1. Home
  2. Archives
  3. Vol 3 (2015) Issue 1
  4. Articles

Analisis Tanda Visual Kesucian melalui Pendekatan Semiotik: Studi Kasus Kartu Imlek, Natal dan Idul Fitri

Abstract

The religious greeting cards that are based on paper, e-card, e-mail, Short Message Service (SMS), and Multimedia Message Service (MMS) are very beneficial media to strengthen a religious greeting cards is regardes as representation of the value of a related religious celebration itself. Most religious greeting cards use holy visual sign on them, in which it is extremely interesting to be studied. Therefore, this study was concentrated on the use of holy visual sign on Chinese New Year, Christmas, and EID Mubarak greeting cards. This study conducts in semiotics approach. As for the research methodology, this study employed the text analysis that is based on the semiotics approach. This text analysis used to identify and to describe the holy visual signs of the above-mentioned greetings cards. The holy aspect include such things as nature, space and time, commandment and speech, and figure. The study shows that there are some similarities and differences concerning the appearance of holy visual sign on the greeting cards to celebrate Chinese New Year, Christmas, and EID Mubarak. The study also shows that there were some similarities and differences about the meaning of holy visual signs on each of them could be the reasult of the similarities and differences of culturaly, religious background of the people in Indonesia.

Keywords

1. Latar Belakang Masalah

Agama merupakan suatu keyakinan yang dianggap benar dan dianut oleh tiap individu ataupun suatu kelompok tertentu yang percaya terhadap Tuhan, sehingga dengan meyakini-Nya diharapkan akan memperoleh kebahagian di dunia dan akhirat. Sedangkan, kepercayaan merupakan suatu pandangan hidup individu yang berakar pada tradisi suatu kelompok maupun suatu masyarakat tertentu yang dipercayai secara turun temurun. Kepercayaan tidak selalu memiliki kitab suci resmi, sebagai pandangan atau filsafat seseorang yang dianggap memiliki nilai kebenaran dan diagungkan karena ajarannya diyakini dapat meningkatkan moral dan etika manusia. Keyakinan tersebut pada umumnya berhubungan dengan keberadaan, sifat, dan pemujaan terhadap Tuhan ataupun sesuatu seperti dewa yang dianggap tinggi yang menciptakan seluruh jagad raya dan seisinya termasuk manusia.

Agama dan kepercayaan merupakan hak tiap individu ataupun kelompok, yangmana dalam kehidupan sosial saling menghormati sangat dijunjung tinggi. Rasa saling menghormati tersebut tergambar dalam suatu tradisi bersilaturahmi, saling mengunjungi, ataupun saling mengirimkan ucapan yang dapat berupa kartu ucapan melalui pos, e-card dan e-mail melaui internet, ataupun layanan pesan singkat (SMS) dan layanan pesan multimedia (MMS) melalui ponsel pada hari-hari besar agama tertentu.

Kartu ucapan dan e-card sudah secara luas digunakan sebagai sarana dalam berkomunikasi mengirimkan pesan tertentu kepada orang lain. Namun dalam pengiriman pesan tersebut baik pengirim maupun penerima sebagian besar hanya dapat menangkap pesan tersebut secara garis besar dan bahkan ada pula yang tidak mengerti apa sebenarnya makna dibalik pesan yang dikirim ataupun yang diterima.

Dalam tanda visual kartu ucapan ataupun e-card hari besar agama dan kepercayaan tertentu sering menampilkan hal-hal yang berhubungan dengan perayaan dan ciri dari agama serta kepercayaan tersebut, sehingga para desainer sering memunculkan tanda visual sebagai representasi gambaran suci hari besar tersebut. Dengan adanya tanda visual keagamaan, akan menimbulkan beragam pengertian dalam penafsirannya oleh individu-individu yang melihatnya, baik dalam tanda visual yang berdiri sendiri maupun yang berhubungan secara keseluruhan.

Analisis tanda visual kesucian melalui pendekatan semiotik dengan studi kasus kartu Imlek, Natal, dan Idul Fitri sangat menarik untuk diteliti, karena berkaitan dengan sesuatu yang dianggap suci dan memiliki makna tertentu.

Penelitian ini akan membahas dan menganalisis tentang simbol yang terdapat pada tampilan visual kartu ucapan Imlek, Natal dan Idul Fitri. Sehingga dapat dijabarkan pertanyaan yang timbul dalam penelitian ini adalah :

  • a. Tanda visual apa yang digunakan sebagai tanda kesucian agama dan kepercayaan dalam kartu ucapan Imlek, Natal, dan Idul Fitri?
  • b. Bagaimana relasi antar tanda visual secara keseluruhan dalam makna kesucian agama dan kepercayaan dalam kartu ucapan Imlek, Natal, dan Idul Fitri?
  • c. Bagaimana perbandingan aspek-aspek suci hasil analisis dari ketiga kartu Imlek, Natal, dan Idul Fitri?

Tujuan dari penelitian ini adalah :

  • a. Menemukan tanda visual yang digunakan sebagai kesucian agama dan kepercayaan dalam kartu ucapan Imlek, Natal dan Idul Fitri.
  • b. Menemukan makna kesucian agama dan kepercayaan dalam kartu ucapan Imlek, Natal, dan Idul Fitri pada relasi antar

  • tanda visual secara keseluruhan.
  • c. Menemukan perbandingan aspek-aspek suci hasil analisis dari kartu Imlek, Natal dan Idul Fitri.

2. Kartu Ucapan Hari Besar Agama dan Kepercayaan

2.1 Kartu Imlek

Imlek merupakan peringatan tahun baru bagi masyarakat keturunan Tionghoa. Imlek pada dasarnya adalah Yinlie, Yin yang berarti rembulan dan Lie berarti penanggalan. Jadi secara harfiah, imlek merupakan penanggalan yang didasarkan pada perhitungan pergantian (perputaran) bulan. Penanggalan Imlek ditentukan berdasarkan peredaran bulan mengelilingi bumi (lunar calender) yang dikombinasikan dengan peredaran bumi mengelilingi matahari (solar calender) sehingga disebut juga sebagai penanggalan "imyanglek" (sistem lunisolar).

Tahun baru Imlek telah dirayakan sejak 600 tahun SM. Penanggalan Cina dihitung dari tahun kelahiran Konghucu yaitu 551 SM yang selalu jatuh pada bulan baru (Chee It atau Chu Yi) setelah memasuki Tai Han (T Kan) 21 January (great cold-musim dingin) sampai dengan hi swi (yi suei) 19 Februari (spring showers-hujan musim semi). Konghucu menetapkan awal tahun baru ini demi kesejahteraan manusia. Masyarakat Cina mengimani agama Konghucu, Tao dan Budha. Berbeda dengan di Indonesia Konghucu bukan merupakan agama tapi merupakan sebuah kepercayaan. Ketiga agama yang ada di Cina tersebut dilaksanakan secara bersamaan, sehingga dikenal dengan istilah Tridharma. Tempat ibadah yang digunakan oleh agama Tridharma adalah Klenteng yang tidak hanya sebagai tempat sembahyang tapi juga sebagai tempat dilakukannya berbagai macam ritual. Maka pada kartu-kartu Imlek pada tampilan visualnya banyak dituangkan ciri khas yang menggambarkan perayaan Imlek juga hal-hal yang berkaitan dengan kepercayaan-kepercayaan budaya Cina. Seperti dewa-dewi, kaisar, Konfusius, barongsai, lampion, petasan, hewan, tanaman-tanaman, dan hidangan imlek. Kartu ucapan Imlek dicirikan oleh obyek gambar: Konfusius, dewa-dewi, kaisar, aang dan atau koin Cina, Lung atau malaikat yang berupa naga, klenteng, barongsai, tarian barongsai, shio tikus, kerbau, macan, kelinci, naga, ular, kuda, kambing, kera, ayam, anjing dan babi, orang dengan pakaian Cina, pemandangan alam, taman firdaus dewa -dewi Cina, ideogram atau kaligrafi Cina, gantungan permohonan, pohon bambu, bunga teratai, Makanan hidangan perayaan Imlek, kue keberuntungan, buah jeruk Cina atau lengkeng, lampion, lilin, dupa, petasan, kembang api, guci Cina, dan kipas.

2.2 Kartu Natal

Kartu Natal merupakan kartu yang biasanya dikirimkan ataupun diterima oleh umat Kristiani dalam menyambut hari Natal yaitu hari besar umat beragama Katolik maupun Protestan. Natal atau dalam bahasa Inggris Christmas berasal dari kata maessee yang berarti Mass of Christ atau Misa Kristus. Dapat pula disingkat dengan Xmas dimana huruf X dalam bahasa Yunani merupakan kata pertama dalam nama Kristus atau Yesus sehingga menjadikannya sebagai suatu simbol suci. Natal telah menjadi perayaan keagamaan yang penting di Eropa di tahun 1100 M, kemudaian muncul tokoh Santo Nikolas sebagai ikon yang suka memberi hadiah kepada anak-anak di malam natal, yang kemudian dikenal sebagai Santa Claus atau Sinterklas.

Perayaan Natal pada tanggal 25 Desember biasanya dirayakan oleh umat Kristiani dengan menghadiri Misa pada pagi harinya. Kemudian dilanjutkan dengan saling mengunjungi keluarga dan kerabat dalam mempererat tali persaudaraan. Perayaan Natal pun tambah semarak dengan hiasanhiasan yang telah dipersiapkan seperti pohon natal, rangkaian mistletoe, juga tak

ketinggalan tradisi saling bertukar hadiah disertai dengan kartu ucapan. Sehingga hal-hal yang berhubungan dengan natal tertuang pada tampilan visual di kartu natal, seperti gambar Yesus, bunda Maria, malaikat, gereja, salib, burung merpati, lilin dan gambar-gambar tradisi khas natal itu sendiri seperti sinterklas, pohon natal dan hiasan-hiasannya, lonceng, juga kado-kado natal. Kartu ucapan natal dicirikan oleh obyek gambar: Yesus, Bunda Maria, gedung gereja ataupun ruang gedung gereja, salib, malaikat, burung merpati, santa claus, rusa, orang-orangan salju, rumah bersalju, lonceng, lilin, hiasan natal, hadiah natal, dan perapian.

2.3 Kartu Idul Fitri

Kartu Idul Fitri merupakan suatu bentuk komunikasi untuk mempererat tali silaturahmi baik antar keluarga maupun teman baik bagi sesama umat muslim maupun antar umat beragama, kartu ini biasanya ada dan dikirim pada saat menjelang hari raya Idul Fitri yang dirayakan oleh umat beragama Islam. Islam dalam bahasa Arab berarti "berserah diri", Islam merupakan agama samawi yaitu agama yang diturunkan dari langit dan hanya mengimani satu Tuhan yaitu Allah, yang melalui Nabi Muhammad SAW. Ia menurunkan firman-Nya yang termuat dalam kitab suci Al Qur'an yang patut diimani oleh umat Islam (muslim).

Hari Raya Idul Fitri biasanya dirayakan tepat pada 1 Syawal tahun Hijriah, dimana sebelumnya umat muslim melakukan ibadah puasa selama sebulan penuh pada bulan suci Ramadhan. Menjelang malam Idul Fitri 1 Syawal tahun Hijriah, biasanya terdengar gema takbir yaitu mengagungkan nama Allah diberbagai tempat baik di masjid, maupun di jalan-jalan dengan membunyikan beduk sambil berpawai keliling kota. Tradisi ini juga terjadi baik di desa maupun dikota, karena biasanya seminggu sebelum hari raya Idul Fitri para umat muslim yang berada diperantauan akan pulang mengunjungi

tempat kelahirannya agar dapat berkumpul dengan seluruh keluarga untuk merayakan Idul Fitri bersama. Sehingga dalam kartu Idul Fitri banyak ditemukan tampilan visual atau gambar yang berhubungan dengan agama Islam itu sendiri maupun tradisitradisi yang ada di saat bulan Ramadhan dan dalam perayaan Idul Fitri itu sendiri. Seperti terdapat gambar masjid, bulan sabit dan bintang, Ka'bah, kitab suci Al Qur'an, orang yang sedang shalat, orang yang sedang berdoa, orang yang sedang membaca Al Qur'an, nama Allah, ayat-ayat Al Qur'an sebagai firman Allah, bahkan gambar pria ataupun wanita muslim yang saling berjabat tangan bermaafan, gambar beduk, tradisi mudik, juga ketupat, dan gambar-gambar lain seperti pemandangan alam serta gambar lentera, tasbih biasanya juga melengkapi tampilan di kartu Idul Fitri.

Kartu ucapan Idul Fitri dicirikan oleh obyek gambar: mesjid, bulan sabit dan bintang, ka'bah, kaligrafi, orang yang sedang shalat, orang yang sedang berdoa, orang yang sedang bersujud, telapak tangan yang saling bersalaman atau telapak tangan ketika berdoa, Pria atau wanita yang berpakaian muslim, pemandangan alam, latar belakang langit, latar belakang laut, motif karya seni tradisional daerah tertentu, tasbih, lentera, beduk, ketupat, dan situasi mudik.

3. Analisis Kartu UCapan Imlek, Natal dan Idul Fitri

3.1 Kartu Ucapan Imlek

Pada e-card Imlek tentang aspek alam (gambar 1), menampilkan gambar pemandangan alam dengan menggunakan langit, awan, matahari, cahaya, gunung dan bayangan sebagai ikon. Sedangkan cahaya dan bayangan pada e-card tersebut juga merupakan indeks, dimana cahaya merupakan sinar yang dipancarkan oleh matahari dan bayangan pada bagian tengah gunung satu dan gunung yang lainnya, bayangan tersebut merupakan akibat dari

Gambar 1. E-card Imlek tentang Aspek Alam Sumber: www.123greetings.com

adanya gunung lain yang tak terlihat dan lebih tinggi sehingga menutupi cahaya pada bagian tengah kedua gunung. Dalam e-card tersebut pada makna tingkat pertama langit didenotasikan sebagai tempat yang tertinggi dan tidak terjangkau oleh manusia, dan langit dikonotasikan sebagai keagungan. Dengan makna tingkat kedua bahwa langit dalam budaya Cina memiliki arti yang paling tinggi dimana merupakan tempat para Dewa bersemayam seperti yang dikatakan bahwa Dewata penguasa alam semesta yang mempunyai wilayah kekuasaan di langit (Hasyim, 2002).

Awan yang merupakan denotasi dari benda langit yang menurunkan air hujan ke bumi, memiliki makna konotasi pembawa berkah hal tersebut sesuai dengan makna tingkat kedua bahwa dalam budaya Cina dikaitkan dengan the Dragon of clouds, merupakan pembawa berkah dari awan menurunkan hujan yang membawa kehidupan bagi semua makhluk hidup sehingga membawa udara kesegaran dan awan yang menurunkan hujan adalah bentuk rasa kasih sayang dan melindungi makhluk hidup dari kesengsaraan.

Matahari yang makna denotatifnya adalah sumber penerang, pemberi cahaya pada seluruh unsur alam, juga memiliki makna konotatif lambang kekuatan karena dalam

Tabel 1. Tanda Visual e-card Imlek Aspek Alam

TandaMakna Tingkat IMakna Tingkat II
VisualDenotasiKonotasiKode Budaya
LangitIkon dari tempat
yang tertinggi dan
tak terjangkau oleh
manusia
KeagunganTempat bersemayamnya
Dewata
AwanIkon dari benda langit
yang menurunkan air
hujan ke bumi
Pembawa
berkah
Dragon of clouds, yang
menurunkan air hujan ke
bumi, yang membawa ke
hidupan bagi semua makhluk
hidup
MatahariIkon dari sumber
penerang
Lambang
kekuatan
Unsur Yang, mewakili prinsip
maskulinitas dan eye of the
day, yaitu sumber kekuatan
yang terus menerus meng
gerakkan bumi
Cahaya dari
Matahari
yang
menyoroti
gunung
Indeks sinar terang
dari sumber peneran
gan (matahari)
Pencerahan
yang merupa
kan berkah
Cahaya kedewaan yang
menyilaukan mata menyinari
ujung kepala manusia
Langit yang
berwarna
jingga dan
awan yang
berwarna
kuning
Indeks dari suasana
alam yang cerah
PencerahanWarna yang digunakan oleh
orang-orang suci dan Kaisar
GunungIkon dari daratan
yang paling tinggi di
permukaan bumi yang
berdiri dengan kokoh
Kebesaran
Tuhan
Tempat yang terbaik untuk
mendekatkan diri pada sang
pencipta
Bayangan
yang
sebagian
menutupi
sinar pada
gunung
Indeks dari bagian
yang tidak mendapat
sinar terang karena
terlindung oleh gu
nung lain yang lebih
tinggi
Hal yang
tidak baik,
dosa-dosa
manusia
Kehidupan duniawi yang
memerlukan pencerahan

kode budayanya matahari merupakan unsur yang, dimana dalam budaya Cina unsur yang merupakan wakil dari prinsip maskulinitas, matahari juga merupakan surga, eye of the day atau mata dari hari, dimana sebagai sumber kekuatan yang terus menerus menggerakkan bumi sehingga matahari dikatakan sebagai lambang kekuatan. Cahaya dari matahari yang menyoroti gunung pada e-card Imlek tentang alam tersebut merupakan indeks sinar terang dari matahari, dengan makna konotasi pencerahan yang merupakan berkah yang sesuai kode budaya ajaran Tao bahwa "Cahaya kedewaan menyilaukan mata menyinari ujung kepala kita. Ucapan dan perbuatan haruslah benar, sopan, hingga tidak bersalah." Langit yang berwarna jingga dan awan yang berwarna kuning adalah indeks dari suasana alam yang cerah pada sore hari, yang juga merupakan konotasi dari pencerahan dan kemuliaan dengan makna tingkat kedua bahwa warna

Gambar 2. E-card Imlek tentang Aspek Ruang Sumber: www.asiacard.co.uk

tersebut adalah warna yang digunakan oleh orang-orang suci kepercayaan dan agama masyarakat Cina ataupun digunakan oleh seorang kaisar dari negeri Cina.

Ikon gunung yang pada tingkatan pertama merupakan denotasi dari ikon daratan yang paling tinggi di permukaan bumi yang berdiri dengan kokoh, dengan konotasi kebesaran Tuhan yang melibatkan kode budaya masyarakat Cina bahwa gunung merupakan tempat yang diberkati, tempat yang sangat baik dimana biasanya para guru-guru bijak bersemedi ke gunung untuk mencari ketenangan, hikmah, dan perenungan dari kehidupan di dunia. Gunung juga dijadikan tempat yang terbaik untuk didirikan bangunan-bangunan ibadah, dan untuk belajar hal-hal keadidayaan. Bayangan yang berada pada bagian-bagian tertentu pada ikon gunung merupakan indeks dari bagian yang tidak mendapatkan sinar terang karena terlindung oleh gunung lain yang lebih tinggi, sehingga bayangan tersebut dikonotasikan dengan hal yang tidak baik seperti dosa- dosa yang dimiliki dan penuh dengan ketidaktahuan sehingga memerlukan pencerahan agar dapat kembali ke jalan yang benar.

Sehingga dalam e-card Imlek tentang alam ini memiliki tanda visual berupa alam sebagai bentuk kebesaran Tuhan dan pencerahan. Dengan konsep suci dunia

Tabel 2. Tanda Visual e-card Imlek Aspek Ruang

Tanda VisualMakna Tingkat IMakna Tingkat II
DenotasiKonotasiKode Budaya
LangitIkon dari tempat
yang tertinggi dan
tak terjangkau oleh
manusia
KeagunganTempat bersemayamnya
Dewata
Langit yang
berwarna
putih kebiruan
Indeks suasana cerah
pada siang hari
Kebesaran
Dewata
Warna biru dianggap
sebagai warna golongan
cendekiawan
GunungIkon dari daratan
yang paling tinggi
di permukaan bumi
yang kokoh
Lambang
kekuatan
Tempat yang terbaik untuk
mendekatkan diri pada sang
pencipta
Gedung
bertingkat
Ikon dari bangunan
tinggi, yang terdiri
dari banyak lantai,
yang biasanya meru
pakan tempat tinggal
ataupun tempat
bekarja manusia
untuk menjalani ke
hidupan
Sifat
keduniawian
Tempat manusia tinggal dan
bekerja untuk memproleh
keberuntungan dalam
kehidupan di dunia
KelentengIkon dari bangunan
ibadah umat keper
cayaan Konghucu, Tao
dan Budha
Sifat
kerohanian
Tempat ibadah yang sakral
dan suci bagi umat keper
cayaan Konghucu, Tao dan
agama Budha
Patung Dewa
Dewi
Ikon dari Dewa Dewi,
serta orang-orang
suci umat keper
cayaan Konghucu, Tao
dan Budha
Kehadiran
Dewata
Bentuk penghormatan
kepada Dewa Dewi untuk
mengingat tauladannya,
serta orang-orang suci umat
kepercayaan Konghucu, Tao
dan Budha
Patung SingaIkon dari hewan buas
yang kuat
Lambang
penjaga
Merupakan binatang
penguasa, dan digunakan
sebagai lambing pembela
kebenaran dan merupakan
sosok panjaga

langit merupakan tempat bersemayamnya dewata dan matahari adalah lambang kekuatan-Nya sangat diperlukan sebagai bentuk pencerahan bagi bumi ditandakan dengan gunung beserta isinya sebagai dunia manusia agar keharmonisan tercapai. Pada gambar e-card Imlek tentang aspek ruang jenis tanda yang di tampilkan adalah ikon langit, gunung, pepohonan, gedung bertingkat, kelenteng, patung Dewa-Dewi dan patung singa.

Gambar ikon kelenteng pada tengah foto merupakan suatu bentuk pengungkapan akan keterpusatan dari keharmonisan, dimana di kanan dan kirinya terdapat ikon bangunan bertingkat, di latar belakangnya terdapat pemandangan gunung dan langit. Langit yang dalam budaya Cina dikonotasikan sebagai tempat para dewa-dewi berada, ikon gunung dikonotasikan sebagai tempat yang baik dimana para guru-guru bijak bersemedi mencari ketenangan jiwa.

Warna langit yang berwarna putih kebiruan merupakan qualisign dan konotasi dari pencerahan. Dan ikon gedung-gedung tinggi yang berada pada sisi belakang kelenteng mengkonotasikan akan kehidupan duniawi yang memerlukan siraman rohani. Ikon gedung bertingkat yang ada pada sisi kanan dan kiri kelenteng merupakan denotasi dari keduniawian yang harus diimbangi dengan kerohaniaan. Ikon patung-patung dewa-dewi yang berada di depan kelenteng dengan kode budaya mengkonotasikan bahwa di kelentenglah Tuhan hadir. Ikon patung singa pada bagian depan kelenteng adalah konotasi dari penjaga yang dalam kode budaya masyarakat Cina, singa diyakini sebagai hewan penjaga karena singa dikonotasikan sebagai pembela kebenaran. Ikon pohon yang berada pada kelenteng memberikan makna denotasi kesegaran sekaligus memiliki makna konotasi perlindungan. Perlindungan yang dimaksud adalah perlindungan yang diberikan kepada manusia dari dewata untuk kehidupan di dunia dan akhirat.

Sehingga secara keseluruhan kelenteng merupakan suatu tempat untuk memuja dewata karena Ia hadir disana dan sebagai bentuk penghormatan terhadap dewadewi sebagai sang penguasa jagad raya yang merupakan tempat berlindungnya

Gambar 3. E-card Imlek tentang Aspek Tindakan Sumber: www.indosiar.com

umat Tao, Budha, dan Konghucu dalam bentuk peribadatan dalam sembahyang sebagai penyeimbang sifat keduniawian manusia, sehingga diharapkan dengan adanya harmonisan antara alam, iman dan sifat keduniawian akan membawa kebaikan perilaku di dunia dan keselamatan di akhirat.

Gambar e-card imlek dalam aspek tindakan (gambar 3) menggunakan obyek gambar ikon langit, awan, barongsai, wajah barongsai, pemain genderang lengkap dengan genderangnya, petasan, serta teks Gong Xi Fat Chai dan barongsai. Ikon dua

Tabel 3. Tanda Visual e-card Imlek Aspek Tindakan

Tanda VisualMakna Tingkat IMakna Tingkat II
DenotasiKonotasiKode Budaya
LangitIkon dari tempat yang
tertinggi dan tak terjang
kau oleh manusia.
Keagungan.Tempat bersemayam
nya Dewata.
AwanIkon dari benda langit
yang menurunkan air
hujan ke bumi.
Pembawa
berkah.
Dragon of clouds,
yang menurunkan air
hujan ke bumi, yang
membawa kehidupan
bagi semua makhluk
hidup.
Wajah barong
sai di langit
Ikon dari wajah singa
sebagai atribut dalam
tarian barongsai budaya
masyarakat Cina.
Kehadiran dan
restu Dewata.
Barongsai adalah
atribut dalam menari
kan tarian barongsai
dengan menggunakan
Dua barongsai
yang sedang
beratraksi di
tiang-tiang
penyangga
Ikon dua barongsai
yang sedang melakukan
gerakkan atraksi untuk
mengapai tujuannya.
Kegembiraan.tampilan singa
yang dianggap dan
dipercaya membawa
keberuntungan.
Teks BarongsaiIkon dari hewan singa
dalam tarian barongsai.
Kebahagiaan
Seorang
pemain
genderang dan
perlengkapan
genderannya
Ikon seorang laki-laki
dewasa yang memainkan
genderang mengiringi
barongsai menari.
Penolak bala.Genderang dan
alat-alat musik lainnya
dalam tarian barongsai
akan membawa
gaung ke langit, akan
menangkal roh
jahat dan membawa
keberuntungan.
PetasanIkon dari benda yang
akan mengeluarkan
bunyi nyaring saat
dipanaskan oleh api.
Lambang
perdamaian
dan keberun
tungan
Alat yang dipercaya
untuk melawan keja
hatan dan dapat men
datangkan perdamaian
serta keberuntungan.
Warna Kuning
pada pakaian
pemain
genderang
Indeks dari warna yang
terang.
KemuliaanWarna kuning ter
masuk warna kekaisa
ran dari budaya Cina,
dan warna simbolik
dari paderi Budha.
Warna merah
pada petasan
Indeks dari warna yang
mencolok.
KebahagiaanWarna yang dominan
terlihat dalam
perayaan dan hari-hari
special dalam budaya
Cina, karena memiliki
makna kebahagiaan.
Warna biru
pada langit
Indeks dari cerahnya
alam di siang hari.
KebesaranWarna biru dianggap
sebagai warna golon
gan cendekiawan.
Teks Gong Xi
Fat Chai
Ikon dari hari besar
masyarakat Cina.
KemeriahanMenyambut permu
laan musim semi.

Gambar 4. E-card Imlek tentang Ucapan. Sumber: Kartu Deluxe Imperial

barongsai yang sedang menari tersebut sekaligus menjadi indeks barongsai singa selatan, karena memiliki ciri kaki yang lebih sedikit, cara penempatan barongsai yang saling berhadapan pada tiang-tiang penyangga, mengindekskan akan adanya suatu atraksi diantara keduanya. Barongsai dalam kode budaya Cina merupakan konotasi dari kebahagiaan dimana tarian barongsai adalah suatu tarian dengan menggunakan tampilan singa yang dianggap sebagai lambang kebahagiaan dan kesenangan, sehingga tarian singa ini dipercaya membawa keberuntungan yang sering dipentaskan diberbagai acara dan ritual yang penting bagi masyarakat Cina. Penempatan dua barongsai pada pilar-pilar tinggi mengkonotasikan keberanian dalam bertarung dan keberhasilan mencapai tujuan yang diinginkan.

Penempatan kepala barongsai besar di atas langit dan awan adalah sebagai konotasi adanya restu dari Sang Dewata. Obyek gambar ikon pemain musik dengan perlengkapan genderangnya dan ikon petasan yang bergantungan, ditempatkan pada bagian depan gambar mendenotasikan bunyi-bunyian yang mengiringi barongsai dalam menari, dan bunyi-bunyian

tersebut mengkonotasikan adaya suatu kekuatan yang dapat menggusir roh-roh jahat sehingga selama setahun kedepan akan mendatangkan kedamaian dalam kehidupan.

Hal tersebut di atas sesuai dengan makna petasan yang merupakan alat yang dipercaya untuk melawan kejahatan dan dapat mendatangkan perdamaian serta keberuntungan sepanjang tahun, dalam budaya Cina hal ini bertujuan untuk mengusir atau menjaga rumah dari masuknya roh jahat, sehingga semakin banyak petasan yang dinyalakan sepanjang

Tabel 4. Tanda Visual Kartu Ucapan Imlek Aspek Ucapan

Tanda VisualMakna Tingkat IMakna Tingkat II
DenotasiKonotasiKode Budaya
Buah Jeruk beserta
daunnya
Ikon dari buah
yang mengandung
banyak air
Lambang
keberun
tungan
Buah jeruk pada saat
tahun baru Cina merupa
kan harapan akan kemak
muran dan kebahagiaan
yang berlimpah-limpah
sepanjang tahun
Gantungan Permo
honan pada pohon
jeruk
Ikon dari selembar
kertas yang bertulis
kan ideogram Cina,
yang diberi tali dan
digantungkan pada
pohon jeruk
Lambang
penghara
pan
Merupakan pengharapan
manusia yang baik agar
dapat terkabul
Barongsai yang
membawa kertas
gulungan ideogram
Cina 4) He Nian
Ikon dari singa yang
sedang membawa
gulungan kertas
bertuliskan ideo
gram Cina
Lambang
keba
hagiaan
He Nian: Ucapan tahun
Baru
Teks ideogram Cina,
pada gantungan
hiasan Imlek pada
pohon jeruk 1) Fu
2) Cai 3) Wang
Ikon dari tulisan
Cina
Keberun
tungan
1) Fu: setahun mendapat
hoki/keberuntungan. 2)
Cai: Dalam mencari uang
selalu diberkati. 3) Wang:
berlimpah
Teks Ideogram Cina
5) Chun 6) Xiang
Guang Chun Fu 7)
Rui Qi Ying Men 8)
Ren Cai Wang
9) Wei Ye Xing
Ikon dari tulisan
Cina
Keberun
tungan
5) Chun: musim semi.
6) Xiang Guang Chun
Fu. 7) Rui Qi Ying Men:
hawa segar memenuhi
seisi rumah 8) Ren Cai
Wang: insan serta harta
kekayaan memenuhi seisi
dunia. 9) Wei Ye Xing:
Selamat Tahun Baru
Teks ideogram Cina,
yang berwarna emas
dan hitam.
Indeks dari warna
yang terang
Keberun
tungan dan
sukacita
Amplop merah dengan
tinta emas diyakini
sebagai pembawa ke
beruntungan. Dan warna
hitam di atas merah
merupakan lambang
sukacita
Warna merah, latar
belakang kartu
Indeks dari warna
yang terang
Keba
hagiaan
Warna yang dominan
terlihat dalam perayaan
dan hari-hari spesial
dalam budaya Cina, kar
ena memiliki makna
kebahagiaan
Teratai yang tersebar
pada latar belakang
kartu
Ikon dari sejenis
bunga yang hidup
di air, memiliki
kelopak bunga yang
banyak dan
berdaun lebar
Lambang
kesempur
naan
Lambang kemurnian,
kesempurnaan, berkah
rohani, damai, sesuatu
yang bersifat feminin,
dan kesuburan

malam maka akan semakin baik karena dapat mengusir roh jahat sebanyak mungkin. Genderang sebagai pengiring tarian barongsai dipercaya akan menangkal roh-roh jahat dengan bunyi-bunyiannya yang nyaring. Seperti dikatakan bahwa genderang dan alat-alat musik lainnya dalam tarian barongsai membawa gaung ke langit, yang akan menangkal roh jahat dan membawa keberuntungan kepada para penontonnya. Ikon dari ucapan Gong Xi Fa Chai merupakan denotasi dari hari besar masyarakat Cina, yaitu Tahun Baru Imlek dengan makna konotasi kemeriahan. Makna kode budaya dari Tahun Baru Imlek adalah menyambut permulaan musim semi. Sehingga dari e-card tersebut tarian barongsai merupakan bentuk dari kebahagiaan dalam menyambut Tahun Baru Imlek, dengan pengharapan akan datangnya keberuntungan.

Pada kartu ucapan Imlek (gambar 4) menampilkan tanda visual dari ikon buah jeruk dan daunnya, hiasan benang terjuntai, gantungan permohonan, barongsai, gulungan tulisan ideogram Cina, bunga teratai pada latar belakang kartu yang berwarna merah, serta tulisan ideogram Cina.

Buah jeruk pada makna tingkat pertama mendenotasikan ikon dari buah yang mengandung banyak air, dengan makna konotasi sebagai lambang keberuntungan. Pada makna tingkat kedua buah jeruk merupakan harapan akan kemakmuran dan kebahagiaan yang berlimpah-limpah sepanjang tahun (Williams, 2006). Gantungan permohonan pada pohon jeruk merupakan denotasi dari ikon selembar kertas yang bertuliskan ideogram Cina, yang diberi tali dan digantungkan pada pohon jeruk, dengan makna konotasi sebagai lambang pengharapan. Dengan kode budaya yang bermakna pengharapan manusia yang baik agar dapat terkabul.

Ikon dari singa yang sedang membawa

gulungan kertas bertuliskan ideogram Cina, adalah denotasi dari ikon singa yang sedang membawa gulungan kertas bertuliskan ideogram Cina, dengan makna konotasi sebagai lambang kebahagiaan. Pada makna tingkat kedua, barongsai adalah atribut dalam tarian barongsai dengan menggunakan tampilan singa yang dianggap dan dipercaya membawa keberuntungan. Pada gulungan kertas tertulis ideogram He nian yang berarti ucapan tahun baru. Hal tersebut mengkonotasikan pengharapan kebahagiaan di tahun baru. Ideogram Chun pada bagian tengah bawah yang berarti musim semi, dengan konotasi dari keberuntungan. Perayaan tahun baru Imlek adalah tepat pada musim semi dimana saat bunga-bunga merekah, dan panen tiba.

Hal tersebut tertandakan pada ukuran ideogram Chun yang besar dan berhubungan dengan kalimat Gong Xi Fa Cai yang berarti selamat tahun baru. Ideogram yang berada pada sisi bawah kanan dan kiri yang merupakan ikon dari tulisan Cina Xiang Guang Chun Fu, Ren Cai Wang dan Rui Qi Ying Men, Wei Ye Xing yang merupakan pribahasa Cina. Xiang Guang Chun Fu berarti cahaya keselamatan menyertai dan Ren Cai Wang berarti insan serta harta kekayaan subur makmur. Sedangkan Rui Qi Ying Men berarti hawa segar memenuhi seisi rumah dan Wei Ye Xing berarti selamat tahun baru. Pada Ideogram pribahasa Xiang Guang Chun Fu dan Rui Qi Ying Men memiliki hubungan yang sama, yaitu sama-sama merupakan pengharapan akan kehidupan, yang membawa cahaya keselamatan dan memberikan aura keberuntungan. Sedangkan pada ideogram Ren Cai Wang dan Wei Ye Xing berhubungan dengan usaha dalam memperoleh rejeki semoga bisa berjaya dan harta yang diraih dapat berlimpah. Semuanya merupakan konotasi dari keberuntungan. Dan teks ideogram yang berwarna emas merupakan

Pada latar belakang kartu yang berwarna merah meletakan beragam bunga teratai yang menyebar sebagai denotasi dari ikon sejenis bunga yang hidup di air, yang memiliki kelopak bunga yang banyak dan berdaun lebar dan dikonotasikan sebagai lambang kesempurnaan. Dalam kode budaya teratai bermakna sebagai lambang kemurnian, kesempurnaan, berkah rohani, damai, sesuatu yang bersifat feminin dan kesuburan. Sehingga secara keseluruhan dalam kartu tersebut tanda-tanda visual yang digunakan tanda-tanda yang menggambarkan perayaan Imlek dalam konteks pengharapan keberuntungan. Ucapan yang digunakan adalah pribahasa, dimana dalam kepercayaan dan agama masyarakat Cina digunakan sebagai pedoman hidup dan pengharapan halhal yang baik. Tahun Baru Imlek memang merupakan perayaan yang ditujukan untuk bersyukur kepada Tuhan atas segala yang telah diberikan dengan harapan di tahun yang baru nikmat tersebut akan bertambah.

Dalam e-card Imlek (gambar 5) figur ini memiliki tanda visual, yaitu ikon Konghucu dengan benjolan besar pada dahinya, seorang anak laki-laki, burung bangau, pohon dan tanaman serta sinar-sinar yang berkilauan. Dengan menggunakan dominasi warna merah dan kuning keemasan. Konghucu dengan benjolan besar di dahinya merupakan denotasi dari ikon orang suci

Gambar 5. E-card Imlek tentang Figur Sumber: www.123greetings.com

Tabel 5. Tanda Visual e-card Imlek Aspek Figur

Tanda VisualMakna Tingkat IMakna Tingkat II
DenotasiKonotasiKode Budaya
Konghucu
dengan
benjolan besar
didahinya
Ikon dari orang
suci yang memi
liki benjolan besar
pada permukaan
dahinya
KepintaranKonghucu dilahirkan dengan
benjolan besar di dahinya
yang membuatnya diberi
nama Ch'iu (bukit) dan nama
keluarganya K'ung sehingga
nama lengkapnya K'ung Ch'iu
atau Konghucu (Simpkins,
2006: 10).
Konghucu mulai dikenal
melalui pemikiran-pemikiran
nya yang cemerlang yang
dilontarkan pada zaman
Chou Timur
Warna kuning
pada pakaian
Konghucu
Ikon dari warna
yang terang
KemuliaanWarna kuning termasuk
warna kekaisaran dari budaya
Cina, dan warna simbolik dari
paderi Budha
Tongkat yang
dibawa oleh
Konghucu
Ikon dari benda
yang panjang
terbuat dari kayu
yang digunakan
sebagai penopang
dalam berjalan
Penuntun
jalan kebe
naran
Penuntun jalan bagi umatnya
Seorang
anak laki-laki
yang sedang
membawa
genderang
Ikon dari seorang
anak laki-laki
yang membawa
genderang
Masa depanGenerasi penerus
Pohon dan
tanaman
Ikon dari pohon
dan tanaman yang
tertanam pada
tanah dan meng
hasilkan dedaunan
ataupun buah
PerlindunganPohon yang satu menjadi
pelindung dari pohon yang
lainnya. Pepohonan yang
rindang menjadi tempat
berteduh bagi segala makhluk
lainnya, itulah manfaat hidup
berdampingan, damai dan
bersatu.
Burung bangauIkon dari binatang
unggas memiliki
kaki yang panjang
dan berparuh
KehormatanLambang kehormatan suatu
bangsa dan merupakan jalan
keabadian
Dominasi
warna merah
pada latar
belakang
Indeks dari warna
yang mencolok
KebahagiaanWarna yang dominan terlihat
dalam perayaan dan hari-hari
special dalam budaya Cina,
karena memiliki makna
kebahagiaan

yang memiliki benjolan besar pada dahinya, mengkonotasikan kepintaran. Dengan kode budaya seperti yang tercantum dalam buku Simple Confusianism bahwa Konghucu dilahirkan dengan benjolan besar di dahinya yang membuatnya diberi nama Ch'iu (bukit) dan nama marga atau keluarganya adalah K'ung sehingga nama lengkapnya adalah K'ung Ch'iu (Simpkins, 2006). Dan Konghucu mulai dikenal melalui pemikiran-pemikirannya yang cemerlang yang dilontarkan pada zaman Chou Timur (Hasyim, 2002). Warna kuning pada pakaian Konghucu merupakan indeks dari warna terang, dengan konotasi kemuliaan. Hal tersebut sesuai dengan kode budaya bahwa warna kuning termasuk warna kekaisaran dari budaya Cina, dan warna simbolik dari paderi Budha (Hasyim, 2002). Tongkat yang

dibawa oleh Konghucu merupakan denotasi dari ikon dari benda yang panjang terbuat dari kayu yang digunakan sebagai penopang dalam berjalan, dengan makna konotasi penuntun jalan kebenaran. Denotasi ikon dari seorang anak laki-laki pada e-card imlek tersebut memiliki makna konotasi akan masa depan. Dengan kode budaya generasi penerus.

Pohon dan tanaman adalah denotasi dari ikon pohon dan tanaman yang tertanam pada tanah dan menghasilkan dedaunan ataupun buah, dengan makna konotasi perlindungan. Dimana dalam kode budaya masyarakat Cina pohon menjadi pelindung dari pohon yang lainnya. Pepohonan yang rindang menjadi tempat berteduh bagi segala makhluk lainnya, itulah manfaat hidup berdampingan, damai dan bersatu. Burung bangau merupakan denotasi dari ikon dari binatang unggas memiliki kaki yang panjang dan berparuh, dengan makna konotasi kehormatan. Dalam kode budaya masyarakat Cina bangau merupakan lambang kehormatan suatu bangsa dan merupakan jalan keabadian (Williams, 2006).

Dominasi warna merah pada latar belakang merupakan denotasi, indeks dari warna yang mencolok, dengan konotasi kebahagiaan. Warna merah dalam makna budaya merupakan warna dominan yang terlihat dalam perayaan dan hari-hari istimewa dalam budaya Cina, karena memiliki makna kebahagiaan (Hasyim, 2002). Sehingga secara keseluruhan e-card figur Imlek ini menampilkan sosok Konghucu adalah seorang bijak sekaligus orang tua sebagai panutan bagi generasi-generasi penerusnya yang diwakilkan dengan seorang anak lakilaki di sisi depan sebelah kanan. Konghucu juga sebagai penuntun jalan kebenaran bagi para pengikutnya yang ditandakan dengan tongkat yang digunakannya, sebagai seorang yang dihormati yang dengan burung bangau yang berada disisi depan sebelah kirinya. Dan Konghucu juga

Gambar 6. E-card Natal tentang Alam Sumber: www.belief.net

sebagai pelindung para pengikutnya untuk menuju jalan kebenaran dengan penanda pohon dan tanaman. Ia juga dipercaya sebagai pembawa kebahagiaan yang dilambangkan dari warna merah pada latar belakang e-card. Dari penjabaran aspek figur ini juga menggunakan aspek alam sebagai penanda, dimana konsep suci dari agama dan kepercayaan masyarakat Cina menekankan pada keharmonisan alam dan manusia.

3.2 Kartu Ucapan Natal

Pada e-card Natal tentang alam (gambar 6) menggunakan tanda-tanda visual seperti ikon langit, gunung, dan patung Yesus. Dengan indeks warna jingga pada langit dan warna gelap pada gunung.

Langit merupakan denotasi ikon dari tempat yang tertinggi dan tak terjangkau oleh manusia yang dikonotasikan sebagai bentuk kemuliaan. Kode budaya langit dimaknai menceritakan kemuliaan Allah, dan cakrawala memberitakan pekerjaan tangan-Nya. Gunung merupakan denotasi dari ikon daratan yang paling tinggi di permukaan bumi yang berdiri dengan kokoh yang merupakan konotasi dari kehadiran Tuhan. Dimana dalam kode budaya merupakan simbol Tuhan, Bapa atau rumah Tuhan dalam agama Kristiani. Patung Yesus merupakan denotasi dari ikon orang suci dalam agama Kristiani, dengan makna konotasi sebagai penyelamat. Kode budaya patung Yesus dimaksudkan untuk

Tabel 6. Tanda Visual e-card Natal Aspek Alam

Tanda VisualMakna Tingkat IMakna Tingkat II
DenotasiKonotasiKode Budaya
LangitIkon dari tempat
yang tertinggi dan tak
terjangkau oleh manusia
KemuliaanLangit menceritakan
kemuliaan Allah,
dan cakrawala mem
beritakan pekerjaan
tangan-Nya
GunungIkon dari daratan yang
paling tinggi di permu
kaan bumi yang kokoh
KehadiranSimbol Tuhan, Bapa
atau rumah Tuhan
dalam agama Kristiani
Patung YesusIkon dari orang suci
agama Kristiani
PenyelamatMembantu umat dalam
menghayati misteri
misteri iman
Langit yang ber
warna jingga
Indeks dari suasana
alam yang cerah, bi
asanya pada sore hari
SukacitaWarna sukacita
Gunung yang
berwarna gelap
Indeks dari pancaran
warna gunung yang
gelap
Dosa-dosa
manusia
Warna duka
Teks Peace Be
With You as
The Father Has
Send Me. Even
so I send You
Merupakan ikon dari
ayat dalam Alkitab
Firman
kebenaran
Damai sejahtera bagi
kamu. Sama seperti
Bapa mengutus Aku,
demikian juga sekarang
Aku mengutus kamu

membantu umat dalam menghayati misterimisteri iman (Suryanugraha, 2004).

Langit yang berwarna jingga memiliki denotasi akan indeks dari suasana alam yang cerah, biasanya pada sore hari, dengan konotasi sukacita. Kode budayanya warna jingga merupakan warna sukacita. Gunung yang berwarna gelap merupakan denotasi dari indeks warna gunung itu sendiri yang gelap, dengan dikonotasikan sebagai dosadosa manusia. Kode budaya warna gelap diartikan sebagai warna duka.

Teks Peace be with You as The Father has send me. Even so I send you, merupakan denotasi dari ikon ayat dalam Alkitab, dengan dikonotasikan sebagai firman kebenaran. Kode budayanya dari damai sejahtera bagi kamu. Sama seperti Bapa mengutus Aku, demikian juga sekarang Aku mengutus kamu. Bahwa Yesus memberikan spirit roh kudus kepada semua umat-Nya, yang diharapkan akan menghapuskan segala dosa-dosa manusia bila ia mengimani-Nya. Dalam e-card Natal ini selain aspek alam juga menggunakan aspek firman sebagai penegas kan konsep suci agama Kristiani. Secara keseluruhan gambar tersebut menyatakan bahwa dengan alam berupa langit, gunung yang merupakan bentuk dari kebesaran Tuhan akan segala ciptaan-Nya dan obyek buatan manusia seperti patung Yesus yang merentangkan tangan merupakan bentuk perangkulan terhadap umat kristus dan penyerahan diri terhadap seluruh dosa-dosa sehingga akan membawa cahaya keimanan kepada seluruh umat-Nya.

Langit merupakan denotasi dari ikon tempat yang tertinggi dan tak terjangkau oleh manusia, dengan dikonotasikan sebagai bentuk kemuliaan. Dimana dalam kode budaya langit menceritakan kemuliaan Allah, dan cakrawala memberitakan pekerjaan tangan-Nya. Awan adalah denotasi dari ikon benda langit yang menurunkan air hujan ke bumi, dengan dikonotasikan sebagai bentuk kehadiran Tuhan. Sesuai dengan kode budaya bahwa kehadiran Tuhan yang Maha Kuasa ditandai dengan kehadiran awan.

Gedung gereja (gambar 7) adalah denotasi dari ikon bangunan, tempat beribadat umat Kristiani, sebagai konotasi dari kehadiran Tuhan. Gedung gereja dalam kode budaya terangkum dalam Alkitab bahwa, "Dan biarlah kamu juga dipergunakan sebagai batu hidup untuk pembangunan suatu rumah rohani bagi suatu imamat kudus, untuk mempersembahkan persembahanpersembahan rohani yang karena Yesus Kristus berkenan kepada Allah" (Alkitab Petrus 2: 5).

Gambar 7. e-card Natal tentang Ruang Sumber: www.indosiar.com

Tabel 7. Tanda Visual e-card Natal Aspek Ruang

Tanda VisualMakna Tingkat IMakna Tingkat II
DenotasiKonotasiKode Budaya
LangitIkon dari tempat yang tertinggi dan tak terjang
kau oleh manusia
KemuliaanLangit menceritakan kemuliaan Allah, dan cakrawala memberitakan pekerjaan
tangan-Nya
AwanIkon dari benda langit yang menurunkan air
hujan ke bumi
Kehadiran TuhanKehadiran Tuhan yang Maha Kuasa ditandai dengan kehadiran awan
Gedung gerejaIkon dari bangunan, tempat beribadat umat
Kristiani
Kehadiran TuhanDan biarlah kamu juga dipergunakan sebagai batu hidup untuk pembangunan suatu
rumah rohani bagi suatu imamat kudus, untuk mempersembahkan persembahan
persembahan rohani yang karena Yesus Kristus berkenan kepada Allah. Sebab di mana
dua atau tiga orang berkumpul dalam Nama-Ku, di situ Aku ada di tengah-tengah
mereka."
SalibSimbol dari agama KristianiPengorbanan YesusMengingatkan umatnya akan kesengsaraan Tuhan yang menyelamatkan".
CahayaIndeks dari sinar terang dari sumber peneran
gan (matahari)
PencerahanTanda dari jiwa suci sang Yesus Kristus dalam kebaikan dan kearifannya, dimana cahaya
adalah suatu kekuatan positif yang berlawanan dengan kejahatan atau malapetaka dan
ketidaktahuan dari kegelapan
Warna biru pada
langit
Indeks dari suasana alam yang cerah pada
siang hari
KemurnianWarna biru dalam agama Kristiani merupakan warna surga, bentuk kasih sayang dalam
kerohanian, ketaatan, kebenaran dan kemurnian
Warna putih pada
awan
Indeks dari suasana alam yang cerah pada
siang hari
KemurnianKemurnian jiwa
Teks Selamat Natal
dan Tahun Baru
Ikon dari hari besar umat KristianiAwal perjalanan YesusNatal adalah hari raya umat Kristiani untuk memperingati hari kelahiran Yesus Kristus

Salib adalah denotasi dari simbol dari agama Kristiani, yang dikonotasikan sebagai pengorbanan Yesus. Kode budaya untuk mengingatkan umat-Nya akan kesengsaraan Tuhan yang menyelamatkan" (Suryanugraha, 2004). Cahaya dalam e-card tersebut merupakan denotasi dari indeks sinar terang dari sumber penerangan (matahari), dengan dikonotasikan sebagai bentuk pencerahan. Dimana dalam kode budaya cahaya adalah tanda dari jiwa suci sang Yesus Kristus dalam kebaikan dan kearifan-Nya, dimana cahaya adalah suatu kekuatan positif yang berlawanan dengan kejahatan atau malapetaka dan ketidaktahuan dari kegelapan.

Warna biru pada langit adalah denotasi dari indeks suasana alam yang cerah pada siang hari, dengan dikonotasikan sebagai bentuk kemurnian. Hal tersebut sesuai dalam agama Kristiani warna biru merupakan warna surga, bentuk kasih sayang dalam kerohanian, ketaatan, kebenaran dan kemurnian. Sedangkan warna putih pada awan adalah denotasi dari indeks suasana alam yang cerah pada siang hari dengan konotasi kemurnian. Kode budaya warna putih merupakan bentuk dari kemurnian jiwa.

Teks 'Selamat Natal dan Tahun Baru', ikon dari hari besar umat Kristiani yang merupakan konotasi dari awal perjalanan Yesus. Dimana Natal adalah hari raya umat Kristiani untuk memperingati hari kelahiran Yesus Kristus. Dari penjabaran di atas, e-card Natal dalam aspek ruang tersebut diwakilkan oleh tanda gedung gereja, dimana di gedung gerejalah firman-firman dari Tuhan digaungkan. Dengan menggunakan tanda-tanda dari aspek alam awan dan langit menjadi tanda kehadiran dan kemuliaan Tuhan. Dan dalam aspek waktu teks Selamat Natal dan Tahun Baru menjadi wakil dari tanda

6

Gambar 8. E-card Natal tentang Tindakan Sumber: www.peacewish.com

Tabel 8. Tanda Visual e-card Natal Aspek Tindakan
Tanda VisualMakna Tingkat IMakna Tingkat II
DenotasiKonotasiKode Budaya
Sinterklas lengkap dengan
kantung kadonya
Ikon seorang laki-laki tua yang membawa
sekantung kado sebagai hadiah
PendermaLegenda dari Santo Nikolas yang selalu membawakan hadiah kepada
anak-anak pada malam sebelum perayaan Natal
RusaIkon dari hewan yang memiliki tanduk
bercabang banyak
KetulusanRusa adalah para hewan yang membantu Sinterklas dalam perjalanan
dermanya dan hewan yang melambangkan jiwa yang haus akan kasih
Tuhan
Seorang anak laki-laki yang
diberikan kado
Ikon seorang anak-anak yang menantikan
dengan perasaan senang akan hadiah dari
Sinterklas
KemurnianAnak-anak merupakan simbol manusia dalam bentuk murni dan terper
caya, spontanitas, awal baru, dan berkah yang melimpah
Cahaya pada belakang Sinterk
las dan anak
laki-laki yang berwarna jingga
kekuningan berasal dari api
Ikon sinar yang berasal dari perapian yang
digunakan sebagai penghangat
KehangatanTanda dari jiwa suci sang Yesus Kristus dalam kebaikan dan kearifannya,
dimana cahaya adalah suatu kekuatan positif yang berlawanan dengan
kejahatan atau malapetaka dan ketidaktahuan dari kegelapan
KadoIkon dari beraneka bentuk benda yang
terbungkus disertai hiasannya
Kegembiraan dan ketulusanSinterklas selalu membawakan hadiah kepada anak-anak pada malam
sebelum perayaan Natal
Burung merpatiSimbol perdamaianPerdamaianMenjelang waktu senja pulanglah burung merpati itu mendapatkan Nuh,
dan pada paruhnya dibawanya sehelai daun zaitun yang segar. Dari situ
diketahui Nuh, bahwa air itu telah berkurang dari atas bumi
Teks You Know What I Want for
Christmas?
Peace
Ikon dari keinginan di hari besar agama
Kristiani
PerdamaianNatal juga merupakan saat di mana orang menunjukkan kemurahan hati
kepada orang-orang yang kurang beruntung. Uang dikirimkan ke rumah
sakit dan panti asuhan atau dibuat dana khusus untuk membantu fakir
miskin. Dan Natal secara tradisi merupakan saat untuk menghentikan
segala macam pertempuran dan pertikaian

hari besar umat Kristiani. Sehingga secara keseluruhan e-card tentang aspek ruang tersebut bermakna disanalah Tuhan hadir bagi seluruh umat-Nya.

Pada e-card Natal tentang aspek tindakan (gambar 8) menggunakan tanda-tanda visual seperti ikon Sinterklas, rusa, seorang anak laki-laki, kado, burung merpati, dan teks ucapan. Sinterklas lengkap dengan kantung kadonya merupakan denotasi dari ikon seorang laki-laki tua yang membawa sekantung kado sebagai hadiah, dengan konotasi sebagai penderma. Dikatakan dalam sebuah legenda Santo Nikolas selalu membawakan hadiah kepada anak-anak pada malam sebelum perayaan Natal. Rusa merupakan denotasi dari ikon hewan yang memiliki tanduk bercabang banyak dengan dikonotasikan sebagai bentuk ketulusan. Dalam kode budaya diceritakan rusa adalah para hewan yang membantu Sinterklas dalam perjalanan dermanya dan hewan yang melambangkan jiwa yang haus akan kasih Tuhan.

Seorang anak laki-laki pada e-card tersebut merupakan denotasi dari Ikon seorang anakanak yang menantikan dengan perasaan senang akan hadiah dari Sinterklas, dengan makna konotasi kemurnian. Dimana dalam kode budaya anak-anak merupakan simbol manusia dalam bentuk murni dan terpercaya, spontanitas, awal baru, dan berkah yang melimpah. Kado dalam makna denotasi merupakan ikon dari beraneka bentuk benda yang terbungkus disertai hiasannya, dikonotasikan sebagai bentuk kegembiraan dan ketulusan. Kode budayanya dikatakan bahwa Sinterklas selalu membawakan hadiah kepada anakanak pada malam sebelum perayaan Natal. Cahaya pada belakang Sinterklas dan anak laki-laki yang berwarna jingga kekuningan berasal dari api merupakan denotasi dari ikon sinar yang berasal dari perapian yang digunakan sebagai penghangat, sehingga dikonotasikan sebgai bentuk kehangatan yang diberikan oleh Sinterklas di malam Natal. Dalam kode budaya dikatakan bahwa cahaya merupakan tanda dari jiwa suci sang Yesus Kristus dalam kebaikan dan kearifannya, dimana cahaya adalah suatu kekuatan positif yang berlawanan dengan kejahatan atau malapetaka dan ketidaktahuan dari kegelapan .

Burung merpati merupakan denotasi dari simbol perdamaian sehingga dikonotasikan sebagai bentuk perdamaian. Dalam

Alkitab dikatakan "Menjelang waktu senja pulanglah burung merpati itu mendapatkan Nuh, dan pada paruhnya dibawanya sehelai daun zaitun yang segar. Dari situ diketahui Nuh, bahwa air itu telah berkurang dari atas bumi" (Alkitab, Kejadian 8: 11). Hal tersebut menunjukkan bahwa kedamaian

telah datang.

Pada teks 'You Know What I Want for Christmas? Peace,' merupakan denotasi dari ikon keinginan di hari besar agama Kristiani, sehingga dikonotasikan sebagai bentuk perdamaian. Dimana dikatakan bahwa Natal juga merupakan saat di mana orang menunjukkan kemurahan hati kepada orang-orang yang kurang beruntung. Uang dikirimkan ke rumah sakit dan panti asuhan atau dibuat dana khusus untuk membantu fakir miskin. Dan Natal secara tradisi merupakan saat untuk menghentikan segala macam pertempuran dan pertikaian. Dari paparan diatas e-card tersebut menggunakan sinterklas sebagai penderma dalam aspek tindakan. Dalam misi dermanya, membawa kehangatan bagi orang yang menerimanya dan ketulusan dari derma yang diberikan akan membawa kedamaian bagi setiap manusia.

Bagian dalam gedung gereja (gambar 9) menggunakan denotasi dari ikon bangunan sebagai tempat beribadat umat Kristiani, dengan makna konotasi kehadiran Tuhan. Dalam makna tingkat kedua dikatakan bahwa "Dan biarlah kamu juga dipergunakan sebagai batu hidup untuk pembangunan suatu rumah rohani bagi suatu imamat kudus, untuk mempersembahkan persembahan-persembahan rohani yang karena Yesus Kristus berkenan kepada Allah" (Alkitab Petrus 2: 5). Sebab di mana dua atau tiga orang berkumpul dalam Nama-Ku, di situ Aku ada di tengah-tengah mereka." (Alkitab, Matius 18: 20).

Lembar firman dalam Alkitab pada e-card tersebut merupakan denotasi dari ikon selembar ayat dalam kitab yang

Gambar 9. E-card Natal tentang Firman Sumber: www.indosiar.com

berisi tulisan-tulisan dari Tuhan, yang dikonotasikan sebagai pedoman bagi umat Kristiani. Pada makna tingkat kedua, dikatakan dalam Alkitab bahwa "Haruslah engkau mengasihi Tuhan, Allahmu, dan melakukan dengan setia kewajibanmu terhadap Dia dengan senantiasa berpegang kepada ketetapan-Nya, peraturan-Nya dan perintah-Nya" (Alkitab, Ulangan 11: 1-2). Salib pada Selembar firman dalam Alkitab, adalah denotasi dari simbol agama Kristiani, yang dikonotasikan sebagai pengorbanan Yesus. Dalam makna tingkat kedua salib dimaksudkan untuk mengingatkan umat-Nya akan kesengsaraan Tuhan yang menyelamatkan (Suryanugraha, 2004). Jendela kaca patri pada latar belakang lembar firman dalam Alkitab adalah denotasi dari ikon kaca yang terdiri dari berbagai bentuk yang membentuk satu pola dengan beragam warna, dikonotasikan sebagai bentuk pencerahan. Kaca patri akan memantulkan cahaya matahari ke dalam gedung gereja. Cahaya dari jendela kaca patri pada latar belakang selembar firman dalam Alkitab adalah indeks dari sinar yang masuk melalui kaca yang beraneka bentuk dan warna pada siang hari, yang dikonotasikan sebagai bentuk pencerahan. Dimana pada makna tingkat kedua, dalam kode budaya, cahaya merupakan tanda dari jiwa suci sang Yesus Kristus dalam kebaikan dan kearifannya, dimana cahaya adalah suatu kekuatan positif yang berlawanan

Tabel 9. Tanda Visual e-card Natal Aspek Firman
Tanda VisualMakna Tingkat IMakna Tingkat II
DenotasiKonotasiKode Budaya
Bagian dalam gedung gerejaIkon dari bangunan, tempat beribadat umat
Kristiani
Kehadiran TuhanDan biarlah kamu juga dipergunakan sebagai batu hidup untuk pembangunan
suatu rumah rohani bagi suatu imamat kudus, untuk mempersembahkan
persembahan-persembahan rohani yang karena Yesus Kristus berkenan kepada
Allah. Sebab di mana dua atau tiga orang berkumpul dalam Nama-Ku, di situ Aku
ada di tengah-tengah mereka."
Lembar firman dalam AlkitabIkon dari selembar ayat dalam kitab yang
berisi tulisan-tulisan dari Tuhan
PedomanHaruslah engkau mengasihi Tuhan, Allahmu, dan melakukan dengan setia
kewajibanmu terhadap Dia dengan senantiasa berpegang kepada ketetapan-Nya,
peraturan-Nya dan perintah-Nya
Salib pada Selembar firman
dalam Alkitab
Simbol dari agama KristianiPengorbananMengingatkan umatnya akan kesengsaraan Tuhan yang menyelamatkan"
Jendela kaca patri pada latar
belakang selembar firman
dalam Alkitab
Ikon dari kaca yang terdiri dari berbagai
bentuk yang membentuk satu pola dengan
beragam warna
PencerahanDari kaca patri akan memantulkan cahaya matahari ke dalam gedung gereja
Cahaya dari jendela kaca
patri pda latar belakang
selembar firman dalam
Alkitab
Indeks dari sinar yang masuk melalui kaca
yang beraneka bentuk dan warna pada
siang hari
PencerahanTanda dari jiwa suci sang Yesus Kristus dalam kebaikan dan kearifannya, dimana
cahaya adalah suatu kekuatan positif yang berlawanan dengan kejahatan atau
malapetaka dan ketidaktahuan dari kegelapan
Teks Selamat Natal dan
Tahun Baru
Ikon dari hari besar umat KristianiAwal perjalanan YesusNatal adalah hari raya umat Kristiani untuk memperingati hari kelahiran Yesus
Kristus

dengan kejahatan atau malapetaka dan ketidaktahuan dari kegelapan. Teks 'Selamat Natal dan Tahun Baru yang tertuliskan pada lembaran firman tersebut merupakan denotasi dari ikon hari besar umat Kristiani, dikonotasikan sebagai Awal perjalanan Yesus. Hal tersebut sesuai dengan arti dari hari Natal adalah hari raya umat Kristiani untuk memperingati hari kelahiran Yesus Kristus.

Sehingga secara keseluruhan dalam e-card Natal tentang firman, menggunakan tanda visual firman dalam lembaran

Gambar 10. E-card Natal tentang Figur Sumber: www.belief.net

Alkitab sebagai tanda suci, dimana firman merupakan perintah dan perkataan Tuhan yang harus selalu menjadi pedoman bagi umat Kristiani, dimana akan membawa pencerahan disegala aspek kehidupan manusia yang terwakilkan oleh cahaya yang masuk ke dalam gedung gereja.

Pada e-card Natal (gambar 10) aspek figur menggunakan tanda visual ikon bunda Maria, bayi Yesus, kursi, langit, serta simbol bintang-bintang yang tersebar. Pada makna tingkat pertama bunda Maria adalah denotasi dari ikon seorang perempuan sebagai ibu yang melahirkan anak dalam keperawanannya, sehingga dikonotasikan sebagai 'perawan suci'. Hal tersebut tercantum dalam Alkitab, bahwa bunda Maria berkata "Bagaimana hal itu mungkin terjadi, karena aku belum bersuami?" (Alkitab, Lukas 11:35). Bayi Yesus adalah denotasi dari ikon seorang bayi yang tanpa dosa lahir ke dunia sehingga dikonotasikan sebagai bayi suci dan kemurnian. Dikatakan dalam Alkitab bahwa "Roh Kudus akan turun atasmu dan kuasa Allah Yang Maha tinggi akan menaungi engkau; sebab itu anak yang akan kau lahirkan itu akan disebut kudus, Anak Allah" (Alkitab, Lukas: 11:35).

Kursi pada e-card tersebut merupakan denotasi dari ikon tempat duduk, dengan

Tabel 10. Tanda Visual e-card Natal Aspek Figur

Tanda VisualMakna Tingkat IMakna Tingkat II
DenotasiKonotasiKode Budaya
Bunda MariaIkon seorang perempuan sebagai
ibu yang melahirkan anaknya dalam
keperawanannya
Perawan SuciBagaimana hal itu mungkin terjadi, karena aku belum bersuami?
Bayi YesusIkon dari seorang bayi yang lahir ke
dunia tanpa dosa
Bayi suci dan kemurnianRoh Kudus akan turun atasmu dan kuasa Allah Yang Maha tinggi akan menaungi
engkau; sebab itu anak yang akan kau lahirkan itu akan disebut kudus, Anak Allah
KursiIkon dari tempat dudukPemimpinKursi Pemimpin di dalam gereja merupakan simbol dari tugas pemimpin perayaan
dan pemimpin doa di hadapan jemaat, dimana seorang wakil uskup yang duduk
tidak hanya sebagai pemimpin tapi juga sebagai "kawanan domba" uskup, seh
ingga kursi Pemimpin merupakan bagian dari kesatuan jemaat
LangitIkon dari tempat yang tertinggi dan tak
terjangkau oleh manusia
KemuliaanLangit menceritakan kemuliaan Allah, dan cakrawala memberitakan pekerjaan
tangan-Nya
Frame bentuk jendelaIkon dari tempat masuknya sinar
matahari ke dalam rumah
Lambang perawan suciSimbol dari keabadian keperawanan dari Maria
Bintang-bintang yang tersebar
pada latar belakang kartu yang
berwarna hijau terang
Simbol dari benda langit yang meman
carkan cahaya
Petunjuk dan peng
harapan
Penuntun jalan bagi uamt Kristiani. Warna hijau melambangkan pengharapan
dan hidup
Latar belakang kartu yang
berwarna hijau tua
Indeks dari warna alam yang me
nyegarkan
PengharapanWarna hijau melambangkan pengharapan dan hidup

makna konotasi sebagai pemimpin. Dimana dalam kode budaya kursi pemimpin di dalam gereja merupakan simbol dari tugas pemimpin perayaan dan pemimpin doa di hadapan jemaat, dimana seorang wakil uskup yang duduk tidak hanya sebagai pemimpin tapi juga sebagai "kawanan domba" uskup, sehingga kursi pemimpin merupakan bagian dari kesatuan jemaat (Suryanugraha, 2004).

Langit sebagai latar belakang dari Bunda Maria dan Bayi Yesus yang duduk di kursi merupakan denotasi dari ikon tempat yang tertinggi dan tak terjangkau oleh manusia, sehingga dikonotasikan sebagai bentuk kemuliaan. Dimana dalam Alkitab disebutkan langit menceritakan kemuliaan Allah, dan cakrawala memberitakan pekerjaan tangan-Nya (Alkitab, Mazmur 19:2). Frame bentuk jendela yang membingkai figur bunda Maria dan bayi Yesus adalah denotasi dari ikon tempat masuknya sinar matahari ke dalam rumah, yang dikonotasikan sebagai lambang perawan suci. Dengan kode budaya bahwa jendela merupakan simbol dari keabadian keperawanan dari Maria.

Bintang-bintang yang tersebar pada latar belakang kartu yang berwarna hijau terang, merupakan denotasi dari simbol benda langit yang memancarkan cahaya, dengan dikonotasikan sebagai petunjuk dan pengharapan. Dalam makna kode budaya dikatakan bahwa bintang merupakan penuntun jalan bagi umat Kristiani dan warna hijau melambangkan pengharapan dan hidup. Sedangkan latar belakang kartu yang berwarna hijau tua merupakan denotasi dari indeks warna alam yang menyegarkan, sehingga mengkonotasikan sebagai suatu pengharapan. Dimana dalam kode budaya warna hijau melambangkan pengharapan dan hidup. Sehingga secara keseluruhan kartu dalam e-card aspek figur ini menggunakan figur Bunda Maria dan bayi Yesus sebagai figur suci dalam agama Kristiani. Dimana keterwakilan bayi Yesus pada e-card tersebut memiliki arti sebagai pemimpin Ia adalah pedoman penuntun jalan kebenaran bagi seluruh umat Kristiani.

3.3 Kartu Ucapan Idul Fitri

Pada e-card Idul Fitri (gambar 11) menggunakan ikon bumi, ikon dua cahaya beserta percikan sinarnya, ikon menara masjid beserta simbol bulan bintang, dan ikon langit sebagai latar belakangnya serta teks 'Gema Takbir Sampai Kepelosok Negeri dan Selamat Hari Raya Idhul Fithri 1423 H Mohon Maaf Lahir dan Batin' sebagai legisign.

Tabel 11. Tanda Visual e-card Idul Fitri Aspek Alam
Tanda VisualMakna Tingkat IMakna Tingkat II
DenotasiKonotasiKode Budaya
LangitIkon dari tempat yang tertinggi dan tak
terjangkau oleh manusia
Kebesaran
Allalh SWT
Tiadakah kamu mengetahui bahwa kerajaan langit dan bumi
adalah kepunyaan Allah? Dan tiada bagimu selain Allah seorang
pelindung maupun seorang penolong
Dua percikan cahayaIndeks sinar terang dari sumber penerangan
matahari
Keimanan dan pencerahanPelindung orang-orang yang beriman; Dia mengeluarkan mereka
dari kegelapan (kekafiran) kepada cahaya (iman)
BumiIkon dari tempat manusia berada yang
terdiri dari benua dan samudera
Kebesaran Allah SWTDia-lah Allah, yang menjadikan segala yang ada di bumi untuk
kamu
Menara MasjidIkon dari tempat digaungkannya gema
rohani dalam ibadah umat Islam
KeagunganSesungguhnya masjid yang didirikan atas dasar takwa, sejak hari
pertama adalah lebih patut kamu bersembahyang di dalamnya
Bulan sabit dan bintang pada kubah
menara masjid
Ikon dari benda langit yang pada malam hari
sebagai sumber penerang bagi bumi
Kekuasaan dan kebesaran
Allah SWT
Bulan sabit itu adalah tanda-tanda waktu bagi manusia sedang
kan bintang sebagai petunjuk jalan kebenaran
Teks Gema Takbir Sampai Kepelosok
Negeri dan Selamat Hari Raya Idhul
Fithri 1423 H Mohon Maaf Lahir
dan Batin
Ikon dari hari besar agama Islam dimana
dikumandangkannya gema takbir
Keagungan dan kemenanganIdul Fitri disebut sebagai hari kemenangan setelah berhasil mela
wan segala kebiasaan, seperti makan, minum, dan hubungan
suami-istri, dengan niat tunggal, yaitu merebut rida Allah karena
perintah iman

Langit pada e-card Idul Fitri tentang alam ini adalah denotasi dari ikon tempat yang tertinggi dan tak terjangkau oleh manusia, sehingga dikonotasikan sebagai bentuk kebesaran Allalh SWT. Dalam Al Qur'an disebutkan bahwa "Tiadakah kamu mengetahui bahwa kerajaan langit dan bumi adalah kepunyaan Allah? Dan tiada bagimu selain Allah seorang pelindung maupun seorang penolong" (Al Qur'an, Surah Al Baqarah, 2: 107). Dua percikan cahaya pada e-card tersebut merupakan denotasi dari indeks sinar terang dari sumber penerangan matahari, dikonotasikan sebagai pancaran keimanan dan pencerahan. Dalam Al Qur'an disebutkan bahwa "Pelindung orang-orang yang beriman; Dia mengeluarkan mereka dari kegelapan (kekafiran) kepada cahaya (iman)", (Al Qur'an Surah Al Baqarah, 2: 257).

Bumi merupakan denotasi dari ikon tempat manusia berada yang terdiri dari benua dan samudera, dimana dikonotasikan sebagai bentuk kebesaran Allah SWT. Dalam Al Qur'an dikatakan bawa "Dia-lah Allah, yang menjadikan segala yang ada di bumi untuk kamu", (Al Qur'an Surah Al Baqarah, 2: 29). Menara Masjid merupakan denotasi dari ikon tempat digaungkannya gema rohani dalam ibadah umat Islam, sehingga dikonotasikan sebagai bentuk keagungan. Dalam makna tingkat kedua di sebutkan dalam Al Qur'an bahwa "Sesungguhnya

masjid yang didirikan atas dasar takwa, sejak hari pertama adalah lebih patut kamu bersembahyang di dalamnya" (Al Qur'an surah Al Baqarah, 9: 108). Bulan sabit dan bintang pada kubah menara masjid adalah denotasi dari ikon benda langit yang pada malam hari sebagai sumber penerang bagi bumi, dikonotasikan sebagai bentuk kekuasaan dan kebesaran Allah SWT. Dimana dalam Al Qur'an dikatakan bahwa "Bulan sabit itu adalah tanda-tanda waktu bagi manusia" (Al Qur'an, Surah Al Baqarah 2: 189) sedangkan bintang sebagai petunjuk jalan kebenaran.

Teks 'Gema Takbir Sampai Kepelosok Negeri dan Selamat Hari Raya Idhul Fithri 1423 H Mohon Maaf Lahir dan Batin' adalah ikon dari hari besar agama Islam dimana dikumandangkannya gema takbir, sehingga dikonotasikan sebagai bentuk keagungan

Gambar 11. E-card Idul Fitri tentang Alam Sumber: www.indosiar.com dan kemenangan. Dimana dalam kode budaya dikatakan bahwa Idul Fitri disebut sebagai hari kemenangan setelah berhasil melawan segala kebiasaan, seperti makan, minum, dan hubungan suami-istri, dengan niat tunggal, yaitu merebut rida Allah karena perintah iman.

Penggunaan ikon-ikon tersebut dalam e-card ini mengacu pada tanda kesucian dalam agama Islam. bumi merupakan kesatuan antara samudra dan daratan dimana sebagai tempat hidupnya seluruh makhluk ciptaan Ilahi baik manusia, hewan dan tumbuh-tumbuhan. menara masjid merupakan tempat dikumandangkannya nama-nama Ilahi, seruan-seruan beribadah dalam adzan, dan firman-firmannya yang terdengar melalui lantunan ayat-ayat suci Al Qur'an serta siraman jiwa dalam ceramahceramah para ulama. Simbol bulan sabit dan bintang pada kubah menara masjid merupakan simbol dari Islam itu sendiri yang menggunakan perhitungan bulan sebagai penunjuk waktu awal dalam setiap bulannya, sedangkan bintang sebagai petunjuk jalan kebenaran.

Keseluruhan gambar tersebut memberi makna bahwa tanda-tanda yang terdapat

Gambar 12. E-card Idul Fitri tentang Ruang dan Waktu. Sumber: www.indosiar.com

dalam e-card tersebut seperti Langit dan bumi adalah sebagai bentuk dari kebesaran Allah SWT., dan cahaya sebagai bentuk pencerahan yang membawa keimanan kepada umat-Nya.

Pada e-card Idul Fitri (gambar 12) menggunakan tanda-tanda visual seperti ikon langit, masjid, padang pasir, gedung bertingkat, dan seorang laki-laki yang sedang bersujud, dengan teks ucapan Selamat Idul Fitri.

Langit pada e-card tersebut merupakan

Tabel 12. Tanda Visual e-card Idul Fitri Aspek Ruang

Tanda VisualMakna Tingkat IMakna Tingkat II
DenotasiKonotasiKode Budaya
LangitIkon dari tempat yang tertinggi dan tak terjangkau
oleh manusia
Kebesaran
Allah SWT
Tiadakah kamu mengetahui bahwa kerajaan langit dan bumi adalah kepu
nyaan Allah? Dan tiada bagimu selain Allah seorang pelindung maupun
seorang penolong
MasjidIkon dari tempat ibadah umat IslamKehadiran Allah SWTSesungguhnya masjid yang didirikan atas dasar takwa, sejak hari pertama
adalah lebih patut kamu bersembahyang di dalamnya. Di dalamnya ada
orang-orang yang ingin membersihkan diri. Dan Allah menyukai orang
orang yang bersih"
Padang pasirIkon dari daratan luas yang terdiri dari pasir yang
menghubungan daerah satu dengan lainnya di
negara-negara Timur Tengah
Kehadiran Allah SWT"(Yaitu) pada hari (ketika) bumi diganti dengan bumi yang lain dan
(demikian pula) langit, dan mereka semuanya (di padang Mahsyar) ber
kumpul menghadap ke hadirat Allah yang Maha Esa lagi Maha Perkasa."
Seorang laki-laki dewasa
sedang bersujud
Ikon dari seorang
laki-laki yang membungkukan badan dan meletakkan
kepalanya pada dasar pijakan dalam posisi duduk,
yang merupakan salah satu gerakkan dalam shalat
Ketaatan kepada
Allah SWT
shalat adalah tiang agama Islam, barang siapa yang mengerjakannya,
berarti ia menegakkan agama, dan barang siapa yang meninggalkannya,
berarti ia meruntuhkannya
Bangunan bertingkatIkon dari bangunan yang tinggi, yang merupakan
tempat manusia beraktivitas dalam bekerja
KeduniawianKatakanlah: "Hai kaumku, bekerjalah sesuai dengan keadaanmu, sesung
guhnya aku akan bekerja (pula), maka kelak kamu akan mengetahui
Warna kuning pada
sebagian obyek e-card
Indeks dari warna yang cerahKekeringan rohaniWarna kuning lebih menunjukkan kelemahan, seperti jerami kuning yang
lemah dan kekasih yang pucat yang kekurangan api serta darah pemberi
kehidupan; dalam warna madu, kuning digunakan untuk pakaian orang
orang Yahudi Abad Pertengahan
Teks Selamat Hari Raya
Idul Fitri
Ikon dari hari besar umat IslamKemenanganIdul Fitri disebut sebagai hari kemenangan setelah berhasil melawan se
gala kebiasaan, seperti makan, minum, dan hubungan suami-istri, dengan
niat tunggal, yaitu merebut rida Allah karena perintah iman

denotasi dari ikon tempat yang tertinggi dan tak terjangkau oleh manusia, yang dikonotasikan sebagai bentuk kebesaran Allah SWT. Dalam Al Qur'an disebutkan bahwa "Tiadakah kamu mengetahui bahwa kerajaan langit dan bumi adalah kepunyaan Allah? Dan tiada bagimu selain Allah seorang pelindung maupun seorang penolong" (Al Qur'an, Surah Al Baqarah, 2: 107). Masjid merupakan denotasi dari ikon tempat ibadah umat Islam, yang memiliki makna konotasi sebagai bentuk kehadiran Allah SWT. Seperti yang tercantum dalam Al Qur'an bahwa "Sesungguhnya masjid yang didirikan atas dasar takwa, sejak hari pertama adalah lebih patut kamu bersembahyang di dalamnya. Di dalamnya ada orang-orang yang ingin membersihkan diri. Dan Allah menyukai orang-orang yang bersih" (Al Qur'an, Surah At Taubah 4: 108).

Padang pasir sebagai denotasi dari ikon daratan luas yang terdiri dari pasir yang menghubungan daerah satu dengan lainnya di negara-negara Timur Tengah, padang pasir ini juga dikonotasikan sebagai kehadiran Allah SWT. Di dalam Al Qur'an dikatakan bahwa "(Yaitu) pada hari (ketika) bumi diganti dengan bumi yang lain dan (demikian pula) langit, dan mereka semuanya (di padang Mahsyar) berkumpul menghadap ke hadirat Allah yang Maha Esa lagi Maha Perkasa." (Al Qur'an Surah Ibrahim 14: 48).

Seorang laki-laki dewasa sedang bersujud merupakan denotasi dari ikon seorang laki-laki yang membungkukan badan dan meletakkan kepalanya pada dasar pijakan dalam posisi duduk, yang merupakan salah satu gerakkan dalam shalat sebagai konotasi dari ketaatan kepada Allah SWT. Dimana dalam agama Islam, shalat adalah tiang agama, barang siapa yang mengerjakannya, berarti ia menegakkan agama, dan barang siapa yang meninggalkannya, berarti ia meruntuhkannya (Syueb, 2006).

Bangunan bertingkat dalam e-card tersebut merupakan denotasi dari ikon bangunan yang tinggi, yang merupakan tempat manusia beraktivitas dalam bekerja, sehingga dikonotasikan sebagai sifat keduniawian. Dalam Al Qur'an dikatakan bahwa "Katakanlah: "Hai kaumku, bekerjalah sesuai dengan keadaanmu, sesungguhnya aku akan bekerja (pula), maka kelak kamu akan mengetahui" (Al Qur'an, Surah Az Zumar 39:39). Warna kuning pada sebagian obyek e-card merupakan denotasi dari indeks warna yang cerah, dikonotasikan sebagai sifat kekeringan rohani. Dimana dalam kode budaya agama Islam warna kuning lebih menunjukkan kelemahan, seperti jerami kuning yang lemah dan kekasih yang pucat yang kekurangan api serta darah pemberi kehidupan; dalam warna madu, kuning digunakan untuk pakaian orangorang Yahudi Abad Pertengahan (Schimmel, 1996).

Teks 'Selamat Hari Raya Idul Fitri' merupakan ikon dari hari besar umat Islam, sebagai konotasi dari kemenangan umat muslim. Dalam makna tingkat kedua dikatakan bahwa Idul Fitri disebut sebagai hari kemenangan setelah berhasil melawan segala kebiasaan, seperti makan, minum, dan hubungan suami-istri, dengan niat tunggal, yaitu merebut rida Allah karena perintah iman. Sehingga dari paparan di atas, dalam aspek ruang menggunakan rumah ibadah dan aspek alam berupa padang pasir sebagai bentuk kehadiran Allah SWT., dan dengan diwakili oleh bagunan gedung bertingkat yang dengan efek warna kuning sebagai bentuk sifat keduniawian yang harus ditinggalkan pada hari raya Idul Fitri.

Dalam e-card Idul Fitri (gambar 13) menggunakan tanda-tanda visual seperti ikon bentuk ketupat, bentuk bendera, tangan yang saling bermaafan, dan teks ucapan. Bentuk ketupat dalam e-card Idul Fitri tersebut merupakan denotasi dari ikon bentuk bujur sangkar yang berdiri tegak

Tabel 13. Tanda Visual e-card Idul Fitri Aspek Tindakan

Tanda VisualMakna Tingkat IMakna Tingkat II
DenotasiKonotasiKode Budaya
Bentuk ketupatIkon dari bentuk bujur sangkar
yang berdiri tegak secara
diagonal
Kesalahan manusia, kesucian hati,
kesempurnaan
Mencerminkan berbagai macam kesalahan manusia, kesucian hati
kesempurnaan
Tangan yang saling bersalamanIkon dari tangan yang saling
bersalaman
PerdamaianPerkataan yang baik dan pemberian maaf lebih baik dari sedekah yang
diiringi dengan sesuatu yang menyakitkan (perasaan si penerima). Allah
Maha Kaya lagi Maha Penyantun
Bentuk frame benderaIkon dari bendera yang berkibarPerdamaianSungguhnya aku akan berikan bendera ini kepada seorang lelaki yang
dicintai Allah dan Rasul-Nya dan yang mencintai Allah dan Rasul-Nya
besok. Semoga Allah memberi kemenangan padanya. Ketika kami bertemu
dengan Ali, kami berkata: Inilah Ali, maka Rasulullah SAW. memberi
bendera itu dan Allah memberi kemenangan kepadanya"
Warna hijau muda yang mendominasi
warna latar belakang bentuk ketupat
Indeks dari warna ketupatSurga dan kebahagiaan abadiWarna yang melambangkan surga dan kebahagiaan abadi
Warna putih pada latar belakang kartuIndeks dari warna yang terangKesucian hatiKesucian hati
Karena firmanMulah ku jadi tahu
indahnya saling bermaafan
Ikon dar hari besar agama IslamPerdamaianPerkataan yang baik dan pemberian maaf lebih baik dari sedekah yang
diiringi dengan sesuatu yang menyakitkan (perasaan si penerima). Allah
Maha Kaya lagi Maha Penyantun

secara diagonal, dimana dikonotasikan sebagai kesalahan manusia, kesucian hati, kesempurnaan. Dalam kode budaya ketupat menurut para ahli memiliki beberapa arti, diantaranya adalah mencerminkan berbagai macam kesalahan manusia, dilihat dari rumitnya anyaman bungkus ketupat. Yang kedua, mencerminkan kebersihan dan kesucian hati setelah mohon ampun dari segala kesalahan, dilihat dari warna putih ketupat jika dibelah dua. Yang ketiga mencerminkan kesempurnaan, jika dilihat dari bentuk ketupat. Semua itu dihubungkan dengan kemenangan umat Muslim setelah sebulan lamanya berpuasa dan akhirnya menginjak hari yang fitri. Bentuk frame bendera pada e-card tersebut merupakan denotasi dari ikon bendera yang berkibar, dimana merupakan konotasi dari perdamaian. Dalam Hadis disebutkan bahwa "Sungguhnya aku akan berikan bendera ini kepada seorang lelaki yang dicintai Allah dan Rasul-Nya dan yang mencintai Allah dan Rasul-Nya besok. Semoga Allah memberi kemenangan padanya. Ketika kami bertemu dengan Ali, kami berkata: Inilah Ali, maka Rasulullah SAW. memberi bendera itu dan Allah memberi kemenangan kepadanya" (Hadist 1409).

Tangan yang saling bersalaman adalah denotasi dari ikon tangan yang saling bersalaman, yang dikonotasikan sebagai

bentuk perdamaian. Dalam Al Qur'an disebutkan bahwa "Perkataan yang baik dan pemberian maaf lebih baik dari sedekah yang diiringi dengan sesuatu yang menyakitkan (perasaan si penerima). Allah Maha Kaya lagi Maha Penyantun" (Al Qur'an, Surah Al Baqarah, 2: 263).

Warna hijau muda yang mendominasi warna latar belakang bentuk ketupat adalah denotasi dari Indeks warna ketupat, yang dikonotasikan sebagai surga dan kebahagiaan abadi. Dalam kode budaya dikatakan bahwa warna yang melambangkan surga dan kebahagiaan abadi (Schimmel, 1996: 53-54). Sedangkan warna putih pada latar

Gambar 13. E-card Idul Fitri tentang Tindakan Sumber: www.indosiar.com

Gambar 14. E-card Idul Fitri tentang Firman Sumber: www.talkislam.com

belakang kartu adalah denotasi dari indeks dari warna yang terang, dengan konotasi kesucian hati. Dimana dalam kode budaya agama Islam warna putih melambangkan kesucian hati (Schimmel, 1996).

Pada terks ucapan Karena firmanMulah ku jadi tahu indahnya saling bermaafan, adalah ikon dari hari besar agama Islam, yang mengandung makna konotasi perdamaian. Dimana dalam Al Qur'an disebutkan bahwa "Perkataan yang baik dan pemberian maaf lebih baik dari sedekah yang diiringi dengan sesuatu yang menyakitkan (perasaan si penerima). Allah Maha Kaya lagi Maha Penyantun" (Al Qur'an, Surah Al Baqarah, 2: 263). Dari penjabaran tersebut, e-card dalam aspek tindakan ini mengandung makna perdamaian, yang diwakilkan dengan tanda-tanda tangan yang saling bersalaman.

Gambar e-card Idul Fitri (gambar 14) menampilkan tanda-tanda visual seperti ikon langit, sungai yang mengering, tanah yang gersang, dan pohon-pohon yang kekeringan, dengan teks firman dan ayat Al Qur'an. Langit merupakan denotasi dari ikon tempat yang tertinggi dan tak terjangkau oleh manusia, sebagai konotasi dari kebesaran. Dimana dalam Al Qur'an dikatakan bahwa "Tiadakah kamu mengetahui bahwa kerajaan langit dan bumi adalah kepunyaan Allah? Dan tiada bagimu selain Allah seorang pelindung maupun seorang penolong" (Al Qur'an,

Surah Al Baqarah, 2: 107). Pepohonan yang mengering merupakan denotasi dari ikon pohon yang kekeringan pada musim panas, yang dikonotasikan sebagai kehidupan yang kering. Dimana dalam kode budaya pohon mencakup dua dunia, karena akarnya tertanam di bumi dan pucuknya menggapai langit, daun dan buah tumbuh dari batangnya maka pohon merupakan simbol dari sesuatu yang baik dan berguna (Schimmel, 1996: 55). Sungai yang mengering adalah denotasi dari ikon kumpulan air yang bermuara di laut yang mengering dan menjadi sumber kehidupan manusia, mengkonotasikan kehidupan yang kering. Dimana dalam Al Qur'an disebutkan bahwa "Kedua buah kebun itu menghasilkan buahnya, dan kebun itu tiada kurang buahnya sedikit pun dan Kami alirkan sungai di celah-celah kedua kebun itu" (Al Qur'an Surah Al Kahfi, 18: 33). Tanah yang kekeringan merupakan denotasi dari ikon dari daratan yang, dengan konotasi kehidupan yang kering. Dalam Al Qur'an disebutkan bahwa "Dan tanah yang baik, tanaman-tanamannya tumbuh subur dengan seizin Allah; dan tanah yang tidak subur, tanaman-tanamannya hanya tumbuh merana. Demikianlah Kami mengulangi tanda-tanda kebesaran (Kami) bagi orangorang yang bersyukur" (Al Qur'an, Surah Al A'Raaf 7: 58).

Ayat Al Qur'an dalam huruf Arab yang tertulis pada e-card tersebut merupakan denotasi dari ikon tulisan Arabik yang merupakan firman Allah SWT. berupa ayat dari kitab suci Al Qur'an, dengan konotasi sebagai pedoman hidup manusia. Dalam makna tingkat kedua firman Allah SWT dalam Al Qur'an berisi mengajak dan menuntut manusia memperhatikan dan mengenal sekelilingnya. Disana terdapat banyak ayat yakni tanda dan bukti tentang wujud serta keesaan Allah SWT. dan terdapat pula banyak pelajaran yang dapat dipetik (Shihab, 2004: 3).

Sesuai dengan yang terdapat dalam Al

Tabel 14. Tanda Visual e-card Idul Fitri Aspek Firman

Tanda VisualMakna Tingkat IMakna Tingkat II
Kode Budaya
Denotasi
Konotasi
LangitIkon dari tempat yang tertinggi dan tak
terjangkau oleh manusia
Kebesaran
Allalh SWT
Tiadakah kamu mengetahui bahwa kerajaan langit dan bumi adalah kepunyaan
Allah? Dan tiada bagimu selain Allah seorang pelindung maupun seorang
penolong
Pepohonan yang mengeringIkon dari pohon yang kekeringan pada
musim panas
Kehidupan yang keringPohon mencakup dua dunia, karena akarnya tertanam di bumi dan pucuknya
menggapai langit, daun dan buah tumbuh dari batangnya maka pohon meru
pakan simbol dari sesuatu yang baik dan berguna
Sungai yang mengeringIkon dari kumpulan air yang bermuara di
laut yang mengering dan menjadi sumber
kehidupan manusia
Kehidupan yang keringKedua buah kebun itu menghasilkan buahnya, dan kebun itu tiada kurang
buahnya sedikit pun dan Kami alirkan sungai di celah-celah kedua kebun itu
Tanah yang kekeringanIkon dari daratan yangKehidupan yang keringDan tanah yang baik, tanaman-tanamannya tumbuh subur dengan seizin Allah;
dan tanah yang tidak subur, tanaman-tanamannya hanya tumbuh merana.
Demikianlah Kami mengulangi tanda-tanda kebesaran (Kami) bagi orang-orang
yang bersyukur
Ayat
Al Qur'an dalam huruf Arab
Ikon dari tulisan Arabik yang merupakan
firman Allah SWT. berupa ayat dari kitab
suci
Al Qur'an
Pedoman hidup manusiaFirman Allah SWT dalam Al Qur'an berisi mengajak dan menuntut manusia
memperhatikan dan mengenal sekelilingnya. Disana terdapat banyak ayat yakni
tanda dan bukti tentang wujud serta keesaan Allah SWT. dan terdapat pula
banyak pelajaran yang dapat dipetik
Warna Putih pada teks arti
dari ayat
Al Qur'an
Indeks dari warna terangKesucian dan kebenaranKesucian
Warna Hitam pada teks arti
dari ayat
Al Qur'an
Indeks dari warna gelap.PenentanganDan pada hari kiamat kamu akan melihat orang-orang yang berbuat dusta
terhadap Allah, mukanya menjadi hitam. Bukankah dalam neraka Jahanam itu
ada tempat bagi orang-orang yang menyombongkan diri?

Qur'an dan terjemahannya bahwa Al Qur'an adalah "Kalam Allah SWT. yang merupakan mu'jizat yang diturunkan (diwahyukan kepada nabi Muhammad SAW. yang ditulis di mushaf dan diriwayatkan dengan mutawatir dan membacanya adalah ibadah" (Al Qur'an dan Terjemahannya, 1971: 15), Yang berdasarkan pada Al Qur'an, yaitu "Sesungguhnya mengumpulkan Al Qur'an (didalam dalam dadamu) dan (menetapkan) bacaannya (pada lidahmu) itu adalah tanggungan kami. (Karena itu), jika Kami telah membacakannya, hendaknya kamu ikuti bacaannya." (Al Qiyaamah, 75: 17-18).

Firman Al Qur'an yang pada kartu tersebut di bagian kiri atas berbunyi Wa qālal lazina kafarū lau lā nuzzila 'alaihil qur'ānu jumlataw wāhidatan – kazālika – linusabbita bihi fu'ādaka wa rattalnāhu tartilā(n). (Bachtiar Surin, 2004: 1507). Dimana artinya ditempatkan pada sisi tengah bawah, yaitu "Those who reject Faith say: Why is not the Qur'an revealed to him all at once?" yang berarti "Berkatalah orang-orang kafir: "Mengapa Al Qur'an itu tidak diturunkan kepadanya sekali turun saja?" dan "Thus (is it revealed) that We

may strengthen they heart thereby, and We have rehearsed it to thee in slow, wellarranged stages, gradually." yang berarti "demikianlah supaya Kami perkuat hatimu dengannya dan Kami membacakannya secara tartil (teratur dan benar)." Dan penempatan sumber Al Qur'an pada bagian bawah kanan dimana tampilkan [Quran, 25: 32], yang artinya Al Qur'an Surah 25 yaitu surah Al Furqaan ayat 32, dimana Al Furqaan artinya adalah Pembeda. Dari terjemahan teks kedua yang ditempatkan pada bagian tengah dan berwarna hitam dimana menanyakan mengapa Al Qur'an tidak diturunkan kepadanya sekali saja?, dan memberikan jawabannya pada bagian bawahnya dengan tulisan berwarna putih. Dalam Al Qur'an dan terjemahannya dikatakan bahwa hikmah diturunkannya Al Qur'an secara berangsur-angsur dalam masa 22 tahun 2 bulan 22 hari atau 23 tahun adalah agar lebih mudah dimengerti dan dilaksanakan. Pertama orang akan enggan melaksanakan suruhan, dan larangan sekiranya suruhan dan larangan itu diturunkan sekaligus banyak. Kedua diantara ayat-ayat itu ada yang nasikh (yang menghapus) dan ada yang mansukh (yang

Gambar 15. E-card Idul Fitri tentang Figur Sumber: www.talkislam.com

dihapus), sesuai dengan manfaatnya. Ini tak dapat dilakukan sekiranya Al Qur'an diturunkan sekaligus. Ketiga turunnya suatu ayat sesuai dengan peristiwa-peristiwa yang terjadi akan lebih mengesankan dan lebih berpengaruh di hati. Keempat akan memudahkan penghafalan, dan kelima di antara ayat-ayat ada yang merupakan jawaban daripada pertanyaan atau penolakan suatu pendapat atau perbuatan, hal tersebut tidak akan terlaksana kalau Al Qur'an diturunkan sekaligus (Al Qur'an dan Terjemahannya, 1971: 16).

Warna putih pada teks arti dari ayat Al Qur'an mendenotasikan dari indeks warna terang, yang dikonotasikan sebagai suatu kesucian dan kebenaran. Dalam kode budaya warna putih adalah lambang dari kesucian (Schimmel, 1996: 53-54). Sedangkan warna hitam pada teks arti dari ayat Al Qur'an mendenotasikan indeks dari warna gelap, dikonotasikan sebagai bentuk penentangan. Seperti yang tercantum dalam Al Qur'an bahwa "Dan pada hari kiamat kamu akan melihat orang-orang yang berbuat dusta terhadap Allah, mukanya menjadi hitam. Bukankah dalam neraka Jahanam itu ada tempat bagi orang-orang yang menyombongkan diri?"(Al Qur'an, Surah Az Zumar 29: 60).

Sehingga secara keseluruhan gambar e-card dalam aspek firman menggunakan ayat dari kitab suci Al Qur'an adalah merupakan firman Allah SWT. sebagai pedoman bagi

umat Islam, dimana kitab Al Qur'an berbeda dengan kitab yang lain. Tanpa adanya Al Qur'an diturunkan maka kehidupan bagi umat muslim akan sangat kering karena ketidaktahuan hal-hal ataupun aturanaturan dan perintah Allah terhadap umatnya dalam kehidupan di dunia.

Pada e-card Idul Fitri (gambar 15) menampilkan tanda visual ikon langit, kubah masjid, bangunan masjid, kaligrafi nabi Muhammad SAW. beserta pantulannya, dan simbol bulan sabit.

Nabi Muhammad SAW. dalam Islam dilukiskan dalam ikon kaligrafi Arabik seperti yang terlihat pada sisi sebelah kanan bawah gambar yang berlafalkan Muhammadarasulullah, yang berarti Muhammad SAW. adalah rasul utusan Allah. Seperti yang tercantum di dalam Al Qur'an bahwa "Ya Tuhan kami, utuslah untuk mereka seorang Rasul dari kalangan mereka, yang akan membacakan kepada mereka ayat-ayat Engkau, dan mengajarkan kepada mereka Al Kitab (Al Qur'an) dan Al-Hikmah (As-Sunnah) serta mensucikan mereka. Sesungguhnya Engkaulah yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana." (Al Qur'an Surah Al Baqarah, 2: 129). "Barangsiapa yang menjadi musuh Allah, malaikat-malaikat-Nya, rasul-rasul-Nya, Jibril dan Mikail, maka sesungguhnya Allah adalah musuh orang-orang kafir." (Al Qur'an Surah Al Baqarah, 2: 98).

Langit adalah denotasi dari ikon tempat yang tertinggi dan tak terjangkau oleh manusia, dikonotasikan sebagai bentuk kebesaran Allah SWT. Dimana dalam Al Qur'an disebutkan bahwa "Tiadakah kamu mengetahui bahwa kerajaan langit dan bumi adalah kepunyaan Allah? Dan tiada bagimu selain Allah seorang pelindung maupun seorang penolong" (Al Qur'an, Surah Al Baqarah, 2: 107). Kubah Masjid merupakan denotasi dari ikon atap masjid yang berbentuk bulat, dengan konotasi keagungan Allah SWT. Dalam kode budaya

Tabel 15. Tanda Visual e-card Idul Fitri Aspek Figur

Tanda VisualMakna Tingkat IMakna Tingkat II
DenotasiKonotasiKode Budaya
LangitIkon dari tempat yang tertinggi dan
tak terjangkau oleh manusia
Kebesaran Allah SWTTiadakah kamu mengetahui bahwa kerajaan langit dan bumi adalah kepunyaan
Allah? Dan tiada bagimu selain Allah seorang pelindung maupun seorang penolong
Kubah MasjidIkon dari atap masjid yang berbentuk
bulat
Keagungan Allah SWTAtap masjid yang berbentuk bulat seperti bumi, dengan satu titik berdiri tegak
menuju ke atas yang dimaksudkan keagungan Allah SWT
Bulan sabit pada
kubah masjid
Ikon dari benda langit yang pada
malam hari sebagai sumber penerang
bagi bumi
Kekuasaan dan kebesaran
Allah SWT
Bulan sabit itu adalah tanda-tanda waktu bagi manusia sedangkan bintang sebagai
petunjuk jalan kebenaran
JalanIkon dari tempat orang berjalanTujuan hidupTunjukkilah kami jalan yang lurus
Bangunan masjid
pada sisi kanan dan
kiri jalan
Ikon dari sebagai bangunan tempat
beribadah umat Islam
KeimananMasjid merupakan tempat orang berkumpul dan melakukan shalat secara berja
maah dengan tujuan sebenarnya adalah meningkatkan solidaritas dan silaturrahmi
di antara sesama kaum muslim
Kaligrafi nabi Mu
hammad SAW
Indeks dari nama nabi Muhammad
SAW. dalam tulisan Arab
Figur suciSesungguhnya Kami telah mengutusmu (Muhammad) dengan kebenaran; sebagai
pembawa berita gembira dan pemberi peringatan
Pantulan kaligrafi
nabi Muhammad
SAW. pada jalan
Indeks dari kaligrafi yang bercahayaPenuntun jalan kebenaranNabi Muhammad SAW. yang merupakan penuntun jalan kebenaran umat Islam
CahayaIndeks sinar terang dari sumber
penerangan matahari
Keimanan dan pencerahanPelindung orang-orang yang beriman; Dia mengeluarkan mereka dari kegelapan
(kekafiran) kepada cahaya (iman)

kubah masjid yang berbentuk bulat seperti bumi, dengan satu titik berdiri tegak menuju ke atas yang dimaksudkan keagungan Allah SWT. Bulan sabit pada kubah masjid merupakan denotasi dari ikon benda langit yang pada malam hari sebagai sumber penerang bagi bumi, mengkonotasikan Kekuasaan dan kebesaran Allah SWT. Dimana dalam Al Qur'an disebutkan bahwa "bulan sabit itu adalah tanda-tanda waktu bagi manusia" (Al Qur'an, Surah Al Baqarah 2: 189), sedangkan bintang sebagai petunjuk jalan kebenaran. Jalan adalah denotasi dari ikon dari tempat orang berjalan, dengan makna konotasi sebagai tujuan hidup. Dalam surah Al Fatihah disalah satu ayatnya dikatakan bahwa "Tunjukkilah kami jalan yang lurus" (Al Qur'an Surah Al Fatihah, 1:6). Bangunan masjid pada sisi kanan dan kiri jalan merupakan denotasi dari ikon bangunan tempat beribadah umat Islam, dengan dikonotasikan sebagai bentuk keimanan. Dalam makna tingkat kedua masjid merupakan tempat orang berkumpul dan melakukan shalat secara berjamaah dengan tujuan sebenarnya adalah meningkatkan solidaritas dan silaturrahmi di antara sesama kaum muslim.

Kaligrafi Nabi Muhammad SAW., mendenotasikan indeks dari nama Nabi Muhammad SAW. dalam tulisan Arab, dengan makna konotasi sebagai figur suci. Dikatakan dalam Al Qur'an bahwa "Sesungguhnya Kami telah mengutusmu (Muhammad) dengan kebenaran; sebagai pembawa berita gembira dan pemberi peringatan" (Al Qur'an, Surah Al Baqarah 2: 119). Pantulan kaligrafi nabi Muhammad SAW. pada jalan, adalah denotasi dari indeks dari kaligrafi yang bercahaya, sehingga dikonotasikan sebagai penuntun jalan kebenaran. Dalam Al Qur'an disebutkan bahwa "Sesungguhnya Kami telah mengutusmu (Muhammad) dengan kebenaran; sebagai pembawa berita gembira dan pemberi peringatan (Al Qur'an, Surah Al Baqarah 2: 119). Cahaya,Indeks sinar terang dari sumber penerangan matahari.,Keimanan dan pencerahan, Pelindung orang-orang yang beriman; Dia mengeluarkan mereka dari kegelapan (kekafiran) kepada cahaya (iman)", (Al Qur'an Surah Al Baqarah, 2: 257).

Sehingga secara keseluruhan gambar e-card Idul Fitri dalam aspek figur, menggunakan kaligrafi Nabi Muhammad SAW. sebagai penuntun jalan kebenaran bagi umat Islam. Dimana sesuai dengan konsep suci dalam Islam bahwa figur suci seperti Nabi Muhammad SAW. digambarkan dengan kaligrafi Arabik, bukan kedalam figuratif seorang manusia, untuk menghindarkan

KartuSuci
Alam dan BudayaRuang dan WaktuTindakanFirman atau UcapanFigur
ImlekLangit, gunung, awan dan
cahaya sebagai bentuk
kebesaran dan berkah
dari Tuhan
Kelenteng bentuk dari pemujaan
Dewata dan penghormatan kepada
Dewa-Dewi, sebagai penyeimbang sifat
keduniawian untuk kebaikan
Tarian barongsai sebagai
pengharapan akan keba
hagiaan
Peribahasa sebagai bentuk
pengharapan keberuntun
gan di dunia
Figur Konghucu, sebagai figur suci
yang menuntun ke jalan kebenaran
NatalLangit, Gunung, dan
cahaya sebagai bentuk
kebesaran Tuhan dan
pencerahan
Gedung Gereja sebagai representaasi
kehadiran Tuhan
Berderma sebagai bentuk
perdamaian
Firman dari Alkitab sebagai
pedoman kehidupan di
dunia dan di akhirat
Figur bunda Maria sebagai perawan
yang melahirkan sang penyelamat
Figur bayi Yesus sebagai figur suci yang
akan menuntun ke jalan kebenaran
Idul FitriLangit, bumi, cahaya
sebagai bentuk kebesaran
Tuhan dan pencerahan
Masjid dan gurun pasir sebagai repre
sentasi kehadiran Tuhan
Bersalaman dan saling
memaafkan adalah suatu
bentuk perdamaian
Firman dari Al Qur'an
sebagai pedoman dalam
kehidupan di dunia dan
akhirat
Menggunakan kaligrafi nama nabi Mu
hammad SAW. sebagai figur suci yang
menuntun ke jalan kebenaran
SintesisKetiga kartu sama-sama
menggunakan unsur alam
seperti langit, gunung,
bumi dan cahaya sebagai
bentuk dari kebesaran
Tuhan, berkah dan
pencerahan
Kartu Imlek menggunakan kelenteng
bentuk dari pemujaan Dewata dan
penghormatan kepada Dewa-Dewi,
sebagai penyeimbang sifat keduniawian
untuk kebaikan
Kartu Natal dan Idul Fitri sama-sama
menampilkan tempat beribadah kedua
agama sebagai bentuk kehadiran Tuhan
Kartu Imlek menggunakan
tarian sebagai bentuk peng
harapan akan kebahagiaan
Kartu Natal dan Idul Fitri
menggunakan tindakan
berderma dan bersalaman
sebagai bentuk pedamaian
Dalam kartu Imlek meng
gunakan pribahasa sebagai
bentuk pengharapan
keberuntungan di dunia
Kartu Natal dan Idul Fitri
menggunakan firman dari
kitab suci sebagai pedo
man dalam kehidupan di
dunia dan di akhirat
Ketiga figur suci yang ditampilkan pada
ketiga kartu merupakan penuntun ke
jalan kebenaran

Tabel 16. Perbandingan Aspek-Aspek Suci dalam Kartu Imlek, Natal dan Idul Fitri

dari penyembahan-penyembahan selain kepada Allah SWT. sebagai satu-satunya Tuhan.

Setelah menganalisis kartu ucapan Imlek, Natal, dan Idul Fitri melalui pendekatan semiotika dengan menggunakan kelima aspek suci, maka didapat beberapa persamaan dan perbedaan makna dari tanda visual kartu Imlek, Natal, dan Idul Fitri. Persamaan dan perbedaan makna kelima aspek suci pada ketiga kartu tersebut terlihat dalam sintesis pada tabel di bawah berikut ini:

Pada aspek alam, aspek ruang dan waktu, aspek tindakan, aspek firman atau ucapan, dan aspek figur terdapat persamaan dan perbedaan. Pada aspek alam didapat kesamaan antara tampilan gambar kartu Imlek, Natal dan Idul Fitri, dimana menempatkan langit, gunung dan cahaya sebagai tanda suci. Dalam kartu Imlek menggunakan langit sebagai tempat sang dewata berada, gunung sebagai tempat yang baik dalam mendekatkan diri kepada sang dewata, dan cahaya sebagai berkah dari sang dewata. Pada kartu Natal langit merupakan representasi dari Tuhan terhadap umatnya, gunung sebagai bentuk kedekatan terhadap Tuhan yang berada di langit, dan cahaya merupakan lambang dari pencerahan kepada umatnya. Sedangkan pada kartu Idul Fitri menempatkan langit sebagai kerajaan Tuhan dan para pesuruhnya berada, menggunakan bumi sebagai bentuk kehidupan bagi umat-Nya dan cahaya sebagai suatu pencerahan kepada umat muslim dalam kehidupannya.

Dalam aspek ruang dan waktu, kartu Imlek menempatkan kelenteng sebagai tempat yang suci pada hari Imlek. Dimana Kelenteng sebagai tempat beribadah memuja dewata dan menghormati dewa-dewi, sebagai penyeimbang sifat keduniawian manusia sehingga membawa kebaikan perilaku. Pada kartu Natal menempatkan gereja sebagai tempat suci pada hati Natal, yang merupakan tempat beribadah, sebagai bentuk ketaatan umat Kristiani karena Tuhan hadir di sana. sedangkan pada kartu Idul Fitri menempatkan dua tempat sebagai tempat suci yaitu, masjid dan gurun pasir sebagai tempat melaksanakan ibadah yang merupakan bentuk ketaatan umat muslim dalam menjalankan perintah-Nya, karena Ia berada dimana saja.

Pada aspek tindakan suci dalam kartu Imlek menempatkan tarian sebagai bentuk pengharapan keberuntungan di dunia, sedangkan pada kartu natal menempatkan

tindakan berderma adalah sebagai tindakan suci, sedangkan pada kartu Idul Fitri tindakan saling bersalaman dan bermaafan adalah tindakan suci yang keduanya samasama sebagai bentuk perdamaian. Pada aspek firman dan ucapan pada kartu Imlek menggunakan pribahasa sebagai bentuk pengharapan keberuntungan di dunia, sedangkan pada kartu Natal dan Idul Fitri menggunakan firman dari kitab suci sebagai pedoman bagi seluruh umat-Nya dalam kehidupan di dunia dan akhirat. Pada aspek figur, dalam kartu Imlek dan Natal bersifat figuratif, dengan menggunakan figur manusia sedangkan pada gambar kartu Idul Fitri menggunakan kaligrafi Al Qur'an sebagai figur suci. Namun figur suci tersebut sama-sama sebagai penuntun para pengikut atau umat manusia di jalan kebenaran, yaitu di jalan Tuhan.

4. Kesimpulan

Sebelumnya telah dilakukan analisis teks dengan pendekatan semiotika terhadap kelima belas kartu ucapan Imlek, Natal dan Idul Fitri dalam aspek alam, ruang dan waktu, tindakan, ucapan atau firman, dan aspek figur. Dari hasil analisis tersebut dapat disimpulkan bahwa tanda visual kesucian dari suatu obyek yang merepresentasikan kepercayaan dan agama, banyak menggunakan obyek gambar ataupun bahasa sebagai tanda visual yang menggambarkan konsep suci dari masingmasing kepercayaan dan agama tersebut sesuai dengan latar belakang budaya dan agamanya. Dalam penelitian tanda kesucian pada kepercayaan masyarakat Cina banyak memasukkan makna keberuntungan dalam tanda suci seperti pada hewan babi, dalam budaya dan kepercayaan Cina dianggap memiliki makna keberuntungan dan kekayaan sehingga banyak ditemukannya patung-patung untuk menyimpan uang dalam bentuk hewan babi. Dalam agama Kristiani tidak mengharamkan untuk memakan hewan babi namun, babi tidak memiliki makna lain, ia tetap hanya sebagai seekor hewan. Berbeda halnya dengan agama Islam yang mengharamkan hewan babi untuk dimakan oleh umat muslim karena dianggap sebagai hewan yang kotor. Dalam konsep suci agama Kristiani dan agama Islam lebih menonjolkan tanda-tanda visual kesucian dalam makna peningkatan keimanan dan kedamaian. Seperti salib yang merupakan tanda sebagai gambaran pengorbanan Yesus untuk menyelamatkan umat manusia dan figur sinterklas yang merupakan penderma bagi umat Kristiani sehingga memberikan kehangatan dan kedamaian. Dalam agama Islam penggunaan tanda masjid sebagai bentuk ketaatan dalam beribadah kepada Allah SWT. dan tangan yang saling bersalaman sebagai bentuk dari perdamaian. Sehingga jelaslah perbedaan konsep suci tersebut tak terlepas dari mana akar agama dan kepercayaan itu berasal.

5. Daftar Pustaka

Abdul Ghani, M. Ilyas. (2005): Kota Mekah dan Madinah. Akbar Media Eka Sarana, Jakarta.

Abdul Manaf, Mudjahid. (2006): Sejarah Agama-agama. UNS Press, Surakarta

Ayub, Muh., Muhsin, Marjoned, Ramlan. (2005): Manajemen Masjid. Gema Insani, Jakarta.

Berger, Arthur Asa. (2000): Tanda-tanda dalam Kebuadayaan Kontemporer. Tiara Wacana Yogyakarta.

Berkhof, Enklaar. (2002): Sejarah Gereja. BPK Gunung Mulia, Jakarta.

Brookshaw, Elizabeth. (2006): Roh Kudus Senjata Akhir Zaman. The Body of Christ Ministry Centre, Australia.

Budiman Kris. (2004): Semiotika Visual. Buku Baik, Yogyakarta.

Eco, Umberto. (1976): A Theory of Semiotics.

  • Bompiani, Milan.
  • Fiske, John. (1990): Cultural and Communication. Jalasutra, Yogyakarta.
  • Hasyim, Moh. (2002): Tradisi dan Budaya Tionghoa Kalimantan Barat, Museum Propinsi Kalimantan Barat.
  • Keene, Michael. (2006): Agama-Agama Dunia. Kanisius, Yogyakarta.
  • Kwek. (2006): Mitologi China dan Kisah Alkitab. Andi offset, Yogyakarta.
  • Mulyana, Deddy. (2006): Islam Itu Indah, Renungan dan Pengembaraan Rohani Guru Besar Komunikasi. Khazanah Intelektual.
  • Nazir, Moh. (2003): Metode Penelitian. Ghalia, Jakarta.
  • Putri Wong Kam Fu. (2005): Primbon Almanak 1900-2005. Purtri Wong Kam Fu, Surabaya.
  • Rifa'i, Moh. (2006): Risalah Tuntunan Shalat Lengkap. Karya Toha Putra. Semarang.
  • Schimmel, Annemarie. (1996): Rahasia Wajah Ilahi, Memahami Islam Secara Fenomenologis. Mizan, Bandung.
  • Shihab, M. Quraish. (2006): Dia Dimanamana, Tangan Tuhan Dibalik Setiap Fenomena. Lentera Hati, Jakarta.
  • Simpkins, Alexander, Simpkin Annellen. (2000): Simple Confusianism, Tuntunan Hidup Luhur. Buana Ilmu Populer, Jakarta.
  • Sobur Alex. (2003): Semiotika Komunikasi. Remaja Rosdakarya, Bandung.
  • Suryanugraha. (2006): Rupa dan Citra Simbol dalam Misa. SangKris, Bandung. Syueb, Sudono. (2006): Buku Pintar Agama

Islam. Delta Media, Yogyakarta.

  • The Heng Kang, Surip Prayugo. (2005): Tanaman Simbol Imlek, Penebar Swadaya, Jakarta.
  • Williams. (2006): Chinese Symbolism and Art Motifs. Charles E. Tuttle, Singapore.

Research Intelligence

Data from OpenAlex ↗

Metrics

1
Citations
0.00
FWCIfield-weighted
14th
Percentilevs same year + field
Article
Work type
Open Access

Citation Trend

Citation Timeline

YearCitations
20231

Semantic Profile AI-classified research signals

Institution Network