Current Issue

Jurnal Teknik Lingkungan Vol. 17 Issue 2 2011

Vol. 17 No. 2 (2011)

Issue Articles

Articles Published in This Issue

Explore peer-reviewed research articles published in this issue.

researchpp. 1–10

Optimasi Efisiensi Pengolahan Lindi Dengan Menggunakan Constructed Wetland

Abstrak: Lindi (leachate) dari landfill menjadi permasalahan bagi lingkungan khususnya untuk air permukaan dan air tanah. Teknologi pengolahan yang diterapkan landfill pada umumnya masih mengeluarkan effluen yang belum memenuhi baku mutu. Dengan demikian masih diperlukan pengolahan lanjutan yang mampu menurunkan kadar pencemar di dalam lindi. Sistem constructed wetland merupakan salah satu metode yang dapat diterapkan. Constructed wetland merupakan suatu alternatif sederhana dengan biaya rendah yang telah terbukti efektif dalam perbaikan kualitas air. Penelitian ini bertujuan untuk…

0 Views0 Downloads1 Citations
researchpp. 11–21

Penentuan Kualitas Air Tanah Dangkal Berdasarkan Parameter Mikrobiologi (studi Kasus: Kecamatan Ujungberung, Kota Bandung)

Abstrak: Kecamatan Ujungberung merupakan salah satu wilayah di Kota Bandung yang bependuduk padat. Sebagian besar penduduknya masih menggunakan air tanah untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, seperti minum, mencuci, dan menyiram tanaman. Air tanah diperoleh penduduk dengan cara membuat sumur gali dengan kedalaman 5 sampai 15 meter. Kondisi pemukiman serta aktivitas penduduk yang ada memungkinkan air terkena kontaminasi, seperti dari cubluk, pabrik, sawah, sungai, dan saluran pipa air buangan. Untuk mengetahui kualitas air tanah yang digunakan, maka dilakukan analisis terhadap air sumur gali…

0 Views0 Downloads0 Citations
researchpp. 22–23

KONSEP SISTEM PENGUMPULAN SAMPAH PENGEMAS PLASTIK OLEH PRODUSEN SEBAGAI BENTUK PENERAPAN EXTENDED PRODUCER RESPONSIBILITY (EPR)

Abstrak: Di Kota Bandung sampah pengemas plastik memilki timbulan sebesar 0,49/orang/hari. Pemanfaatan timbulan tersebut didominasi oleh sektor informal seperti pemulung karena memiliki nilai ekonomis. Timbulan sampah pengemas plastik yang ada di sektor informal sebesar 10,1 kg/hari di tingkat pemulung, di tingkat lapak sebesar 50,6 kg/hari dan 1279,4 kg/hari di tingkat bandar. Timbulan plastik pengemas juga ditemukan di TPA dengan komposisi sebesar 22,36%. Timbulan tersebut dapat dijadikan sebagai potensi untuk dijalankannya program EPR di Kota Bandung. Sesuai dengan UU No 18 Tahun 2008…

0 Views0 Downloads2 Citations
researchpp. 34–44

Pemanfaatan Limbah Spent Catalyst Sebagai Campuran Paving Block Dan Batako

Abstrak: Dewasa ini, kegiatan perindustrian di Indonesia semakin meningkat seiring dengan meningkatnya kebutuhan hidup masyarakat, terutama industri minyak dan gas bumi. Hal ini berdampak pada meningkatnya limbah B3 yang memerlukan pengolahan lebih lanjut sebelum dibuang ke landfilll. Salah satu limbah B3 yang banyak dihasilkan adalah limbah spent catalyst yang berasal dari hasil proses perengkahan hidrokarbon yang mencapai sedikitnya 17 ton per hari. Pengelolaan limbah B3 di Indonesia merujuk pada PP No. 18/2009 jo PP No.85/1999 tentang Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3).…

0 Views0 Downloads0 Citations
researchpp. 44–55

PENGARUH KANDUNGAN ANION ANORGANIK PADA PROSES FOTOKATALITIK REACTIVE BLACK 5 DENGAN TiO2-UV DAN ZnO-UV

Abstrak: Limbah cair industri tekstil menjadi permasalahan karena kualitas dan kuantitasnya sehingga memerlukan pengolahan khusus, terutama untuk kandungan zat warnanya. Salah satu metode pengolahan yang umum digunakan adalah dengan proses fotokatalitik. Proses fotokatalitik heterogen dengan TiO2 yang diiradiasi UV memberikan efisiensi penyisihan zat warna Reactive Black 5 (RB 5) yang sangat baik, dimana zat warna ini merupakan pewarna tekstil yang banyak digunakan pada industri pencelupan. Percobaan ini dilakukan untuk menentukan kondisi untuk proses fotokatalitik RB 5 yang memiliki…

0 Views0 Downloads0 Citations
researchpp. 56–67

EFISIENSI PENYISIHAN ORGANIK AIR SODETAN SUNGAI CITARUM MENGGUNAKAN CONSTRUCTED WETLAND DENGAN TANAMAN Typha sp. DAN Scirpus grossus (STUDI KASUS : DESA DARAULIN, KABUPATEN BANDUNG

Abstrak: Sungai Citarum adalah sungai terpanjang dan terbesar di Provinsi Jawa Barat, Indonesia. Setiap musim hujan di sepanjang Sungai Citarum di wilayah Bandung Selatan selalu dilanda banjir, oleh karena itu pemerintah membuat proyek normalisasi Sungai Citarum. Tetapi hasil proyek itu sia-sia karena tidak ada sosialisasi terhadap masyarakat sekitar sehingga sungai tetap menjadi tempat pembuangan sampah dan limbah pabrik. Kampung Daraulin dikelilingi oleh Sungai Citarum yang sudah tercemar yang diperkirakan mengandung beberapa parameter tercemar seperti BOD, COD, Total Nitrogen, Total…

0 Views0 Downloads1 Citations
researchpp. 68–76

AKUMULASI MERKURI (Hg) PADA IKAN BUDIDAYA KERAMBA JARING APUNG DAN IKAN LIAR DI WADUK JATILUHUR

Abstrak: Ikan hasil produksi Waduk Jatiluhur dicurigai mengandung senyawa kimia berbahaya karena air waduk diduga kuat sudah tercemar limbah industri dan pakan ikan sendiri, selain akibat pencemaran dari Sungai Citarum dan Sungai Cilalawi. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kontaminasi logam berat merkuri pada air, ikan budidaya air tawar keramba jaring apung, dan ikan liar di Waduk Jatiluhur. Jenis sampel ikan dipilih berdasarkan ikan yang banyak dibudidayakan di Waduk Jatiluhur, yaitu Ikan Nila, Mas, dan Red Devil. Dari pemeriksaan yang dilakukan diketahui nilai rata-rata kandungan…

0 Views0 Downloads1 Citations
researchpp. 77–86

Studi Retrofit Produksi Kapur Tohor Skala Menengah Untuk Meningkatkan Efisiensi Penggunaan Bahan Bakar Dan Mengurangi Pencemaran Udara (studi Kasus: Industri Kapur Tohor Padalarang)

Abstrak: Proses produksi pada pabrik-pabrik industri kapur tohor di Padalarang mayoritas masih menggunakan teknologi tradisional. Teknologi tradisional ini menggunakan metode pembakaran open burning tanpa dilengkapi dengan alat pengendali pencemaran udara yang memadai. Pabrik X merupakan salah satu industri kapur tohor di Padalarang. Proses produksi kapur tohor di Pabrik X menggunakan teknologi tradisional berupa tungku tegak dengan metode pembakaran open burning serta bahan bakar berupa limbah industri tekstil dan sepatu"”RDF. Studi menunjukkan bahwa pembakaran seperti ini menyebabkan…

0 Views0 Downloads0 Citations
researchpp. 87–97

Timbulan Sampah Styrofoam Di Kota Bandung

Abstrak: Styrofoam merupakan plastik nomor 6 dalam klasifikasi plastik, yaitu polystyren, sehingga styrofoam sama berbahayanya dengan plastik. Saat ini, styrofoam banyak digunakan oleh masyarakat untuk berbagai keperluan seperti kemasan, bahan kerajinan, dekorasi, bahan bangunan, dan sebagainya. Jika konsumsi styrofoam tidak diimbangi dengan pengelolaan limbahnya yang baik, maka akan timbul pencemaran lingkungan. Penanganan limbah styrofoam yang sebatas pembuangan juga akan membebani alam dalam penguraiannya. Oleh karena itu diperlukan upaya daur ulang untuk mengurangi pencemaran terhadap…

0 Views0 Downloads4 Citations
researchpp. 98–109

Estimasi Emisi Co2 Dari Pembangunan Berbagai Ukuran Rumah Sederhana

Abstrak: Mendirikan rumah akan mengemisikan CO2 ke udara. Emisi CO2 tersebut berasal dari pembuatan dan pengangkutan bahan bangunan, serta pekerjaan konstruksi. Penelitian ini mencoba memperkirakan besaran emisi CO2 dari pembangunan rumah sederhana. Penelitian diawali dengan pendataan jenis bahan bangunan dan perhitungan kebutuhan bahan bangunan setiap tipe rumah yang merupakan fungsi luas lantai. Kemudian penentuan faktor emisi berbagai bahan bangunan didasarkan pada penelitian terdahulu. Untuk memperoleh gambaran hubungan antara jenis bahan bangunan dan tipe rumah dengan besaran emisi CO2,…

0 Views0 Downloads6 Citations

No articles match the selected filter or search query.