1. Pantai Landai
Berdasarkan karakteristiknya, Dantai Landai mempunyai karakteristik bentuk yang landai. Karakteristik pantai ini memiliki bentukan permukaan dari setiap pantai akan sama tanpa ada perubahan sedikit pun. tani memang tidak semua pantai landai secara penuh berbentuk landai. Jenis pantai landai dapat kita temukan pada pantai mangrove, pantai delta, dan juga pantai estuari. Contohnya seperti Pantai Piru di Pulau Seram.
Sumber: Profil Pulau-Pulau Kecil di Indonesia. Jilid 2. 2006. Direktorat Pemberdayaan Pulau Pulau Kecil, Direktorat Jenderal Kelautan Pesisir dan Pulau Pulau Kecil. Departemen Kelautan dan Perikanan.
2. Pantai Curam
Pantai curam memiliki bentuk geografis yang curam barena terdiri dari tebing-tebing dan bersisihan dengan laut dalam. Karena bentuknya yang curam, maka sangat sedikit menemukan bibir pantai. Pantai dengan karakteristik pantai curam yang ada di Indonesia dapat ditemukan misalnya di wilayah selatan Bali, wilayah selatan Jawa, dan pantai di Sumatera.
4. Pantai Karang
Pantai ini merupakan jenis pantai yang memiliki ekosistem cukup unik dan menarik sebab pantai ini terbentuk dari bebatuan atau karang. Sebuah pantai disebut sebagai pantai karana apabila kawasan sepanjang pantai tersebut banyak tersusun dari terumbu karana. Pantai ini banvak ditemukan di Pulau Sulawesi. Nusa Tenggara dan juga Maluku. Sehingga, tak mengherankan jika pulau-pulau besar tersebut memiliki banyak daya tarik wisata pulau dan pantai serta kaya akan biota lautnya.
3. Pantai Bertebina
Pantai bertebing kadang disebut juga sebagai jenis pantai Flaise. Dalam beberapa kondisi ienis pantai ini cukup sulit untuk dibedakan dari pantai curam. Beberapa pantai masih memilik bagian berpasir, namun lebih banyak tidak memiliki bagian pantai pasir. Pantai bertebing dapat dibedakan menjadi dua bagian, yaitu pantai bertebing terjal dan pantai bertebing bergantung. Salah satu faktor pembentuk pantai ini adalah endapan tebing yang terkikis karena abrasi. Karakteristik pantai bertebing dapat kita jumpai di beberapa kawasan di wilayah selatan Pulau Jawa dan di beberapa kawasan di Pulau Nusa Penida.
Dengan demikian, setiap pantai memiliki karakteristik yang berbeda-beda, sehingga pantai satu dan pantai lainnya tidak bisa dibandingkan. Karakteristik yang berbeda-beda ini menyebabkan daya tarik wisata tiap pantai pun akan berbeda, begitu juga kegiatan wisata yang ditawarkan pun akan berbeda, dan segmen pasar wisatawannya pun akan berbeda pula. Seperti, pantai curam dengan hamparan pasir yang relatif luas dapat menawarkan kegiatan rekreasi pantai yang lebih bersifat rekreasi keluarga dan olahraga pantai yang ringan seperti voli pantai, ATV, berkuda, dll. Sedangkan pantai berkarana lebih banyak menawarkan aktivitas snorkelina dan divina.
Beragamnya jenis-jenis pantai berdasarkan pembentukannya akan sangat menarik jika pariwisata tidak hanya ditawarkan sebagai kegiatan rekreasi, tetapi juga dipadukan dengan kegiatan edukasi untuk mempelajari dan memahami beragam jenis pantai dan pengetahuan tentana tempat vana dikunjunginya.(*/ihk)
