1. Pendahuluan
Pengertian iluminasi dalam konteks keilmuan desain komunikasi visual adalah sesuatu yang didekorasi baik itu suatu halaman berupa ilustrasi miniatur yang menjelaskan isi konten dari teks, border yang menghiasi pada margin halaman, maupun huruf pada awal paragraf. Iluminasi berfungsi sebagai sesuatu yang menceritakan konten atau isi dari teks di mana iluminasi tersebut berada.
Pada perkembangannya, iluminasi ini bukan hanya sekedar pelengkap dalam sebuah teks bahkan dapat menjadi sajian utama komunikasi grafis dalam teks yang dapat menggugah pemirsanya untuk merasakan emosi atau imajinasi tertentu. Iluminasi huruf merupakan salah satu bagian dari Iluminasi dalam karya grafis secara luas. Iluminasi huruf adalah bentuk karya seni tipografi yang pada zaman dulu populer dan biasa digunakan pada huruf pertama dalam awal paragraf dalam teks atau dokumen.
Bentuk iluminasi huruf adalah bentuk huruf yang diberikan sentuhan ilustrasi ataupun dekorasi ornamental sehingga menjadi satu kesatuan bentuk dengan huruf
tersebut. Biasanya iluminasi huruf dapat merepresentasikan isi dalam teks. Iluminasi huruf ini menjadi sangat menarik karena ia memilIki perbedaan ukuran yang jauh lebih besar dan didesain khusus dibandingkan huruf-huruf lainnya yang hanya digunakan sebagai teks. Iluminasi huruf pada awal paragraph dikenal juga dengan nama 'huruf inisial dekorasi'.
Iluminasi huruf kuno, pertama kali ditemukan pada tahun 400 M di Roma, Italia. Iluminasi huruf ini banyak ditemukan pada lembaran-lembaran maupun bukubuku yang diproduksi khusus dan terbatas seperti kitab suci, buku-buku keagamaan, gospel, dan sebagainya. Kebanyakan iluminasi yang masih ada dan bertahan adalah iluminasi yang ditemukan pada abad pertengahan atau abad Renaissance. Dan karya-karya terbaik iluminasi muncul pada abad ke-15 karena pada masa itu iluminasi dianggap sebagai seni yang adiluhung atau high-art[1].
Pada perkembangannya iluminasi huruf ini memiliki berbagai macam perubahan dari awal zaman ditemukannya hingga zaman sekarang ini. Pada abad ke-15,
Gambar 1. Contoh iluminasi modern. (Sumber: www.designboom.com[3])
iluminasi dibuat dengan menggunakan kulit hewan yang digambar menggunakan pena maupun tinta secara manual. Tetapi saat ini iluminasi huruf sudah jarang sekali dijumpai pada literatur-literatur. Sejak kemunculan mesin cetak yang dapat memproduksi atau melipatgandakan cetakan dengan cepat dan massal, iluminasi semakin berkurang karena kurang efisiensi waktu serta sulit untuk dibuat material pelat cetaknya. Secara singkat, iluminasi mulai ditinggalkan.
Dalam industri percetakan, fungsi lebih penting dari nilai estetika. Iluminasi (kombinasi huruf dan tipografi) bergeser menjadi ilustrasi. Huruf-huruf yang tadinya menjadi berisikan ilustrasi yang kental akhirnya berubah fungsi menjadi huruf display. Sehingga iluminasi huruf saat ini lebih tepat disebut sebagai huruf inisial saja atau drop caps karena tidak ada lagi sentuhan iluminasi berupa ilustrasi maupun dekorasi ornamental pada bagian hurufnya seperti yang kita jumpai pada iluminasi huruf pada masa Gothic, Renaissance atau periode sebelumnya. Walaupun saat ini iluminasi huruf sudah ditinggalkan, beberapa tipografer (orang yang berprofesi mengolah huruf) modern mulai menunjukkan ketertarikannya pada iluminasi huruf ini. Marian Bantjes, Louise Fili, maupun Jessica Hirche adalah sebagian dari mereka berusaha untuk membangkitkan lagi romantisme iluminasi huruf yang sempat hilang dengan gaya yang lebih modern dengan memanfaatkan teknologi digital komputer[2] (lihat gambar 1).
Apakah iluminasi hanya sekedar aspek estetika dalam sebuah media cetak atau buku? Atau iluminasi dapat memiliki fungsi yang lebih esensi dalam sistem penyajian materi tulisan atau teks? Sehingga eksplorasi dan aplikasi iluminasi teks dapat dikembangkan pada hal yang lebih bermakna baik pada struktur maupun kekayaan konten, lebih dari sekedar penghias buku semata. Melalui kajian teoretis dalam
analisis konten secara kualitatif, makalah ini akan menelaah potensi penyajian konten secara sistematis dan terstruktur melalui aplikasi iluminasi dalam Injil dan manuskrip keagamaan dari abad ke-15.
2. Tipografi dan Iluminasi
Setiap bentuk huruf dalam sebuah alfabet memiliki keunikan fisik yang menyebabkan mata kita dapat membedakan antara huruf 'm' dengan 'p' atau 'C' dengan 'Q'. Keunikan ini disebabkan oleh cara mata kita melihat kolerasi antara komponen visual yang satu dengan yang lain. Sekelompok pakar psikologi dari Jerman dan Austria pada tahun 1900 memformulasikan sebuah teori Gestalt. Teori ini berbasis pada pattern seeking dalam perilaku manusia. Setiap bagian dari sebuah gambar dapat dianalisis dan dievaluasi sebagai komponen yang berbeda. Salah satu hukum persepsi dari teori ini membuktikan bahwa untuk mengenal atau 'membaca' sebuah gambar diperlukan adanya kontras ruang positif yang disebut dengan figure dan ruang negatif yang disebut dengan ground [4].
Seperti halnya tubuh manusia, huruf memiliki berbagai organ yang berbeda. Gabungan seluruh komponen dari suatu huruf merupakan identifikasi visual yang dapat membedakan antara huruf yang satu dengan yang lain. Apabila kita telah memahami anatomi huruf secara baik, dengan mudah kita dapat mengenal sifat dan karakteristik dari setiap jenis huruf. Berikut ini adalah terminologi yang umum digunakan dalam penamaan setiap komponen visual yang terstruktur dalam fisik huruf:
- a. Baseline, Sebuah garis maya lurus horizontal yang menjadi batas dari bagian terbawah dari setiap huruf besar.
- b. Capline, Sebuah garis maya lurus horizontal yang menjadi batas dari bagian teratas dari setiap huruf besar.
- c. Meanline, Sebuah garis maya lurus horizontal yang menjadi batas dari bagian teratas dari badan setiap huruf
kecil.
- d. X-Height, Jarak ketinggian dari baseline sampai ke meanline. X-height merupakan tinggi dari badan huruf kecil. Cara yang termudah mengukur ketinggian badan huruf kecil adalah dengan menggunakan huruf 'x.'
- e. Ascender, Bagian dari huruf kecil yang posisinya tepat beada di antara meanline dan capline.
- f. Descender, Bagian dari huruf kecil yang posisinya tepat berada di bawah baseline.
Setiap individu huruf ,angka, dan tanda baca dalam tipografi disebut sebagai character. Seluruh character secara optis rata dengan baseline. Tinggi dari badan huruf kecil secara optis rata dengan x-height. Setiap character apakah huruf besar atau kecil memiliki batang (stem) yang pada bagian ujung-ujungnya dapat ditemukan beberapa garis akhir sebagai penutup yang disebut terminal. Pada gambar berikut detil anatomi huruf dapat dilihat dengan jelas (gambar 2).
Perhitungan tingi fisik huruf memiliki azas optikal matematis, dengan pengertian berdasarkan perhitungan angka, beberapa huruf dalam alfabet memiliki tinggi yang berbeda-beda, namun secara optis keseluruhan huruf tersebut terlihat sama tinggi. Huruf yang memiliki bentuk lengkung dan segitiga lancip pada bagian teratas atau terbawah dari badan huruf akan memiliki bidang lebih dibandingkan dengan huruf yang memiliki bentuk datar. Apabila beberapa huruf tersebut dicetak secara berdampingan akan tercapai kesamaan tinggi secara optis.
Apabila kita perhatikan susunan hurufhuruf pada sebuah naskah dalam majalah, buku ataupun brosur, maka akan terlihat bahwa susunan dari huruf-huruf tersebut memiliki suatu disiplin dalam pengukuran dan proporsi. Hal tersebut biasanya mencakup pengukuran tinggi huruf (point/ pica), panjang baris huruf, jarak antara huruf yang satu dengan yang lain, serta jarak antar baris.
a. Point dan pica, Terdapat 3 (tiga) dasar sistem pengukuran dalam tipografi
Gambar 2. Anatomi Huruf. Sumber: Robin Chin, 2007[5] adalah: point(biasa disingkat dengan pt), pica (dibaca:paika), dan unit. Point digunakan untuk mengukur tinggi huruf, sedangkan pica digunakan untuk mengukur panjang baris. Pengukuran dari lebar persatuan huruf serta jarak antarhuruf dihitung dengan satuan unit.
- b. Keluarga huruf, Keluarga huruf terdiri atas berbagai kembangan yang berakar dari struktur bentuk dasar (regular) sebuah alfabet dan setiap perubahan berat huruf masih memiliki kesinambungan bentuk. Perbedaan tampilan yang pokok dalam keluarga huruf dibagi menjadi tiga bentuk pengembangan, yaitu : berat, proporsi, dan kemiringan.
- • Berat, Perubahan berat dari struktur bentuk dasar huruf terletak pada perbandingan antara tinggi dari huruf yang tercetak dengan lebar stroke. Bila ditinjau dari berat huruf, makan anggota dari keluarga huruf ini dapat dibagi menjadi tiga kelompok pokok, yaitu : light, regular, dan bold. Setiap anggota keluarga huruf baik light, regular, dan bold memiliki kesamaan ciri fisik, namun, dengan tampilnya perbedaan berat dapat memberikan dampak visual yang berbeda. Seperti contoh, huruf bold ini banyak sekali digunakan untuk judul (headline) sebuah naskah, baik untuk iklan, poster, maupun media terapan lainnya.
- • Proporsi, Perbandingan antara tinggi huruf yang tercetak dengan lebar dari huruf itu sendiri dapat dibagi menjadi tiga kelompok bila ditinjau dari perbandingan proporsi terhadap bentuk dasar huruf tersebut. Pembagiannya adalah condensed, regular, dan extended. Kelompok huruf-huruf condensed dapat terakomodasi lebih banyak dalam sebuah bidang atau ruang. Namun, huruf-huruf ini apabila dicetak untuk keperluan naskah dalam jumlah uang panjang akan dapat melelahkan mata.
Huruf-huruf condensed dan extended biasanya layak diterapkan untuk teks yang pendek, seperti untuk headline ataupun sub-judul (subhead).
- c. Klasifikasi huruf , Klasifikasi huruf dibuat berdasarkan atas latar belakang sejarah perkembangan tipografi yang diambil dari momentum-momentum penting dalam perjalanan sejarah penciptaan dan pengembangan bentuk huruf. Untuk mempermudah pemahaman terhadap pengklasifikasian huruf yang berdasarkan latar belakang sejarah tipografi, berikut adalah pengelompokannya yang dibuat sesuai dengan urutan waktu pembuatan beserta salah satu contoh hurufnya :
- • Old Style (Garamond, 1617)
- • Transitional (Baskerville, 1757)
- • Modern (Bodoni, 1788)
- • Egyptian/Slab Serif (Century Expanded, 1895)
- • Contemporary/Sans Serif (Helvetica, 1957)
2.1 Pengertian dan proses produksi iluminasi
Iluminasi berasal dari bahasa latin, iluminare yang berarti dinyalakan. Buku atau manuskrip yang beriluminasi berarti menggunakan warna emas di dalamnya[6]. Anatomi dari manuskrip yang beriluminasi umumnya terdiri dari ilustrasi mini atau disebut dengan miniatur, bingkai yang dekoratif, huruf awal bab yang dekoratif, atau bahkan satu halaman penuh ilustrasi. Pada abad pertengahan, iluminasi teks memiliki peran yang sangat penting karena umumnya (bangsawan) pemilik manuskrip tidak dapat membaca, sehingga iluminasi teks menjadi indikator isi dari manuskrip atau buku tersebut. Salah satu buku yang paling populer pada abad ke-15 adalah The Book of Hours yang berisi doa singkat, daftar hari suci, dan cerita rohani [7]. Tetapi penggunaan iluminasi mulai berkurang pada pertengahan 1450-an saat Johannes Gutenberg menemukan mesin cetak
Gambar 3. Produksi Iluminasi pada abad ke-15. (Sumber: Amy E. Bruce, 2003)
sehingga produksi buku secara massal dapat dilakukan.
Dalam proses pembuatan iluminasi, terdapat 3 (tiga) jenis pekerjaan yang masing-masing memiliki peran yang berbeda, yaitu: Parchmenter, Scribe dan Illuminator[8].
- • Parchmenter adalah orang yang menyiapkan bahan yang dibutuhkan untuk kebutuhan penulisan dan pembuatan iluminasi. Sebelum ditemukan kertas yang terbuat dari serat kayu, material yang dijadikan bahan permukaan untuk tulisan atau gambar adalah kulit hewan seperti kulit sapi, domba, kambing, dan biri-biri. Dengan melebarkan kulit hewan pada parkemen kulit hewan tersebut digosok dengan menggunakan batu untuk menghasilkan permukaan yang halus sembari dijemur di bawah sinar matahari.
- • Scribe adalah orang yang memindahkan tulisan dan cerita ke dalam lembaranlembaran kertas kulit yang dibuat oleh parchmenter. Scribe juga menyiapkan material yang akan digunakan oleh illuminator seperti pena dari bulu burung dan menyiapkan warna-warna yang akan digunakan. Warna-warna tersebut didapat dari alam seperti dari tumbuhtumbuhan, abu, kuning telur, dsb
- • Illuminator adalah orang yang menggambar iluminasi dan mendekorasi
lembaran-lembaran kertas kulit pada ruang yang disediakan oleh Scribe. Hal pertama yang dilakukan adalah dengan membuat sketsa terlebih dahulu, yang kemudian diisi dengan tinta pena lalu diisi dengan berbagai warna yang diinginkan yang didapatkan dari bahanbahan alam. Warna emas adalah warna yang pertama diisi pada bagian iluminasi, baru setelah itu warna-warna lainnya.
3. Iluminasi dalam Injil
Abad pertengahan adalah periode sejarah di Eropa sejak bersatunya kembali daerah bekas kekuasaan kekaisaran Romawi Barat di bawah prakarsa raja Charlemagne pada abad ke-5 hingga munculnya monarkimonarki nasional, dimulainya penjelajahan samudera, kebangkitan humanisme, serta reformasi Protestan dengan dimulainya renaissance pada tahun 1517.
Abad pertengahan merupakan abad kebangkitan religi di Eropa. Pada masa ini agama berkembang dan mempengaruhi hampir seluruh kegiatan manusia, termasuk pemerintahan. Sebagai konsekuensinya, sains yang telah berkembang di zaman klasik dipinggirkan dan dianggap sebagai ilmu sihir yang megalihkan perhatian manusia dari ketuhanan. Pada masa inilah, perkembangan iluminasi menemukan momentumnya. Iluminasi menjadi bagian penting dalam buku atau manuskrip
keagamaan karena melambangkan derajat kebangsawanan pemiliknya serta gengsi biara yang memproduksi manuskrip atau injil tersebut[9].
3.1 Injil Gerard Brils, Belgia, 1407 M
Dalam sebuah injil berbahasa latin milik Malmesbury Abbey Wiltshire, Inggris, karya Gerard Brils dari Belgia ini, terdapat iluminasi Petrus, salah satu murid dari 12 murid Yesus Kristus. Bentuk huruf inisial "P" ini ditangkap oleh mata dapat dianalisis dari bentuk figure dan ground/ negatif dan positifnya. Otak menyederhanakan bentuk inisial iluminasi P yang sangat rumit menjadi bentuk dasarnya yang lebih sederhana. Bentuk dasar yang muncul menggambarkan bentuk yang paling mirip dengan bentuk huruf P. Legibilitas huruf dibantu dengan ilustrasi gambar yang menyertainya serta huruf lanjutan setelah huruf iluminasi yaitu "etrus" sehingga pengamat akan menduga huruf awalnya adalah P untuk "Petrus".
Ilustrasi yang mendekorasi huruf P ada 2 (dua) yaitu ilustrasi tokoh Petrus yang menjadi objek utama, dan ilustrasi bunga tulip biru yang menghiasi stroke-nya yang digambarkan dengan garis-garis organis yang bebas. Pendekatan ilustrasi mendekati gambar realis, Petrus digambarkan sedang memegang buku di tangan kiri dan sebuah panji yang mirip dengan lambang ksatria Templar pada masa perang salib di tangan kanannya. Latar belakang pada bagian belakang menggambarkan pemandangan langit dan gunung yang menggambarkan suasana malam. Petrus atau Peter dalam bahasa inggris, merupakan salah seorang dari 12 murid Yesus, adalah seorang nelayan dari Galilea yang diberi posisi pemimpin sebagai yang tertua oleh Yesus.
Bunga tulip berwarna biru menyelimuti bagian stroke P datar vertikal ke bawah dan ke atas dan sedikit menghiasi bagian stroke lengkung yang menjadi hiasan pelengkap untuk stroke melingkar. Bunga tulip yang memiliki makna yaitu keindahan, dan kasih yang sempurna, mungkin penulisnya mengindikasikan bahwa seorang Petrus seperti yang diceritakan dalam injil yaitu mempunyai sifat yang sama layaknya simbol bunga tulip.
Warna yang muncul terlihat bergradasi,

Gambar 4. Analisis Iluminasi "P" untuk Petrus (Sumber Iluminasi: Adrian Pingstone dalam Wikipedia. org [10])
Gambar 5. Proporsi 'P' pada Petrus.
intensitas gelap terang pada warna menciptakan kedalaman ruang, atau dimensi. Warna dominan yang dipakai adalah warna biru, merah, dan emas. Warnawarna yang dipakai bernuansa dingin dan tenang. Hal ini dapat disebabkan pengaruh dimana iluminasi inisial ini dibuat yaitu di daratan Eropa yang mempunyai cuaca yang dingin. Warna biru digunakan pada bunga tulip, baju gamis Petrus, dan warna langit yang menjadi latar belakang. Warna merah digunakan pada bagian selendang Petrus. Warna emas digunakan pada bagian stroke huruf P. Warna emas sendiri mengindikasikan adanya kemewahan, sesuatu yang berat dan suci untuk menjadi bacaan. Warna emas inilah yang digunakan pertama kali dalam tahapan pembuatan iluminasi. Sedangkan untuk warna pada bagian konten yang pada umumnya menggunakan warna hitam pekat dan sedikit warna merah pada bagian yang ingin ditonjolkan.
Proporsi perbandingan tinggi dan lebar huruf P yang terdapat pada iluminasi inisial termasuk dalam kelompok regular. Bila dibandingkan dengan huruf P pada umumnya masih terlihat proporsional dengan tidak adanya distorsi stroke huruf. Huruf tinggi dan lebar inisial huruf P 100% masih sama dengan huruf regular pada sebagian besar bentuk huruf (lihat gambar
5). Komposisi dari stroke bunga bawah dengan penambahan stroke bunga atasnya mempunyai bidang luas yang seimbang. Begitu pun halnya dengan stroke pada bagian x-height P mempunyai luas yang cenderung seimbang. Gambar Petrus terletak di tengah-tengah bagian stroke lengkung huruf P.
3.2 Injil milik Biara Dominican, Perancis awal Abad ke-14
Iluminasi dalam halaman ini adalah salah satu iluminasi yang mempunyai jumlah iluminasi huruf yang banyak. Halaman ini memiliki 4 buah iluminasi yaitu 1 buah iluminasi inisial "M" yang menjadi iluminasi utama yang mengisi hampir seluruh bagian halaman, lalu 3 buah iluminasi kecil yaitu "P","S", dan "M" kecil yang menjadi pelengkap. Iluminasi pelengkap seperti border tidak terdapat dalam halaman ini. Konten dalam halaman menggunakan blackletter tersusun menjadi empat bagian/ bab/tema yang dipisahkan 4 buah iluminasi inisial.
Dalam paragraph awal yang diawali iluminasi huruf ini membunyikan kalimat "Michi autem nimis honorati sunt amici tui dues…" dalam bahasa latin yang artinya "bagi saya, bagaimanapun, adalah Allah sangat
Gambar 6. Komposisi 'P' pada Petrus.

Gambar 7. Analisis Iluminasi 'M' untuk Michi (Sumber Iluminasi: Shelley dalam medieval-illumination.blogspot.com [11])
terhormat, teman-teman-Mu....," "Eichi" sendiri dalam bahasa latin tidak mempunyai arti, sedangkan "michi" mempunyai arti. Oleh karena itu dengan sendirinya pengamat dapat menduga bahwa inisial iluminasi yang terbentuk bukan huruf "E" melainkan huruf "M" yang miring ke samping. Gambar ilustrasi utama dari iluminasi inisial M ini terdapat pada bagian stroke tengahnya yang membentuk kotak. Kotak tersebut berisi ilustrasi mengenai Andrew salah seorang murid Yesus yang sedang disalib oleh 2 (dua) orang eksekutor. Gambar ini mungkin mengisahkan kejadian akhir hidup dari Andrew yang mati dengan cara disalib oleh orang kafir. Ilustrasi lain yang menyatu dengan stroke pada bagian samping kiri dan kanan adalah ilustrasi daun ivy. Daun ivy ini adalah simbol dari keabadian. Mungkin si pembuat ingin memberikan pesan bahwa Andrew yang disalib ini walaupun mati, ajarannya yang disampaikan kepada manusia akan tetap abadi.
Layout dalam iluminasi pada stroke "M" besar digambarkan dengan membentuk garis memanjang yang membentuk stroke huruf 'M' antara bagian atas dan bawah dibuat berbeda ukuran. Hal ini disebabkan perbedaan luas bidang iluminasi. Oleh karena itu si pembuat mengkomposisikan dan menyesuaikan ukuran stroke iluminasi
huruf "M" sedemikian rupa sehingga bidang yang asalnya kosong tersebut ditempati ruang dengan komposisi yang baik. Garisgaris yang digambarkan tajam dan tegas dan dimensi yang ditimbulkan dari intensitas gelap-terang tidak begitu terlihat sehingga tidak menciptakan kedalaman gambar atau terlihat cenderung lebih datar.
Warna yang dominan dipakai dalam iluminasi inisial "M" serta iluminasi lainnya adalah warna-warna dingin seperti coklat tua, biru tua, dan emas yang mengindikasikan adanya cerita kelam dari akhir hayat Andrew yang mati disalib oleh orang-orang kafir. Andrew yang berada di tengah terlihat memakai baju warna coklat muda, sedangkan 2 (dua) orang eksekutor yang berada di belakangnya memakai baju warna coklat tua, dan biru tua. Ornamen lain yang menjadi stroke huruf menggunakan kombinasi warna coklat tua dan biru tua. Warna emas menjadi aksen yang sedikit menghiasi stroke.
Huruf awal yang tertangkap oleh mata adalah huruf "E". Figure dan ground yang terbentuk paling mendekati anatomi huruf "E". Namun, persepsi pengamat terhadap huruf "E" berubah menjadi "M" setelah membaca lanjutan huruf yang membentuk kata awal "Michi". Proporsi huruf inisial
Gambar 8. Luas bidang Iluminasi dan warna dominan 'M' untuk Michi
Gambar 9. Proporsi Iluminasi 'M' untuk Michi
"M" ini termasuk ke dalam kategori extra light untuk ukuran ketebalan stroke. Untuk proporsi secara keseluruhan huruf ini masuk dalam kategori extra extended dilihat dari proporsinya yang lebih melebar dan memendek.
3.3 Injil St. Benigne, 1180 M
Iluminasi ini adalah iluminasi huruf "L" yang dibuat pada tahun 1180 Masehi dalam injil Saint-Benigne merupakan salah satu iluminasi teks yang berukuran sangat besar dari kitab Matius[12]. Iluminasi ini menempati perbandingan yang lebih besar dibandingkan konten dalam halaman Injil tersebut. Iluminasi dalam halaman ini hanya terdapat 1 (satu) macam yaitu berupa iluminasi inisial huruf. Iluminasi border maupun miniatur tidak terdapat dalam halaman ini.
Huruf inisial pada halaman ini tidak merujuk pada huruf awal dalam paragraph melainkan huruf awal pada judul konten yang diceritakan. Bila diamati, kata pertama pada konten yang ditulis dengan huruf blackletter adalah kata "ihuxpifily", sedangkan kata yang berada diatas konten adalah "generation". Kemudian gambar tersebut menggambarkan silsilah keturunan Jesse yang bila ditelusuri : Jesse David Solomon Mary Jesus. Silsilah
keturunan ini seringkali disebut sebagai "Liber Generation". Maka dari itu pengamat dapat memastikan bahwa 'L' dalam halaman ini bukanlah 'L' untuk awal paragraph, melainkan 'L' untuk judul konten.
Ilustrasi ini menunjukkan generasi yang paling awal yaitu Jesse digambar dibagian paling bawah. Jesse digambarkan sedang berbaring dan tertidur. Jesse sendiri adalah ayah dari Raja David/ Daud. Penulis bisa menyebutkan gambar diatas adalah sosok Raja David karena terlihat dari mahkota yang dipakai. Mahkota sendiri identik sebagai simbol raja. Begitu pula dengan sosok anaknya yang digambarkan berada di atasnya yaitu Raja Solomon/Sulaiman. Solomon sendiri adalah anak dari David yang sama-sama merupakan salah satu utusan Allah. Sulaiman sebagai pewaris kerajaan David digambarkan pula sedang memakai mahkota raja. Di atas gambar Solomon digambarkan Mary/ Bunda Maria. Mary sendiri bukan merupakan anak langsung dari Solomon melainkan beberapa generasi setelah Solomon. Mary digambarkan seperti layaknya penggambaran Mary dalam ilustrasi lainnya, yaitu seorang wanita cantik yang memakai kerudung. Diatas Mary adalah anaknya yaitu Jesus/Yesus/ Isa Al masih. Dalam beberapa literatur disebutkan bahwa merpati putih adalah
Gambar 10. Iluminasi 'L' untuk Liber. Sumber Iluminasi:Walter Cahn (1982)
lambang dari cinta dan kasih. Illuminator huruf ini mungkin ingin menganalogikan ajaran Yesus yang penuh kasih dan cinta dengan menggambarkan burung merpati putih. Ilustrasi yang menjadi dekorasi dari adalah sulur bunga terompet. Ilustrasi sulur seperti ini sering dijumpai dalam ilustrasiilustrasi abad pertengahan dan cukup populer. Gambar-gambar yang melengkapi gambar utama "Liber Generation" ini adalah kemungkinan gambar pengikut para "Liber Generation" ini. Mereka digambarkan sedang melihar para "Liber Generation". Sedangkan gambar yang berada di sebelah kanan Jesse adalah sosok malaikat. Penulis dapat menyebutkan sosok tersebut adalah malaikat dilihat dari sayapnya.
Ilustrasi ini bergaya semi-realis dengan sedikit penyederhanaan warna dengan intensitas gelap-terang tidak begitu terasa sehingga gambar terkesan flat dan tidak menciptakan kedalaman ruang. Warna yang dominan dipakai adalah warna coklat, biru tua, dan emas. Warna biru yang dipakai pada semua tokoh dalam ilustrasi menggunakan warna biru yang sama. Tidak terlihat adanya warna gradasi atau pun warna turunan yang kontras. Warna outline pada stroke juga menggunakan warna biru yang serupa. Warna emas terlihat pada bagian latar belakang dari huruf inisial tersebut dan warna merah hanya digunakan pada raja David/Daud.
Layout dalam iluminasi huruf "L" ini terlihat menguasai rana bidang kertas. Bagian ilustrasi tokoh pelengkap terlihat membentuk pencerminan, sehingga bagian kiri dan kanan mempunyai ruang dan ilustrasi yang hampir sama. Bentuk dari ilustrasi silsilah "Liber Generation" mengikuti bentuk anatomi huruf "L" yang memanjang ke atas. Sedangkan gambar Jesse yang sedang berbaring mengikuti bentuk anatomi huruf "L" yang menyamping. Ruang yang kurang panjang ditempati oleh gambar malaikat supaya stroke "L" yang menyamping lebih terisi.
Proporsi huruf "L" bila menurut Danton Sihombing (2001) merupakan kategori extrabold untuk ukuran ketebalan stroke. Stroke memiliki lebar 30% dari 100% tinggi stroke. Sedangkan untuk proporsi keseluruhan merupakan kategori condensed, artinya ia memiliki kecenderungan proporsi yang lebih tinggi dari ukuran aslinya.
4. Kesimpulan
Iluminasi inisial huruf ternyata tidak hanya digunakan sebagai media untuk penghias halaman, menjelaskan konten, identifikasi tema konten, atau sesuatu yang sangat dihargai. Namun ia dapat mempunyai fungsi lebih spesifik yaitu sebagai hirarki dalam menjelaskan bagian sebuah konten dalam bacaan. Iluminasi inisial huruf dapat menyatakan bagian awal paragraf, awal bab, atau pun judul konten. Hal ini tentunya berguna bagi pembaca dengan secara tidak sadar dituntun oleh illuminator untuk memahami urutan konten bacaan.
Gambar 11. Analisis Iluminasi 'L' untuk Liber.
Iluminasi inisial dapat dikelompokkan berdasarkan fungsi yang berbeda, yaitu :
- a. Iluminasi inisial paragraf Iluminasi ini yang paling sering muncul dalam konten Injil abad pertengahan. Iluminasi ini biasa digambarkan dengan ukuran yang kecil. Ia mempunyai fungsi sebagai penanda awal dari sebuah paragraf (contoh pada iluminasi inisial P untuk Petrus).
- b. Iluminasi inisial bab Iluminasi ini muncul dengan ukuran yang jauh lebih besar dibandingkan iluminasi inisial paragraf. Ia biasanya muncul bersamaan dengan iluminasi inisial paragraf. Fungsinya adalah selain untuk penanda awal paragraf, ia juga menandakan adanya awal bab baru (contoh iluminasi inisial M untuk Michi).
- c. Iluminasi judul Iluminasi ini bukan penanda awal paragraf atau pun bab. Bahkan iluminasi
ini tidak berhubungan dengan kata atau huruf yang berada dalam teks, melainkan berdiri sendiri untuk menceritakan inti dari konten bacaan (contoh iluminasi insial L untuk Liber).
Ilustrasi maupun dekorasi yang dimasukkan ke dalam iluminasi mengandung makna simbolis yang dihubungkan dengan konten bacaannya. Ilustrasi bunga yang menyelimuti hurufnya pun mempunyai makna simbolis yang berbeda-beda tergantung objek utama yang digambar. Begitu pula dengan garis maupun warna yang digambarkan merepresentasikan konten bacaan. Pada Injil yang dibuat pada 1407 M tersebut, pemilihan elemen visual dan warna memiliki sistem pemaknaan yang merujuk pada simbolisasi pesan pada ilustrasi sekaligus pada konten.
Iluminasi inisial dan konten bacaan
Gambar 12. Proporsi Iluminasi 'L' untuk Liber.
merupakan sesuatu yang tidak dapat terpisahkan karena masing-masing dapat saling menjelaskan arti satu sama lain. Iluminasi menjelaskan konten bacaan, begitu pun sebaliknya konten dapat menjelaskan bagaimana iluminasi inisial itu seharusnya dibaca (contoh iluminasi inisial M untuk Michi).
Dengan klasifikasi yang berbeda berdasarkan fungsi, dapat dibangun sebuah sistem informasi yang memanfaatkan aplikasi iluminasi huruf atau iluminasi inisial ini. Dengan permainan bentuk, skala, serta ilustrasi yang berkaitan dengan konten, dapat dirancang sebuah struktur iluminasi yang mengidentifikasikan peralihan judul babak, peralihan sub-bab dan peralihan paragraf yang memiliki pokok pikiran yang berbeda dengan paragraf sebelumnya. Hal ini dapat memberikan sebuah pembedaan antara sebuah buku dengan buku lainnya dalam sistem penyajian informasi melalui eksplorasi dan implementasi iluminasi inisial.
5. Daftar Pustaka
[1] Microsoft Encarta. 2009. Illuminated
Manu-script. Microsoft Corp.
- [2] Morgan, Margaret, 2006, The Bible of Illuminated Letters: A Treasury of Decorative Calligraphy, Barron's Educational Series.
- [3] Designboom.com. 2007. Marian Bantjes, www.designboom.com/ contemporary/bantjes.html (diunduh pada 9 November 2010)
- [4] Sihombing, Danton, 2001, Tipografi dalam Desain Grafis, Jakarta, Gramedia.
- [5] Chin, Robin, 2006, History of Digital font, www.cs.ucsb.edu/~almeroth/ classes/tech-soc/2006-Fall/nov-07. ppt (diunduh pada 12 Juni 2010)
- [6,8& 9] 5 Facts of Medieval Illuminated Manuscript, www.artsmia.org/ education/teacher-resources/ (diunduh pada 10 November 2010)
- [7] Bruce, Amy E, 2003, Illuminations, A Lesson of Illuminated Letters, in
- www.fcps.edu/ DIS/OHSICS/ FineArts/pdfs/Illuminations1.pdf (diunduh pada 10 November 2010)
- [10] Pingstone, Adrian, 2005, Illuminated Bible Closeup Arp in en.wikipedia. org (diunduh pada 10 november 2010)
- [11] Williams, Shelley, 2009, Some Illuminations in www.medieval illumination.blogspot.com/ (diunduh pada 10 November 2010)
- [12] Cahn, Walter, 1982, Romanesque Bible Illumination, Cornell University Press.
- [13] Carter, Patricia, 2009, Art of Illumination, Search Press.
- [14] Lovett, Patricia, 2000, Calligraphy and Illumination: A History and Practical Guide, Harry N. Abrams.
