1. PENDAHULUAN
Internet merupakan salah satu bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan urban sehari-hari, terutama di kota-kota besar di Indonesia. Teknologi internet dapat dengan mudah diakses tanpa terpengaruh ruang dan waktu melalui berbagai media, baik itu perangkat komputer kerja (workstation), perangkat komputer individu (Home PC) ataupun perangkat seluler. Internet berkembang menjadi salah satu moda komunikasi dan interaksi yang paling penting dalam 10 tahun terakhir di dunia khususnya di Indonesia.
Berinteraksi dan berkomunikasi berarti menyampaikan pesan atau ide dari satu pihak ke pihak lainnya agar kedua belah pihak mengerti gagasan masingmasing. Umumnya, komunikasi dilakukan secara verbal (menggunakan kata-kata). Jika terdapat hambatan bahasa, maka komunikasi dilakukan melalui gestur dan gerak tubuh. Komunikasi dilakukan secara langsung (bertatap muka, mengeluarkan ekspresi wajah & gestur tertentu) dan secara tidak langsung atau melalui media. Bila pembagian ini dijadikan sebagai acuan, maka komunikasi dengan bantuan media yang mendukung hubungan langsung (seperti melalui perangkat telepon, VOIP, video conference dan atau webcamera dengan bantuan perangkat lunak antarmuka/interface audio dan atau visual) akan dikelompokkan dalam komunikasi tidak langsung. Interaksi & komunikasi yang terjadi dalam dunia internet merupakan komunikasi personal yang dapat dilakukan secara tidak langsung. Walaupun komunikasi melalui internet tanpa bertatap muka secara langsung, ekspresi dan gestur tetap digunakan tetapi diwakilkan dengan simbol tertentu. Dalam perkembangan komunikasi tidak langsung, simbol ini mendapatkan terminologi dalam teknologi informasi dan komunikasi yang disebut dengan emoticon yang merupakan singkatan dari Emotional Icon.
Emoticon adalah ekspresi visual yang dibentuk dari gabungan karakter pada alfabet dan tanda baca, yang awalnya dikembangkan oleh komunitas penggemar science-fiction pada tahun 1940-an. Dan pada tahun 1963, smiley face diperkenalkan oleh seorang freelance artist Harvey Ball, dengan bentuk bulatan kuning dengan 2 buah titik dan kurva. Emoticon dipopulerkan oleh Scott Fahlman pada suatu pesan elektronik (digital) pada tanggal 19 September 1982 untuk menggambarkan penanda ekspresi sesuatu yang lucu dan yang tidak lucu. Beberapa bulan kemudian, emoticon tersebut tersebar luas di dunia internet.
Pada saat ini bentuk emoticon tersebut mengalami perkembangan bentuk karena banyak tanda yang dikembangkan dari sekedar karakter di keyboard komputer.
Gambar 1. Bentuk emoticon yang dipopulerkan Scott Fahlman
Gambar 2. Contoh emoticon yang terbentuk dari karakter-karakter yang diletakkan berdekatan serta perkembangan bentuknya (Sumber: http://en.wikipedia.org/wiki/List_of_emoticons)
Tanda tersebut kemudian dimaknai menjadi suatu arti yang baru berdasarkan interpretasi dan persepsi yang dimunculkan melalui komposisi beberapa tanda baca, kode ASCII (American Standard Code for Information Interchange) maupun karakter yang dapat dimunculkan di layar komputer.
Karena kecanggihan teknologi dan gaya hidup masyarakat yang menginginkan segalanya serba praktis dan instan (termasuk dalam hal berkomunikasi), media elektronik semakin berkembang, pengguna internet yang meningkat, sehingga emoticon sekarang banyak digunakan untuk berkomunikasi di berbagai komunitas online. Komunitas yang cukup populer di kalangan masyarakat pengguna internet di Indonesia adalah kaskus, facebook, twitter, bermacam-macam game online, messenger, dan sebagainya.
Daya tarik dari emoticon tersebut adalah bagaimana emoticon dapat dipresepsi sebagai ekspresi padahal sebenarnya bentuk itu hanya beberapa buah karakter (kadang hanya berupa titik dan garis) yang dijajarkan bersebelahan. Karena kemudahan untuk mempergunakan dan mempunyai persamaan persepsi, emoticon bisa diterima di seluruh dunia dengan makna yang sama atau setara secara konvensi di antara para pengguna internet. Persepsi dapat timbul karena seseorang memasukkan unsur emosi dan perasaannya untuk mengolah sebuah tanda visual. Selain itu juga karena sudah sifat dasar manusia untuk selalu menghubung-hubungkan sesuatu sehingga membentuk pola, serta rasa keingintahuan manusia tentang tanda visual. Sedangkan
ekspresi merupakan cara seseorang untuk merespons dan berinteraksi dengan sesamanya sebagai makhluk sosial di dunia nyata. Dalam dunia maya, ekspresi pun masih digunakan walaupun secara tidak langsung. Ekspresi diwakili oleh karakter dan tanda baca yang diletakkan secara berdekatan. Hal tersebut sangat unik, mengingat tanda baca tersebut jika dipisah tidak lagi membentuk arti yang sama. Di sini terlihat hubungan yang erat antara tampilan visual dan persepsi seseorang.
Berdasarkan deskripsi tersebut, emoticon sangat potensial untuk ditelaah dari proses desain, pembentukan persepsi, pemaknaan visual serta perkembangannya dalam kerangka memperkaya keilmuan desain komunikasi visual khususnya yang berbasis teknologi informasi dan komunikasi dan multimedia.
2. Metodologi Penelitian & LANDASAN TEORITIS
2.1 Metodologi Penelitian
Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif melalui pengumpulan data berupa studi literatur untuk mendapatkan teori yang berkaitan dengan topik emoticon dan kajian mengenai emoticon dari praktisi desain dan akademisi, observasi pada komunitas dan forum online, kuesioner dan wawancara. Analisis dilakukan dengan pendekatan analisis konten melalui kajian teoritis serta kajian historis atau kronologis sejarah perkembangannya.
2.2 Komunikasi dalam Emoticon
Komunikasi berasal dari kata Latih
Gambar 3. Aplikasi prinsip Gestalt; a. Kedekatan, b. Kesamaan dan sudut pandang mental, c. Kesinambungan pola, d. Figure & ground, dan e. Closure. Sumber: Sumber: http://upload.wikimedia.org/
communicare atau communis yang berarti sama atau menjadikan milik bersama. Komunikasi merupakan proses penyampaian informasi yang mencakup pesan, ide, dan gagasan, dari satu pihak kepada pihak lain agar terjadi saling mempengaruhi (interaksi) di antara keduanya yang untuk mempelajari/mengajarkan sesuatu, mempengaruhi perilaku seseorang, mengungkapkan perasaan, menyelesaikan masalah/konflik, menstimulasi minat pada diri sendiri maupun orang lain, dan lain-lain. Pada proses komunikasi terdapat beberapa komponen yaitu pengirim pesan (sender) dan isi pesan, simbol/isyarat, media, mengartikan kode (pesan), penerima pesan, feedback, dan gangguan.
Berkomunikasi dengan menggunakan emoticon berarti berinteraksi untuk menyampaikan informasi, ide, maupun gagasan kepada pihak lain secara non verbal (melalui ekspresi wajah, kontak mata, sentuhan, sentuhan, postur, gestur, suara, maupun isyarat), tidak langsung (karena tanpa tatap muka dan menggunakan media/ alat/mekanismeyang melipatgandakan
jumlah penerima pesan), multi sasaran (massa, kelompok, maupun personal), dan memungkinkan adanya timbal balik.
2.3 Prinsip Gestalt dalam Emoticon
Gestalt adalah sebuah teori yang dibangun oleh tiga orang, Kurt Koffka, Max Wertheimer, and Wolfgang Köhler yang menjelaskan proses persepsi melalui pengorganisasian komponen-komponen sensasi yang memiliki hubungan, pola, ataupun kemiripan menjadi kesatuan. Mereka menyimpulkan bahwa seseorang cenderung mempersepsikan apa yang terlihat dari lingkungannya sebagai kesatuan yang utuh. Teori gestalt cenderung berupaya mengurangi pembagian sensasi menjadi bagian-bagian kecil. Istilah gestalt mengacu pada sebuah objek/figur yang utuh dan berbeda dari penjumlahan bagianbagiannya.
Interaksi antara individu dan lingkungan disebut sebagai perceptual field. Setiap perceptual field memiliki organisasi, yang cenderung dipersepsikan oleh manusia sebagai figure and ground. Oleh karena
itu kemampuan persepsi ini merupakan fungsi bawaan manusia, bukan skill yang dipelajari. Pengorganisasian ini mempengaruhi makna yang dibentuk. Prinsip pengorganisasian bentuk dalam gestalt, adalah: kedekatan (proximity), kesamaan (similarity), sudut pandang mental (objective set), kesinambungan pola (continuity), penutupan (closure), dan objek dan latar (figure & ground).
Berkomunikasi dengan menggunakan emoticon membutuhkan pemaknaan yang berkaitan erat dengan persepsi. Proses tersebut akan dijelaskan melalui teori gestalt yang mengorganisasikan komponen berdasarkan kedekatan dan kemiripan, menjadi satu kesatuan.
2.4 Persepsi Visual
Teori awal tentang persepsi adalah teori emission dari studi Yunani Kuno yang mengatakan bahwa pengelihatan terjadi ketika cahaya memancar dari mata dan dihadang oleh objek visual. Lalu teori tersebut digantikan oleh teori intromission oleh Aristoteles yang menyebutkan bahwa pengelihatan terjadi karena sesuatu masuk ke dalam mata sebagai perwujudan objek tersebut, tanpa peranan cahaya. Kemudian Ibn al-Haytham (Alhazen) menengahi kedua teori tersbut dan menjelaskan bahwa pengelihatan adalah hasil dari pantulan cahaya yang memantul dari objek yang ada. Ibn al-Haytham juga salah satu penggagas mengenai persepsi visual yang berpendapat bahwa pengelihatan lebih utama terjadi di dalam otak dibandingkan pada mata.
Persepsi visual berasal dari indera pengelihatan, yang muncul dan berkembang pertama kali pada bayi, dan mempengaruhinya dalam memahami dunianya. Persepsi merupakan sebuah proses saat seseorang memberi makna, menyimpulkan, dan menginterpretasikan kesan sensorik mereka untuk mengartikan sesuatu. Faktor yang mempengaruhi persepsi adalah: perhatian (kecenderungan untuk memperhatikan hal yang menonjol dan memperhatikan hal yang ingin diperhatikan), fungsional (kecenderungan persepsi yang dibentuk melalui kebutuhan, pengalaman, lingkungan, dan karakteristik personal), struktural (kecenderungan untuk memperhatikan struktur serta elemen pembentuk struktur dari sebuah hal, peristiwa, ataupun objek), dan generalisasi berbasis pengalaman, karakteristik, dan keyakinan.
Berkomunikasi dengan menggunakan emoticon berarti memaknai suatu bentuk berdasarkan persepsi yang dipengaruhi oleh tiga faktor, yaitu perhatian, fungsional, dan struktural. Salah satu faktor penting yang juga mendasari munculnya pemaknaan adalah pengalaman pada masa lalu.
3. Perkembangan Emoticon di Dunia
Emoticon berasal dari gabungan dua kata yaitu "emotion" yang berarti emosi, dan "icon", yang berarti ikon. Emoticon yang merupakan singkatan dari emotional icon adalah hal yang menggambarkan ekspresi wajah yang diwakilkan dengan karakter (tanda baca, huruf, angka, dan lain-lain) yang dibuat sesuai dengan mood seseorang . Emoticon sering digunakan untuk merespon suatu berita dan dapat mengubah interpretasi dari sebuah teks melalui perbedaan emosi yang mendasari berita atau pesan tersebut. Emoticon yang tepat dapat membantu mengekspresikan perasaan pada tulisan ataupun komentar khususnya di internet. Dalam konteks komunikasi melalui internet, emoticon juga berfungsi untuk mempermudah menangkap emosi penulis serta untuk mencegah kesalah pahaman yang sering terjadi saat penulis ingin membuat joke, yang sering disalah artikan sebagai penghinaan oleh pengguna internet lain.
Emoticon tertua yang tercatat adalah pada tahun 1862, yang baru ditemukan pada tahun 2004 oleh tim arsip perusahaan digital Proquest Stumbled Across. Mereka
Gambar 4. Transkrip pidato Abraham Lincoln yang tercatat emoticon tertua di dunia. Sumber: http://tidakmenarik.files.wordpress.com/2009/05/lincoln-emoticon-1862.jpg
menemukan transkrip pidato Presiden Amerika terdahulu, Abaraham Lincoln. Di dalam transkrip tersebut, di sebelah kata "laughter", terdapat susunan karakter tanda titik koma yang diletakkan bersebelahan dengan tanda kurung sehingga menyerupai ekspresi senang. Sampai sekarang hal tersebut masih dipertanyakan apakah hal tersebut memang dimaksudkan untuk menggambarkan suatu ekspresi (dalam hal ini adalah ekspresi laughter), atau merupakan kesalahan dalam pengetikan.
Emoticon pertama yang diterbitkan dalam media cetak adalah artikel yang membahas tentang "Typographical Art" di majalah America Puck (majalah tersebut sekarang sudah tidak ada) pada tanggal 30 Maret 1881. Artikel tersebut menggambarkan 4 (empat) ekspresi wajah sederhana yaitu ekspresi kegembiraan, ekspresi melankois, ekspresi tidak bersimpati, dan ekspresi kaget/terkejut.
Sedangkan emoticon pertama di internet ada pada 19 September 1982 pada pukul 11:44. Saat itu, Scott Fahlman yang merupakan Profesor Ilmu Komputer di Universitas
Carneige Mellon, membuat pesan pada bulletin boards CMU CM yang menyertakan rangkaian karakter yang menunjukkan sebuah ekspresi. Emoticon pertama di dunia internet ini berupa rangkaian karakter ASCII (American Standard Code for Information Interchange). Karakter tersebut jika dilihat dengan memiringkan kepala ke kiri, terlihat seperti wajah yang sedang tersenyum. Data bersejarah tersebut kemudian ditemukan pada tanggal 10 September 2002 oleh Jeff Baird pada backup tapes yang pernah digunakan pada kurun waktu 1981-1983.
Beberapa bulan kemudian, emoticon tersebut dan variasinya telah menyebar melalui ARPANET (purwarupa internet) dan USENET yang dikembangkan oleh Scott dan kawan-kawan. Menurut Scott Fahlman, penggunaan emoticon sudah menyebar luas pada tahun 1980-an dan menjadi budaya sosial di dunia maya yang masih digunakan sampai saat ini dengan variasi ekspresi yang lebih luas dan wujud yang berbeda.
Bentuk emoticon sekarang banyak diganti dengan grafis/gambar kecil dan bentuk
Gambar 5. Emoticon pertama pada media cetak. Sumber: http://tidakmenarik.files.wordpress.com/2009/05/01-emoticon-puck-1881.jpg
kuning bulat yang lebih sederhana, yang dikenal dengan sebutan smiley. Terdapat juga alternatif untuk menampilkan smiley, yaitu dengan menggunakan rangkaian karakter tertentu. Rangkaian karakter tersebut termasuk dalam ASCII. Untuk mencegah perubahan karakter teks ke bentuk grafis yang lebih simpel, penulisan karakter yang membentuk emoticon, dibalik secara horizontal.
Bulatan kecil kuning yang juga menggambarkan ekspresi (smiley) yang merupakan perkembangan dari emoticon
ini muncul pada tahun 1963 pada dunia nyata, diciptakan oleh Harvey Ball yang merupakan seorang seniman komersil di Worcester, Massachusetts. Ia mendesain bentuk tersebut untuk perusahaan asuransi State Mutual Life, yang pada saat itu ingin membuat kampanye internal dalam rangka meningkatkan moral dan kinerja kerja pegawainya. Harvey Ball tidak mematenkan bentuk tersebut, sehingga bentuk tersebut menjadi milik publik.
Pada tahun 1971, Franklin Loufani, seorang jurnalis Prancis, mematenkan logo smiley
Gambar 6. Bentuk emoticon yang dipopulerkan Scott Fahlman.
Gambar 7. Yelow Smiley oleh Harvey Ball. Sumber: http://www.worcestermass.org/media/ events/yellow-smile.gif yang diberi nama Smiley World dan menjual lisensinya ke seluruh Eropa. Logo tersebut digunakan oleh lebih dari 100 negara dan lebih dari 25 jenis produk barang dan jasa. Harvey Ball sendiri pada akhirnya mendirikan perusahaan World Smile dan mematenkan hasil karyanya pada tahun 1999. Keuntungan dari penjualan lisensi tersebut disumbangkan untuk membiayai yayasan amal World Smile Foundation.
Komunitas sosial dan lingkungan pergaulan merupakan salah satu faktor yang memperngaruhi gaya hidup urban saat ini. Pemanfaatan aplikasi emoticon berkembang ke media dan perangkat seluler seperti sms (short message service) serta BBM (BlackBerry messenger) yang memungkinkan adanya penggunaan emoticon. Karena itu, visual emoticon semakin bervariasi, dari yang awalnya hanya berupa susunan karakter berubah menjadi komposisi elemen grafis yang beraneka ragam. Perubahan yang paling sederhana adalah menjadi bentuk smiley (bulatan kuning berekspresi). Bentuk smiley ini banyak digunakan di situs web, e-mail, dan fasilitas messenger.
Untuk memudahkan penggunaan smiley
ini, penyedia layanan forum online, email ataupun portal menyediakan seri kode yang dapat dipilih untuk memunculkan/ memakai secara otomatis smiley tertentu dengan mengetikkan kode karakter yang telah diprogram. Beberapa contohnya dapat dilihat pada gambar 9.
Dengan aplikasi smiley ini, pesan yang disampaikan juga mulai berkembang, dari yang awalnya hanya berupa bentuk ekspresi sampai dengan yang benar-benar hanya menjadi ikon dan tidak membentuk ekspresi (ikon monyet, serangga, alien, seperti contoh pada lampiran).
Bentuk smiley pun selanjutnya berkembang lagi menjadi bentuk animasi, yang pertama kali diperkenalkan di Jepang dengan sebutan Kaoani. Kaoani berasal dari kata kao yang berarti wajah, dan ani yang berasal dari kata animasi. Sebutan lain dari kaoni adalah puffs, anime blobs, anikaos, dan anime emoticon (animated emoticon). Anime emoticon ini melakukan gestur tertentu untuk menunjukkan suatu ekspresi. Tadinya hanya berbentuk kepala tetapi kemudian berkembang dan memiliki bagian tubuh lain (lengan sampai dengan kaki). Bentuk anime emoticon ini dapat berupa hewan, makanan, karakter kartun, bentuk berwarna-warni dan sebagainya dengan format gambar (file dengan ekstensi gif). Karena bergerak, emoticon ini secara tidak langsung membuat dunia forum internet menjadi lebih hidup.
Perkembangan emoticon yang dianimasikan serta icon yang dapat diinput tanpa harus memasukkan kode ASCII tertentu tentunya memudahkan proses penggunaan emoticon serta mengembangkan wawasan dari pengguna internet.
3.1 Emoticon Gaya Barat dan Timur
Perkembangan emoticon memiliki gaya tertentu yang berbasis pada budaya yang melatarinya. Dalam hal ini gaya visual emoticon dikategorikan menjadi 2 (dua),
Gambar 8. Penggunaan smiley pada salah satu penyedia fasilitas email. Sumber: http://www.gmail.com
yaitu gaya barat dan timur.
a. Gaya Visual Berdasarkan Budaya Barat
Pada gaya visual ini, biasanya emoticon dibaca dari kiri ke kanan, seperti pada cara baca pada umumnya menurut budaya Barat. Bagian kiri dari emoticon adalah mata, diikuti dengan hidung dan mulut. Untuk mengenalinya dengan lebih mudah, dapat dengan cara memiringkan kepala ke kiri dan membacanya dari atas ke bawah. Bentuk dasar emoticon yang muncul adalah berdasarkan keterangan di atas yang kemudaian muncul banyak transformasi bentuk, salah satunya menggunakan atau tidak menggunakan hidung, dan menggunakan karakter lain (variasi) untuk menghasilkan perasaan yang sedikit berbeda.
Contoh: makna sedih diwakili oleh emoticon :( , dan :(( dapat diartikan sangat sedih.
Sebaliknya, :) dapat diartikan senang, dan :D serta :P juga :-> merupakan variasi dari perasaan senang yang menggambarkan tertawa atau senang dalam konteks bercanda yang dipersepsikan dengan orang yang menjulurkan lidahnya ke samping. Begitu pula, emoticon :3 dapat diartikan senyum yang sangat lucu. Kombinasi yang juga sering digunakan adalah <3 yang bisa diartikan cinta, dan </3 yang bisa diartikan putus cinta/patah hati. Pada perkembangannya, saat kita mengetik karakter <3 akan otomatis berubah menjadi ♥.
Karakter "=" sering digunakan untuk menggantikan karakter ":". Cotohnya adalah pada ekspresi senang :) bisa digantikan dengan =). Karakter yang bisa saling menggantikan juga adalah "O", "o", dan "0", yang dapat memberikan efek yang berbeda-beda dan akan terlihat lebih bagus
| 0 | :) | happy | (C) | :-c | call me - New! |
|---|---|---|---|---|---|
| @ | :( | sad | 43 | h :)] | on the phone - New! |
| 0 | ;) | winking | 096 | ~X( | at wits' end - New! |
| 0 | :D | big grin | 96 | :-h | wave - New! |
| 3 | ;;) | batting eyelashes | T | ) :-t | time out - New! |
| 0 | >:D< | big hug | 60 | 8-> | daydreaming - New! |
| 9 | :-/ | confused | 3 | I-) | sleepy |
| @ | :x | love struck | @ | 8-| | rolling eyes |
| 0 | :"> | blushing | • | L-) | loser |
| 0 | :P | tongue | 9 | :-& | sick |
| 0 | >* | kiss | (3) | :-$ | don't tell anyone |
| 3 | =(( | broken heart | 0 | [-( | not talking |
| 3 | :-0 | surprise | 3 | :0) | clown |
| 8 | X( | angry | a | 8-} | silly |
| (3) | :> | smug | 0 | <:-P | party |
| 0 | B-) | cool | 0 | (:| | yawn |
| 9 | :-S | worried | 9 | =P~ | drooling |
| 9 | #:-S | whewl | :-? | thinking | |
| 1 | >:) | devil | 3 | #-0 | ďoh |
| • | :(( | crying | 3 | =D> | applause |
| 0 | laughing | :-SS | nailbiting | ||
| (4) | :1 | straight face | 3 | @-) | hypnotized |
| 0 | /:) | raised eyebrow | 9 | :^0 | liar |
| 930 | =)) | rolling on the floor | :-W | waiting | |
| 0 | 0:-) | angel | 3 | :-< | sigh |
| * | :-B | nerd | 3 | >:P | phbbbbt |
| 69 | =; | talk to the hand | - | <):) | cowboy |
Gambar 9. Kode karakter untuk membentuk emoticon dalam Yahoo Messenger. Sumber: http://www.labnol.org/assets/ images/FullListofYahooSmileysor EmoticonsforYaho_A28/yahooemoticons.gif
pada saat menggunakan font tertentu.
Di Skandinavia, emoticon =) lebih umum daripada penggunaan emoticon :) dan kadang penggunaan ")" dan "(" diubah menjadi "]" dan "[". Karakter spesial juga biasanya digunakan, seperti karakter dengan tanda umlaut (Ö) yang dapat diartikan sebagai :O dengan posisi yang tegak (Lihat lampiran, Tabel 1).
b. Gaya Visual berdasarkan budaya Asia (khususnya Jepang)
Pengguna emoticon dari Asia Timur khususnya Jepang mempopulerkan gaya yang dapat dibaca dan dimengerti tanpa memiringkan kepala ke samping. Gaya ini digunakan di Jepang sekitar tahun 1986-an. Format emoticon tersebut adalah seperti (*_*). Karakter bintang merupakan mata sedangkan karakter underscore merupakan mulut dan tanda kurungnya merupakan frame/outline wajah. Bahkan pada perkembangan kekinian, penggunaan tanda kurung tidak selalu muncul jika emosi yang dimunculkan tidak kompleks atau sekedar memunculkan ekspresi wajah. Berbagai emosi diekspresikan dengan mengubah karakter yang merepresentasikan bentuk mata. Jika karakter bintang pada (*_*) diubah menjadi (-_-), (T_T) atau (^_^), maka ekspresi yang terbentuk akan menjadi berbeda. Emoticon yang dikembangkan dalam gaya ini, tidak hanya memiliki ekspresi, tetapi juga memiliki gestur tertentu.
Ekspresi khas yang dipengaruhi kebiasaan dan kebudayaan Asia juga terdapat dalam style ini. Contohnya adalah ekspresi malu di Jepang sangat khas digambarkan dengan pipi merah merona yang bergaris. Sehingga bentukan emoticonnya menjadi (^////^). Hal ini juga banyak dipengaruhi oleh detail dan cara penggambaran ekspresi pada kartun Jepang. Selain itu, emoticon dengan karakter mulut imut dan kecil juga dapat digunakan sehingga menghasilkan bentuk yang lebih lucu seperti (^.^), dan kadang sama sekali tidak menggunakan mulut (^^). Tanda kurungnya juga dapat diubah menjadi "{" atau "[" maupun dihilangkan.
Satu karakter yang juga sering digunakan adalah karakter koma atas dan titik koma untuk menggambarkan ekspresi cemas (-_-') (-_-;), seperti visualisasi bulir keringat (sweatdrop), yaitu berkeringat karena tegang, yang banyak ditemukan pada kartun Jepang/anime dan komik Jepang /manga.
Pada gaya budaya Asia, juga terdapat gaya yang disebut dengan 2Channel Style, yang banyak digunakan oleh orang Jepang. Gaya ini menggunakan double byte character
Gambar 10. Contoh kaoani/anime emoticon. Sumber: kiri: http://puciattola.altervista.org/kaoani.htm, kanan: http://www.kaskus.us
codes, sehingga memiliki varian karakter yang lebih banyak dan bervariasi. Karakter tersebut diambil dari bentuk alfabet yang lebih beragam (seperti karakter huruf Jepang, Korea, dan Cina), diluar huruf A-Z (Lihat lampiran, tabel 2, 3, dan 4).
3.2 Tinjauan Emoticon dalam Komunikasi
Emoticon merupakan salah satu bagian dari proses komunikasi yang berarti penyampaian informasi yang mencakup pesan, ide, dan gagasan, dari satu pihak ke pihak lain agar terjadi saling mempengaruhi (interaksi) di antara keduanya. Berdasarkan Teori Komunikasi, tujuan utama emoticon adalah mengungkapkan perasaan kepada pihak lain. Jenis komunikasinya sendiri adalah termasuk komunikasi non verbal karena tidak menggunakan kata-kata, tetapi menggunakan ekspresi dan gestur. Emoticon termasuk sebagai komunikasi tidak langsung karena menggunakan alat, media, mekanisme dalam proses penyampaiannya, dalam hal ini medianya adalah internet. Emoticon termasuk dalam komunikasi multi sasaran yang dilakukan secara personal, karena pada akhirnya emoticon tersebut dilihat dan dipresepsi oleh banyak orang tetapi berdasarkan arah pesannya, emoticon memiliki bentuk komunikasi timbal balik karena memungkinkan penerima pesannya untuk memberikan umpan balik kepada pengirim pesan.
Beberapa hambatan yang mungkin muncul dalam komunikasi yang memanfaatkan
emoticon, yaitu penyampaian pesan emoticon dapat terhambat karena proses komunikasi yang kurang baik, antara lain karena adanya simbol/kode yang tidak dimengerti oleh pihak penerima pesan karena perbedaan budaya, perbedaan wawasan, perbedaan paradigma, atau bahkan kesenjangan teknologi antara pengirim pesan dengan penerima pesan.
Cara komunikasi yang dilakukan tiap daerah dan negara berbeda-beda tergantung dari keadaan alam dan budaya masing-masing. Hal tersebut juga berlaku pada komunikasi tidak langsung menggunakan emoticon. Cara penggambaran emoticon dengan gaya visual budaya barat lebih langsung dan lugas, dengan menggunakan ekspresi wajah yang langsung menggambarkan perasaan, sedangkan cara penggambaran emoticon dengan gaya visual budaya asia khususnya Jepang lebih luas dari sekedar ekspresi visual tetapi juga ekspresi gerak tubuh atau gestur dengan banyak mengambil detail elemen dari kartun Jepang.
3.3 Tinjauan Emoticon dalam Gestalt dan Persepsi Visual
Emoticon yang terdiri dari komposisi karakter dipersepsi dan dimaknai sebagai satu bentuk presepsi dan hal tersebut dimaknai hampir sama di dunia dan dapat dijelaskan melalui teori Gestalt. Secara sadar dan tidak sadar manusia cenderung mengorganisasikan komponen yang memiliki hubungan, pola, dan kemiripan,
Gambar 11. Tahapan pembentukan persepsi berdasarkan prinsip gestalt dari foto bergerak ke icon lalu emoticon dah berakhir ke interaktif icon
menjadi satu kesatuan. Interaksi antara individu dan lingkungan disebut dengan perceptual field.
Setiap perceptual field memiliki organisasi, yang cenderung dipersepsikan sebagai figure and ground. Dalam mempersepsi emoticon, secara tidak sadar karakter berperan sebagai figure dan bidang negatif atau latarnya berperan sebagai ground. Persepsi visual bukan semata-mata menggambarkan apa yang dilihat manusia melalui retinanya, tetapi menjelaskan persepsi dari apa yang benar-benar dilihat oleh manusia. Dengan kata lain adalah memberi arti pada objek yang dilihat oleh manusia. Persepsi visual ini berasal dari indera pengelihatan yang mengirimkan sensornya ke otak untuk diproses dan diterjemahkan. Persepsi merupakan proses saat seseorang memberi makna, menyimpulkan, dan menginterpretasikan kersan sensorik mereka untuk mengartikan sesuatu.
Unsur yang saling berdekatan dalam bidang pengamatan akan dipandang sebagai
suatu bentuk tertentu. Hal ini terlihat pada susunan komposisi karakter yang membentuk emoticon. Selain itu, arah baca yang umum berlaku di dunia adalah dari kiri ke kanan dan dari atas ke bawah. Oleh karena itu bentuk-bentuk seperti :) atau =) masih dapat dipersepsikan seperti wajah yang tersenyum seperti halnya (^__^) atau (@__@) berdasarkan kedekatan dan korelasi berdasarkan konsep figure-ground yang pada tahap pembentukan persepsi akhir/lanjutnya dibangun oleh konsep closure. Walaupun dalam beberapa kondisi tertentu, konsep arah baca dari kanan ke kiri tidak menjadi sesuatu yang menyulitkan pembentukan persepsi visualisasi wajah yang diinginkan. Berdasarkan organisasi mental set dan kesinambungan pola yang terbentuk dalam benak setiap orang mengenai senyum memiliki keseragaman visualisasi yang disederhanakan menjadi visualisasi mata dan visualisasi lengkung yang membentuk senyuman.
4. Kesimpulan
Emoticon dapat dipersepsi oleh seseorang dengan beberapa alasan. Pertama proses
komunikasi harus berjalan dengan lancar tanpa hambatan. Yang kedua, karena secara tidak sadar manusia melakukan pengelompokan/pengorganisasian yang dalam istilah psikologi dikenal dengan sebutan Gestalt dan manusia cenderung untuk mengamati suatu hal secara menyeluruh, bukan hanya melihatnya secara perbagian. Selain itu karena manusia suka mengasosiasikan dan menghubunghubungkan hal yang saling berdekatan. Alasan yang ketiga adalah, karena manusia memiliki pengalaman/memori, yang muncul di otak pada saat mempersepsi emoticon. Hal lain yang juga mempengaruhi adalah daerah/negara asal seseorang. Persepsi dan proses komunikasi yang berbeda menyebabkan adanya variasi gaya visual pada emoticon karena cara berkomunikasi suatu daerah berbeda dengan daerah lain, tergantung pada keadaan alam dan budaya yang ada.
Emoticon sendiri berkembang dari bentuk yang hanya berupa susunan karakter menjadi bentuk yang lebih sederhana smiley atau lebih kompleks seperti anime emoticon atau kaoani karena alasan kemudahan pada saat mempersepsi. Hal ini dipengaruhi oleh perkembangan jaman yang menginginkan segalanya menjadi lebih praktis atau lebih komunikatif dengan nuansa emosi yang lebih kuat.
Hasil tinjauan emoticon dari perkembangan gaya visual yang dipengaruhi budaya menunjukkan bahwa paradigma berbasis budaya barat cenderung berkonsentrasi pada ekspresi wajah untuk mengungkapkan sesuatu dan menunjukkan perasaan mereka. Karena itu orang berbasis paradigma gaya visual budaya barat lebih bermain pada jarak visual (close up, medium, long shot, dll) dan menekankan pada ekspresi wajah. Sedangkan orang berbasis budaya timur selain menggunakan ekspresi wajah, juga menggunakan gestur juga untuk mengungkapkan sesuatu dan menunjukkan perasaan mereka. Ekspresi
wajah masih dapat berbohong, namun gestur adalah ambang bawah sadar yang tidak dapat dimanipulasi. Tetapi pada perkembangannya, gaya visual berbasis budaya barat dan gaya visual berbasis budaya timur tersebut bercampur menjadi satu dengan ekspresi yang lebih kompleks. Salah satu implementasi dari percampuran tersebut adalah munculnya assicons dan boobiecons, bentuk emoticon yang tidak lagi membatasi pada area ekspresi wajah saja (lihat lampiran, tabel 5 Contoh Emoticon lain (Assicons dan boobiecons) dan Pembentukan Persepsinya).
Merujuk pada budaya visual berbasis aplikasi online yang semakin merajalela, perkembangan emoticon tentu akan semakin bervariasi dan emoticon pun akan semakin sering digunakan untuk berekspresi serta menunjukkan emosi maupun sebagai penggambaran dari ikon tertentu, selama kebutuhan untuk berkomunikasi yang memasukkan unsur emosi masih dianggap belum terwadahi secara optimal.
5. Daftar Pustaka
Gordon, Ian E. 2004. Theories of Visual Perception. Psychology Press.
King, D. Brett, Michael Wertheimer. 2007. Max Wertheimer & Gestalt Theory. Transaction Publishers.
Mulyana, Deddy. 2006. Ilmu Komunikasi Suatu Pengantar. Bandung, PT. Remaja Rosdakarya.
Sanderson, David W. 1997. Smileys. O'Reilly media.
Suharman. 2005. Psikologi Kognitif. Surabaya, PT. Srikandi
http://piology.org/smiley.txt.diunduh pada 12 November 2010
http://club.pep.ne.ip/-hiroette/en/ facemarks/body.html. diunduh pada 12 November 2010
http://messenger.yahoo.com/features/ emoticons diunduh pada 10 November 2010
http://en.wikipedia.org/wiki/list of emoticon diunduh pada 10 November 2010
http://en.wikipedia.org/wiki/ emoticon#2channel_style/ diunduh pada 10 November 2010
http://www.scribd.com/doc/17403518/ diunduh pada 12 November 2010
http://teddykw3.wordpress. com/2008/08/11/sensasi-persepsimemori diunduh pada 20 Oktober 2010
http:// maulbaikyah.blogspot. com/2010/06/sejarah-emoticonemoticon-pertama-di.html diunduh pada 20 Oktober 2010
http://id.wikipedia.org/wiki/persepsi/ diunduh pada 11 November 2010
http://id.wikipedia.org/eiki/efek_halo diunduh pada 11 November 2010
http://indoforum.org/showthread. php?t=74031 diunduh pada 11 November 2010
LAMPIRAN
Tabel 1. Contoh Emoticon yang Dikembangkan Berbasis Budaya Barat dan Pembentukan Persepsinya
| Emoticon | Bentuk | Arti |
|---|---|---|
| :-) :) :0) :] :> | - Karakter : = me wa kili mata | Ekspresi senang (tersenyum) |
| =1 =} :} c: | -Karakter: 8 x = mewakili mata | |
| - Karakter - o mewakili hidung | ||
| - Karakter ) ] > ) mewakili mulut yang mengarah | ||
| ke atas | ||
| :-D :D 8D xD | - karakter D mewakili mulut yang terbuka lebar | Ekspresi senang (tertawa) |
| =D | Ekspresi imut | |
| =3 :3 | - Karakter 3 mewakili bibir yang berlipat | (memonyongkan bibir) |
| :-( :( :c :< :[ : | -Karakter ( c < [ { mewakili mulut yang | Ekspresi sedih (cemberut & |
| { :'( ;'( | mengarah ke bawah | menangis) |
| - Kara kter ' mewakili air mata | ||
| : - 9 | - Kara kter 9 mewakili li dah yang dijulurkan ke | Ekspresi usil (menjulurkan |
| :-P :P XP :-p : | atas | lidah) |
| p =p :-b :b | - Karakter P p b mewakili lidah yang menjulur | |
| ;-);) *);];D | - Karakter ; * mewakili mata | Ekspresi menggoda |
| - Karakter ) ] D mewakili mulut yang mengarah | (mengedipkan mata) | |
| ke atas dan terbuka | ||
| :-0 :0 80 | - Karakter : 8 m ewa kili mata | Ekspresi terkejut |
| - Karakter o O mewakili mulut yang menganga | ||
| :-/:/:\=/=\ | - Karakter / s m ewa kili mulut yang mengarah ke | Ekspresi ragu-ragu/tidak |
| :S | atas dan mulut yang berlipat | yakin |
| : )~ :-)> | - Karakter ) mewakili mulut yang mengarah ke | Ekspresi ingin (dengan air liur |
| atas | menetes) | |
| :-X :x :-# :# | - Kara kter ~ mewakili air liur - Kara kter x # mewakili mulut yang | Ekspresi tutup mulut |
| ^ # . # | disegel/diselotip | Ekspresi tutup mulut |
| O: -) 0:3 O:) | - Karakter O 0 mewakili ring malaikat | Ekspresi tak bersalah |
| . , , | - Karakter ) 3 mewakili mulut yang mengarah ke | |
| atas dan bibir yang berlipat | ||
| >:) >:) >:-) | - Karakter > mewakili dahi yang dikerutkan | Ekspresi licik (tersenyum |
| - Karakter ) mewakili mulut yang mengarah ke | penuh kepalsuan) | |
| atas | ||
| B) B-) 8) 8-) | - Karakter B 8 mewakili kacamata hitam | Ekspresi cool menggunakan |
| - Karakter ) mewakili mulut yang mengarahke | aksesoris kacamata hitam | |
| atas | ||
| D :< D- :< :-@ | - Karakter < mewakili dahi yang dikerutkan | Ekspresi marah (mengomel) |
| - Karakter D @ mewakili mulut yang terbuka dan | ||
| mengarah ke bawah | ||
| >:( >:C ;( | - Karakter > mewakili dahi yang dikerutkan | Ekspresi kesal (cemberut |
| - Karakter ( C mewakili mulut yang mengarah ke bawah | dengan dahi berkerut) | |
| : u | - Karakter u mulut yang menganga | Ekspresi kagum |
| ! | - Karakter - mewakili iari-iari | Ekspresi mengumpat |
| 1 | - Karakter - mewakili jari-jari - Karakter ! mewakili jari tengah | (member i jari tengah) |
| \o/ | - Karakter \ / mewakii jan tengan | Ekspresi bahagia |
| v=1 | - Karakter o me wak ili kepala | (mengangkat tangan) |
| \0 0/ | - Karakter \ / mewakili tangan orang pertama | Ekspresi sapaan (saat |
| dan orang ke dua | bertemu & berpisah) | |
| 0/\0 | - Karakter / \ mewakili tangan orang pertama | Ekspresi kesamaan dan |
| 100000 | dan orang kedua yang bersentuhan | setuju (tos) |
(Sumber: http://piology.org/smiley.txt, www. wikipedia.org)
Tabel 2. Contoh Emoticon yang Dikembangkan Berbasis Budaya Jepang dan Pembentukan Persepsinya
| Em oti con | Bentuk | Arti |
|---|---|---|
| d^_^ d | - Kara kter d me waki li jempol | Ekspresi hebat |
| -Karakter ^ - mewakili mata | (mengacungkan jempol) | |
| - Kara kter mewakili mulut | ||
| d'-' d'' d'-'b | - Karakter ' mewakili mata | Ekspresi lebih hebat |
| d '_' b | - Kara kter d b mewakili je mpol kanan dan kiri | (menga cungka n 2 jempol) |
| (^_^) (^_^) (^ ^) | - Kara kter ( ) mewakili frame wajah | Ekspre si s enang |
| (^.^) | - Kara kter mewakili mulut | |
| (~_^) (^_~) | - Kara kter ~ mewakili kedipa n mata | Ekspre si genit (mengedipkan mata) |
| (>_<) (>.<) | -Karakter > < mewakili mata | Ekspresi takut (memejamkan mata dengan kuat) |
| () | Ekspresi bete (dan malas) | |
| (^o^) |
| Ekspre si senang |
| (^3^) |
| Ekspresi sayang |
| (^_^′) ^^″ ^_^″ | -Karakter " mewakili keringa t | (mencium) E kspresi mem aklumi (be rkeringa t) |
| d(>w<)b | -Kara kter w mewakili mulut | Ekspres i sangat hebat (mengacungkan jempol) |
| q(;^;)p | -Karakter; mewakili a ir mata | Ekspresi payah (jempol mengacung ke bawah |
| (;_;) (T_T) (T^T) (ToT) (T^T) (Q_Q) T.T.T.T_T | -Karakter; T Q mewakili air mata | dan bibir yang mencibir) Eks presi sedih (menangis) |
| (_) (_) | -Kara kter . , me waki li mata | Ekspresi pahit dan kecewa (mata mengarah ke bawah) |
| [()] ZZzzz | -Kara kter [( )] mewa kili frame wajah di atas bantal | Sedang tidur |
| [()] 22222 | - Karakter ZZzzz mewa kili dengkuran | Sedang tidai |
| (X_X) x_x | -Karakter X x me wakili mata | Ekspresi tak ber da ya (mati) |
| 0.0 O_0 @_@ O_O 00 (*_*) & & | -Kara kter 0 o O @ * & mewa kili mata | Ekspresi ka get/terke ju t (mata melotot) |
| ^///^ >///< >///> | -Kara kter ^ o - = mewakili mata | Ekspresi malu (muka |
| 0///0 | -Karakter /// mewakili pipi yang tersipu | yang tersipumalu) |
t(>.| -Karakter t mewa kili jari tengah | Ekspre si mengumpa t | (mengacung kan jari tengah) |
| \m/ *.* \m/ \m/\>. | - Kara kter \m/ m ewa kili jari tangan | Ekspresi metal (menjulurkan jari telunjuk dan kelingking dengan posisi punggung |
| x_0 | -Karakter x O mewakili mata (lebam) | tangan berada di depan) Ekspresi kekalahan (mata bonyok/biru) |
| O| -|_ or z | - Kara kter O o mewak ili kepala | Ekspresi depresi (posisi |
| -Karakter | r mewakili badan bagian atas (tangan) | ba da n b er lutu t tam pak | |
| -Kara kter | z mewakili badan bagian bawah (ka ki) | samping) |
(Sumber: http://club.pep.ne.jp/~hiroette/en/ facemarks/body.html, www.wikipedia.org)
Tabel 3. Contoh Emoticon yang Dikembangkan Berbasis (gestur) Budaya Jepang dan Pembentukan Persepsinya
| Emoticon | Bentuk | Arti |
|---|---|---|
| m9(^Д^) - Karakter m | 9, m ewa kili jari yang menunjuk | Ekspresi mengolok (jari |
| - Karakter ( | , mewa kili frame wajah | menunjuk dan tertawa) |
| - Karakter ^. | me wa kili mata gembira | , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , |
| - Karakter Д | mewakili mulut menganga | |
| m( )m - Karakter m | Ekspresi minta maaf dar | |
| - Karakter ( | me wakili frame wajah | juga penghormatan |
| - Karakter | mewakili mata terpejam | (budaya Jepang) |
| ('·ω· `-)Karakter( | me wakili frame wajah | Ekspresi kalah, merajuk |
| - Karakter | mewa kili alis mata | (mem onvongkan mulut |
| - Karakter • | mewakili mata | dengan alis menekuk ke |
| - Karakter ω | bawa h | |
| - Karakter : | mewakili a ir mata | Ekspresi sedih |
| IIIC WAKIII A II TITAGA | (menangis) | |
| (´; ω; `) `(´— `) / Karakter ` | / mewakili tanan kanan dan kiri yang | Ekspresi lega, ke da maia |
| ( — ) A Karakter ( | pikiran | |
| - Karakter ( | diangkat mewakili framewajah | рікітан |
| - Karakter | mewa kili mata | |
| - Karakter — | mewakili mulut | Ekspresi terganggu, kes |
| `(´Д´)ノ - Karakter`´ | Ekspresi terganggu, kes Ekspresi marah, kesal | |
| - Karakter Д | (dengan tanda #di pipi | |
| (# ˙Д˙) - Karakter# | vang biasa digunakan d | |
| - Karakter | mew akili mata | kartun Jepang) |
| ( ? ` ) - Karakter ? | m ewa kili mulut menganga | Ekspresi bebas |
| (menghela nafas lega) | ||
| +('∼`; )+ Karakter + | mewakili tangan yang menekuk ke arah atas, | |
| sejajar | Ekspresi tidak tahu | |
| - Karakter ∼ | (mengangkat tangan | |
| - Karakter; | me wakili k eringat | sambil ditekuk) |
| Σ(° д°;)- Karakter Σ | mewakili tangan yang menekuk ke arah kepala | E1 |
| Ekspresi kaget (mata | ||
| - Karakter д | υ mewakili mulut yang me nganga dan | melotot dan mulut |
| ('Д`)/('·ω·') | mem onyong kan bibir | menganga) |
| - Karakter/ | mewakili tangan | Ekspresi menghibur |
| (menepuk kepala orang | ||
| - Karakter ? | mewa kili mulut yang terbuka ke arah bawah | di sebelah yang sedang |
| ( '? `)o)? `) | sedih) | |
| - Karakter ヾ | mewakili tangan | Ekspresi menghibur |
| - Karakter; | me wakili k eringat | (mengelus pipi orang di |
| sebelah) | ||
| (·?·) ヾ(;) | ||
| Ekspresi menyalahkan | ||
| - Karakter y | mew akili tangan yang memegang rokok | (menunjuk dan |
| - Karakter ~ | me wakili a sa p | menggerak-gerakkan |
| tangan ke orang di | ||
| ('')y-~~ Karakter σ | mewakili tangan | sebelah) |
| - Karakter? | mewakili irama musik | |
| ? mewa kili tangan | Posisi merokok (berasa) | |
| ?? ( • o •)? ?? ( • o •)? ? | ||
| ? (·o·)? ?? (·o·) ? ?? (·o·)? ? | Ekspresi senang (menar | |
| mengikuti musik) |
(Sumber: http://club.pep.ne.jp/~hiroette/en/ facemarks/body.html, www.wikipedia.org)
Tabel 4. Contoh Emoticon yang Dikembangkan Berbasis (gestur) Budaya Jepang dan Pembentukan Persepsinya (yang lebih kompleks)
| Emoticon | Bentuk | Arti |
|---|---|---|
| ^ Karakter o mewakili tangan yang memegang | Ekspresi puas (tos gelas | |
| ( ,,) 0 | | | 0 ( , | gelas gelas | untuk merayakan |
| - Karakter 🗎 mewakili gelas | sesuatu) | |
| 25-21-02-11-05 | 1-) Kå rakter — ? Дтеwakili mulut | Ekspresi kekompakan |
| 1 1/1/1: 1/1/2 | - Karakter 、人 mewakili tangan | (posisi 3 orang yang |
| - Karakter 🔨 mewakiii tangan | melakukan tos) | |
| (**) 00( ) | - Karakter oO( ) mewakili balon kata | Ekspresi berpikir |
| (- /00( ) | - Karakter ., oo() mewakii balon kata | (digambarkan dengan |
| me nggunaka n balon | ||
| kata) | ||
| CONTACT ANALOG | -)Karakter ೮ mewakili bisikan (budaya Jepang) | Berbisik kepada orang di |
| (A) (A ) (A | frances of methodistribusing (baddyaseparg) | sebelah |
| mt, u, mxm, u, m | L Karakter щ | Ekspresi menantang |
| 1 | and a second second | (mengajukan jari tengah |
| 1 | dengan mulut terbuka) | |
| ( on ) | - Karakter 🦈 mewakili tangan | Ekspresi se dih (tangan |
| 0 | yang mengusap air mata) | |
| (*?*)アハハ八八/\//\/\/ | \Ká řaktěr アハハハハノヽノヽノヽノ | Ekspresi tertawa jaha t |
| , , , | me wakili simbol terta wa (bahasa Jepang) | (mulut terbuka dan |
| tertawa semakin keras) | ||
| d(*? ? ? *)b | - Karakter * mewakili pipi merah | Ekspresi sangat puas |
| - Karakter ? mewakili mata | (mengacungkan 2 jempol | |
| - Karakter? mewakili mulut | sambil terta wa) | |
| (? □?) | - Karakter ? mewakili mata | Ekspresi berteriak karena |
| - Karakter mewakili mulut | takut (mata terpejam | |
| erat sambil berteriak) | ||
| (°/0°) | - Karakter / mewakili tangan | Posisi memanggil |
| - Karakter O mewakili mulut | ||
| ε=ε=ε+(;΄,Δ,΄)/ | - Karakter ε= mewa kili efek berlari | Ekspresi ketakutan |
| - Ka rakter+ / mew akili ta nga n | (be rlari s am bil | |
| 1 | - Karakter; mewakili keringat | berlinangan air mata) |
| 1 | - Karakter Д mewakili mulut terbuka | |
| \(`?`)/ | - Karakter ∖/ mewa kili tangan | Ekspresi senang (tangan |
| 1 | - Karakter ? mewakili mulut | terangkat dengan mulut |
| terbuka) | ||
| (l'o'l) | - Karakter I mewakili tangan | Ekspresi kaget (tangan |
| 1 | - Karakter o mewakili mulut | terangkat dengan mulut |
| terbuka) | ||
| \(o`\!!\o) | - Ka rakter ∖/ mewa kili tangan | Ekspresi sangat marah |
| 1 | - Karakter o mewakili pipi | (gigi menggertak sambil |
| 1 | - Karakter III. mewakili mulut | mengangkat kedua |
| 2 (2 2 2 2 | K 1: 0.0 12 | tangan) |
| ? (? ? ? )? | - Karakter ? mewakili sayap - Karakter ? mewakili mulut | Ikon mala ikat |
| - Ka rakter ? mew akili m ulut |
(Sumber: http://club.pep.ne.jp/~hiroette/en/ facemarks/body.html, www.wikipedia.org)
Tabel 5. Contoh Emoticon lain (Assicons dan boobiecons) dan Pembentukan Persepsinya
| Em oticon | Bentuk | Arti |
|---|---|---|
| (_!_) | - Karakter ( ) mewakili pipi pantat kanan dan kiri | Regular ass (pantat |
| normal) | |
| - Karakter! mewakili garis tengah pantat | ||
| (_!_) | Fat ass (pantat besar) | |
| Tight ass (pantat | ||
| (!) | Tidak ada jarak pada bagian bawah pantat | kedl/sempit) |
| (_?_) | - Karakter ? m ewakili garis tengah pantat (merupakan | Dumb ass |
| istilah untuk orang yang kurang pintar) dengan | ||
| memasukkan karakter ? | ||
| (_E=mc2_) |
| Smart ass |
| (merupakan istilah untuk orang yang pintar) dengan | ||
| memasukkan rumus relativitas Einstein | ||
| (o)(o) | - Karakter ( ) mewakili payudara kanan dan kiri | Regular boobies (payudara |
| - Kara kter o me waki li puting payuda ra | normal) | |
| (0)(0) |
| Big boobies (payudara |
| besar) | ||
| (')(') | - Karakter ′ mewakili put ing payudara | Perky boobies (payuda ra |
| yang kencang) | ||
| (,)(,) |
| Saggy boobies (payudara |
| yang tidak kencang) | ||
| ($)($) | - Karakter $ mewakili puting payudara | Silicon boobi es (payudara |
| hasil operasi) dengan | ||
| puting yang digambarkan | ||
| dengan $ seba gai lam bang | ||
| 0.01.10.0 | W11-00 | uang |
| (V)!_!(V) | - Karakter (V) mewakili capit - Karakter I mewakili mata | Kepiting |
| - Kara kter _ mewakili mulut | ||
| (\supple>) | - Karakter (\ /) mewakili telinga panjang | Bentuk telinga kelinci |
| - Karakter _ mewakili batas kepala |
(Sumber: http://maulbaikyah.blogspot. com/2010/06/sejarah-emoticon-emoticon-pertamadi.html)
