagai desainer, keenam elemen tersebut digunakan untuk menerjemahkan ide menjadi sebuah gambar, baik secara elektronik atau di atas kertas (Hughes, 2019).
Gambar 3 sebagai ilustrasi terhadap teori elemen desain. Elemen-elemen desain digunakan untuk memberikan variasi dan minat pada suatu objek desain. penerapan prinsip elemen-elemen desain dapat membuat kesuksesan sebuah desain. Garis berbentuk horizontal, vertikal, diagonal, kurva, garis putus-putus, tebal dan tipis. Bentuk dua dimensi atau flat geometri, kubus, lingkaran, segi tiga dan sebagainya. Arah garis memiliki arah horisontal (-), vertikal ( | ), dan miring ( / \ ). Ukuran sebuah perbedaan suatu bentuk dengan bentuk lainnya. Tekstur sebuah permukaan yang memiliki bentuk halus, kasar mengkilap. Pola, garis dan bentuk sering digunakan untuk membuat tekstur dalam sebuah desain dua dimensi. Warna sebuah cahaya yang dipantulkan dari objek, warna memberikan kesan serta identitas dari latar belakang yang melihatnya.
Gambar 3 Elemen-elemen desain, (Hughes, 2019)
METODE
Tahap penelitian untuk mendapatkan data dalam penelitian ini terbagi menjadi 3 tahap. Pertama, mengambil data terkait media informasi dengan melakukan observasi dan wawancara. Kedua, mengumpulkan data serta melakukan analisis penelitian kuantitatif dan peneltian kualitatif. Ketiga, peneliti menyimpulkan semua data untuk mendapatkan simpulan bukti hipotesis Ha1 dan Ha2.

Gambar 4 Tahapan penelitian (Penulis, 2020)
Penelitian kuantitatif yang dilakukan adalah penyebaran kuesioner. Objek penelitian berupa 3 jenis media informasi mitigasi bencana tsunami, diantaranya 1 signage, 1 poster, dan 1 sosial media instagram BPBD Kota Padang.
Rosco mengatakan kelompok sampel dikategorikan melalui usia, gender, pendidikan, dan pekerjaan (Roscoe, 1975). Ukuran besaran sampel antara 30-500, (Hill, 1998). Penentuan jumlah sampel populasi diketahui dengan menggunakan Rumus Slovin, n=N(1+Ne2 ), (Harits, Safitri, & Nizamuddin, 2019).
Responden terdiri atas masyarakat Kota Padang berusia 15 -54 tahun yang berjumlah 586.561 jiwa. Pemilihan rentan usia tersebut dianggap mampu memberikan jawaban beragam dari pertanyaan-pertanyaan kuesioner.
Jumlah responden yang dibutuhkan peneliti menggunakan rumusan slovin, dihitung melalui laman www.surveysystem.com. Total jumlah responden yang dibutuhkan 384 orang untuk tingkat kesalahan atau confidence interval 5% dari 586.561 orang masyarakat Kota Padang yang berusia 15 - 54 tahun.
Penelitian kuantitatif, menggunakan analisis univariat untuk menjabarkan secara statistik deskriptif mengenai distribusi frekuensi dan proporsi masing-masing variabel yang diteliti, baik variabel dependen maupun independen. Data-data yang diperoleh disajikan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi. Analisis penelitian ini menggunakan uji statistik Chi-Square. Untuk melihat hasil perhitungan statistik digunakan batas kemaknaan (α) = 0,05 dengan CI 95% dan kriteria hubungan ditetapkan berdasarkan value. Jika p value > 0,05 maka Ho diterima, artinya tidak ada hubungan antara variabel independen dan variabel dependen. Jika p value ≤ 0,05 maka Ha diterima, artinya ada hubungan yang signifikan antara variabel independen dan variabel dependen. Pengujian Chi-Square digunakan untuk mengukur kevalidan kuesioner.
Kuesioner dikatakan valid jika pernyataan pada kuesioner mampu mengungkapkan sesuatu yang diukur oleh kuesioner tersebut. Dalam pelaksanaan analisis kualitatif, peneliti melakukan konversi data menjadi teks atau transkripsi. Hasil wawancara, observasi, dan hasil pengujian hipotesis (Chi-Square) akan digunakan sebagai data analisis deskriptif melalui elemen desain pada penelitian kualitatif.
Analisis media informasi terdiri atas 3 kategori media informasi, yaitu: signage, billboard, sosial media instagram. Masingmasing media menggunakan tahapan analisis sebagai berikut, (1)kuantitatif: data media informasi, data analisis univariat, data analisis statistik deskriptif, dan data pengujian bivariat (Chi-Square). (2)kualitatif: analisis deskriptif
melalui elemen-elemen desain.
| Data media informasi |
|---|
| Data analisis Univariat |
| Data analisis statistik deskriptif |
| Data pengujian Bivariat (Chi-Square) |
| Analisis deskriptif kuantitatif (Elemen-elemen desain) |
Gambar 5 Proses analisis media informasi (Penulis, 2020)
HASIL DAN PEMBAHASAN
Penelitian dilakukan di Kota Padang, Provinsi Sumatra Barat. Sebagian besar topografinya berada di daerah pesisir pantai yang berhadapan langsung dengan Samudera Hindia. Dari 11 kecamatan, 7 kecamatan termasuk zona merah tsunami, yaitu Kecamatan Koto Tangah, Padang Utara, Padang Barat, Nanggalo, Padang Timur, Padang Selatan, dan Lubuk Begalung.
Responden yang berusia 25-34 tahun berjumlah 384 orang. Responden yang mengisi kuesioner sebanyak147 orang. Responden berjenis kelamin perempuan lebih banyak mengisi kuesioner dengan jumlah 199 orang, Responden dengan tingkat pendidikan S1 mengisi kuesioner sebanyak 202 orang Berdasarkan kategori pekerjaan responden, sebanyak 149 mahasiswa mengisi kuesioner dalam penelitian ini. Selain itu, responden dari Kecamatan Padang Timur lebih banyak mengisi kuesioner penelitian.
Penelitian media informasi pertama adalah signage marka informasi sunami safe zone. Signage tersebar di 8 kecamatan yang terdiri atas 47 unit. Delapan kecamatan tersebut Koto Tangah, Padang Utara, Padang Barat, Padang Selatan, Nanggalo, Padang Timur, Padang Selatan, dan Lubuk Begalung. signage memiliki konten berisi informasi arah menuju batas aman tsunami berbentuk plang besi yang diletakkan pada jalur evakuasi. Selain itu, isi konten signage berupa arah panah dan informasi jarak tempuh jalan kaki dengan jarak hitungan skala meter dan skala menit untuk menuju batas aman tsunami.
Pengujian satu variabel dependen dan lima variabel independen tersebut sebagai berikut:
| Descriptive Statistics | N | Min | Max | Mean | Std. Deviation |
|---|---|---|---|---|---|
| Signage memberikan informasi arah dan jarak tempuh menuju batas aman tsunami. | 384 | 1.00 | 5.00 | 4.1354 | 1.08510 |
| Bentuk gambar arah dan jarak tempuh evakuasi tsunami Signage terlihat jelas. | 384 | 1.00 | 5.00 | 4.0807 | 1.08454 |
| Informasi pada Signage dapat terbaca. | 384 | 1.00 | 5.00 | 4.0964 | 1.08085 |
| Signage mudah ditemukan. | 384 | 1.00 | 5.00 | 3.4245 | 1.29451 |
| Media informasi Signage memberikan pemahaman kesadaran terhadap kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana tsunami. | 384 | 1.00 | 5.00 | 4.0052 | 1.12877 |
| Valid N (listwise) | 384 |
Sumber: Penulis (2020)
Setelah itu peneliti menguji parameter dengan menggunakan distribusi Chi-Square.
TABEL II PERNAH MELIHAT SIGNAGE
| Crosstab | |||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Count | |||||||
| Media bencana tsunami | informasi | Signage | memberikan | kesadaran terhadap kesiapsiagaan menghadapi potensi | pemahaman | ||
| 1.00 | 2.00 | 3.00 | 4.00 | 5.00 | Total | ||
| Pernah melihat gambar | Belum | 12 | 19 | 39 | 37 | 42 | 149 |
| Signage ini? | Pernah | 4 | 8 | 27 | 68 | 128 | 235 |
| Total | 16 | 27 | 66 | 105 | 170 | 384 | |
| Chi-Square Tests | |||||||
| Value | df | Asymptotic Significance (2-sided) | |||||
| Pearson Chi-Square | 46.388a | 4 | .000 | ||||
| Likelihood Ratio | 46.443 | 4 | .000 | ||||
| Linear-by-Linear Association | 44.343 | 1 | .000 | ||||
| N of Valid Cases | 384 | ||||||
| a. 0 cells (0.0%) have expected count less than 5. The minimum expected count is 6.21. |
Sumber: Penulis (2020)
Nilai signifikansi 0,000 sehingga terdapat korelasi antara pernah melihat gambar signage dengan pemahaman kesadaran terhadap
kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana tsunami.
TABEL III SIGNAGE MEMBERIKAN INFORMASI ARAH DAN JARAK BATAS AMAN TSUNAMI
| Crosstab | |||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Count | |||||||
| Media informasi Signage memberikan pemahaman kesadaran terhadap kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana tsunami | |||||||
| 1.00 | 2.00 | 3.00 | 4.00 | 5.00 | Total | ||
| Signage memberikan | 1.00 | 12 | 1 | 0 | 0 | 2 | 15 |
| informasi arah dan | 2.00 | 2 | 11 | 5 | 1 | 0 | 19 |
| jarak tempuh menuju | 3.00 | 2 | 8 | 33 | 12 | 1 | 56 |
| batas aman tsunami | 4.00 | 0 | 4 | 18 | 67 | 14 | 103 |
| 5.00 | 0 | 3 | 10 | 25 | 153 | 191 | |
| Total | 16 | 27 | 66 | 105 | 170 | 384 |
| Chi-Square Tests | |||
|---|---|---|---|
| Value | df | Asymptotic Significance (2-sided) | |
| Pearson Chi-Square | 568.702a | 16 | .000 |
| Likelihood Ratio | 387.615 | 16 | .000 |
| Linear-by-Linear Association | 231.522 | 1 | .000 |
| N of Valid Cases | 384 | ||
| a. 10 cells (40.0%) have expected count less than 5. The minimum expected count is .63. |
Sumber: Penulis (2020)
Nilai signifikansi 0,000 sehingga terdapat korelasi antara informasi arah dan jarak menuju batas aman tsunami signage dengan pemahaman
kesadaran terhadap kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana tsunami.
TABEL IV BENTUK GAMBAR ARAH DAN JARAK TEMPUH EVAKUASI
| Crosstab | |||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Count | |||||||
| Media informasi Signage memberikan pemahaman kesadaran terhadap kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana tsunami | |||||||
| 1.00 | 2.00 | 3.00 | 4.00 | 5.00 | Total | ||
| Bentuk gambar arah | 1.00 | 11 | 1 | 0 | 0 | 2 | 14 |
| dan jarak tempuh | 2.00 | 2 | 14 | 4 | 2 | 0 | 22 |
| evakuasi tsunami pada | 3.00 | 2 | 8 | 39 | 9 | 3 | 61 |
| Signage terlihat jelas | 4.00 | 1 | 3 | 12 | 74 | 19 | 109 |
| 5.00 | 0 | 1 | 11 | 20 | 146 | 178 | |
| Total | 16 | 16 | 27 | 66 | 105 | 170 |
| Chi-Square Tests | ||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Value | df | Asymptotic Significance (2-sided) | ||||||
| Pearson Chi-Square | 610.860a | 16 | .000 | |||||
| Likelihood Ratio | 404.917 | 16 | .000 | |||||
| Linear-by-Linear Association | 233.171 | 1 | .000 | |||||
| N of Valid Cases | 384 | |||||||
| a. 10 cells (40.0%) have expected count less than 5. The minimum expected count is .58. | ||||||||
Sumber: Penulis (2020)
Nilai signifikansi 0,000 sehingga terdapat korelasi antara bentuk gambar arah dan jarak tempuh evakuasi tsunami pada signage terlihat
jelas dengan pemahaman kesadaran terhadap kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana tsunami.
TABEL V INFORMASI SIGNAGE DAPAT TERBACA
| Crosstab | |||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Count | |||||||
| Media informasi Signage memberikan pemahaman kesadaran terhadap kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana tsunami | |||||||
| 1.00 | 2.00 | 3.00 | 4.00 | 5.00 | Total | ||
| Informasi pada Signage | 1.00 | 11 | 2 | 1 | 0 | 2 | 16 |
| dapat terbaca | 2.00 | 4 | 10 | 2 | 0 | 0 | 16 |
| 3.00 | 1 | 8 | 39 | 13 | 2 | 63 | |
| 4.00 | 0 | 6 | 16 | 72 | 15 | 109 | |
| 5.00 | 0 | 1 | 8 | 20 | 151 | 180 | |
| Total | 16 | 27 | 66 | 105 | 170 | 384 |
| Value | df | Asymptotic Significance (2-sided) |
|---|---|---|
| 574.940a | 16 | .000 |
| 417.527 | 16 | .000 |
| 243.796 | 1 | .000 |
| 384 | ||
| Chi-Square Tests |
a. 11 cells (44.0%) have expected count less than 5. The minimum expected count is .67.
Sumber: Penulis (2020)
Nilai signifikansi 0,000 sehingga terdapat korelasi antara informasi pada signage dapat terbaca dengan pemahaman kesadaran terhadap
kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana tsunami.
TABEL VI SIGNAGE MUDAH DITEMUKAN DI KOTA PADANG
| Crosstab | |||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Count | |||||||
| Media informasi Signage memberikan pemahaman kesadaran terhadap kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana tsunami | |||||||
| 1.00 | 2.00 | 3.00 | 4.00 | 5.00 | Total | ||
| Signage mudah | 1.00 | 11 | 6 | 5 | 5 | 9 | 36 |
| ditemukan di Kota | 2.00 | 1 | 15 | 18 | 17 | 9 | 60 |
| Padang. | 3.00 | 2 | 6 | 37 | 24 | 30 | 99 |
| 4.00 | 1 | 0 | 4 | 54 | 24 | 83 | |
| 5.00 | 1 | 0 | 2 | 5 | 98 | 106 | |
| Total | 16 | 27 | 66 | 105 | 170 | 384 |
| Value | df | Asymptotic Significance (2-sided) | |
|---|---|---|---|
| Pearson Chi-Square | 308.315a | 16 | .000 |
| Likelihood Ratio | 272.748 | 16 | .000 |
| Linear-by-Linear Association | 130.083 | 1 | .000 |
| N of Valid Cases | 384 |
a. 7 cells (28.0%) have expected count less than 5. The minimum expected count is 1.50.
Sumber: Penulis (2020)
Nilai signifikansi 0,000 sehingga terdapat korelasi antara signage mudah ditemukan di Kota Padang dan dapat terbaca dengan pemahaman kesadaran terhadap kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana tsunami.
Sebanyak 235 responden pernah melihat signage 2. Peneliti memperoleh nilai signifikasi masing-masing 0,000 dari 5 pertanyaan kuesioner sehingga terdapat korelasi. Korelasi terjadi karena ada indikasi pengaruh aspek elemen-elemen desain pada media informasi tersebut, di antaranya sebagai berikut.

Gambar 6 Analisis deskriptif Signage (Penulis, 2020)
| TABEL VII ANALISIS DESKRIPTIF SIGNAGE | ||
|---|---|---|
| Arah | Media informasi memiliki arah vertikal. |
|---|---|
| Bentuk | Bentuk gambar jalur evakuasi tsunami terlihat jelas, gambar yang digunakan ada |
| 3 bentuk, bentuk bulat, persegi dan segitiga. | |
| Garis | Informasi dapat terbaca karena adanya kekontrasan pada garis panah dan ilustrasi |
| tsunami. | |
| Warna | Keterbacaan media informasi disebabkan karena adanya kekontrasan warna biru |
| dan putih. | |
| Ukuran | Ukuran tinggi media 2 meter x 1 meter, serta tinggi tiang 2 meter. |
| Tekstur | kemudahan menemukan signage disebabkan oleh tekstur yang mengkilap dari |
| bahan materialnya. |
Media informasi kedua yang diteliti adalah billboard. Ciri konten billboard berwarna biru tua, gambar menggunakan foto dari Kepala BPBD, Walikota Padang, dan Wakil Walikota Padang. Ukuran billboard 2 x 1,5 meter dengan tinggi kurang lebih 4 meter. Billboard berisi
instruksi dan himbauan mitigasi tentang proses evakuasi ketika terjadi gempa yang memiliki potensi tsunami.Pengujian satu variabel dependen dan lima variabel independen tersebut sebagai berikut.
TABEL VIII DESCRIPTIVE STATISTICS BILLBOARD
| Descriptive Statistics | N | Min | Max | Mean | Std. Deviation | ||
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Media billboard memberikan informasi | 384 | 1.00 | 5.00 | 4.0885 | 1.08754 | ||
| mitigasi bencana. | |||||||
| Tampilan foto padabillboard terlihat jelas. | 384 | 1.00 | 5.00 | 3.9766 | 1.14119 | ||
| Informasi pada billboard dapat terbaca. | 384 | 1.00 | 5.00 | 3.8281 | 1.21421 | ||
| Billboard mudah ditemukan di Kota Padang. | 384 | 1.00 | 5.00 | 3.6641 | 1.21744 | ||
| Media informasi billboard memberikan | 384 | 1.00 | 5.00 | 3.9583 | 1.15319 | ||
| pemahaman kesadaran terhadap kesiapsiagaan | |||||||
| menghadapi potensi bencana tsunami. | |||||||
| Valid N (listwise) | 384 | ||||||
Setelah itu peneliti menguji parameter dengan menggunakan distribusi Chi-Square.
TABEL IX PERNAH MELIHAT BILLBOARD
| Crosstab | |||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Count | |||||||
| Media informasi media billboard memberikan pemahaman kesadaran anda terhadap kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana tsunami | |||||||
| 1.00 | 2.00 | 3.00 | 4.00 | 5.00 | Total | ||
| Anda pernah | Belum | 10 | 6 | 25 | 11 | 14 | 66 |
| melihat media billboard ini? | Pernah | 10 | 15 | 55 | 86 | 152 | 318 |
| Total | 20 | 21 | 80 | 97 | 166 | 384 |
| Chi-Square Tests | |||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Value | df | Asymptotic Significance (2-sided) | |||||||
| Pearson Chi-Square | 39.423a | 4 | .000 | ||||||
| Likelihood Ratio | 35.548 | 4 | .000 | ||||||
| Linear-by-Linear Association | 34.740 | 1 | .000 | ||||||
| N of Valid Cases | 384 | ||||||||
| a. 2 cells (20.0%) have expected count less than 5. The minimum expected count is 3.44. | |||||||||
Sumber: Penulis (2020)
Nilai signifikansi 0,000 sehingga terdapat korelasi antara pernah melihat gambar billboard ini dengan pemahaman kesadaran terhadap
kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana tsunami.
TABEL X MEDIA BILLBOARD MEMBERIKAN INFORMASI MITIGASI BENCANA
| Crosstab | |||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Count | |||||||
| Media | informasi menghadapi potensi bencana tsunami | Media | Billboard | memberikan pemahaman kesadaran anda terhadap kesiapsiagaan | |||
| 1.00 | 2.00 | 3.00 | 4.00 | 5.00 | Total | ||
| Media billboard memberikan | 1.00 | 16 | 3 | 0 | 0 | 0 | 19 |
| informasi mitigasi bencana. | 2.00 | 1 | 6 | 1 | 0 | 0 | 8 |
| 3.00 | 1 | 5 | 60 | 6 | 1 | 73 | |
| 4.00 | 1 | 5 | 13 | 74 | 11 | 104 | |
| 5.00 | 1 | 2 | 6 | 17 | 154 | 180 | |
| Total | 20 | 21 | 80 | 97 | 166 | 384 |
| Chi-Square Tests | |||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Value | df | Asymptotic Significance (2-sided) | |||||||
| Pearson Chi-Square | 749.992a | 16 | .000 | ||||||
| Likelihood Ratio | 519.787 | 16 | .000 | ||||||
| L i n e a r- b y - L i n e a r | 276.895 | 1 | .000 | ||||||
| Association | |||||||||
| N of Valid Cases | 384 | ||||||||
| a. 11 cells (44.0%) have expected count less than 5. The minimum expected count is .42. | |||||||||
Sumber: Penulis (2020)
Nilai signifikansi 0,000 sehingga terdapat korelasi media billiboard memberikan informasi mitigasi bencana dengan media informasi media
billboard memberikan pemahaman kesadaran terhadap kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana tsunami.
TABEL XI TAMPILAN FOTO PADA BILLBOARD TERLIHAT JELAS
| Crosstab | |||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Count | |||||||
| Media informasi media billboard memberikan pemahaman kesadaran anda terhadap kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana tsunami | |||||||
| 1.00 | 2.00 | 3.00 | 4.00 | 5.00 | Total | ||
| Tampilan foto | 1.00 | 16 | 4 | 0 | 0 | 1 | 21 |
| pada Billboard terlihat jelas | 2.00 | 2 | 7 | 7 | 1 | 0 | 17 |
| 3.00 | 1 | 3 | 60 | 9 | 4 | 77 | |
| 4.00 | 0 | 4 | 11 | 71 | 18 | 104 |
5.00 1 3 2 16 143 165
| Chi-Square Tests | ||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Value | df | Asymptotic Significance (2-sided) | ||||||||
| Pearson Chi-Square | 668.390a | 16 | .000 | |||||||
| Likelihood Ratio | 488.739 | 16 | .000 | |||||||
| Linear-by-Linear Association | 260.425 | 1 | .000 | |||||||
| N of Valid Cases | 384 | |||||||||
| a. 9 cells (36.0%) have expected count less than 5. The minimum expected count is .89. | ||||||||||
Total 20 21 80 97 166 384
Sumber: Penulis (2020)
Nilai signifikansi 0,000 sehingga terdapat korelasi media billiboard terlihat jelas dengan media informasi media billboard memberikan
pemahaman kesadaran terhadap kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana tsunami.
TABEL XII INFORMASI BILLBOARD TERBACA
| Crosstab | |||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Count | |||||||||
| Media informasi media billboard memberikan pemahaman kesadaran anda terhadap kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana tsunami | |||||||||
| 1.00 2.00 3.00 4.00 | 5.00 | Total | |||||||
| Informasi pada | 1.00 | 18 | 4 | 2 | 1 | 0 | 25 | ||
| media billboard | 2.00 | 2 | 10 | 14 | 1 | 2 | 29 | ||
| dapat terbaca | 3.00 | 0 | 4 | 59 | 15 | 6 | 84 | ||
| 4.00 | 0 | 3 | 4 | 70 | 18 | 95 | |||
| 5.00 | 0 | 0 | 1 | 10 | 140 | 151 | |||
| Total | 20 | 21 | 80 | 97 | 166 | 384 | |||
| Chi-Square Tests | |||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Value | df | Asymptotic Significance (2-sided) | |||||||
| Pearson Chi-Square | 707.589a | 16 | .000 | ||||||
| Likelihood Ratio | 540.142 | 16 | .000 | ||||||
| Linear-by-Linear Association | 288.261 | 1 | .000 | ||||||
| N of Valid Cases | 384 | ||||||||
a. 7 cells (28.0%) have expected count less than 5. The minimum expected count is 1.30.
Sumber: Penulis (2020)
Nilai signifikansi 0,000 sehingga terdapat korelasi media billiboard dapat terbaca dengan media informasi media billboard memberikan
pemahaman kesadaran terhadap kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana tsunami.
TABEL XIII BILLBOARD MUDAH DITEMUKAN DI KOTA PADANG
| Crosstab | ||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Count | ||||||||
| Media | informasi | media | billboard | memberikan | pemahaman | |||
| kesadaran anda terhadap kesiapsiagaan menghadapi potensi | ||||||||
| bencana tsunami | ||||||||
| 1.00 | 2.00 | 3.00 | 4.00 | 5.00 | Total | |||
| Mediabillboard | 1.00 | 15 | 3 | 5 | 0 | 4 | 27 | |
| mudah ditemukan di Kota Padang | 2.00 | 2 | 10 | 13 | 6 | 5 | 36 | |
| 3.00 | 1 | 6 | 55 | 22 | 16 | 100 | ||
| 4.00 | 1 | 2 | 7 | 65 | 22 | 97 | ||
| 5.00 | 1 | 0 | 0 | 4 | 119 | 124 | ||
| Total | 20 | 21 | 80 | 97 | 166 | 384 | ||
| Chi-Square Tests | ||||||||
| Value | df | Asymptotic Significance (2-sided) | ||||||
| Pearson Chi-Square | 498.186a | 16 | .000 | |||||
| Likelihood Ratio | 16 | .000 | ||||||
| Linear-by-Linear Association | 200.063 | 1 | .000 | |||||
| N of Valid Cases | 384 | |||||||
| a. 4 cells (16.0%) have expected count less than 5. The minimum expected count is 1.41. | ||||||||
Sumber: Penulis (2020)
Nilai signifikansi 0,000 sehingga terdapat korelasi media billiboard mudah ditemukan dengan media informasi media billboard memberikan pemahaman kesadaran terhadap kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana tsunami.
Sebanyak 318 responden pernah melihat billboard. Peneliti memperoleh nilai signifikasi masing-masing 0,000 dari 5 pertanyaan kuesioner sehingga terdapat korelasi. Korelasi terjadi karena adaindikasi pengaruh aspek elemen-elemen desain pada media informasi tersebut, di antaranya sebagai berikut.

Gambar 7 Analisis deskriptif billboard (Penulis, 2020)
TABEL XIV ANALISIS DESKRIPTIF BILLBOARD
| Arah | Billboard memiliki arah vertikal sehingga masyarakat yang menggunakan kendaraan memiliki keterbatasan dalam melihat media informasi billboard jika terletak di jalan raya. Jika billboard diletakkan di tempat wisata Pantai Padang, pejalan kaki akan cukup mudah untuk membacanya, jika berdiri dalam jarak 2 sampai 5 meter. |
|---|---|
| Bentuk | Sebanyak 165 responden mengatakan setuju bentuk tampilan foto pada billboard terlihat lebih jelas dan dominan. Sementara pada bagian informasi tidak terlihat jelas dibandingkan dengan baliho imbauan "patuhi rambu-rambu lalu lintas". Kekontrasan bentuk informasi yang mudah dan sulit dibaca. |
| Garis | Informasi dapat terbaca jika ada garis yang jelas pada penggunaan jenis tulisan. Jtenis tulisan pada teks informasi seharusnya lebih besar dan dipersingkat untuk dapat memudahkan keterbacaan dalam jarak jauh. |
| Warna | Warna pada media ini sudah cukup memiliki kekontrasan ketika diletakkan pada lokasi luar ruangan, elemen warna yang digunakan terbilang banyak, terdiri atas lima warna. |
| Ukuran | Informasi dapat terbaca jika adanya ukuran yang seimbang, dan point of interest kepada informasi |
| Tekstur | Tekstur billboard terbuat dari material printing yang memiliki batas usia ketahanan material. |
Sumber: Penulis (2020)
BPBD Kota Padang memiliki akun instagram @pusdalopskotapadang, dengan pengikut sebanyak 16,8RB. Akun tersebut membuat biodata dengan kategori "Organisasi Pemerintah", berisi link facebook dan twitter @pusdalopskotapadang, frekuensi HT 170.300
MHz, link YouTube bit.ly/2JbR7Cj, dan alamat kantor. Konten terbaru tentang gugus tugas penyebaran Covid-19. Pengujian satu variabel dependen dan lima variabel independen tersebut sebagai berikut.
TABEL XV DESCRIPTIVE STATISTICS BILLBOARD
| Descriptive Statistics | N | Min | Max | Mean | Std. Deviation |
|---|---|---|---|---|---|
| Media instagram BPBD memberikan informasi | 384 | 1.00 | 5.00 | 4.0391 | 1.05763 |
| mitigasi evakuasi bencana gempa dan tsunami. | |||||
| Tampilan gambar pada instagram BPBD terlihat | 384 | 1.00 | 5.00 | 3.7448 | 1.18629 |
| menarik. | |||||
| Instagram BPBD informatif. | 384 | 1.00 | 5.00 | 3.9010 | 1.10569 |
| Mengikuti/follow instagram BPBD. | 384 | 1 | 2 | 1.31 | .462 |
| Media informasi instagram BPBD memberikan | 384 | 1.00 | 5.00 | 3.9922 | 1.05585 |
| pemahaman kesadaran terhadap kesiapsiagaan | |||||
| menghadapi potensi bencana tsunami. | |||||
| Valid N (listwise) | 384 |
Sumber: Penulis (2020)
Setelah itu peneliti menguji parameter, dengan menggunakan distribusi Chi-Square.
TABEL XVI PERNAH MELIHAT INSTAGRAM BPBD KOTA PADANG
| Crosstab | |||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Count | |||||||
| terhadap kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana tsunami | Media informasi Instagram BPBD memberikan pemahaman kesadaran | ||||||
| 1.00 | 2.00 | 3.00 | 4.00 | 5.00 | Total | ||
| Pernah melihat | Belum | 11 | 10 | 54 | 41 | 36 | 152 |
| instagram BPBD | Pernah | 2 | 6 | 35 | 68 | 121 | 232 |
| Kota Padang? | |||||||
| Total | 13 | 16 | 89 | 109 | 157 | 384 | |
| Chi-Square Tests | |||
|---|---|---|---|
| Value | df | Asymptotic Significance (2-sided) | |
| Pearson Chi-Square | 49.475a | 4 | .000 |
| Likelihood Ratio | 50.508 | 4 | .000 |
| Linear-by-Linear Association | 47.606 | 1 | .000 |
| N of Valid Cases | 384 |
a. 0 cells (0.0%) have expected count less than 5. The minimum expected count is 5.15.
Sumber: Penulis (2020)
Nilai signifikansi 0,000 sehingga terdapat korelasi antara pernah melihat akun sosial media instagram BPBD Kota Padang dengan pemahaman kesadaran terhadap kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana tsunami.
TABEL XVII MEDIA INSTAGRAM MEMBERIKAN INFORMASI
| Crosstab | TABEL XVII MEDIA INSTAGRAM MEMBERIKAN INFORMASI | ||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Count | |||||||
| terhadap kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana tsunami | Media informasi instagram BPBD memberikan pemahaman kesadaran | ||||||
| 1.00 | 2.00 | 3.00 | 4.00 | 5.00 | Total | ||
| Media | 1.00 | 9 | 0 | 1 | 1 | 1 | 12 |
| BPBD memberikan | 2.00 | 1 | 9 | 7 | 0 | 0 | 17 |
| informasi mitigasi | 3.00 | 2 | 5 | 60 | 11 | 6 | 84 |
| 4.00 | 1 | 2 | 16 | 72 | 11 | 102 | |
| 5.00 | 0 | 0 | 5 | 25 | 139 | 169 | |
| Total | 13 | 16 | 89 | 109 | 157 | 384 | |
| Chi-Square Tests | |||||||
| Value | df | Asymptotic Significance (2-sided) | |||||
| Pearson Chi-Square | 631.652a | 16 | .000 | ||||
| Likelihood Ratio | 427.282 | 16 | .000 | ||||
| Linear-by-Linear Association | 243.634 | 1 | .000 | ||||
| N of Valid Cases | 384 | ||||||
| a. 13 cells (52.0%) have expected count less than 5. The minimum expected count is .41. | |||||||
Sumber: Penulis (2020)
Nilai signifikansi 0,000 sehingga terdapat korelasi antara media instagram BPBD memberikan informasi mitigasi evakuasi bencana gempa dan tsunami dengan pemahaman kesadaran terhadap kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana tsunami.
TABEL XVIII TAMPILAN GAMBAR
| Crosstab | ||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Count | ||||||||
| Media informasi instagram BPBD memberikan pemahaman kesadaran | ||||||||
| terhadap kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana tsunami | ||||||||
| 1.00 | 2.00 | 3.00 | 4.00 | 5.00 | Total | |||
| Tampilan | gambar | 1.00 | 11 | 4 | 4 | 2 | 1 | 22 |
| padainstagram BPBD | 2.00 | 1 | 9 | 8 | 11 | 2 | 31 | |
| terlihat menarik | 3.00 | 1 | 3 | 68 | 23 | 11 | 106 | |
| 4.00 | 0 | 0 | 9 | 61 | 19 | 89 | ||
| 5.00 | 0 | 0 | 0 | 12 | 124 | 136 | ||
| Total | 13 | 16 | 89 | 109 | 157 | 384 | ||
| Chi-Square Tests | ||||||||
| Chi-Square Tests | |||
|---|---|---|---|
| Value | df | Asymptotic Significance (2-sided) | |
| Pearson Chi-Square | 538.741a | 16 | .000 |
| Likelihood Ratio | 424.067 | 16 | .000 |
| Linear-by-Linear Association | 234.326 | 1 | .000 |
| N of Valid Cases | 384 | ||
a. 9 cells (36.0%) have expected count less than 5. The minimum expected count is .74.
Sumber: Penulis (2020)
Nilai signifikansi 0,000 sehingga terdapat korelasi antara tampilan gambar pada instagram BPBD terlihat menarik dengan pemahaman
kesadaran terhadap kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana tsunami.
TABEL XIX INSTAGRAM BPBD INFORMATIF
| Crosstab | |||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Count | |||||||
| terhadap kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana tsunami | Media informasi Instagram BPBD memberikan pemahaman kesadaran | ||||||
| 1.00 | 2.00 | 3.00 | 4.00 | 5.00 | Total | ||
| Instagram BPBD | 1.00 | 11 | 1 | 2 | 1 | 1 | 16 |
| informatif | 2.00 | 1 | 10 | 8 | 1 | 0 | 20 |
| 3.00 | 1 | 5 | 68 | 18 | 7 | 99 | |
| 4.00 | 0 | 0 | 8 | 78 | 14 | 100 | |
| 5.00 | 0 | 0 | 3 | 11 | 135 | 149 | |
| Total | 13 | 16 | 89 | 109 | 157 | 384 |
| Chi-Square Tests | |||
|---|---|---|---|
| Value | df | Asymptotic Significance (2-sided) | |
| Pearson Chi-Square | 722.597a | 16 | .000 |
| Likelihood Ratio | 501.407 | 16 | .000 |
| Linear-by-Linear Association | 270.406 | 1 | .000 |
| N of Valid Cases | 384 | ||
| a. 11 cells (44.0%) have expected count less than 5. The minimum expected count is .54. |
Sumber: Penulis (2020)
Nilai signifikansi 0,000 sehingga terdapat korelasi antara instagram BPBD informatif dengan pemahaman kesadaran terhadap
kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana tsunami.
TABEL XX MENGIKUTI INSTAGRAM
| Crosstab | |||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Count | |||||||
| Media informasi instagram BPBD memberikan pemahaman kesadaran | |||||||
| terhadap kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana tsunami | |||||||
| 1.00 | 2.00 | 3.00 | 4.00 | 5.00 | Total | ||
| Mengikuti/ | Tidak | 13 | 15 | 76 | 75 | 87 | 266 |
| follow instagram | Ya | 0 | 1 | 13 | 34 | 70 | 118 |
| BPBD | |||||||
| Total | 13 | 16 | 89 | 109 | 157 | 384 | |
| Chi-Square Tests | |||||||
| Value | df | Asymptotic Significance (2-sided) | |||||
| Pearson Chi-Square | 35.312a | 4 | .000 | ||||
| Likelihood Ratio | 41.191 | 4 | .000 | ||||
| Linear-by-Linear Association | 34.318 | 1 | .000 | ||||
| N of Valid Cases | 384 | ||||||
| a. 2 cells (20.0%) have expected count less than 5. The minimum expected count is 3.99. |
Sumber: Penulis (2020)
Nilai signifikansi 0,000 sehingga terdapat korelasi antara mengikuti instagram BPBD dengan pemahaman kesadaran terhadap kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana tsunami.
Sebanyak 232 responden pernah melihat instagram BPBD Kota Padang mitigasi bencana.
Nilai signifikasi dari 5 pertanyaan kuesioner 0,000 sehingga terdapat korelasi. Korelasi terjadi karena ada indikasi pengaruh aspek elemen-elemen desain terhadap media informasi tersebut, di antaranya sebagai berikut.
Gambar 8 Analisis deskriptif Instagram BPBD Kota Padang (Penulis, 2020)
KLASIFIKASI MEDIA INFORMASI
Dalam hal ini, diperlukan klasifikasi dalam meletakkan media sehingga dapat memberikan kesempatan lebih besar informasi mitigasi sampai kepada masyarakat. Jenis media visual ini menampilkan gambar diam seperti cetakan berisi foto atau gambar yang disertai teks informasi pesan. Kelebihan media ini dapat menyajikan diseminasi informasi dalam jumlah banyak. Kekurangannya terletak pada posisi penempatan dan ketahanan media terletak di luar ruangan. Berdasarkan penelitian yang dilakukan, terdapat hasil gambar serta penjelasan klasifikasi zonasi sesuai media informasi sebagai berikut.

Gambar 9. Klasifikasi media informasi (Penulis, 2020)
TABEL XXI ANALISIS DESKRIPTIF INSTAGRAM
| Arah | Arah sosial media instagram BPBD Kota Padang berbentuk vertikal menyesuaikan dengan media instagram yang memiliki sistem scrolling. |
| Bentuk | Bentuk pada masing-masing konten akan berbeda, tetap segi empat atau persegi panjang. Konten memiliki 2 jenis format media, yaitu jpg dan mp4 |
| Garis | Garis yang ditampilkan berbentuk grid atau segi empat, tetapi saat melakukan scrolling tampilan. |
| Warna | Warna yang digunakan menyesuaikan dengan konten., Jika berformat gambar berupa foto dan berbentuk infografis. Pada tampilan foto profil, terdapat unsur warna orange, merah, dan biru. |
| Ukuran | Ukuran yang ditampilkan menyesuaikan dengan merek dan tipe layar LCD smartphone, komputer atau laptop pengikut instagram BPBD Kota Padang. |
| Tekstur | Tekstur yang ditampilkan menyesuaikan dengan merek dan tipe layar LCD smartphone, komputer atau laptop pengikutinstagram BPBD Kota Padang. |
Sumber: Penulis (2020)
Signage 2 dinilai memiliki visual yang sesuai karena telah mengikuti SNI dari BSNI tentang rambu-rambu evakuasi tsunami, baik pada desain maupun penempatannya. Berdasarkanhasil penelitian, ketiga media dalam kategori sign system tersebut cukup baik dari segi desain dan meterial yang digunakan. Hal tersebut dikarenakan pihak BPBD mengikuti aturan SNI dan Blue Life Tsunami Zone yang diadaptasi dari rambu-rambu tsunami.
Rencana pembuatan media pada Billboard yang akan datang, ada baiknya jika memiliki visual yang berimbang antara pesan yang ingin disampaikan dan foto atau visual yang mewakili informasi. Media billboard memiliki desain yang kurang menarik masyarakat ketika media tersebut diletakkan di jalan raya. Hal tersebut dikarenakan teks informasi mitigasi terlihat sangat kecil dan lebih dominan foto tokoh sehingga visual teks tidak memiliki readability. Selain itu, terjadi kegagalan dalam menyampaikan pesan. Hal tersebut menimbulkan persepsi positif dan negatif di masyarakat. Persepsi positifnya, dengan ditampilkannya foto tokoh mengingatkan masyarakat bahwa ada media informasi tentang tsunami di billboard tersebut sehingga dapat memberikan kesadaran ancaman bencana tsunami walaupun yang terlihat hanya foto dan judul informasi. Sementara persepsi negatifnya, prasangka bahwa foto tokoh ditampilakan di media informasi untuk kepentingan promosi pilkada (pemilihan kepala daerah).
Sosial media instagram BPBD Kota Padang lebih banyak berisi informasi tanpa proses editing desain. Informasi hanya disampaikan pada caption instagram. Perencanaan desain yang akan datang ada baiknya mengaitkan informasi mitigasi tsunami antara media satu dengan media lainnya. Seperti halnya meletakkan soft copy media informasi pada story instagram sehingga dapat dibaca kapan saja dan di mana saja oleh masyarakat yang ingin mencari tahu informasi yang terlewatkan dengan mengakses sosial media tersebut.
Adanya rambu evakuasi tsunami bertujuan untuk memberikan keseragaman terhadap media informasi satu dengan yang lainnya. Hal tersebut agar dapat meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap informasi dan memiliki
pengetahuan dalam melakukan evakuasi diri bencana tsunami. Berdasarkan BSNI Rambu Evakuasi Tsunami nomor SNI 7743:2011, warna rambu evakuasi tsunami orange dan putih. Kategori warna sebaiknya diterapkan pada desain media informasi bencana lain sebagai identitas kategori media informasi untuk lebih mudah dikenali seperti warna hijau untuk gempa bumi dan kuning untuk longsor atau banjir bandang.
SIMPULAN
Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan data kualitatif serta kuantitatif, peneliti memaparkan beberapa simpulan hasil hipotesis H1, terdapat hubungan media informasi dengan tingkat pemahaman kesadaran masyarakat terhadap bencana tsunami setelah melihat media informasi, diterima. Hal tersebut dibuktikan dengan melakukan analisis media informasi sebanyak 5 jenis media yang diuji. kegiatan tersebut menghasilkan nilai p value ≤ 0,05, artinya ada hubungan yang signifikan antara media informasi dengan tingkat pemahaman kesadaran masyarakat terhadap bencana tsunami setelah melihat media informasi.
Berdasarkan hasil pengujian H2, media informasi yang menerapkan elemen-elemen desain memberikan perbedaan signifikan terhadap pemahaman masyarakat, diterima. Peneliti membuktikan dengan melakukan analisis deskriptif terkait elemen-elemen desain yang ada pada media informasi.
Keseluruhan media memiliki elemenelemen desain seperti garis, bentuk, arah, ukuran, tekstur, dan warna. Peneliti menemukan kekurangan pada penerapan elemen-elemen desain. Ukuran media masih belum sesuai dengan konten pendukung dan konten yang harus difokuskan, yaitu informasi mitigasi. Warna masih belum senada antara media satu dengan lainnya serta belum memiliki bentuk ciri khas desain. Hal yang perlu dilakukan instansi terkait adalah meningkatkan konten media sosial. Konten harus lebih ringkas dalam bentuk tayangan video, baik berupa edukasi maupun simulasi yang dikemas dalam konsep yang menarik.
Konten yang disarankan lebih banyak menampilkan infografis, karena saat ini infografis lebih menarik masyarakat untuk membaca dan melihat informasi dalam infografis. Konten juga dapat diisi dengan menggandeng influencer yang berada di Kota Padang Selain itu, dapat melakukan inovasi warning system yang mewajibkan edukasi mitigasi bencana pada kurikulum sekolah, serta stand program interaktif dalam melakukan penyebaran informasi di tempat-tempat ramai pengunjung.
Dalam menjaga media informasi, sebaiknya ada interaksi antara pihak BPBD dengan masyarakat secara langsung terutama tokoh masyarakat yang daerahnya diletakkan media informasi dalam mengantisipasi permasalahan sosial dan pelanggaran yang dapat menyebabkan gangguan readability.
Selain itu, melakukan jadwal perawatan dan pengecatan media informasi dalam kurun waktu yang sudah direncanakan secara berkelanjutan sehingga tidak terbengkalai sebelum media informasi benar-benar memudar.
Penyebaran media informasi sebaiknya tidak hanya di kawasan zona merah tsunami, tetapi disebarkan di seluruh kelurahan Kota Padang, karena dikhawatirkan ketika terjadi bencana, masyarakat yang berada di kawasan wisata tepi pantai lebih banyak masyarakat yang tinggal di luar zona merah yang belum teredukasi mitigasi bencana.
Tidak semua masyarakat di Kota Padang dapat menggunakan media sosial, hal tersebut dikarenakan faktor usia dan ekonomi. Akan lebih baik jika informasi bencana tsunami terus diperbarui di media massa, radio, dan meletakkan media informasi di tempat-tempat ibadah.
Tahap penelitian selanjutnya akan dilakukan sosialisasi terhadap hasil penelitian untuk perbaikan media informasi melalui instansi BPBD dan masyarakat Kota Padang, berupa rekomendasi desain.
DAFTAR PUSTAKA
Creswell, J. W. (2016). Research Design Pendekatan Kualitatif, Kuantitatif, dan Mixed. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
- Harits, M., Safitri, R., & Nizamuddin, N. (2019). Study of Preparedness for the Aceh Disaster Management Agency in theof the Tsunami Disaster in Aceh Province. International Journal of Multicultural and Multireligious Understanding, 6 (2), 644. https://doi.org/10.18415/ijmmu.v6i2.742. . Dipetik Desember 2019
- Henley, D., & Nordholt, H. S. (2015). Environment, Trade and Society in Southeast Asia, A Longue Durée Perspective. Leiden, Boston: Brill.
- Hill, D. R. (1998). Hasil reanalisis dari What Sample Size is "Enough" in Internet, IPCT-J, 6(3), 10. Diambil kembali dari Data diperoleh melalui situs internet:http:// cadcommunity.pbworks.com/f/what%20 sample%20size.pdf. Diunduh pada tanggal 5 Desember 2019.
- Hughes, K. (2019). Graphic Design: Learn it, do it. Boca Raton: CRC Press.
- Klikpositif.com. (2018, Agustus). Hasil reanalisis dari Mengenal Masjid Ganting Padang yang Pernah Dihantam Tsunami 1833. (I. R, Editor) Diambil kembali dari Data diperoleh melalui situs internet: https://klikpositif.com/baca/37328/ mengenal-masjid-ganting-padang-yangpernah-dihantam-tsunami-1833. Diunduh pada tanggal 25 Januari 2020.
- Nurjanah, Kuswanda, D., R, S., Kuswanda, D., BP, S., & Adikoesoemo. (2013). Manajemen Bencana. Bandung: Alfabeta, cv. 37 - 124.
- Okezone News. (2010, November 21). Hasil reanalisis dari Total Korban Tewas Tsunami Mentawai 456 Jiwa. (R. Akbar, Editor) Diambil kembali dari Data diperoleh melalui situs internet: https://news.okezone.com/ read/2010/11/21/340/395322/totalkorban-tewas-tsunami-mentawai-456 jiwa#:~:text=PADANG%20%2D%20 Setelah%20melakukan%20finalisasi%20 data,Oktober%20tersebut%20 sebanyak%20456%20orang.
Pusat Studi Gempa Nasional. (2017). Peta Sumber dan Bahaya Gempa Indonesia Tahun 2017. Bandung: Pusat Penelitian dan Pengembangan Perumahan dan Pemukiman, Badan Penelitian dan Pengembangan, Kementerian Pekerja Umum dan Perumahan Rakyat, 1-3.
Roscoe, J. (1975). Fundamental Research Statistics for the Behavioural Sciences, 2nd edition. New York: Holt Rinehart & Winston.
