Abstrak. Makalah ini adalah hasil studi eksperimental mengenai penggunaan limbah nikel di dalam meminimalkan dampak intrusi mikroorganisme terhadap perilaku fisik pada material beton. Mikroorganisme yang diintrusikan ke dalam pori-pori beto……
Abstrak. Makalah ini adalah hasil studi eksperimental mengenai penggunaan limbah nikel di dalam meminimalkan dampak intrusi mikroorganisme terhadap perilaku fisik pada material beton. Mikroorganisme yang diintrusikan ke dalam pori-pori beton adalah golongan jamur (Aspergillus niger) dan ragi (Sacchromycodes ludwigi). Kedua golongan mikroorganisme ini memproduksi zat organik yaitu asam asetat (CH3COOH) yang dapat bereaksi dengan senyawa kimia di dalam material beton, terutama senyawa kalsium hidroksida dan kalsium silikathidrat. Reaksi tersebut berdampak pada meningkatnya porositas, koefisien…
Abstrak. Menentukan profit yang wajar masih menjadi salah satu isu penting dalam industri konstruksi, khususnya untuk proyek-proyek pemerintah. Namun sayangnya Keppres No. 80 tahun 2003 yang mengatur pengadaan proyekproyek publik pun tidak mendefinisikan secara spesifik kewajaran profit. Tulisan ini mempresentasikan pengembangan model penentuan rentang profit yang wajar berdasarkan karakteristik proyek yang teridentifikasi. Model-model dibangun berdasarkan respon kualitatif dan kuantitatif dari responden yang diperoleh dari distribusi kuesioner yang dikirimkan melalui pos. Teknik statistik…
Abstrak. Riset multiskala adalah bidang riset yang mengeksploitasi beragam fenomena fisika dan kimia yang terjadi pada berbagai skala observasi. Yang menjadi perhatian utama dalam riset ini adalah skala observasi berpengaruh terhadap tingkat pemahaman mengenai suatu fenomena fisika atau kimia. Pemahaman yang mendalam biasanya didapat setelah observasi pada skala yang lebih kecil (mikron- maupun nano-meter) yang dapat dilakukan pada suatu bahan/sistem buatan manusia maupun bahan/sistem di alam. Riset multiskala dikenal menghasilkan terobosan-terobosan dalam bidang iptek. Contoh yang sangat…
Abstrak. Paper ini merupakan kelanjutan dari paper sebelumnya yang ditulis oleh Hutahaean (2007b) dimana persamaan dikembangkan untuk kondisi dasar perairan datar dan Hutahaean (2007c) untuk dasar perairan miring. Pengembangan yang dilakukan adalah dengan mengerjakan persamaan momentum terbatas pada perumusan persamaan dispersi. Selain itu diformulaskan juga persamaan shoaling dimana pada perhitungan shoaling diperairan dangkal terlihat terjadinya fenomena breaking. Abstract. This paper is an extension of earlier paper written by Hutahaean (2007b) for flat bottom and Hutahaean (2007c) for…