1. PENDAHULUAN
Jakarta Utara merupakan salah satu wilayah bagian dari DKI Jakarta yang terletak di bagian pesisir kota Jakarta dan memiliki dua pelabuhan besar. Hal ini membuat Jakarta Utara bukan hanya memiliki peranan penting untuk perekenomian dan pertumbuhan Ibukota Jakarta, tetapi juga dapat menjadi jalur masuk wisatawan baik lokal maupun mancanegara. Jakarta utara sendiri memiliki banyak hal yang bisa manjadi potensi wisata yang dapat ditawarkan kepada para wisatawan baik lokal maupun mancanegara.
Jakarta Utara yang letak wilayahnya berada di pesisir pantai memiliki nilai lebih dalam mengembangkan potensi wisata yang menarik, tidak hanya bagi masyarakat Jakarta, tetapi juga bagi masyarakat luas Indonesia. Wisata yang dimiliki Jakarta Utara antara lain wisata budaya, wisata religi, wisata belanjakuliner, wisata rekreasi-olahraga air dan wisata alam-eko wisata.
Berbagai objek wisata yang ada di Jakarta Utara memiliki potensi yang besar untuk dikembangkan menjadi daerah tujuan wisata di kota Jakarta dan sekitarnya. Namun, Lokasi nya yang tersebar di seluruh wilayah Jakarta Utara dari wilayah ujung barat hingga timur, membutuhkan sebuah identitas visual yang dapat menyatukan semua objek wisata yang ada. Identitas visual
dapat dijadikan sebagai salah satu representasi pariwisata Jakarta Utara itu sendiri.
Kurangnya media informasi tentang lokasi wisata yang berada tersebar di seluruh wilayah Jakarta Utara yang bisa diakses secara mudah, membuat sebagian besar orang mengetahui lokasi wisata yang ada hanya berdasarkan informasi dari orang lain saja. Media promosi yang dilakukan masih belum sampai ke masyarakat sehingga banyak yang belum mengetahui secara jelas lokasi wisata di Jakarta Utara.
Untuk itu diperlukan sebuah identitas visual wisata terpadu dari berbagai wisata Jakarta Utara agar lebih dikenal luas oleh wisatawan lokal maupun mancanegara sekaligus mempromosikan wisata Jakarta Utara dengan menggunakan media promosi yang tepat sehingga dapat menarik masyarakat untuk mengunjungi berbagai wisata Jakarta Utara dengan lebih mudah dan nyaman.
2. TINJAUAN TEORI
Signage adalah penunjuk arah dan alat untuk memperkuat kualitas lingkungan secara visual, sehingga ada aspek-aspek tertentu seperti aspek visual dan aspek komunikasi serta pedoman pembuatan signage yang harus diikuti jika ingin pesan dari signage tersebut tersampaikan dengan jelas.
Berger menyebutkan bahwa ukuran dari tanda juga membawa efek dalam tingkat keterbacaan. Ukuran tandatanda besar lebih mudah dibaca. Jumlah ruang negatit atau ruang latar belakang di sekitar tulisan (pesan) atau logo penting untuk keterbacaan sesuai dengan ukuran tanda tersebut [1].
Sedangkan menurut Fiske [2] komunikasi adalah salah satu dari aktivitas manusia yang dikenali oleh semua orang namun sangat sedikit yang dapat mendefinisikannya secara memuaskan. Komunikasi memiliki variasi definisi yang tidak terhingga seperti; saling berbicara satu sama lain, televisi, penyebaran informasi, gaya rambut kita, kritik sastra, dan masih banyak lagi.
Menurut Kusrianto [3] dalam atribut produk terdapat bahan-bahan materi iklan yaitu Brosur, Stationery Set seperti amplop dan kop surat, Hanging Mobile, Poster, Sticker, Merchandise seperti gantungan kunci, pin, dll
3. METODOLOGI
3.1 Cara Pengumpulan Data
Untuk perancangan data dikumpulkan dengan menggunakan metode Observasi, Studi Pustaka dan Wawancara [4]. Observasi yang dilakukan pada objek penelitian seperti sarana informasi dan media promosi terdahulu yang berada di dalam dan di luar di lokasi wisata, serta mengamati perilaku pengunjung yang datang ke lokasi wisata.
Studi pustaka ini dilakukan dengan mengumpulkan data baik dari bukubuku, literatur, catatan, dan laporan yang terkait dengan perancangan Tugas Akhir ini. Selain itu data sekunder dari penelitian serupa akan dipergunakan untuk memperoleh data yang dibutuhkan.
Wawancara tidak terstruktur dilakukan kepada narasumber Ibu Ir. Augustine Grace Mandagi, M.Si selaku kepala Sudin Pariwisata Pemerintah Kota Jakarta Utara dan para ahli dibidangnya untuk memperoleh data seputar masalah yang akan diangkat dalam penelitian tugas akhir ini.
3.2 Cara Analisis Data
Data hasil observasi, studi pustaka, dan wawancara dianalisis menggunakan cara analisis matriks [4]. Analisis terhadap program sejenis, untuk mendapatkan positioning dari wisata terpadu Jakarta Utara. Serta menggunakan analisis SWOT untuk strategi yang dipakai untuk identitas dan promosi.
4. DATA
4.1 Data Penyelenggara
Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Jakarta Utara adalah salah satu dari dinas pemerintah yang bertugas dan bertanggung jawab terhadap segala hal
terkait kebudayaan dan kepariwisataan di wilayah Jakarta Utara [5]
Gambar 1. Lambang Kota DKI Jakarta [6]
Dalam perkembangannya, Pariwisata menjadi andalan devisa negarayang memotivasi setiap daerah untuk mengembangkan potensi wisata yang dimilikinya. Oleh karena itu, berdasarkan Perda No. 3 Tahun 2001, Dinas Pariwisata Provinsi DKI Jakarta dibentuk sedangkan Struktur Organisasi dan Tata Kerja dibentuk berdasarkan Peraturan Gubernur Provinsi DKI Jakarta No. 2017 Tahun 2001.
Sebagai kota pantai, Jakarta Utara bertekat menjadikan daerahnya menjadi daerah wisata bahari. Untuk mencapai itu, Jakarta Utara mempunyai visi yaitu :
"Mewujudkan Jakarta Utara Sebagai Kota Pelabuhan Dan Kota Pantai Yang Kompetitif"
Sedangkan misi dari Jakarta Utara antara lain : (a) Revitalisasi pantai dan penigkatan kualitas dan lingkungan; (b) Meningkatkan pembangunan infrastruktur yang terpadu; (c) Pemberdayaan masyarakat; (d)
Mengoptimalkan kewenangan Pemda dalam pengaturan pembangunan di dalam kawasan-kawasan otorita [5].
4.2 Khalayak Sasaran
Secara demografis, Target sasaran yang dituju yaitu Pria dan wanita, usia 15-45 tahun, kelas sosial menengah ke atas dan berprofesi pelajar, mahasiswa, pengusaha, fotografer, jurnalis, pecinta alam, pecinta seni dan kebudayaan, penyuka belanja dan kuliner.
Secara geografis, target nya adalah wisatawan nusantara dari kota-kota besar di Indonesia seperti Jabodetabek dan Bandung.
Psikografis, menyukai perjalanan wisata, seni dan kebudayaan, aktivitas hiburan, petualang, sibuk dan butuh liburan, berbelanja, kuliner, berwisata religi.
5. ANALISIS
5.1 Analisis SWOT
Berdasarkan matriks analisis SWOT, penulis memilih menggunakan strategi Strength – Opportunity untuk menyelesaikan permasalahan yang ada dengan melakukan perancangan identitas visual dan merancang media – media promosi untuk wisata terpadu Jakarta bagian Utara.
Strength: Jakarta utara memiliki destinasi wisata yang beragam. Opportunity: Banyak wisatawan domestik maupun mancanegara tertarik
datang ke Jakarta karena lokasinya yang menjadi pintu masuk ke Indonesia
Strategi : Membuat identitas visual yang dapat mencirikan pariwisata Jakarta Utara dengan menggunakan karakter dan ciri khas yang ada
5.2 Analisis Program Sejenis
Analisis program sejenis yaitu membandingkan program Wisata Terpadu Jakarta bagian Utara dengan wisata-wisata lainnya yaitu Kota Tua Jakarta, Solo, Surabaya dan Kota Batu sehingga dapat ditemukannya kelebihan dan kekurangan dari kegiatan yang dilakukan oleh masing-masing wisata. Pada akhirnya akan ditarik kesimpulan mengenai program wisata baik fasilitas dan destinasi wisata yang lebih baik yang akan membantu Wisata Terpadu Jakarta bagian Utara, yaitu perbedaan terlihat pada fasilitas dan destinasi wisata yang ada.
Untuk fasilitas, Kota Tua Jakarta yang paling baik dan lengkap. Namun untuk destinasi wisata Kota Tua Jakarta hanya terbatas pada wisata sejarah, budaya dan bahari. Jika dibandingkan, Jakarta Utara memiliki fasilitas yang baik dan destinasi wisata yang lengkap seperti Surabaya dan Kota Batu. Lokasinya pun hanya tersebar ke seluruh wilayah Jakarta Utara, jadi tidak memakan waktu yang lama untuk menikmati semua destinasi wisata yang ada. Oleh karena itu, dibutuhkan perancangan
identitas visual dan media promosi yang tepat untuk wisata terpadu Jakarta bagian Utara. Perlu dirumuskannya sebuah tujuan yang jelas dan berdampak ke masyarakat serta perencanaan konsep kegiatan yang lebih matang melalui sebuah kampanye sosial pendeteksian mata minus pada anak sekolah dasar dan penggunaan mediamedia pendukung yang sesuai dengan target sasaran.
5.3 Analisis Logo Berdasarkan Teori Desain
Analisis ini untuk membandingkan logo dari wisata-wisata seperti Kota Tua Jakarta, Solo, Surabaya, dan Kota Solo berdasarkan teori desain seperti warna, tipografi, layout, ilustrasi. Analisis ini dilakukan untuk mengetahui desain seperti apa yang diinginkan oleh target sasaran. Hasil dari analisis ini mendapatkan sebuah kesimpulan yaitu perancangan identitas visual yang baik adalah dengan mengunakan symbol dan tagline yang dapat di mengerti dan mudah dibaca serta diingat oleh khalayak sasaran. Penggunaan warna yang menarik serta layout yang memiliki keseimbangan dalam tataletaknya serta penggunaan jenis huruf yang sesuai dan ilustrasi yang unik sesuai dengan konsep pesan yang ingin ditampilkan.
6. KONSEP PERANCANGAN
Perancangan tugas akhir ini dibuat untuk menjawab permasalahan yang ada dari wisata Jakarta Utara, yaitu dengan merancang sebuah identitas visual dan media promosi yang dapat membantu masyarakat luas untuk mudah mengenali dan mengunjungi beragam wisata yang ada di Jakarta Utara. Identitas visual ini dibuat untuk menyatukan wisata-wisata Jakarta Utara yang letaknya tersebar di wilayah Jakarta Utara sehingga masyarakat dapat mengenali bahwa wisata tersebut merupakan bagian dari wisata Jakarta Utara. Media promosi yang dibuat, diharapkan menjadi pemecah permasalahan dimana masih banyak yang belum mengetahui wisata-wisata yang ada di Jakarta Utara.
6.1 Konsep Pesan
Konsep pesan yang ingin disampaikan dalam perancangan ini didapatkan dari hasil analisis matriks SWOT yang sudah dilakukan. Dari hasil analisis, diketahui bahwa Jakarta Utara memiliki opportunity sebagai tujuan destinasi wisata yang menarik bagi wisatawan karena memiliki destinasi wisata yang sangat beragam. Oleh karena itu, perlu adanya sebuah identitas visual yang dapat menyatukan beragam destinasi wisata yang letaknya di berbagai lokasi, sebuah identitas kesatuan dari wisata terpadu serta menginformasikan keberadaan, kelebihan, layanan terkait pariwisata Jakarta Utara.
Yang akan dikomunikasikan pada perancangan ini adalah:
"membentuk identitas visual pariwisata Jakarta Utara dengan mengangkat budaya betawi dan karakter yang ada untuk mencirikan Jakarta Utara serta membuat media promosi yang tepat ".
Pada perancangan identitas visual ini, dibutuhkan adanya nama sebagai bagian dari logo identitas visual. Nama untuk identitas visual ini adalah "Wisata Jakarta Utara" yang dimaksudkan untuk memberitahukan secara langsung kepada target audience tentang wisata terpadu Jakarta Utara. Tujuan dari perancangan konsep pesan ini adalah untuk menanamkan ingatan bagaimana identitas visual dari wisata terpadu Jakarta Utara, sehingga masyarakat mulai memiliki ingatan tersendiri akan pariwisata Jakarta Utara. Lalu, membujuk dan mengajak target audience untuk datang dan mengunjungi beragam destinasi wisata Jakarta Utara.
6.2 Konsep Kreatif
Untuk dapat menarik perhatian khalayak maka diperlukan suatu strategi kreatif yang sesuai dengan target sasaran yang ingin dicapai. Langkah awal yang dilakukan dalam perancangan Tugas Akhir ini adalah merancang sebuah logo. Logo merupakan salah satu bagian penting dari sebuah desain kemasan, karena logo dapat berperan sebagai image branding secara keseluruhan. Untuk menciptakan brand awareness yang baik, sangat ditentukan oleh logo yang konsisten. Dari sebuah logo akan tergambar semua atribut non fisik lainnya seperti visi dan misi, corporate value, corporate culture dan seluruh kepribadiannya [7]
Pendekatan dilakukan dengan mengangkat unsur etnis dan budaya yaitu membawa budaya Betawi yang merupakan budaya yang dominan ada di Jakarta Utara. Penulis akan melakukan pendekatan kreativitas dan fun untuk menarik perhatian dengan visualisasi yang menyenangkan agar hasil rancangan tidak menimbulkan kejenuhan untuk target audience, dan lebih bersifat menghibur yang akan membuat target audience menjadi lebih santai dan tertarik. Pendekatan tersebut tentunya akan mempengaruhi dalam pemilihan gaya gambar, warna, dan tipografi yang akan digunakan dalam perancangan identitas visual dan media promosi.
6.3 Konsep Media
Dalam perancangan identitas visual dan media promosi ini pemilihan media yang tepat sangat dibutuhkan. Adapun media-media yang dipilih penulis untuk mempromosikan wisata terpadu Jakarta bagian Utara diantaranya, adalah:
Poster Digital
Poster digital akan di-post di media sosial seperti Facebook dan Twitter. Poster memberikan banyak informasi untuk para wisatawan yang ingin
mengetahui tentang beragam wisata Jakarta Utara.
Website
Website berperan dalam memberikan informasi mendetail tentang wisata terpadu Jakara Utara, antara lain poster digital, informasi lokasi wisata, sejarah destinasi wisata, peta wisata, dan lainlain. Selain itu, website akan di desain agar mampu menarik perhatian ketika target audience melakukan pencarian.
X-Banner
X-Banner akan ditempatkan di dekat pintu masuk beragam lokasi wisata yang ada di Jakarta Utara. Agar mudah dilihat dan juga mengurangi kemungkinan adanya target audience yang belum mengetahui tentang wisata terpadu Jakarta Utara lewat website ataupun media sosial, dapat melihat informasinya di X-Banner.
Guide Book
Guide Book ini berisikan foto-foto dan informasi tentang beragam lokasi wisata yang ada di Jakarta Utara, baik sekilas sejarah ataupun alamat serta telepon yang bisa dihubungi. Guide book ini akan ada di setiap lokasi wisata untuk memudahkan para wisatawan mengenali lokasi wisata dan memberitahukan bahwa masih ada beragam lokasi wisata Jakarta Utara lainnya yang bisa dikunjungi.
Tiket
Tiket ini menjadi media promosi secara tidak langsung yang menjadi identitas dan memberikan informasi ke para wisatawan tentang wisata terpadu Jakarta Utara.
Signage
Pada perancangan signage wisata Jakarta Utara hanya difokuskan pada jenis identification signs saja.
Identification Signs ini digunakan untuk menandai daerah atau area-area umum di berbagai lokasi wisata yang ada di Jakarta Utara. Signage ini berfungsi untuk membantu target audience mengetahui berbagai lokasi wisata tersebut merupakan bagian dari wisata terpadu Jakarta Utara.
Merchandise
Merchandise ini berupa goodie bag yang akan didesain dengan membawa unsur budaya etnis yang ada di Jakarta Utara, selain untuk mepromosikan lokasi wisata tetapi juga berfungsi memberikan informasi dan memperluas target audience yang dituju. Goodie bag ini berisi stiker dan pin yang berisi logo dan social media wisata terpadu Jakarta Utara.
Twitter dan Facebook
Twitter dan Facebook dapat memberikan informasi tentang wisata terpadu Jakarta Utara yang dapat diakses secara mudah. Akun ini akan
memberikan informasi terbaru tentang wisata Jakarta Utara seperti event yang akan diadakan.
Foursquare
Foursquare ini akan dapat digunakan oleh target audience ketika ia mengunjungi beragam wisata di Jakarta Utara dengan menggunakan fitur yang dimiliki foursquare yaitu check-in.
Instagram digunakan untuk mempromosikan keindahan beragam wisata Jakarta Utara. Akun Instagram ini akan menampilkan semua destinasi yang ada di kota ini desertai dengan lampiran foto dari kalangan pengguna instagram.
Instagram juga memudahkan para wisatawan untuk mencari tahu tentang beragam wisata yang ada dan juga membantu promosi lewat foto mereka yang di-post dengan menggunakan hastag #wisatajakartautara.
6.4 Konsep Visual
Visualisasi yang digunakan adalah ilustrasi dan fotografi. Ilustrasi digunakan untuk logo dan karakter yang akan dibuat untuk mewakili setiap lokasi dari beragam destinasi wisata yang ada. Sedangkan fotografi digunakan untuk dapat memberikan informasi yang jelas karena pendekatan yang dilakukan adalah budaya dan sejarah yang menyertakan banyaknya lokasi wisata.
Gambar 2. Kapal Layar
Kapal Layar dipilih untuk mewakili Jakarta Utara yang memiliki pelabuhan-pelabuhan besar dimana kapal-kapal layar sering masuk dan keluar pelabuhan. Pelabuhanpelabuhan yang dimiliki Jakarta Utara antara lain Pelabuhan Sunda Kelapa dan Pelabuhan Tanjung Priok. Kedua pelabuhan ini sangat berkaitan dengan sejarah serta pertumbuhan perekonomian Jakarta.
Gambar 3. Ombak Marunda
Ombak Marunda adalah salah satu motif batik yang dimiliki oleh Jakarta Utara. Motif batik ini dipilih karena selain mewakili Jakarta Utara, ombak sendiri untuk mendeskripsikan bahwa Jakarta Utara adalah wilayah bagian dari DKI Jakarta yang merupakan wilayah pesisir. Jumlah ombak yang tidak hanya satu juga untuk menggambarkan bahwa Jakarta Utara adalah daerah yang ramai.
Gambar 4. Bentuk lingkaran
Bentuk lingkaran yang dinamis, tidak memiliki awalan dan akhiran ini digunakan untuk menyatukan bentuk kapal dan ombak sebagai kesatuan. Lingkaran juga dipilih karena menunjukkan kesatuan dan harmoni. Lingkaran melindungi, memberikan pertahanan dan membatasi. Lingkaran membatasi apa yang ada di dalam dan menjaga hal-hal lain tetap di luar.
6.5 Konsep Warna
Warna yang digunakan dalam perancangan ini diambil dari logo Jaya Raya yang merupakan Lambang Daerah DKI Jakarta dan Tari Cokek yang merupakan salah satu tarian Betawi.
Gambar 5. Skema Warna 1 (Dari Logo Jaya Raya)
Tabel 1. Makna Warna Lambang Jaya Raya [6]
| Warna | Emas pada pinggir perisai | Kemuliaan Pancasila. |
|---|---|---|
| Merah sloka | Kepahlawanan | |
| Putih pintu gerbang | Kesucian | |
| Putih tugu nasional | Kemegahan kreasi mulya | |
| Kuning padi/hijau putih kapas | Kemakmuran dan keadilan | |
| Biru | Angkasa bebas dan luas | |
| Ombak putih | Alam laut yang kasih. |
Gambar 7. Skema Warna 2 (Dari Tari Cokek)
Warna-warna yang digunakan adalah merah, kuning dan oranye merupakan warna yang sangat kental dengan kultur masyarakat betawi yang cenderung menyukai warna-warna yang mencolok. Warna tersebut juga penggambaran dari iklim tropis yang ada di Jakarta.
Tipografi
Jenis huruf yang digunakan dalam perancangan ini adalah diantara Blackadder ITC, Rage Italic, Vladimir Script. Hurun ini dipilih karena karakter font yang agak klasik, santai dan menarik.
Gambar 6. Huruf Adobe Hebrew dan Candara
Konsep Marketing Communication
Perancangan identitas visual dan media promosi wisata terpadu Jakarta Utara menggunakan vintage sebagai konsep karena hamper seluruh wisata yang ada di Jakarta Utara memiliki nilai sejarah yang tinggi.
Pemilihan media yang akan dikeluarkan disesuaikan dengan waktu harus diperhatikan agar pemasaran yang dilakukan lebih efektif dan efisien.
Dalam komunikasi pemasaran, model pendekatan yang digunakan adalah AISAS.
Tabel 1.3 Penentuan Media Berdasarkan AISAS
| A | Menarik perhatian | Poster Digital |
|---|---|---|
| target audience | X-Banner | |
| dengan memberikan | Website | |
| informasi tentang | Signage | |
| wisata terpadu Jakarta | ||
| Utara | ||
| I | Memunculkan minat | Poster Digital |
| target audience | flyer | |
| terhadap wisata | ||
| terpadu Jakarta Utara | ||
| Setelah tumbuh rasa | Website | |
| S | minat, target | |
| audience akan | ||
| mencari informasi | ||
| sebelum mengambil | ||
| keputusan tentang | ||
| wisata terpadu Jakarta | ||
| Utara | ||
| A | Target audience | Poster Digital |
| datang dan | Guide Book | |
| mengunjungi beragam | Signage | |
| wisata di Jakarta Utara | ||
| Target audience | Website | |
| S | membagi pengalaman | |
| tentang mengunjungi | ||
| beragam wisata | Foursquare | |
| Jakarta Utara melalui | Merchandise | |
| social media |
7. HASIL PERANCANGAN
Logo (Identitas Umum)
Gambar 8. Logo Wisata Jakarta Utara
Gambar 8. Logo Grid Wisata Jakarta Utara
Identitas umum ini diperlukan untuk menyatukan ke semua tempat wisata yang ada di Jakarta Utara. Berbagai macam jenis wisata dan lokasinya yang berada di tempat yang berbeda-beda, akan membantu khalayak sasaran untuk lebih mudah mengenali serta mencari informasi tentang wisata Jakarta Utara.
Ikon (Identitas Khusus)
Gambar 9. Ikon Tempat-tempat Wisata di Jakarta Utara
Poster
Gambar 10. Poster Wisata Jakarta Utara
Map
Gambar 11. Map Wisata Jakarta Utara
Website
Gambar 12 Website Wisata Jakarta Utara
X-Banner

Gambar 13. X-Banner Wisata Jakarta Utara
Guide Book
Gambar 14. Guide Book cover Wisata Jakarta Utara
Gambar 15. Guide Book halaman 1-2 Wisata Jakarta Utara
Tiket
Gambar 16. Tiket Wisata Jakarta Utara
Signage
Gambar 17. Signage Wisata Jakarta Utara
Merchandise
Gambar 18. Merchandise (tote bag, kipas, pin, topi dan stiker) Wisata Jakarta Utara
Media Sosial
Gambar 19. Media Sosial (Facebook) Wisata Jakarta Utara
Gambar 20. Media Sosial (Twitter) Wisata di Jakarta Utara
Gambar 22. Media Sosial (Foursquare) Wisata di Jakarta Utara
8. REFERENSI
- [1] Berger, Craig. (2005). Wayfinding: Designing and Implementing Graphic Navifational Systems. RotoVision SA. Switzerland.
- [2] Fiske, John, (1990), Introduction to Communication Studies, Rotledge, London.
- [3] Kusrianto, Adi. (2007). Pengantar Desain Komunikasi Visual. CV. Andi
- [4] Soewardikoen, Didit Widiatmoko (2013). Metodologi PenelitianVisual dari Seminar ke Tugas Akhir. CV Dinamika Komunika, Bandung
- [5] http://utara.jakarta.go.id
- [6] http://www.jakarta.go.id
- [7] Olins, Wally (1989). Corporate Identity. Thomas Hudson. London.
