1. Home
  2. Archives
  3. Vol 13 (2022) Issue 1
  4. Articles

Analisis Tipografi Pada Judul Film Animasi Disney Genre Petualangan Tahun 2019 – 2021

Abstract

Typography has become a very important thing in the world of cinema. Its existence is undeniably can be an attraction for a film. In addition to its function to convey the title, typography also has a function as the identity of a film. This identity can certainly represent and reveal the characters behind the film through its visuals. One of the typography in film titles that has a characteristic in each film is Disney animated films. Typography in the title of Disney animated films with the adventure genre certainly has a variety of typography because the adventure genre has many things that happen in the film, from fear, courage, sadness, to joy. Typographic analysis in the title of this film is reviewed based on the Machin

Keywords

ABSTRAK

Tipografi menjadi suatu hal yang sangat penting di dunia perfilman. Keberadaannya sangat dipungkiri dapat menjadi daya tarik bagi suatu film. Selain fungsinya untuk menyampaikan judul, tipografi juga mempunyai fungsi sebagai identitas suatu film. Identitas tersebut tentunya dapat mewakili dan mengungkap apa saja karakter di balik film tersebut melalui visualnya. Salah satu tipografi pada judul film yang memiliki ciri khas dalam setiap filmnya adalah film animasi Disney. Tipografi pada judul film animasi Disney dengan genre petualangan tentunya mempunyai keberagaman tipografi karena genre petualangan mempunyai banyak hal yang terjadi dalam filmnya, dari ketakutan, keberanian, kesedihan, hingga kegembiraan. Analisis tipografi pada judul film ini ditinjau berdasarkan metode Machin's Inventory of Typographical Meaning Potentials oleh van Leeuwen melalui pendekatan karakter pada filmnya. Dengan ini, desainer dapat membuat tipografi untuk judul film yang sesuai dengan karakter filmnya.

kata kunci: tipografi, judul film, animasi.

PENDAHULUAN

Tipografi merupakan salah satu unsur penting dalam kehidupan. Rangkaian huruf tidak hanya menjadi suatu kata atau kalimat tetapi mempunyai makna dan kesan visual untuk membangun nilai estetik. Pemilihan tipografi haruslah sesuai dengan karakter yang ingin diungkapkan agar dapat mewakili

konsep, karakteristik, serta kesan yang diharapkan. Menurut Danton Sihombing (2001) Tipografi merupakan konsep yang abstrak, seperti halnya musik. Dengan mendengarkan sebuah lagu kita dapat merangkum karakteristik, kesan, dan suasana hati, seperti perasaan gembira, sedih, optimisme, tenteram ataupun romantis.

Judul film merupakan bagian yang penting untuk membangun sebuah kesan dari suatu film. Sebuah judul film hendaknya mewakili konsep, karakteristik dan kekuatan untuk mengekspresikan isi film. Perancangan tipografi untuk judul film biasanya diambil dari setting film tersebut. Tipografi untuk judul film berbeda - beda tergantung pada genre yang dipakai. Contohnya antara film bergenre romantis dan genre petualangan yang gaya tipografinya sangat berbeda.

Studio Animasi Disney merupakan salah satu studio animasi yang menggunakan judul film sebagai media promosi karena mempunyai visual yang menarik. Judul film pada animasi Disney dapat mewakili konsep, karakteristik, serta kesan dari film yang ditampilkan. Desain dan makna yang terkandung dalam judul film animasi Disney dapat menyampaikan konsep cerita dengan jelas kepada audiens. Adapun dari film animasi Disney genre petualangan tahun 2019-2021, dilihat dari karakteristik tipografi judul film sangat beragam dan sangat mencerminkan isi dari film animasi Disney tersebut. Genre petualangan diambil karena mempunyai banyak hal yang terjadi dalam filmnya, dari ketakutan hingga kegembiraan. Genre Petualangan juga dapat digabungkan dengan genre lain seperti genre romantis atau drama karena memiliki banyak aksi di dalamnya.

Berdasarkan latar belakang tersebut, judul film animasi Disney mempunyai keberagaman tipografi karena adanya kesan yang ingin diungkapkan melalui judul film. Dalam penelitian ini, penulis ingin mengetahui ungkapan makna melalui metode mengetahui ungkapan makna terkait dengan teori Van leeuwen yaitu Machin's Inventory of Typographical Meaning Potentials antara lain berat huruf (weight) dan kemiringan (slant), warna (color), ukuran (size), formalitas (formality), framing, dan elemen dekoratif (flourishes) yang terdapat pada tipografi judul film animasi Disney dengan genre petualangan tahun 2019 - 2021.

BATASAN PENELITIAN

Menurut Wojowasito (1997) animasi merupakan penyesuaian dari kata animation yang berasal dari kata dasar to animate dalam kamus umum Inggris-Indonesia yang mempunyai arti menghidupkan. Secara umum, animasi adalah kegiatan menggerakan atau menghidupkan benda mati yang diberikan dorongan emosi, kekuatan dan semangat untuk bergerak, menjadi hidup atau berkesan hidup. Film dengan genre petualangan menurut Oktavianus (2015) yaitu film yang menceritakan suatu perjalanan, eksplorasi suatu objek wisata atau ekspedisi ke sebuah tempat yang belum pernah didatangi. Dalam film dengan genre petualangan ini menghadirkan panorama alam eksotis seperti hutan rimba, pegunungan, savana, gurun pasir, lautan, serta pulau terpencil. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa film animasi dengan genre petualangan merupakan film gambar yang bergerak dengan cerita mengenai suatu perjalanan atau ekspedisi ke sebuah tempat yang tidak pernah dikunjungi sebelumnya. Karena film animasi Disney dapat dibilang banyak, maka penulis membatasinya menjadi film animasi Disney genre petualangan tahun 2019-2021. Tipografi pada judul film-film tersebut akan dianalisis makna berdasarkan isi dari filmnya, menggunakan metode Machin's Inventory of Typographical Meaning Potentials oleh Van Leeuwen.

Sampel judul film yang penulis temukan antara lain:

1. TOY STORY 4

Film TOY STORY 4 ini menceritakan seorang Woody dan Forky melakukan perjalanan bersama teman lama dan baru mengungkapkan seberapa besar dunia untuk sebuah mainan.

Gambar 1. Poster TOY STORY 4

(sumber: https://movies.disney.id/toy-story-4 )

2. FROZEN II

FROZEN II menceritakan tentang Ratu Elsa yang mulai mendengar suara melodi misterius memanggilnya. Gelisah, dia menjawabnya, sehingga membangkitkan rohroh elemental dan menggerakkan pencarian untuk memulihkan ketidakadilan lama.

Gambar 2. Poster FROZEN II (sumber:

https://www.imdb.com/title/tt4520988/)

3. ONWARD

Film ini menceritakan tentang Saudara peri remaja, Ian dan Barley, memulai pencarian ajaib untuk menghabiskan satu hari lagi bersama mendiang ayah mereka. Seperti petualangan bagus lainnya, perjalanan mereka dipenuhi dengan peta samar, rintangan yang mustahil, dan penemuan yang tak terbayangkan. Tetapi ketika Ibu tersayang mengetahui bahwa putranya hilang, dia bekerja sama dengan manticore legendaris untuk membawa pulang putra-putra kesayangannya.

Gambar 3. Poster ONWARD (sumber: https://movies.disney.id/onward)

4. SOUL

Menceritakan tentang seorang pianis jazz New York yang tiba-tiba menemukan dirinya terjebak di tanah asing antara Bumi dan akhirat.

Gambar 4. Poster Soul (sumber: https://movies.disney.id/soul)

5. LUCA

Film LUCA ini mengambil latar di Riviera, Italia. Luca bersama sahabat barunya berpetualang di dunia manusia dengan segala

kesenangan sekaligus ancaman karena mereka adalah monster laut dari dunia lain di bawah laut.

Gambar 5. Poster LUCA (sumber: https://movies.disney.id/luca)

6. RAYA AND THE LAST DRAGON

Gambar 6. Poster RAYA AND THE LAST DRAGON

(sumber: https://movies.disney.id/raya-andthe-last-dragon )

Bertempat di negara Kumandra, film ini berlatar di kawasan Asia Tenggara. Manusia dan naga hidup berdampingan di sana. Tetapi ketika orang Kumandra terancam oleh kejahatan, para naga itu mengorbankan diri mereka untuk menyelamatkan umat manusia. 500 tahun kemudian, kejahatan yang sama terulang kembali sehingga tanah dan masyarakat Kumandra terpisah. Nasib mereka bergantung pada seorang pejuang bernama Raya yang mencari naga terakhir untuk mempersatukan tanah dan masyarakatnya kembali. Sepanjang petualangan, Raya menyadari bahwa bukan naga terakhir yang dibutuhkan, tetapi kerjasama dan rasa saling percaya.

7. ENCANTO

Gambar 7. Poster ENCANTO (sumber: https://movies.disney.id/encanto )

ENCANTO menceritakan kisah keluarga Madrigal, yang tinggal di rumah magis pegunungan Kolombia, atau lebih tepatnya Encanto yang setiap anggota keluarganya memiliki tenaga super khusus kecuali Mirabel. Suatu hari Mirabel sadar keajaiban Encanto terancam dan nasibnya

bergantung pada Mirabel, satu-satunya anggota keluarga Madrigal yang tidak mempunyai kekuatan apa-apa.

METODE

Kumpulan sampel yang didapat dari batasan penelitian kemudian dikaji secara kualitatif melalui observasi dan studi Pustaka. Metode identifikasi ciri khusus untuk mengkaji makna pada tipografi menggunakan metode Machin's Inventory of Typographical Meaning Potentials oleh Van Leeuwen.

Tipografi dipandang sejauh ini dipandang sebagai seni abstrak. Padahal tipografi dapat digunakan secara ideasional untuk mewakili makna, tindakan dan ide, secara interpersonal untuk mewujudkan, memberlakukan dan membangun hubungan dan emosi, dan secara komposisi untuk membingkai dan membatasi elemen desain sebagai unit, meningkatkan arti-penting dari berbagai elemen dan back-grounding lainnya (Van Leeuwen, 2006). Mc Lean (2000) pertama kali mengusulkan bahwa perasaan atau suasana hati dapat diekspresikan melalui jenis huruf atau font tertentu. Melihat pemilihan pemilihan font atau tipografi tertentu sebagai pertimbangan estetika, Machin (2007) menegaskan "bentuk huruf itu sendiri telah menjadi lebih penting sebagai bagian dari keseluruhan makna komposisi dan telah menjadi lebih grafis dan ikonik"

Machin's Inventory of Typographical Meaning Potentials ini meliputi berat huruf

(weight) dan kemiringan (slant), warna (color), ukuran (size), formalitas (formality), framing, dan elemen dekoratif (flourishes). Metode ini berfokus pada elemen tipografi atau font itu sendiri serta komposisi keseluruhan dari elemen desain.

PEMETAAN TIPOGRAFI JUDUL FILM BERDASARKAN METODE MACHIN'S INVENTORY OF TYPOGRAPHICAL MEANING POTENTIALS

1. Weight (Berat Huruf)

Perhitungan berat huruf diukur dengan perbandingan antara lebar stem utama dengan tinggi huruf. Huruf yang dipakai sebagai sampel pada perhitungan berat huruf diambil yang stem utamanya vertikal. Hurufhuruf tersebut diantaranya adalah huruf kapital T, F, N, L, R dan E. Huruf kecil (lowercase) tidak diambil untuk penelitian ini karena semua sampel memakai huruf kapital (uppercase).

Pada tipografi TOY STORY 4, Berat huruf yang dipakai pada judul TOY STORY dan angka 4 menggunakan huruf dengan jenis extra bold dengan ketebalan >28%

Gambar 8. Ketebalan Huruf pada Tipografi Judul Film TOY STORY 4 (sumber: https://movies.disney.id/toy-story4)

Huruf dengan ketebalan semibold dipakai pada judul RAYA AND THE LAST DRAGON, sedangkan huruf dengan jenis regular mendominasi kelima judul yang lainnya.

2. Slant (Kemiringan Huruf)

Dari struktur huruf yang di dapat, tipografi pada judul film animasi Disney genre petualangan pada tahun 2019 – 2021 umumnya berstruktur tegak. Terdapat kemiringan pada penempatan judul poster pada film SOUL sebesar 13.

Gambar 9. Kemiringan Huruf pada Tipografi Judul Film SOUL ditinjau dari huruf L (sumber: : https://movies.disney.id/soul)

3. Color (Warna Huruf)

Warna huruf yang digunakan pada tipografi pada judul film animasi Disney genre petualangan pada tahun 2019 – 2021 sangat merepresentasikan isi dari film yang dibawakan. Pada TOY STORY 4, warna yang dipakai menggunakan warna primer yaitu

kuning, biru dan merah untuk menunjukkan sisi playful pada judul sedangkan pada FROZEN II warna yang dipakai menggunakan warna biru es pada sisi atas dan abu - abu dengan tekstur batu pada sisi bawah tipografi judul film. Ini menggambarkan latar dari film animasi tersebut.

Pada ONWARD, warna yang dibawakan pada judul juga menggunakan warna abu-abu dengan karakteristik batu halus yang terdapat dalam filmnya. Adanya efek cahaya ditemukan pada judul film SOUL. Huruf O pada film tersebut berwarna kuning seperti memancarkan cahaya. Pantulan cahayanya juga terlihat pada huruf lainnya yang berwarna biru di sekitar O membuat huruf tersebut benar-benar memancarkan cahaya. Cahaya tersebut merupakan representasi dari The Great Beyond, salah satu latar tempat pada film tersebut.

Gambar 10. The Great Beyond pada film SOUL (sumber: Film Disney SOUL, 2020)

Penggunaan 1 warna tidak hanya pada film ONWARD, pada judul film LUCA dan RAYA AND THE LAST DRAGON juga menggunakan 1 warna. Warna pada judul film LUCA menggunakan warna putih dengan tekstur seperti kapur atau pensil. Untuk penggunaan warna pada film RAYA AND THE LAST DRAGON

menggunakan warna hijau zamrud yang merupakan representasi warna suku Heart.

Warna yang digunakan pada judul film ENCANTO menggunakan warna yang mendominasi isi filmnya. Warna kuning, hijau, biru dan ungu merupakan warna dari pakaian karakter di filmnya.

4 Size (Ukuran Huruf)

Ukuran huruf dari masing-masing film relatif sama. Umumnya ukuran huruf awal misalnya pada FROZEN II, LUCA, dan ENCANTO mempunyai ukuran yang lebih besar dari ukuran huruf yang lain. Pada tipografi judul film SOUL, huruf awal dan akhir yaitu S dan L terlihat lebih besar dari ukuran huruf yang lainnya.

Gambar 12. Ukuran pada judul film ENCANTO (sumber: https://movies.disney.id/encanto)

Pada TOY STORY 4 dan RAYA AND THE LAST DRAGON, ukuran kata dalam 1 judul berbeda – beda. TOY STORY 4 mempunyai kata TOY dan angka 4 yang ukurannya lebih besar dari STORY. Sedangkan pada RAYA AND THE LAST DRAGON ukuran yang dipakai pada RAYA, AND, dan THE LAST DRAGON tidak sama. Ukuran pada kata RAYA terlihat lebih besar dan mencolok. Di bawahnya terdapat kata AND yang kecil dan THE LAST DRAGON yang lebih kecil dari RAYA tetapi tidak lebih kecil dari AND.

5. Formality

Umumnya film animasi Disney bergenre petualangan mempunyai tipe huruf informal. Penggunaan tipe huruf sans serif terdapat pada TOY STORY 4, SOUL, RAYA AND THE LAST DRAGON, serta ENCANTO sedangkan untuk judul film FROZEN II DAN ONWARD yang bertema sihir menggunakan tipe huruf serif.

Berbeda dengan tipografi pada film LUCA yang menggunakan tipe huruf handwriting seakan-akan membawa audiens ikut menuliskan rencana petualangan Luca dan Alberto pada film tersebut.

6. Framing

Framing digunakan untuk memisahkan atau menyatukan elemen tertentu. Elemen pembatas dan garis digunakan untuk mengatur elemen komposisi tertentu. Seperti halnya pada tipografi judul film RAYA AND THE LAST DRAGON yang dipisahkan dengan garis horizontal tipis yang mengapit AND, di bawah RAYA, dan di atas THE LAST DRAGON.

Pemisahan juga dapat berupa perbedaan warna, pembingkaian, dan posisi relatif. Misalnya pada TOY STORY 4, kata STORY dipisahkan dengan papan dengan ujung tidak runcing berwarna merah.

7. Flourishes (Elemen Pendukung)

Penambahan elemen pada tipografi menambah potensi maknanya. Elemen pendukung pada tipografi judul film animasi

Disney genre petualangan tahun 2019-2021 cukup banyak ditemukan. Contohnya pada FROZEN II yang tipografinya menggunakan tekstur es dan batu, menunjukkan sesuatu yang sering muncul di film, yaitu es kekuatan Elsa serta bebatuan di The Enchanted Forest.

Gambar 13. Tekstur es dan batu pada tipografi judul film FROZEN II (sumber:

https://www.imdb.com/title/tt4520988/)

Tidak hanya FROZEN II, RAYA AND THE LAST DRAGON juga mempunyai elemen pendukung di dalamnya seperti siluet naga Sisu pada filmnya yang terdapat pada huruf R di kata RAYA. Ini menggambarkan bahwa karakter naga ini memiliki peranan penting dalam filmnya.

DISKUSI

Berdasarkan hasil pemetaan, makna pada tipografi judul film animasi Disney dengan genre petualangan tahun 2019-2021 diidentifikasi menggunakan metode Machin's Inventory of Typographical Meaning Potentials oleh Van Leeuwen sehingga mendapatkan makna yang sesuai dengan karakteristik filmnya.

1. Analisis makna tipografi pada film animasi Disney TOY STORY 4

Gambar 14. Tipografi judul film TOY STORY 4 (sumber: https://movies.disney.id/toy-story-4)

Tipografi pada judul film TOY STORY 4 ini mempunyai ciri khas yang sama dengan seri TOY STORY sebelumnya. Hurufnya yang bertumpuk serta karakter hurufnya yang tebal menambah kesan "eye catchy" dan main-main pada hurufnya. Warna yang dipakai pun sangat ceria mewakili isi dari filmnya dengan memakai warna primer kuning, biru dan merah. Huruf TOY dan angka 4 menggunakan outline berwarna biru dan dibuat lebih besar ukurannya dari STORY untuk memfokuskan huruf TOY dan angka 4 yang berwarna kuning pada judul. Pada kata STORY, tekstur yang dipakai terlihat mengkilap sedangkan pada kata TOY dan angka 4 terlihat doff dengan bingkai yang cukup tebal berwarna biru dengan tekstur glossy.

Elemen pendukung yang digunakan pada tipografi judul film ini hanya papan merah yang terletak di belakang kata STORY. Papan merah ini mempunyai sudut yang tidak tajam sehingga memberi kesan film ini ramah anak-anak.

2. Analisis makna tipografi pada film animasi Disney FROZEN II

Gambar 15. Tipografi judul film FROZEN II (sumber:

https://www.imdb.com/title/tt4520988/)

Tipografi pada judul film FROZEN II ini mempunyai ciri khas yang sama dengan seri FROZEN sebelumnya. Bedanya, FROZEN II mempunyai huruf dengan pendekatan karakter es dan batu di setiap hurufnya, sedangkan pada FROZEN I hanya memodifikasi hurufnya dengan pendekatan karakter es sehingga membuat judul film ini sangat menggambarkan latar yang diambil pada filmnya yaitu pilar-pilar batu di The Enchanted Forest. Tipografi film animasi Disney ini mempunyai karakter huruf yang tajam dengan modifikasi huruf tipe serif. Elemen pendukung yang digunakan pada tipografi judul film ini hanya efek keras karakteristik batu dan es serta ujung dari huruf yang tajam menandakan petualangan yang dihadapi pada karakter di film ini cukup berbahaya. Karakteristik batu diambil dari pilar-pilar batu di film tersebut.

Gambar 16. Pendekatan karakter es pada tipografi diambil dari kekuatan es Elsa

(sumber: Film FROZEN II, 2019)

Gambar 17. Pendekatan karakter batu pada tipografi diambil dari latar bebatuan di The Enchanted Forest

(sumber: Film FROZEN II, 2019)

3. Analisis makna tipografi pada film animasi Disney ONWARD

Gambar 18. Tipografi judul film ONWARD (sumber: https://movies.disney.id/onward)

Tipografi pada film ONWARD mempunyai karakter dimensional yang sangat terlihat dengan menggunakan karakteristik bebatuan dengan detail retakan bebatuan di pinggiran setiap hurufnya. Judul ONWARD antar hurufnya memiliki jarak yang sangat kecil bahkan beberapa hurufnya bertemu di ujung dan bagian bawahnya melengkung ke arah atas. Bebatuan yang menjadi karakteristik tipografi judul ONWARD diambil dari bebatuan di gua yang didatangi oleh Ian dan Barley. Huruf-hurufnya mempunyai ujung yang runcing menandakan petualangan mereka yang penuh ketegangan dan cukup berbahaya.

Gambar 19. Pendekatan karakter batu pada tipografi diambil dari latar bebatuan filmnya. (sumber: Film ONWARD, 2020)

4. Analisis makna tipografi pada film animasi Disney SOUL

Gambar 20. Tipografi judul film SOUL (sumber: https://movies.disney.id/soul)

Tipografi pada judul film Soul berbeda dengan tipografi pada judul film animasi Disney lainnya yang tampak dimensionalnya. Tipografi pada film Disney Soul ini hanya menggunakan efek 2D. Permainan warna yang digunakan pada tipografi judul film ini membuat huruf o pada SOUL bercahaya.

Warna yang dipakai menggunakan warna biru dengan beberapa aksen biru yang lebih cerah sehingga memunculkan karakter pantulan cahaya dari huruf O yang seakanakan menyala karena penggunaan warna putih dan kuning. Huruf O yang menyala tentunya didasari oleh salah satu latar dari filmnya yaitu The Great Beyond.

Gambar 21. The Great Beyond pada film SOUL (sumber: Film Disney SOUL, 2020)

5. Analisis makna tipografi pada film animasi Disney LUCA

Gambar 22. Tipografi judul film LUCA (sumber: https://movies.disney.id/luca)

Karakteristik handwriting dengan efek kapur membuat judul film ini mencerminkan suatu rencana petualangan yang digambarkan oleh Luca dan sahabatnya. Gaya hurufnya cenderung terlihat bermain-main seperti sebuah tulisan yang dibuat menggunakan coretan tangan. Stroke yang dibuat sangat dinamis sehingga terlihat petualangan yang dihadapi Luca dan temannya sangat aktif. Warna yang dipakai menggunakan warna putih seperti kapur atau pensil. Penggunaan kapur atau pensil seperti gambar yang dibuat oleh Alberto, salah satu karakter pada film ini.

Gambar 23. Gambar yang dibuat Alberto sebagai rencana mereka

(sumber: Film Disney LUCA, 2021)

Elemen pendukung yang digunakan pada tipografi judul film LUCA terdapat coretan menggunakan tekstur yang sama seperti tipografinya yaitu coretan ombak yang terdapat di bawah tipografi judulnya. Ini menandakan batas antara dunia air dan dunia di atas air dimana Luca dan kawannya berpetualang.

Gambar 24. Elemen ombak pada tipografi film

LUCA

(sumber: https://movies.disney.id/luca)

6. Analisis makna tipografi pada film animasi Disney RAYA AND THE LAST DRAGON

Gambar 25. Tipografi judul film RAYA AND THE LAST DRAGON

(sumber: https://movies.disney.id/raya-and-thelast-dragon)

Tipografi pada judul film ini memberikan kesan berani dan sangat menggambarkan latar dari cerita yang dibawakan. Dengan adanya siluet naga Sisu di huruf R pada tulisan RAYA, membuat tipografi judul ini memberi kesan pertama bahwa naga ini merupakan salah satu karakter penting di film ini.

Gambar 26. Karakter naga SISU di film RAYA AND THE LAST DRAGON (sumber: Film Disney RAYA AND THE LAST DRAGON, 2021)

Warna yang dipakai juga menggunakan warna hijau zamrud seperti warna pakaian khas suku Heart yang dipakai Raya dan ayahnya.

Gambar 27. Warna baju suku Heart di film RAYA AND THE LAST DRAGON (sumber: Film RAYA AND THE LAST DRAGON, 2021)

7. Analisis makna tipografi pada film animasi Disney ENCANTO

Gambar 28. Tipografi judul film ENCANTO (sumber: https://movies.disney.id/encanto)

Kesan feminin dibawakan oleh tipografi judul film ENCANTO. Ujung hurufhurufnya yang meliuk-meliuk terkesan anggun dengan elemen cahaya yang terdapat disekitar hurufnya. Warna yang digunakan pun khas keluarga Madrigal yaitu kuning ke biru dengan sentuhan sedikit ungu di dalamnya.

Gambar 29. Karakter dalam film ENCANTO dengan warna pakaiannya yang menyerupai warna pada tipografi judul film ENCANTO (sumber: https://www.cbs58.com/news/whytherapists-are-talking-about-bruno-and-all-theother-encanto-characters)

Elemen pendukung yang digunakan pada tipografi judul film ENCANTO yaitu cahaya kuning yang tersebar di judulnya. Ini merupakan representasi dari cahaya lilin ajaib yang menjadi 1 benda penting di dalam filmnya.

Gambar 29. Lilin yang menjadi benda penting dalam film ENCANTO (sumber: Film ENCANTO, 2021)

SIMPULAN

Dari hasil penelitian ini, tipografi memegang peranan penting pada judul film animasi Disney genre petualangan tahun 2019- 2021. Representasi film yang ditampilkan pada judulnya mampu membawa perasaan dari film yang dibawakan. Dengan metode Machin's Inventory of Typographical Meaning Potentials tipografi judul film animasi Disney dengan ketebalan menggunakan tipe huruf regular lebih banyak digunakan. Untuk kemiringan, tipografi pada judul film animasi Disney ini

banyak dengan posisi tegak. Penggunaan warna pada tipografi judul film animasi ini banyak yang merepresentasikan warna dalam filmnya. Tidak hanya warna, flourish atau unsur dekorasi yang dipakai juga menggambarkan kesan dari filmnya. Tak jarang unsur elemen pendukung yang dipakai ditemukan pula pada filmnya. Tipografi pada judul film animasi Disney genre petualangan umumnya menggunakan rata tengah dengan huruf jenis sans serif.

DAFTAR PUSTAKA

Van Leeuwen, T. (2006). Towards a semiotics of typography. Information design journal, 14(2), 139-155.

Trimbur, J. (2002). Delivering the Message: Typography and the. Rhetoric and composition as intellectual work, 188.

Rustan, S. (2013). Font and Tipografi. Gramedia Pustaka Utama.

Hartanto, D. D. (2003). Pemilihan Tipografi Pada Judul Film. Nirmana, 5(2).

Rahma, L. I., & Utami, L. R. (2021). Analisis Makna Desain Font Judul Film dalam Poster sebagai Media Promosi. Visual Heritage: Jurnal Kreasi Seni dan Budaya, 4(1), 64-69.

Tasker, Y. (Ed.). (2004). Action and adventure cinema (p. 5). London: Routledge.

Syahfitri, Y. (2011). Teknik film animasi dalam dunia komputer. Jurnal Saintikom, 10(3), 213-217.

Oktavianus, H. (2015). Penerimaan penonton terhadap praktek eksorsis di dalam film Conjuring. Jurnal e-komunikasi, 3(2).

Syahfitri, Y. (2011). Teknik film animasi dalam dunia komputer. Jurnal Saintikom, 10(3), 213-217.

Carella, I., Haswanto, N., & Sihombing, R. M. (2017). PEMETAAN KARAKTERISTIK VISUAL TIPOGRAFI VERNAKULAR PEDAGANG KAKI LIMA DI KOTA BANDUNG, 8(1), 42. https://doi.org/10.5614/jkvw.2017.8.1.3

Research Intelligence

Data from OpenAlex ↗

Metrics

1
Citations
0.32
FWCIfield-weighted
62th
Percentilevs same year + field
Article
Work type
Open Access

Citation Trend

Citation Timeline

YearCitations
20231

Semantic Profile AI-classified research signals

Humanities 0.78
level 1
Art 0.73
level 0

Institution Network