1. Home
  2. Archives
  3. Vol 11 (2020) Issue 1
  4. Articles

Kajian Narasi Pemerintah RI Melalui Konten Grafis Tentang Pandemi Covid-19 pada Kanal Twitter Kementrian Kesehatan RI

Abstract

ABSTRAKPemerintah Republik Indonesia melalui Kementerian Kesehatan sudah mengomunikasikan mengenai Covid-19 sejak Januari 2020. Korban positif terinfeksi di Indonesia muncul pada bulan Maret 2020 bersamaan dengan ditetapkannya Covid-19 sebagai pandemi. Kementerian Kesehatan RI merilis berbagai informasi, himbauan dan dokumentasi kegiatan terkait Covid-19 melalui berbagai kanal komunikasi digital, dengan twitter salah satunya. Penelitian ini bertujuan mengungkapkan narasi yang dibangun oleh pemerintah RI khususnya Kementerian Kesehatan melalui cuitannya yang berisi e-flyer dan infografis dalam akun twitter dengan analisis framing. Didapatkan bahwa narasi Indonesia atas Covid-19 dibangun melalui pemilihan warna pada tipografi dan latar serta penggunaan objek visual yang berbeda antar narasi. Terdapat 3 narasi yang dibangun, yaitu narasi prosedur, narasi kinerja, dan narasi situasional. ABSTRACTThe first victim of Covid-19 surface in early March 2020 together with the announcement of Covid-19 as Pandemic by World Health Organization although Indonesia Ministry of Health communicates regarding Covid-19 through various communication channels since January 2020. Twitter is one of communcation channel that ministry of Health of Indonesia uses in delivering graphic contents in form of infographics and e-flyer. This research

Keywords

PENDAHULUAN

Virus Corona atau Novel Coronavirus yang disebut dengan Covid-19 adalah virus flu yang telah menginfeksi ratusan ribu manusia di seluruh dunia (WHO, 2020 March 18). Kasus pertama terjangkitnya seseorang oleh Coronavirus ditengarai terjadi di China pada 17 November 2019 (Davidson, 2020) yang kemudian menyebar dengan cepat ke seluruh dunia pada Februari 2020. Akibat cepatnya persebaran munculnya pasien yang terinfeksi Covid-19 ini, WHO (Lembaga Kesehatan Dunia, World Health Organization) kemudian menyatakan Covid-19 sebagai pandemi global dalam konferensi pers yang disampaikan oleh direktur Jendral WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus di Jenewa pada tanggal 11

Maret 2018 (Wakik, 2020). Berdasarkan pantauan WHO pada 18 Maret 2020, sebanyak 184 ribu kasus pasien yang positif terinfeksi, lebih dari tujuh ribu korban meninggal dari 159 negara. Adapun di Indonesia terdapat 227 pasien yang secara resmi dinyatakan positif terjangkit dan sudah 5 orang korban meninggal karena pandemi virus Covid-19 (CNBC Indonesia, 2020).

Kasus pertama dan kedua di Indonesia terjadi di Jakarta akibat kontak dengan seorang warga negara asing. Berdasarkan penelusuran yang dilakukan oleh media daring tirto.id, pasien pertama adalah perempuan berumur 31 tahun yang melakukan kontak langsung dengan seorang warga Jepang dalam sebuah acara di klub

Dansa Paloma & Amigos di kawasan Jakarta (Putri, 2020). Setelah itu jumlah yang dinyatakan positif terjangkit virus ini terus bertambah berdasarkan pengumuman yang dilakukan oleh tim penanganan Covid-19 Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (untuk selanjutnya disingkat dengan Kemenkes RI) yang dilansir oleh berbagai media. Kemenkes RI sendiri memberikan berbagai informasi terkait Covid-19 dalam berbagai kanal media yang dimiliki, khususnya melalui laman daring resmi Kemenkes RI yaitu http://kemkes.go.id dan akun sosial media seperti Facebook, Instagram, dan Twitter. Sejak pertama kali dilaporkannya kasus Covid-19 oleh pemerintah China pada 31 Desember 2019 (Scher, 2020), kemudian kemunculan kasus pertama di Indonesia yang diumumkan oleh Presiden Joko Widodo pada 2 Maret 2020 (Ihsanuddin & Galih, 2020), hingga 18 Maret 2020, pemerintah Indonesia khususnya Kemenkes RI memublikasikan lebih dari 20 konten berisi lebih dari 10 konten yang dikategorikan informasi grafis baik dalam bentuk infografis maupun e-flyer terkait perkembangan ataupun antisipasi negara untuk menghadapi masuknya Covid-19 ke Indonesia melalui laman daring serta akun media sosialnya yaitu Facebook dan twitter (Kementerian kesehatan Republik Indonesia, 2020).

Gambar 1 Tampilan Antarmuka Akun Twitter Kementerian Kesehatan RI (sumber: Kemenkes RI)

Infografis maupun e-flyer yang dirilis oleh Kemenkes RI tersebut bila dirangkai secara kronologis berdasarkan waktu publikasinya, dapat memunculkan sebuah narasi visual bagaimana pemerintah Republik Indonesia khususnya Kemenkes RI menyikapi fenomena pandemi Covid-19. Oleh karena itu, penelitian ini akan memaparkan narasi yang dibangun oleh pemerintah RI terkait pandemi Covid-19 khususnya melalui kanal twitter Kementerian Kesehatan Republik Indonesia yang muncul sejak Januari 2020 sampai 18 Maret 2020.

Akun Twitter Kementerian Kesehatan RI dibuat pada Juni 2020 dan memiliki 292 ribu follower. Informasi yang disajikan beragam, mulai dari publikasi foto kegiatan jajaran pejabat Kemenkes RI, pengumuman, tantangan atau lomba, dan tips kesehatan.

METODE

Penelitian ini merupakan penelitian interpretatif deskriptif melalui analisis framing dengan objek rangkaian cuitan representatif atau Admin dari Kemenkes RI melalui akun Twitternya. Interpretasi yang didapat melalui analisis framing, akan menjadi sebuah narasi yang dibangun oleh pemerintah Republik Indonesia khususnya Kemenkes RI kepada masyarakat Indonesia dalam menghadapi pandemi Covid-19 melalui penyajian informasi grafis berupa infografis dan e-flyer mengenai pandemi Covid-19 melalui akun Twitter Kemenkes RI.

Penelitian ini menggunakan model analisis framing Gamson & Modgilani (Eriyanto, 2007) yang menyatakan bahwa cara pandang terbentuk dalam kemasan media (media package) yang diorganisir sedemikian rupa untuk menghadirkan konstruksi makna peristiwa yang berkaitan dengan objek dari suatu wacana.

Dalam penelitian ini, infografis dan eflyer yang dirilis melalui kanal Twitter Kementerian Kesehatan Republik Indonesia merupakan media package yang membawa

core frame dengan condensing symbols berupa perangkat framing (framing device) dan perangkat penalaran (reasoning device). Adapun narasi yang dikaji adalah kesinambungan core frame yang muncul dalam setiap infografis & e-flyer.

7

Gambar 2. Model Analisis Framing Gamson & Modgilani (sumber: Eriyanto, 2002)

Infografis

Infografis adalah visualisasi data atau sebuah cara menyajikan informasi yang kompleks agar dapat dikonsumsi dengan cepat dan mudah dimengerti (Smiciklas, 2012). Secara substansi, infografis adalah representasi visual dari sebuah informasi (Ferreira, 2014). Informasi tersebut dapat disajikan secara naratif dengan mengombinasikan antara pilihan statistik, ikon, ilustrasi, dan teks yang ringkas. Adapun infografis yang baik atau komunikatif akan dapat dilihat berdasarkan 5 elemen pembentuknya (Bhuller, 2017), yaitu:

a. Cerita, tujuan dari dibuatnya sebuah infografis adalah bercerita.

  • b. Data, data yang akurat dan dapat memberikan cerita sebagai salah satu komponen infografis yang utama.
  • c. Copy, memberikan konteks pada data dan menjadikannya satu kesatuan cerita. Copy yang disajikan harus sederhana, ringkas, dan deskriptif.
  • d. Desain, khususnya warna dan pilihan font. Warna diusahakan tidak lebih dari 3 warna utama, sedangkan font yang dipilih harus dapat terbaca dan tidak lebih dari 2 jenis font.
  • e. Diagram dan Grafik, pemilihan dan visualisasi diagram dan grafik sebaiknya berelasi dengan topik yang diangkat dalam infografis.

E-flyer pada Media Sosial

Dalam perkembangan media sosial hingga tahun 2020, muncul beragam media baru dan salah satunya adalah e-flyer. E-flyer atau flyer digital adalah transformasi flyer yaitu lembaran cetakan yang berisi informasi ringkas menjadi informasi ringkas untuk pengguna gawai atau ponsel pintar. Adapun beberapa aspek desain yang perlu diperhatikan dalam merancang sebuah e-flyer (Hurlbutt, 2018), adalah sebagai berikut:

a. Thematic Imagery, keterkaitan antara visual dengan pesan atau topik akan meningkatkan pemahaman dan memperkuat retensi pesan kepada audiens.

  • b. High Contrast, on-message Colors, pemilihan warna yang relevan dengan nuansa dari pesan yang disampaikan akan memperkuat retensi pesan kepada audiens.
  • c. Organized by importance, informasi yang terangkum dalam 5W yaitu Who, What, When, Where, dan Why perlu dikelola dengan jelas dan ringkas.
  • d. Personality, pemberian aksen atau gaya narasi untuk memunculkan karakter dapat beresonansi dengan dan menarik perhatian audiens.

HASIL DAN PEMBAHASAN

Berdasarkan pantauan penulis, informasi visual yang disampaikan oleh Kementerian Kesehatan RI terkait perkembangan informasi Covid-19 sejak awal bulan Februari 2020 melalui akun Twitternya terbagi atas 4 jenis, yaitu e-flyer, foto kegiatan, infografis, dan video pendek (lihat gambar 3).

Adapun fokus penelitian ini adalah kajian terhadap konten informasi grafis yang terdapat dalam akun Twitter Kemenkes RI, yaitu infografis dan e-flyer. Terdapat 12 cuitan yang berisi e-flyer dan 7 cuitan yang berisi serial infografis.

1

Gambar 3. Ragam Konten Visual dalam akun Kemenkes RI. (1) E-flyer, (2) Foto Dokumentasi Kegiatan, (3) Infografis, dan (4) Video Singkat. (sumber: Twitter Kementerian Kesehatan RI)

Konten Twitter Infografis

Terdapat 7 cuitan Kemenkes RI yang berisikan infografis mengenai Covid-19 sepanjang tahun 2020. Ke-7 infografis tersebut adalah 5 protokol Utama Penanganan Covid-19 dan Alur Deteksi Covid-19 yang dirilis pada 8 Maret 2020, Protokol Kesehatan Covid-19 yang dirilis pada 13 Maret 2020, 132 RS Rujukan Penanganan Covid-19 yang dirilis pada tanggal 14 Maret 2020, Jaga Kebersihan Masjid dan Musala dari Covid-19 pada tanggal 16 Maret 2020, Gerakan #YukDirumahSaja dirilis pada tanggal 17

Maret 2020, dan statistik Covid-19 Indonesia yang dirilis pada tanggal 18 Maret 2020.

Setiap infografis yang disajikan terdiri atas 3-5 bagian, kecuali infografis 5 Protokol Utama Penanganan Covid-19 dan Alur Deteksi Covid-19 yang merupakan infografis tunggal. Infografis 5 Protokol Utama (Gambar 4 no 1) adalah infografis tunggal yang berisi gambaran mengenai adanya protokol atau prosedur penanganan Covid-19 pada 5 titik interaksi. Infografis ini dirilis pada tanggal 8 Maret dan dibuat oleh Kantor Sekretaris Presiden adalah pengantar dari infografis berikutnya yang dibuat oleh Kemenkes RI, yaitu Protokol Kesehatan Covid-19 yang dirilis pada 13 Maret 2020.

Adapun infografis kedua, yaitu Alur Deteksi Covid-19 yang dirilis pada tanggal 8 Maret 2020 memberikan gambaran prosedur pemeriksaan orang yang terindikasi terinfeksi Covid-19 (Gambar 4 no.2). Prosedur pemeriksaan tersebut dikomposisikan seperti diagram alir dengan kemungkinan akhir pemeriksaan berupa positif Covid-19 atau negatif. Mayoritas infografis terdiri atas copy yang panjang dan mendetail mengenai prosedur yang akan dijalani orang tersebut. Tidak ada ikon visual atau ilustrasi selain bingkai dan panah petunjuk arah baca sekaligus prosedur penanganan dengan warna dominan oranye dan biru.

Infografis ketiga adalah Protokol Kesehatan Covid-19 (Gambar 4 No.3) yang terdiri atas 5 bagian yang menginformasikan tata cara memeriksakan diri ke Fasilitas Pelayanan Kesehatan (Fasyankes) dan prosedur yang akan dijalani oleh orang tersebut. Infografis ini dirilis pada 13 Maret 2020 dengan menggunakan sejumlah ikon visual yang menggambarkan orang dan properti kesehatan. Terdapat 2 warna yang dominan digunakan dalam infografis ini, yaitu biru tua dan merah untuk menyimbolkan kondisi pasien yang positif terinfeksi Covid-19 (warna merah) dan negatif (warna biru tua). Infografis ini diakhiri dengan petunjuk agar pembaca berhati-hati bila termasuk dalam beberapa situasi yang disebutkan dan pencantuman nomor Hot Line Center Corona untuk informasi lebih lanjut.

Infografis keempat adalah daftar 132 RS Rujukan Penanganan Covid-19 yang tersebar di seluruh Indonesia yang terdiri atas 5 bagian (Gambar 4 No.4). Daftar tersebut disusun berdasarkan provinsi dengan latar siluet pulau-pulau di Indonesia yang berelasi dengan provinsi yang tercantum dengan warna dominan biru. Adapun infografis kelima adalah petunjuk untuk menjaga kebersihan Masjid dan Musala yang dirilis pada tanggal 16 Maret 2020 (Gambar 4 No.5). Terdiri atas 2 bagian yang menginformasikan hal yang sama, akan tetapi dibedakan atas gender tokoh yang digambarkan. Dalam infografis dengan tokoh

pria, banyak menggunakan warna biru dan ungu dengan aksen warna kuning pada teks dan merah pada bidang yang harus diperhatikan pembaca. Untuk infografis versi tokoh perempuan, warna yang dominan yang digunakan adalah coklat dengan aksen warna kuning pada teks dan hijau dan biru cerah pada bidang yang harus diperhatikan.

1

Gambar 4. Infografis terkait Covid-19 dalam akun Twitter Kemenkes RI. (sumber: Twitter Kementerian Kesehatan RI)

Pada tanggal 17 Maret 2020, Kemenkes RI kembali merilis infografis dengan tagar YukDirumahSaja (Gambar 4 No. 6). Infografis ini terdiri atas 3 bagian yang merupakan kampanye dukungan untuk social distancing atau menarik diri dengan tinggal di rumah dengan menghindari kerumunan serta potensi terinfeksi atau menginfeksi Covid-19 kepada orang lain. Visualisasi infografis ini adalah ilustrasi rumah yang dilingkupi pelindung dan penjelasan singkat mengenai aktivitas social distancing melalui analogi ilustrasi rumah berpelindung.

Infografis ketujuh adalah infografis yang terdiri atas 3 bagian yang menceritakan perkembangan kasus Covid-19 di Indonesia (Gambar 4 No.7). Berisi statistik peningkatan jumlah pasien yang terinfeksi Covid-19 serta persebarannya di Indonesia. Warna biru sebagai latar dan aksen berwarna kuning pada teks dan merah pada bagian peta Indonesia yang menunjukkan jumlah tertinggi pasien yang terinfeksi Covid-19.

Hampir semua konten infografis berukuran bujur sangkar dengan dimensi terkecil 750x750 pixel (infografis 1) dan dimensi terbesar adalah 1280x1280 pixel (infografis 3, 4, dan 6). Hanya infografis 2 dan 5 yang berbentuk persegi panjang. Adapun struktur konten dari infografis tersebut adalah identitas lembaga ditempatkan di (kiri) atas, konten yang dapat berupa gambar, diagram, atau teks ditempatkan pada bagian tengah dengan warna latar memenuhi keseluruhan bidang, dan daftar media komunikasi digital lembaga pada bagian bawah. Konten infografis yang dirilis melalui akun Twitter Kemenkes RI ini diambil dari publikasi infografis pada laman daring dengan diubahsuaikan ukurannya untuk diunggah melalui akun Twitter (gambar 5).

2

Gambar 5. Struktur Infografis terkait Covid-19 dalam akun Twitter Kemenkes RI. (1) Identitas lembaga. (2) Judul/subjudul. (3) Bodytext/isi. (4) Kanal media komunikasi digital Kemenkes RI.

Konten Twitter E-flyer

Terdapat 12 cuitan Kemenkes RI berupa e-flyer mengenai Covid-19 sepanjang tahun 2020. Ke-12 e-flyer tersebut ada yang bersifat e-flyer tunggal dan ada yang bersifat e-flyer serial. Mayoritas e-flyer yang dirilis dalam cuitan Kemenkes RI berukuran bujursangkar dan persegi panjang. Adapun e-flyer yang berbentuk persegi panjang berupa konten yang merujuk pada konten di laman

daring yang dapat diunduh oleh audiens atau follower akun Twitter Kemenkes RI.

Gambar 6 E-flyer terkait Covid-19 dalam akun Twitter Kemenkes RI. (sumber: Twitter Kementerian Kesehatan RI)

E-flyer pertama yang dirilis oleh Kemenkes RI terkait Covid-19 adalah informasi mengenai kegiatan screening dan clearing warga negara Indonesia (WNI) yang kembali dari luar negeri dengan objek visual berupa foto menteri Kesehatan RI yang sedang menyematkan ban tangan berwarna putih kepada salah satu WNI (gambar 6 no. 1). Adapun e-flyer kedua adalah e-flyer yang terbagi atas 2 bagian berisi tentang informasi pencegahan dan cara penyebaran Covid-19 (gambar 6 no. 2). Bagian pertama yang berisi pencegahan menggunakan foto seseorang yang sedang mencuci tangan di wastafel yang dirilis melalui cuitan tertanggal 3 Februari 2020, sedangkan bagian kedua menggunakan foto orang yang sedang mengucek matanya dengan tangan dengan pemberitahuan bahwa virus Covid-19 (saat itu masih disebut nCoV) tidak menular melalui tatapan yang dirilis pada 7 Februari 2020. Konten ini merupakan bantahan atas beredarnya isu di masyarakat bahwa virus tersebut dapat menular bila seseorang menatap pasien yang positif terinfeksi Covid-19. Kedua e-flyer tersebut dikelompokkan karena memiliki tajuk yang sama yaitu mengenai pencegahan dan penyebaran Covid-19.

E-flyer ketiga dirilis pada tanggal 6 Februari 2020 (gambar 6 no. 3) merupakan pengumuman tentang dibukanya call center Informasi Corona Virus Kemenkes RI dengan prosedur standar bagi penelepon saat berkomunikasi. E-flyer ini berbentuk persegi panjang dengan struktur isi seperti infografis dengan menggunakan ilustrasi vektor sebagai konten visual dan menggunakan warna kontras sebagai latar.

E-flyer keempat dirilis pada 6 Februari 2020 menginformasikan mengenai kemampuan Indonesia dalam melakukan pendeteksian virus Covid-19. Dengan menggunakan foto dari tabung uji dengan label yang umum ditemui di laboratorium pengujian darah, urine, atau sejenisnya.

E-flyer kelima adalah konten yang dapat diunduh oleh audiens atau follower Twitter Kemenkes RI berupa dokumen digital pedoman kesiapsiagaan menghadapi infeksi novel coronavirus (2019-nCoV). Konten e-flyer ini adalah sampul dokumen digital dengan ilustrasi siluet paru-paru dan ilustrasi virus.

E-flyer keenam adalah foto dokumentasi keberangkatan tim observasi Anak Buah Kapal (ABK) World Dream ke pulau Sebaru. Visual yang digunakan adalah foto geladak kapal World Dream dengan caption berisi informasi komposisi dan kegiatan ABK yang diberangkatkan ke pulau Sebaru. E-flyer ini dirilis pada tanggal 27 Februari 2020. Dua hari kemudian, e-flyer ketujuh dirilis berupa bantahan atas informasi hoax tentang ditetapkannya 6 kota zona kuning corona di Indonesia ditambah dengan informasi mengenai prosedur mitigasi Covid-19.

Pada tanggal 1 Maret 2020, e-flyer kedelapan dirilis di akun Twitter Kemenkes yang menginformasikan dibukanya Hotline Covid-19. E-flyer ini menggunakan warna biru yang mendominasi latar dengan ilustrasi fotografi tangan yang menggenggam

perangkat telepon pstn dan teks singkat nomor hotline covid-19 di tengah bidang gambar. Nomor hotline dalam e-flyer ini berbeda dengan nomor hotline yang disampaikan dalam 2 e-flyer sebelumnya (tanggal 4 dan 29 Februari 2020).

Pada tanggal 2 Maret 2020, dirilis 2 eflyer yaitu e-flyer yang berisi pengumuman live streaming update terkini situasi Covid-19 di Indonesia dan himbauan penggunaan masker (Gambar 6 no. 9 dan 10). Beberapa hari kemudian akun Twitter Kemenkes RI merilis e-flyer kesebelas yang berisi petunjuk mencuci tangan. E-flyer ini terdiri atas 2 bagian, yaitu 6 langkah mencuci tangan sebagai bagian pertama dan alasan mengapa harus mencuci tangan dengan sabun sebagai bagian kedua.

Pada tanggal 17 Maret 2020, pasien No. 1 dan 2 dinyatakan sembuh dari infeksi Covid-19 dan pemerintah menyelenggarakan konferensi pers. Kemenkes RI menggunakan aktivitas tersebut untuk merilis konten e-flyer yang menekankan testimoni dan pesan para penyintas Covid-19 dalam 4 bagian e-flyer dengan judul "Apa kata mereka yang sembuh dari Covid-19?" Ada 3 tokoh yang ucapannya dibingkai dalam e-flyer ini yang berujung pada, sebab kesembuhan para pasien, himbauan kepada masyarakat agar memberikan dukungan moral kepada pasien terinfeksi Covid-19, dan penghargaan atas kinerja tim kesehatan. semua bagian e-flyer kedua belas

ini menggunakan snapshot foto konferensi pers dan dikombinasikan dengan potongan ucapan dari pasien dan juru bicara rumah sakit.

Struktur konten dari e-flyer yang diunggah dalam akun Twitter Kemenkes RI adalah identitas lembaga ditempatkan di kiri atas, konten yang dapat berupa gambar atau foto yang ditempatkan memenuhi seluruh bidang gambar dengan fokus gambar atau foto berada pada tengah e-flyer atau diagonal dinamis dengan caption, caption yang mengisi bidang kosong dari gambar atau foto, dan daftar media komunikasi digital lembaga pada bagian bawah.

Gambar 7 Struktur e-flyer terkait Covid-19 dalam akun Twitter Kemenkes RI. (1) Identitas lembaga. (2) Caption. (3) Gambar/foto. (4) Kanal media komunikasi digital Kemenkes RI.

Narasi Visual Covid-19 dalam Twitter Kemenkes RI

Narasi mengenai Covid-19 yang dibangun oleh Kemenkes RI melalui akun

Twitternya dapat dibaca melalui sekuens perilisan konten infografis dan e-flyer. Narasi tersebut dibangun melalui interpretasi atas pokok pikiran dari yang muncul dalam setiap infografis dan e-flyer yang dirilis. Dengan penempatan identitas dan daftar kanal media digital kelembagaan yang konsisten pada setiap konten infografis maupun e-flyer, menunjukkan bahwa informasi yang dirilis tersebut merupakan informasi resmi dari lembaga.

Adapun narasi atau frame yang dibangun melalui infografis dan e-flyer dalam akun Twitter Kemenkes RI adalah sebagai berikut.

a. Narasi Prosedur, kerangka utama dalam narasi ini adalah penyampaian informasi prosedur operasi standar (SOP), baik yang disiapkan atau diterapkan oleh pemerintah dan lembaga kesehatan terkait (infografis 2 dan 3) atau dapat dilakukan oleh individu (infografis 5 dan 7). Karakter dari narasi infografis maupun e-flyer prosedur adalah adanya diagram alir yang menunjukkan proses sebuah aktivitas atau petunjuk maupun himbauan yang membutuhkan aksi. Narasi prosedur dalam e-flyer dapat dilihat dengan visualisasi tokoh anonim bukan pejabat, bagian tubuh atau properti yang tidak merujuk pada identitas unik perseorangan atau kelembagaan. Narasi ini

dibangun untuk menunjukkan bahwa pemerintah RI melakukan mitigasi atau upaya pengurangan risiko yang dapat muncul akibat paparan Covid-19 kepada masyarakat Indonesia. Tujuan dari narasi prosedural ini adalah agar audiens mengetahui apa saja yang harus dilakukan terkait aktivitas pencegahan, pengujian, maupun penghindaran yang harus dilakukan agar tidak terpapar Covid-19. Adapun jika audiens terpapar Covid-19, maka prosedur atau tahapan yang harus dilakukan dapat diikuti berdasarkan infografis kedua. Penggunaan warna dominan merah sebagai penanda alur atau prosedur bagi yang positif terinfeksi Covid-19 memberikan kontras yang kuat.

Gambar 8 E-flyer dan Infografis dengan Narasi Prosedur. (1) Tokoh anonim, (2) Diagram alir prosedur, (3) himbauan aktivitas.

Warna dominan lain pada infografis prosedur adalah oranye pada infografis "Alur Deteksi Covid-19" dan "Jaga Kebersihan Masjid dan Musala dari Covid-19" versi laki-laki. Bila pada infografis "Alur Deteksi Covid-19" cukup jelas signifikansi penggunaan warnanya, berbeda halnya dengan infografis "Jaga Kebersihan Masjid dan Musala dari Covid-19." Penggunaan sejumlah warna yang kuat pada seri infografis tersebut membuat informasi menjadi tidak fokus dan cenderung membuat mata lelah karena banyak objek yang menggunakan warna yang berintensitas tinggi.

b. Narasi Kinerja Pemerintah, kerangka utama dari narasi ini adalah dokumentasi kegiatan pemerintah RI khususnya Kemenkes RI dalam mengantisipasi, menghadapi, dan atau menanggulangi kejadian yang terkait dengan penularan Covid-19 di Indonesia.

Gambar 9 E-flyer dan Infografis dengan Narasi Kinerja. (1) Tokoh unik, (2) Diksi pemerintahan, (3) Representasi negara dan properti unik.

E-flyer dengan narasi kinerja pemerintah ini umumnya menggunakan foto kegiatan dengan caption atau properti unik yang bersifat kelembagaan. Adapun infografis dengan narasi kinerja pemerintah terlihat pada infografis 1, 3, 4, dan 6. Narasi ini dapat diidentifikasikan dengan penggunaan diksi seperti Protokol, keputusan, dan Indonesia atau visualisasi kenegaraan atau keindonesiaan baik pada e-flyer maupun infografis. Narasi ini dibangun untuk menunjukkan bahwa pemerintah RI berusaha melakukan aktivitas riil baik dalam aspek mitigasi maupun saat berhadapan dengan kejadian terkait terpaparnya warga negara Indonesia yang mungkin dan sudah terinfeksi Covid-19.

Pada infografis dan e-flyer dengan narasi Kinerja tidak ada warna yang dominan kecuali dalam infografis "Protokol Kesehatan Covid-19" yang menggunakan warna merah sebagai aksen pada kata Covid-19. Infografis tersebut didapati berisi 2 narasi, yaitu narasi prosedur dan narasi kinerja. Kedua narasi tersebut terangkum dalam 1 infografis karena merupakan produk kinerja pemerintah yang berisi prosedur pendeteksian dan alur pemilahan pasien baku yang diatur oleh pemerintah.

Pada mayoritas e-flyer dan infografis dengan narasi kinerja, nuansa putih dengan rentang gradasi ke warna biru dominan muncul sebagai latar warna. Dapat dikatakan warna biru menjadi warna karakter narasi kinerja yang dapat dimaknai bahwa pemerintah masih menghadapi pandemi Covid-19 dengan tenang.

c. Narasi Situasional, narasi ini memunculkan situasi dan kondisi yang terjadi terkait Covid-19 pada waktu tertentu di Indonesia. Narasi ini

dapat diidentifikasikan dengan konteks waktu, baik secara signifikan dengan menyebutkan waktu yang spesifik ataupun waktu yang bersifat relatif (sebelum dan sesudah). Selain itu konteks geografis yang mencirikan situasi di area tertentu sebagai acuan. Narasi ini dibangun untuk menunjukkan perkembangan kondisi dan situasi Indonesia dan posisinya dalam pandemi Covid-19.

Warna yang digunakan dalam narasi situasional adalah warna yang kuat karakternya dan kontras dengan latar warna lain. Seperti yang terlihat pada e-flyer "Live Streaming" yang menggunakan warna merah kecokelatan di atas warna abu-abu, atau kombinasi warna biru dan kuning pada infografis "Covid-19 Indonesia." Pemilihan jenis font dengan karakter tegas (bold) memberikan interpretasi bahwa pemerintah khususnya Kemenkes RI siap menyampaikannya kepada masyarakat.

Gambar 10 E-flyer dan Infografis dengan Narasi Situasional. (1) Konteks waktu, (2) Konteks geografis.

Narasi prosedural, kinerja pemerintah, dan situasional dibangun melalui beberapa perangkat pembingkaian yang serupa, yaitu penggunaan warna cerah/panas (kuning, oranye, merah, dan merah muda) untuk menunjukkan pihak yang terinfeksi, dan aspek yang harus diwaspadai atau dihindari serta warna dingin (biru muda, biru, hijau, dan ungu) untuk menunjukkan pihak yang sehat, aspek yang aman atau tidak berbahaya tetapi tetap waspada. Adapun warna lain yang dominan adalah warna putih yang umum dipakai dalam narasi prosedural.

Perangkat pembingkaian lain adalah pada copy yang ditempatkan sebagai headline baik pada infografis maupun e-flyer. Penggunaan ukuran font dan warna adalah perangkat pembingkaian pada informasi melalui teks yang perlu diperhatikan oleh audiens serta catchphrase yang unik seperti "Covid-19." Adapun perangkat penalaran yang digunakan dalam narasi-narasi yang dibangun adalah pemisahan sehat dan sakit, gerakan social distancing atau penjarakan sosial, serta konteks ke-Indonesia-an.

Ketiga narasi yang dibangun oleh Kemenkes RI melalui akun Twitternya memberikan gambaran aktivitas pemerintah RI dalam menyikapi pandemi Covid-19.

Perilisan konten grafis mengenai Covid-19 melalui akun Twitter ini secara kronologis atau episodikal meninggi intensitasnya memasuki bulan Maret 2020, khususnya setelah munculnya kasus positif Covid-19.

TABEL 1 KRONOLOGI NARASI COVID-19

PERIODEJan-20Feb-20Mar-20
NARASIM1M2M3M4M5M1M2M3M4M1M2M3
N. Prosedural10_
N. Kinerja
N. Situasional

Di luar interpretasi dan persepsi masyarakat akan kinerja pemerintah RI, narasi ini adalah sebuah konstruksi pesan dari pemerintah RI khususnya Kementerian Kesehatan yang menyatakan bahwa pemerintah sudah melakukan berbagai aktivitas dalam menghadapi pandemi Covid-19, baik pada tahap mitigasi, konfrontasi, maupun penanggulangan dan perilisan situasi dan kondisi. Narasi prosedural disampaikan secara intensif sejak akhir Januari 2020 untuk menjaga resiliensi masyarakat dalam menghambat penyebaran Covid-19 di lingkungan masing-masing. Adapun narasi kinerja pemerintah (pusat) muncul sejak mulai adanya WNI yang kembali dari mancanegara dan ada kemungkinan terpapar Covid-19 untuk menunjukkan bahwa pemerintah RI proaktif dalam memantau dan menahan penetrasi Covid-19 ke Indonesia. Kemudian narasi situasional dibangun saat pasien pertama Covid-19 dari Indonesia

diumumkan dan terus bertambah seiring meningkatnya jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dan Orang Dalam Pemantauan (ODP).

SIMPULAN

Narasi mengenai Covid-19 khususnya melalui konten infografis dan e-flyer yang dibangun oleh Kemenkes RI melalui akun Twitternya, dapat dikelompokkan dalam 3 core frame yaitu narasi prosedur, narasi situasional dan narasi kinerja. Ketiga narasi tersebut berdasarkan waktu perilisan dan kaitan dengan konteks pandemi Covid-19, dapat diinterpretasikan bahwa pemerintah sudah melakukan mitigasi, aktivitas penanganan dan penanggulangan, serta publikasi situasi dan kondisi negara terkait Covid-19. Pemilihan warna pada latar dan tipografi, serta pemilihan objek visualisasi, baik melalui foto atau ilustrasi merupakan elemen pembingkaian dalam narasi yang dibangun.

Konstruksi narasi aktivitas pemerintah RI khususnya Kementerian Kesehatan dalam menghadapi Covid-19 semakin meningkat intensitasnya, khususnya pada narasi kinerja dan narasi situasional saat memasuki bulan Maret 2020.

Diterima: 21 Maret 2020/ Disetujui: 30 Mei 2020

Research Intelligence

Data from OpenAlex ↗

Metrics

2
Citations
1.77
FWCIfield-weighted
87th
Percentilevs same year + field
Article
Work type
Open Access

Citation Trend

Citation Timeline

YearCitations
20221
20201

Semantic Profile AI-classified research signals

level 2
Humanities 0.43
level 1
Art 0.35
level 0

Institution Network

References

  1. World Health Organization. (2020, March 18). Coronavirus disease (COVID-19) Situation. Retrieved March 18, 2020, from https://www.who.int/redirect-pages/page/ novel-coronavirus-(covid-19)-situation-dashboard
  2. Wakik, A. K. (2020, March 12). WHO Umumkan Covid-19 Sebagai Wabah Pandemik Global. Retrieved March 18, 2020, from https://dunia.rmol.id/read/ 2020/03/12/424974/who-umumkan-covid-19-sebagai-wabah-pandemik-global
  3. Davidson, H. (2020, March 13). First Covid-19 case happened in November, China government records show - report. Retrieved March 18, 2020, from https://www.theguardian.com/world/2020/mar/13/first-covid-19-case-happened-in-november-china-government-records-show-report
  4. Eriyanto (2002). Analisis Framing, Konstruksi, Ideologi, dan Politik Media. Yogyakarta: LKiS
  5. Putri, R. D. (2020, March 11). Kronologi Penularan Pasien Positif Corona Covid-19 di Indonesia. Retrieved March 18, 2020, from https://tirto.id/kronologi-penularan-pasien-positif-corona-covid-19-di-indonesia-eD6x
  6. Redaksi CNBC Indonesia. (2020, March 18). Makin Melonjak, Pasien Positif Corona Ada 227 Orang di RI. Retrieved March 18, 2020, from https://www. cnbcindonesia.com/news/20200318154938-4-145862/makin-melonjak-pasien -positif-corona-ada-227-orang-di-ri
  7. Scher, I. (2020, March 13). The first COVID-19 case originated on November 17, according to Chinese officials searching for "patient zero.
  8. Ihsanuddin. (2020, March 2). BREAKING NEWS: Jokowi Umumkan Dua Orang di Indonesia Positif Corona. Retrieved March 18, 2020, from https://nasional. kompas.com/read/2020/03/02/11265921/breaking-news-jokowi-umumkan-dua-orang-di-indonesia-positif-corona
  9. Kementerian Kesehatan Republlik Indonesia. (2020, January 29). KESIAPSIAGAAN MENGHADAPI INFEKSI NOVEL CORONAVIRUS. Retrieved March 18, 2020, from https://www.kemkes.go.id/ article/view/0012900002/Kesiapsiagaan-menghadapi-Infeksi-Novel-Coronavirus.html?fbclid= IwAR30i3jiB0A0K_H9ofU8T7fnCJbASg7PzERu6pG7OgZLkgxSkHeoD8PqB5s
  10. Smiciklas, M. (2012). The Power of Infographics: Using Pictures to Communicate and Connect with Your Audiences, Indianapolis: QUE.
  11. Ferreira, J. (2014). Infographics: An introduction. DOI 10.13140/2.1.1267.8409. DOI: 10.13140/2.1.1267.8409
  12. Ritchie, J. (2019, November 14). What Is an Infographic? Find Out What They Are and Why They
  13. Bhuller, G. (2017, July 20). 5 Key Elements of a Successful Infographic. Retrieved March 19, 2020, from https://www.envisionup.com/blog/5-key-elements-of-a-successful-infographic/
  14. Hurlbutt, R. (2018, August 21). The Anatomy of Great Flyer Designs: 8 Winning Templates to Get You Started: Adobe Spark. Retrieved March 19, 2020, from https://blog.adobespark.com/2018/08/21/the-anatomy-of-great-flyer-designs-8-winning-templates-to-get-you-started/