Explore selected research articles based on editorial recommendation, readership engagement, and scholarly impact.
Most Viewed
research
Wisata Virtual, Me"nyata"kan Dunia Maya?
Titing Kartika
Pandemi Covid 19 mendorong perubahan paradigm pariwisata dan membangun pengalaman wisatawan dalam konsep yang berbeda. Hal ini dikarenakan keterbatasan ruang gerak manusia membuat pariwisata tidak menitikberatkan jumlah wisatawan namun meng……
Pandemi Covid 19 mendorong perubahan paradigm pariwisata dan membangun pengalaman wisatawan dalam konsep yang berbeda. Hal ini dikarenakan keterbatasan ruang gerak manusia membuat pariwisata tidak menitikberatkan jumlah wisatawan namun mengarah pada wisatawan berwawasan mendorong keberlanjutan. Adapun wisata virtual sebagai alternatif berwisata yang diminati wisatawan.
Platform informasi teknologi di sector pariwisata sudah diadaptasi dalam keseharian sebelum pandemic covid melanda dunia, namun kondisi ini kembali mengingatkan peran instrumental dari informasi teknologi terhadap perkembangan kepariwisataan. artikel ini mencoba mengulas potensi pemanfaatan teknologi informasi untuk mengatasi isu klasik pariwisata seperti pariwisata berkelanjutan. Contoh yang diambil merupakan aplikasi yang umum digunakan di Indonesia yaitu ‘Computer Simulation’ yang digunakan untuk menganalisa dan memprediksi situasi dari berbagai kebijakan yang diambil. Salah satu aplikasi…
Wisata virtual menjadi alternatif pariwisata di tengah Pandemi Covid-19 melalui urutan video atau gambar diam dan memadukan unsur multimedia efek, suara, musik, narasi, dan teks. Wisata ini nyatanya berkembang pesat di Nusa Tenggara Timur (NTT). Faktor utama adalah sinergitas antar pemerintah dan pelaku usaha pariwisata dalam menggemasnya.
Masa Pandemi mengubah konsep pariwisata dari hanya dapat dilakukan secara langsung, menjadi langsung dan tidak langsung dengan trennya virtual tur. Peluang virtual ini sangat pesat di awal-awal kemunculan. Hal ini menjadi tren baru mengobati kerinduan berwisata di masa PSBB. Namun, tantangan yang muncul adalah seberapa lama tren ini bertahan. Tentunya, perlu adaptasi dan inovasi kreatif penyelenggaran virtual tur akan dapat dinikmati dalam kurun waktu yang lama.
Virtual tour akrab diselenggarakan selama masa pandemi. Nyatanya, selain sebagai alternatif wisata yang digarap serius bagi sebagian besar pelaku usaha perjalanan wisata maupun pemandu wisata, wisata virtual juga dijadikan wadah promosi bagi sejumlah biro perjalanan. Sebab, dengan menyuguhkan gambar dan video dibarengi dengan penuturan pemandu wisata membuat wisatawan merasa penasaran sehingga memunculkan rasa penasaran peserta wisata virtual untuk melakukannya secara langsung usai pandemi berlalu.
Pandemi Covid-19 memberi kerugian besar bagi sektor pariwisata dimana grafik penurunannya nyaris turun secara vertikal. Kemerosotan ini juga berdampak pada sektor-sektor lainnya. Sehingga memaksa pemerintah dan pelaku usaha pariwisata untuk segera beradaptasi. Salah satunya dengan memunculkan pariwisata berbasis virtual. Nyatanya, konsep pariwisata berbasis virtual ini menjadi tren baru di dunia pariwisata yang mungkin akan berlangsung meskipun pandemi ini berlalu.
Smart tourism merupakan bagian dari pengembangan smart city pada masa era revolusi industri 4.0. Penggunaan teknologi informasi berbasis digital dan dapat diakses kapan saja menjadi indikasi perubahan era tersebut. Seperti juga yang terjadi di masa pandemi, bahkan berwisata melalui fitur-fitur digital menjadi trend dan alternatif bagi wisatawan.
Virtual tour telah akrab dikenal pada wisata museum sejak tahun 1994 di Inggris. Akan tetapi, pandemic Covid-19 menjadikan wisata ini makin berkembang ke penjuru dunia. Keterbatasan ruang gerak ini pula dimanfaatkan mahasiswa sebagai bentuk kreativitas di masa pandemi. Selain menyalurkan kreativitas pun juga mendatangnya pemasukan. Seperti yang dilakukan mahasiswa Unpad yang diberi nama Pirtual Project start-up.
Kisah muasal Candi Prambanan menjadi cerita rakyat yang popular di Indonesia. Kisah percintaan Rama dan Cinta bahkan sering diteaterkan di beberapa kesempatan. Hal yang sama juga dituturkan pemandu wisata virtual kali ini. Uniknya, sang penutur mengungkapkan cerita yang berbeda dari yang diketahui kebanyakan orang. Sembari menunjukkan beberapa spot-spot indah dari Candi Prambanan melalui gambar dan video. Komunikasi 2 arah yang dibangun pemandu sejak awal perjalanan membangkitkan semangat wisata seperti ketika menjalani wisata sungguhan.
Muhamad Aqsal Nur FadilahShandra Rama Panji Wulung
Virtual tour mengajak wisatawan untuk menjelajah di berbagai belahan dunia dalam satu waktu. Seperti yang dialami penulis, mengikuti aktivitas wisata virtual ke tiga destinasi pariwisata ikonik di Indonesia, yaitu Danau Toba, Tana Toraja, dan Raja Ampat. Virtual tour dibagi menjadi tiga sesi dengan waktu dua jam disetiap sesinya. Secara berurutan, penulis mengunjungi secara virtual ke Danau Toba, Tana Toraja, dan Raja Ampat.
Desa Wisata Nglanggeran merupakan salah satu desa wisata yang ramai dikunjungi wisatawan di Yogyakarta. Ramainya kunjungan membuat sebagai besar penduduk desa bergantung nasib di sektor ini. Akan tetapi, pandemi Covid-19 membuat tempat wisata tak terkecuali desa wisata harus ditutup sementara. Untuk tetap bertahan, pengelola desa wisata berinisiatif mengadakan virtual tur Desa Wisata Nglanggeran Yogyakarta. Dimulai dengan menjabarkan daya tarik wisata Yogyakarta.
Pandemi menghentikan perkuliahan tatap muka secara mendadak. Hal ini mengakibatkan sejumlah mata kuliah harus menyesuaikan, pun juga pendidik dan peserta didik dipaksa untuk melek teknologi. Manajemen Bisnis Perjalanan STP kemudian melakukan penyesuaian tugas kuliah yang berkaitan dengan studi lapangan, salah satunya menyelenggarakan virtual tour yang menjadi tren di masa pandemi seperti sekarang.
Heru Purboyo Hidayat PutroMuh. Ari PerdanaAsad Farag
Kegiatan Program Pengabdian Masyarkat ”Pengembangan Produk Paket Wisata Berbasis Masyarakat di Desa Wisata Selasari, Kecamatan Parigi, Kabupaten Pangandaran” ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas masyarakat dalam mengemas berbagai aset pariwisata yang terdapat di desa agar dapat mengoptimalkan manfaat pariwisata untuk masyarakat di Desa WisataSelasari, baik manfaat terhadap aspek ekonomi, sosial budaya, dan lingkungan, sehingga dapat mendorong pembangunan pariwisata yang berkelanjutan.
Arief RosyidieAbadi RaksapatiYani AdrianiSyafira A. Tara W
Kegiatan ini dilakukan guna melakukan penguatan kelembagaan serta penyusunan program kerja yang efektif dan terarah. Hal ini agar seluruh potensi yang dimiliki dapat tergali secara maksimal. Lebih jauh, kegiatan ini diharapkan dapat merajut seluruh potensi yang dimiliki Desa Mekarwangi menjadi satu kesatuan yang saling menguatkan dan dapat menarik wisatawan datang berkunjung. Pada akhirnya, ketika Desa Wisata Tematik Mekarwangi telah terbentuk dan berjalan maka diharapkan dapat berkontribusi guna memperkuat ketahanan ekonomi desa dan masyarakat.