1. Home
  2. Archives
  3. Vol 23 (2025) Issue 2
  4. Articles

INTERPRETASI SEJARAH, ETIKA, DAN MORALITAS PADA SITUS DARK TOURISM: Studi Kasus: Gua Jepang di Taman Hutan Raya Djuanda, Kota Bandung

Abstract

Secara konseptual gagasan ekowisata perlu dipandang sebagai landasan atau sebagai roh dan jiwa dari segala bentuk kepariwisataan. Penerapan Penerapan Konsep Ekowisata di Perkotaan, perlu dilakukan optimalisasi pada aktivitas wisatanya dengan meninjau perspektif dari dampak positif yang dirasakan masyarakat. Fokus penelitian ini adalah menganalisa perspektif, persepsi, motivasi dan preferensi wisatawan terhadap prinsip ekowisata di Kota Tasikmalaya. Hasil dari penelitian ini menunjukan penerapan implementasi dalam penerapan prinsip ekowisata di Kota Tasikmalaya menunjukan hasil bahwa dengan visi bersama dari setiap elemen masyarakat dapat menciptakan lingkungan yang nyaman dan bersih, aspek sosial dan ekonomi juga tumbuh signifikan, sehingga konsep ekowisata di Perkotaan memberikan dampak positif yang berkelanjutan, terutama dari berkembangnya literasi dan pengetahuan masyarakat dalam menjaga lingkungan sehat di perkotaan.

Keywords

Daftar Pustaka

  • Fabros, M. G. M., Lopez, E. L. F., & Roma, M. N. (2023). Dark tourism in the Philippine context: Indicators, motivations, and spectrum. Social Sciences & Humanities Open, 7(1), 100452.
  • Foley, M., & Lennon, J. J. (1996). JFK and dark tourism: A fascination with assassination. International Journal of Heritage Studies, 2(4), 198-211.
  • Hwang, S. N., Lee, C., & Chen, H. J. (2005). The relationship among tourists' involvement, place attachment and interpretation satisfaction in Taiwan's national parks. Tourism management, 26(2), 143-156.
  • Kalof, L., & Dan, A. (2008). Essentials of social research.

  • McGraw-Hill Education (UK).
  • Lennon, J. J., & Foley, M. (1999). Interpretation of the unimaginable: The US Holocaust Memorial Museum, Washington, DC, and "dark tourism". Journal of Travel Research, 38(1), 46-50.
  • Lennon, J. J., & Foley, M. (2000). Dark Tourism: The Attraction of Death and Disaster. London: Continuum.
  • Light, D. (2017). Progress in dark tourism and thanatourism research: An uneasy relationship with heritage tourism. Tourism management, 61, 275-301.
  • Rahmawati, Di. (2021). Potensi Dark Tourism di Bandung.

Media Wisata, 16(1). https://doi.org/10.36276/mws.v16i1.261.

Ray, R. (2011). Management Strategies in Athletic Training 4th Edition. Human Kinetics.

Sharpley, R. (2009). Shedding light on dark tourism: An introduction. The darker side of travel: The theory and practice of dark tourism, 3-22.

Stone, P., & Sharpley, R. (2008). Consuming dark tourism: A thanatological perspective. Annals Of Tourism Research, 35(2), 574-595.

Stone, P. R. (2009). Dark tourism: Morality and new moral spaces. The darker side of travel: The theory and practice of dark tourism, 56-72.

Tilden, F. (1957). Interpreting our heritage: Principles and practices for visitor services in parks, museums, and historic places.

Tilden, F. (2007). Interpreting Our Heritage (EasyRead Super Large 20pt Edition). ReadHowYouWant.com

Vaughn, L. (2008). Moral Reasoning and Contempory Issues. New York: United States of America.

Rezkika Uskasasto, menyelesaikan pendidikan S1 pada Program Studi Manajemen Kepariwisataan, Politeknik Pariwisata Bali pada tahun 2018. Kemudian melanjutkan pendidikan S2 pada Program Magister Perencanaan Kepariwisataan di Sekolah Arsitektur, Perencanaan, dan Pengembangan Kebijakan (SAPPK), Institut Teknologi Bandung sejak 2024. Saat ini sedang berusaha mengejar mimpi dan cita-cita melalui bidang kepariwisataan yang ia tekuni sejak pertama kali memasuki bangku kuliah hingga ke jenjang S2.

Research Intelligence

Data from OpenAlex ↗

Metrics

0.00
FWCIfield-weighted
75th
Percentilevs same year + field
Article
Work type
Open Access

Semantic Profile AI-classified research signals